Anda di halaman 1dari 16

Dunia Survei Pemetaan

Baca Pengetahuan & praktekan teorinya

Donderdag, 15 Januarie 2015


Pemanfaatan Inderaja Diberbagai Bidang
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Pada dasarnya, tujuan dibuatnya
makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat dalam mengikuti Ujian Akhir Nasional dan
Ujian Akhir Sekolah serta untuk melatih siswa/siswi membiasakan diri untuk membaca dan
memahami perkembangan teknologi penulis berharap dengan diselesaikan makalah ini, penulis
dapat mengetahui lebih dalam mengenai ilmu penginderaan jarak jauh dalam hal ini Survey
Pemetaan.
Adapun kendala-kendala yang sering Penulis hadapi dalam menjalani penelitian makalah dan
penyusunan makalah ini. Namun, berkat berbagai pihak, penulis dapat menyelesaikan makalah
dan dapat menyusun makalah ini. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada kedua orang tua
atas izinnya, bekal dan doa yang telah diberikan dalam pelaksanaan penyusunan. Sekolah serta
Bapak/Ibu guru yang dengan suka rela memberikan ilmu serta dukungan. serta teman-teman
dengan semua yang telah menemani dalam penyusunan makalah ini.
Penulis berharap semoga terselesaikannya makalah ini dapat menjadi titik tolak penulis untuk
menjadi lebih maju dan bersungguh-sungguh. Penulis juga berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi pembaca dalam menuju perubahan Berkaitan dengan hal tersebut, Amin.
Sudah tentu kekurangan-kekurangan akan terdapat dalam makalah ini.Karena itu, saran dan kritik
yang sifatnya membangun dari setiap pembaca sangat penulis harapkan, demi kesempurnaan
laporan ini
Wassalamualaikum Wr. Wb

Purwokerto, 19 September 2014


Penulis,

DAFTAR ISI

.
KATA PENGANTAR .
DAFTAR
ISI
.
I. PENDAHULUAN .
1.1
Latar Belakang....... ...
1.2
Maksud dan Tujuan ....
II. Pembahasan ....................
2.1
Pengertian Inderaja ...
2.2
Keunggulan Inderaja .............................................................................................
2.3
Keuntungan Inderaja ...........................................................................................
2.4
Manfaat Inderaja ...............................................................................................
2.5
Pemanfaatan Inderaja .........................................................................................
2.5.1 Bidang Pemetaan ...................................................................
2.5.2 Bidang Geologi ...................................................................
2.5.3 Bidang Industri Migas ..................
2.5.4 Bidang Meteorologi Dan Klimatologi .............................................................
2.5.5 Bidang Kependudukan .................................................................................
2.5.6 Bidang Hidrologi ..................................................................
2.5.7 Bidang Oceanografi ...................................................................
III. PENUTUP
5.1
Kesimpulan ..
5.2
Saran ....

1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penginderaan jauh berkembang sangat pesat sejak lima dasawarsa terakhir ini. Perkembangannya

meliputi aspek sensor, wahana atau kendaraan pembawa sensor, jenis citra serta liputan dan
ketersediaannya, alat dan analisis data, dan jumlah pengguna serta bidang penggunaannya.
Di Indonesia, penggunaan foto udara untuk survey pemetaan sumber daya telah dimulai oleh
beberapa instansi pada awal tahun 1970-an. Saat ini telah beredar banyak jenis satelit sumber
daya. Mulai dari negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Jepang, Rusia, hingga
negara-negara besar namun dengan pendapatan per kapita yang rendah seperti India dan Republik
Rakyat Cina. Berbagai satelit sumberdaya yang diluncurkan itu menawarkan kemampuan yang
bervariasi, dari resolusi spasial 0,6 meter (QuickBirth milik Amerika) hingga sekitar 1,1 kilometer
(NOAA-AVHRR juga milik Amerika Serikat). Berbagai negara di Eropa, Amerika Utara,
Amerika Latin, Asia dan bahkan Afrika telah banyak memanfaatkan satelit itu untuk
pembangunan
1.2 Mangsud dan Tujuan
Dengan mempelajari penginderaan jauh dan interpretasi citra diharapkan kita dapat menumbuhkan
kemampuan, sehingga mempunyai perspektif yang luas mengenai eksistensi penginderaan jauh,
baik pada masa lalu, masa sekarang maupun masa yang akan datang.
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memaparkan berbagai manfaat dari penginderaan
jauh di berbagai bidang baik di bidang geologi maupun yang lainnya. Sehingga kita tahu apa itu
penginderaan jauh, manfaat, fungsinya, dll.

II. PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Penginderaan jauh (atau disingkat inderaja) adalah pengukuran atau akuisisi data dari sebuah
objek atau fenomena oleh sebuah alat yang tidak secara fisik melakukan kontak dengan objek
tersebut atau pengukuran atau akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat dari
jarak jauh, (misalnya dari pesawat, pesawat luar angkasa, satelit, kapal atau alat lain. Contoh dari
penginderaan jauh antara lain satelit pengamatan bumi, satelit cuaca.
Penginderaan jauh merupakan suatu ilmu yang digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai
permukaan bumi seperti lahan dan air dari citra yang diperoleh dari jarak jauh dengan
menggunakan sensor.

