Anda di halaman 1dari 22

A.

Tujuan Dan Kegunaan Studi


Tujuan AMDAL adalah menduga kemungkinan terjadinya dampak dari suatu
rencana usaha/kegiatan

untuk mencapai tujuan penyusunan AMDAL harus

didasarkan atau sesuai dengan pedoman penyusunan studi AMDAL.


Hal-hal yang harus dilakukan dalam rangka mencapai tujuan studi AMDAL
adalah sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi semua rencana usaha dan kegiatan yang akan dlaksanakan.
2. Mengidentifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena
dampak besar dan penting.
3. Memprakirakan dan mengevaliasikan rencana usaha dan kegiatan usaha
terhadap lingkungan hidup.
4. Merumuskan RKL dan RPL.
Kegunaan dilaksanakan studi AMDAL adalah:
1. Sebagai bahan bagi perencanaan danpengelola usaha pembangunan
wilayah.
2. Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan
hidup.
3. Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan
lingkungan hidup.
4. Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari
suatu rencana usaha.
B. Rona Lingkungan Hidup
Sasaran utama dari AMDAL adalah untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup
atau untuk menjaga lingkungan hidup dari segala bentuk perusakan,pencemaran
atau merugikan kelestarian lingkungan hidup itu sendiri.
Rona lingkungan hidup pada umumnya sangat beraneka ragam dalam bentuk
ukuran tujuan sasaran dan sebagainya.karena kemungkinan timbulnya dampak
lingkungan hidup bebeda-beda sesuai dengan rona lingkungan yang ada.
Hal-hal yang perlu dicermati rona lingkunan hidup sebagai berikut:
1. Wilayah studi usaha dan/atau kegiatan yang memiliki arti ekonomi dan arti
ekologis.
2. Kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumber daya alam yang ada
diwilayah studi rencana usaha/kegiatan.
Fisik Kimia
Komponen fisik kimia yang penting untuk ditelaah di antaranya:
1. Iklim,kualitas udara,dan kebisingan
2. Fisiografi

3. Hidrologi
4. Hidrooseanografi
5. Ruang, lahan, dan tanah
Biologi
Komponen Biologi yang penting untuk ditelaah di antaranya:
1. Flora
2. Fauna
Sosial
Komponen Sosial yang penting untuk ditelaah di antaranya:
1. Demografi
2. Ekonomi
3. Budaya
4. Kesehatan masyarakat
C. Prakiraan Dampak Besar Dan Penting
Dampak besar dan penting dalam studi AMDAL menurut pedoman penyusunan
AMDAL hendaknya dimuat hal-hal sebagai berikut:
1. Prakiraan secara dampak usaha dan/ atau kegiatan pada saat prakontruksi
terhadap lingkungan hidup.
2. Penentuan arti penting perubahan lingkungan hidup yang diprakirakan bagi
masyarakat diwilayah studi rencana usaha dan/ atau kegiatan dengan
memacu pada pedoman penentuan dampak besar dan penting.
3. Dalam melakukan telaah butir 1 dan 2 tersebut diperhatikan dampak yang
bersifat langsung/ atau tidak langsung.
Mekanisme aliran dampak pada berbagai komponen lingkungan berikut:
a. Kegiatan yang menimbulkan dampak penting yang bersifat langsung pada
komponen sosial.
b. Kegiatan yang menimbulkan dampak penting yang bersifat langsung pada
komponen fisik kimia kemudian menimbulkan dampak komponen biologi
dan sosial.
c. Kegiatan yang menimbulkan dampak penting yang bersifat langsung pada
komponen biologi kemudian menimbulkan dampak lanjutan pada
komponen sosial.
d. Kegiatan yang menimbulkan dampak penting yang bersifat langsung pada
aspek fisik kimia dan dampak pada komponen sosial.
e. Dampak penting berlangsung saling berantai di antara komponen sosial
itu sendri.
f. Dampak penting pada butir a, b, c, d dan e yang telah diutarakan pada
dampak balik pada rencana usaha/ kegiatan.

4. Mengingat usaha/ kegiatan masih berada pada tahap pemilihan alternatif


usaha/ kegiatan.
5. Dalam melakukan analisis prakiraan dampak penting agar digunakan
metode-metode formal secara matematis.
D. Evaluasi Dampak Besar Dan Penting
Hasil evaluasi mengenai hasil telaahan dampak besar dan penting dari rencana
usaha/kegiatan menjadi masukan bagi instansi yang bertanggung jawab untuk
memutuskan kelayakan lingkungan hidup dari renacana usaha/kegiatan.
1. Telaahan terhadap dampak besar dan penting
2. Telaahan sebagai dasar pengelolaan.
E. Ruang Lingkup Studi Dan Metode Analisis Data
Ruang lingkup studi meliputi dampak besar penting yang telaah yakni:
1. Rencana usaha/kegiatan penyebab dampak komponen langsung

yang

ditimbulkan.
2. Kondisi rona lingkungan hidup yang terkena dampak lingkungan dengan
komponen langsung yang ditimbulkan.
3. Jenis-jenis kegiatan yang ada disekitar rencana lokasi beserta dampak-dampak
yang ditimbulkan terhadap lingkungan hidup.
4. Aspek-aspek yang diteliti sebagaimana pada butir-butir 1,2,3,4 untuk mengacu
pada hasil pelingkupan dari kerangka acuan untuk AMDAL.
Identitas pemrakarsa dan penyusun AMDAL
Identitas pemprakarsa dan penyusun AMDAL terdiri:
1. Pemprakarsa:
a. Nama dan alamat lengkap instansi/ perusahaan
b. Nama dan alamat lengkap penanggung jawab pelaksanaan rencana
usaha/ kegiatan.
2. Penyusun AMDAL
a. Nama dan alamat lengkap lembaga/perusahaaan disertai dengan
kualifikasi dan rujukan.
b. Nama dan alamat lengkap penanggung jawab penusun AMDAL.
Wilayah studi
Lingkup wilayah studi mencakup pada penetapan wilayah studi yang
digariskan dalam kerangka acuan untuk AMDAL yang digambarkan pada peta
dengan skala yang memadai.
Pelingkupan Wilayah Studi
Penetapan lingkup wilayah studi dimaksudkan untuk membatasi wilayah studi
AMDAL sesuai hasil

pelingkupan dampak besar dan penting dengan

keterbatasan dan sumber daya yang ditetapkan berdasarkan pertimbangan


batas-batas ruang, sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.

Batas proyek
Batas ekologis
Batas sosial
Batas administratif
Batas ruang lingkup studi AMDAL

Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Studi AMDAL dapat berjalan sesuai dengan alur dan pedoman yang telah
ditetapkan sehingga akan

menghasilkan studi yang sahih dan dapat

dipertanggung jawabkan secara ilmiah.


