Anda di halaman 1dari 37

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Prestasi belajar secara umum dipandang sebagai perwujudan nilai-nilai
yang diperoleh siswa melalui proses belajar-mengajar. Dalam hal ini dapat juga
dikatakan bahwa prestasi belajar adalah penguasaan yang dicapai oleh siswa
dalam mengikuti program belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang
telah ditetapkan.
Prestasi belajar siswa dalam bidang studi dapat dikatakan sebagai prestasi
belajar yang diperoleh setelah mengikuti program pengajaran dalam bidang studi
tersebut setelah terjadi interaksi belajar mengajar, seperti dikemukakan oleh
Slameto yaitu:Prestasi belajar anak adalah prestasi belajar siswa yang diperoleh
siswa setelah mengikuti program pengajaran dalam bidang studi tertentu. Prestasi
belajar diperoleh setelah terjadi interaksi belajar mengajar.1Prestasi belajar atau
prestasi belajar

dalam penelitian ini diukur dengan mengambil nilai

yang

terdapat dalam buku rapor siswa.


Oleh karena itu prestasi belajar yang baik diperoleh dari orang yang
belajar dan yang mau berusaha.Pendidikan merupakan suatu proses yang
berkaitan dengan berbagai faktor lainnya. Salah satu faktor penting yang harus
dipertimbangkan dalam proses pendidikan adalah kualitas dari siswayang
merupakan output dari proses pendidikan itu sendiri. Karena output inilah yang
1Slameto. Belajardan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.2005.hal.4

kelak akan berbicara bagaimana kualitas dari proses pendidikan itu berlangsung.
Kegagalan dan keberhasilan mereka merupakan gambaran dari keberadaan
pendidikan itu sendiri.
Hamalik menyatakan bahwa banyak kegagalan pembelajaran di sekolah
karena disebabkan penggunaan pendekatan tradisional yang tidak cocok dengan
cara kebanyakan siswa belajar.2 Hal senada juga dikemukan oleh Langgulung3
1 pasif dengan keadaan, akan kesulitan
bahwa : Guru yang mengajar hanya bersifat
menciptakan pembelajaran yang dinamis. Akibatnya, akan sangat jauh dan
keberhasilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran bahkan berimplikasi
pada kegagalan pencapaian tujuan institusi dan pendidikan. Memang tidak
gampang mewujudkan pembelajaran yang berhasil dan efekti. Hal ini
membutuhkan kesungguhan guru untuk mau mengembangkan model-model
pembelajaran .
Manusia adalah mahluk filosofis, artinya manusia mepunyai pengetahuan
dan berpikir, mausia juga memiliki sifat yang unik, berbeda dengan mahluk lain
dalam pekembanganya. Implikasi dari keragaman ini ialah bahwa individu
memiliki kebebasan dan kemerdekaan untuk memilih dan megembangkan diri
sesuai dengan keunikan atau tiap-tiap pontensi tanpa menimbulkan konflik
dengan lingkungannya. Dari sisi keunikan dan keragaman idividu, maka

2Oemar Hamalik, Dasar-dasar pengembangan kurikulum,Bandung:Remaja


Rosdakarya.hal.47
3Hasan Langgulung, Manusia dan Pendidikan, Jakarta : Pustaka Al Husna.
2006,hal.29

diperlukanlah

bimbingan

untuk

membantu

setiap

individu

mencapai

perkembangan yang sehat didalam lingkungannya.


Pada dasarnya bimbingan dan konseling juga merupakan upaya bantuan
untuk menunjukan perkembangan manusia secara optimal baik secara kelompok
maupun idividu sesuai dengan hakekat kemanusiannya dengan berbagai potensi,
kelebihan dan kekurangan, kelemahan serta permasalahanya. Adapun dalam dunia
pendidikan, bimbingan dan konseling juga sangat dipelukan karena dengan
adanya bimbingan dan konseling dapat mengantarkan peserta didik pada pencapai
standar dan kemampuan profesional dan akademis, serta perkembangan dini yang
sehat dan produktif.
Salah satu masalah pendidikan saat ini adalah rendahnya prestasi belajar
yang diperoleh siswa. Didalam lingkungan sekolah hasil belajar dinyatakan dalam
angka-angka atau nilai dalam semua mata pelajaran yang diberikan. Oleh sebab
itu bentuk angka (nilai) inilah yang merupakan lambang untuk prestasi belajar
siswa.
Berdasarkan observasi awal, fenomena yang terjadi di SMA Melati Binjai
saat ini bahwa rendahnya prestasi belajar siswa kelas X, hal ini dapat dilihat dari
hasil ulangan harian, UTS, serta ulangan umum yang nilainya tidak mencapai
KKM. Hal ini terjadi karena pada pelaksanaan remedial juga kurang maksimal.
Selain itu ada beberapa kebiasaan siswa yang dianggap sebagai penyebab
rendahnya prestasi siswa yang diperoleh dari guru di SMA Melati Binjai yaitu:

1. Malas
Siswa menganggap belajar disekolah hanya suatu kewajiban tanpa
dibarengi niat dan tidak belajar dirumah sudah menjadi budaya.
2. Terlalu santai
Siswa yang pada umumnya sering dimanja orang tua, anak hanya
dibiarkan bersenang-senang serta membuang-buang waktu untuk
sesuatu yang tidak bermanfaat malah menjadi terlalu santai
sehingga hal yang bermanfaat juga sering terabaikan, misalnya
tidak memusatkan perhatiannya kepada pelajaran yang dijarkan
guru disekolah.
3. Menggampangkan tugas
Kesadaran siswa untuk hal ini sangat rendah , selalu menganggap
mudah tugas sehingga tugas atau PR dikerjakan dengan asal-asalan
dan terkadang mengerjakannya di saat pagi hari sebelum bel masuk
berbunyi.
Sebagai pembimbing, guru harus mencari solusi bagi pemecahan masalah
rendahnya prestasi belajar siswa ini, salah satu hal yang dianggap mampu
meningkatkan prestasi belajar siswa adalah dengan memberikan layanan iformasi
bidang bimbingan belajar. Layanan informasi membantu meningkatkan
penyadaran dengan kata kunci bagi sebuah usaha menyadarkan siswa agar tidak
lagi melakukan kesalahan-kesalahan, termasuk rendahnya prestasi belajar yang
dianggap hal wajar oleh siswa. Untuk itu peneliti tertarik untuk memberikan
layanan informasi dengan tujuan siswa mampu meninkatkan prestasi belajar
siswa, menjadi sebuah pertanyaan akan kontribusi yang diberikan, oleh karena itu
penulis melakukan penelitian dengan judul Pengaruh layanan informasi bidang

bimbingan belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMA Melati Binjai
Tahun Pelajaran 2016/2017.
B. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah perlu ditentukan agar topik penelitian menjadi jelas
dan terarah. Adapun yang menjadi identifikasi masalah dalam penelitian ini
adalah:
1. Masih banyak siswa yang menganggap sekolah hanya kewajiban dan tidak
belajar dirumah sudah membudaya.
2. Masih banyak siswa yang terlalu santai dan banyak membuang-buang
waktu disekolah.
3. Masih banyak siswa yang menggampangkan tugas sehingga mengerjakan
PR disekolah pada pagi hari sebelum bel masuk sekolah.
C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan uraian pada ruanglingkup masalahdi atas penulis
membatasi permasalahan padapengaruh layanan informasi bidang bimbingan
belajar terhadap prestasi belajar belajar siswa kelas XSMA Melati Binjai Tahun
Pelajaran 2016/2017.

