Anda di halaman 1dari 14

LABORATORIUM PENGENDALIAN KOROSI

SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2015/2016

PRAKTIKUM PENGENDALIAN KOROSI


MODUL

: Proteksi Katodik I

PEMBIMBING

: Ir. Nurcahyo, MT

Praktikum : 20 Oktober 2015


Penyerahan: 04 November 2015
(Laporan)

Oleh :
Kelompok

: VI

Nama

: 1. Shafira Damayanti
2. Sidna Kosim Amrulah

131411051
131411052

3. Tasya Diah Rachmadiani 131411053


Kelas

: 3B

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Korosi atau karat pada suatu logam terutama besi, merupakan fenomena alam yang

biasa terjadi disekitar kita. Korosi merupakan gangguan yang sangat mengganggu dan
sulit untuk dihindari. Banyak cara untuk menghindari gangguan korosi ini, salah satunya
dengan sistem proteksi katodik.
Proteksi katodik merupakan suatu cara perlindungan korosi secara elektrokimia
dimana reaksi oksidasi pada sel galvanik dikonsentrasikan pada anoda dan
menghilangkan korosi pada katoda. Proteksi katodik menjadi penting dalam perlindungan
korosi khususnya material yang terkubur di dalam tanah atau material yang ada di
lingkungan laut yang korosif. Proteksi katodik diberikan pada material yang terkubur
yang telah diproteksi dengan coating dan untuk mencegah kebocoran coating dilakukan
proteksi katodik.
1.2 Tujuan Percobaan
a. Menjelaskan prinsip proteksi katodik dengan system anoda korban dan sistem arus
paksa.
b. Memahami penggunaan diagram Pourbaix
c. Melindungi logam dari serangan korosi.

BAB II
LANDASAN TEORI
2

Proteksi katodik merupakan suatu cara perlindungan korosi secara elektrokimia


dimana reaksi oksidasi pada sel galvanic dikonsentrasikan pada anoda dan menghilangkan
korosi pada katoda. Struktur yang akan dilindungi secara listrik dibuat negatif sehingga
bertindak sebagai katoda. Elektroda yang secara listrik dibuat positif dan bertindak sebagai
anoda hingga tercipta suatu rangkaian arus listrik searah tertutup sebagaimana halnya
sepotong logam terkorosi. System ini membutuhkan anoda, katoda, aliran listrik diantara
keduanya dan adanya elektrolit.
Proteksi katodik diterapkan dengan dua cara, yaitu :
1. Cara arus tanding (Impressed Current)
Keuntungan :

Jika tersedia cukup tegangan listrik maka arus proteksi dapat ditingkatkan sesuai yang
diinginkan, selama anoda tetap berfungsi.

Tegangan tidak perlu besar walaupun ada kehilangan karena tahanan, karena hal ini
dapat diatur dengan meningkatkan arus.

Kerugian :

Membutuhkan pembangkit arus DC yang tersedia cukup besar dan kontinyu.

Harus selalu memperhatikan arah arus yang diberikan.

Membutuhkan pengawasan tenaga ahli.

Anodanya harus tersekat dan tahan air jika pencelupannya memungkinkan terjadinya
korosi pada bagian sekatnya.

System arus tanding dengan anoda dari logam-logam inert harus ada pelindung arus.

2. Cara anoda korban (Sacrificial Anode)


Keuntungan :
Dapat digunakan walaupun tidak ada sumber listrik dari luar.
Tidak mengeluarkan tambahan biaya untuk pemakaian alat-alat listrik.
Sangat mudah pengawasannya sehingga tidak dibutuhkan orang yang benar-benar ahli.
Arus tidak mungkin mengalir pada arah yang salah sehingga proteksi benar-benar terjadi.
Pemasangan anoda korban sederhana.
Kerugian :
Arus yang tersedia bergantung pada luasan anoda, tentunya bersifat lebih konsumtif bila
struktur yang diproteksi sangat besar.
Biaya operasi relative mahal.
3