Perlunya dilakukanmetoda pengumpulan dan analisis data yang ilmiah
dengan pertimbangan mengingat studi AMDAL atas dampak besar dan penting
usaha/ kegiatan terhadap lingkungan hidup.
1. Jenis data yang dikumpulkan adalag data primer maupun sekunder
bersifat sahih.
2. Metode pengumpulan data berbagai komponen lingkungan hidup yang
diteliti.
3. Pengumpulan data dan informasi untuk demografi sosial ekonomi dan
sosial budaya.
F. Sistematika Penyusunan Dokumen AMDAL
Analisis dampak lingkungan hidup (AMDAL) perlu disusun secara sistematika
sehingga dapat:
1. Langsung

mengemukakan

masukan

penting

yang

bermanfaat

bagi

pengambilan keputusan.
2. Mudah dipahami isinya oleh semua pihak termasuk masyarakat dan mudah
disarikan isinya pemuatan dalam media yang selama menyusun AMDAL.
3. Memuat uraian singkat tentang:
a. Rencana usaha/ kegiatan dengan berbagai kemungkinan dampak besar
dan pentingnya pada tahap prakonstruksi.
b. Keterangan mengenai kemungkinan adanya kesenjangan data informasi.
c. Hal ini yang dipandang sangat perlu untuk melengkapi ringkasan.
G. Kegunaan Dan Keperluan Rencana Usaha dan/ atau Kegiatan

Kegunaan dan keperluan mengapa rencana usaha/ kegiatan harus dilakukan


baik ditinjau dari segi

kepentingan pemprakarsa maupun dari segi program

pembangunan.
1. Penentuan batas-batas lahan yang langsungg akan digunakan oleh rencana
usaha/ kegiatan.
2. Hubungan antara lokasi rencana usaha/ kegiatan dengan jarak dan
tersedianya sumber daya air dan energi.
3. Alternatif usaha/ kegiatan berdasarkan hasil studi kelayakan.
4. Tata letak usaha/ kegiatan dilengkapi dengan peta.
5. Tahap pelaksanaan usaha/ kegiatan dalam jangka waktu masa operasi
dengan rencana waktu pasca operasi.
a. Pra konstruksi/ persiapan
b. Tahap konstruksi
c. Tahap operasi
d. Tahap pasca operasi.

KAJIAN ASPEK LINGKUNGAN


1.

ASPEK LINGKUNGAN INDUSTRI

Aspek-aspek lingkungan luar perusahaan yang paling dekat adalah aspek lingkungan industri,
dimana bisnis perusahaan tersebut berada. Aspek lingkungan industri lebih mengarah pada aspek
persaingan dimana perusahaan berada. Akibatnya, faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi persaingan,
seperti ancaman pada perusahaan dan kekuatan yang dimiliki perusahaan termasuk kondisi persaingan
itu sendiri manjadi perlu untuk dianalisis guna Studi Kelayakan Bisnis.
a.
ANCAMAN MASUK PENDATANG BARU

Dengan hadirnya Baby Fun Restaurant di khawatirkan akan muncul pendatang baru juga, terlebih lagi
inovasi yang kami lakukan akan menarik banyak pendatang baru yang tertarik pada keunikan dan
ekspetasi usaha ini.
Faktor-faktor penghambat pendatang baru masuk ke dalam suatu industri (Hambatan Masuk) adalah
sebagai berikut :
Skala ekonomi

Dalam faktor ini, biasanya pendatang baru kalah dengan pesaing-pesaing lainnya yang lebih dikenal oleh
konsumen dan mempunyai tempat yang lebih besar dari pendatang baru. Oleh karena itu, Baby Fun
Restaurant berusaha untuk memperbesar skala produksi dan meningkatkan mutu kualitas.
Diferensiasi produk

Dalam diferensiasi produk, pengusaha harus mencari banyak cara untuk menarik pelanggan atau
konsumen. Salah satu cara yang diterapkan oleh Baby Fun Restaurant adalah dengan strategi kualitas
dan mutu serta inovasi yang unggul. Selain itu Baby Fun Restaurant juga berorientasi pada kepuassan
pelanggan.
Kecukupan modal

Baby Fun Restaurant berusaha untuk mencukupi kebutuhan modalnya untuk jangka panjang.
Akses ke saluran distribusi

Baby Fun Resturant mempunyai metode untuk saluran distribusi yaitu berupa sekolah-sekolah selain
memasarkan produknya secara langsung ke pihak konsumen.
Ketidakunggulan biaya independen
Keunggulan biaya Baby Fun Restaurant timbul dari teknologi dan inovasi produk yang telah dipatenkan
pemilik usaha Baby Fun Restaurant , konsesi bahan baku, atau bahkan memungkinkan subsidi dari
pemerintah.
b.

PERSAINGAN SESAMA PERUSAHAAN DALAM INDUSTRI

Persaingan dalam industri sangat mempengaruhi kebijakan dan kinerja usaha. Oleh karena itu, Baby
Fun Restaurant berusaha untuk menyikapi persaingan sebagai salah satu pemicu untuk lebih maju
dalam kinerja usaha. Menurut Porter, tingkat persaingan dipengaruhi beberapa faktor yaitu :
Jumlah Kompetitor

Di daerah sekitar Baby Fun Restaurant didirikan sejumlah kompetitor yang tidak terlalu mempengaruhi
karena di daerah tersebut tidak ada usaha yang benar-benar sejenis dengan Baby Fun Restaurant.
Tingkat Pertumbuhan Industri

Keadaan Baby Fun Restaurant sampai saat ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dengan
perolehan keuntungan / profit / laba yang signifikan dari tahun ke tahun. Hal ini dikarenakan masih belum
ada pesaing yang benar-benar sejenis di daerah tersebut, sehingga memudahkan pertumbuhan usaha
ini.
Karakteristik Produk

Baby Fun Restaurant sudah melakukan pembedaan produk dengan pesaing lain agar usaha ini mudah
dikenal karena mempunyai ciri khas tersendiri. Baby Fun Restaurant menerapkan spesifikasi produk
yang diutamakan dan mempunyai kualitas dan inovasi yang lebih unggul dari pada restoran lain. Oleh
karena itu, sebelum membuka usaha ini, terlebih dahulu dilakukan analisis mengenai produk pesaing
sehingga Baby Fun Restaurant mengetahui kelebihan dan keunggulan para pesaingnya.
Biaya Tetap yang Besar

Baby Fun Restaurant beroperasi pada skala ekonomi yang seadang, sehingga termasuk pada jenis
usaha yang memiliki total biaya tetap yang besar. Akibatnya, Baby Fun Restaurant menjual produk di
atas biaya produksi. Tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat Baby Fun Restaurant akan
menghasilkan biaya tetap yang besar. Oleh karena itu, Baby Fun Restaurant mengusahakan untuk
menekan / meminimalisir biaya tetap tersebut.
Kapasitas

Baby Fun Restaurant mempunyai kapasitas produksi yang tinggi untuk menjaga efisiensi biaya per unit.
Seiring dengan berjalannya waktu, jika suatu saat Baby Fun Restaurant telah mampu berproduksi pada
tingkat yang maksimal maka Baby Fun Restaurant direncanakan akan melakukan penambahan fasilitas
produksi.
Hambatan Keluar
Hambatan keluar tesebut akan memaksa Baby Fun Restaurant untuk tidak keluar dari area bisnis.
c.
ANCAMAN DARI PRODUK PENGGANTI

Meski Baby Fun Restaurant mempunyai ciri khas yang berbeda dan karakteristik produknya sendiri,
usaha ini tetap harus memperhatikan cara lain apabila produknya disamai oleh pesaing lain. Misalnya,
dengan sedikit mengganti produk tetapi masih menonjolkan ciri khas dari barang tersebut sehingga
terdapat diferensiasi produk. Oleh karena itu, Baby Fun Restaurant berusaha untuk menstabilkan harga
untuk menghindari persaingan dalam bidang harga dan ancaman dari produk substitusi.
d.

