Anda di halaman 1dari 6

Laporan

Praktikum

Fisiologi

Hewn

Respirasi.

Aldha

Rizki

Utami.

2013.

https://id.scribd.com/doc/138071244/Laporan-Praktikum-Fisiologi-Hewn-Respirasi

[18

September 2016].

Laporan
Praktikum
Respirasi.docx.
Wahyu
Marliyani.
2014.
https://www.scribd.com/doc/231498457/Laporan-Praktikum-Respirasi-docx.
[18 September 2014].

ANFISMAN - LAPORAN RESPIRASI. Nadhia Kirana D. 2014.


https://www.scribd.com/doc/248726552/ANFISMAN-LAPORAN-RESPIRASI. [19 Sept 2016].

Frekuensi Respirasi Pada Manusia. Shingwa R. 2013.


https://www.scribd.com/doc/179307005/Frekuensi-Respirasi-Pada-Manusia. [19 Sept. 2016]/

LAPOARAN PRATIKUM BIOLOGI KAPASITAS PERNAPASAN PARU-PARU

Lapoaran pratikum Biologi


Kapasitas pernapasan paru-paru

Disusun oleh

Aldi Sanjaya

Asep Saepul M

Candra Riswanto

Ilham Maulana

Lutfi Rizki S

Muhammad Resha G

Rafii Abdul Rafi

Saepul Malik

Sucipto Rizki S

Teten Muhammad Z

SMA NEGERI 1 SINGAPARNA


Jln. Pahlawan KHZ mustofatelp.(0265)545203, Singaparna 46416

TASIKMALAYA fax. (0265)541499 E-mail: smanspang@yahoo.co.id


website: Smanspa.sch.id

Kapasitas pernapasan paru-paru


A. Tujuan

Mengetahui kapasitas pernapasan paru-paru

Mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi pernapasan

B. TEORI DASAR
1. Volume udara pernapaasan dalam paru-paru
Dalam keadaan normal udara inspirasi dan udara ekspresi 500 mldan disebut volume udara pernapasan atau
volume tidal.volume tidaldapat beubah, tergantung aktivitas tubuh.dari 500ml udara tersebut pada umumnya 350ml
sampai di paru-paru,sedangkan 150ml hanya sampai ke saluran pernapasan.Dengan menarik nafas dalam-dalam
olahragawan dapat menambahkan udara cadangan inspirasi (udara komplementer) menjadi 1500ml dan
menambahakan cadangan ekspirasi (udara suplementer) menjadi 1500ml.sementara itu 1000ml udara sisa yang
selalu ada di dalam paru-parutidak dapat di ekspirasikan disebut udara residu.
Jumlah udara pernapasan kita antara 500ml-3500ml,yaitu 500ml volume tidal+1500ml udara suplementer dan
1500ml udara koplementer.Jumlah udara pernapasan 3500ml inilah yang disebut kapasitas vital paru-paru.Kapasitas
vital seseorang tidak sama, ada yang mencapai 4000 ml karena dapat menambah udara cadangan ekspirasi
hingga 2000 ml tergantung dari kondisi tubuh dan latihan pernapasan
Kapsitas pital paru-paru ditambah udara residu disebut kapasitas total. Alat untuk mengukur kapasitas paru-paru
disebut spiro meter. Kapsitas pital seorang lelaki sehat sekitar 3,5 liter jenis penyakit tertentu seperti gangguan
jantung, TBC, dan penomia dapat menurunkan vital paru-paru.

2.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FREKUENSI PERNAPASAN


Proses inspirasi dan ekresi berlangsung sebanyak 15-18 kali setiap menit tetapi frekuensi ini pada setiap orang
berbeda beda, karena dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:

2.1 Umur
untuk mengetahui pengaruh umur terhadap frekuensi kita dapat membandingkan pernapasan antara orang tua
dengan anak-anak. Anak-anak frekuensi pernapasannya yang lebih banyak karena anak-anak masih dalam usia
pertumbuhan sehingga memerlukan banyak energy oleh sebab itu kebutuhannya akan oksigen juga lebih banyak
dari pada orang tua
2.2 Jenis kelamin
Frekuensi pernapasan laki-laki lebih cepat dari pada perempuan karena laki-laki membutuhkan banyak energi untuk
beraktifitas, berarti semakin banyak pula oksigen yang diambil dari udara hal ini terjadi karna lelaki umumnya
beraktifitas lebih banyak dari pada perempouan
2.3 Suhu tubuh
Kebutuhan energi dengan suhu tubuh berbanding lurus. Artinya semakin tinggi suhu tubuh maka kebutuhan energy
semakin banyak pula sehiingga kebutuhan oksigen semakin banyak.
2.4 Posisi tubuh
Posisi tubuh seseorang akan berpengaruh terhadap kebutuhan energinya orang yang berdiri lebih banyak frekuensi
pengambilan oksigen karena otot yang berkontraksi lebih banyak sehingga memerlukan energi yang lebih banyak
pula
2.5 Kegiatan tubuh
Orang yang melakukakan aktifitas kerja membutuhkan energy berarti semakin berat kerja nya maka semakin banyak
kebutuhan energinya sehingga frekuensi pernapasannya semakin cepat.