Data yang digunakan dalam penginderaan jauh dapat berbentuk hasil dari variasi daya gelombang
bunyi dan atau energi elektromagnetik.Sebagai contoh grafimeter memperoleh data dari variasi
daya tarik bumi (gravitasi), sonar pada sistem navigasi memperoleh data dari gelombang bunyi
dan maka kita memperoleh data dari energi elektromagnetik. Data yang diperoleh itu dikelola dan
akan digunakan untuk kepentingan tertentu.
Salah satu pemanfaatan penginderaan jauh tersebut adalah Sistem Informasi Geografi. Citra yang
diperoleh melalui penginderaan jauh merupakan data dasar atau input yang selanjutnya diolah dan
disajikan oleh Sistem Informasi Geografi. Posisi data dari citra Penginderaan Jauh dapat dikoreksi
kembali dalam Sistem Informasi Geografi. Dengan demikian, integrasi antara data Penginderaan
Jauh dengan Sistem Informasi Geografi akan memperoleh informasi yang optimal sebagai data
pemanfaatan wilayah.
memonitor janin dengan ultrasonik dan wahana luar angkasa yang memantau planet dari orbit.
Inderaja berasal dari bahasa Inggris remote sensing, bahasa Perancis tldtection, bahasa Jerman
fernerkundung, bahasa Portugis sensoriamento remota, bahasa Spanyol percepcion remote dan
bahasa Rusia distangtionaya. Di masa modern, istilah penginderaan jauh mengacu kepada teknik
yang melibatkan instrumen di pesawat atau pesawat luar angkasa dan dibedakan dengan
penginderaan lainnya seperti penginderaan medis atau fotogrametri. Walaupun semua hal yang
berhubungan dengan astronomisebenarnya adalah penerapan dari penginderaan jauh (faktanya
merupakan penginderaan jauh yang intensif), istilah "penginderaan jauh" umumnya lebih kepada
yang berhubungan dengan teresterial dan pengamatan cuaca

Beberapa Pengertian Penginderaan Jauh Oleh Para Ahli:


1. Lillesand and Kiefer
Penginderaan Jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang obyek, daerah atau
gejala dengan jalan menganalisis data yang didapat dengan menggunakan alat tanpa kontak
langsung terhadap obyek, daerah atau yang dikaji.
2. Lindgren
Penginderaan jauh adalah bermacam-macam teknik yang dikembangkan untuk mendapat
perolehan dan analisis informasi tentang bumi.
3. Sabins
Penginderaan jauh adalah suatu ilmu untuk memperoleh, mengolah dan menginterpretasi citra
yang telah direkam yang berasal dari interaksi antara gelombang elektromagnetik dengan suatu
obyek.
Dari pemaparan para ahli mengenai definisi Penginderaan jauh (remote sensing) dapat
disimpulkan bahwa Penginderaan jauh adalah suatu ilmu yang digunakan untuk mendapatkan
informasi mengenai permukaan bumi yang terdiri dari serangkaian komponen yang berupa sumber
tenaga, objek, sensor, data dan pengguna data.

. Jenis Citra Penginderaan Jauh


1. Citra Foto (foto udara)
Foto udara direkam secara fotografik menggunakan kamera dan film sebagai detektornya.
Mempunyai karakteristik yaitu skala, geometri, dan informasi tepi foto udara yang diaplikasikan
untuk pemetaan dasar, aplikasi untuk sumber daya alam (Pertanian, hidrologi, geologi, perubahan
fungsi lahan). Contoh foto udara yaitu : Foto udara konvensional, foto udarasmall format, dan
foto udara digital
2. Citra Non Foto (citra satelit)
Citra satelit direkam berdasarkan penyiaman (scanning) secara elektronik pada pita magnetic.
Contoh :

NOAA adalah Satelit cuaca milik Amerika Serikat yang diluncurkan pada bulan Juni 1979.
Hingga kini telah diluncurkan 10 seri satelit NOAA

Landsat adalah program observasi bumi tertua.,dimulai pada tahun 1972 dengan nama
ERTS-1, kemudian dilanjutkan dengan peluncuran seri ke-2 dengan nama baru yaitu landsat

ASTER-Terra adalah satu bagian dari lima sensor yang terdapat pada satelit Terra yang
mengorbit sinkron dengan matahari

Ikonos adalah satelit yang diluncurkan pada 4 September 1999 di California, Amerika
Serikat, Ikonos merupakan citra dengan resolusi spasial paling tinggi

Quickbird adalah satelit yang diluncurkan menggunakan roket Boeing delta-11 pada 18
Oktober 2001 di California, Amerika Serikat

Hiperspektral (imaging spectrometri) adalah perolehan data dengan cara simultan dengan
jumlah saluran/band yang terlalu banyak dengaan panjang gelombang yang sempit dan saling
berdekatan.

