Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Mata kuliah survey pemetaan atau ilmu ukur tanah merupakan mata
kuliah

yang

menuntut

mahasiswa/i

untuk

bisa

membuat

atau

mengaplikasikan data dari lapangan ke selembar kertas, sehingga tidak


hanya bisa membaca peta tapi juga bisa membuatnya dengan langkahlangkah yang sesuai dengan Standar Oprasional Prosedur (SOP) yang
berlaku. Pada tahap perencanaan disuatu tambang, adakalanya kita menemui
sebuah sungai yang sangat lebar yang tidak bisa kita seberangi sehingga
menyebabkan kita menemui suatu kendala dalam pengukuran panjang suatu
garis. Oleh karena itu, untuk dapat mengetahui lebar suatu sungai tanpa
harus menyeberanginya, kita dapat menggunakan prinsip perhitungan
segitiga sebangun. Pada pembuatan penampang ini mahasiswa/i mengambil
data di sekitar Area SMK N 1 Lahat.
Pertama kita harus menentukan suatu titik pembidikan di seberang
sungai yang tidak bisa kita seberangi tersebut dan Satu titik yang mewakili
lebar sungai (titik tidak boleh membentuk suatu garis miring dengan titik
bidik). Dengan perpanjangan garis, theorema phytagoras, dan dengan
menggunakan peralatan sederhana yang ada.
Untuk memindahkan keadaan dari lapangan yang semula tidak
beraturan ke suatu bidang datar diperlukan bidang perantara yang dipilih
sedemikian rupa, hingga pemindahan keadaan itu dapat dilakukan dengan
cara yang praktis/semudah-mudahnya. Dari

situlah

kami

bermaksud

melakukan suatu praktikum kami susun dalam bentuk laporan ini.

B. Maksud dan Tujuan Praktikum

Adapun maksud dan tujuan dari pembuatan laporan ini adalah sebagai
berikut :
1. Maksud
Praktik Ilmu Ukur Tanah ini dimaksudkan sebagai aplikasi lapangan
dari teori-teori dasar yang telah di berikan sebelumnya seperti alat dan
penggunaannya, sampai pada mengaplikasikan data dari lapangan ke dalam
suatu bidang datar (kertas) dengan penggunaan skala tertentu.
2. Tujuan
a. Mahasiswa/i dapat melakukan pengukuran lebar sungai dengan
menggunakan alat ukur sederhana.
b. Mahasiswa/i dapat mengukur lebar dari sebuah sungai tanpa
menyebranginya.
c. Mahasiswa/i dapat memahami prinsip perhitungan segitiga sebangun
yang digunakan dalam perhitungan.
d. Memanfaatkan pengaplikasian Theorema Phytaoras dalam
pengukuran lebar sungai.
C. Sistematika Penulisan
Untuk mengetahui gambaran mengenai penulisan laporan kerja
praktikum ini, maka berikut ini akan dijelaskan sedikit mengenai
sistematika penulisan laporan ini :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini merupakan bab yang membahas latar belakang, tujuan
praktikum, dan sistematika penulisan. Dimaksudkan dapat memberikan
gambaran dan arahan bagi pembaca tentang urutan pemahaman dalam
penyajian laporan ini.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisi tentang pengertian survey pemetaan,teori mengukuran


lebar sungai tanpa menyeberanginya.
BAB III DATA DAN ANALISIS DATA
Bab ini berisi tentang langkah-langkah pengukuran,cara mengolah
data, dan pengaplikasian ke sebuah bidang datar (kertas) yang di dapat di
lapangan.
BAB IV PEMBAHASAN
Bab ini berisi tentang semua teori-teori dasar, di lanjutkan dengan
Langkah-langkah

menghitung

lebar

sungai

tanpa

menyebranginya,

pengertian survey, serta pembahasan soal-soal.


BAB V PENUTUP
Bab ini menyimpulan dari seluruh isi laporan dan aplikasi pengolahan
data, dan saran untuk pengajuan serta evaluasi pengembangan sistem yang
diambil selama pembuatan laporan ini.

