Anda di halaman 1dari 51

Menjalin Komunikasi Dengan

Masyarakat
No. Kode : I.1.1/PKM-BO/
No. Revisi:
KABUPATEN

SOP

BOLAANG

Tgl Terbit:

PUSKESMAS
BOROKO

Halaman: 1 / 1

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala
Puskesmas Boroko
Pengertian

Nip :19730607 199503 1 003


1. Menjalin komunikasi dengan masyarakat adalah kegiatan untuk
mendapatkan

masukan

dari

masyarakat

dalam

menetapkan

kebutuhan masyarakat dan permasalahan kesehatan yang ada di


daerahnya melalui Proses Pemberdayaan masyarakat.
2. Pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan adalh proses
pemberian informasi kepada individu, keluarga, atau kelompok
Tujuan

secara terus menerus dan berkesinambungan.


Sebagai acuan penerapan langkah-langkah menjalin komunikasi
dengan masyarakat melalui kegiatan :

Kebijakan

a. Pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat/ masyarakat


b. Survei Mawas Diri
c. Pengamatan epidemiologi sederhana (data surveilans)
Keputusan Kepala Puskesmas Boroko Nomor : 188 / PKM - BO /
BMU /

Langkah-langkah

masyarakat.
a. Pertemuan

/ I / 2016 tentang Menjalin Komunikasi dengan


dengan

masyarkat/tokoh

masyarakat/Musyawarah

Masyarakat Desa (MMD)


- Kepala Puskesmas menetapkan petugas yang akan memfasilitasi
-

pertemuan.
Petugas yang ditunjuk (fasilitator) menghubungi pemerintah

setempat (Lurah/Kepala Desa.)


Kepala desa/Lurah menetapkan jadwal dan tempat pertemuan
Petugas Puskesmas mempersiapkan untuk dokumentasi

pertemuan (undangan, daftar hadir,Notulen).


Peserta melaksanakan pertemuan.
Petugas Puskesmas menerima masukan

tentang kebutuhan dan masalah yang ada di masyarakat.


Petugas Puskesmas mencatat seluruh kegiatan dalam notulen

rapat.
Laporan dari semua hasil pertemuan di kumpulkan sebagai

dari

masyarakat

masukan dalam penyusunan Perencanaan Puskesmas.

Menjalin Komunikasi Dengan


Masyarakat
No. Kode: I.1.1/PKM-BO/
No. Revisi :
SOP
KABUPATEN BOLAANG

Tgl Terbit:
PUSKESMAS

Halaman: 1 / 2

MONGONDOW UTARA

BOROKO

b. Survey Mawas Diri


- Kepala Puskesmas dan pelaksana kegiatan menetapkan loka
-

yang dapat menggambarkan keadaan desa pada umumnya.


SMD dilaksanakan oleh kader masyarakat yang telah ditunj

dalam pertemuan tingkat desa.


Petugas pelaksana dan kader menentukan sasaran, ba

jumlah KK dan Lokasinya.


Informasi
tentang
masalah-masalah

kesehatan

dap

diperoleh sebanyak mungkin dari Kepala Keluarga di loka


-

yang terpilih.
Penentuan jenis informasi masalah kesehatan yang ak

dikumpulkan untuk mengenal masalah kesehatan.


Petugas Pelaksana menyusun daftar pertanyaan (kuesion
-

yang akan digunakan.


Kelompok pelaksana SMD mengumpulkan informasi masal

kesehatan.
Kelompok pelaksana

SMD

dengan

bimbingan

petug

Puskesmas mengolah informasi masalah kesehatan yang tel


-

dikumpulkan.
Dilakukan perumusan masalah
Menetapkan prioritas masalah kesehatan diwilayahnya
Hasil dari SMD dibahas dalam Musyawarah Masyarakat De
(MMD)

yang

dihadiri

oleh

petugas

Puskesmas,

tok

masyarakat dan sektor terkait tingkat Kecamatan.


c. Surveilans Epidemiologi Berbasis Masyarakat
I. Tahap Persiapan
- Petugas Puskesmas (Surveilans) menyusun rencana Pelatih
-

Kelompok kerja surveilans.


Petugas Puskesmas menentukan jenis surveilans penyakit d

faktor resiko yang dipantau.


Pemantauan lokasi pengamatan dan pemantauan.
Petugas Puskesmas menentukan frekuensi pemantauan.
Petugas Puskesmas melakukan pembagian tugas kader.
Penetapan penanggung jawab lokasi pemantauan.
Penentuan jadwal pemantauan.

Menjalin Komunikasi Dengan


Masyarakat
No. Kode: I.1.1/PKM-BO/
No. Revisi:
SOP
KABUPATEN

Tgl Terbit:
PUSKESMAS

Halaman: 1 / 3

BOLAANG

BOROKO

MONGONDOW UTARA

Petugas Puskesmas dan penanggung jawab lokasi pemantau

melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat.


Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan surveilans di tingkat desa dilakukan

Kelompok Kerja Surveilans Desa.


Kelompok Kerja Surveilans Desa

II.

melakukan

ol

kegiat

pengamatan dan pemantauan situasi penyakit secara ter


-

menerus.
Mewaspadai kemungkinan ancaman terjadinya KLB.
Pemantauan juga dilakukan terhadap faktor resiko munculn
suatu penyakit yang sering terjadi dan menjadi ancaman

masing-masing desa.
Hasil pengamatan dan pemantauan dilaporkan secara berka

sesuai kesepakatan (perminggu atau perbulan) ke petug

Kesehatan Puskesmas.
- Informasi yang disampaikan berupa :
o Nama Penderita
o Penyakit yang dialami/gejala
o Alamat tinggal
o Umur
o Jenis Kelamin
o Kondisi lingkungan tempat tinggal penderita
- Petugas Surveilans Puskesmas mengadakan pengumpulan da
penyakit

dari

hasil

kunjungan

pasien

dan

laporan

da

masyarakat.
Petugas Surveilans Puskesmas membuat Pemantauan Wilay

Setempat (PWS) dari hasil kunjungan pasien dan laporan da


-

masyarakat dalam bentuk data mingguan.


Dengan PWS akan terlihat kecenderungan peningkatan sua

penyakit.
PWS dibuat untuk penyakit yang potensial bisa terjadi kejadi

luar biasa.
Tenaga Surveilans Puskesmas bersama dengan masyarak
secara

berkala

dan

terjadwal

melakukan

pencegahan dan penanggulangan penyakit.

upaya-upa

Umpan Balik Pengguna Pelayanan


No. Kode: I.1.2/PKM-BO/
No. Revisi:
Tgl Terbit:
SOP
KABUPATEN

PUSKESMAS

Halaman: 1 / 1

BOLAANG

BOROKO

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala
Puskesmas Boroko
Pengertian

Nip : 19730607 199503 1 003

Umpan

balik

pengguna

pelayanan

adalah

masukan

pembahasan dari pengguna pelayanan tentang mutu dan kinerja


pelayanan
melalui,

serta

kepuasan

kuesioner,

SMD,

terhadap
MMD

pelayanan

dan

konsultatif dengan masyarakat.


SMD (Survei Mawas Diri) adalah

Puskesmas

Pertemuan-pertemuan
kegiatan

pengenalan,

pengumpulan dan pengkajian masalah kesehatan oleh tokoh


masyarakat dan kader setempat dibawah bimbingan petugas

Kesehatan.
MMD (Musyawarah Masyarakat Desa) adalah pertemuan seluruh
warga desa untuk membahas hasil SMD dan merencanakan
penanggulangan masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil

Tujuan

SMD.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mengetahui dan
menanggapi respons masyarakat terhadap mutu dan kinerja

Kebijakan
Langkah-langkah

pelayanan melalui umpan balik dari pengguna pelayanan.


Keputusan Kepala Puskesmas No : 188/PKM-BO/BMU/

/I/2016

tentang menjalin komunikasi dengan masyarakat.


Penanggung Jawab Administrasi menetapkan pelaksana kegiatan
Pelaksana kegiatan menyusun kuesioner untuk menanggapi
respons masyarakat terhadap :
o Mutu Pelayanan
o Pelaksanaan Upaya Puskesmas
o Sarana / prasarana pelayanan

yang

disediakan

oleh

Puskesmas.
Kuesioner dapat diberikan pada pengunjung Puskesmas atau
pada tokoh-tokoh masyarakat dan kader dalam kegiatan SMD.
Pelaksanaan SMD
- Pelaksana kegiatan menemui tokoh masyarakat dan kader
untuk melaksanakan Survei Mawas Diri.

Umpan Balik Pengguna Pelayanan


No. Kode : I.1.2/PKM-BO/
No. Revisi:
Tgl Terbit:
SOP
KABUPATEN

PUSKESMAS

Halaman: 1 / 2

BOLAANG

BOROKO

MONGONDOW UTARA

Pelaksana

Kegiatan

menghubungi

pemerintah

setempat

untuk memilih lokasi tertentu yang dapat menggambarkan


-

keadaan desa pada umumnya.


Pelaksana kegiatan bersama kader menentukan sasaran,

jumlah Kepala Keluaraga dan lokasi.


Penentuan jenis informasi masalah kesehatan yang akan
dikumpulkan untuk mengetahui masalah kesehatan yang ada
dan umpan balik tentang mutu dan kinerja pelayanan

Puskesmas.
Informasi dapat diperoleh melalui kunjungan dari rumah ke
rumah,

tokoh

masyarakat,

tokoh

agama

menggunakan kuesioner ataupun wawancara.


Kelompok pelaksana SMD dengan bimbingan

dengan
petugas

kesehatan mengumpulkan semua informasi sesuai yang


-

direncanakan.
Pelaksana kegiataan bersama kelompok pelaksana SMD
mengolah informasi yang telah dikumpulkan sehingga dapat
diperoleh umpan balik dari masyarakat tentang masalah

kesehatan serta mutu dan kinerja Puskesmas


Hasil dari SMD dibicarakan kembali dalam Musyawarah
Masyarakat Desa (MMD)

Pelaksana MMD
-

Musyawarah Masyarakat Desa dilaksanakan di Balai Desa

setelah dilaksanakan SMD


MMD dihadiri oleh pemuka

Puskesmas dan sector terkait di Kecamatan


Penyampaian hasil SMD oleh tenaga Kesehatan,
Umpan balik dari pengguna pelayanan tentang mutu dan

masyarakat

desa,

petugas

kinerja Puskesmas dapat diperoleh dari peserta pertemuan


-

MMD melalui kegiatan curah pendapat.


Petugas Puskesmas mencatat pembahasan mengenai mutu

dan kinerja Puskesmas dari peserta pertemuan MMD


Petugas Puskesmas dapat pula membagikan kuesioner yang

tersedia untuk diisi peserta.