KEKUATAN TAWAR MENAWAR PEMBELI (BUYERS)

Pembeli dapat mempengaruhi usaha Baby Fun Restaurant dalam memotong harga, meningkatkan
mutu dan pelayanan, serta mengadu perusahaan dengan kompetitor melalui kekuatan yang mereka
miliki.
e.

KEKUATAN TAWAR MENAWAR PEMASOK (SUPPLIERS)

Pemasok dapat mempengaruhi produksi Baby Fun Restaurant lewat kemampuan mereka menaikan
harga atau mengurangi kualitas atau service. Untuk iu Baby Fun Restaurant akan berusaha menjaga
hubungan baik dengan pemasok dan jeli dalam memilih pemasok dan dapat saling memberikan
keuntungan.
f.
PENGARUH KEKUATAN STAKEHOLDER LAINNYA
Yang termasuk dalam pengaruh kekuatan ini adalah berupa kekuatan di luar usaha Baby Fun
Restaurant yang mempunyai pengaruh dan kepentingan secara langsung kepada usaha ini. Stakeholder
yang dimaksud antara lain adalah pemerintah, lingkungan masyarakat, pemasok, dan kelompok yang
mempunyai kepentingan lainnya. Pengaruh yang ditimbulkan oleh masing-masing stakeholder
mempunyai variasi yang berbeda-beda di antara usaha satu dengan usaha yang lainnya. Oleh karena itu,
Baby Fun Restaurant berusaha untuk mampu mengendalikan pengaruh-pengaruh kekuatan tersebut
dan memanfaatkannya / mengolahnya menjadi sesuatu yang menguntungkan bagi Baby Fun
Restaurant sehingga dapat memberikan dampak yang positif bagi usaha ini, terutama untuk periode
masa mendatang.
2.
ASPEK LINGKUNGAN HIDUP (AMDAL)
Studi aspek lingkungan hidup ini bertujuan untuk menentukan apakah secara lingkungan hidup, misalnya
dari sisi udara dan air, rencana bisnis diperkirakan dapat dilaksanakan secara layak atau sebaliknya.
Sedangkan yang dimaksudkan dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah suatu
hasil studi mengenai dampak suatu kegiatan yang direncanakan dan diperkirakan mempunyai dampak
penting terhadap lingkungan hidup. AMDAL dapat dipakai untuk mengelola dan memantau proyek dan
lingkungannya dengan menggunakan dokumen yang benar. Analisis yang dilakukan oleh usaha Baby
Fun Restaurant ini meliputi keseluruhan kegiatan pembuatan dokumen yang terdiri dari sebagai berikut :
a.
Rencana Kelola Lingkungan (RKL)
Rencana Kelola Lingkungan (RKL) yang dibuat oleh Baby Fun Restaurant merupakan dokumen yang
memuat upaya-upaya untuk mencegah, mengendalikan, dan menanggulangi dampak penting lingkungan
yang bersifat negatif dan meningkatkan dampak positif sebagai akibat dari suatu rencana usaha /
kegiatan yang dilakukan oleh Baby Fun Restaurant. Dalam dokumen ini, Baby Fun Restaurant
memberikan pokok-pokok arahan, prinsip-prinsip, atau persyaratan untuk pencegahan / pengendalian
dampak lingkungan yang mungkin terjadi.

Baby Fun Restaurant melakukan riset bahwa hampir tidak ada dampak yang membahayakan
lingkungan dari kegiatan / aktivitas yang dilakukan oleh Baby Fun Restaurant. Meskipun demikian,
Baby Fun Restaurant tetap melakukan program dan perencanaan untuk pembiayaan terhadap
pengelolaan lingkungan. Hal itu dilakukan untuk mencegah jika sewaktu-waktu dibutuhkan dana yang
berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan lingkungan serta menyangkut Baby Fun Restaurant
sebagai salah satu usaha / bisnis di lingkungan tersebut.
Hal-hal yang dilakukan oleh Baby Fun Restaurant dalam mengelola lingkungan adalah sisa-sisa bahan
produksi yang tidak digunakan akan dikumpulkan menjadi satu dan kemudian dikemas dengan rapat /
rapi untuk dibuang di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) yang terdekat dengan lokasi Baby Fun
Restaurant berada. Dengan demikian, Baby Fun Restaurant terus berusaha untuk menghindari dan
mengupayakan untuk meminimumkan dampak negatif yang bisa mempengaruhi lingkungan di sekitar
daerah usaha Baby Fun Restaurant.
b.
Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)
RPL ini dibuat untuk diajukan kepada instansi yang berwenang. Jadi Baby Fun Restaurant melakukan
suatu pemantauan terhadap lingkungan di sekitar daerah usaha Baby Fun Restaurant. Selanjutnya,
akan diteliti lebih jauh mengenai dampak apa saja yang mungkin bisa terjadi dan mempengaruhi
lingkungan di sekitar daerah usaha Baby Fun Restaurant. Hasil dari kegiatan / aktivitas ini akan
dilaporkan dalam RPL dan kemudian akan dilampirkan dalam pengajuan surat izin usaha ke Dinas
Perizinan di daerah setempat (Malang kota).
Berdasarkan kajian-kajian aspek lingkungan di atas, dapat disimpulkan bahwa usaha Baby Fun
Restaurant memiliki dampak / pengaruh pada lingkungan di sekitar usaha tersebut. Misalnya adalah
sisa-sisa bahan produksi yang akan menjadi sampah lingkungan. Oleh karena itu, Baby Fun Restaurant
berusaha untuk mengantisipasi dampak tersebut dan mengupayakan agar tidak mengganggu /
merugikan lingkungan di sekitar usaha tersebut.
Usaha-usaha yang dilakukan antara lain adalah dengan menjaga kebersihan, kerapian dan eindahan
sekitar. Selain itu, Baby Fun Restaurant juga mengumpulkan sisa-sisa bahan baku yang tidak
digunakan, kemudian dikemas serapi dan serapat mungkin dan dibuang secepatnya ke Tempat
Pembuangan Sampah (TPA) yang terdekat dengan lokasi usaha Baby Fun Restaurant.
Hal ini dilakukan secara rutin (continue) 1 hari sekali untuk menghindari terjadinya penumpukan sampah
di lokasi usaha Baby Fun Restaurant. Jika sampai terjadi penumpukan, maka akan mempengaruhi
minat para pelanggan untuk datang dan memberikan order ke tempat Baby Fun Restaurant. Hal ini
dikarenakan adanya pemandangan yang kurang menyenangkan dan bau tidak sedap yang ditimbulkan
dari tumpukan-tumpukan sampah tersebut. Sedangkan untuk usaha pencegahan yang lain masih terus
dilakukan oleh Baby Fun Restaurant agar usaha ini benar-benar tidak memiliki dampak negatif terhadap
lingkungan sekitar dan tidak merugikan masyarakat sekitar usaha ini.

