Anda di halaman 1dari 4

PART 2 (GRAND DESIGN STRATEGI KOMUNIKASI KEMENTERIAN KEUANGAN

Critical Success Factor + Indikator Kinerja Utama + Target = Objective

A. Critical Success Factor


CSV dalam pencapaian tujuan komunikasi pada Kementerian Keuangan adalah sebagai
berikut.
1. Keterlibatkan unit kehumasan baik Biro KLI sebagai unit kehumasan Kemenkeu
maupun unit kehumasan eselon I pada setiap penyusunan kebijakan yang
dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan, minimal setiap kebijakan yang dikeluarkan
melalui Peraturan Menteri Keuangan.
2. Segregasi yang jelas mengenai peran kehumasan eselon I
Panduan yang jelas mengenai kewenangan kehumasan setiap eselon I perlu
diwujudkan. Jangan sampai tumpang tindih bahkan jangan sampai hal-hal yang
strategis justru diabaikan. Sebagai contoh, saat ini belum ada ketegasan siapa yang
berhak mengeluarkan siaran pers atau menyelenggarakan konferensi pers. Belum
jelas pula narasumber minimal yang jadi narasumber
3. Sinergi pesan dan kegiatan
Perhatian unit kehumasan akan pentingnya pesan sebagai penyusun strategi
komunikasi sangat penting. Jika tidak maka akan timbul gesekan komunikasi yang
justru memperburuk citra Kemenkeu di mata publik. Sebagai contoh adanya
perbedaan pernyataan antara menkeu dan dirjen sangat mungkin dibingkai negatif
oleh media
B. Indikator Kinerja Utama
Indikator kinerja utama untuk sasaran strategis komunikasi adalah indeks persepsi
publik
C. Target
Dalam satu tahun: stakeholder Kementerian Keuangan tahu, paham, dan percaya
Dalam tiga tahun: stakeholder Kementerian Keuangan ikut andil dalam setiap kebijakan
Kementerian Keuangan
Penggolongan Stakeholder Utama Kementerian Keuangan
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Wajib Pajak, Bea dan Cukai


Kementerian Lembaga
Media
Publik
Pemerintah Daerah dan Desa
DPR

Jangka pendek
Meningkatkan citra positif Kemenkeu di mata stakeholders untuk tahu dan tertarik di tahun
pertama.
KPI: tingkat kepuasan stakeholders

Jangka panjang
Mendorong partisipasi aktif stakeholders pada setiap kebijakan Kementerian Keuangan
KPI: indeks partisipasi aktif setiap stakeholders

SWOT atas Penerapan Grand Design Strategi Komunikasi Kementerian Keuangan


Strenght:

Komitmen Menteri Keuangan


Menteri Keuangan secara langsung memberikan arahan untuk menjadikan komunikasi
sebagai fungsi strategis
figur SMI
Menteri Keuangan saat ini adalah media darling baik dari sudut pandang tugasnya
sebagai Menteri dan sudut pandang pribadinya
Konten menarik
Kementerian Keuangan adalah salah satu Kementerian Vital sehingga setiap
kebijakannya menarik untuk disajikan
hubungan yang baik dengan media
Kementerian Keuangan sudah lama menjalin hubungan dengan media. Diantaranya
adalah melalui FORKEM
Jumlah pegawai Kemenkeu 80.000
Jumlah pegawai Kemenkeu yang sangat banyak dapat menjadi endorser dari kalangan
internal kementerian. Publik pada umumnya sangat percaya dengan orang dalam
sebagai leader reformasi birokrasi
Kementerian Keuangan adalah salah satu pilot project reformasi birokrasi yang terdiri
dari perbaikan struktur organisasi, penyempurnaan proses bisnis, dan perbaikan
manajemen SDM.