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian Survey
Survei didefenisikan sebuah ilmu, seni dan teknologi untuk
menentuan posisi relatif, titik di atas, atau di bawah permukaan bumi.
Dalam arti yang lebih umum, survey (geomatik) dapat didefenisikan; sebuah
disiplin ilmu yang meliputi semua metode untuk mengukur dan
mengumpulkan informasi tentang fisik bumi dan lingkungan, pengolahan
informasi, dan menyebarluaskan berbagai produk yang dihasilkan untuk
berbagai kebutuhan. Survei memiliki peran yang sangat penting sejak awal
peradapan manusia. Diawali dengan melakukan pengukuran dan menandai
batas-batas pada tanah-tanah pribadi.
Survei dan Pemetaan adalah Segala kegiatan yang meliputi
pengumpulan data dan pengolahan serta penggambaran mengenai gejala dan
keadaan permukaan bumi maupun kerak bumi di bawahnya dan keadaan
angkasa ( Dishidros).
Ilmu ukur tanah adalah bagian rendah dari ilmu Geodesi, yang
merupakan suatu ilmu yang mempelajari ukuran dan bentuk bumi dan
menyajikannya dalam bentuk tertentu. Ilmu Geodesi ini berguna bagi
pekerjaan perencanaan yang membutuhkan data-data koordinat dan
ketinggian titik lapangan Berdasarkan ketelitian pengukurannya, ilmu
Geodesi terbagi atas dua macam, yaitu :
Geodetic

surveying suatu

pengukuran

untuk

menggambarkan

permukaan bumi pada bidang melengkung/ellipsoida/bola. Geodetic


Surveying adalah llmu, seni, teknologi untuk menyajikan informasi bentuk
kelengkungan bumi atau pada kelengkungan bola. (Direktorat pembinaan
SMK;2008).

Plane Surveying adalah merupakan llmu seni, dan teknologi untuk


menyajikan bentuk permukaan bumi baik unsur alam maupun unsur buatan
manusia pada bidang yang dianggap datar. (Direktorat pembinaan
SMK;2008).
B. Teori Mengukur Lebar Sungai Tanpa Menyeberangi
Keadaan lain yang menyukarkan mengukur lebar sungai tanpa
melewatinya ialah bila antara titik-titik ujung D dan A terdapat halangan
yang berupa sungai atau tanam-tanaman, singga satu titik ujung tidak
kelihatan dari titik ujung lainya.mengukur lebar sungai tanpa meleluinya
dengan menentukan titik-titik di antara D dan A. Mengukur lebar sungai
tanpa meleluinya tidak dapat di buat seperti mengukur garis di atas
kertas,mengukur lebar sungai tanpa melaluinya harus di tentukan titiktitiknya.
Oleh karena itu untuk mengukur lebar sungai tanpa melaluinya ini di
tentukan titik-titik di lapangan yang terletak di garis lurus yang
menghubungkan dua titik dengan titik-titik yang cukup banyak.sehingga
mengukur lebar sungai tanpa melewatinya itu terlihat jelas.
Mengukur lebar sungai tanpa melewatinya maksudnya pembuatan
garis lurus tidak dapat di buat secara langsung karena ada rintangan dan
halangan. Halangan tersebut misalnya bangunan, sungai, dan sebagainya.
Dalam pengukuran lebar sungai tanpa melewatinya menggunakan garis
bantu segitiga siku-siku dan perhitungan dengan perbandingan 3:4:5. Untuk
membuat garis lurus yang terhalang sungai ini terlebih dahulu kita tentukan
dua titik sembarang masing-masing berada di sudut sisi bangunan pertama
dan di sudut bangunan kedua.
Membuat garis lurus yang terhalang di lapangan dimaksudkan
pembuatan garis lurus tidak dapat dibuat secara langsung tetapi ada
rintangan/halangan. Halangan tersebut antara lain jalan kereta api, sungai
atau bangunan dan sebagainya. Membuat garis lurus dilapangan merupakan

sesuatu yang penting dalam pengukuran lahan dalam dunia pertambangan.


Oleh karena itu ada beberapa cara untuk membuat garis lurus dengan
kondisi pandangan yang terhalang salah satunya adalah dengan pembuatan
garis bantu yang sejajar dengan garis lurus yang akan dibuat. Dengan
menggunakan segitiga siku-siku dapat ditemukan garis yang sejajar dengan
garis lurus yang akan dibuat. Dalam pembuatan garis yang ada rintangan
menggunakan pertolongan dari pengembangan siku siku dengan
perbandingan 3 : 4 : 5 atau bisa juga menggunakan perbandingan 1,5 : 2 :
2,5 ataupun ukuran lainnya yang menggunakan prinsip phytagoras.