Radar (radio detection) adalah system penginderaan jauh yang mengirim dan menerima
sinyal gelombang elektomagnetik
Warna Data Penginderaan Jauh
Warna merupakan satu dari Sembilan unsur interpretasi foto udara. Cahaya putih dapat diuraikan
menjadi tujuh warna dengan menggunakan optic, warna-warna itu dipisahkan secara berurutan
mulai panjang gelombang 0.4 0.7 um sama sepertiyang tampak pada pelangi.
2.2 Keunggulan Inderaja
Menurut Sutanto(1994:18-23), penggunaan penginderaan jauh baik diukur dari jumlah bidang
penggunaannya maupun dari frekuensi penggunaannya pada tiap bidang mengalami pengingkatan
dengan pesat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :
(1) Citra menggambarkan obyek, daerah, dan gejala di permukaan bumi dengan; wujud dan letak
obyek yang mirip ujud dan letak di permukaan bumi, relatif lengkap, meliputi daerah yang luas,
serta bersifat permanen.
(2) Dari jenis citra tertentu dapat ditimbulkan gambaran tiga dimensional apabila pengamatannya

dilakukan dengan alat yang disebut stereoskop.


(3) Karaktersitik obyek yang tidak tampak dapat diwujudkan dalam bentukcitra sehingga
dimungkinkan pengenalan obyeknya.
(4) Citra dapat dibuat secara cepat meskipun untuk daerah yang sulit dijelajahi secara terestrial.
(5)Merupakan satu-satunya cara untuk pemetaan daerah bencana.
(6) Citra sering dibuat dengan periode ulang yang pendek.
gambar di atas merupakan analisis foto udara dengan stereoskop, di mana dua foto udara suatu
wilayah yang berdekatan bila dilihat dengan alat tersebut bisa tampak gambaran tiga
dimensionalnya.

2.3 Keuntungan Inderaja


Baik diukur dari jumlah bidang penggunaan maupun frekuensinya, penggunaan penginderaan jauh
pada saat ini meningkat dengan pesat. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor dibawah ini :.
Citra menggambarkan objek, daerah, dan gejala di permukaan bumi dengan wujud dan letak objek
yang mirip dengan wujud dan letaknya di permukaan bumi, relatif lengkap, meliputi daerah yang
luas, dan bersifat permanen. Wujud dan letak objek yang tergambar pada citra mirip dengan wujud
dan letaknya di permukaan bumi.
Citra merupakan sumber data multimatik karena citra dapat digunakan untuk pelbagai bidang,
seperti geografi, geologi, hidrologi, dan kehutanan. Penggunaan citra dapat menggambarkan
daerah yang luas.
2.4 Manfaat Inderaja
Tujuan utama dari penginderaan jauh adalah untuk mengumpulkan data seumber daya alam dan
lingkungan. Penginderaan jauh makin banyak dimanfaatkan karena berbagai macam alasan
sebagai berikut :
Citra dapat dibuat secara cepat meskipun pada daerah yang sulit ditempuh melalui daratan,
contohnya hutan, rawa danpegunungan.
Citra menggambarkan obyek dipermukaan bumi dengan wujud dan letak objek mirip dengan
sebenarnya, gambar relatif lengkap, liputan daerah yang luas dan sifat gambar yang permanen
Citra tertentu dapat memberikan gambar tiga dimensi jika dilihat dengan menggunakan
stereoskop. Gambar tiga dimensi itu sangat menguntungkan karena menjyajikan model obyek
yang jelas, relief lebih jelas, memungkinkan pengukuran beda tinggi, pengukuran lereng dan
pengukuran volume.
Citra dapat menggambarkan benda yang tidak tampak sehingga dimungkinkan pengenalan
obyeknya. Sebagai contoh adalah terjadinya kebocoran pipa bawah tanah.
Citra sebagai satu-satunya cara untuk pemetaan daerah bencana.
Inderaja memiliki peran yang sangat besar dalam sistem informasi data dan pengelolaannya. Peran

tersebut antara lainuntuk mendeteksi perubahan data dan pengembangan model di berbagai
kepentingan.

Daya guna dari citra penginderaan jauh adalah


1) Pemetaan geologi/geomorfologi
2) Survey tanah,
3) Pemetaan Land Use,
4) Pemantauan sumber daya alam,
5) Pemantauan sumber daya alam,
6) Survey hidrologi,
7) Survey ekologi dan pengelolaan margasatwa.

Gambar. Manfaat penginderaan jauh

2 .5 Pemanfaatan Penginderaan Jauh Di Berbagai Bidang


2.5.1 Penerapan Teknologi Inderaja Di Bidang Pemetaan serta sumber daya bumi dan lingkungan
Pemanfaatan foto udara/citra hasil penginderaan untuk kegiatan pemetaan merupakan kegiatan
yang umum dilakukan pada saat sekarang. Kegiatan pemetaan menggunakan foto udara lebih
mudah dilakukan daripada pemetaan secara manual. Beberapa keunggulan pemetaan
menggunakan teknologi inderaja antara lain :

Hasil inderaja dapat digunakan untuk memetakan daerah yang sangat luas dengan cepat,
pemetaan manual biasanya hanya digunakan untuk memetakan daerah yang sangat sempit.