Umpan Balik Pengguna Pelayanan
No. Kode : I.1.2/PKM-BO/
No. Revisi :
Tgl Terbit:
SOP
KABUPATEN

PUSKESMAS

Halaman: 1 / 3

BOLAANG

BOROKO

MONGONDOW UTARA

Mengumpulkan kembali kuesioner yang telah dibagikan dari

peserta.
Petugas Puskesmas

menyerahkan

hasil

survey

kepada

Penanggung Jawab UKM


Pertemuan-pertemuan konsultatif dengan masyarakat
-

Petugas Puskesmas menerima masyarakat dalam pertemuan

konsultatif
Menanyakan tentang harapan masyarakat tentang pelayanan

di Puskesmas
Petugas mencatat hasil-hasil pertemuan dengan masyarakat.
Pelaksana kegiatan mengumpulkan semua umpan balik yang
diperoleh dari kuesioner untuk pengunjung, dari SMD dan

MMD dan pertemuan-pertemuan konsultatif masyarakat.


Pelaksana kegiatan / Tim mengidentifikasi tanggapan

masyarakat
Analisis umpan balik masyarakat
Penanggung jawab kegiatan menyampaikan hasil umpan balik

dari pengguna pelayanan kepada Tim Audit Internal


Kepala Puseksmas dan Tim Audit berupaya menanggapi
harapan masyarakat melalui perbaikan mutu pelayanan dan

Dokumen terkait

peningkatan kinerja pelayanan.


Kuesioner, Undangan, Daftar Hadir, Hasil analis.

Pengembangan Pelayanan
No. Kode: I.1.3/PKM-BO/
No. Revisi:
Tgl Terbit:
SOP
KABUPATEN
BOLAANG

PUSKESMAS

Halaman: 1 / 1

BOROKO

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala
Puskesmas Boroko
Pengertian

Nip : 19730607 199503 1 003


Pengembangan pelayanan adalah upaya kesehatan pilihan yang
dilakukan

apabila

upaya

kesehatan

wajib

Puskesmas

telah

dilaksanakan secara optimal dalam hal target cakupan dan mutu


Tujuan

pelayanan.
Sebagai acuan

Kebijakan

pelayanan di Puskesmas.
Peluang untuk pengembangan

penerapan

langkah-langkah
dan

pengembangan

peningkatan

pelayanan

dituangkan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.


Surat Keputusan Kepala Puskesmas Boroko Nomor : 188 / PKM-BO
/ BMU /
Referensi

/ I /2016 tentang Penyelenggaraan Pelayanan

Puskesmas.
1. Pedoman Perencanaan Tingkat Puskesmas (Kemenkes RI).
2.Permenkes RI Nomor : 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi

Langkah-langkah

Puskesmas.
a. Kepala Puskesmas dan staf mengidentifikasi peluang-peluang
pengembangan Upaya Kegiatan Puskesmas.
b. Penanggung jawab upaya Puskesmas dan Pelaksanan Kegiatan
menyusun kuesioner untuk pemberdayaan masyarakat.
c. Penanggung jawab Administrasi menugaskan pelaksana kegiatan
untuk terlibat dalam kegiatan masyarakat.
d. Dalam melaksanakan kegiatannya Puskesmas
sertakan

masyarakat

baik

individu,

kelompok

mengikut
maupun

masyarakat lainnya melalui kemitraan dan kesetaraan secara


berdampingan dan proaktif.
e. Dilakukan pembahasan bersama dengan masyarakat secara
proaktif untuk mengetahui dan menanggapi respons masyarakat
terhadap mutu dan kinerja pelayanan melalui :

Survei Mawas Diri (SMD)


Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)
Pertemuan-pertemuan konsultatif
f. Pelaksanaan kegiatan mengumpulkan semua hasil pembahasan
dengan masyarakat
g. Mengumpulkan semua kuesioner yang telah dibagikan
Pengembangan Pelayanan
No. Kode : I.1.3/PKM-BO/
No. Revisi:
Tgl Terbit:
SOP
KABUPATEN
BOLAANG

PUSKESMAS

Halaman: 1 / 2

BOHABAK

MONGONDOW UTARA

h. Pelaksana kegiatan menyerahkan hasil kegiatannya kepada


penanggung jawab Administrasi.
i. Penanggung jawab Administrasi

dan

pemegang

program

mengidentifikasi hasil umpan balik dari masyarakat tentang


masalah kesehatan, mutu dan kinerja pelayanan dan kebutuhan
masyarakat lainnya untuk peluang pengembangan.
j. Penanggung jawab Administrasi membuat laporan

hasil

identifikasi dan kebutuhan masyarakat.


k. Menyerahkan laporan ke Kepala Puskesmas
l. Tim Penyusun Perencanaan Puskesmas menyusun RUK (Rencana
Usulan Kegiatan) yang antara lain berisi kemungkinan peluang
pengembangan pelayanan.
m. RUK diserahkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten
n. Penetapan Upaya Kesehatan Pengembangan / Pilihan dilakukan
oleh Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota.

Monitoring Pelaksanaan Kegiatan


Pelayanan dan Program Upaya
Puskesmas
No.Kode: I.1.5/PKM-BO/
No.Revisi:
KABUPATEN
BOLAANG
MONGONDOW UTARA

SOP

Tgl Terbit:

PUSKESMAS
BOROKO

Halaman: 1 / 1

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala
Puskesmas Boroko
Pengertian

Nip : 19730607 199503 1 003


Monitoring adalah kegiatan pemantauan dan penilaian pelaksanaan
kegiatan

pelayanan

oleh

pelaksana

disesuaikan

dengan

Tujuan

perencanaan operasional Puskesmas.


Sebagai acuan penerapan langkah-langkah monitoring pelaksanaan

Kebijakan

kegiatan pelayanan Puskesmas.


Pimpinan Puskesmas dan Penanggung jawab program / upaya
Puskesmas

wajib

memonitor

pelaksanaan

kegiatan.

Surat

Keputusan Kepala Puskesmas Boroko Nomor : 188 / PKM-BO /


BMU /
Referensi
Langkah-langkah

/ I / 2016 tentang Penyelenggaraan Pelayanan

Puskesmas.
Pedoman Perencanaan Tingkat Puskesmas (Kemenkes RI).
a. Kepala Puskesmas menetapkan penanggung jawab dan para
pelaksana untuk setiap kegiatan serta untuk setiap satuan
wilayah kerja.
b. Penanggungjawab Program / Upaya Puskesmas melakukan
pembagian tugas kepada pelaksana kegiatan, seluruh program
kerja dan seluruh wilayah kerja kepada seluruh petugas
Puskesmas.
c. Pembagian tugas

dilaksanakan

dengan

mempertimbangkan

kemampuan yang dimiliki.


d. Penentuan para penanggung jawab kegiatan dilakukan melalui
penggalangan Tim pada awal tahun kegiatan oleh Penanggung
Jawab Program / Upaya Puskesmas.
e. Pengorganisasian berupa penggalangan kerja sama tim ada 2

bentuk yaitu :
o Penggalangan kerja sama dua pihak yaitu kerja sama dua
sektor terkait misalnya antara Puskesmas dengan sektor
sosial / pada Upaya Kesehatan Usia Lanjut (Usila).
o Penggalangan kerja sama antar berbagai sector misalnya
antara Puskesmas dengan sector pendidikan, agama pada
penyelenggaraan UKS.

Monitoring Pelaksanaan Kegiatan


Pelayanan dan Program Upaya
Puskesmas
No.Kode : I.1.5/PKM-BO/
No.Revisi:
KABUPATEN

SOP

BOLAANG

Halaman: 1 / 2

MONGONDOW UTARA

Langkah-langkah

Tgl Terbit:

PUSKESMAS
BOROKO

f. Penanggung jawab program / Upaya Puskesmas memonitor


kegiatan Pelaksana apa sesuai dengan Perencanaan operasional
Puskesmas.
g. Bila ditemukan adanya ketidaksesuaian maka penanggung jawab
Program / Upaya Puskesmas mengambil langkah tindak lanjut
untuk revisi / perbaikan rencana bila diperlukan.
h. Hasil pelaksanaan monitoring Penanggungjawab Program /
Upaya Puskesmas dilaporkan kepada Kepala Puskesmas.
i. Hasil kegiatan pemantauan dan penilaian dilaporkan secara

Dokumen Terkait

periodik dalam Lokakarya Mini Puskesmas.


RUK dan RPK Puskesmas.
Laporan hasil monitoring dari penanggung jawab Program /
Upaya Puskesmas.

Monitoring Penyelenggaraan
Pelayanan
No. Kode: I.1.5/PKM-BO/
No. Revisi:
SOP
KABUPATEN

Tgl Terbit:
PUSKESMAS

Halaman: 1 / 1

BOLAANG

BOROKO

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala
Puskesmas Boroko
Pengertian

Nip : 19730607 199503 1 003


Monitoring Penyelenggaraan pelayanan adalah kegiatan pengamatan
Kepala Puskesmas dan para penanggungjawab Program Upaya

Tujuan

Puskesmas dalam penyelenggaraan pelayanan di Puskesmas.


Sebagai
acuan
penerapan
langkah-langkah
monitoring

Kebijakan

penyelenggaraan pelayanan Puskesmas.


Surat Keputusan Kepala Puskesmas BorokoNomor : 188/PKMBO/BMU/

Referensi
Langkah-langkah

/I/2016 tentang Indikator monitoring dan Penilaian

Kinerja.
Pedoman Perencanaan Tingkat Puskesmas (Kemenkes RI).
- Kepala Puskesmas melaksanakan pengorganisasian
-

melalui

pembentukan tim dan menggalang kerjasama Tim.


Para Penanggungjawab dan Pelaksana melakukan kegiatan
mengkaji

ulang

rencana

pelaksanaan

yang

telah

disusun

terutama yang menyangkut :


o Jadwal pelaksanaan
o Target pencapaian
o Lokasi wilayah kerja
o Rincian tugas para Penanggungjawab dan Pelaksana
- Para Penanggungjawab dan Pelaksana menyusun jadwal kegiatan
bulanan untuk tiap petugas sesuai dengan rencana pelaksana
-

kegiatan.
Beban kegiatan Puskesmas harus terbagi habis dan merata

kepada seluruh petugas.


Para Penanggungjawab

kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.


Dalam
penyelenggaraan
kegiatan
pelaksana

dan

Pelaksana

menyelenggarakan
harus

memperhatikan :
a. Azas Penyelenggaran Puskesmas, ada 4 yaitu :
1. Pertanggungjawaban Wilayah
2. Pemberdayaan Masyarakat
3. Keterpaduan
4. Rujukan
Monitoring Penyelenggaraan
Pelayanan
No. Kode : I.1.5/PKM-BO/
No. Revisi:
SOP
KABUPATEN

Tgl Terbit:
PUSKESMAS

Halaman: 1 / 2

BOLAANG

BOROKO

MONGONDOW UTARA

b. Standar dan Pedoman Puskesmas


c. Kendali mutu
d. Kendali biaya
-

Selama penyelenggaraan kegiatan Kepala Puskesmas dan par

Penanggungjawab wajib memonitor pelaksanaan dan pencapaia


-

pelaksanaan pelayanan dan Program Upaya Puskesmas.