BAB III
DATA DAN ANALISA DATA

A. Denah Lokasi

Bangunan

S
Jalan

u
n
g

Lapangan

a
Voly

i
B
Titik
A

C
Lapangan

Voly

u
E

n
g
a
i

B. Alat dan Langkah Kerja


1. Alat :
a. 5 buah yalon

Gambar 3.1 Yalon

b. 1 buah meteran

Gambar 3.2 Meteran/pita ukur 50 m

2. Bahan :
a). Alat tulis

Gambar3.3 Pena,
Buku Catatan,Buku panduan dan Kalkulator
3. Langkah-langkah kerja
Adapun langkah-langkah kerja dalam pengukuran lebar sungai
adalah sebagai berikut:
a). Tentukan titik A di seberang sungai sebagai acuan pengukuran,
misalnya pohon.
b). Tentukan titik B dengan menancapkan yalon B di seberang sungai

dimana titik A ditancapkan tadi, Usahakan titik B mewakili garis AB


yang tegak lurus terhadap panjang sungai.

Gambar 3.4 Pembuatan titik B


c). Perpanjang AB menjadi AC, dimana titik A, B, dan C berada di
dalam satu garis lurus

Gambar 3.5 Pembuatan titik C


d). Tancapkan titik D bersebelahan dengan titik C dan berada pada satu
garis lurus

Gambar 3.6 Pembuatan titik D


e). Buat garis EB sejajar dengan CD, dan E pada garis AD. Dimana
titik A, E, dan D merupakan satu garis lurus

Gambar3.7 Pembuatan titik E


f). Ukur jarak CD, BC, dan BE
g). Hitunglah jarak AC dengan rumus

10

(CD BC )
(CDBE)

h). Hitung lebar sungai dengan rumus AB = AC BC


C. Data
A
Sungai
E

B
c

a
C
Gambar 3.8 Gambaran praktikum

Diiketahui :
Panjang BC

: 5,05 m

Panjang DE

: 5,39 m

Panjang CD

: 5,63 m

Panjang BE

: 3,82 m

11

Ditanya :
1. Panjang AC...?
2. Panjang AB (Lebar Sungai) ...?
Jawab :
1. untuk mencari panjang AC menggunakan rumus sebagai berikut.
CDBC
AC =
CDBE
5,63 m5,05 m
AC =
5,63 m3,82 m
28,4315 m
AC =
1,81 m
AC = 15,70 m
2. untuk mencari panjang AB (Lebar Sungai) menggunakan Rumus
sebagai berikut.
AB = AC BC
AB = 15,70 m 5,05 m
AB = 10,65 m
D. Analisa Data
S1 dari Titik A ke Titik B (D = 10,65 m)
S1 = 0,008 D+ 0,0003( D)+ 0,05
= 0,008 10,65+ 0,0003(10,65)+ 0,05
= 0,008 10,703195
= 0,008(3,27157378)
= 0,02617259
= 0.030 m
D Maksimal
D Minimal
= D + S1
= D S1
= 10,65 + 0,030
= 10,65 0,030
= 10,68 m
= 10,62 m
S1 dari Titik B ke Titik C (D =5,05 m)
S1 = 0,008 D+ 0,0003( D)+ 0,05
= 0,008 5,05+ 0,0003(5,05)+ 0,05
= 0,008 5,101515
= 0,008(2,25865336)
= 0,018069226 = 0,020 m
D Maksimal
D Minimal
= D + S1
= D S1
= 5,05 + 0,020
= 5,05 0,020

= 5,07 m

= 5,03 m

S1 dari Titik C ke Titik D (D= 5,63 m)