C. Alat dan Bahan

Botol bervolume 1.5 liter

Selang plastic

Timbangan badan

Gelas ukur

Toples bening ukuran sedang

D. Cara kerja
1.

Letakan botol bervolume 1.5 liter dan isilah dengan air secara bertahap hingga penuh, sambil dipasang skala ukur

2.

Baliklah botol berskala yang telah penuh air tersebut pada toples yang sudang di isi air sambil dipasang selang

3.

Hembuskan napas sekuat-kuatnya lewat mulut kedalam botol melalui selang

4.

Amati beberapa volume air yang turun (volume air yang turun berarti kapasitas udara pernapasan kita).

5.

Timbanglah berat badan siswa yang menghembuskan nafas tersebut

6.

Bandingkan dengan teman-teman yang memiliki berat badan berbeda

7.

Catatlah hasil pengamatan dalam tabel

8.

Kemudian lakukan pengukuran kapasitas paru-paru setelah berlari-lari di tempat

E. Hasil pengamatan
Tabel pengamatan

N
o

Nama

Berat badan dan


umur

Sebelum lari

Sesudah lari

Kapasitas
pernapasan

Kapasitas
pernapasan

Aldi sanjaya

56kg dan 16thn

1500cc

1500cc

Asep Saepul M

73kg dan 17thn

1500cc

1500cc

Chandra
Riswanto

57kg dan 17thn

1500cc

1500cc

Ilham Maulana

55kg dan 16thn

1500cc

1500cc

Muhammad
Resha

42kg dan 17thn

1000cc

1500cc

Lutfi Rizkii S

52kg dan 17thn

1500cc

1500cc

Rafii Abdul R

42kg dan 17thn

800cc

1500cc

Saepul Malik

55kg dan 17thn

1500cc

1500cc

Sucipto Rizki

47kg dan 17thn

1000cc

1500cc

1
0

M. Teten Z

56kg dan 17thn

1200cc

1500cc

Rata-rata

1300cc

1500cc

Rata-rata siswa berat badan < 50

933.3cc

1500cc

Rata-rata siswa berat badan > 50

1457.14cc

1500cc

F. Analisis
Dari tabel di atas kapasitas pernapasan siswa yang berat badanya lebih rendah kapasitas paruparunya
juga lebih rendah dengan rata-rata kapasitas pernapasanya 933.3cc dan yang berat badanya lebih tinggi
kapasitasnya juga lebih tinggi 1457.14cc, juga kapasitas paru-paru sebelum beraktifitas lebih rendah dengan ratarata 1300cc dibangkan dengan sesudah beraktifitas dengan rata-rata 1500cc

G. Kesimpulan
Jadi banyak sedikitnya kapasitas pernapasan paru-paru tergantung oleh beberapa factor, diantaranya
adalah :
1. Berat badan, semakin berat, semakin banyak pula udara yang dihisap maupun dikeluarkan. Otomatis semakin
banyak udara yang tertampung.
2. Umur, semakin banyak umur semakin kuat dalam menampung udara, tetapi masih ditentukan lagi oleh berat
badan.
3. Aktifitas, kita akan menghirup ydara lebih banyak jika kita melakukan suatu aktifitas, misalnya lari, karena dengan
berlari kita membutuhkan banyak oksigen yang kita hisap.
4. Kesehatan tubuh, factor kesehatan juga berperan penting dalam kapasitas. Jika kita misalnya sudah pernah
terkena penyakit paru-paru tentunya kapasitas udara di paru-paru juga berkurang

http://saepulmalik27.blogspot.com/2012/05/lapoaran-pratikum-biologi-kapasitas.html

http://www.academia.edu/9358148/Sistem_Respirasi.. Ivatur rahmah. Alahdululah.