Anda di halaman 1dari 2

METODE KERJA

PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG BANK JABAR


CABANG DEPOK
Agar pelaksanaan pekerjaan dapat selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan, harus
dibuat metode kerja yang baik. Metode kerja ini mulai dari pelaksanaan pekerjaan
persiapan sampai dengan pekerjaan akhir.
PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan persiapan umumnya meliputi penyusunan tata letak sarana prasarana dan
peralatan untuk kegiatan proyek dan penentuan as-as bangunan.
Sarana prasarana yang dibutuhkan antara lain pagar proyek, papan nama proyek, kantor
kontraktor, kantor MK, barak pekerja, workshop, dan gudang. Penyusunan tata letaknya
jangan sampai mengganggu mobilitas material dan proses pekerjaan yang sedang
berjalan.
Penentuan as-as bangunan harus berdasarkan titik duga yang sudah ada dan GSB.
Pengukuran ini sebagai dasar elevasi bangunan dan as-as bangunan.
PEKERJAAN TANAH
Lokasi proyek ini elevasi tanahnya berbeda antara bagian depan dan belakang sehingga
bentuk bangunannya dibuat split level, yang berakibat adanya pekerjaan galian dan
urugan. Untuk memudahkan pelaksanaan, pekerjaan ini dibagi 3 bagian pekerjaan, yaitu
pekerjaan pembersihan lokasi dan pengupasan, pemotongan tanah, dan pengurugan
tanah.
Pembersihan lokasi dan pengupasan tanah dilakukan setekah pembongkaran bangunan
lama dan semua puing sudah diangkut keluar lokasi proyek dan penebangan pohon yang
menghalangi lokasi.
Pemotongan tanah dilaksanakan untuk mencapai elevasi rencana pondasi dan elevasi
bangunan. Kondisi lahan awal yang mempunyai kemiringan ke daerah belakang
disesuaikan dengan elevasi rencana.
Pengurugan tanah cukup dengan tanah bekas galian sehingga dapat dilaksanakan
bersamaan dengan pekerjaan galian.
PEKERJAAN PONDASI
Pondasi menggunakan tiang pancang mini pile 35x35 cm. Pemancangan dilakukan
sampai final set atau sesuai persyaratan. Pengetesan tiang dilakukan dengan mengambil
sampel tiang untuk mengetahui daya dukung dengan PDA.
PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH

Pekerjaan struktur bawah terdiri dari poer, sloof dan retaining wall.
Pekerjaan pile cap meliputi pekerjaan galian, pemotongan kepala tiang pancang, lantai
kerja, bekisting, pembesian dan pengecoran readymix.
Pekerjaan sloof dan pekerjaan retaining wall dilaksanakan bersamaan dengan pekerjaan
poer. Bagian-bagian pekerjaannya sama, hanya tidak ada pekerjaan pemotongan kepala
tiang, sehingga tidak sekritis pekerjaan poer.
PEKERJAAN STRUKTUR ATAS
Pekerjaan struktur atas terdiri dari lantai dasar, lantai 1, lantai 2 dan lantai atap.
Pekerjaan struktur lantai dasar meliputi pekerjaan beton balok, kolom, tangga dan pelat.
Urutan pekerjaan beton lantai dasar menggunakan sistim meja (kolom, balok dan pelat
dicor bersamaan).
Pekerjaan beton lantai 1 meliputi pekerjaan beton kolom, balok, tangga dan pelat.
Urutan pekerjaan beton juga menggunakan sistim meja dengan urutan kerja :
Pengukuran
Perakitan besi tulangan kolom
Pemasangan bekisting kolom
Pemasangan perancah
Pemasangan bekisting balok
Pemasangan bekisting pelat
Perakitan besi tulangan balok dan pelat
Pengecoran kolom, balok dan pelat bersamaan
Pekerjaan beton lantai 1 dan lantai 2 sama dengan pekerjaan beton lantai dasar.
PEKERJAAN FINISHING
Pekerjaan finishing yang paling kritis adalah pekerjaan dinding yang meliputi pasangan
dinding hebel, plesteran dan acian.
Pasangan dinding hebel mulai dilaksanakan setelah pekerjaan struktur lantai dasar
selesai. Pemasangan mengikuti marking yang sudah dibuat dan dibuat profilan pasangan
sehingga pasangan dapat rata dan tegak lurus.
Spesi menggunakan adukan mortar siap pakai. Untuk pasangan di atas kusen
menggunakan balok latai.