D. Rumusan Masalah

Masalah dalam penelitian ini adalah Apakah ada pengaruh layanan


informasi bidang bimbingan belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XSMA
Melati Binjai Tahun Pelajaran 2016/2017?
E.

Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian sangat erat hubungannya dengan jenis penelitian yang

dilakukan. Tujuan penelitian mengungkapkan secara nyata apa yang menjadi


tujuan penelitian itu sendiri dan tujuan penelitian tersebut harus pula konsisten
dan terungkap dalam temuan penelitian dan kesimpulan.
Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk
mengetahui seberapa besar pengaruh layanan informasi bidang bimbingan belajar
terhadap prestasi belajar siswa SMA Melati Binjai Tahun Pelajaran 2016/2017.
F. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoretis
Sebagai informasi ilmiah yang dapat digunakan sebagai upaya untuk
menambah khasanah dan pengembangan wacana pendidikan berkenaan dengan
ilmu pengetahuan di bidang Bimbingan dan Konseling pada umumnya.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Peneliti
Dapat menambah pengalaman dan memperluas ilmu pengetahuan
untuk menjadi seorang konselor
b. Bagi siswa
Sebagai masukan bagi siswa tentang manfaat layanan informasi bidang
bimbingan belajar untuk prestasi belajar
c. Bagi peneliti lain

Dapat dijadikan bahan pertimbangan atau dikembangkan lebih lanjut serta


refrensi terhadap penelitian dalam bidang yang sama.
d. Bagi guru
Sebagai masukan untuk guru bimbingan dan
menggunakan

layanan

informasi

bidang

konseling

untuk

bimbinganbelajar

untuk

membantu siswa dalam prestasi belajarnya

BAB II
KERANGKA TEORETIS, KERANGKA KONSEPTUAL DAN
PENGAJUAN HIPOTESIS
A. Kerangka Teoretis
1. Layanan Informasi Bidang Bimbingan Belajar

Sesuai dengan beberapa pengertian

tentang bimbingan yang telah

dikemukakan di atas, maka berikut ini akan dikemukakan pengertian tentang


layanan informasi bidang bimbingan belajar belajar. Layanan informasi bidang
bimbingan belajar merupakan salah satu teknik pemberian bantuan individual dan
secara langsung berkomunikasi.4
Layanan informasi bidang bimbingan belajar diartikan bahwa:
Layanan informasi bidang bimbingan belajar yaitu layanan bimbingan dan
konseling yang memungkinkan peserta didik (klien/konseli) mengembangkan diri
berkenaan dengan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, materi belajar yang
cocok dengankecepatan dan kesulitan belajarnya, serta berbagai aspek tujuan dan
kegiatan belajar lainnya.5
Berdasarkan pengertian di atasdapat dipahami bahwa layanan bimbingan
belajar mencakup berbagai aspek, tidak hanya terpusat dalam kesulitan
belajar siswa semata. Dalam hubungan ini disebutkan bahwakiranya
selayaknya kalau sekolah memberikan pelayanan bimbingan dalam
menghadapi semua tantangan, kesulitan dan masalah aktual yang timbul
dewasa ini, demi perkembangan setiap peserta didik yang seoptimal
mungkin.6
Oleh karena itu, bimbingan belajar lebih tepat digunakan sebagai bantuan
kepada siswa untuk mengatasi masalah yang dihadapinya, sehingga siswa yang

4 Rusyan Tabrani, dkk, Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar, (Bandung; Remadja
Rosda Karya, 1989), hal. 197.
8
5 Dewa Ketut Sukardi dan Desak P.E. Nila Kusmawati, Proses Bimbingan Dan Konseling
Di Sekolah, (Jakarta : PT. Rineka Cipta, 2008), hal. 62.

6 W.S Winkel, Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan, (Jakarta: Grasindo,


1991), hal. 73.

bersangkutan mampu mengatasi masalah yang dialami oleh individu yang


bermasalah.
a. Aspek-aspek Bimbingan Belajar
Pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa mengembangkan
kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai pengetahuan dan keterampilan serta
menyiapkannya untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat pendidikan yang lebih
tinggi. Bidang bimbingan ini meliputi pokok-pokok materi berikut:
1. Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar untuk mencari informasi
dari berbagai sumber belajar, bersikap terhadap guru dan nara sumber
lainnya, mengikuti pelajaran sehari-hari, mengerjakan tugas (PR),
mengembangkan keterampilan belajar dan menjalani program penilaia
2. Pengembangan disiplin belajar dan berlatih baik secara mandiri
maupun kelompok.
3. Pemantapan dan pengembangan penguasaan materi pelajaran di
Sekolah.
4. Orientasi belajar di Sekolah Lanjutan.
5. Pemantapan pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik, sosial dan
budaya yang ada di sekolah, lingkungan sekitar dan masyarakat untuk
pengembangan pengetahuan dan kemamapuan serta pengembangan
pribadi.7

b. Tujuan dan Fungsi Layanan Informasi Bidang Bimbingan Belajar


Tujuan

supaya

orang

yang

dilayani

menjadi

mampu

mengatur

kehidupannya sendiri, memiliki pandangannya sendiri dan tidak sekedar


membebek pendapat orang lain, mengambil sikap sendiri dan berani menanggung
sendiri akibat dan konsekuensi dan tindakan-tindakannya.
Secara khusus berkaitan dengan tujuan dan fungsi layanan informasi
bidang bimbingan belajar adalah untuk memungkinkan siswa memahami dan
7. http://hamamelblingij.blogspot.co.id/2013/12/layanan-bimbingan-dankonseling-di_490.html.