Dari
hasil
monitoring
Kepala
Puskesmas
dan

Penanggungjawab dapat mengambil langkah tindak lanjut.


Penyelenggaraan kegiatan harus diikuti dengan kegiata

par

pemantauan oleh para penanggung jawab.


- Kegiatan pemantauan mencakup hal-hal sebagai berikut :
1. Melakukan telaahan penyelenggaraan kegiatan dan hasil yan
dicapai baik secara internal maupun eksternal.
a) Telahaan internal yaitu telahaan bulanan

terhada

penyelenggaraan kegiatan dan hasil yang dicapai ole

Puskesmas dibandingkan dengan rencana dan standa


pelayanan

dengan

menggunakan

data

dari

SIMPUS

Kesimpulan dirumuskan dalam bentuk :


Kinerja (Cakupan, Mutu, dan Biaya) Puskesmas
Masalah/Hambatan yang ditemukan

Telahaan bulanan ini dilakukan dalam forum Lokakarya Min


Bulanan Puskesmas.

b) Telahaan eksternal yaitu telahaan triwulan terhadap has

yang dicapai oleh Puskesmas serta sektor lainnya yang terkai

Talaan eksternal ini dilakukan dalam forum Lokakarya Min


Triwulan Puskesmas.

2. Menyusun saran peningkatan penyelenggaraan sesuai denga

pencapaian kinerja Puskesmas serta masalah dan hambata

yang ditemukan dari hasil telahaan bulanan dan triwulan.


Dari
hasil
monitoring
dan
pemantauan
pencapaia

pelaksanaan pelayanan dan program/upaya Puskesmas, Kepa

Puskesmas dan para Penanggung Jawab mengambil langka


tindak lanjut revisi/perbaikan rencana bila diperlukan.

Revisi Perencanaan
Operasional
Puskesmas

PUSKESMAS

KABUPATEN
BOLAANG
MONGONDOW UTARA

No. Kode : I.1.5/PKM-BO/


SOP

No. Revisi:
Tgl Terbit:
Halaman: 1 / 1

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala
Puskesmas Boroko
Pengertian

Nip : 19730607 199503 1 003


Revisi

Perencanaan

Operasional

Puskesmas

adalah

kegiatan

perubahan / perbaikan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK)


Puskesmas

dari

hasil

monitoring

dan

pencapaian

kegiatan

Tujuan

Puskesmas atau adanya perubahan kebijakan pemerintah.


Sebagai acuan penerapan langkah-langkah Revisi Perencanaan

Kebijakan

Operasional Puskesmas.
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor : 188 / PKM-BO /
BMU /

Referensi

/ I / 2016 tentang indikator monitoring kegiatan

Puskesmas.
1. SPM Kesehatan Kabupaten dan Perencanaan Pencapaian SPM
Kabupaten yang menjadi dasar Penyusunan Renstra Puskesmas
2.Permenkes RI Nomor 46 Tahun 2015 tentang Akrteditasi

Langkah-langkah

Puskesmas.
- Kepala Puskesmas menerima laporan hasil monitoring Pelaksana
kegiatan tentang :
Pengorganisasian dalam bentuk
o Pembentukan Tim

o Penggalangan Kerjasama Tim


o Pembagian habis seluruh kegiatan Puskesmas
Penyelenggaraan
o Pengkajian ulang rencana pelaksanaan
o Menyusun jadwal kegiatan bulanan untuk tiap petugas
o Menyelenggarakan kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah
ditetapkan
- Kepala Puskesmas menerima laporan dari kegiatan Lokakarya Mini
Puskesmas yang berupa :
Kegiatan pemantauan mencakup :
o Telaahan internal yaitu telaahan bulanan dari data SIMPUS,
yang dirumuskan dalam bentuk;
Kinerja (cakupan, Mutu dan Biaya) Puskesmas
Masalah dan Hambatan
o Telaahan eksternal yaitu telaahan Tribulanan terhadap hasil
yang dicapai oleh Puskesmas serta sektor terkait

Revisi Perencanaan Operasional


Puskesmas
No. Kode : I.1.5/PKM-BO/
No. Revisi:
SOP
KABUPATEN

Tgl Terbit:
PUSKESMAS

Halaman: 1 / 2

BOLAANG

BOROKO

MONGONDOW UTARA

- Kepala Puskesmas dan para penanggungjawab membahas laporan


monitoring dan laporan Lokakarya Mini tentang :
Hasil yang dicapai dibandingkan dengan rencana
Mutu pelayanan apakah sesuai standar
Biaya yang digunakan apakah sesuai dengan biaya rencana
yang tersedia
Saran peningkatan

penyelenggaraan

dengan pencapaian kinerja


Masalah serta hambatan

yang

kegiatan

sesuai

ditemukan

dalam

penyelenggaraan kegiatan
Data lain yang dikumpulkan secara khusus.
- Bila dalam pembahasan ditemukan adanya ketidak sesuaian maka
dapat diambil keputusan untuk revisi / perbaikan rencana.
- Revisi dapat pula dilakukan apabila ada perubahan kebijakan
- Kepala Puskesmas dan Penanggungjawab Program / Upaya
Puskesmas yang terkait, menyusun revisi / perbaikan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
- Hasil penyusunan revisi / perbaikan rencana dikirimkan ke Dinas
Kesehatan Kabupaten untuk ditindak lanjuti.

Dokumen Terkait

Hasil monitoring pelaksana kegiatan


Hasil monitoring penyelenggaraan
Laporan Lokakarya Mini
RUK

Penyampaian Informasi
No. Kode : I.2.2/PKM-BO/
No. Revisi:
Tgl Terbit:
SOP
KABUPATEN
BOLAANG

Halaman: 1 / 1

PUSKESMAS
BOROKO

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala

Nip : 19730607 199503 1 003

Puskesmas Boroko
Pengertian

Untuk mengatur tentang cara penyampaian informasi kepada

Tujuan

pelanggan baik secara lisan maupun media bantu.


Pelanggan dapat memperoleh informasi lain tentang

sarana

pelayanan, antara lain tariff, jenis pelayanan, rujukan, dan


Kebijakan

informasi lain yang dibutuhkan.


Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor : 188 / PKM-BO /
BMU /

Langkah-langkah

/ I / 2016 tentang Penyelenggaraan Pelayanan

Puskesmas.
1. Petugas menyapa pasien
2. Petugas mengidentifikasi kebutuhan informasi pasien.
3. Petugas menjelaskan informasi yang dibutuhkan pasien dan jika
diperlukan dapat memberikan brosur Puskesmas kepada Pasien.

Akses Komunikasi Masyarakat


Melalui Telpon
No. Kode: I.2.3/PKM-BO/
No. Revisi:
SOP
KABUPATEN
BOLAANG

Tgl Terbit:
Halaman: 1 / 1

PUSKESMAS
BOROKO

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM,M.Kes

Kepala

Nip : 19730607 199503 1 003


Puskesmas Boroko
Pengertian
- Akses komunikasi masyarakat adalah kemudahan bagi masyarakat
untuk berkomunikasi dengan pengelola dan pelaksana kegiatan di
Puskesmas.
- Kemudahan akses ini dapat berupa adanya komunikasi melalui
Tujuan

Telpon.
Sebagai acuan

Kebijakan

komunikasi dengan telpon.


Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor : 188 /PKM BO /
BMU /

Langkah-langkah

penerapan

langkah-langkah

penggunaan

alat

/ I / 2016tentang pemberian informasi Puskesmas kepada

masyarakat .
Tersedia

Telpon di Puskesmas
Nomor-nomor telpon yang penting
Nomor HP Pengelola dan Pelaksana kegiatan di Puskesmas
Petugas informasi mengangkat telpon setelah berdering maksimal 3

kali.
- Petugas menyampaikan Nama Puskesmas
ada yang bisa saya bantu ?
- Petugas menjawab apa yang disampaikan penelpon dengan jelas
dan tepat waktu.
- Petugas menghubungi pelaksana kegiatan yang diinginkan untuk
berbicara dengan penelpon.
- Informasi yang diberikan harus jelas dan akurat.
- Bila informasi yang diterima memerlukan tindakan maka segera
dilaksanakan.
- Setelah selesai berbicara ada, petugas yang menerima telpon
menyampaikan masih ada yang bisa saya bantu?
- Bila tidak ada hubungan lagi maka petugas informasi menutup

Dokumen Terkait

telpon.
- Meletakkan telpon dengan sebaik-baiknya.
- Nomor-nomor telpon penting antara lain
o Nomor telepon RS
o Nomo HP dokter
Koordinasi dan Integrasi dalam
Penyelenggaraan Lokakarya Mini
Puskesmas
No. Kode : I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi:
SOP

KABUPATEN
BOLAANG

Halaman: 1 / 1

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh

PUSKESMAS
BOROKO

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala
Puskesmas Boroko
Pengertian

Tgl Terbit:

Nip : 19730607 199503 1 003


-

Lokakarya Mini Puskesmas adalah forum pertemuan dalam


rangka penerapan manajemen Puskesmas yang merupakan
suatu rangkaian kegiatan yang bekerja secara sinergi melalui

Tujuan

mekanisme Koordinasi dan Integrasi.


- Lokakarya Mini Puskesmas meliputi dua hal pokok yaitu
1. Lokakarya Mini Lintas Program
a. Lokakarya Mini Bulanan Pertama
b. Lokakarya Mini Bulanan Rutin
2. Lokakarya Mini Lintas Sektor
a. Lokakarya Mini Tribulan Pertama
b. Lokakarya Mini Tribulan Rutin
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah pelaksanaan Lokakarya

Mini Puskesmas dengan tujuan :


1. Tujuan Umum
Meningkatkan fungsi Puskesmas melalui penggalangan kerja
sama tim baik lintas program maupun lintas sektor serta
terlaksananya kegiatan Puskesmas sesuai dengan perencanaan.
2. Tujuan Khusus
a. Tergalangnya kerja sama tim baik lintas sektor maupun lintas
program.
b. Terpantaunya

hasil

kegiatan

Puskesmas

sesuai

dengan

perencanaan.
c. Teridentifikasinya penyebab masalah serta diupayakannya

Kebijakan

pemecah masalah.
d. Tersusunnya rencana kerja untuk periode selanjutnya.
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Boroko Nomor : 188 / BMU-BO
/ BMU /

Langkah-langkah

/ I / 2016tentang Koordinasi dan Integrasi Dalam

Penyelenggaraan Pelayanan dan Upaya Puskesmas.


