Anda di halaman 1dari 5

Nama : Yuliana Rafika

NPM : 230110130153 Perikanan B


Ekonomi Sumber Daya Perikanan
A.

Copes Segregasi Manfaat Biaya


Copes segregasi manfaat biaya dibagi kedalam beberapa komponen.

Pembagian tersebut berdasarkan pada aspek manfaat sosial dan biaya sosial serta
utilitas yang diperoleh. Klasifikasi tersebut dapat dilihat pada diagram skematis
biaya dan manfaat perikanan menurut Copes yang dibaca secara skematis dari kiri
ke kanan. Tanda panah pada nilai utilitas tangkapan (utility value) mengarah dari
huruf a sampai j, hal ini menunjukkan bahwa nilai utilitas tangkapan (utility
value) berupa:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

nilai ikan bagi konsumen di atas harga yang dibayarkan


bagian dari rente sumber daya yang didapat oleh pemerintah
bagian dari rente sumber daya yang didapat oleh pemilik kapal
bagian dari rente sumber daya yang didapat oleh nelayan
penerimaan bagi pemilik kapal karena kelebihan skill (highliner)
penerimaan bagi nelayan karena kelebihan skill (highliner)
biaya pengelolaan yang dikeluarkan pemerintah
biaya operasi termasuk depresiasi
biaya normal dari modal yang ditanamkan pada kapal, alat dan perlengkapan
upah normal nelayan (normal weages).
Pada nilai utilitas tangkapan (utility value) terdapat nilai ikan yang

didaratkan (landed value), yang termasuk dalam nilai utilitas tangkapan (utility
value) yaitu dari huruf a sampai i yang meliputi:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

bagian dari rente sumber daya yang didapat oleh pemerintah


bagian dari rente sumber daya yang didapat oleh pemilik kapal
bagian dari rente sumber daya yang didapat oleh nelayan
penerimaan bagi pemilik kapal karena kelebihan skill (highliner)
penerimaan bagi nelayan karena kelebihan skill (highliner)
biaya pengelolaan yang dikeluarkan pemerintah
biaya operasi termasuk depresiasi
biaya normal dari modal yang ditanamkan pada kapal, alat dan perlengkapan
upah normal nelayan (normal weages).

Nilai ikan yang didaratkan (landed value) dibagi menjadi dua bagian yaitu
manfaat sosial bersih (net social benefits) dan biaya sosial. Dalam analisa yang
termasuk kedalam manfaat sosial bersih bersih (net social benefits) menurut
Copes yaitu dari huruf e sampai j yang meliputi:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

nilai ikan bagi konsumen di atas harga yang dibayarkan


bagian dari rente sumber daya yang didapat oleh pemerintah
bagian dari rente sumber daya yang didapat oleh pemilik kapal
bagian dari rente sumber daya yang didapat oleh nelayan
penerimaan bagi pemilik kapal karena kelebihan skill (highliner)
penerimaan bagi nelayan karena kelebihan skill (highliner).
Sedangkan yang termasuk kedalam biaya sosial yaitu dari huruf a sampai d

yang meliputi:
a.
b.
c.
d.

biaya pengelolaan yang dikeluarkan pemerintah


biaya operasi termasuk depresiasi
biaya normal dari modal yang ditanamkan pada kapal, alat dan perlengkapan
upah normal nelayan (normal weages).
Manfaat sosial bersih (net social benefits) terdiri dari surplus produsen

(rente), rente sumberdaya, serta surplus konsumen. Surplus produsen (rente)


meliputi huruf e dan f yaitu:
a.
b.

penerimaan bagi pemilik kapal karena kelebihan skill (highliner)


penerimaan bagi nelayan karena kelebihan skill (highliner).
Rente sumberdaya meliputi huruf g sampai i yaitu:

a. bagian dari rente sumber daya yang didapat oleh pemerintah


b. bagian dari rente sumber daya yang didapat oleh pemilik kapal

c.

bagian dari rente sumber daya yang didapat oleh nelayan.


Sedangkan untuk surplus konsumen meliputi huruf j yaitu nilai ikan bagi

konsumen di atas harga yang dibayarkan.