makalah limbah restoran

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Di Indonesia sekarang ini, banyak sekali terdapat restoran makanan yang menyajikan
berbagai macam makanan. Akan tetapi, semakin banyaknya restoran yang ada di Indonesia.
Semakin besar pula limbah yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan, restoran yang ada di Indonesia
menghasilkan limbah yang cukup banyak.
Bagi restoran, sisa makanan merupakan limbah yang memusingkan. Sampah yang
umumnya berasal dari dapur, seperti bagian dari sayuran yang tidak termasak, minyak bekas
menggoreng, atau sisa-sisa makanan yang tidak habis disantap tamu, merupakan bagian yang
terkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Secara umum, yang disebut limbah adalah bahan
sisa atau buangan yang dihasilkan oleh suatu proses produksi, baik skala rumah tangga maupun
industri dimana kehadirannya tidak dikehendaki karena tidak memiliki nilai ekonomis. Apabila
limbah ini dibuang ke lingkungan, dapat menimbulkan dampak negatif di saat mencapai jumlah
atau konsentrasi tertentu.
Limbah restoran ini hanya dibiarkan atau dibuang saja di penampungan limbah dan tidak
diolah kembali, yang kemudian menyebabkan membusuk dan mencemari lingkungan. Tentu saja
hal ini dapat merugikan warga atau masyarakat di sekitarnya.
Sebaiknya, limbah restoran ini harus ditangani dengan baik. Karena dapat menyebabkan
lingkungan kita tercemar.
Berdasarkan jenis senyawa, limbah khususnya limbah yang dihasilkan restoran dibedakan
menjadi:
Limbah organik cepat busuk
Limbah anorganik
Limbah cair
Limbah minyak

Adapun pada dasarnya pengolahan limbah ini dapat dibedakan menjadi:


pengolahan menurut tingkatan perlakuan
pengolahan menurut karakteristik limbah

B. TUJUAN

Dapat mengetahui pengertian limbah Restoran


Dapat mengetahui macam-macam limbah Restoran
Dapat mengetahui cara penanganan limbah Restoran

C. RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang dimaksud dengan limbah Restoran ?


2. Sebutkan macam-macam limbah Restoran ?
3. Jelaskan cara penanganan limbah Restoran ?

BAB II
ISI
A. TINJAUAN PUSTAKA

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun
domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan
dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas
domestik lainnya (grey water).
Limbah Restoran adalah buangan atau sisa-sisa yang dihasilkan oleh restoran yang dapat
berupa sisa-sisa makanan ataupun minuman.
Adapun karakteristik limbah antara lain :
-

Berukuran mikro

Dinamis

Berdampak luas (penyebarannya)

Berdampak jangka panjang (antar generasi)


Berdasarkan macam-macam limbah dapat dibagi menjadi empat bagian, yaitu:
Limbah cair biasanya dikenal sebagai entitas pencemar air. Komponen pencemaran air pada
umumnya terdiri dari bahan buangan padat, bahan buangan organik dan bahan buangan anorganik
Limbah padat
Limbah gas dan partikel

Cara Pengolahan Limbah.


1) Sampah Organik
a. Makanan Ternak
Di beberapa negara, sampah organik yang berasal dari restoran biasanya dikumpulkan oleh
peternak dan digunakan sebagai makanan binatang ternak, misalnya babi, unggas.
Di Indonesia, sampah organik dari pasar yang berupa sayur-sayuran (kobis, slada air, sawi),
daun pisang, dan sisa makanan biasanya diambil untuk makanan kelinci, kambing, dan juga ayam
atau itik. Hal ini sangat bermanfaat sebab selain mengurangi jumlah sampah juga mengurangi biaya
peternakan. Namun, sampah organik ini harus dibersihkan dan dipilah terlebih dahulu sebelum
dikonsumsi oleh ternak. Sebab akan bermasalah jika sampah organik tadi bercampur dengan
sampah-sampah yang mengandung logam-logam berat yang dapat terakumulasi di dalam tubuh
ternak tersebut.
b. Komposting
Pengkomposan merupakan upaya pengolahan sampah, segaligus usaha mendapatkan bahanbahan kompos yang sangat menyuburkan tanah. Sistem ini mempunyai prinsip dasar mengurangi
atau mendegradasi bahan-bahan organik secara terkontrol menjadi bahan-bahan anorganik dengan
memanfaatkan aktivitas mikroorganisme. Mikroorganisme yang berperan dalam pengolahan ini
dapat berupa bakteri, jamur, khamir, juga insekta dan cacing. Agar pertumbuhan mikroorganisme
optimum, maka diperlukan beberapa kondisi, diantaranya campuran yang seimbang dari berbagai
komponen karbon dan nitrogen, suhu, kelembaban udara (tidak terlalu basah dan tidak terlalu
kering), dan cukup kandungan oksigen (aerasi baik).
Sistem pengkomposan ini mempunyai beberapa keuntungan, antara lain:

Merupakan jenis pupuk yang ekologis dan tidak merusak lingkungan.

Bahan yang dipakai tersedia, tidak perlu membeli.

Masyarakat dapat membuatnya sendiri, tidak memerlukan peralatan dan instalasi yang mahal.

Unsur hara dalam pupuk kompos ini bertahan lama jika dibanding dengan pupuk buatan.
c. Biogas