Berbiaya lebih murah.

Dapat memetakan bermacam-macam peta tematik sekaligus

Proses pembuatan lebih cepat


Salah satu contoh pemanfaatan teknologi inderaja untuk kegiatan di bidang pemetaan misalnya
untuk pemetaan daerah rawan genangan air di wilayah Jakarta. Untuk membuat peta ini
diperlukan lebih dahulu foto udara wilayah Jakarta untuk di interpretasi lebih lanjut.
1.) Pemetaan Dibidang Pengganaan Lahan
Sementara itu, penggunaan lahan merupakan aktivitas manusia pada dan dalam kaitannya dengan

lahan, yang biasanya tidak secara langsung tampak dari citra. Penggunaan lahan tidak memiliki
satu definisi yang benar benar tepat di dalam keseluruhan konteks yang berbeda. Sedangkan
penutup lahan merupakan gambaran kostruksi vegetasi dan buatan yang menutup permukaan
lahan. Konstruksi tersebut merupakan konstruksi yang tampak dari sebuah citra penginderaan
jauh.
Pemetaan penggunaan lahan dan penutup lahan sangat berhubungan dengan studi vegetasi,
tanaman pertanian dan tanah dari biosfer. Karena data penggunaan lahan dan penutup lahan
sangatlah penting untuk sebuah perencanaan. Lahan merupakan material dasar dari suatu
lingkungan, yang diartikan berkaitan dengan sejumlah karakteristik alami yaitu iklim, geologi,
tanah, toporafi, hidrologi dan biologi.
a. Pemetaan Penggunaan Lahan
Inventarisasi penggunaan lahan penting dilakukan untuk mengetahui apakah pemetaan lahan
yang dilakukan oleh aktivitas manusia sesuai dengan potensi ataupun daya dukungnya.
Penggunaan lahan yang sesuai memperoleh hasil yang baik, tetapi lambat laun hasil yang
diperoleh akan menurun sejalan dengan menurunnya potensi dan daya dukung lahan tersebut.
Integrasi teknologi penginderaan jauh merupakan salah satu bentuk yang potensial dalam
penyusunan arahan fungsi penggunaan lahan.Dasar penggunaan lahan dapat dikembangkan untuk
berbagai kepentingan penelitian, perencanaan, dan pengembangan wilayah.Contohnya
penggunaan lahan untuk usaha pertanian atau budidaya permukiman.
b. Penentuan Arahan Lahan
Penentuan batas-batas keserasian sumberdaya air merupakan salah satu aspek utama dalam
pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai bahan pertimbangan penyusunan konsep tata
ruang kawasan.Ketetapan penataan tata ruang didasarkan pada tiga faktor yaitu lereng lapangan,
jenis tanah menurut kepekaannya terhadap erosi dan intensitas hujan harian wilayah yang
bersangkutan.Masing-masing faktor ditampilkan dalam tiap-tiap unit lahan untuk mendapatkan
angka skor yang secara makro dipergunakan untuk menetapkan arahan penggunaan lahan sebagai
kawasan lindung, kawasan penyangga, kawasan budidaya atau kawasan pemukiman.Aplikasi GIS
dapat menyajikan Peta Arahan Penggunaan Lahan yang dibuat dari komposit Peta Kelerengan,
Peta Jenis Tanah dan Peta Curah Hujan. Dari ketiga peta ini dipilih masing-masing data atributnya
yang akan digunakan sebagai dasar dalam membuat peta baru (Peta Arahan).
c. Penggunaan Lahan Pertanian
Dalam usaha memelihara konsistensi penggunaan lahan sebagai areal pertanian maka
diperlukan suatu sistem monitoring yang mampu mengamati, menganalisa, menyajikan serta
membuat model-model keputusan sehingga aktifitas pertanian yang berkelanjutan tetap terjaga.
Teknologi penginderaan jauh merupakan salah satu teknologi pendekatan terintegrasi yang dapat
memodelkan masalah-masalah pertanian kaitannya dengan usaha menjaga konsistensi penggunaan
lahan (monitoring), proteksi stabilitas lingkungan (analisis degradasi lahan dan identifikasi sumber
air) dan analisa keruangan (basis data spasial).
d. Penggunaan Lahan Kehutanan
Bidang kehutanan berkenaan dengan pengelolaan hutan untuk kayu termasuk perencanaan
pengambilan hasil kayu, pemantauan penebangan dan penghutanan kembali, pengelolaan dan
pencacahan margasatwa, inventarisasi dan pemantauan sumber daya hutan, rekreasi, dan
pengawasan kebakaran. Kondisi fisik hutan sangat rentan terhadap bahaya kebakaran maka

