Anda di halaman 1dari 14

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................. 1
DAFTAR ISI.............................................................................................. 2
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................... 3
a. Latar Belakang.................................................................................... 3
b. Tujuan................................................................................................. 3
BAB II TINJAUAN TEORI...................................................................... 4
a. Definisi............................................................................................... 5
b. Etiologi............................................................................................... 5
c. Tanda dan gejala................................................................................. 6
d. Patofisiologi........................................................................................ 6
e. Patway................................................................................................. 8
f. Penatalaksanaan ................................................................................. 9
g. Diagnosa keperawatan........................................................................ 9
BAB III ASUHAN KEPERAWATAN..................................................10
BAB IV PENUTUP...................................................................................15
a. Kesimpulan.........................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA................................................................................16

Kata Pengantar
Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah ini

dengan judul Asuhan Keperawatan Gawat Darurat Dengan

retensi urine. Makalah

ini di susun guna memenuhi tugas mata kuliah

Keperawatan Gawat Darurat II. Dalam menyusun makalah ini tidak lepas dari
bantuan, bimbingan dan pengarahan yang penulis terima dari berbagai pihak.
Oleh karena itu penulis sampaikan terima kasih memberikan dukungan kepada
penulis dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.

Pontianak, 17 oktober 2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Retensi urin merupakan suatu keadaan darurat urologi yang paling sering
ditemukan dan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Berarti bahwa
seorang dokter atau perawat dimanapun dia bertugas kemungkinan besar
pernah atau

akan menghadapi

kelainan

ini. Oleh

karena

itu,

yang

bersangkutan harus bisa mendeteksi kelainan tersebut dan selanjutnya dapat


melakukan penanganan awal secara benar.
Sehat adalah suatu keadaan yang masih termasuk dalam variasi normal
dalam standar yang diterima untuk kriteria tertentu berdasarkan jenis kelamin,
kelompok penduduk dan wilayah (WHO, 1957).
1.2 Tujuan
a. Tujuan Umum
Mengetahui Asuhan Keperawatan Gawat darurat Pada pasien dengan
retensi urin
b. Tujuan Khusus
1. Mahasiswa mengetahui dan memahami definisi dari penyakit Retensi
Urin
2. Mahasiswa mengetahui dan memahami etiologi dari penyakit Retensi
Urin
3. Mahasiswa mengetahui dan memahami tanda dan gejala dari penyakit
Retensi Urin
4. Mahasiswa mengetahui dan memahami pathofisiologi dan pathways
dari penyakit Retensi Urin
5. Mahasiswa mengetahui dan memahami stadium keparahan dari
penyakit Retensi Urin
6. Mahasiswa mengetahui dan memahami penatalaksanaan dari penyakit
Retensi Urin
7. Mahasiswa mengetahui

dan

memahami

konsep

dasar

asuhan

keperawatan gawat darurat dari penyakit Retensi Urin

BAB II
TINJAUAN TEORI
2.1.1. Definisi
Retensio urine adalah kesulitan miksi karena kegagalan urine dari fesika
urinaria. (Arif, 2000).
Retensio urine adalah tertahannya urine di dalam kandung kemih, dapat
terjadi secara akut maupun kronis. (Depkes RI Pusdiknakes 1995).
Retensio urine adalah ketidakmampuan untuk melakukan urinasi
meskipun terdapat keinginan atau dorongan terhadap hal tersebut. (Brunner &
Suddarth, 2002).
Retensi urine adalah ketidakmampuan untuk mengosongkan isi
kandung kemih sepenuhnya selama proses pengeluaran urine. (Brunner and
Suddarth, 2010). Text Book Of Medical Surgical Nursing 12th Edition. Hal
1370 ).
Retensi urine adalah suatu keadaan penumpukan urine di kandung
kemih dan tidak mempunyai kemampuan untuk mengosongkannya secara
sempurna. Retensio urine adalah kesulitan miksi karena kegagalan urine dari
fesika

urinaria. (Kapita

SelektaKedokteran).

