Anda di halaman 1dari 4

BAB 7

CIRI-CIRI GURU
PROFESIONAL

Guru atau Pendidik menurut Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19/2005


tentang Standar Nasional Pendidikan menetapkan bahwa Pendidik harus
memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran,
sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan
pendidikan nasional (Pasal 28). Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud di
atas adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang
pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang
relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar
dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi: Kompetensi
pedagogik; Kompetensi kepribadian; Kompetensi profesional; dan Kompetensi
sosial.
Kualifikasi pendidik untuk anak usia dini, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA
minimum berijazah D-IV atau sajana (S1) sedangkan untuk pendidik pada
pendidikan tinggi memiliki kualifikasi pendidikan minimum: (a) lulusan diploma
empat (D-IV) atau sarjana (S1) untuk program diploma; (b) lulusan program
magister (S2) untuk program sarjana (S1); dan (c) lulusan program doktor (S3)
untuk program magister (S2) dan program doktor (S3).
Ciri-ciri pendidik atau guru profesional di atas, sejalan dengan pendapat
Arends (1997). Arends berpendapat bahwa seorang guru/dosen yang berhasil
(efektif) memiliki beberapa ciri, yaitu (a) memiliki kepribadian sedemikian rupa
sehingga memungkin dia menjalin hubungan yang tulus dengan siswa atau
mahasiswanya, (b) menguasai dan memiliki wawasan yang luas tentang
substansi keilmuwan yang diajarkan; (c) menguasai dan mampu menerapkan
beberapa strategi pembelajaran yang inovatif, dan (d) bersifat reflektif. Sumber
lain berpendapat bahwa untuk menjadi pendidik yang baik, terdapat delapan
komponen, yaitu: (a) mampu belajar secara mendiri dan mengatur dirinya
sendiri, (b) menerapkan hasil-hasil penelitian di bidang pendidikan di dalam

melaksanakan tugasnya, (c) selalu melakukan refleksi, belajar dari pengalaman


sehingga mampu melakukan pengembangan secara kontinyu; (d) mampu
membuat keputusan. Di samping 4 komponen yang sudah disebut terdapat 4
komponen lain yang akan mendukung pelaksanaan tugasnya, yaitu (a) memiliki
pengetahuan yang cukup tentang siswa dan pembelajaran, (b) memiliki
pengetahuan dan wawasan tentang pelajaran yang diajarkan serta sumber
belajar, (c)memiliki kemampuan berpikir kritis dan keterampilan memecahkan
masalah, dan (d) menguasai keterampilan mengajar dan komunikasi (Gambar

A. Kepribadian
Seorang guru hendaknya memiliki kepribadian mantap, dewasa, dan arif
serta bijaksana. Penjelasan tentang kepribadian yang demikian sulit
dideskripsikan, akan tampak jelas dalam perilaku dan pembawaan seharihari. Seorang guru dituntut mampu berinteraksi dengan atasan, sejawat
maupun dengan siswanya. Kepada atasan dapat menempatkan diri
sebagai bawahan, kepada sejawat mampu duduk sama rendah dan
berdiri sama tinggi serta memiliki kontribusi dan memberi semangat
kepada sejawat. Hubungan dengan siswa, dia mampu menempatkan diri
sebagai pengayom, sebagai bapak sekaligus sebagai teman yang mampu
memberi solusi dan jalan keluar, berkata dengan jujur, tulus, namun selalu
tetap tegas.
Ungkapan tentang ciri kepribadian guru ini tercermin dalam Ing Ngarso
Sun Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani. Di daam
perilaku sehari-hari guru mampu menjadi contoh, memberi motivasi dan
semangat serta melakukan scaffolding dan bimbingan.
B. Menguasai dan memiliki wawasan yang luas tentang substansi
keilmuwan yang diajarkan; Ciri ini merupakan ciri kompetensi
profesional seorang guru. Memang tidak ada orang yang sempurna
yang menguasai semua keahlian, namun seorang guru dituntut untuk
memahami, dan memiliki wawasan yang cukup luas dan mendalam
tentang bidang studi yang diajarkannya. Itulah sebabnya seorang guru
dituntut memiliki kualifikasi akademik S1/D4 bidang studi yang sesuai
dengan mata pelajaran yang diajarkanya.
C. Menguasai dan mampu menerapkan beberapa strategi pembelajaran
yang

inovatif.

Kompetensi
melaksanakan

Ciri

ini

pedagogik

merupakan
meliputi

pembelajaran

ciri

kompetensi

kemampuan

yang

inovatif

pedagogik.

merancang
serta

dan

kemampuan

merancang dan melaksanakan evaluasi. Untuk dapat merancang dan


melaksanakan pembelajaran yang inovatif, seorang guru harus
menguasai terlebih dahulu karakteristik pembelajaran inovatif tersebut.

D. Bersifat reflektif. Ciri terakhir guru efektif adalah bersifat reflektif, dia
selalu belajar dari pengalaman. Pengalaman dalam pembelajaran
yang dilaksanakan sehari-hari direkam, kemudian digunakan sebagai
masukan untuk memperbaiki pembelajaran berikutnya. Guru selalu
belajar dari pengalaman. Siklus belajar melalui pengalaman dapat
digambarkan sebagai berikut.
Penyusunan rencana
Pelaksanaan
Pembelajaran

Rencana Pembelajaran
Baru yang telah
direvisi

Pelaksanaan rencana
diikuti dengan
observasi

Refleksi dan Revisi


Rencana

Gambar Siklus Refleksi


Dengan

demikian

seorang

guru

yang

efektif

selalu

melakukan

pengembangan yang berkelanjutan (Continous improvement). Secara kreatif


guru yang bersangkutan menerapkan inovasi di dalam pembelajaran, kemudian
dia melakukan observasi dan pengamatan terhadap proses maupun dampaknya
terhadap siswa. Berdasarkan hasil pengamatan itu dia melakukan perbaikan
yang kemudian hasil perbaikan itu diimplementasikan dalam pembelajaran
berikutnya. Inilah sebenarnya hakikat dari penelitian tindakan kelas.