penggunaan citra inframerah akan sangat membantu dalam penyediaan data dan informasi dalam
rangka monitoring perubahan temperatur secara kontinu dengan aspek geografis yang cukup
memadai sehingga implementasi di lapangan dapat dilakukan dengan sangat mudah dan cepat.
e. Penggunaan Lahan Perkebunan
Manfaat dari menggunakan RS dan teknologi GIS tergantung pada tingkat keberhasilan
penerapannya untuk menyelesaikan masalah spasial.Secara umum, manfaat ini dapat dibagi
menjadi empat kategori seperti efisiensi ilmiah, teknologi, metodologi, dan ekonomi. Efisiensi
ilmiah penginderaan jauh data juga termasuk memperoleh fakta-fakta baru untuk menguatkan dan
klarifikasi sebelumnya dikenal kuantitatif, data kualitatif yang dipelajari. Teknologi efisiensi
berarti peningkatan produktivitas kerja (terutama lapangan pekerjaan yang paling mahal),
membuat norma-norma untuk lapangan dan mempercepat proses pemetaan kebun, mengurangi
volume lapangan, memperpendek waktu yang diperlukan untuk survei dan mengurangi jumlah
karyawan yang terlibat monitoring kebun. Berdasarkan manfaat dan aplikasi remote sensing dan
GIS, sektor perkebunana telah mengadopsi
pendekatan ini untuk mempelajari kerugian yang disebabkan faktor lingkungan karena berbagai
alasan.Meskipun kebun menderita berbagai kerugian penyebab utama adalah kerusakan berat
akibat serangan Helopeltis.Jadi dalam proyek ini inisiatif telah dilakukan untuk mempelajari
kesehatan tanaman perkebunan menggunakan analisis tekstur dan bagaimana kesehatan tenaman
perkebunan tersebut mempengaruhi hasilnya.
Berikut ini contoh pemanfaatan interpretasi citra satelit penginderaan jauh untuk penggunaan
lahan dengan objek kajian Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.
Peta hasil interpretasi citra SPOT5 tanggal perekaman 29 Juli 2005 disini adalah Peta
Penggunaan Lahan Kecamatan Pedurungan Kota Semarang Tahun 2005 dengan skala 1 :
50.000.di peta ini tergambarkan berbagai penggunaan lahan yang ada di Kecamatan Pedurungan,
Kota Semarang
2.) Mengumpulkan data kerusakan lingkungan karena berbagai sebab.
Data dan teknologi penginderaan jauh tentu saja dapat dimanfaatkan terutama dalam kegiatan
pemantauan bencana alam. Melalui data penginderaan jauh dalam hal ini citra Landsat ETM+
dapat untuk mengetahui tutupan vegetasi di daerah hutan atau adanya indikasi penggundulan
hutan. Lapisan tanah yang relatif tebal tersebut terutama sekali tersebar pada bagian lereng-lereng
bawah, sebagian tertutupi oleh tumbuhan hutan tropis savana (warna hijau), sebagian
dimanfaatkan penduduk setempat untuk tanaman semusim dan sebagian lagi terutama tampak
jelas pada citra satelit Landsat ETM+ spot berwarna merah terang yang mengindikasikan lahan
yang telah gundul
3.) Analisis eksploitasi sumber daya alam
Citra inderaja dengan resolusi spasial menengah (30 meter) dapat memberikan gambaran
mengenai wilayah pertambangan cukup baik. Untuk dapat memperoleh gambaran wilayah
pertambangan yang lebih detail, penggunaan citra resolusi tinggi diperlukan. Lingkungan
pertambangan secara garis besar tampak pada citra dari perubahan kondisi lingkungan fisik seperti
misalnya perubahan bentuk mukabumi (landscape), perubahan tutupan vegetasi (land cover) dan
akibat dari penggalian tambang, khususnya galian di permukaan bumi. Wilayah pertambangan