Tahapan Lokakarya Mini
1. Lokakarya Mini Bulanan Pertama
a. Lokakarya Mini Bulanan Pertama
1) Masukan
a) Penggalangan Tim dalam bentuk dinamika kelompok tentang
Koordinasi dan Integrasi dalam
Penyelenggaraan Lokakarya Mini
Puskesmas
No. Kode : I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi:

KABUPATEN
BOLAANG
MONGONDOW UTARA

SOP

Tgl Terbit:

PUSKESMAS
BOROKO

Halaman: 1 / 2

peran dan tanggungjawab staf dan wewenang Puskesmas.


b) Informasi

tentang

kebijakan

program

dan

konsep

baru

berkaitan dengan Puskesmas.


c) Informasi tentang tatacara penyusunan rencana
2) Proses
3) Keluaran
a) Rencana kegiatan (POA) Puskesmas Tahunan.
b) Kesepakatan bersama untuk pelaksanaan kegiatan sesuai
dengan POA.
Matrix pembagian tugas dan daerah binaan.
b. Lokakarya Mini Bulanan Rutin
1) Masukan
a) Laporan hasil kegiatan bulan lalu
b) Informasi tentang hasil rapat di Kabupaten/Kota
Informasi tentang hasil rapat di Kecamatan
c) Informasi tentang kebijakan, program dan konsep baru.

2) Proses
a) Analisis

hambatan

dan

masalah,

anatara

lain

dengan

mempergunakan PWS.
b) Analisi sebab masalah, khusus untuk mutu dikaitkan dengan
kepatuhan terhadap standar pelayanan.
c) Merumuskan alternative pemecahan masalah.
3) Keluaran
a) Kesepakatan untuk melaksanakan kegiatan.
b) Rencana kerja bulan yang baru.
2. Lokakarya Mini Tribulan Lintas Sektor
a. Lokakarya Mini Tribulan Pertama
1) Masukan
a) Penggalangan tim yang dilakukan melalui dinamika kelompok
b) Informasi tentang program lintas sektor
c) Informasi tentang program kesehatan
d) Informasi tentang kebijakan, program dan konsep baru.
2) Proses
a) Inventarisasi peran bantu masing-masing sektor
b) Analisis masalah peran bantu dari masing-masing sektor
Koordinasi dan Integrasi dalam
Penyelenggaraan Lokakarya Mini
Puskesmas
No. Kode : I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi:
SOP

KABUPATEN
BOLAANG

Tgl Terbit:

PUSKESMAS
BOROKO

Halaman: 1 / 3

MONGONDOW UTARA

c) Pembagian peran dan tugas masing-masing sektor.


3) Keluaran
a) Kesepakatan tertulis lintas sektor terkait dalam mendukung
program kesehatan
b. Belm isi
1) Masukan
2) Proses
a) Analisis hambatan

dan

masalah

pelaksanaan

program

kesehatan
b) Analisis masalah dan hambatan dukungan dari masing-masing
sektor
c) Merumuskan cara penyelesaian masalah
d) Menyusun rencana kerja dan menyepakati kegiatan untuk
triwulan baru
3) Keluaran
a) Rencana kerja tribulan baru
Kesepakatan bersama.
-

SPO Penyelenggaraan Lokakarya Mini Bulanan Pertama


SPO Penyelenggaraan Lokakarya Mini Bulanan Rutin
SPO Penyelenggaraan Lokakarya Mini Tribulan Pertama

SPO Penyelenggaraan Lokakarya Mini Tribulan Rutin

Dokumen Terkait

Penyelenggaraan Lokakarya Mini


Bulanan Pertama
No. Kode: I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi:
SOP
KABUPATEN
BOLAANG

Tgl Terbit:
PUSKESMAS

Halaman: 1 / 1

BOROKO

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala
Puskesmas Boroko
Pengertian

Nip : 19730607 199503 1 003


Lokakarya Mini Bulanan yang Pertama merupakan Lokakarya
penggalangan

Tujuan

Tim,

diselenggarakan

pengorganisasian.
Sebagai acuan penerapan

langkah-langkah

dalam

rangka

penyelenggaraan

Lokakarya Mini Bulanan Pertama untuk dapat terlaksananya


rencana kegiatan Puskesmas (RPK).

Kebijakan

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor : 188 / PKM-BO /


BMU /

Langkah-langkah

/ I / 2016 tentang Koordinasi dan Integrasi Dalam

Penyelenggaraan Pelayanan dan Upaya Puskesmas.


- Kepala Puskesmas sebagai pengarah menetapkan :
o Waktu sesuai dengan kesepakatan Penanggungjawab Upaya
Puskesmas dan Dinas Kesehatan bisa pada awal bulan.
o Tempat di Puskesmas atau tempat dekat Puskesmas.
o Membuat visualisasi hasil pelaksanaan kegiatan.
o Menginformasi program baru yang ada.
o Persiapan ATK dll.
- Peserta seluruh petugas Puskesmas termasuk petugas pembantu
dan bidan di desa.
- Acara :
1. Pembukaan oleh Kepala Puskesmas
2. Penggalangan tim melalui kegiatan Dinamika kelompok atau

Dokumen Terkait

bina suasana
3. Pengenalan program baru
4. POA Puskesmas
5. Analisis beban kerja petugas
6. Pembagian tugas dan daerah binaan
7. Kesepakatan untuk melaksanakan rencana kerja baru
Daftar hadir
Notulen rapat
POA Puskesmas
Kesepakatan tertulis untuk melaksanakan rencana kerja baru.

Penyelenggaraan Lokakarya Mini


Bulanan Rutin
No. Kode: I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi:
SOP
KABUPATEN
BOLAANG

Tgl Terbit:
Halaman: 1 / 1

PUSKESMAS
BOROKO

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala
Puskesmas Boroko
Pengertian

Nip : 19730607 199503 1 003


Lokakarya Mini Bulanan Rutin sebagai lanjutan dari Lokakarya
Mini Bulanan yang pertama dan dilaksanakan untuk memantau
pelaksanaan POA Puskesmas yang dilakukan setiap bulan secara

Tujuan

teratur.
Sebagai

acuan

penerapan

langkah-langkah

penyelenggaraan

Lokakarya Mini Bulanan rutin.


Kebijakan

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor : 188 / PKM-BO /


BMU /

Referensi
Langkah-langkah

/ I / 2016 tentang Koordinasi dan Integrasi Dalam

Penyelenggaraan Pelayanan dan Upaya Puskesmas.


Pedoman Mini Lokakarya Puskesmas (Kemenkes RI).
1. Persiapan yang meliputi
o Pemberitahuan hari, tanggal dan jam
o Pengaturan tempat
o Papan tulis, spidol dan kertas lembar balik
o Rencana kerja harian bulan lalu
o Visualisasi
hasil
pelaksanaan
kegiatan

bulan

lalu

dibandingkan dengan target bulanan per desa antara lain


menggunakan PWS
o Buku catatan / notulen rapat Dinas Kesehatan dan rapat
lintas sektor Kecamatan
o Rencana kerja bulan berikutnya.
2. Acara
a. Pembukaan oleh Kepala Puskesmas.
b. Dinamika kelompok untuk menumbuhkan
petugas Promkes Puskesmas atau Tim.
c. Pengenalan
program
baru
oleh
d.
e.
f.
g.
h.

Kepala

motivasi

Puskesmas/

penanggungjawab program.
Inventarisasi kegiatan bulan lalu.
Analisa pemecahan masalah dan pemecahannya.
Penyusunan kegiatan bulan yang akan datang.
Pembagian tugas bulan yang akan datang.
Kesepakatan untuk melaksanakan rencana kerja baru.

Penyelenggaraan Lokakarya Mini


Bulanan Rutin
No. Kode : I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi:
SOP
KABUPATEN

Tgl Terbit:
Halaman: 1 / 2

BOLAANG
MONGONDOW UTARA

Dokumen Terkait

Kesepakatan bersama
Rencana kerja bulan baru
PWS
Laporan hasil kegiatan bulan lalu

oleh

PUSKESMAS
BOROKO

Penyelenggaraan Lokakarya Mini


Tribulan Pertama
No. Kode :I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi:
SOP
KABUPATEN
BOLAANG

Tgl Terbit:
PUSKESMAS

Halaman: 1 / 1

BOROKO

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala
Puskesmas Boroko
Pengertian

Nip : 19730607 199503 1 003


Lokakarya

Mini

Tribulan

Lokakarya

penggalangan

PertamaLintas
Tim

sektor

diselenggarakan

merupakan

dalam

rangka

pengorganisasian untuk dapat terlaksananya rencana kegiatan


Tujuan

sektoral yang terkait dengan kesehatan.


Sebagai acuan penerapan langkah-langkah

penyelenggaraan

Lokakarya Mini Tribulan Lintas Sektor yang pertama.


Kebijakan

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor : 188 / PKM-BO /


BMU /

Langkah-langkah

/ I / 2016 tentang Koordinasi dan Integrasi Dalam

Penyelenggaraan Pelayanan dan Upaya Puskesmas.


1. Persiapan
a. Pendekatan pada camat untuk :
- Memimpin lokakarya dengan menjelaskan acaranya
- Mengkoordinasikan sektor-sektor terkait
- Mempersiapkan tempat penyelenggaraan lokakarya
b. Puskesmas melaksanakan
- Pembuatan visualisasi program yang akan dilaksanakan
- Persiapan ATK dan formulir kerja tribulan
- Pembuatan undangan yang ditandatangani camat
2. Peserta
a. Dinas Kesehatan
b. Tim Penggerak PKK Kecamatan
c. Puskesmas di wilayah kecamatan
d. Staf Kecamatan misalnya Sekcam, Unit lain terkait
e. Lintas sektor di Kecamatan
f. Lembaga/Organisasi kemasyarakatan
3. Waktu, diselenggarakan pada bulan pertama tahun anggaran
4. Acara
o Pembukaan oleh Camat
o Dinamika kelompok
o Kegiatan sektor
o Inventarisasi peran bantu sektor
o Analisis masalah dan hambatan
o Pembagian peran dan tanggungjawab sektor
Penyelenggaraan Lokakarya Mini
Tribulan Pertama
No. Kode : I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi:
SOP

KABUPATEN

Tgl Terbit:
Halaman: 1 / 2

BOLAANG

PUSKESMAS

MONGONDOW UTARA

Langkah-langkah
Dokumen Terkait

o
o
-

Perumusan rencana kerja


Kesepakatan untuk melaksanakan kegiatan
Matrix pembagian tugas
Kesepakatan tertulis

BOROKO

Penyelenggaraan Lokakarya Mini


Tribulan Rutin
No. Kode : I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi:
SOP
KABUPATEN
BOLAANG

Tgl Terbit:
Halaman: 1 / 1

PUSKESMAS
BOROKO

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M. Kes

Kepala
Puskesmas Boroko
Pengertian

Nip : 19730607 199503 1 003


Lokakarya Mini Tribulan Lintas sector rutin merupakan tindak
lanjut dari Lokakarya penggalangan kerjasama lintas sektoral yang
telah dilakukan dan selanjutnya dilakukan tiap tribulan secara

Tujuan

rutin.
Sebagai

Kebijakan

Lokakarya Mini Tribulan Lintas Sektor rutin.


Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor : 188 / PKM-BO /
BMU /

acuan

penetapan

langkah-langkah

penyelenggaraan

/ I / 2016 tentang Koordinasi dan Integrasi Dalam

Referensi
Langkah-langkah

Penyelenggaraan Pelayanan dan Upaya Puskesmas.


Pedoman Mini Lokakarya Puskesmas (Kemenkes RI).
1. Persiapan
Pendekatan pada camat untuk memimpin acara
Menandatangani undangan
Mempersiapkan tempat pertemuan di kantor camat
2. Puskesmas
Persiapan hasil kesepakatan yang lalu
Penugasan salah seorang staf untuk membuat notulen
Penyiapan ATK
3. Peserta
- Dinas Kesehatan
- PKK Kecamatan
- Puskesmas lain diwilayah Kecamatan
- Staf Kecamatan
- Lintas Sektor, Pertanian, Pendidikan, Agama, BKKBN, Sosial
- Lembaga/ organisasi kemasyarakatan
4. Waktu pelaksanan setiap triwulan disesuaikan dengan kondisi
setempat, dilaksanakan lebih kurang 4 jam
5. Acara
a. Pembukaan oleh Camat
b. Dinamika kelompok untuk menumbuhkan motivasi
c. Kegiatan sektor terkait
d. Masalah dan hambatan masing-masing sektor
e. Analisis masalah dan hambatan
Penyelenggaraan Lokakarya Mini
Tribulan Rutin
No. Kode : I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi:
SOP

KABUPATEN
BOLAANG

Tgl Terbit:
Halaman: 1 / 2

MONGONDOW UTARA

Langkah-langkah

f. Upaya pemecahan masalah


g. Rencana kerja tribulan mendatang
h. Kesepakatan pembinaan
i. Kesepakatan bersama

Dokumen Terkait

j. Penutupan
- Rencana kerja tribulan yang baru
- Kesepakatan bersama

PUSKESMAS
BOROKO

Dokumentasi Prosedur dan


Pencatatan Kegiatan
No. Kode: I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi:
SOP
KABUPATEN
BOLAANG

Tgl Terbit:
Halaman: 1 / 1

PUSKESMAS
BOROKO

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala
Puskesmas Boroko
Pengertian

Nip : 19730607 199503 1 003


1. Dokumentasi Prosedur semua dokumen yang harus disiapkan
Puskesmas yang merupakan regulasi internal, disusun dan
disesuaikan dengan proses kerja yang dilaksanakan.
2. Pencatatan kegiatan adalah dokemen yang menjadi bukti obyektif

Tujuan

dari kegiatan yang dilakukan atau kegiatan yang direncanakan.


Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk dokumentasi

Kebijakan

prosedur dan pencatatan kegiatan.


Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor : 188 / PKM-BO /
BMU /

/ I / 2016 tentang Mekanisme Kerja Pelayanan di

Langkah-langkah

Puskesmas.
Dokumentasi Prosedur
Tulis dengan jelas Judul Prosedur.
Nomor Dokumen diisi sesuai dengan yang disepakati misalnya

prosedur ini di BAB berapa, standar berapa dan kriteria berapa


ditulis No. Dokumen 1.2.5/PKM Borokonomor prosedur dalam
-

standar tersebut.
Nomor Revisi untuk prosedur baru ditulis 0 atau A.
Tanggal terbit ditulis kapan prosedur diberlakukan.
Halaman ditulis halaman berapa dari jumlah halaman misalnya 1

/2.
Prosedur di tandatangani oleh Kepala Puskesmas atau pada

halaman 1 atau halaman terakhir.


Pengertian dimaksudkan disini adalah pengertian dari judul
prosedur.
Tujuan;ditulis tujuan disusunnya prosedur.
Menggunakan kata kunci Sebagai acuan penerapan langkah-

langkah untuk
Kebijakan yang menaungi prosedur
Bisa ditulis Surat Keputusan atau
Kata-kata standar dimana prosedur itu berada
Referensi : bisa dalam bentuk buku, Surat Keputusan atau

Undang-undang yang terkait dengan Prosedur


- Dalam penyusunan langkah-langkah Prosedur kerja harus jelas
o siapa mengerjakan apa
Dokumentasi Prosedur dan
Pencatatan Kegiatan
No. Kode : I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi:
SOP
KABUPATEN

Tgl Terbit:
Halaman: 1 / 2

BOLAANG

PUSKESMAS
BOROKO

MONGONDOW UTARA

Langkah-langkah

o dimana
o kapan ) bila perlu
o bagaimana
Dokumen / unit terkait, prosedur ini terkait dengan dokumen

atau unit apa yang terkait.


Penyimpanan mengikuti tata cara penyimpanan SOP yaitu SOP
yang asli disimpan di Tata Usaha atau di sekertariat Akreditas
dan yang ada dilapangan adalah foto copynya.

Pencatatan Kegiatan
-

Merupakan pencatatan dari hasil kegiatan atau dalam bentuk

laporan hasil kerja


Penomorannya mengikuti pengarsipan dokumen
Penyimpanannya mengikuti ketentuan pengarsipan.

Standar-standar Pelayanan
Pengarsipan
Penyimpanan Dokumen
Ruang Pelayanan
Unit Kerja di Puskesmas

Dokumen Terkait

Pelayanan Pasien Rawat Jalan


No. Kode : I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi:
Tgl Terbit:
SOP
KABUPATEN
BOLAANG

Halaman: 1 / 1

PUSKESMAS
BOROKO

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh
Kepala

Juni Djenaan, SKM, M.Kes


Nip : 19730607 199503 1 003

Puskesmas Boroko
Pengertian

Pasien rawat jalan adalah pengguna pelayanan yang berkunjung

Tujuan

untuk mendapatkan pelayanan rawat jalan.


Sebagai acuan penerapan langkah-langkah pelayanan pasien rawat

Kebijakan

jalan.
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor : 188 / PKM-BO /

BMU /
Langkah-langkah

/ I / 2016tentang Mekanisme Kerja Pelayanan di

Puskesmas.
- Pasien ke Puskesmas diarahkan ke tempat pendaftaran.
- Petugas pendaftaran menanyakan keperluan pasien.
- Petugas Rekam Medis mencatat identitas pasien.
- Memberikan kartu kontrol kepada pasien.
- Mempersilahkan pasien menunggu panggilan di ruang tunggu.
- Petugas Poliklinik memanggil pasien, mempersilahkan duduk di
-

tempat yang tersedia.


Dokter melakukan pemeriksaan :
Dokter menjelaskan tentang obat

penggunaan dan efek samping obat bila ada.


Dokter mencatat hasil pemeriksaan dalam Rekam Medis.
Petugas Poliklinik mengarahkan pasien untuk mengambil obat.
Pasien menyerahkan resep obat.
Petugas farmasi menyerahkan obat dan menjelaskan cara

penggunaanya.
Pasien menyelesaikan urusan administrasi sebelum pulang.

yang

diberikan,

Rekam medis pasien


Resep.

Dokumen Terkait

Kajian dan Tindak Lanjut


Masalah Spesifik dalam
Penyelenggaraan dan Pelayanan
di Puskesmas
No. Kode :I.2.5/PKM-BO/
KABUPATEN
BOLAANG
MONGONDOW UTARA

SOP

No. Revisi:
Tgl Terbit:
Halaman: 1 / 1

PUSKESMAS
BOROKO

cara

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala
Puskesmas Boroko
Pengertian

Nip : 19730607 199503 1 003


Masalah spesifik dalam penyelenggaraan program dan pelayanan di
Puskesmas yang bisa menghambat pelaksanaan program dan
pelayanan di Puskesmas antara lain :

Tujuan
Kebijakan

- Cakupan yang tidak tercapai


- Mutu Pelayanan
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah kajian dan tindak lanjut
masalah spesifik yang ditemukan dalam kegiatan Puskesmas.
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor : 188 / PKM-BO /
BMU /

Langkah-langkah

/ I / 2016tentang Mekanisme Kerja Pelayanan di

Puskesmas.
- Dilakukan pengkajian masalah-masalah atau kesalahan yang
mungkin terjadi dalam proses kegiatan.
- Data bisa diperoleh dari
o SIMPUS atau
o Sumber data sekunder yaitu hasil pemantauan bulanan dan
tribulanan
o Data lain yang dikumpulkan misalnya keluhan pasien dari
-

hasil survey kepuasan pengguna pelayanan


Dilakukan analisis masalah dan ditentukan masalah yang

diprioritaskan dengan melihat :


o Tingkat Urgensinya (Urgency = U)
o Tingkat Kuesionernya (Seriousnes = S)
o Tingkat Perkembangan (Growth = G)
- Dari masalah yang diprioritaskan dicari penyebab masalah
dengan menggunakan :
o Diagram Tulang Ikan (Fish Bone Diagram atau Diagram
Ishikawa)
o Pohon Masalah
- Setelah masalahnya diketahui apakah dari faktor manusianya.
-

Materi, Metodenya atau dari faktor dana.


Untuk tindak lanjutnya dilakukan dengan intervensi pada
penyebab misalnya :
o Untuk manusianya diperlukan adanya Diklat atau kalakarya
o Material, lihat bagaimana peralatannya

Kajian dan Tindak Lanjut


Masalah Spesifik dalam
Penyelenggaraan dan Pelayanan
di Puskesmas
No. Kode :I.2.5/PKM-BO/
KABUPATEN

SOP

BOLAANG

No. Revisi:

PUSKESMAS

Tgl Terbit:

BOROKO

Halaman: 1 / 2

MONGONDOW UTARA

Langkah-langkah

o Metode,

kemungkinan

diperlukan

revisi

dari

SPO

atau

membuat SPO dan standar pelayanan


o Jika dari faktor dana maka intervensinya melalui perubahan
pada RPK

Dokumen Terkait

SIMPUS
Data Cakupan
Hasil Survei
Laporan Lokakarya Mini
Laporan SMD
Laporan MMD

Kajian dan Tindak Lanjut


Masalah yang Potensial Terjadi
dalam Proses Penyelenggaraan
Pelayanan
No. Kode :I.2.5/PKM-BO/
KABUPATEN
BOLAANG
MONGONDOW UTARA

SOP

No. Revisi:

PUSKESMAS

Tgl Terbit:

BOROKO

Halaman: 1 / 1

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala
Puskesmas Boroko
Pengertian

Nip : 19730607 199503 1 003


Suatu upaya untuk menggali informasi tentang masalah-masalah
spesifik dan menemukan tindakan yang harus dilakukan untuk
mangatasi

Tujuan

masalah-masalah

spesifik

dalam

penyelenggaraan

program dan pelayanan di Puskesmas.