Biaya sosial terdiri dari biaya pengelolaan dan biaya penangkapan. Biaya
pengelolaan hanya terdiri dari huruf d yaitu biaya pengelolaan yang dikeluarkan
pemerintah. Sedangkan pada biaya penangkapan terdiri dari huruf a sampai c
yaitu:
a.
b.
c.

biaya operasi termasuk depresiasi


biaya normal dari modal yang ditanamkan pada kapal, alat dan perlengkapan
upah normal nelayan (normal weages).

B.

Konsep Surplus Konsumen, Konsep Surplus Produsen dan Government


rent
Surplus konsumen adalah kelebihan atau perbedaan antara kepuasan total

atau total utility (yang dinilai dengan uang) yang dinikmati konsumen dari
mengonsumsikan barang tertentu dengan pengorbanan totalnya (yang dinilai
dengan uang) untuk memperoleh atau mengonsumsikan jumlah barang tersebut.
Sedangkan, surplus produsen adalah pendapatan tambahan yang diperoleh oleh
seorang produsen dari penerimaan harga suatu barang yang lebih tinggi
dibandingkan dengan harga yang sebenarnya telah dipersiapkan untuk ditawarkan.
Terdapat tiga dasar yang penting dalam penggunaan surplus konsumen
maupun surplus produsen untuk mengukur kesejahteraan, antara lain:
a.

Permintaan, dimana permintaan merupakan refleksi dari keinginan untuk

b.

membayar
Penawaran, dimana penawaran merupakan refleksi dari biaya marginal

c.

(marginal cost)
Perubahan pada pendapatan individu bersifat penambahan

Kelemahan pengukuran surplus konsumen dengan kurva permintaan biasa


adalah tidak mempertimbangkan efek pendapatan akibat dari perubahan harga
sehingga konsep surplus konsumen kurang menggambarkan kondisi keinginan
konsumen untuk membayar atau menerima. Secara sistematis, surplus konsumen

dan surplus produsen diukur dengan mengintegralan fungsi penwaran dan fungsi
permintaan.
C.

Opportunity Cost Of Capital, Labor and time


Opportunity cost merupakan nilai barang/manfaat dari suatu tindakan yang

diabaikan karena memilih barang/tindakan lain. Opportunity cost tidak harus


berkaitan dengan uang dan memiliki beberapa kemungkinan alternatif lain.
Opportunity cost terdiri dari opportunity cost of capital (modal), opportunity cost
of labour (tenaga kerja) dan opportunity cost of time (waktu).
Opportunity cost of capital adalah nilai ekonomi yang hilang akibat
pemilihan penggunaan modal suatu investasi, ketika memilih investasi yang
lainnya. Pada umumnya opportunity cost of capital diukur melalui tingkat IRR
(Internal Rate Return).
Opportunity cost of labour, merupakan nilai kesempatan tenaga kerja dalam
memproduksi barang dan jasa yang harus dikorbankan karena memilih alternatif
memproduksi barang lain. Kondisi ini disebabkan tenaga kerja memiliki
keterbatasan waktu, kesempatan dan keahlian. Konsep opportunity cost of labour
memliki beberapa alternatif pilihan yanng didasarkan pada tujuan dan kondisi
individu. Alternatif pilihan yang ditetapkan harus memberikan keuntungan
maksimum dan memiliki opportunity cost yang terendah. Konsep dasar
opportunity cost of labour adalah keterbatasan sumber daya manusia dalam proses
produksi secara bersamaan.
D.

Implementasinya dalam Perikanan


Biaya-biaya yang dikeluarkan nelayan dalam melakukan penangkapan ikan

merupakan opportunity cost. Karena faktor produksi yang digunakan seperti


tenaga kerja, alat penangkapan dan alat perlengkaoan yang digunakan untuk
menangkap ikan bisa saja dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi lainnya yang
memberikan manfaat sosial. Biaya pembelian bahan bakar dan perlengkapan
lainnya yang juga menjadi bagian dari biaya operasi juga merupakan opportunity
cost of capital karena penggunaan komponen ini sebenarnya mengorbankan

kesempatan untuk digunakan pada kegiatan ekonomi lainnya. Begitupun dengan


nelayan yang memergunakan keahliannya untuk penangkapan ikan, sebenarnya
nelayan mengorbankan kesempatan untuk memberikan kontribusi di sektor
lainnya. Keahlian kesempata ini merupakan biaya korbanan (opportunity cost of
labour) yang diukur setara upah normal yang diharapkan diperoleh pada sektor
lainnya.