yang dikelola dengan baik pada umumnya relatif teratur, efisien dan rapih sebaliknya apabila
pengelolaannya kurang baik perusakan permukaan tidak teratur dan acak.
2.5.2 Pemanfaatan Penginderaan Jauh Dalam Geologi
Geologi adalah suatu bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian yang mempelajari segala sesuatu
mengenai planet Bumi beserta isinya yang pernah ada. Merupakan kelompok ilmu yang
membahas tentang sifat-sifat dan bahan-bahan yang membentuk bumi, struktur, proses-proses
yang bekerja baik di dalam maupun diatas permukaan bumi yang telah, tengah dan akan terjadi.
Geologi dapat digolongkan sebagai suatu ilmu pengetahuan yang komplek, mempunyai
pembahasan materi yang beraneka ragam namun juga merupakan suatu bidang ilmu pengetahuan
yang menarik untuk dipelajari. Ilmu ini mempelajari dari benda-benda sekecil atom hingga ukuran
benua, samudra, cekungan dan rangkaian pegunungan.
Seorang ahli geologi mempunyai tugas disamping melakukan penelitian-penelitian untuk
mengungkapkan misteri yang masih menyelimuti proses-proses yang berhubungan dengan bahanbahan yang membentuk bumi, gerak-gerak dan perubahan yang terjadi seperti gempa-bumi dan
meletusnya gunung api, juga mencari dan mencoba menemukan bahan-bahan yang kita butuhkan
yang diambil dari dalam bumi seperti bahan tambang dan minyak dan gas bumi, seorang ahli
geologi
juga mempelajari sifat-sifat bencana alam, seperti longsor,tsunami, gunung meletus, gempa-bumi
dll; meraka dapat meramalkan dan memberi tahu bagaimana cara menghindarinya.
Untuk dapat memahami ilmu geologi, pemahaman tentang konsep-konsep dan hukum-hukum
dalam ilmu geologi sangatlah penting dan merupakan dasar dalam mempelajari ilmu geologi.
Adapun hukum dan konsep geologi yang menjadi acuan dalam geologi antara lain adalah konsep
tentang
susunan, aturan dan hubungan antar batuan dalam ruang dan waktu. Pengertian ruang dalam
geologi adalah tempat dimana batuan itu terbentuk sedangkan pengertian waktu adalah waktu
pembentukan batuan dalam skala waktu geologi. Konsep uniformitarianisme (James Hutton),
hukum superposisi (Steno), konsep keselarasan dan ketidakselarasan, konsep transgresi-regresi,
hukum potong memotong (cross cutting relationship) dan lainnya. Oleh karena itu penginderaan
jauh adalah salah satu teknologi yang digunakan oleh ahli-ahli geologi
Pakar geologi yang berkaitan dengan penanggulangan becana alam memerlukan informasi dari
tekhnologi ini untuk mengetahui memperkirakan potensi dan melokalisasi daerah rawan bencana.
Kegiatan alam tersebut dapat diamati melalui foto citra indera jauh yang datanya dianalisis dan
dipakai sebagai dasar peta dampak lingkungan.

Selain itu, penginderaan jauh juga berguna untuk:


a) Menentukan struktur geologi dan macamnya.
b) Pemantauan daerah bencana (gempa, kebakaran) dan pemantauan debu vulkanik.

c) Pemantauan distribusi sumber daya alam.


d) Pemantauan pencemaran laut dan lapisan minyak di laut.
e) Pemanfaatan di bidang pertahanan dan militer.
f) Pemantauan permukaan, di samping pemotretan dengan pesawat terbang dan aplikasisistem
informasi geografi (SIG).
Perkembangan bentuk lahan ditentukan oleh proses pelapukan dan perkembangan tanah, erosi,
gerakan massa tanah, banjir, sedimentasi, abrasi marine, iklim, gelombang laut, gravitasi bumi,
dan biologi termasuk manusia. Ini merupakan proses eksogen. Perubahan bentuk lahan
berpengaruh terhadap kondisi tanah, tata air (hidrologi), potensi bahan tambang, potensi bencana
seperti banjir, erosi, dan longsor lahan, vegetasi, dan kegiatan manusia dalam bidang pertanian,
permukiman, kerekayasaan, industri, rekreasi, dan pertambangan. Analisis tingkat bahaya erosi
dilakukan dengan cara memperkirakan (memprediksi) laju erosi tanah pada satuan-satuan lahan.
Sedangkan untuk menghitung laju erosi tanah digunakan pendekatan persamaan Universal Soil
Loss Equation (USLE) yang dikembangkan oleh Wischmeier dan Smith (1978) sebagai berikut:
A
= RKLSCP
keterangan :
A
= jumlah tanah yang hilang (ton/ha/tahun)
R
= erosivitas hujan tahunan rata-rata (mm/jam)
K
= indeks Erodibilitas Tanah
LS
= Indeks Panjang dan Kemiringan Lereng
C
= Pengelolaan Tanaman
Erosivitas Hujan merupakan kemampuan hujan untuk mengerosi tanah. Semakin tinggi nilai
erosivitas hujan suatu daerah, semakin besar pula kemungkinan erosi yang terjadi pada daerah
tersebut. Erodibilitas merupakan suatu ketahanan dari tanah yang yang menunjukkan resistensi
partikel tanah terhadap pengelupasan dan transportasi partikel-partikel tanah oleh adanya energi
kinetik air hujan dan ditentukan oleh sifat fisik dan kimia tanah serta vegetasi penutup tanah,
Adapun Pengaruh vegetasi penutup tanah terhadap erosi adalah
(1) melalui fungsi melindungi permukaan tanah dari tumbukan air hujan,
(2) menurunkan kecepatan air larian,
(3) menahan partikel-partikel tanah pada tempatnya dan
(4) mempertahankan kemantapan kapasitas tanah dalam menyerap air.

