Anda di halaman 1dari 10

BAB 1

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sekarang ini kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sudah
sangat maju dan berkembang pesat, begitu juga dengan dunia industri di Indonesia
turut serta merasakan manfaat dari hasil kemajuan teknologi di era globalisasi ini.
Dunia industri menghadapi persaingan yang cukup ketat, sehingga tuntutan
peningkatan kuantitas dan kualitas produksi harus diiringi adanya pemanfaatan
sumber daya produksi secara efisien. Sebagai konsekuensinya, kalangan industri kini
lebih menekankan peranan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). (Anonim, 2008).
K3 menjadi salah satu bagian penting dalam industrialisasi dewasa ini. Efisiensi
biaya dan peningkatan keuntungan semakin diperhatikan seiring dengan penekanan
resiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Terjadinya kecelakaan industri
menyebabkan terhambatnya produksi yang akan berdampak pada penurunan
produksi serta kerugian perbaikan maupun pengobatan. Oleh karena itu K3 harus
dikelola sebagaimana pengelolaan produksi dan keuangan serta fungsi penting
perusahaan yang lainnya. Salah satu jenis kecelakaan yang sering dijumpai dan
menimbulkan kerugian yang sangat besar adalah kebakaran (Disnaker, 2008).
Kebakaran adalah terjadinya api yang tidak dikehendaki. Bagi tenaga kerja,
kebakaran perusahaan dapat merupakan penderitaan dan malapetaka khususnya
terhadap mereka yang tertimpa kecelakaan dan dapat berakibat cacat fisik, trauma,
bahkan kehilangan nyawa. Kebakaran juga menimbulkan banyak kerugian, seperti
rusaknya dokumen, musnahnya properti serta terhentinya proses produksi.
Kebakaran merupakan salah satu kecelakaan yang paling sering terjadi. Selain
menimbulkan korban jiwa dan kerugian material, kebakaran juga dapat merusak
lingkungan serta gangguan kesehatan yang diakibatkan dari asap kebakaran tersebut
(Sumamur, 1989).

xii

Untuk meminimalisasi terjadinya kebakaran maka perlu penerapan


Keselamatan

dan

penanggulangan

Kesehatan
kecelakaan

Kerja

sebagai

termasuk

upaya

kebakaran.

pencegahan
Pencegahan

dan
dan

penanggulangan kebakaran adalah semua tindakan yang berhubungan dengan


pencegahan, pengamatan dan pemadaman kebakaran dan meliputi perlindungan
jiwa dan keselamatan manusia serta perlindungan harta kekayaan (Sumamur,
1989). Salah satu cara sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan
kebakaran adalah dengan menyediakan instalasi APAR dan hydrant. APAR
merupakan salah satu alat pemadam kebakaranyang sangat efektif untuk
memadamkan api yang masuh kecil untuk mencegah semakin besarnya api
tersebut (Gempur Santoso, 2004). Untuk mempermudah penggunaan dan
menjaga kualitas APAR tersebut perlu dilakukan pemasangan dan pemeliharaan
yang sesuai dengan Undang-Undang tentang syarat-syarat Pemasangan dan
Pemeliharaan APAR. Sedangkan hydrant adalah suatu system pemadam
kebakaran tetap yang menggunakan media pemadam air bertekanan, yang
dialirkan melalui pipa-pipa dan slang kebakaran (Depnaker, 1995).

B. TUJUAN
Tujuan makalah ini secara khusus bertujuan untuk :
1. Melatih Mahasiswa dalam menyusun Makalah, membuat tulisan ataupun
membuat laporan laporan mengenai mata kuliah yang lain.
2. Mehami mengenai materi yang terdapat pada Makalah ini secara tidak
langsung
3. Memenuhi tugas Matakuliah terstruktur oleh Dosen pengampu.
C. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan Alat Pemadam Api Ringan ?
2. Apa fungsi Alat Pemadam Api Ringan ?

3. Apa saja komponen komponen Alat Pemadam Api Ringan ?


4. Bagaimana cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN ALAT PEMADAM API RINGAN | APAR
APAR Adalah Suatu alat berupa tabung yang diisi dengan media yang dapat
mengatasi serta memadam kebakaran pada awal terjadinya api.
B. SPARE PARTS APAR
1. TABUNG (TUBE)
Tabung (Tube) yang kami pakai terbuat dari bahan
berkualitas tinggi baja paduan. mereka banyak
diterapkan

dalam

kimia,

metalurgi,

mekanik.

Sehingga tahan terhadap bahan kimia serta tahan


terhadap tekanan yang terukur. Tabung berbentuk
seamless yaitu tabung yang dibuat tanpa adanya las.