Weakness:

koordinasi lemah
Belum jelasnya aturan kehumasan antar unit eselon I menjadikan arah strategi
komunikasi sporadis dan terlebih lagi masih adanya silo-silo antar unit kehumasan,
bahkan unit kehumasan eselon I dengan unit teknisnya
sdm kurang
Di unit kehumasan eselon I, jumlah SDM masih sangat kurang. Kadang setiap pegawai
bisa menjalankan lebih dari satu spesialisasi/tugas utama
anggaran kurang
Anggapan unit komunikasi bukan unit strategis menjadikan unit penentu anggaran tidak
memberikan pagu yang cukup untuk unit kehumasan baik Biro KLI maupun unit
kehumasan eselon I lainnya
struktur kurang
setiap unit eselon I memiliki pandangan yang berbeda atas kedudukan unit kehumasan.
Ada yang menganggap unit kehumasan sebagai unit publikasi, layanan informasi, dan
komunikasi. Ada yang menganggap unit kehumasan sebagai unit media handling.
Hampir tidak ada unit eselon I bahkan Biro KLI yang ditempatkan sebagai partner dalam
penentu kebijakan. Bahkan DJA misalnya, menggabungkan fungsi kehumasan dengan
fungsi tata usaha.

setiap unit eselon I punya tusi yang beragam


Meski terkait satu sama lain, setiap unit eselon I memiliki tugas dan fungsi yang unik.
Karakteristik ini membuat SDM yang menangani kehumasan harus belajar banyak dan
cepat karena konten sangat beragam dan banyak
keterbukaan narasumber terhadap media kurang
Beberapa narasumber tampak belum mengusai cara berhadapan dengan media.
Prinsipnya, daripada blunder lebih baik diam.
tidak adanya panduan kehumasan kementerian keuangan
Tidak adanya panduan kehumasan menjadikan fungsi kehumasan hanya sebagai
tukang pos (penyampai tanpa menyusun pesan dan informasi) dan pemadam
kebakaran. Selain itu setiap unit saling overlapping dalam mengelola suatu isu.
Seringkali menteri keuangan tidak mendapatkan input kegiatan dan pesan dari Biro KLI.
Menkeu mendapatkan pesan dari unit kehumasan eselon I langsung
sosialisasi dengan internal kurang dan tools kurang
Kurang pahamnya peran stakeholder internal dalam kegiatan kehumasan dan
kurangnya media komunikasi internal menjadikan potensi kemenkeu kurang optimal.
Tidak aneh jika sekarang ini ada pegawai yang sampai tidak tahu kebijakan besar
Kemenkeu, minimal garis besarnya saja seperti amnesti pajak.

Threat:

Target audience yang heterogen


Keragaman target audience membuat Kemenkeu kadang sulit menentukan target
prioritas kegiatan komunikasi
Kritik pengamat
Kritik pengamat atas kebijakan kemenkeu menarik bagi media. Angle pro kontra
kebijakan menjadi senjata untuk menarik audience media.
Ketidakpastian ekonomi global
Ketidakpastian ekonomi global membuat asumsi yang mendasari kebijakan rawan
melesat sehingga membuat statekholder yang tidak paham mengenai kondisi tersebut
menempatkan kemenkeu sebagai lembaga pengambil kebijakan yang tidak kredibel
LSM-LSM pressure group
Beberapa LSM yang biasaya dibayar kadang cukup merepotkan karena konten yang
kurang bermutu dari mereka seringkali viral oleh general public yang kurang memiliki
pengetahuan tentang tusi kemenkeu

Opportunity:

Ketertarikan media terhadap Kemenkeu


Media selalu mencari kebijakan dan/atau kebijakan kemenkeu, khususnya di daerah. Hal
ini karena Kemenkeu mengurusi uang publik yakni komoditas yang paling menarik
media selain nyawa manusia.
Dukungan politis dari DPR
Anggota DPR yang memiliki pengetahuan yang baik atas tusi kemenkeu dan keuangan
negara biasanya mendukung kebijakan kemenkeu, khususnya implementasi atas UU
yang telah ditetapkan bersama antara pemerintah dengan DPR
Dukungan dari K/L

Ketergantungan K/L atas peran kemenkeu membuat mereka mau tidak mau mengikuti
kebijakan kemenkeu atas kebijakan terkait pengelolaan keuangan negara
Strategi:
1.
2.
3.
4.

Message strategi
Media Strategi
Endorsement strategi
Engagement strategy

Action Plan
-

Diturunkan menjadi program-program