Retensio

urine

adalah

tertahannya urine di dalam kandung kemih, dapat terjadi secara akut maupun
kronis. (Depkes RI Pusdiknakes, 1995).
2.1.2. Etiologi
Adapun penyebab dari penyakit retensio urine adalah sebagai berikut:
a. Penyebab dari retensi urine antara lain diabetes, pembesaran kelenjar
prostat, kelainan uretra ( tumor, infeksi, kalkulus), trauma, melahirkan
atau gangguan persyarafan ( stroke, cidera tulang belakang, multiple
sklerosis dan parkinson). Beberapa pengobatan dapat menyebabkan
retensi urine baik dengan menghambat kontraksi kandung kemih atau
peningkatan resistensi kandung kemih. (Karch, 2008)
b. Vesikal berupa kelemahan otot detrusor karena lama teregang, atoni
pada pasien DM atau penyakit neurologist, divertikel yang besar.
c. Intravesikal berupa pembesaran prostate, kekakuan leher vesika,
striktur, batu kecil, tumor pada leher vesika, atau fimosis.
d. Dapat disebabkan oleh kecemasan, pembesaran porstat, kelainan
patologi urethra (infeksi, tumor, kalkulus), trauma, disfungsi
neurogenik kandung kemih.

e. Beberapa obat mencakup preparat antikolinergik antispasmotik


(atropine), preparat antidepressant antipsikotik (Fenotiazin), preparat
antihistamin (Pseudoefedrin hidroklorida = Sudafed), preparat
penyekat

adrenergic

(Propanolol),

preparat

antihipertensi

(hidralasin).
2.1.3. Tanda dan Gejala
Adapun tanda dan gejala atau menifestasi klinis pada penyakit ini
adalah sebagai berikut:
a. Diawali dengan urine mengalir lambat.
b. Kemudian terjadi poliuria yang makin lama menjadi parah karena
pengosongan kandung kemih tidak efisien.
c. Terjadi distensi abdomen akibat dilatasi kandung kemih.
d. Terasa ada tekanan, kadang terasa nyeri dan merasa ingin Bak
e. Pada retensi berat bisa mencapai 2000 -3000 cc.
2.1.4. Patofisiologi
Pada retensio urine, penderita tidak dapat miksi, buli-buli penuh
disertai rasa sakit yang hebat di daerah suprapubik dan hasrat ingin miksi
yang hebat disertai mengejan. Retensio urine dapat terjadi menurut lokasi,
faktor obat dan factor lainnya seperti ansietas, kelainan patologi urethra,
trauma dan lain sebagainya. Berdasarkan lokasi bisa dibagi menjadi supra
vesikal berupa kerusakan pusat miksi di medulla spinalsi menyebabkan
kerusaan simpatis dan parasimpatis sebagian atau seluruhnya sehingga
tidak terjadi koneksi dengan otot detrusor yang mengakibatkan tidak
adanya atau menurunnya relaksasi otot spinkter internal, vesikal berupa
kelemahan otot detrusor karena lama teregang, intravesikal berupa
hipertrofi prostate, tumor atau kekakuan leher vesika, striktur, batu kecil
menyebabk an obstruksi urethra sehingga urine sisa meningkat dan terjadi
dilatasi bladder kemudian distensi abdomen. Faktor obat dapat
mempengaruhi proses BAK, menurunkan tekanan darah, menurunkan
filtrasi glumerolus sehingga menyebabkan produksi urine menurun. Faktor
lain berupa kecemasan, kelainan patologi urethra, trauma dan lain
sebagainya yang dapat meningkatkan tensi otot perut, peri anal, spinkter
anal eksterna tidak dapat relaksasi dengan baik. Dari semua faktor di atas
menyebabkan urine mengalir labat kemudian terjadi poliuria karena

pengosongan kandung kemih tidak efisien. Selanjutnya terjadi distensi


bladder dan distensi abdomen sehingga memerlukan tindakan, salah
satunya berupa kateterisasi urethra.