Wilayah yang mempunyai kriteria erosi sangat ringan seluas 13787.088 hektar (51,77%) dengan
jumlah erosi kurang dari 15 ton/ha/tahun banyak ditemukan di formasi Karangsambung, di daerah
basalt, dan gabro. Formasi Karangsambung merupakan suatu formasi dengan tanah berupa
lempung sehingga air susah untuk permeabilitas. Kriteria erosi sedang mempunyai luasan sebesar
3804.078 hektar (14,28%) dengan jumlah erosi 60 sampai 180 ton/ha/tahun dan penyebarannya di
sebelah barat dan timur pada DAS Lukulo Hulu. Dan kriteria erosi berat mempunyai luasan
sebesar 1564.231 hektar (5,87%) dengan jumlah erosi 180 sampai 480 ton/ha/tahun dan erosi

sangat berat seluas 1399.518 hektar dengan jumlah erosi lebih dari 480 ton/ha/tahun (5,26%).
2.5.3 Pemanfaatan Penginderaan Jauh Dalam Industri Migas
Laboratorium pengolahan citra yang dikelola oleh industri igas telah memanfaatkan tekhnologi
penginderaan jauh dalam berbagai aktivitas baik dalam kegiatan intern, penelitian bersama,
maupun dalam rangka pelayanan jasa konsultasi tekhnologi kepada pihak luar.

Gambar. Pemanfaatan Indraja Dibidang MIGAS


2.5.4 Penerapan Teknologi Inderaja Di Bidang Meteorologi dan Klimatologi
Pemanfaatan aplikasi penginderaan jauh untuk bidang meteorologi dan klimatologi memiliki
acuan yang sangat luas. Data yang dihasilkan oleh inderaja penting untuk diterapkan guna
mengetahui keadaan lingkungan atmosfer. Guna memperoleh data lingkungan tentang atmosfer
melalui inderaja, wahana yang diperlukan adalah satelit. Di antara satelit-satelit yang digunakan
untuk informasi lingkungan atmosfer misalnya Synchronous Meteoroligical Satellite (SMS) yang
diluncurkan pada tanggal 17 Mei 1974. Generasi ke-tiga dari satelit tersebut diganti namanya
menjadi Geosyncronous Operational Environment Satellite (GOES) yang diluncurkan pada 16
Oktober 1975.

Pemanfaatan di bidang meteorologi dan klimatologi :


a) Membantu analisis cuaca dengan menentuakn daerah tekanan rendah dan daerah bertekanan
tinggi, daerah hujan, dan badai silkon.
b) Mengetahui sistem atau pola angin permukaan.
c) Permodelan meteorologi dan data klimatologi.
d) Untuk pengamatan iklim suatu daerah mealui pengamatan tingkat kewarnaan dan kandungan
air di
udara.
1. Pengamatan iklim suatu daerah
Sejak tahun 1999 LAPAN telah mengembangkan dan mengoperasionalkan model prediksi curah
hujan bulanan di Indonesia berdasarkan suhu permukaan laut Pasik Tropik. Model prediksi curah
hujan ini dapat memprediksi kondisi curah hujan secara global di Indonesia untuk periode 4.
2. Analisis cuaca.
Data MTSAT kanal inframerah yang diterima kemudian diolah menjadi suhu kecerahannya
(brightness temperature) dan diklasikasikan potensi hujannya berdasarkan tinggi rendahnya suhu
kecerahan awan. Semakin rendah suhu awan akan menyebabkan terjadinya kondensasi sehingga
berpotensi tinggi untuk menimbulkan hujan, sebaliknya semakin tinggi suhu awan maka potensi
hujannya rendah.
3. Pemetaan iklim dan perubahannya

Dengan adanya citra dapat digunakan sebagai basemap dalam pembuatan peta iklim. Dengan
menginterpretasi peta akan di ketahui perubahan iklim yang terjadi dari waktu ke waktu. Peta citra
merupakan citra yang telah bereferensi geografis sehingga dapat dianggap sebagai peta. Informasi
spasial yang disajikan dalam peta citra merupakan data raster yang bersumber dari hasil
perekaman citra satelit sumber alam yang berupa iklim secara kontinu. Peta citra memberikan
semua informasi yang terekam pada bumi tanpa adanya generalisasi

2.5.5 Penerapan Teknologi Inderaja Di Bidang Kependudukan


Pengeinderaan jauh menghasilkan data yang ringkas tentang lingkungan yan berkenaan dengan
bumi. Salah satu aplikasi yang nyata dari pemanfaatan hasil pengeinderaan jauh dalam bidang
kependudukan adalah untuk memetakan distribusi spasial penduduk.
Gambar. Pemanfaatan Inderaja Di Bidang Kependudukan.
2.5.6

Pemanfaatan inderaja dalam bidang hidrologi

Pemanfaatan penginderaan jauh dalam kajian hidrologi antara lain:


