Anda di halaman 1dari 2

Nama : Kris Natalia Manihuruk

NIM : I4041161011
SOAL PILIHAN GANDA
1. Furosemid merupakan salah satu obat yang memiliki sifat praktis tidak larut dalam
air. Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kecepatan disolusi
tersebut dapat ditambahkan polimer hidrofilik seperti polivinilpirolidon. Apakah
metode yang dapat digunakan?
a. Kompleksasi
b. Dispersi padat
c. Pembentukan garam
d. Pengecilan ukuran partikel
e. Pembentukan prodrug
(Referensi : Sutiyo, dkk. 2008. Pengembangan Sediaan dengan Pelepasan
Dimodifikasi Mengandung Furosemid Sebagai Model Zat Aktif Menggunakan Sistem
Mukoadhesif. Majalah Ilmu Kefarmasian, V(1), 01-08.)
2. Seorang farmasis akan membuat formulasi sediaan dengan menggunakan bahan
ekstrak tanaman yang memiliki efek sebagai antidiabetes. Apa jenis sediaan yang
sesuai jika sistem penghantaran dimaksudkan untuk memperpanjang waktu absorbsi
obat dengan mukus yang telah diformulasi dengan adanya bantuan polimer?
a. Tablet floating
b. Tablet bukal
c. Tablet mukoadesif
d. Tablet salut enteric
e. Tablet salut gula
(Referensi : Fithriyani, Lia Nadia, dkk. 2014. Formulasi tablet mukoadesif ekstrak
etanol daun mangga (Mangifera indica L.Bapang) sebagai antidiabetes
menggunakan matriks guar gum. Jurnal Ilmu Kefarmasian, 12(2), 176-182.)
3. Suatu proses perlintasan membran oleh molekul-molekul besar dan terutama oleh
molekul yang tidak larut, di mana perlintasan terjadi dengan pembentukan vesikula
(bintil) yang melewati membran merupakan salah satu jenis mekanisme transpor
membran ...
a. Transpor aktif
b. Difusi pasif
c. Pinositosis
d. Difusi terfasilitasi
e. Transpor oleh pasangan ion

(Referensi : Syukri, Y. 2002. Biofarmasetika. Yogyakarta : UII Press.)


SOAL ESSAY
Penggunaan obat generik untuk terapi suatu penyakit terkadang sering dipertanyakan
dalam hal mutu. Hal ini karena harga obat generik relatif lebih murah dibandingkan
dengan harga obat paten, sehingga muncul anggapan bahwa bioavailabilitas obat generik
lebih rendah dibandingkan obat paten. Berikan tanggapan terhadap pernyataan tersebut
mengenai apa langkah yang seharusnya dilakukan untuk membuktikan adakah
perbandingan bioavailabilitas antara kedua jenis obat tersebut?
Jawaban :
Untuk mengetahui perbandingan kualitas obat sediaan generik dengan sediaan paten perlu
diketahui bioekuivalensi antara dua sediaan tersebut. Masing-masing sediaan diukur
bioavailabilitasnya. Perbandingan bioavailabilitas ini disebut bioekivalansi obat. Dasar
untuk menentukan bioavailabilitas suatu obat terlebih dahulu harus diketahui profil
disolusinya. Disolusi tablet ialah jumlah atau persen zat aktif dari sediaan padat yang larut
pada waktu tertentu dalam kondisi baku. Kondisi yang dimaksud misalnya, dalam suhu,
kecepatan, pengadukan, dan komposisi media tertentu. Uji disolusi merupakan suatu
metode fisika kimia yang penting sebagai parameter dalam pengembangan produk dan
pengendalian mutu sediaan obat yang didasarkan pada pengukuran kecepatan pelepasan
dan melarut zat aktif dari sediaannya di mana uji disolusi digunakan untuk uji
bioavailabilitas secara in vitro, karena hasil uji disolusi berkorelasi dengan ketersediaan
hayati obat dalam tubuh.
Referensi :
- Sunoko, Henna Rya. Calculations Associated with Drug Availability and
Pharmacokineticsin Strategy to Improve Drug Rationality. Medical Faculty Diponegoro
University. Semarang. 2004. pages 26-40.
- Stoklosa MJ, Ansel HC. Pharmaceutical Calcutations 9th. London: Lea & Febiger. 1991.
Pages 74-89.