Penghubung anoda yang digunakan harus cukup besar, untuk mengurangi kehilangan energy
akibat tahanan.
Proteksi Katodik Dengan Cara Anoda Korban
Anoda korban yang sering digunakan adalah logam paduan Mg, paduan Al dan
paduan Zn. Kadang-kadang dapat memanfaatkan anoda besi untuk melindungi baja tahan
karat di dalam air laut, tetapi kurang umum digunakan.
Pemakaian anoda Mg sangat sesuai untuk lingkungan yang mempunyai resistivitas
tinggi (misal tanah, lumpur, pasir). Untuk lingkungan ini diperlukan anoda yang mempunyai
nilai keluaran arus per satuan berat anoda tinggi dan potensial elektrodanya sangat negative.
Pemakaian anoda Al banyak digunakan di lingkungan air laut dan harganya relative murah
dibandingkan anoda yang lain. Anoda Zn merupakan anoda korban yang aling banyak di
lingkungan laut dan mempunyai efisiensi yang tinggi.
Anoda

Resistivitas Lingkungan (Ohm/cm)

Aluminium (Al)

< 150

Seng (Zn)

150-500

Magnesium (Mg)

>500

Beberapa kriteria dalam proteksi katodik menggunakan anoda korban adalah :

Potensial negatif (katoda) sekurang-kurangnya -0,800 volt diukur antara permukaan


struktur dengan elektroda Ag/AgCl yang dihubungkan di dalam air laut.

Minimum negatif penyimpangan potensial katoda 0,3 volt yang dihasilkan dari arus
proteksi.

Minimum negatif penyimpangan potensial katoda 0,1 volt dengan adanya gangguan arus
dan pengukuran perubahan potensial.

Anoda harus menyediakan arus yang konstan.

Efisiensi anoda harus tinggi.

Sifat Anoda

Mg

Zn

Al

Massa jenis (kg/dm3)

1,7

7,5

2,7
4

Potensial (volt/SHE)
Tegangan Dorong (SHE)
Kapasitas (AH/kg)
Efisiensi (%)

1-1,7

1,05

1,10

0,6-0,8

0,25

0,25

1200

780

7500

50

95

95

BAB III
METODOLOGI
3.1 Alat dan Bahan yang digunakan

Ractifier/ adaptor
Pipa besi (Fe) yang tertanam di dalam tanah
Anoda korban aluminium (Al)
Anoda korban magnesium (Mg)
Half cell berisi cairan CuSO4
Jumper
Testbox untuk Anoda Korban dan Arus paksa
Avometer
Jembatan dan konstruksinya
Elektroda CuSO4

3.2 Langkah Kerja


3.1.1.
Anoda Korban (Sacrifice Anode)

kabelpada
yangpipa
terdapat
elektroda
pada
an tube merah (anoda) dengan jumper. Hingga tersisaSambungkan
satu sambungan
untukpada
mengecek
potensia

BAB IV
DATA PENGAMATAN DAN PENGOLAHAN DATA
4.1 Data Pengamatan
6

1) Anoda Korban
Tabel 4.1.1 Nilai Potensial pada Metode Anoda Korban di setiap Testbox
Potensial Pipa
(V/CSE)

Potensial
Anoda
(V/CSE)

Potensial
Terproteki
(V/CSE)

Testbox 1

-0.1384

-0.1518

-0.1388

Testbox 2

-0.2034

-0.1735

-0.1187

Testbox 3

-0.2078

-0.1616

-0.1484

2) Impress Current
Tabel 4.1.2 Nilai Potensial pada Metode Impressed Current di setiap Testbox
Potensial Pipa
(V/CSE)
Testbox 1

-0.1813

Testbox 2

-0.945

Testbox 3

-0.0395

3) Insulation Joint
Tabel 4.1.3 Nilai Potensial di setiap Insulation
Bawah
(V/CSE)

Atas
(V/CSE)

Insulation 1

-0.772

-0.779

Insulation 2

0.623

0.743

Insulation 3

0.156

0.620

4) Jembatan Perpipaan
Tabel 4.1.4 Nilai Potensial di Jembatan dan Pipa
Potensial (V/CSE)
Jembatan