Para petani selalu mencari jalan untuk meningkatkan taraf hidupnya. salah satu cara
peningkatan taraf hidup ialah dengan cara membuat bahan bakar untuk memasak. Dewasa ini
banyak petani membuat bahan bakar biogas berskala kecil di rumah. Biogas adalah gas-gas yang
dapat digunakan sebagai bahan bakar yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah organik atau
campuran dari keduanya. secara garis besar, biogas dapat dibuat dengan cara mencapur sampahsampah organik dengan air kemudian dimasukkan ke dalam tempat yang kedap udara. Selanjutnya
dibiarkan selama kurang lebih 2 (dua) minggu.
Sampah yang dibuat biogas ini mempunyai kelebihan antara lain:
- Mengurangi jumlah sampah.
- Menghemat energi dan merupakan sumber energi yang tidak merusak lingkungan.
- Nyala api bahan bakar biogas ini terang/bersih, tidak berasap seperti arang kayu atau kayu bakar.
Dengan menggunakan biogas, dapur serta makanan tetap bersih.
- Residu dari biogas dapat dimanfaatkan untuk pupuk kandang.
2) Sampah Anorganik
Sampah anorganik seperti botol, kertas, plastik dan kaleng, sebelum dibuang ke TPA
sebaiknya dipilah terlebih dahulu. Karena dari jenis sampah ini masih ada kemungkinan untuk
dimanfaatkan ulang maupun untuk didaur ulang.
a. Dijual ke Pasar Loak/Dirombeng untuk Bahan Baku
Sisi lain dari pemanfaatan sampah anorganik, seperti kertas bekas, koran bekas, majalah
bekas, botol bekas, ban nekas, radio tua, TV tua, dan sepeda usang, adalah dijual ke pasar loak. Atau
jika enggan pergi ke pasar loak, juga dapat memanggil tukan loak yang biasa membeli barang-barang
bekas ke rumah-rumah. Cara lain dapat juga di jual ke tetangga ataupun teman. Dengan demikian,
sudah ada usaha mengurangi jumlah sampah yang ada. Cobalah untuk mengumpulkan barangbarang bekas kemudian dijual, pendapatan rumah tangga akan bertambah.
b. Daur Ulang
Berbicara mengenai proses daur ulang, ada baiknya apabila mengetahui jenis sampah yang
dapat didaur ulang.
Sampah-sampah yang dapat di daur ulang, antara lain:
- Sampah plastik.
- Sampah logam
- Sampah kertas
- Sampah kaca.
c. Sanitary Landfill
Ini merupakan salah satu metode pengolahan sampah terkontrol dengan sistem sanitasi yang
baik. Sampah dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Kemudian sampah dipadatkan dengan
traktor dan selanjutnya ditutup tanah. Cara ini akan menghilangkan polusi udara. Pada bagian dasar
tempat sampah tersebut dilengkapi dengan sistem saluran leachate yang berfungsi sebagai saluran
limbah cair sampah yang harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai atau ke
lingkungan. Di sanitary landfill tersebut juga dipasang pipa gas untuk mengalirkan gas hasil aktivitas
penguraian sampah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam sanitary landfill, yaitu :
- Semua lanfill adalah warisan bagi generasi mendatang.

- Memerlukan lahan yang luas.


- Penyediaan dan pemilihan lokasi pembuangan harus memperhatikan dampak lingkungan.
- Aspek sosial harus mendapat perhatian.
- Harus dipersiapkan instalasi drainase dan sistem pengumpulan gas.
- Kebocoran ke dalam sumber air tidak dapat ditolerir (kontaminasi dengan zat-zat beracun)
- Memerlukan pemantauan yang terus menerus.
d. Pembakaran
Cara ini adalah cara yang paling mudah untuk dilakukan karena tidak membutuhkan usaha
keras. Cara ini bisa dilakukan dengan cara membakar limbah-limbah padat misalnya kertas-kertas
dengan menggunakan minyak tanah lalu dinyalakan apinya. Sampah padat dibakar di dalam
insinerator. Hasil pembakaran adalah gas dan residu pembakaran. Penurunan volume sampah padat
hasil pembakaran dapat mencapai 70%. Cara ini lebih relatif mahal dibanding dengan sanitary
lanfill, yaitu sekitar 3 x lipatnya.
Kelebihan sistem pembakaran ini adalah :
- Mudah dan tidak membutuhkan usaha keras
- Membutuhkan tempat atau lokasi yang cukup kecil dibanding sanitary landfill.
- Membutuhkan lahan yang relatif kecil
- Dapat dibangun di dekat lokasi industri.
- Residu hasil pembakaran relatif stabil dan hampir semuanya bersifat anorganik.
- Dapat digunakan sebagai sumber energi, baik untuk pembangkit uap, air panas, listrik, dan
pencairan logam. Description: Cara Pengolahan Limbah. Rating: 5 Reviewer: Satriyo Arif Wicaksono
ItemReviewed: Cara Pengolahan Limbah.
B. TINJAUAN TEORI

1. Pengertian
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun
domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan
dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas
domestik lainnya (grey water). Sedangkan pengertian dari limbah Restoran adalah buangan atau
sisa-sisa yang dihasilkan oleh restoran yang dapat berupa sisa-sisa makanan ataupun minuman.
Limbah selalu jadi masalah yang serius. Jika tidak ditangani dengan tepat, lingkungan yang
dapat tercemar.
Bagi restoran, sisa makanan merupakan limbah yang memusingkan. Sampah yang umumnya
berasal dari dapur, seperti bagian dari sayuran yang tidak termasak, minyak bekas menggoreng, atau
sisa-sisa makanan yang tidak habis disantap tamu, merupakan bagian yang terkontribusi terhadap
pencemaran lingkungan. Secara umum, yang disebut limbah adalah bahan sisa atau buangan yang
dihasilkan oleh suatu proses produksi, baik skala rumah tangga maupun industri dimana
kehadirannya tidak dikehendaki karena tidak memiliki nilai ekonomis. Apabila limbah ini dibuang

ke lingkungan, dapat menimbulkan dampak negatif di saat mencapai jumlah atau konsentrasi
tertentu.

2. Macam-macam limbah Restoran


Berdasarkan jenis senyawa, limbah khususnya limbah yang dihasilkan restoran dibedakan
menjadi:
1. Limbah organik cepat busuk
Yaitu limbah padat semi basah yang mudah busuk atau terurai oleh mikroorganisme seperti
sisa makanan, sampah sayuran, kulit buah-buahan, daun- daunan, dan lain-lain. Permasalahan:
Mikroorganisme dapat berkembang biak dengan subur pada limbah organik sehingga limbah dapat
menjadi sumber penyakit jika mikroorganisme yang berkembang biak merupakan patogen atau
penyebab penyakit. Selain itu pembusukan limbah organik oleh mikroorganisme sebagian besar
adalah berupa gas metana (CH4) yang dapat menimbulkan permasalahan pada lingkungan.
Penanganan: Sebagai komponen utama gas alam, metana adalah sumber bahan bakar.
Limbah organik juga bisa dimanfaatkan kembali menjadi kompos untuk pupuk/penyubur tanaman
dan pakan ternak.
2. Limbah anorganik
Merupakan limbah yang berasal dari makhluk tidak hidup yang sifatnya tidak mudah busuk
seperti kertas, plastik, dan bahan-bahan sintetis/buatan. Contohnya: sampah kemasan bahan
pangan. Permasalahan: Limbah anorganik sulit diurai oleh mikroorganisme sebab unsur karbonnya
membentuk rantai kimia yang kompleks dan panjang. Limbah yang sulit terurai ini, berpengaruh
pada kemampuan tanah menyerap air.
Penanganan: Kurangi penggunaan kemasan plastik, karena lama hancurnya antara 50-80
tahun. Sedangkan styrofoam, tidak hancur sama sekali.
3. Limbah cair
Yaitu limbah cair hasil buangan dari cucian piring (air deterjen). Permasalahan: Limbah sisa
deterjen yang bermuara di sungai, membuat air sungai tercemar. Warnanya menjadi cokelat dan
mengeluarkan bau busuk. Sisa deterjen juga membuat fitoplankton dan mikroorganisme tumbuh
subur di air. Banyaknya kedua makhluk tersebut membuat kandungan oksigen di dalam air sungai
berkurang. Pada akhirnya, makhluk hidup air seperti ikan tidak akan bisa bertahan hidup.
Penanganan: sus yang dapat menetralisasi kandungan detergen dan juga menangkap lemak.
Atau cara yang paling sederhana, dengan menanami selokan dengan tanaman air yang bisa
menyerap zat pencemar. Tanaman yang bisa digunakan, antara lain jaringao, Pontederia cordata
(bunga ungu), lidi air, futoy ruas, Thypa angustifolia (bunga coklat), melati air, dan lili air. Cara ini
sangat mudah, tapi hanya bisa menyerap sedikit zat pencemar dan tak bisa menyaring lemak dan
sampah hasil dapur yang ikut terbuang ke selokan.
4.