10

mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, keterampilan dan materi
belajar yang cocok dengankecepatan dan kesulitan belajarnya, serta tuntutan
kemampuan yang berguna dalam kehidupan dan perkembangan dirinya.8
Sedangkan fungsi utama layanan bimbingan belajar adalah fungsi
pemeliharaan dan pengembangan.9 Belajar adalah aktivitas yang harus dilakukan
oleh siswa di sekolah. Maka siswa harus mendapatkan proses bimbingan agar
tercapai keberhasilan dalam prestasi belajarnya. Bimbingan belajar dimaksudkan
adalah membantu siswa untuk memiliki kemampuan dalam penyesuaian baik
dalam situasi belajarnya, sehingga siswa benar-benar secara efesien dan efektif
mengembangkan kemampuan yang dimilikinya dan memperoleh perkembangan
seoptimal mungkin.
Tujuan pelayanan bimbingan belajar tersebut adalah :
a) Mencarikan cara-cara belajar yang efesien dan efektif bagi seorang
anak atau kelompok anak.
b) Menunjukkan cara-cara mempelajari sesuai dan menggunakan buku
pelajaran.
c) Memberikan informasi (saran dan petunjuk) bagi yang memanfaatkan
perpustakaan.
d) Membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ulangan dan
ujian.
e) Memilih suatu bidang studi (mayor dan minor) sesuai dengan bakat,
minat, kecedasan, cita-cita, dan kondisi fisik atau kesehatannya.
f) Menunjukkan cara-cara mengadapi kesulitan dalam bidang studi
tertentu.
g) Menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajarnya.

8 Prayitno, Seri Pemandu Pelaksanaan Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Buku III
Pelayanan Bimbingan Dan Konseling Sekolah Menengah Umum (SMU), (Jakarta : PT. Ikrar
Mandiriabadi, 2007), hal. 87.

9Ibid, hal. 88.

11

h) Memilih pelaajran tambahan baik yang berhubungan dengan pelajaran


di sekolah maupun untuk pengembangan bakat dan kariernya di masa
depan.10
c.

Tugas Konselor Dalam Bimbingan Belajar


Kesulitan belajar terjadi di kalang setiap para siswa di sekolah ataupun di

luar sekolah dalam proses belajar siswa maka sehingga perlu mendapat perhatian.
Kesulitan belajar

sering menjadi masalah dalam proses pendidikan yang

berlangsung di lembaga-lembaga sekolah juga menjadi hambatan terhadap


kesuksesan pendidikan. Di saat seperti inilah perlu suatu komponen yang disusun
secara sistematis untuk mengatasi masalah siswa tersebut, salah satu diantara
komponen pendidikan itu adalah guru pembimbing yang di harapkan tampil untuk
membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar yang timbul dalam proses
pendidikan siswa.
Tugas guru pembimbing (konselor) dengan peranannya sebagai tugas
bimbingan yang dinyatakan dalam buku bimbingan dan konseling adalah:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Mengumpulkan data tentang pribadi siswa


Mengamati tingkahlaku siswa dalam situasi sehari-hari
Mengenal siswa-siswa yang memerlukan bantuan khusus.
Mengadakan pertemuan / hubungan dengan orangtua siswa bagi
secara individu maupun secara kelompok untuk memperoleh saling
pengertian dalam pendidikan anak.
Membuat catatan pribadi siswa dan menyimpan dengan baik.
Menyelenggarakan bimbingan kelompok ataupun individu
Bekerjasama dengan petugas-petugas bimbingan lainnya untuk
membantu memecahkan masalah siswa.
Bersama-sama dengan petugas bimbing lainnya, menyusun
program bimbingan di sekolah.
Meneliti kemajuan siswa baik disekolah maupun di luar
sekolah.11

10 Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, (Jakarta : Rineka


Cipta, 2008), hal. 111.
11 Soeprapto, Bimbingan dan Penyuluhan, (Jakarta: Renika Cipta,2007), hal. 25.

12

Adapun peranan yang dilakukan guru pembimbing bertujuan:


1.

Membantu siswa untuk mengembangkan pemahaman diri sesuai


dengan kecakapan, minat pribadi, prestasi belajar serta kesempatan
yang ada.
2.
Membantu proses sosialisasi sentifitas kepada kebutuhan orang
lain.
3.
Membantu siswa untuk mengembangkan motif-motif intrinsik
dalam belajar sehingga tercapai peningkatan pengajaran yang berarti
dan bertujuan.
4.
Memberikan dorongan di dalam pengarahan diri, pemecahan
masalah, pengambilan keputusan dan terlibatan dalam proses
pendidikan.
5.
Mengembangkan nilai dan sikap secara menyeluruh serta perasaan
sesuai dan penerimaan diri.
6.
Membantu dalam memahami tigkahlaku manusia.
7.
Membantu siswa untuk memperoleh kepuasan pribadi dalam
penyesuaian diri secara maksimum terhadap masyarakat di dalam
kehidupan.
8.
Membantu siswa untuk hidup di dalam kehidupan yang seimbang
dalam berbagai aspek fisik, mental, dan sosial.12
Guru pembimbing adalah sosok seorang pemimpin. Guru pembimbing
adalah sosok arsitektur yang dapat membentuk jiwa dan watak anak didik. Guru
pembimbing mempunyai kekuasaan untuk membentuk dan membangun
kepribadian anak didik menjadi seorang yang berguna bagi agama, nusa, dan
bangsa. Guru pembimbing bertugas mempersiapkan manusia susila yang cakap
yang dapat diharapkan membangun dirinya dan membangun bangsa dan negara.
Berkaitan dengan kesulitan belajar, upaya mengatasinya, tidak dapat
dipisahkan dari faktor-faktor kesulitan belajar sebagai bagaimana yang diuraikan
di atas. Karena itu, dalam pelaksanaan layanan bimbingan belajar harus memiliki
tahapan-tahapan pelaksanaan. Tahapan-tahapan tersebut adalah:
12 Djumhur, Moh surya, Bimbingan Dan Penyuluhan di Sekolah, (Bandung :
Angkasa,2012), hal.25.

13

1.

Pengenalan siswa yang mengalami masalah belajar

2.

Pengungkapan sebab-sebab timbulnya masalah belajar

3.