S1 = 0,008 D+ 0,0003( D)+ 0,05
= 0,008 5,63+ 0,0003(5,63)+ 0,05
= 0,008 5,681689
= 0,008(2,383629376)
= 0,019069035
= 0.020 m
D Maksimal
D Minimal
= D + S1
= D S1
= 5,63 + 0,020
= 5,63 0,020
= 5,65 m
= 5,61 m
S1 dari Titik D ke Titik E (D = 5,39 m)
S1 = 0,008 D+ 0,0003( D)+ 0,05
= 0,008 5,39+ 0,0003(5,39)+ 0,05
= 0,008 5,441617
= 0,008(2,332727374)
= 0,018661818
= 0.020 m
D Maksimal
D Minimal
= D + S1
= D S1
= 5,39 + 0,020
= 5,39 0,020
= 5,41 m
= 5,37 m
S1 dari Titik B ke Titik E (D = 3,82 m)
S1 = 0,008 D+ 0,0003( D)+ 0,05
= 0,008 3,82+ 0,0003(3,82)+0,05
= 0,008 3,871146
= 0,008(1,967522808)
= 0,015740182
= 0.016 m
D Maksimal
D Minimal
= D + S1
= D S1
= 3.82 + 0,016
= 3,82 0,016
= 3,836 m
= 3,804 m
S1 dari Titik A ke Titik C (D = 15,70 m)
S1 = 0,008 D+ 0,0003( D)+ 0,05
= 0,008 15,70+ 0,0003(15,70)+ 0,05
= 0,008 15,70971
= 0,008(3,963547653)
= 0,031708381

= 0.032 m
D Maksimal
= D + S1
= 15,70 + 0,032
= 15,732 m

D Minimal
= D S1
= 15,70 0,032
= 15,668 m

E. Gambaran Peta
Dalam pengolahan data di atas maka pengaplikasian ke dalam bidang
datar (kertas) dapat di lihat sebagai berikut :

BAB IV
PEMBAHASAN

A. Pengukuran Lebar Sungai Tanpa Menyeberangginya


Pengukuran Lebar Sungai Tanpa Menyebranginya

di

lapangan

maksudnya pembuatan garis lurus tidak dapat di buat secara langsung


karena ada rintangan dan halangan. Halangan tersebut yaitu sungai.
Dalam Pengukuran Lebar Sungai Tanpa Menyebranginya

menggunakan

garis bantu segitiga siku-siku dan perhitungan dengan perbandingan 3 :


4 : 5. Untuk membuat garis lurus yang terhalang sungai ini terlebih
dahulu kita tentukan dua titik sembarang masing-masing berada di sisi
tepi sungai.
B. Langkah Kerja
1. Tentukan titik A di seberang sungai sebagai acuan pengukuran, misalnya
pohon
2. Tentukan titik B dengan menancapkan yalon B di seberang sungai
dimana titik A ditancapkan tadi, titik B sejajar dengan titik A
3. Perpanjang AB menjadi AC, dimana titik A, B, dan C berada di dalam
satu garis lurus
4. Tancapkan titik D bersebelahan dengan titik C

5. Buat garis EB sejajar dengan CD, dan E pada garis AD. Dimana titik A,
E, dan D merupakan satu garis lurus
6. Ukur jarak CD, BC, dan BE
(CD BC )
7. Hitunglah jarak AC dengan rumus
(CDBE)
8. Hitung lebar sungai dengan rumus AB = AC - BC

C. Pengertian survey
Survei didefenisikan sebuah ilmu, seni dan teknologi untuk
menentuan posisi relatif, titik di atas, atau di bawah permukaan bumi.
Dalam arti yang lebih umum, survey (geomatik) dapat didefenisikan; sebuah
disiplin ilmu yang meliputi semua metode untuk mengukur dan
mengumpulkan informasi tentang fisik bumi dan lingkungan, pengolahan
informasi, dan menyebarluaskan berbagai produk yang dihasilkan untuk
berbagai kebutuhan. Survei memiliki peran yang sangat penting sejak awal
peradapan manusia. Diawali dengan melakukan pengukuran dan menandai
batas-batas pada tanah-tanah pribadi.
Survei dan Pemetaan adalah Segala kegiatan yang meliputi
pengumpulan data dan pengolahan serta penggambaran mengenai gejala dan
keadaan permukaan bumi maupun kerak bumi di bawahnya dan keadaan
angkasa ( Dishidros).
Ilmu ukur tanah adalah bagian rendah dari ilmu Geodesi, yang
merupakan suatu ilmu yang mempelajari ukuran dan bentuk bumi dan
menyajikannya dalam bentuk tertentu. Ilmu Geodesi ini berguna bagi
pekerjaan perencanaan yang membutuhkan data-data koordinat dan
ketinggian titik lapangan Berdasarkan ketelitian pengukurannya, ilmu
Geodesi terbagi atas dua macam, yaitu :

D. Soal

1. Dapatkah pekerjaan pengukuran lebar sungai tanpa menyeberangginya


dilakukan dengan cara lain ? Jelaskan!
2. Dapatkah penkerjaan pengukuran lebar sungai tanpa menyeberanginya
dilakukan secara individu ? Jelaskan!
Jawab :
1.