Limbah minyak
Limbah cairan yang tidak larut dalam air, seperti minyak jelantah sisa menggoreng.

Permasalahan : Hindari membuang limbah ke saluran drainase, karena ujung-ujungnya


akan berkumpul di saluran air terdekat, sungai, dan laut. Sisa-sisa minyak ini akan terdegradasi di
dalam air. Dampaknya, akan membuat oksigen dalam air terkuras. Zat-zat polutan yang terkandung
di dalam limbah juga bisa menjadi sumber penyakit, seperti kolera, disentri, dan berbagai penyakit
lain. Penanganan: Buat instalasi pengolahan air buangan yang terencana atau biasa disebut sebagai
sistem pengolahan air limbah (SPAL) agar tidak merusak lingkungan.
Contoh skema Limbah pada Restoran

3. Cara Penanggulanagan Limbah Restoran

Berikut adalah beberapa saran untuk mengurangi limbah hulu, langsung dan hilir
Bicara ke pemasok Anda tentang penggunaan kemasan dapat digunakan kembali. Katakan kepada
mereka Anda akan memilih untuk menerima item seperti penjepit baru, misalnya, dalam sebuah peti
susu daripada kotak kardus. Lebih kecil, petani dan pemasok lokal seringkali lebih tertarik dan
terstruktur untuk bekerja dengan kemasan dapat digunakan kembali untuk kemasan makanan
dibandingkan dengan distributor besar.
Mengembangkan kompos Program
Mengembangkan program daur ulang yang komprehensif jika tidak ada satu sudah di tempat
Panggil sekitar dan menemukan daur ulang atau penggunaan kembali pilihan untuk item lain-lain
Botol dan kaleng tidak satu-satunya hal yang dapat didaur ulang. Panci hotel tua retak, penjepit
rusak dan membuat sesuatu dari logam setidaknya 75% biasanya dapat diletakkan di tempat sampah
daur ulang logam. Hubungi pendaur ulang lokal Anda untuk mengkonfirmasi bahwa mereka dapat
menerima item ini.
Gunakan produk kompos untuk item yang biasanya dibuang di-rumah seperti sedotan, aduk tongkat
dan tusuk sate minuman, maka kompos mereka
Cari produk yang datang dalam kemasan kurang, dan kemasan juga lebih didaur ulang
Gunakan pilihan dapat digunakan kembali dengan segala sesuatu mungkin. Kopi filter, cangkir kopi,
tatakan gelas minum, dan sebagainya
Ganti bir botol dengan bir tong dan soda botolan atau kalengan dengan tas-in-kotak sirup atau 5
galon pra-campuran tong soda. Kebanyakan orang akan mengatakan premix yang rasanya lebih
enak, tetapi mereka semakin sulit untuk menemukan.
Mengembangkan hubungan dengan sumbangan makanan program di daerah Anda
Menyumbangkan peralatan makan tua, peralatan dapur dan peralatan untuk dapur gereja, sekolah
atau sup
Membeli dalam jumlah besar - sementara ini adalah operasi standar untuk fasilitas jasa makanan
yang paling, pertimbangkan semua produk biasanya tidak diperhitungkan untuk pembelian massal
seperti alkohol dan anggur memasak.
Hentikan penggunaan dari setiap non-esensial produk seperti alas piring dari kertas, tusuk gigi
berenda dan praktek seperti meletakkan dua sedotan di koktail
Memiliki staf mendistribusikan barang-barang sekali pakai seperti popok dan garpu plastik bukan
menempatkan mereka dalam melayani diri stasiun.
Gunakan serbet dispenser yang mengeluarkan serbet satu per satu

Investasi di meja kayu bagus daripada menggunakan linen atau penutup meja lainnya. Ini biaya
dimuka kecil menyimpan ribuan dolar dalam layanan linen setiap tahun.
Membeli bahan kimia pembersih dalam bentuk terkonsentrasi dan mengurangi jumlah bahan kimia
di situs dengan menggunakan multi-tujuan pembersih
Apakah karyawan menggunakan gelas minuman dapat digunakan kembali untuk mereka sendiri
Menawarkan diskon untuk pelanggan yang membawa cangkir kopi dapat digunakan kembali
Jika berlaku, mengenakan biaya deposit dan memungkinkan pekerja tetangga untuk mengambil
piring dan peralatan kembali ke kantor mereka
Mengurangi jumlah kemasan bungkus makanan yang berlebihan - sandwich yang dibungkus kertas
di dalam kantong kertas bekerja sama dengan baik sampai 80-an, dapat bekerja lagi
Dalam operasi servis cepat mana pelanggan membuang sampah, membuat jelas, mudah dimengerti
label pada setiap bin untuk "botol", "kaleng", "piring dan perak" dan "sampah saja." Karena
beberapa orang melihat segala sesuatu sebagai sampah - bahkan perak dapat digunakan kembali
Anda, label mungkin perlu lebih spesifik untuk mengidentifikasi limbah seperti "cangkir kertas dan
pembungkus saja." Juga, membuat sampah dapat membuka kecil sehingga tamu tidak hanya
membuang seluruh isi mereka dalam sampah. Lebih baik lagi, gunakan bak bus untuk sampah
sehingga staf dapat menghapus perak atau daur ulang dibuang ke dalam wadah "sampah saja".
BSL-Dom Skala Menengah

