Anda di halaman 1dari 3

JGKapumyslihbrt

SAMBUNGAN BAUT DAN LAS

Objective

Desain sambungan
Rangka batang

Hubungan balok-kolom
Langkah perhitungan:

1. Identifikasi gaya-gaya
2. Hitung kebutuhan sambungan

Geser

R n= r 1 m A b f u

m = jumlah bidang geser

r1 = ada ulirnya atau tidak, kalo bidang geser tidak punya ulir, tahanannya makin kecil. Kalau ga ada
ulir r1 = 0.5, dengan ulir r1 = 0.4
fub = f ultimate baut

Geser terjadi saat ada gaya yang tegak lurus dengan sumbu bautnya (tinjau bautnya)
Tarik

R n= ( 0.75 A b ) f u

Tarik terjadi saat ada gaya yang sejajar dengan sumbu bautnya (tinjau bautnya)
Tumpu
Kalau standar

R n= ( 2,4 ) f u d b tp
Kalau slot

R n= ( 2,0 ) f u d b t p

Baut menumpu pada pelat (penumpu), penumpunya yang failure dahulu, bautnya ikut-ikutan karena
penumpunya tidak kuat.(pelatnya sobek)
Friksi

Vn= ( 1,13 ) m proof load


proof load=0,75 A b proof stress
Keterangan tambahan untuk baut dan Las
A325
fu = 825 MPa
proof stress = 585 MPa

=1 standar

=0.85 slot pendek


=0.7

slot panjang tegak lurus gaya

=0.6

slot panjang sejajar gaya

Bandingkan pi Rn (geser,tarik,tumpu,friksi), ambil paling kecil. Kemudian untuk menentukan jumlah


baut bagilah Ru dengan pi Rn
Kemudian cek lagi failure akibat geser blok, fraktur, leleh, geser murni. Ada jarak minimum antara
lubang baut satu dengan lubang baut lainnya (Perhatikan!)
Jarak dari ujung baut ke ujung plat adalah 1.5 db < s < 4 tp + 100 < 200
Tp = tebal pelat
Syarat di atas berlaku untuk jarak baut ke ujung plat arah horizontal dan vertical.
Jarak antar baut adalah 3db < s < 15 tp < 200 mm

Kita diberikan kebebasan untuk membuat sambungan baut pada atas flange, bawah flange, maupun
tengah web
Pada baut atas terjadi tarik dan geser (akibat momen dan gaya vertical gravitasi),
Yang menempel pada h beam menerima semua gaya, yang menempel pada iwf juga menerima semua
gaya sehingga saat perhitungan pakai gaya total (100%), jangan dibagi-bagi.
Pada baut yang dipasang di iwf, geser yang terjadi pada baut tidak tepat pada sumbu baut, tapi geser
terjadi sejauh x dari baut (eksentrisitas) akibat adanya pengaruh momen (tidak murni geser saja)
Geser terjadi arah horizontal dan vertical pada baut iwf akibat pengaruh dari Momen (ambil baut
paling ujung / dekat dengan serat tarik /tekan)