Pipa

Ujung kanan

-0.310

-0.724

Ujung kiri

-0.375

-0.719

4.2 Pengolahan Data


1) Metode Sacrificial Anode

Grafik Potensial pada Metode Sacrificial Anode

Pipa
Anoda
Terproteksi

Grafik 4.2.1 Nilai Potensial pada Metode Anoda Korban di Setiap Testbox
2) Metode Impressed Current

Grafik Potensial pada Metode Impressed Current

potensial

Grafik 4.2.2 Nilai Potensial pada Metode Impressed Current di Setiap Testbox

3) Insulation Joint

Grafik Potensial pada Insulation Joint

atas
Bawah

Grafik 4.2.3 Nilai Potensial di Setiap Insulation


4) Jembatan Pipa

Grafik Potensial pada Jembatan Perpipaan

Jembatan
Pipa

4.2.4 Nilai pada Jembatan dan Pipa Potensial

10

BAB V
PEMBAHASAN
Salah satu usaha untuk memperlambat laju korosi suatu logam adalah dengan cara
proteksi katodik. Proteksi katodik dilakukan dengan membanjiri permukaan logam menjadi
penuh dengan elektron sehingga tak ada ruang kosong lagi bagi electron. Sumber electron
untuk membanjiri logam didapatkan dari metode anoda korban yaitu dari logam yang
memiliki potensial lebih negative dari logam yang dilindungi, atau dengan metode impressed
current yaitu dengan membanjiri electron dari sumber arus negative listrik searah.
Anoda Korban
Pada prinsip proteksi katodik dengan anoda korban, logam akan disambungkan
dengan pipa menggunakan konduktor yang dapat mengalirkan elektron dari anoda ke
katoda. Logam yang menjadi anoda akan mengalami reaksi oksida dan melepaskan
elektron, elektron yang terlepas akan mengalir melalui kawat dan akan memenuhi
permukaan logam. Hal ini akan menyebabkan pipa bersifat lebih katodik namun tidak bisa
melepaskan elektronnya karena elektron dari anodatelah memenuhi permukaan logam.
Hal ini juga akan menyebabkan potensial logam turun dan menurut digram pourbaix
ketika potensial logam turun pada titik tertentu logam akan berada pada kondisi imun
diman logam tidak akan mengalami korosi.
Pipa besi yang tertanam dalam tanah memiliki potensial yang lebih besar dari 0,758V/CSE sehingga pipa akan rawan terjadi korosi. Pada praktikum ini, anoda korban
yang digunakan adalah Mg dengan elektrolit, Mg tanpa elektrolit dan Zn yang
pemasangannya salah dengan nilai potensial masing-masing 1,141 V/CSE, - 1,499
V/CSE dan -0,390 V/CSE. Potensial anodik pada Mg tanpa elektrolit lebih negatif
dibandingkan dengan Mg dengan elektrolit, hal ini dapat disebabkan elektrolit yang
menyelubungi logam Mg mengakibatkan potensial Mg meningkat karena mengurangi
elektron yang keluar dari logam Mg.
Sistem proteksi katodik yang sudah berjalan adalah ketika nilai pipa terproteksi lebih
kecil dari nilai potensial logam itu sendiri. Dari hasil percobaan, pipayang disambungkan
dengan Mg dan Mg dengan elektrolit telah terproteksi sementara pada pipa yang
disambungkan dengan Zn yang salah pemasangan, proses proteksi tidak berjalan karena
nilai potensial pipa terproteksi lebih besar dari nilai potensial logam itu sendiri, hal ini
mengindikasikan kesalahan pemasangan pada sambungan kabel.
Impressed Current