Pemberian bantuan pengentasan masalah belajar.13

Selanjutnya alternatif yang diambil guru pembimbing dalam mengatasi


kesulitan belajar siswa adalah dengan melakukan beberapa langkah penting
meliputi :
1) Menganalisis hasil diagnosis, yakni menelaah bagian- bagian masalah
dan hubungan antara bagian tersebut untuk memperoleh pengertian
yang benar mengenai kesulitan belajar yang dihadapi siswa.
2) Mengidentifikasi dan menentukan bidang kecakapan tertentu yang
memerlukan perbaikan.
3) Menyusun program perbaikan, khususnya program remedial
teaching (pengajaran perbaikan).14
Secara rinci tugas guru pembimbing dalam peranannya membantu siswa
mengatasi kesulitan belajar adalah:
1) Memberikan arahan dan motivasi untuk mencapai tujuan tentang
belajar yang baik dan cara mengatasi kesulitan belajar pada siswa.
2) Memberikan bimbingan dan melaksanakan layanan tentang kesulitan
belajar pada siswa.
3) Membantu perkembangan aspek-aspek pribadi seperti sikap, nilai-nilai
dan penyesuaian diri anak di dalam proses belajar.15
Setelah langkah-langkah di atas selesai, barulah guru pembimbing
melaksanakan langkah selanjutnya, yakni melaksanakan program berupa materi
layanan bimbingan belajar. Adapun materi layanan bimbingan belajar sebagai
berikut :
13 Prayitno dan Erman Amti, Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling, ( Jakarta : PT.
Rineka Cipta,2007),hal.279.
14 Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, (Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada,2007),hal187.

15 Abu Ahmadi, Widodo, Psikologi Belajar, hal. 104-105.

14

a) Pengenalan masalah siswa yang mengalami kesulitan belajar tentang


kemampuan, motivasi, sikap dan kebiasaan belajar.
b) Pengembangan motivasi, sikap dan kebiasaan belajar yang baik
c) Pengembangan keterampilan belajar meliputi membaca, mencatat,
bertanya dan menjawab dan menulis.
d) Pengajaran perbaikan.
e) Program pengayaan.16
Untuk lebih memahami tentang materi layanan bimbingan belajar yang
dikemukakan di atas, dapat diuraikan sebagai berikut :
a) Pengelanan masalah siswa
Siswa yang mengalami kesulitan belajar tentang kemampuan, motivasi,
sikap dan kebiasaan belajar. Dalam prestasi belajarnya,siswa mengalami banyak
bentuk masalah. Maka masalah ini harus lebih dikenali untuk dapat dilakukan
penggolongan bentuk masalah yang sebenarnya. Adapun berbagai ragam masalah
dialami siswa sebagai berikut :
1. Ketidakdisiplinan akademik
2. Ketercepatan dalam belajar
3. Sangat lambat dalam belajar
4. Kurang motivasi dalam belajar
5. Bersikap dan berkebiasaan buruk dalam belajar.17

16 Dewa Ketut Sukardi dan Desak P.E. Nila Kusmawati, Proses Bimbingan dan
Konseling di Sekolahal.hal. 62.
17 Prayitno, Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling Di Sekolahal., hal. 280.

15

b. Pengembangan motivasi, sikap dan kebiasaan belajar yang baik


Adalah kegiatan pengembangan motivasi diri, sikap dan kebiasaan dalam
belajar yang baik. Adapun peningkatan motivasi belajar siswa ini antara ain
dengan :
1. Memperjelas tujuan-tujuan belajar
2. Menyesuaikan pelajaran dengan kemampuan, bakat dan minat
3. Menciptakan suasana pembelajaran yang menantang, merangsang,
dan menyenangkan.
4. Memberikan hadiah (penguatan).Menciptakan hubungan yang hangat
dan dinamis antara guru dan siswa, serta antara siswa dan siswa.
5. Menghindarkan siswa dari tekanan dan suasana yang tidak menentu
(seperti suasana yang menakutkan, mengecewakan, membingungkan,
menjengkelkan).
6. Melengkapi sumber dan sarana belajar.
7. Mempelajari prestasi belajar yang diperoleh.18
c. Pengembangan keterampilan belajar
Meliputi

membaca,

mencatat,

bertanya

dan

menjawab

dan

menulis.Peningkatan keterampilan belajar ini dapat dilakukan dengan kegiatankegiatan sebagai berikut :
1. Membuat catatan waktu guru mengajar
2. Membuat ringkasan dari bahan yang dibaca
3.Membuat laporan (laporan peninjauan, diskusi, pelaksanaan kegiatan
tertentu)
4.Mengembangkan cara menjawab/memecahkan soal-soal ulangan/ujian
5. Menyusun makalah
6. Membaca efektif
7. Berbahasa efektif (lisan dan tulisan)
8. Bertanya efektif.19
d. Pengajaran perbaikan
18 Ibid,hal.90 -91

16

Pengajaran perbaikan adalah adanya upaya melakukan kerjasama antara


guru pembimbing dengan guru mata pelajaran di sekolah.
e. Program pengayaan
Program pengayaan adalah pembentukan upaya dan kerjasama antara guru
mata pelajaran dengan guru bidang studi/mata pelajaran dalam pengayaan
sumber-sumeber belajar yang mendukung pelaksanaan aktivitas belajar.
2. Pengertian Prestasi Belajar
Hasil adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan,
baik secara individual maupun kelompok. Hasil tidak akan pernah dihasilkan
tanpa usaha baik berupa pengetahuan maupun berupa keterampilan.
WJS. Purwadarmita, menyatakan bahwa prestasi adalah hasil yang telah
dicapai, dilakukan, dikerjakan dan sebagainya.20 Sedangkan menurut Sujianto,
menyatakan bahwa prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan hasil
pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan
kerja.21 Selanjutnya Soejanto dkk, memberikan batasan bahwa prestasi adalah
penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan murid yang berkenan
dengan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada mereka serta nilai-nilai
yang terdapat dalam kurikulum.22

19 Ibid,hal.92.
20 W.J.S. Poerwadamita, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.
1994.hal 26
21 Sujianto. 2008. Penggunaan Media pada Pengajaran . Sumber : SMA Negeri I,
Singosari.

17

Dari beberapa pengertian hasil yang dikemukakan diatas, terlihat


perbedaan penekanan, meskipun intisarinya sama, yakni sama-sama hasil dari
suatu kegiatan dan usaha. Untuk itu dapat dipahami bahwa hasil adalah hasil dari
suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, yang menyenangkan hati yang
diperoleh dengan jalan keuletan kerja, baik secara individual maupun secara
kelompok di bidang kegiatan tertentu.
Menurut Bernadi yang dikutip oleh Sutari, Prestasi belajar adalah bukti
usaha yang telah dicapai.23 Sedangkan menurut Brotosiswoyo yang dikutip oleh
Poritas, Prestasi belajar adalah istilah untuk menunjukkan suatu pencapaian
tingkat keberhasilan tentang suatu tujuan karena suatu usaha telah dilakukan oleh
seseorang.24
Berdasarkan uraian di atas, prestasi belajar dalam penelitian ini adalah
hasil yang dicapai siswa setelah kegiatan pembelajaran. Pengukuran hasil yang
dicapai setelah proses pembelajaran adalah melalui evaluasi dengan menggunakan
alat ukur yang kualitasnya baik. Alat ukur tersebut adalah tes hasil yang mengacu
kepada ranah kognitif dalam bentuk tertulis.
Prestasi belajar siswa adalah hasil yang menunjukkan tingkat
keberhasilan oleh siswa yang telah dicapai karena telah melakuka usaha belajar
22 Agus Soejanto,Bimbingan ke Arah Belajar yang Sukses. Aksara Baru :
Bandung.2001.hal.49
23 Bernadib, Sutari Imam. Identifikasi Proses dan Peristiwa Pendidikan. Yogyakarta :
Yayasan Penerbitan FIP IKIP.2002.hal.243
24 Brotosiswoyo Soeprapto, Benny. Persamaan dan IPA sebagai Komponen Budaya Bangsa.
Dikmenjur Depdikbud : IKIP Medan.2008.hal.74