2. VALVE

Spare part yang berfungsi untuk menutup dan membuka aliran media (Isi)
yang berada di dalam tabung.

3. HANDLE

Spare part yang berfungsi sebagai pegangan untuk menekan serta membantu
valve dalam melakukan fungsinya.
4. PRESSURE

Spare part yang berfungsi untuk menunjukkan tekanan N2 dalam tabung.


5. HOSE

Spare part yang berfungsi sebagai selang penghantar media.


6. NOZZLE

Spare part yang berfungsi sebagai pegangan untuk mengarahkan media pada
sumber api.
7. SABUK TABUNG
Spare part yang berfungsi sebagai dudukan selang pada tabung.
8. PIN PENGAMAN

Spare part yang berfungsi sebagai pengaman tabung.


9. BRACKET/ HANGER
Spare part yang berfungsi sebagai gantungan APAR.
C. MEDIA ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR)
1. Dry Chemical Powder
Dry Chemical powder merupakan kombinasi dari fosfat Mono-amonium
dan ammonium sulphate. Yang fungsinya adalah bahwa hal itu mengganggu
reaksi kimia yang terjadi pada zona pembakaran, sehingga api berhenti. Dry
Chemical powder juga memiliki titik lebur yang rendah dan pada partikel yang
sangat kering serta membengkak untuk membentuk penghalang yang hingga
oksigen tidak dapat masuk sehingga dapat menutup area api, akhirnya api tidak
akan menyala dikarenakan pijakan api ditutupi oleh Dry Chemical powder.
Fungsi :
1. Merupakan media pemadam api serbaguna, aman dan luas pemakaiannya
karena dapat mematikan api kelas A, B, dan C.
2. Dapat menahan radiasi panas dengan kabut partikelnya.
3. Tidak menghantarkan listrik (Non Konduktif).
4. Serbuk kimia kering tidak beracun (Non Toxic).
5. Carbon Dioxide (Co2)
5

6. Senyawa kimia yang terbentuk dari 1 atom karbon dan 2 atom oksigen, yang
dapat
7. dihasilkan baik dari kegiatan alamiah maupun kegiatan manusia.
8. Dapat digunakan memadamkan kebakaran kelas B dan C karena
merupakan bahan gas, Co2 tidak merusak, dengan daya guna yang efektif
dan bersih.
9. Sangat efektif digunakan dalam ruangan tertutup/ In Door.
10. Dapat menyerap panas sekaligus mendinginkan.
11. Konstruksi tabung sangat kuat dan berat karena dirancang khusus untuk
menahan tekanan tinggi dan dilengkapi dengan selang yang panjang
dengan nozzle yang berbentuk corong.

3. Foam AFFF (Aqueous Film Forming Foam)


Foam AFFF adalah berbasis air dan sering mengandung surfaktan berbasis
hidrokarbon

seperti

sulfat

sodium

sepertifluorotelomers,

asam

perfluorooctanoic

perfluorooctanesulfonic(PFOS).

Mereka

alkyl,

dan

fluoro

(PFOA),

memiliki

surfactant
atau

asam

kemampuan

untuk

menyebar di permukaan cairan berbasis hidrokarbon. Alcohol-resistant


aqueous film forming foams (AR-AFFF) adalah busa yang tahan terhadap
reaksi dari alkohol, dapat membentuk lapisan pelindung ketika disemprotkan.
1.

Dapat digunakan untuk memadamkan api kelas A namun sangat cocok bila
digunakan untuk kelas B.

2.

Bersifat Kondukstif (Penghantar Listrik). Tidak dapat dipakai untuk


memadamkan api kelas C.
3. Foam bersifat ringan, efektif untuk memadamkan zat cair yang mudah
terbakar dengan cara mengisolasi oksigen dan menutupi permukaan zat
cair untuk menghindari api yang dapat menjalar kembali.

4. Client Agent/ Gas (Pengganti Hallon) / HCFC 141B


HCFC-141b is a hydrochlorofluorocarbon (HCFC). Merupakan senyawa dari
1,1-dichloro-1-fluoroethane dan Chemical Abstracts.
1. Merupakan pemadam api yang bersih dan tidak meninggalkan residu.
2. Sangat efektif untuk semua resiko kebakaran kelas A, B dan C.
3. Tidak menghantarkan listrik (Non Konduktif), sehingga tidak akan
menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik dan alat perkantoran
modern lainnya.
4. CARA MENGGUNAKAN TABUNG PEMADAM API
5. Walaupun berbeda bentuk dan ukuran, namun berbagai merk Alat Pemadam
Api Ringan umumnya memiliki cara kerja yang hampir sama :
6. Di dalam bahasa inggris terdapat singkatan untuk memudahkan kita
mengingat cara menggunakan alat pemadam api ringan, yaitu :
P.A.S.S
a. Pull atau Tarik Pin hingga segel putus atau terlepas.
b. Pin berada diatas Tabung A.P.A.R (Alat Pemadam Api), Pin juga
berfungsi sebagai pengaman, handle atau pegangan dari penekanan Alat
Pemadam Api yang tidak disengaja.
c. Arahkan nozzle/Aim atau ujung hose Alat Pemadam Api yang kita
pegang ke arah pusat api.
d. Squeeze