Untuk limbah Restoran skala kecil yang mengandung minyak/lemak, prinsip kerjanya yaitu :
dari bak kolektor air limbah dialirkan ke Bak Pengurai
Minyak/lemak, ditambah dengan bakteri pengurai minyak/lemak Biosel-201.
Kemudian air limbah masuk ke proses anaerobik, AMBR, Bak kontrol dan Badan air/sungai.
Bagan alir IPAL Restoran skala kecil yang mengandungminyak/lemak
Dari hasil penelitian ini Badan Litbang Pertanian menyimpulkan limbah restoran dapat
digunakan sebagai campuran ransum ayam buras hingga 75 persen. Bila peternak menggunakan
limbah restoran untuk ransum pakan ayamnya antara 50 sampai 75 persen maka peternak bisa
menekan biaya produksi 23,42 persen sampai 35,13 persen.
Limbah restoran bisa diperoleh dari rumah makan, warung tegal (WARTEG) dan kantin
pabrik perkantoran atau hotel. Selama ini limbah restoran belum banyak dimanfaatkan.
Berdasarkan hasil analisis laboratorium, kandungan gizi limbah restoran tersebut adalah:
Protein : 10.89%; Kalsium : 0.08%; Phosfor : 0.39%; Serat Kasar : 9.13%; Lemak : 9.70%; dan Energi
Metabolis : 1.780 kkal/kg.
Cara Pemberian
Cara pemberian pakan dari limbah restoran tersebut menurut Muflihani Yanis dkk dari
Badan Litbang Pertanian, pertama limbah restoran kering yang sudah digiling dicampur dengan
pakan campuran. Kedua, pakan campuran terdiri dari 33% jagung, 33% dedak, 33% pakan komersil
(broiler finisher) ditambah dengan 0.20% Starbio, 1% vitamin dan mineral. Ketiga, pemberian pakan
pada ayam adalah dengan mengaduk rata limbah restoran dan pakan campuran dengan
perbandingan 50%:50% atau 25%:75%.
Mengeringkan Limbah Restoran

Cara pengolahan limbah restoran untuk pakan ayam buras adalah sebagai berikut:
1. Kumpulkan limbah restoran setiap hari dan letakkan dalam satu wadah.
2. Pisahkan sampah seperti: tusuk gigi, plastik-plastik pembungkus makanan dari limbah tersebut.
3. Limbah yang sudah terkumpul, kemudian dikeringkan melalui salah satu cara berikut:
- Dijemur dibawah terik sinar matahari selama kurang lebih 2 hari atau
- Dengan menggunakan oven sampai kadar airnya mencapai kira-kira 10%.
4. Giling limbah kering tersebut sampai halus sesuai ukuran yang dibutuhkan, sehingga limbah tersebut
dapat dimanfaatkan sebagai campuran ransum ayam buras.

Berdasarkan hasil analisis laboratorium, kandungan gizi limbah restoran adalah :


Protein : 10,89%
Kalsium : 0,08%
Phosfor : 0,39%
Serat Kasar : 9,13%
Lemak : 9,70%
Energi Metabolis: 1.780 kkal/kg

Cara pemberian pakan dari limbah restoran adalah sebagai berikut:


1. Limbah restoran keying yang sudah digiling dicampur dengan pakan campuran.
2. Pakan campuran terdiri dari 33% jagung, 33% dedak, 33% pakan komersil
(broiler finisher)
ditambah dengan 0.20% Starbio, I % vitamin dan mineral.
3. Pemberian pakan pada ayam adalah dengan mengaduk rata limbah restoran dan
pakan campuran dengan perbandingan 50%:50% atau 25%:75%.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN

Bagi restoran, sisa makanan merupakan limbah yang memusingkan. Sampah yang
umumnya berasal dari dapur, seperti bagian dari sayuran yang tidak termasak, minyak bekas
menggoreng, atau sisa-sisa makanan yang tidak habis disantap tamu, merupakan bagian yang
terkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Secara umum, yang disebut limbah adalah bahan
sisa atau buangan yang dihasilkan oleh suatu proses produksi, baik skala rumah tangga maupun
industri dimana kehadirannya tidak dikehendaki karena tidak memiliki nilai ekonomis. Apabila
limbah ini dibuang ke lingkungan, dapat menimbulkan dampak negatif di saat mencapai jumlah
atau konsentrasi tertentu.
Dan dapat disimpulkan, limbah Restoran adalah buangan atau sisa-sisa yang dihasilkan oleh
restoran yang dapat berupa sisa-sisa makanan ataupun minuman.

Berdasarkan jenis senyawa, limbah khususnya limbah yang dihasilkan restoran dibedakan
menjadi:
1. Limbah organik cepat busuk
2. Limbah anorganik
3. Limbah cair
4. Limbah minyak
Adapun penanggulangan limbah restoran masih jarang dilakukan dengan baik oleh
pengelola restoran maupun pemerintah yang terkait. Padahal limbah restoran ini dapat merugikan
masyarakat sekitanya yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Padahal cara
sederhana yang dapat kita gunakan dalam mengelola limbah restoran yaitu dapat digunakan sebagai
campuran ransum ayam buras hingga 75 persen. Bila peternak menggunakan limbah restoran untuk
ransum pakan ayamnya antara 50 sampai 75 persen maka peternak bisa menekan biaya produksi
23,42 persen sampai 35,13 persen.

Studi Kelayakan Bisnis Yuzels Resto |


Jumlah KompetitorDi daerah sekitar Yuzels Resto didirikan sejumlah kompetitor yang
tidak terlalumempengaruhi karena di daerah tersebut tidak ada usaha yang benar-benar
sejenisdengan Yuzels Resto.
Tingkat Pertumbuhan IndustriKeadaan Yuzels Resto sampai saat ini mengalami
pertumbuhan yang sangat pesatdengan perolehan keuntungan / profit / laba yang
signifikan dari tahun ke tahun. Halini dikarenakan masih belum ada pesaing yang
benar-benar sejenis di daerahtersebut, sehingga memudahkan pertumbuhan usaha ini.
Karakteristik ProdukYuzels Resto sudah melakukan pembedaan produk dengan
pesaing lain agar usaha ini mudah dikenal karena mempunyai ciri khas tersendiri.
Yuzels Resto menerapkan spesifikasi produk yang diutamakan dan mempunyai kualitas
dan inovasi yang lebih unggul dari pada restoran lain. Oleh karena itu, sebelum
membuka usaha ini, terlebih dahulu dilakukan analisis mengenai produk pesaing
sehingga Yuzels Resto mengetahui kelebihan dan keunggulan para pesaingnya.

Biaya Tetap yang BesarYuzels Resto beroperasi pada skala ekonomi yang seadang,
sehingga termasuk
pada jenis usaha yang memiliki total biaya tetap yang besar. Akibatnya, Yuzels Restom
enjual produk di atas biaya produksi. Tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwasuatu

saat Yuzels Resto akan menghasilkan biaya tetap yang besar. Oleh karena itu,Yuzels
Resto mengusahakan untuk menekan / meminimalisir biaya tetap tersebut.

KapasitasYuzels Resto mempunyai kapasitas produksi yang tinggi untuk menjaga


efisiensi biayaper unit. Seiring dengan berjalannya waktu, jika suatu saat Yuzels Resto
telah mampuberproduksi pada tingkat yang maksimal maka Yuzels Resto direncanakan
akanmelakukan penambahan fasilitas produksi.