18

yang optimal pada suatu bidang studi tertentu dalam rangka mengikuti program
belajar mengajar di sekolah.25
3. Pengertian Belajar
Surakhmad mengatakan bahwa belajar merupakan suatu proses usaha
yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang
baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu sendiri dalam
interaksi dengan lingkungan.26 Tujuan belajar yang utama ialah bahwa apa yang
dipelajari itu berguna di kemudian hari, yakni membantu kita untuk dapat belajar
terus dengan cara yang lebih mudah.
G.A. Kimble dalam Tarigan mengatakan bahwa:
Belajar adalah perubahan yang relatif menetap dalam potensi tingkah
laku yang terjadi sebagai akibat dari latihan dengan penguatan dan tidak
termasuk perubahan-perubahan karena kematangan, kelelahan atau
kerusakan pada susunan syarat atau dengan kata lain bahwa mengetahui
dan memahami sesuatu sehingga terjadi perubahan dalam diri seseorang
yang belajar.27
Adapun yang dilakukan dan dikerjakan manusia dalam kehidupan selalu
berusaha agar pekerjaan memperoleh hasil yang baik, jadi, prestasi belajar adalah
prestasi telah dicapai, dilakukan dan dikerjakan.
Tujuan belajar yang utama ialah bahwa apa yang dipelajari itu berguna di
kemudian hari, yakni membantu kita untuk dapat belajar terus dengan cara yang
lebih mudah.Belajar adalah sebuah proses perubahan di dalam kepribadian
25 Ibid,.hal.74
26 Winarno Surakhmad, Pengantar Interaksi BelajarMengajar, (Bandung:Tarsito,2004)
.hal.137

27 H.G.Tarigan. Pengajaran Wacana. ( Bandung: Angkasa, 2007).hal.5

19

manusia dan perubahan tersebut di tampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas


dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap,
kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan kemampuan-kemampuan
yang lain.
Belajar merupakan proses dasar perkembangan hidup manusia. Dengan
belajar, manusia melakukan perubahan perubahan kualitatif individu sehingga
tingkah lakunya berkembang. Mengemukakan belajar adalah setiap perubahan
yang relatif menetap dalam tingkah laku, yang terjadi sebagai suatu hasil dari
latihan atau pengalaman. Belajar merupakan kegiatan orang sehari-hari kegiatan
belajar tersebut dapat dihayati atau dialami oleh orang yang sedang belajar.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi belajar menurut para ahli :
Ernest H. Hilgard dalam Nasution mengatakan bahwa belajar adalah
dapat melakukan sesuatu yang dilakukan sebelum ia belajar

atau bila

kelakuannya berubah sehingga lain caranya menghadapi sesuatu situasi daripada


sebelum itu.28
Rofiuddin mengatakan bahwa belajar adalah bentuk pertumbuhan atau
perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara berperilaku
yang baru berkat pengalaman dan latihan29. Sementara Cronchbach mengatakan

28 S. Nasution,MA., Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar, (Jakarta:


Bina Aksara), 2004.hal.361
29 A.H,Rofiuddin, Rancangan Penelitian Tindakan. Makalah IKIP Malang. 2004.hal.27

20

bahwa belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah
laku sebagai hasil dari pengalaman.30
Slameto mennyatakan bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang
dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru
secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam
interaksi dengan lingkungannya.31
Istilah pembelarajan digunakan untuk menunjukkan kegiatan guru dan
siswa. Menurut Tabrani Pembelajaran adalah rangkaian kegiatan yang dirancang
untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa.32
Didalam pembelajaran interaksi siswa tidak dibatasi kehadiran guru secara
fisik, siswa dapat belajar melalui bahan ajar.Ciri utama pembelajaran adalah
meningkatkan dan mendukung proses belajar siswa. Ciri lainnya adalah adanya
interaksi. Interaksi terjadi antara siswa dengan lingkungan belajarnya, baik dengan
guru dan siswa lainnya.Tujuan pembelajaran mengacu pada kemampuan yang
dimiliki siswa setelah mengikuti suatu pembelajaran tertentu. Kegiatan
pembelajaran mengacu pada metode dan media dalam membahas materi.
Ahuja dan Pramila Ahuja mengatakan bahwa belajar merupakan suatu proses
usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku

30 Djamarah,Psikologi Belajar; (Rineka Cipta 1999).hal.48


31 Ibid.

32 Rusyan Tabrani. Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. (Bandung: PT Remaja


Rosdakarya. 2009).hal 24.

21

yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu sendiri dalam
interaksi dengan lingkungan.33
Dari kutipan di tersebut penulis menyimpulkan bahwa prestasi belajar dapat
diartikan sebagai prestasi belajar yang berarti hasil dari kemampuan seseorang
dalam belajar. Namun keberhasilan itu ada kalanya memuaskan dan ada kalanya
mengecewakan. Oleh karena itu prestasi belajar yang baik diperoleh dari orang
yang belajar dan yang mau berusaha.
Agar belajar dapat berjalan dengan baik perlu adanya suatu bimbingan,
memberi kesempatan belajar saja belum memadai bila jumlah yang tinggal
kelasdan putus sekolah masih tinggi. Masih perlu dipikirkan jalan agar setiap
siswa mendapatbimbingan agar ia berhasil menyelesaikan pelajarannya yang
baik.34
4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa
Dalam pendidikan terdapat unsur berupa aktivitas atau kegiatan yang
bersifat bimbingan, bantuan atau pengaruh positif dilakukan dengan sabar oleh
guru terhadap anak didik, serta mempunyai dasar dan tujuan-tujuan tertentu. Di
dalam pendidikan, terdapat hal-hal yang memungkinkan terlaksananya aktivitas
tersebut atau yang bisa disebut dengan faktor-faktor pendidikan adalah sebagai
berikut:
1. Faktor Tujuan
2. Faktor Guru
33 G.C. Ahuja, dan Pramila Ahuja. How to read effectively and efficiently.(New Delhi: Sterling
Publishers 1999). hal.137