1. Untuk mengidentifikasi masalah-masalah spesifik terjadi dalam
proses penyelenggaraan pelayanan sehingga dapat dilakukan
upaya pencegahan.
2. agar kegiatan dan program pelayanan Puskesmas dapat berjalan

Kebijakan

dengan lancar.
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Boroko Nomor : 188 / PKM-BO
/ BMU /

Langkah-langkah

/ I / 2016 tentang Penyelenggaraan Pelayanan

Puskesmas.
1. Mengidentifikasi

masalah-masalah

spesifik

dalam

penyelenggaraan program dan pelayanan di Puskesmas.


2. Mencatat hasil identifikasi masalah-masalah spesifik dalam
penyelenggaraan program dan pelayanan di Puskesmas.
3. Membahas hasil kegiatan identifikasi masalah-masalah spesifik
dalam penyelenggaraan program pelayanan di Puskesmas.
4. Mencantum upaya pencegahan dan pemecahan masalahmasalah spesifik dalam penyelenggaraan program pelayanan di
Puskesmas.
5. Merencanakan upaya tindak lanjut untuk mengatasi masalahmasalah spesifik dalam penyelenggaraan program dan pelayanan
di Puskesmas.
6. Melaksanakan tindak lanjut untuk mengatasi masalah-masalah
spesifik dalam penyelenggaraan program dan pelayanan di
Puskesmas.

Monitoring Pelaksanaan Kegiatan


Pelayanan
No. Kode : I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi:
SOP
KABUPATEN

Tgl Terbit:
PUSKESMAS

Halaman: 1 / 1

BOLAANG

BOROKO

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala
Puskesmas Boroko
Pengertian

Nip : 19730607 199503 1 003


Monitoring

pelaksanaan

kegiatan

pelayanan

adalah

kegiatan

pemantauan oleh pelaksana pelayanan disesuaikan dengan rencana


Tujuan

yang telah disusun.


Sebagai acuan penerapan langkah-langkah monitoring pelaksanaan

Kebijakan

kegiatan pelayanan.
Surat KeputusanKepala Puskesmas Nomor : 188 / PKM-BO /
BMU /

Langkah-langkah

/ I / 2016tentang Mekanisme Kerja Pelayanan

Puskesmas.
- Penanggung jawab kegiatan pelayanan melakukan monitoring
terhadap pelaksanaan pelayanan apakah pelaksana kegiatan
-

bekerja sesuai dengan uraian tugas dan tanggung jawabnya.


Monitoring pelaksana kegiatan pelayanan yang efektif efisien dan

terintegrasi.
Memantau pelaksanaan

keterlambatan.
Dalam pelaksanaan kegiatan mengacu pada standard dan

pedoman Puskesmas.
Pelaksanaan kegiatan Puskesmas menerapkan kendali mutu

pelayanan

apakah

tidak

terjadi

berupa kepatuhan terhadap standard dan pedoman pelayanan


-

serta etika profesi.


Monitoring pelaksanaan kegiatan pelayanan yang terjangkau oleh
pengguna Puskesmas.

Uraian tugas masing-masing pelaksana pelayanan


SPO Pelayanan yang terkait
Pedoman Puskesmas

Dokumen Terkait

Monitoring Pelaksanaan Kegiatan


Pelayanan dan Program Upaya
Puskesmas
No. Kode : I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi :
KABUPATEN
BOLAANG
MONGONDOW UTARA

SOP

Tgl Terbit:
PUSKESMAS

Halaman: 1 / 1

BOROKO

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala
Puskesmas Boroko
Pengertian

Nip : 19730607199503 1 003


Monitoring adalah kegiatan pemantauan dan penilaian pelaksanaan
kegiatan

pelayanan

oleh

pelaksana

disesuaikan

dengan

Tujuan

perencanaan operasional Puskesmas.


Sebagai acuan penerapan langkah-langkah monitoring pelaksanaan

Kebijakan

kegiatan pelayanan Puskesmas.


Pimpinan Puskesmas dan penanggung jawab/upaya Puskesmas
wajib memonitor pelaksanaan kegiatan. Surat Keputusan Kepala
Puskesmas Boroko Nomor : 188 / PKM-BO / BMU /
Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Puskesmas.

/ I / 2016

Langkah-langkah
- Kepala Puskesmas menetapkan penanggung jawab dan para
pelaksana untuk setiap kegiatan serta untuk setiap satuan
wilayah kerja.
- Penanggung
jawab

program/Upaya

Puskesmas

melakukan

pembagian tugas kepada pelaksana kegiatan, seluruh program


kerja

dan

seluruh

Puskesmas.
- Pembagian tugas

wilayah

kerja

dilaksanakan

kepada

dengan

seluruh

petugas

mempertimbangkan

kemampuan yang dimiliki.


- Penentuan para penanggung jawab kegiatan dilakukan melalui
penggalangan Tim pada awal tahun kegiatan oleh penanggung
jawab program/Upaya Puskesmas.
- Pengorganisasian berupa penggalangan kerjasama tim ada 2 bentuk
yaitu :
o Penggalangan kerjasama dua pihak yaitu kerjasama dua
sektor terkait misalnya antara Puskesmas dengan sektor
sosial/kesehatan pada upaya Kesehatan Usia Lanjut (Usila).
o Penggalangan kerjasama antar berbagai sektor misalnya
antara Puskesmas dengan sektor Pendidikan, agama dan
penyelenggaraan UKS.
- Penanggung jawab program/Upaya Puskesmas memonitor kegiatan
pelaksana

apa

sesuai

dengan

perencanaan

Operasional

Puskesmas.

Monitoring Pelaksanaan Kegiatan


Pelayanan dan Program Upaya
Puskesmas
No. Kode : I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi:
KABUPATEN
BOLAANG
MONGONDOW UTARA

SOP

Tgl Terbit:
Halaman: 1 / 2

PUSKESMAS
BOROKO

Langkah-langkah

- Bila ditemukan adanya ketidaksesuaian maka penanggung jawab


program/Upaya Puskesmas mengambil langkah tindak lanjut
untuk revisi/perbaikan rencana bila diperlukan.
- Hasil pelaksanaan monitoring Penanggung jawab Program/Upaya
Puskesmas dilaporkan kepada Kepala Puskesmas.
- Semua hasil kegiatan pemantauan dan penilaian dilaporkan secara
periodik dalam Lokakarya Mini Puskesmas.

Dokumen Terkait

RUK dan RPK Puskesmas


Laporan hasil monitoring dari penanggung jawab program/Upaya

Puskesmas
Hasil monitoring dari Kepala Puskesmas

Konsultasi antara Pelaksana,


Penaanggung Jawab dan Kepala
Puskesmas
SOP

No. Kode :
No. Revisi :

KABUPATEN
BOLAANG

Tgl Terbit :
Halaman :

PUSKESMAS
BOROKO

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala
Puskesmas Boroko
Pengertian

Nip : 19730607 199503 1 003


Konsultasi adalah kegiatan untuk membalas, menerima atau
member masukan yang diperlukan, bisa secara lisan atau tertulis,

Tujuan

bisa langsung atau melalui media lainnya.


Sebagai acuan penerapan langkah-langkah Konsultasi antara

Kebijakan

Pelaksana, Penanggung Jawab dan Kepala Puskesmas.


Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor : 188 / PKM-BO /
BMU /

Langkah-langkah

/ I / 2016tentang Mekanisme Kerja Pelayanan

Puskesmas.
- Pelaksana kegiatan Program atau kegiatan Pelayanan bekerja
sesuai dengan uraian tugasnya dan rencana kerja setiap bulan
-

yang telah disusun pada Lokakarya Mini Bulanan.


Apabila dalam pelaksanaan tugasnya menemui hambatan atau
masalah maka dikonsultasikan ke Penanggungjawab untuk

dibahas dan solusi pemecahan masalah yang dihadapi.


Bila Penanggungjawb tidak dapat menyelesaikan maka ia dapat
berkonsultasi ke Penanggungjawab manajemen mutu apabila

menyangkut mutu pelayanan.


Dalam keadaan-keadaan tertentu Penanggungjawab tersebut
dapat berkonsultasi ke Kepala Puskesmas terutama menyangkut

sumber daya.
Kepala Puskesmas dan para Penanggungjawab dapat membahas
secara bersama kesulitan yang ditemukan oleh pelaksana

kegiatan.
Hasil pembahasan bersama Kepala Puskesmas disampaikan
kembali ke pelaksana Kegiatan atau Pelaksana Pelayanan untuk

Dokumen Terakit

perbaikan kinerjanya.
Laporan kegiatan

Koordinasi dalam Pelaksanaan


Program
No. Kode :I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi:
SOP
KABUPATEN

Tgl Terbit :
PUSKESMAS

Halaman : 1 / 1

BOLAANG

BOROKO

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala

Nip : 19730607 199503 1 003

Puskesmas Boroko
Pengertian

Koordinasi dalama pelaksanaan program dapat dilakukan secara

Tujuan

lisan atau tertulis, atau melalui pertemuan-pertemuan.


Sebagai acuan penerapan langkah-langkah Koordinasi

dalam

Pelaksanaaan Program dapat dilakukan baik dengan komunikasi


Kebijakan
Langkah-langkah

lisan maupun tertulis.


SK Kepala Puskesmas Nomor : 188 / PKM-BO / BMU /

/ I / 2016

tentang Mekanisme Kerja Pelayanan Puskesmas.


- Setiap Penanggung Jawab Upaya Puskesmas menangani beberapa
-

Program / Kegiatan Pelayanan.


Koordinasi Penanggung Jawab masing-masing Upaya Puskesmas
dengn Pelaksana kegiatan TErkait dapat dilaksanakan secara

lisan atau tertulis.


Koordinasi Penanggung Jawab Program dan Pelaksana Kegiatan

dapat dilakukan dala rapat / pertemuan antar program.


Pertemuan antara seluruh Penanggung Jawab Upaya Puskesmas
dan

seluruh

dilakukan
-

Pelaksana

koordinasi

Kegiatan

melalui

Bulanan Rutine Lintas Program.


Koordinasi antara Penanggung
Pelaksana

Program,

Kepala

serta

Kepala

mekanisme
Jawab

Puskesmas

Puskesmas

Lokakarya

Upaya
dan

Mini

Puskesmas.

sektor

terkait

silakukan mekanisme Lokakarya Mini Lintas Sektor Rutine setiap


Dokumen Terakait

3 bulan.
-Panduan Lokakarya Mini Puskesmas

Penggunaan Telpon
No. Kode :I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi:
Tgl Terbit :
SOP
KABUPATEN

PUSKESMAS

Halaman: 1 / 1

BOLAANG

BOROKO

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala
Puskesmas Boroko
Pengertian

Nip : 19730607 199503 1 003


Penggunaan Telpon adalah salah satu alat komunikasi yang
digunakan di Puskesmas yang dapat dipakai untuk berkomunikasi

Tujuan
Kebijakan

bagi yang membutuhkan.