Hambatan KeluarHambatan keluar tesebut akan memaksa Yuzels Resto untuk tidak
keluar dari areabisnis.c.
Ancaman dari produnk penggantiMeski Yuzels Resto mempunyai ciri khas yang
berbeda dan karakteristik produknyasendiri, usaha ini tetap harus memperhatikan cara
lain apabila produknya disamai oleh pesainglain. Misalnya, dengan sedikit mengganti
produk tetapi masih menonjolkan ciri khas dari barangtersebut sehingga terdapat
diferensiasi produk. Oleh karena itu, Yuzels Resto berusaha untukmenstabilkan harga
untuk menghindari persaingan dalam bidang harga dan ancaman dariproduk
substitusi.d.
Kekuatan tawar menawar pembeli (Buyers)Pembeli dapat mempengaruhi usaha Yuzels
Resto dalam memotong harga,meningkatkan mutu dan pelayanan, serta mengadu
perusahaan dengan kompetitor melaluikekuatan yang mereka miliki.
Studi Kelayakan Bisnis Yuzels Resto |
27
e.
Kekuatan tawar menawar pemasok (Suppliers)Pemasok dapat mempengaruhi produksi
Yuzels Resto lewat kemampuan merekamenaikan harga atau mengurangi kualitas atau

service. Untuk itu Yuzels Resto akan berusahamenjaga hubungan baik dengan
pemasok dan jeli dalam memilih pemasok dan dapat salingmemberikan keuntungan.f.
Pengaruh kekuatan stakesholder lainnyaYang termasuk dalam pengaruh kekuatan ini
adalah berupa kekuatan di luar usahaYuzels Resto yang mempunyai pengaruh dan
kepentingan secara langsung kepada usaha ini.Stakeholder yang dimaksud antara lain
adalah pemerintah, lingkungan masyarakat, pemasok,dan kelompok yang mempunyai
kepentingan lainnya. Pengaruh yang ditimbulkan oleh masing-masing stakeholder
mempunyai variasi yang berbeda-beda di antara usaha satu dengan usahayang
lainnya. Oleh karena itu, Yuzels Resto berusaha untuk mampu mengendalikan
pengaruh-pengaruh kekuatan tersebut dan memanfaatkannya / mengolahnya menjadi
sesuatu yang
menguntungkan bagi
Yuzels Resto
sehingga dapat memberikan dampak yang positif bagi
usaha ini, terutama untuk periode masa mendatang.
B.
ASPEK LINGKUNGAN HIDUP (AMDAL)
Studi aspek lingkungan hidup ini bertujuan untuk menentukan apakah secara
lingkunganhidup, misalnya dari sisi udara dan air, rencana bisnis diperkirakan dapat
dilaksanakan secaralayak atau sebaliknya. Sedangkan yang dimaksudkan dengan
Analisis Mengenai DampakLingkungan (AMDAL) adalah suatu hasil studi mengenai
dampak suatu kegiatan yangdirencanakan dan diperkirakan mempunyai dampak
penting terhadap lingkungan hidup.AMDAL dapat dipakai untuk mengelola dan
memantau proyek dan lingkungannya denganmenggunakan dokumen yang benar.
Analisis yang dilakukan oleh usaha Yuzels Resto inimeliputi keseluruhan kegiatan
pembuatan dokumen yang terdiri dari sebagai berikut :a.
Rencana Kelola Lingkungan (RKL)Rencana Kelola Lingkungan (RKL) yang dibuat oleh
Yuzels Resto merupakan dokumenyang memuat upaya-upaya untuk mencegah,

mengendalikan, dan menanggulangi dampakpenting lingkungan yang bersifat negatif


dan meningkatkan dampak positif sebagai akibat darisuatu rencana usaha / kegiatan
yang dilakukan oleh Yuzels Resto. Dalam dokumen ini, YuzelsResto memberikan
pokok-pokok arahan, prinsip-prinsip, atau persyaratan untuk pencegahan /pengendalian
dampak lingkungan yang mungkin terjadi.Yuzels Resto melakukan riset bahwa hampir
tidak ada dampak yang membahayakanlingkungan dari kegiatan / aktivitas yang
dilakukan oleh Yuzels Resto. Meskipun demikian,Yuzels Resto tetap melakukan
program dan perencanaan untuk pembiayaan terhadappengelolaan lingkungan. Hal itu
dilakukan untuk mencegah jika sewaktu-waktu dibutuhkandana yang berhubungan
dengan kesehatan dan keselamatan lingkungan serta menyangkutYuzels Resto
sebagai salah satu usaha / bisnis di lingkungan tersebut.Hal-hal yang dilakukan oleh
Yuzels Resto dalam mengelola lingkungan adalah sisa-sisabahan produksi yang tidak
digunakan akan dikumpulkan menjadi satu dan kemudian dikemasdengan rapat /
rapi untuk dibuang di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) yang terdekat dengan
Studi Kelayakan Bisnis Yuzels Resto |
28
lokasi Yuzels Resto berada. Dengan demikian, Yuzels Resto terus berusaha untuk
menghindaridan mengupayakan untuk meminimumkan dampak negatif yang bisa
mempengaruhilingkungan di sekitar daerah usaha Yuzels Resto.b.
Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)RPL ini dibuat untuk diajukan kepada instansi
yang berwenang. Jadi Yuzels Restomelakukan suatu pemantauan terhadap lingkungan
di sekitar daerah usaha Yuzels Resto.Selanjutnya, akan diteliti lebih jauh mengenai
dampak apa saja yang mungkin bisa terjadi danmempengaruhi lingkungan di sekitar
daerah usaha Yuzels Resto. Hasil dari kegiatan / aktivitasini akan dilaporkan dalam RPL
dan kemudian akan dilampirkan dalam pengajuan surat izinusaha ke Dinas Perizinan
di daerah setempat (kota Bukittinggi).Berdasarkan kajian-kajian aspek lingkungan di
atas, dapat disimpulkan bahwa usahaYuzels Resto memiliki dampak / pengaruh pada
lingkungan di sekitar usaha tersebut. Misalnyaadalah sisa-sisa bahan produksi yang
akan menjadi sampah lingkungan. Oleh karena itu, YuzelsResto berusaha untuk

mengantisipasi dampak tersebut dan mengupayakan agar tidakmengganggu /


merugikan lingkungan di sekitar usaha tersebut.Usaha-usaha yang dilakukan antara
lain adalah dengan menjaga kebersihan, kerapiandan keindahan sekitar. Selain itu,
Yuzels Resto juga mengumpulkan sisa-sisa bahan baku yangtidak digunakan,
kemudian dikemas serapi dan serapat mungkin dan dibuang secepatnya keTempat
Pembuangan Sampah (TPA) yang terdekat dengan lokasi usaha Yuzels Resto.Hal ini
dilakukan secara rutin (continue) 1 hari sekali untuk menghindari terjadinyapenumpukan
sampah di lokasi usaha Yuzels Resto. Jika sampai terjadi penumpukan, maka
akanmempengaruhi minat para pelanggan untuk datang dan memberikan order ke
tempat YuzelsResto. Hal ini dikarenakan adanya pemandangan yang kurang
menyenangkan dan bau tidaksedap yang ditimbulkan dari tumpukan-tumpukan sampah
tersebut. Sedangkan untuk usahapencegahan yang lain masih terus dilakukan oleh
Yuzels Resto agar usaha ini benar-benar tidakmemiliki dampak negatif terhadap
lingkungan sekitar dan tidak merugikan masyarakat sekitarusaha ini