34 Anas Salahudin, Bimbingan dan Konseling,Jakarta : Pustaka Setia, 2007.hal.25

22

3. Faktor Anak Didik


4. Faktor Alat-Alat
5. Faktor Alam Sekitar
Dari kutipan diatas terlihat bahwa ada lima faktor penting untuk
terwujudnya kegiatan pendidikan. Faktor tujuan merupakan arah yang harus
dicapai dalam kegiatan pendidikan. Faktor guru adalah orang yang melaksanakan
pendidikan tersebut, yang umumnya adalah para guru di sekolah. Anak didik
adalah orang yang menerima dan yang dididik. Faktor alat-alat pendidikan adalah
perbuatan atau situasi yang diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan
pendidikan. Diantara alat-alat pendidikan tersebut adalah: a. Perintah, larangan; b.
Dorongan, hambatan; c. Nasehat, anjuran; d. Hadiah, hukuman; e. Pemberian
kesempatan, dll. Sedangkan faktor alam sekitar atau lingkungan dapat berperan
terhadap berhasil tidaknya pendidikan, karena perkembangan jiwa anak juga
dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. Pengaruh tersebut dapat berupa positif dan
negatif, seperti perkumpulan pemuda atau kenakalan remaja.
Dari berbagai faktor diatas, maka faktor anak didik/ siswa merupakan hal
sangat penting dalam kegiatan pendidikan. Keberhasilan suatu pendidikan akan
sangat bergantung pada kesediaan siswa untuk belajar. Disamping kesediannya,
maka banyak faktor lain yang mempunyai kaitan erat dengan keberhasilan siswa
tersebut.
Sehubungan dengan faktor yang menentukan keberhasilan siswa dalam
belajar ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa untuk belajar
yaitu: 1). Faktor internal, yaitu yang muncul dari dalam diri sendiri, dan 2). Faktor
eksternal, yaitu faktor yang muncul dari luar diri sendiri.

23

2. Faktor Intern, yang terdiri dari:


a) Faktor Jasmaniah: kesehatan dan cacat tubuh
b) Faktor Psikologis: intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan
dan kesiapan
c) Faktor Kelelahan
3. Faktor Ekstern, yang terdiri dari:
a) Faktor Keluarga: cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga,
suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua dan latar
belakang kebudayaan
b) Faktor Sekolah: metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa,
relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah,
standar pelajaran di atas ukuran, keadaan gedung, metode belajar dan
tugas rumah
c) Faktor Masyarakat: kegiatan siswa dalam masyarakat, media, teman
bergaul dan bentuk kehidupan masyarakat.
Bila seorang guru itu mengajar ini berarti ia sudah mengemban tugas
moral, yaitu tugas moral sebagai yang dianggap dapat menurunkan apa yang ia
miliki

untuk memberikan pengetahuannya,

artinya

dengan transformasi

pengetahuannya kelak dapat berguna bagi anak didiknya.


Transformasi ilmu pengetahuan yang diberikan guru kepada anak didiknya
dapat diwujudkan melalui pelaksanaan proses belajar mengajar dalam kelas, oleh
karenanya yang pertama-tama harus diperhatikan guru adalah untuk dapat
menarik minat belajar anak didiknya agar dapat menerima isi pelajaran yang

24

disajikannya, adapun dasar untuk menarik minat belajar siswa yang perlu dimiliki
oleh seorang guru adalah melalui penguasaan bahan pengajaran, penampilan dari
sikap seorang guru.
Kendatipun guru merupakan pemimpin yang bertanggung jawab terhadap
perkembangan-perkembangan anak didik, akan tetapi kepemimpinan yang
dipegangnya tidak dapat disalahgunakan sehingga ia berbuat dengan semaunya
saja. Sebab kepemimpinan dalam dunia kependidikan dilandasi dengan sikap
demokrasi bukan otokrasi. Hal ini disebabkan oleh karena pelaksanaan proses
belajar mengajar memerlukan hubungan yang harmonis dan terpadu antara guru
dengan siswa, sehingga terciptalah keakraban keduanya.
Tegasnya hubungan yang harmonis antara guru sebagai pelayan informasi
bidang bimbingan belajar dan siswa akan membawa dampak yang positif, yaitu
dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan semangat mengikuti proses belajar
mengajar yang dipimpin oleh guru, seperti merasa senang mengikuti jam
pelajaran yang disajikan oleh guru tersebut, disamping itu juga dapat menciptakan
keakraban antara guru dengan siswa seolah-olah antara guru dengan siswa seperti
antara orang tua dengan anaknya sendiri. Akan tetapi manakala hubungan antara
guru dengan siswa jauh atau tidak harmonis, maka akan mempengaruhi
pelaksanaan proses belajar mengajar dalam kelas, seperti anak merasa malas atau
tidak senang mengikuti pelajaran yang disajikan oleh guru bidang studi tersebut
atau juga boleh jadi siswa merasa benci atau takut, hal ini disebabkan karena
hubungan antara guru dengan siswa tidak harmonis.

25

Dengan demikian dapat disimpulkan hubungan yang harmonis antara guru


dengan siswa akan membawa dampak yang positif dalam pelaksanaan proses
belajar mengajar, sebab hasil hubungan tersebut dapat membangkitkan semangat
belajar siswa dalam mengikuti jam pelajaran dalam proses belajar mengajar dalam
suatu kelas.
5. Indikator Prestasi Belajar
Prestasi belajar pada dasarnya adalah hasil akhir yang diharapkan dapat
dicapai setelah seseorang belajar.
Menurut Ahmad Tafsir, hasil belajar atau bentuk perubahan tingkah laku
yang diharapkan merupakan suatu target atau tujuan pembelajaran yang
meliputi tiga aspek yaitu : 1) tahu, mengetahui (knowning), 2) terampil
melaksanakan atau mengerjakan yang ia ketahui (doing), 3) melaksanakan
yang iya ketahuisecara rutin dan konsekuen (being). Adapun menurut
Benyamin S, Bloom bahwa hasil belajar diklasifikasikan ke dalam tiga
ranahdengan masing-masing indikator yaitu : 1) ranah kognitif (cognitive
domain) dengan indikator : pengamatan, ingatan, pemahaman, penerapan
dan analisis. 2ranah afektif (affective domain) dengan indikator:
penerimaan, sambutan, apresiasi(menghargai), intrnalisasi(pendalaman)
dan karakterisasi. 3) ranah psikomotor (psychomotor domain) dengan
indikator yaitu : keterampilan bergerak dan bertindak. 35
Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar
meliputi 3 ranah, yaitu : kognitif,afektif,dan psikomotor. Untuk mengungkap hasil
belajar atau prestasi belajar pada ketiga ranah tersebut maka diperlukan patokanpatokan atau indikator sebagai petunjuk bahwa seseorang telah berhasil prestasi
belajar dengan tingkat tertentu dari ketiga ranah tersebut.
B. Kerangka Konseptual