2.1.5. Pathway

Nyeri akut

Retensi urine

Ansietas

2.1.6.

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan yang dapat dilakukan pada retensio urine adalah


sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.

Kateterisasi urethra.
Pungsi Suprapubic
Sistostomy (open cystostomi/troichat)
Dilatasi urethra dengan boudy.
Drainage suprapubik

2.1.7.
Diagnosa Keperawatan
a. Retensi urine berhubungan dengan ketidakmampuan kemih untuk
berkontraksi dengan adekuat
b. Nyeri akut berhubungan dengan agens cidera biologis
c. Ansietas berhubungan dengan krisis situasional

BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN
FORMAT PENGKAJIAN GAWAT DARURAT

2.1.

TINJAUAN KASUS
Tn Majid 55 tahun datag ke UGD RS PKU Muhammadiyah dengan
keluhan sudah 2 hari tidak bisa miksi. Perut tampak bengkak, pasien tampak
kurang nyaman dan kesakitan dengan sering memegangi perut bagian bawah.
TD: 130/95 mmHg
N: 80x/ menit
RR: 23x/ menit
S: 360 C

2.2.1.
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Data Umum
Nama inisial klien
Umur
Alamat
Agama
Tgl masuk RS
No. RM

: Tn. M
: 55 tahun
: Temanggung
: Islam
: 13 April 2013
: 13.0956

2.2.2. Keluhan Utama


Klien mengatakan sudah 2 hari tidak bisa miksi. Perut tampak bengkak,
pasien tampak kurang nyaman dan kesakitan dengan sering memegangi perut
bagian bawah.
2.2.3. Pengkajian Primer
a. Airway (Jalan Nafas)
Tidak ada obstruksi jalan nafas.
b. Breathing
1. Inspeksi
Bentuk dada simetris, ekspansi paru kanan dan kiri sama, klien tidak
menggunakan alat bantu pernafasan.
2. Palpasi
Vokal fremitus kanan dan kiri sama, tidak terdapat krepitasi
3. Perkusi
Tidak terdapat pembesaran paru, kedua paru sonor.
4. Auskultasi
Suara nafas vesikuler, tidak ada suara nafas tambahan.
c. Circulation
1. Vital Sign
TD
: 130/95 mmHg
Nadi
: 80x/menit
Suhu
: 360 C
Respirasi
: 23x/menit
2. Capilarry Refill : 2 detik
3. Akral
: akral teraba dingin
9

d. Disability
1. GCS
: 15
E: 4, M: 6, V: 5
2. Pupil
: pupil isokor, reflek terhdap cahaya (+/+)
3. Gangguan Motorik: klien menahan pergerakan terutama pada
ekstremitas bagian bawah karena klien kesakitan dengan sering
memegagi perut bagian bawah.
4. Gangguan Sensorik: klien tidak mengalami gangguan sensorik.
e. Exposure
Tidak terdapat luka pada tubuh dan ditemukan bengkak pada perut.

2.2.4. Analisa Data


No

Tgl & Jam

.
1.

13

Data Subyektif

Data Obyektif

April Klien mengatakan sudah 2 Perut tampak bengkak


Pasien
tampak
kurng
2013
hari tidak bisa miksi
18.00
Klien mengatakan terasa nyaman dan kesakitan
tidak nyaman

dengan sering memegangi


perut bagian bawah

2.2.5. Diagnosa Keperawatan


Tanggal : 13 April 2013
Waktu
: 18.00 WIB
No
.
1.