Sebagai acuan penerapan langkah-langkah Penggunaan Telpon
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor : 188 / PKM-BO / BMU

Langkah-langkah

/ / I / 2016 tentang Mekanisme Kerja Pelayanan Puskesmas.


Penerimaan Telpon
-

Bila telpon bordering, petugas mengangkat telpon pada maximal

dari yang ketiga kalinya.


Petugas menyapa ; Nama Puskesmas, Ada yang bias saya bantu?
Bila penelpon menyampaikan maksudnya, maka petugas harus
segera menjawab atau menghubungi seseorang yang dibutuhkan

untuk berkomunikasi dengan penelpon.


Setelah selesai berkomunikasi dengan

kembali ; Apa masih ada yang bias saya bantu ?


Bila penelpon sudah menutup telponnya maka petugas menutup

telponnya.
Meletakkan gagang telpon dengan baik dan merapikan.

penelpon

tanyakan

Menelpon Keluar
-

Petugas menekan nomor yang dituju.


Bila penerima telpon sudah mengangkat telponnya, petugas
menyampaikan,

Dokumen Terakit

Nama

Puskesmasnya

dulu,

kemudia

menyampaikan maksud dan tujuannya menelpon.


Setelah selesai menelpon, ucapkan ; Terima Kasih sebelum

telpon ditutup.
- Letakkan gagang telpon dengan benar.
-Nomor-Nomor Telpon yang penting
-Nomor-Nomor Telpon dokter dan lainnya

Pemberian Informasi Kepada


Masyarakat Pengguna Pelayanan
dan Pihak Terkait
No. Kode : I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi :
SOP

KABUPATEN
BOLAANG

Tgl Terbit :
Halaman : 1 / 1

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh

BOROKO

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala
Puskesmas Boroko
Pengertian

PUSKESMAS

Nip : 19730607 199503 1 003


Pemberian informasi kepada masyarakat pengguna pelayanan
merupakan proses kegiatan yang dilakukan agar masyarakat dapat
memahami kegiatan Puskesmas dalam memberikan pelayanan

Tujuan

kepada masyarakat.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah pemberian informasi

Kebijakan

kepada masyarakat pengguna pelayanan.


Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor : 188 / PKM-BO / BMU
/

Langkah-langkah

I / 2016

tentang Pemberian Informasi kepada Pengguna

Pelayanan.
Informasi yang dapat diberikan pada masyarakat antara lain :
-

Jenis-jenis pelayanan yang disediakan Puskesmas.


Alur pelayanan dan jadwal pelayanan.
Visi, Misi, Tata Nilai dan Tujuan Puskesmas.
Hak dan Kewajiban Pengguna Pelayanan.
Pemberian informasi kepada pengguna pelayanan dalam :

Bentuk lisan
Di Puskesmas
o Informasi dari petugas Puskesmas pada penunjang
o Pertemuan konsultatif dengan tokoh Masyarakat
o Penyuluhan kesehatan di Puskesmas
Diluar Puskesmas
o Penyuluhan lapangan
o SMD
o MMD
o Pertemuan dengan tokoh masyarakat
- Melalui media
Di Puskesmas
o Papan Informasi
o Brosur, Leafled, Spanduk
Diluar Puskesmas
o Melalui media penyuluhan
o Kegiatan Puskesmas keliling
-Laporan Puskesmas
-

Dokumen Terakit

Koordinasi dalam Pelaksanaan


Program
No. Kode : I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi:
SOP
KABUPATEN
BOLAANG

Tgl Terbit :
Halaman : 1 / 1

PUSKESMAS
BOROKO

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala

Nip : 19730607 199503 1 003

Puskesmas Boroko
Pengertian

Koordinasi dalam pelaksanaan program dapat dilakukan secara

Tujuan

lisan atau tertulis, atau melalui pertemuan-pertemuan.


Sebagai acuan penerapan langkah-langkah Koordinas

dalam

pelaksanaan Program dapat dilakukan baik dengan komunikasi


Kebijakan

lisan maupun tertulis.


Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor : 188 / PKM-BO /
BMU /

Referensi
Langkah-langkah

/ I / 2016tentang Mekanisme Kerja Pelayanan

Puskesmas.
Modul Pelatihan Manajemen Puskesmas.
-Setiap Penanggung Jawab Puskesmas menangani beberapa Program
/ Kegiatan Pelayanan.
-Koordinasi Penanggung Jawab masing-masing Upaya Puskesmas
dengan Pelaksanaan Kegiatan Terkait dapat dilkasanakan secara
lisan atau tertulis.
-Pertemua antara seluruh Penanggung Jawab Upaya Puskesmas dan
seluruh Pelaksanaan Kegiatan serta Kepala Puskesmas dilakukan
Koordinasi melalui Mekanisme Lokakarya Mini Bulanan Rutin
Lintas Program.
-Koordinasi antara Penanggung Jawab Upaya Puskesmas.
Pelaksanaan Program, Kepala Puskesmas dan sector terkait
dilakukan melalui mekanisme Lokakarya Mini Lintas Sektor

Dokumen Terakit

Rutin setiap 3 bulan.


-Panduan Lokakarya Mini Puskesmas

Penyelenggaraan Program
Puskesmas
No. Kode : I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi :
SOP
KABUPATEN
BOLAANG

Tgl Terbit :
PUSKESMAS

Halaman : 1 / 1

BOROKO

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala

Nip : 19730607 199503 1 003

Puskesmas Boroko
Pengertian

Program Puskesmas terbagi dalam :

Tujuan

o Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) tingkat pertama


o Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) tingkat pertama
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah Penyelenggaraan

Kebijakan

Program Puskesmas.
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor : 188 / PKM-BO /
BMU /

Langkah-langkah

/ I / 2016tentang Penerapan Manajemen Resiko dalam

Pelaksanaan Program dan Pelayanan di Puskesmas.


o Penyelenggaraan Program Puskesmas mendorong seluruh
pemangku kepentingan untuk berkomitmen dalam upaya
mencegah dan mengurangi resiko kesehatan yang dihadapi
individu, keluarga kelompok dan masyarakat.
o Analisis resiko dalam rangka untuk identifikasi resiko dan
penilaian resiko atau mengukur besar dan seringnya terjadi
resiko.
o Mengendalikan resiko dalam Penyelenggaraan Program.
o Melaksanakan program untuk mendorong kemandirian hidup
sehat bagi individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
o Kegiatan Program terintegrasi dan berkesinambungan.
o Kepala Puskesmas mengkoordinasikan penyelenggaraan UKM
dan UKP lintas Program dan Lintas Sektor dalam Lokakarya
Mini Lintas Program setiap bulan dan Lokakarya Mini Lintas
Sektor setiap 3 bulan.
o Pelaksanaan kegiatan setiap Program disesuaikan dengan
Rencan Kegiatan yang disusun pada setiap Lokakarya Mini
Puskesmas.
o Bila dalam

pelaksanaan

kegiatan

ada

hambtan

dalam

pelaksanaan kegiatan maka di adakan Identifikasi masalah,


Prioritas masalah, mencari solusi pemecahan masalah.
o Pada keadaan-keadaan tertentu dapat di lakukan audit

Dokumen Terakit

internal.
o Bila menyangkut mutu dapat dilakukan manajemen review.
-Target cakupan

Penyelenggaraan Pelayanan
No. Kode : I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi:
Tgl Terbit :
SOP
KABUPATEN
BOLAANG

PUSKESMAS

Halaman : 1 / 1

BOROKO

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala

Nip : 19730607 199503 1 003

Puskesmas Boroko
Pengertian

Penyelenggaraan

Tujuan

konsumen (Pasien/Pengunjung) Puskesmas.


Sebagai acuan penerapan langkah-langkah

Kebijakan

Pelayanan
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor : 188 / PKM-BO /
BMU /

Langkah-langkah

Pelayanan

adalah

kegiatan

untuk

melayani

Penyelenggaraan

/ I / 2016tentang Mekanisme Kerja Pelayanan di

Puskesmas.
Penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang ;
o Dapat di akses.
o Terjangkau oleh seluruh masyarakat di wilayah kerjanya.
o Dilakukan secara adil tanpa membedakan status social ekonomi,
agama, budaya dan kepercayaan.
o Menyelenggarakan pelayanan dengan memanfaatkan teknologi
tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan.
o Dilaksanakan dengan Mekanisme kerja yang terintegrasi untuk
meningkatkan efektifitas dan efisiensi sehingga tidak terjadi
keterlambatan dan kesalahan dalam pelaksanaan pelayanan.
o Kesalahan yang mungkin timbul perlu diantisipasi dengan
mempertimbangkan adanya.
- Identifikasi resiko yang mungkin timbul
- Penilaian resiko atau mengukur besar dan sering terjadinya
resiko
- Mengendalikan resiko
o Penerapan manajemen resiko antara lain dengan melakukan ;
- Analisis resiko dilakukan dalam rangka kegiatan untuk

identifikasi resiko dan penilaian resiko.


Analisis resiko dimaksudkan untuk

menemukan

atau

mengungkapkan resiko-resiko yang belum diketahui agar


-

supaya dapat diantisipasi.


Pencegahan resiko dengan melaksanakan kegiatan sesuai

standar.
Menghindari resiko dengan menghindari yang beresiko
Memindahkan resiko.

Penyelenggaraan Pelayanan
No. Kode : I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi :
Tgl Terbit :
SOP
KABUPATEN

PUSKESMAS

Halaman : 1 / 2

BOLAANG

BOROKO

MONGONDOW UTARA

Langkah-langkah

Asumsi,

memilih

yang

resikonya

paling

rendah

yang

diperkirakan tidak akan mengganggu atau menimbulkan

Dokumen Terakit

kerugian yang besar.


- Pengurangan resiko.
- Penahanan resiko.
SPO-SPO Pelayanan

Tertib Administrasi,
Pengembangan Teknologi Untuku
Mempercepat Proses Pelayanan
No. Kode :I.2.5/PKM-BO/
No. Revisi:
KABUPATEN
BOLAANG
MONGONDOW UTARA

SOP

Tgl Terbit :

PUSKESMAS
BOROKO

Halaman: 1 / 1

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala

Nip : 19730607 199503 1 003

Puskesmas Boroko
Pengertian

Penyelenggaraan

Tujuan

memanfaatkan tertib administrasi dan teknologi tepat guna.


Sebagai acuan penerapan langkah-langkah Tertib Administrasi,

Kebijakan

Pengembangan Teknologi untuk mempercepat proses Pelayanan


Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor : 188 / PKM-BO / BMU

Langkah-langkah

Pelayanan

Kesehatan

di

Puskesmas

dengan

/ / I / 2016tentang Mekanisme Kerja Pelayanan di Puskesmas.


-Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan dilaksanakan dengan tertib
adminitrasi sebagai berikut :
o Menyusun anggaran melalui perencanaan Puskesmas.
o Melaksanakan kegiatan pelayanan sesuai dengan Standar dan
Standar Prosedur Operasional.
o Data dan Informasi dihimpun dalam SIMPUS.
o Kegiatan yang dilaksanakan dibuatkan laporannya.
o Pelaksanaan Program dan Kegiatan Puskesmas dilakukan
dalam Forum Lokakarya Mini Puskesmas Lintas Program dan

Dokumen Terakit

Lintas Sektor.
o Di akhir tahun dilakukan Penilaian Kinerja Puskesmas.
-Pengembangan Teknologi untuk mempercepat pelayanan dengan
o Memanfaatkan Teknologi tepat guna
o Sesuai dengan kebutuhan pelayanan
o Mudah dimanfaatkan
o Tidak berdampak buruk bagi lingkungan
-Laporan Puskesmas
-Hasil Penilaian Kinerja
-SPO Terkait

Penyampaian Keluhan dan


Umpan Balik Keluhan
No. Kode:
No. Revisi:
SOP
KABUPATEN

Tgl Terbit :
PUSKESMAS

Halaman: 1 / 1

BOLAANG

BOROKO

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh

Juni Djenaan, SKM, M.Kes

Kepala
Puskesmas Boroko
Pengertian

Nip : 19730607 199503 1 003


Penyampaian keluhan dari masyarakat / sasaran dan umpan balik
yang di berikan Puskesmas disesuaikan dengan ketersediaan

Tujuan

sumber daya yang ada di Puskesmas.


Sebagai acuan penerapan langkah-langkah penyampaian keluhan

Kebijakan

dan umpan balik keluhan.


Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor : 188 / PKM-BO /
BMU /

Langkah-langkah

/ I / 2016 tentang

Pemberian Informasi Kepada

Pengguna Pelayanan.
- Keluhan masyarakat / sasaran dapat diperoleh secara pasif
- Masyarakat / sasaran menyampaikan langsung keluhan dengan
kehendak sendiri kepada Kepala Puskesmas, penanggung jawab
UKM, pelaksana kegiatan melalui : secara lisan atau melalui
-

kotak saran
Puskesmas dapat

kegiatan
Umpan balik dari keluhan masyarakat diupayakan dalam bentuk

menerima

keluhan secara

aktif

melalui

perbaikan pengelolaan atau perbaikan kegiatan sesuai dengan


-

kebutuhan dan harapan masyarakat.


Tindak lanjut untuk menanggapi keluhan dilakukan secara
rasional sesuai dengan ketersediaan sumber daya yang ada di
Puskesmas.

Penilaian Kinerja Puskesmas


No. Kode

No. Revisi

Tanggal Terbit :
SOP
KABUPATEN
BOLAANG

Halaman

PUSKESMAS

BOHABAK

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh

Fitriani Ponongoa,S.ST

Tanda Tangan

Kepala

Nip : 19701111 199002 2 002


Puskesmas Bohabak
Pengertian
-Penilaian adalah kegiatan pengumpulan data dan informasi yang
bersifat

factual,

signifikan

dan

relevan,

melakukan

proses

mengukur dengan cara membandingkan hasil yang dicapai


dengan

target

atau

rencana

yang

telah

ditetapkan

serta

melakukan analisis terhadap informasi yang didapat secara


sistematis, objektif dan terdokumentasi, dan diakhiri dengan
proses pengambilan keputusan.
-Kinerja
merupakan
kondisi
yang

harus

diketahui

dan

diinformasikan kepada pihak-pihak tertentu untuk mengetahui


tingkat pencapaian hasil suatu instansi dihubungkan dengan
target dan rencana.
-Penilaian Kinerja Puskesmas adalah suatu upaya untuk melakukan
Tujuan

penilaian terhadap hasil kerja / prestasi Puskesmas.


Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penilaian kinerja
Puskesmas

agar

tercapai

tingkat

kinerja

Puskesmas

yang

berkualitas secara optimal dalam mendukung pencapaian tujuan


Kebijakan
Referensi
Langkah-langkah

pembangunan kesehatan Kabupaten / Kota.


SK Kepala Puskesmas No.440/PKM-BHK/SK/

/2015 tentang

Penilaian Kinerja Puskesmas.


-Manajemen Puskesmas
-Penilaian Kinerja Puskesmas
Penilaian kinerja Puskesmas dilakukan oleh :
1. Puskesmas secara mandiri sebagai instrument mawas diri atau
self assessment dimana Puskesmas memotret dirinya sendiri,
2. Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota dengan melakukan verikasi
terhadap hasil self assesment Puskesmas
Pelaksanaan Penilaian Kinerja Puskesmas di Puskesmas :

1) Tujuan dan Fungsinya


a. Dilaksanakan Puskesmas dalam rangka mawas diri mengukur
kinerjanya.
b. Kepala Puskesmas membentuk Tim Kecil Puskesmas untuk
melakukan komplikasi hasil pencapaian ( output dan outcome)
c. Masing-masing penanggung jawab kegiatan melakukan
pengumpulan

data

pencapaian

dengan

memperhitungkan

cakupan hasil (output) kegiatan dan mutu bila hal tersebut


memungkinkan.
d. Hasil yang telah dicapai masing-masing penanggung jawab
kegiatan melakukan analisis masalah, identifikasi kendala/
hambatan,

mencari

penyebab

dan

latar

belakangnya,

mengenali faktor-faktor pendukung dan penghambat.


e. Bersama-sama Tim kerja Puskesmas menyusun
pemecahannya

dengan

mempertimbangkan

rencana

kecenderungan

timbulnya masalah (ancaman) ataupun kecenderungan untuk


perbaikan

(peluang)

dengan

metode

analisis

sederhana

ataupun analisis kecenderungan dengan menggunakan data


yang ada.

Penilaian Kinerja Puskesmas


No. Kode

No. Revisi

Tanggal Terbit :
SPO
KABUPATEN

Halaman

BOLAANG

PUSKESMAS
BOHABAK

MONGONDOW UTARA

Pengertian

2) Prosedur Pelaksanaannya
1. Pra Penilaian Kinerja Puskesmas
o Pemantauan
hasil
kegiatan

secara

periodik,

bulanan/triwulan;
o Konsultasi ke Kabupaten / Kota dalam rangka mencapai
target cakupan dan mutu hasil kegiatan Puskesmas pada
akhir tahun.
2. Penilaian kinerja Puskesmas
Pengumpulan data dan pengolahan data hasil kegiatan (dari

data bulanan/triwulan)
Konsultasi ke pembinaan

Kesehatan Kabupaten / Kota.


Memberikan laporan perhitungan kinerja Puskesmas kepada

Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota.


Membahas keterkaitannya dengan

perhitungannya.
Menerima umpan balik nilai akhir kinerja Puskesmas,

dan

bimbingan

verifikasi

dari

data

Dinas

dan

berikut penjelasan dalam perbaikan perhitungan bilamana

terjadi kesalahan.
Menyajikan hasil akhir, akhir hasil perhitungan cakupan dan
mutu kegiatan dalam bentuk sarang laba-laba ataupun

bentuk penampilan lainnya.


3. Pasca Penilaian Kinerja Puskesmas
Menganilisis masalah dan kendala, merumuskan pecahan
masalah, rencana

perbaikan sekaligus rencana usulan

kegiatan tahun yang akan dating.


Menerima informasi dari Kabupaten /Kota tentang rencana
anggaran yang mungkin akan diterima Puskesmas dengan
membahas rancangan kegiatan, besarnya target, besarnya
biaya dan kebutuhan sumber daya lain yang diperlukan, dan

jadwal kegiatan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota


Bersa Tim Perencanaan Puskesmas Menyusun Rencana
Pelaksanaan

Kegiatan

(RPK)

Puskesmas

untuk

tahun

berjalan.
Membahas rencana kegiatan yang melibatkan unsur lintas

sektor terkait untuk keterpaduan.


Mendesiminasikan informasi sekaligus membagi tugas dan
tanggung

jawab

untuk

kegiatan

tahun

yang

akan

dilaksanakan dalam forum pertemuan Lokakarya Tahunan

Puskesmas.
Menyelenggarakan pertemuan di Lintas Sektor terkait di
Kecamatan

untuk

mendiseminasikan

rencana

kegiatan

Puskesmas yang ada kaitannya dengan Lintas Sektor di


tingkat Kecamatan.
Mempersiapkan
seluruh
Dokumen Terakit
Unit Terkait

pelayanan

Puskesmas

untuk

melaksanakan kegiatan-kegiatan.
Laporan Puskesmas, RUK, Laporan Lokmin
Lintas Program Sektor, Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota

Kaji Banding
No. Kode

No. Revisi

Tanggal Terbit :
SPO
KABUPATEN

Halaman

BOLAANG

PUSKESMAS

BOHABAK

MONGONDOW UTARA

Ditetapkan oleh
Puskesmas Bohabak
Pengertian

Fitriani Ponongoa,S.ST

Tanda Tangan

Kepala
Kaji

banding

membandingkan

adalah

Nip : 19701111 199002 2 002


proses

pelaksanaan

kegiatan
kegiatan

untuk

melihat

Puskesmas

lain

dan
dan

Tujuan

penilaian kinerja serta indikator yang digunakan.


Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk Kaji Banding.

Kebijakan

SK Kepala Puskesmas No.440/PKM-BHK/SK/

Langkah-langkah

Penilaian Kinerja Puskesmas


-Kepala Puskesmas dan masing-masing

/2015 tentang

Penanggung

Jawab

menyusun rencana Kaji Bandung.


-Menetapkan tujuan kaji banding dan anggaran yang diperlukan.
-Melapor ke Dinas Kesehatan Kabupaten untuk persetujuan.
-Bila disetujui maka Kepala Puskesmas dan Para Penanggung Jawab
menyusun instrumen kaji banding.
-Kepala Puskesmas mencari informasi tentang Puskesmas mana saja
yang Manajemennya bagus dan telah terakreditasi.
-Menyurat ke tempat tujuan kaji banding mengenai

waktu

kunjungan dan jumlah peserta.


-Menetapkan waktu kaji banding.
-Mempersiapkan kebutuhan kaji banding.
-Selama kaji banding peserta melihat pelaksana kegiatan di
Puskesmas yang dikunjungi.
-Mengisi instrument kaji untuk menjadi bahan acuan dalam

Dokumen Terakit
Unit Terkait

peningkatan kinerja.
-Membuat laporan kaji banding setelah kembali.
-Instrument Kaji Banding
-Laporan Kaji Banding
-Dinas Kesehatan Kabupaten
-Puskesmas Tujuan Kaji Banding
-Lintas Program