Anda di halaman 1dari 2

http://archive.kaskus.co.

id/thread/10027583/0/pulau-penyengat-pusat-kebudayaanmelayu-yang-terlupakan-pic
Identitas kemelayuan mempunyai ciri khas yang tidak bisa di pisahkan dengan
identitas keislaman. Maklum, kepulauan Sumatera dan Malaya adalah pintu gerbang
pusat perdagangan di Asia Tenggara di masa lalu, yang menghubungkan antara
Cina dan India, Cina dan Timur Tengah melalui rute perjalanan laut. Jadi tidak heran
jika perkembangan Islam lebih awal jika dibandingkan dengan daerah-daeral lain di
nusantara.
Kerajaan pertama yang terbentuk dan Berjaya karena rute perdangan setelah
masuk Islam di Nusantara adalah Kerajaan Malaka. Karena serangan Portugis pada
tahun 1511, sehingga Kerajaan Melayu Malaka hancur, dan pusat Kerajaan Melayu
berpindah Ke Johor (Malaysia). Hanya berselang beberapa tahun, Kerajaan Johor
pecah karena perebutan kekuasaan, hingga terbentuk Kerajaan baru di Kerajaan
Melayu Lingga (Kepulauan Riau), dan Kerajaan Siak (Riau). Kita akan memusatkan
pembicaraan seputar perkembangan Kerajaan Melayu Lingga, yang merupakan
pusat kebudayaan melayu yang terbesar dan masih tersisa hingga kini.
Kerajaan Melayu Lingga terletak di Kepulauan Riau, tepatnya di Pulau Penyengat.
Pulau ini adalah sebuah pulau kecil yang terletak sekitar 5 menit perjalanan laut
dari pelabuhan Tanjung Pinang. Jika anda dari Batam, anda harus keluar melalui
pelabuhan Punggur Batam, naik speed boat yang harganya relatif murah (Rp
40.000,-) untuk sekali jalan, dengan lama perjalanan sekitar 1 jam menuju
Pelabuhan Tanjung Pinang, dari situ anda sudah bisa melihat Pulau Penyengat
secara langsung berada didepan mata. Tinggal naik perahu nelayan yang banyak
disewakan dengan harga Rp 5.000,- perorang menuju Pulau Penyengat.
Lebar pulau Penyengat tidak terlalu luas. Di sini, anda tidak akan mendapatkan
mobil, karena memang lebar pulau sangat kecil. Jalanan bagus terbuat dari semen
yang bisa dilewati oleh kendaraan bermotor, yang menghubungkan setiap situssitus sejarah yang ada dipulau tersebut. Jika berjalan kaki anda bisa tempuh sekitar
satu jam, anda sudah bisa mengelilingi pulau ini. Atau anda bisa mengelilingi pulau
dengan naik ojek, yang harganya relatif murah untuk mengunjungi situs-situs
bersejarah pusat peninggalan Kerajaan Melayu.

Apa yang ada di Pulau Penyengat? Pulau penyengat sangat indah. Karena struktur alamnya
yang dikelilingi laut dan strategis, sehingga tidak heran jika Pusat Kerajaan Melayu Lingga
berada disini, karena pertimbangan keamanan dimasa itu. Disini anda dapat menyaksikan
secara langsung bangunan-bangunan peninggalan yang masih berdiri kokoh, baik itu Istana
Kerajaan, benteng petahanan, beberapa meriam yang berhadapan langsung dengan laut, mesjid
kerajaan yang masih di pakai hingga sekarang, serta beberapa bangunan lainnya yang harus
anda kunjungi, seperti makam raja-raja Penyengat, situs kebudayaan melayu dan lain-lain.
Mesjid kerajaan terletak pas di depan dermaga, seakan-akan dia yang akan menyambut
kedatangan anda. Mesjid ini strukturnya sangat kokoh, dengan lebar semua dindingnya setebal

sekitar 30 cm. konon menurut sejarah, mesjid ini terbuat dari kuning telur sebagai perekat
(maklum pada saat itu belum ada semen). Mesjid inilah, salah satu bangunan yang masih
terpakai hingga sekarang.
Tapi sayang, bangunan-bangunan yang menyimpan beribu sejarah perkembangan kebudayaan
melayu kelihatan tidak terurus. Beberapa bangunan dibiarkan ditumbuhi rumput menjalar dan
hancur begitu saja. Bahkan beberapa situs bangunan tinggal puing-puing saja. Ada yang roboh
dimakan usia, tidak ada usaha perbaikan dari pihak terkait. Tetapi walaupun begitu, anda akan
melihat keperkasaan dan kemegahan Kebudayaan Melayu Lingga pada situs-situs yang masih
berdiri kokoh, seperti Istana, benteng pertahanan, tempat tinggal kaum bangsawan, meriam,
kuburan raja-raja, mesjid dan lain-lain.
Quote:

Mungkin anda juga sering mendengar, melayu negeri seribu pantun. Memang melayu identik
dengan pantun. Jika anda mempunyai waktu, anda bisa melihat dan mempelajari lebih dalam
sumber-sumber pantun secara langsung. Dari sejarah, kita tidak bisa melepaskan satu nama
besar yang memelopori perkembangan kebudayaan melayu terkenal ke Nusantara, dunia,
hingga ke Timur Tengah saat itu, bahkan kebudayaan baik bangunan dan syair-syair pantun
masih bisa dilihat dan terdengar hingga sekarang. Nama iu adalah Raja Ali Haji. Raja Ali Haji,
merupakan keturunan bangsawan asal Bugis. Dia merupakan seorang raja, dan juga
budayawan. Hasil karyanya yang monumental hingga saat ini masih bisa dinikmati adalah
Gurindam Dua belas dan Pengenalan Aksara Jawi (tulisan arab melayu). Gurindam Dua
Belas adalah syair-syair pantun yang berisikan nasihat-nasihat yang kental dengan nuansa
Islami. Anda bisa membaca Gurindam Dua Belas diperpustakaan-perpustakaan yang ada.
Aksara Jawi (Tulisan Arab Melayu) adalah hasil karyanya yang masih bertahan hingga
sekarang dan masih diajarkan sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah di Riau Daratan dan
Kepulauan Riau. Aksara ini menggunakan aksara arab yang di ubah sedemikian rupa hingga
bisa membunyikan huruf sesuai dengan bahasa melayu, karena aksara jawi ini berbahasa
melayu. Selintas kita akan melihat tulisan ini adalah tulisan arab, tapi bahasa yang dipakai
adalah bahasa melayu. Sehingga syarat untuk bisa membacanya adalah mengetahui aksara
arab dan menguasai bahasa melayu. Gurindam Dua Belas yang aslipun menggunakan aksara
jawi ini.

Sungguh sangat disayangkan, pusat dan peninggalan Kebudayaan Melayu seakan hilang dan
ditelan zaman. Jangankan mengembangkan, menjaganyapun seakan kita tidak sanggup. Akankah
dia hilang terkubur waktu. Syair-syair pantun yang syarat dengan hikmah keteladanan,
kebijaksanaan, pendidikan dan lain-lain seakan sebuah barang yang asing bagi kita.