atau

Tekan

handle

atau

Pegangan

Untuk

mengeluarkan/menyemprotkan isi tabung. Pada beberapa merk handle


penyemprot terletak Dibagian ujung hose.
e. Sapukan nozzle/Sweep yang kita pegang ke arah Kiri dan Kanan api,
agar media yang disemprotkan merata mengenai api yang sedang
terbakar
f. Perlu diingat setiap jenis alat pemadam api ringan memiliki kemampuan
jangkauan yang berbeda, disamping itu perhatikan arah angin sebelum kita

mulai menyemprotkan isi tabung pemadam api ringan. Jangan sampai posisi
kita berdiri berlawanan dengan arah angin, karena akan mebahayakan diri kita
sendiri. Sebaiknya kita berdiri diposisi membelakangi arah angin selain untuk
menghindari tiupan hawa panas juga menghindarkan kita dari media yg kita
semprotkan kembali kearah kita.
Cara pemilihan alat pemadam api ringan (apar)
1. Sebaiknya memilih APAR yang memiliki penunjuk pressure tekanan
dalam tabung, sehingga dapat dilihat masih fungsi atau tidaknya tabung
pemadam api tersebut.
2. Memilih tabung seamless (Tanpa Las), sehingga mengurangi bahaya
kebocoran pada tabung pemadam api.
3. Telah diuji kelayakannya oleh Dinas PMK Laboratories.
4. Sebaiknya memilih atau membeli tabung pemadam api yang
bergaransi.
Cara penempatan alat pemadam api ringan (apar)
1. Mudah terlihat, tidak terhalang oleh benda apapun.
2. Mudah dijangkau. Penempatan apar jangan terlalu tinggi, tidak
melebihi standar PMK yaitu 120 cm.
Cara perawatan alat pemadam api ringan (apar)
1. Dilakukan pengecekan berkala per-6 bulan.
2. Untuk menghindari pembekuan media pada tabung pemadam api, harap
dilakukan 1 kali pembolak-balikan tabung per-bulan.
3. Dilakukan pengecekan tekanan dalam tabung dengan mengecek
pressure/indikator yang berada pada tabung pemadam api.
4. Dilakukan pengecekan selang pada tabung pemadam api.
5. Dilakukan pembersihan tabung untuk menghindari karat dan korosi.

HYDRANT
Hydrant

adalah

sebuah

alat

perlindungan api aktif yang disediakan di


sebagian wilayah perkotaan, pinggiran kota,
dan perdesaan yang memiliki ketersediaan
(pasokan)

air

yang

cukup

yang

memungkinkan petugas pemadam kebakaran


untuk menggunakan pasokan air tersebut
untuk membantu memadamkan kebakaran.
Hydrant merupakan koneksi

yang

berupa alat yang terdapat di atas tanah yang


menyediakan akses pasokan air untuk tujuan pemadaman kebakaran. Air yang
digunakan untuk hydrant ini dapat bertekanan, seperti dalam kasus dimana hdran
tersambung dengan pompa dalam menghasilkan tekanan, atau unpressurized(tidak
bertekanan) dimana hydrant tersambung secara langsung ke sumber air seperti
kolam atau tangki air dengan menggunakan pompa tersendiri.
Tiap hydrant memiliki satu atau lebih penghubung (connector) selang
kebakaran. Jika suplai air bertekanan, maka hydrant juga dilengkapi dengan satu
atau lebih katup untuk mengatur aliran air. Dalam rangka menyediakan air yang
cukup untuk pemadaman kebakaran, hydrant dianjurkan untuk dapat memberikan
debit air minimum 250 galon per menit (945 liter per menit).
Kebutuhan akan hydrant yang semakin tinggi diiringi dengan munculnya
sistem air bawah tanah. Sebelumnya,air diperoleh dari sumur terdekat atau kolam
yang mudah di akses. Hal ini mempersulit dalam proses pemadaman kebakaran
karena akses terhadap suplai air yang kemungkinan sulit didapat di sekitar lokasi
kebakaran.

10