Symptom
DS:

Klien

Etiologi

mengatakan Ktidakmampua

Problem
Retensi Urin

sudah 2 hari tidak bisa n kemih untuk


miksi, Klien mengatakan berkontraksi
terasa tidak nyaman
dengan kuat
DO:
Perut
tampak

10

bengkak, Pasien tampak


kurng

nyaman

dan

kesakitan dengan sering


memegangi perut bagian
bawah

2.2.6. Rencana Keperawatan


Tanggal
Waktu

: 13 April 2013
: 18.00 WIB

No

Diagnosa

Keperawatan

1.

NOC

NIC

Rasional

Retensi urin

Setelah dilakukan

Lakukan pemasangan Untuk mempercepat

berhubungan

tindakan

kateter

dengan

keperawatan

ketidakmampua

selama 1x

n kemih untuk

15menit

berkontraksi

diharapkan tidak

intervensi
Anjurkan pada klien Untuk meminimalkan

dengan kuat.

terjadi retensi

untuk berkemih tiap retensi

urin dengan

2-4 jam dan bila tiba- distensi

kriteria hasil:
Urin dapat

keluar
Klien merasa

pengeluaran urin

Observai aliran dan Untuk mengevaluasi


karakteristik urine

obstruksi dan pilihan

urin

dan

berlebihan

tiba dirasakan
pada kandung kemih
Kolaborasi dengan Untuk mengeluarkan
dokter

pemberian urine yang tertahan

obat diuretik

11

nyaman
Perut tidak

Kolaborasi

bengkak
Klien tidak

ahli radiologi dalam retensi urin

merasa nyeri

dengan Untuk

mengetahui

ahli laboratorium dan penyebab

utama

pemeriksaan
sekunder

BAB III
PEMBAHASAN
3.1.

Pengkajian
Dari kasus yang disediakan, pengkajian yang belum ada atau
belum tercantum adalah pengkajian abdomen. Pemeriksaan fisik pada
abdomen penting karena dapat mengetahui seberapa besar cairan yang
tertahan di vesika urinaria.

3.2.

Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan: Retensi urine berhubungan dengan
ketidakmampuan kemih untuk berkontraksi dengan kuat.
Batasan karakterisrtiknya karena pasien kesulitan dalam BAK dalam 2
hari,dan merasa tidak nyaman dalam berkemkih

3.3.

Rencana Keperawatan
Perinsip intervensi dari yaitu agar urine dapat keluar dengan rasa
nyaman, jika urine dapat keluar dengan normal maka semua masalah
retensio urine dapat teratasi

3.4.

Implementasi
Implementasinya sudah sesuai dengan yang sudah di tencanakan
3.5.
Evaluasi
Tujuan dari intervensinya sudah tercapai

12

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian dapat disimpulkan bahwa retensio urine adalah
ketidakmampuan melakukan urinasi meskipun terdapat keinginan atau
dorongan terhadap hal tersebut atau tertahanya urine didalam kandung kemih.
Tindakan utama pada klien dengan retensio urine dalam keperawatan
gawat darurat adalah dengan melakukan pemasangan kateter.

13

DAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddarth. (2002). Keperawatan medikal bedah. Jakarta: EGC.


Arif. M dkk. (2000). Kapita Selekta Kedokteran. Edisi III, jilid 2. Jakarta:

Media Aesculapius
Sjamsuhidajat, R., & de Jong, W., 2005, Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta: EGC
International,NANDA. 2010. Diagnosis Keperawatan: Definisi dan Klasfikasi
2009-2011. Alih bahasa Made Sumarwati, Dwi Widiarti, Estu Tiar. Jakarta:

EGC
International,NANDA. 2012. Diagnosis Keperawatan: Definisi dan Klasfikasi
2012-2014. Alih bahasa Made Sumarwati, Dwi Widiarti, Estu Tiar. Jakarta:

EGC
Taylor,Cynthia M. 2010. Diagnosis Keperawatan: dengan rencana asuhan
keperawatan. Alih bahasa:Eny Meiliya. Jakarta: EGC

14