35 https://marlina2.wordpress.com/2011/03/31/indikator-prestasi-belajar/

26

Bimbingan adalah suatu proses yang terus menerus untuk membantu


perkembangan individu dalam rangka mengembangkan kemampuannya secara
maksimal untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya, maksimal untuk
memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya, baik bagi dirinya maupun bagi
masyarakat.
Konseling merupakan upaya bantuan yang diberikan kepada seseorang supaya dia
memperoleh prestasi yang lebih baik, untuk dimanfaatkan olehnya dan
memperbaiki tingkah lakunya pada masa yang akan datang.
Layanan informasi bidang bimbingan belajar merupakan pelayanan
bantuan secara profesional melalui bimbingan khusus secara pribadi dalam
wawancara antara seorang konselor dan seorang untuk mengentaskan masalah
yang dihadapi individu dalam kehidupannya
Konseling bertujuan membantu individu untuk mengadakan interpretasi
fakta-fakta, mendalami arti nilai hidup pribadi, kini dan mendatang. Konseling
memberikan bantuan kepada individu untuk mengembangkan kesehatan mental,
perubahan sikap, dan tingkah laku serta akan menunjang prestasi dalam belajar
siswa.
Tabel 2.1 Kerangka Konseptual
Variabel Bebas = X
Variabel Terikat = Y
C.Hipotesis
Layanan Informasi bidang
Prestasi belajar
bimbingan belajar
Hipotesis adalah gambaran sementara atau anggapan dasar dari suatu
penelitian yang belum dilakukan.36 Hipotesis dibuat sebagai gambaran pendapat
36 Irdnes Ays,Analisis Hasil Penelitian, (Jakarta : Bina Karya, 2008 ) hal.124

27

dasar, atau anggapan dasar dalam sebuah penelitian. Jadi hipotesis dalam
penelitian ini adalah :
Ha : Ada pengaruh antara Layanan Informasi Bidang Bimbingan Belajar
Terhadap Prestasi Belajar T.P 2016/2017
Ho : Tidak ada pengaruh antara Layanan Informasi Bidang Bimbingan
Belajar Terhadap Prestasi Belajar T.P 2016/201
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Dalam bab tiga ini akan diuraikan mengenai berbgai hal yang termasuk
dalam metode penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
penelitian korelasi yaitu pengaruh variabel bebas ( X ) terhadap variabel terikat
(Y) dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.
A. Lokasi dan Waktu Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan di SMA MELATI

Binjai, yang berlokasi di JL

Haryono MT, KEC Binjai Utara.


a. Visi Sekolah
Berdasarkan iman dan taqwa, kualitas pembelajaran di Perguruan Swasta
Melati Unggul di Kota Binjai.
b. Misi Sekolah
Berdasarkan Visi yang dikembangkan melalui indikator-indikator tersebut
diatas maka misi SMA Swasta Melati Binjai adalah sebagai berikut :

28

1. Mengembangkan pembelajaran berbasis iman dan taqwa serta nilainilai budaya masyarakat
2. Mengingat efektifitas dan efesiensi proses pembelajaran secara
maksimal
3. Meningkatkan disiplin guru dan siswa
4. Membina group seni yang
27terampil dan profesional
5. Membina tim olahraga yang handal
6. Menumbuh kembangkan rasa tulus dan ikhlas dalam segala tugas dan
tanggung ajwab yang diemban warga sekolah
7. Membudidayakan wawasa wiyata mandala bagi seluruh warga
sekolah.
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian dilaksankan pada semester ganjil tahun pelajaran
2016/2017 yaitu:
Tabel 3.1 Jadwal Penelitian
No
1
2
3
4
5
6

Kegiatan
Pengajuan Judul
Observasi
PembuatanProposal
BimbinganProposal
Seminar
Pengumpulan Data

B. Populasi dan Sampel

Feb

Mar

Apr

Mei

Juni

Juli

Agst

Sept

29

1. Populasi
Menurut

Arikunto,

populasi

adalah

keseluruhan

subjek

penelitian.37Populasi dalam penelitian ini dalah siswa kelas X SMA Melati Binjai
yang terdiri dari hanya 1 kelas dengan jumlah 45 orang siswa.
2.

Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil untuk dijadikan

penelitian. Dalam Arikunto dikatakan: sampel adalah bagian atau wakil populasi
yang

diteliti.

Dinamakan

penelitian

sampel

apabila

bermaksud

untuk

mengeneralisasikan hasil penelitian sampel.38Melihat pada jumlah subjek hanya


45 orang siswa dan hanya terdiri dari 1 kelas maka peneliti

mengambil

keseluruhan subjek untuk diteliti.


C. Variabel Penelitian
Sesuai dengan judul yang telah diajukan penulis, maka variabel dalam
penelitian ini ada 2 (dua ) yaitu :
Variabel X (bebas) : layanan informasi bidang bimbingan belajar
Variabel Y (terikat) : prestasi belajar

37Suharsimi Arikunto, prosedur penelitian suatu pendekatan praktik,


(Jakarta:PT.Rineka Cipta,2014),173.
38Ibid, hal,174

30

Karena dalam penelitian ini variabelnya ganda, maka variabel yang satu
mempunyai pengaruh terhadap variabel yang lain. Variabel bebas mempunyai
pengaruh terhadap variabel terikat.
D. Defenisi Operasional Variabel
Defenisi operasional dari variabel tersebut yaitu :
1. Layanan informasi bidang bimbingan belajar
Layanan informasi bidang bimbingan sosial adalah layanan yang diberikan
kepada siswa agar dapat membantu perkembangan belajarnya dengan tujuan
mendapat prestasi yang baik.
2. Prestasi belajar
Prestasi belajar adalah sebuah hasil belajar yang berbentuk nilai (angka)
dari mata pelajaran yang telah dipelajari disekolah sebelumnya.
E. Instrumen penelitian
1. Pengertian instrument penelitian
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Skala. Alat pengumpulan data
ini digunakan untuk menghemat waktu dan dapat menghimpun data atau
informasi yang dibutuhkan dengan waktu yang relatif singkat. Setiap responden
akan menerima pernyataan atau pertanyaan dan kemungkinan jawaban yang sama,