Dapat. Ada 4 cara untuk mengukur lebar sungai.

a. Cara Pertama :
Mengukur/menaksir lebar sungai dengan ilmu ukur segitiga.

Gambar 4.1 Menaksir dengan ilmu segitiga


1) Tetapkan check point A di seberang sungai.
2) Jadikan tempat kita berdiri sebagai titik B.
3) Buat sudut 90 dan bergerak ke C sebanyak x langkah (x
adalah jumlah langkah).
4) Lanjutkan melangkah ke D sebanyak x langkah. (1/2 x
langkah adalah jumlah langkah
5) Dari titik D buat sudut 90 dan bergeraklah mundur sambil
mengintai ke point A dan C.
6) Tempat berdiri, berada di satu garis lurus.
7) Berhenti setelah A: C dan E berada di satu garis lurus.
(dengan demikian lebar sungai: AB = 2 DE).

b. Cara Kedua :
Mengukur/menaksir lebar sungai dengan ilmu ukur segitiga

Gambar 4.2 Menaksir dengan ilmu segitiga cara ke-2


1) Tetapkan check point A.
2) Jadikan tempat tegak pada point B.
3) Menghadap ke kiri dengan sudut 90 kemudian berjalan
mundur.
4) Berhentilah apabila telah dapat membuat sudut 45, jika di
proyeksikan ke titik A.
5) Titik tersebut dinyatakan sebagai titik C. Dengan demikian
maka dalam segitiga ABC diatas, sudut A juga = 45 karena
itu sisi AB = BC. Jadi lebar sungai AB = BC.

c. Cara ketiga :
Mengukur/menaksir

lebar

sungai

dengan

ujung

topi.

Gambar 4.3 Menaksir dengan cara ujung topi


1) Dengan pandangan melalui ujung topi, tentukan sebuah
check point A di seberang sungai.
2) Berputarlah ketepi yang lain dengan sikap tubuh dan topi
yang sama.

3) Suruh seorang teman menuju ke titik di hujung pandangan


melalui topi tersebut.
4) Titik tersebut kita anggap C. maka BA = BC = radius.

d. Cara keempat :
Menaksir Lebar Sungai dengan Permukaan Air yang
Tenang/Danau.

Gambar 4.4 Menaksir dengan


cara permukaan air yang tenang
1) Jatuhkan benda berat ke dalam air, misalnya : batu atau
sejenisnya
2) Perhatikan riak air yang berjalan menuju titik C (diseberang).
3) Perhatikan riak air yang menyentuh titik C yang bersamasama menyentuh titik B
4) Ukur jarak antara A dan B.
5) Jarak A dan B akan sama dengan jarak A dan C yang
sekaligus menunjukan lebar sungai.
2. Tidak Bisa. Karena, kalau dikerjakan dengan sendiri bisa terjadi
kesulitan dalam pengukuran jarak titik dan ada kemungkinan jarak atar
titik tidak tepat karena faktor pemegang pita ukurnya tidak kencang, dan
juga memakan waktu yang panjang. Dalam pekerjaan ini membutuhkan
paling tidak 2 atau 3 orang.

BAB VI
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan dan analisa data yang telah dilakukan, maka
dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1.Pengukuran lebar sungai dapat dihitung dengan menggunakan
prinsip perhitungan segitiga.
2.Untuk membuat sebuah garis yang tegak lurus di lapangan dapat
dilakukan dengan membuat suatu segitiga siku-siku dengan
perbandingan sisi datar : sisi tegak : sisi miring adalah 3:4:5.
3.Pada analisa data didapatkan nilai lebar sungai yang berbeda dengan
lebar sungai yang sebenarnya dengan perbedaan 14 cm. Hal ini
dikarenakan faktor pembuatan garis lurus dengan alat sederhana
yang persentase kesempurnaannya tidak mencapai 100%.

B. Saran
Dengan

adanya

pembelajaran

praktikum

langsung

dilapangan menjadikan mahasiswa lebih mudah untuk


memahami ilmu ukur tanah. Ilmu yang didapat diharapkan
dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya khususnya di
aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.