11

Jika pada proteksi katodik anoda korban, elektron berasal dari proses oksidasi logam
yang menjadi anoda, pada proteksi katodik impressed current, elektron berasal dari arus
negatif searah yang berasal dari sumber listrik. Sumber listrik yang merupakan sumber
listrik bolak-balik (AC) diubah oleh adapter/rectifier menjadi arus searah (DC), arus
negatif searah akan dialirkan pada pipa menggunakan kawat/kabel sehingga elektron yang
dihasilkan akan membanjiri pipa. Pipa yang terbanjiri elektron akan menjadi lebih katodik
dan elektron-elektron tersebut akan menahan pipa untuk melakukan reaksi reduksi
sehingga laju korosi dapat diperlambat.
Insulation Joint
Pipa yang telah diproteksi dengan sistem anoda karbon atau impressed current akan
selalu terlindungi selama logam yang mejadi anoda masih ada atau arus masih dijalankan,
pada praktikum kali ini akan diperlihatkan pengaruh insulation joint untuk menghilangkan
pengaruh proteksi katodik pada pipa yang menonjol di atas tanah. Pipa ini dipasang
menonjol keluar dimaksudkan untuk mempermudah pengukuran kondisi fluida dalam
pipa. Jika pipa masih terpengaruhi oleh elektron dari logam anoda atau arus listrik maka
hal tersebut akan mengacaukan proses pemeriksaan.
Bahan insulation joint yang digunakan biasanya berupa insulation flange yang terbuat
dari karet atau bahan isolator lainnya. Pada perpipaan yang diukur pada praktikum kali ini,
tidak digunakan insulation flange melainkan digunakan cat akrilik yang tebal sehingga
diharapkan dapat menjadi bahan isolator yang baik.
Hasil percobaan menunjukkan kinerja insulation ini sudah cukup baik, pada insulation
pertama, potensial telah disisihkan lumayan besar sehingga potensial diatas insulation joint
lebih besar dibanding dibawahnya. Pada insulation kedua seharusnya bagian bawah
insulation joint memiliki nilai potensial yang lebih rendah, dibandingkan bagian atasnya
karena bagian atas insulation joint seharusnya sudah terputus dengan arus dari proteksi
katodik, dan pipa kontak langsung dengan udara. Tetapi dari hasil praktikum yang
didapatkan adalah sebaliknya. Hal tersebut dapat terjadi kemungkinan karena pipa
dibagian bawah insulation joint telah mengalami proses korosi sehingga meningkatkan
nilai potensialnya.
Jembatan Pipa
Jembatan pipa merupakan suatu instalasi perpipaan dimana pipa yang menonjol
keluar tanah harus disangga/ditahan agar tidak bengkok. Bahan yang biasa digunakan
adalah besi atau bahan dengan istilah i-beam. Menempelnya pipa dengan penyangga (ibeam) akan menyebabkan kebocoran arus dan perbedaan potensial antara pipa dengan ibeam. Perbedaan potensial ini akan memicu terjadinnya korosi pada pipa sehingga pada
12

pengukuran potensial pipa ini akan dibandingkan nilai potensial logam sebelum dan
sesudah ditempel dengan i-beam.
Dari hasil yang didapatkan, penempelan piap dengan i-beam menyebabkan potensial
pipa meningkat. Meskipun pada pipa dibagian kanan mengalami penurunan, namun
sebagian besar nilai potensialnya meningkat. Peningkatan potensial ini harusdiwaspadai
karena akan menyebabkan pipa mudah mengalami reaksi reduksi sehingga menyebabkan
terjadinya korosi. Kebocoran arus/elektron ini dapat ditanggulangi dengan penambahan
isolator antara pipa dengan i-beam.

13

BAB VI
SIMPULAN
1) Prinsip pencegahan korosi dengan metode proteksi katodik sistem anoda karbon atau
impressed current yaitu dengan memenuhi permukaan pipa dengan elektron yang
dihasilkan dari proses oksidasi anoda logam atau dari arus negatif listrik, sehingga
laju korosi pipa akan menurun karena pipa tidak bisa mengeluarkan elektronnya.
2) Pemasangan pipa dengan logam anoda atau arus listrik akan menurunkan potensial
dari logam. Berdasarkan diagram porbaix, logam dengan potensial rendah akan
berada pada kondisi imun nya dimana proses korosi akan berlangsung lambat.
3) Untuk keperluan pengukuran kondisi fluida dan keselamatan dari piap itu sendiri
insulation joint dan jembatan perpipaan juga diperlukan dengan mempertimbangkan
aspek korosi yang akan dialamipia yang lengsung berinteraksi dengan lingkungan
tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Nurcahyo, Modul Praktikum Sacrificed Anode, Impressed Current, Insulation Joint, dan
Jembatan Perpipaan. Departemen Teknik Kimia.Politeknik Negeri Bandung.

14