31

hal ini akan memudahkan penulis mengelola dan menganalisis data yang
diperoleh.
2. Proses pembuatan instrumen
Langkah-langkah yang ditempuh dalam pengadaan instrumen penelitian
melalui beberapa tahap. Menurut Arikunto prosedur yang ditempuh adalah :
perencanaan butir soal, penulisan butir soal, uji coba, penganalisaan hasil, dan
pengadaan revisi terhadap item-item yang dirasa kurang baik.39
Untuk menilai jawaban siswa menggunakan skala likert dengan dua sifat
pernyataan yaitu favourable (positif) dan unfavourable (negatif), dengan skala
likert, maka variabel yang akan di ukur dijabarkan menjadi indikator variabel
kemudian indikator-indikator tesebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun
item-item instrument yang berupa pertanyaan atau pernyataan. 40 Untuk
memberikan jawaban siswa hanya perlu memberi tanda ceklist ( ) pada kolom
yang disediakan. Berikut keterangan tingkatan skor pada skala likert :
Tabel 3.2
Pemberian Skor Skala
Pertanyaan favourable (+)
Keterangan

Skor

Pertanyaan unfavourable (-)


Keterangan

Skor

39Skripsi Khalidi Al Haj, Pengaruh Layanan Orientasi Bidang Pengembangan


Sosial Terhadap Penyesuaian Diri Siswa Kelas VII Mts Al-Azhar Bulu Cina
Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli serdang Tahun Pelajaran
2014/2015.
40 Sugiyono, Metode penelitian kuantitatif kualitatig dan R&D,
(Bandung:Alfabeta,2009),hal.93.

32

Sangat Setuju (SS)

Sangat Setuju (SS)

Setuju (S)

Setuju (S)

Kurang Setuju (KS)

Kurang Setuju (KS)

Tidak Setuju (TS)

Tidak Setuju (TS)

Sangat Tidak Setuju (STS)

Sangat Tidak Setuju (STS)

Tabel 3.3
Kisi-Kisi Instrumen Layanan Informasi Bidang Bimbingan Belajar
No
1

Indikator

Deskriptor

Pengembangan
sikap dan
kebiasaan
belajar

a. Tidak segansegan bertanya


untuk hal-hal
yang tidak
diketahui
kepada guru,
teman, atau
siapapun juga
b. Belajar dengan
menggunakan
sumber belajar
yang kaya
Pengembangan
a. Mampu
disiplin belajar
mengatur
dan berlatih baik
waktu belajar
secara mandiri
b. Ketaatan
maupun
(kepatuhan)
kelompok.
kepada aturan,
tata tertib atau
norma di
sekolah yang
berkaitan
dengan
kegiatan belajar
mengajar.
Pemantapan dan
pengembangan
penguasaan

a. Bertanya saat
mengulang
pelajaran

No item
favourable unfafourable
5,8
2

Jlh
2

11

16

33

materi pelajaran

b. Memahami
materi yang
disampaikan
oleh guru
Orientasi belajar a. Dapat memilih
di Sekolah
program
Lanjutan
keahlian
b. Dapat
mengenal
lingkungan
sekolah dengan
baik
Pengembangan
a. Mampu
pengetahuan dan
mengaplikasika
kemamapuan
n teori dengan
serta
praktik
pengembangan
b. Kemauan untuk
pribadi
belajar karena
adanya tujuan
yang ingin
dicapai
jumlah

13

18

14,21

22

10,17

15,23

19,24

25

20

12

14

11

25

Tabel 3.4
Kisi-Kisi Instrumen Prestasi Belajar
No

Indikator

Deskriptor

Kognitif :
a.Pengamatan

b. Ingatan

c. pemahaman

Mampu
mengenal dan
memperhatikan
objek atau
peristiwa
Mampu
mengambil
informasi
dimasa lampau
Mampu

No item
favourable unfafourable

Jlh

1,25

15

17

19

16,23

20

34

d. Mampu
menerapkan

e. Analisis
(Pemeriksaan)
Afektif :
a. Penerimaan

b. Sambutan

c. Apresiasi
(menghargai)

d. internalisasi
(pendalaman)

e. karakterisa
si

Psikomotorik :
a. Keterampil
an
bergerak
dan
bertindak
Jumlah

3. Uji instrumen

mengartikan
dengan caranya
sendiri
Mampu
mempraktikkan
sesuatu teori
Teliti terhadap
suatu pekerjaan

18

22

21

24

mampu
menerima
materi yang
disampaikan
mampu
bersikap ramah
diawal
pertemuan
mampu
memberi
ucapan yang
baik kepada
guru
mampu
menghayati
atau mendalami
materi yang
disampaikan
Mampu
menampilkan
karakter yang
dimiliki

5,10

12

14

11

13

Mampu
bergerak sigap
dan cepat

14

11

25

35

Sebelum mengadakan penelitian maka penulis akan menguji validitas dan


reabilitas instrumen :
c. Uji Validitas
Uji validitas yang digunakan adalah untuk mengukur kevalidan item tes
dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

rxy

n XY X Y

{n X 2 X }{n Y 2 Y }
2

Dimana : N = banyaknya responden


X = skor tiap soal
Y = skor total
rxy = koefisien validitas tes
XY = jumlah perkalian skor total X dan Y
a. Uji Reliabilitas
Untuk mengetahui reliabilitas seluruh tes digunakan metode belah dua

12
n

r11
1
12
n 1

dengan rumus:
Dimana :

r11

: Reliabilitas secara keseluruhan

: Jumlah responden

n-1

: Jumlah responden -1

36

12

2
1

: Jumlah keseluruhan varians butir soal

: Jumlah varians soal

F. Teknik Analisis Data


Teknik analisi data adalah cara yang digunakan untuk menganalisis data
yang diperoleh dari hasil penelitian. Kegunaan teknik analisis data dalam sebuah
penelitian biasanya ditujukan untuk memperoleh kesimpulan tetang sebuah hasil
eksperimen atau penyelidikan terhadap suatu masalah yang diangkat dalam tema
penelitian. Teknik analisis berhubungan dengan pembuktian-pembuktian variabel
bebas dan variabel terikat, misalnya sejauh mana tingkat hubungan atau pengaruh
antar dua variable, seberapa besar kontribusi variable x terhadap variable y dan
sebagainya.
Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah :
1. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis menggunakan uji statistik t. Uji ini di gunakan untuk
menguji hipotesis apakah kebenarannya dapat diterima atau ditolak, maka untuk
menguji hipotesis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji-t dengan
rumus 41:

t =

r N2
1r 2

41Sugiono , Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D, (Bandung :


Alfabeta, 2015), hlm. 184

37

Dimana :t

: signifikan korelasi
r

: koefisien korelasi

: jumlah sampel

Berdasarkan harga t hitung di bandingkan dengan t tabel. Untuk kesalahan


5% = x/2 =0,025. Jika t hitung jatuh pada daerah penolakan Ha maka korelasi
kedua variabel adalah signifikan.