1. Pengamatan DAS
Dalam hal ini, informasi spasial di Daerah Aliran Sungai atau daerah sekitar yang
mempengaruhinya perlu diketahui sesuai dengan kondisi riil saat ini. Penggunaan data
Penginderaan Jauh Landsat dapat memberikan gambaran secara keruangan tentang bencana banjir
dan longsor yang menimpa suatu daerah
2. Pengamatan luas daerah dan intensitas banjir.
Citra penginderaan jauh satelit, dapat dimanfaatkan sebagai data untuk memahami dan
menganalisis luas areal yang tergenang oleh banjir secara spasial.
3. Pemetaan pola aliran sungai.
Pola aliran merupakan pola dari organisasi atau hubungan keruangan dari lembah-lembah, baik
yang dialiri sungai maupun lembah yang kering atau tidak dialiri sungai. Pola aliran dipengaruhi
oleh lereng, kekerasan batuan, struktur, sejarah diastrofisme, sejarah geologi dan geomerfologi
dari daerah alairan sungai. Dengan demikian pola aliran sangat berguna dalam interpretasi
kenampakan geomorfologis, batuan dan struktur geologi. Citra satelit yang paling baik digunakan
untuk pembuatan peta pola aliran adalah citra radar yang menghasilkan kenampakan tiga dimensi
yang paling baik. Keunggulan dari citra radar salah satunya adalah sangat baik menggambarkan
topografi permukaan bumi. Pola aliran mempunyai berbagai jenis pola, diantaranya ialah
dendritic, paralel, radial, trelis, rectangular, centripetal, angular dan multibasinal. Yang semuanya
memiliki tipe sendiri-sendiri yang membedakan antara satu pola aliran dengan pola aliran yang
lain.
4. Studi sedimentasi sungai.

Kaitanya dengan sedimentasi sungai cintra penginderaan jauh dapat digunakan untuk menganalisis
perkembangan sedimentasi dari waktu kewaktu dengan cara membandingkan citra dari waktu
yang berbeda sehingga dapatb di ketahui perkembangan sedimentasinya.
2.75.7 Pemanfaatan Inderaja Bidang Oceanografi
a) Pengamatan sifat fisis air seperti suhu, warna, kadar garam dan arus laut.
Dalam pengamatan sifat fisis air laut sebagi contoh adalah pengamatan suhu air laut dengan
menggunakan citra termal hal ini bisa dianalisis suhu air laut dari waktu kewaktu secara
keruangan.
b) Studi perubahan pasir pantai akibat erosi dan sedimentasi.
Menggunakan citra dapat diketahui daerah yang mengalami pengurangan dan yang mengalami
penambahan material
c) Mencari distribusi suhu permukaan.
d) Pengamatan pasang srut dengan gelombang lau (tinggi, frekuensi, arah).

III. PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat kita ambil berdasarkan penjelasan pada lembar-lembar sebelumnya, yaitu:
a. Penginderaan Jauh merupakan ilmu yang digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai
permukaan bumi seperti lahan dan air dari citra yang diperoleh dari jarak jauh dengan
menggunakan sensor. Di bidang geologi, remote sensing digunakan untuk mengetahui
potensi bencana di daerah tertentu.
b. Penginderaan Jauh dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang, seperti: di Bidang
Oseanografi (SEASAT), di Bidang Hidrologi (LANDSAT/ERS, SPOT), di Bidang
Oseanografi
(SEASAT), di Bidang Meteorologi (METEOSAT, TIROS, DAN NOAA), dan di bidang
Kehutanan.
3.2 SARAN
Dengan segenap kekurangan dan keterbatassan yang dimiliki, penulis menyarankan bagi semua
pembaca khususnya siswa-siswi SMK Negeri 2 Purwokerto terutama adik kelas agar lebih
bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan program yang diadakan disekolah
dan bagi semua teman seperjuangan agar tetap bersemangat dan berjuang dalam mengembangkan
potensi diri dan menjaga nama baik sekolah.
Sebuah karya pasti mempunyai kelebihan dan juga kelemahan, penulis merasa bahwa karya yang
telah dibuat ini masih banyak kekurangannya oleh karena itu penulis senantiasa mengharapkan
saran dan kritik yang dapat membangun semangat kami agar dapat membuat yang lebih baik dari
sebe lumnya. Untuk saran dankritiknyadapatmenghubungisekolahataupihak yang bersangkutan.
Sebagai kata penutup dalam penulisan tugas ahir ini, penulis panjat puji syukur kehadirat Allah
SWT yang telah memberikan rahmat-Nya sehingga dengan penuh kesabaran, ketabahan, dan jeriih
payah penulis dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik. Semoga apa yang telahpenulis paparkan
dalam tugas ahir ini dapat bermanfaat bagi diri penulis khususnya dan

DAFTAR PUSTAKA
http://referensigeography.blogspot.com/2013/05/penginderaan-jauh-untuk-penggunaan-lahan.html
http://andimanwno.wordpress.com/2009/09/11/penerapan-teknologi-inderaja-di-bidang-pemetaan/
http://www.google.com/search?satelit+inderaja
wisnu krisnandi di 2:55 vm.
Deel
1 opmerking:
Eko Suprianto08 Mei 2016 8:27 vm.
Hierdie opmerking is deur die outeur verwyder.
Antwoord

Tuis
Bekyk webweergawe
My foto
wisnu krisnandi
Bekyk my hele profiel
Aangedryf deur Blogger.