Anda di halaman 1dari 7

NEUROTOLOGI

AUDIOMETRI NADA MURNI


Dari audiometri dapat dilihat apakah pendengaran normal atau tuli, jenis ketulian (konduktif,
sensorineural, campuran), dan juga derajat ketulian.
Contoh Hasil Audiometri Nada Murni :

Ambang Dengar (AD)


Normal : AD 0-25 dB
Derajad ketulian menurut ISO :
-

Tuli Ringan
Tuli Sedang
Tuli Sedang Berat
Tuli Berat
Tuli Sangat Berat

: >25 40 dB
: >40 55 dB
: >55 70 dB
: >70 90 dB
: >90 dB

Cara mengukur AD :
AD 500 Hz + AD 1000 Hz + AD 2000 Hz + AD 4000 Hz (Air Conduction)
4
*frekuensi-frekuensi tersebut merupakan ambang dengar pembicaraan sehari-hari
Contoh :
Pada gambar hasil audiometri di atas,
AD D = 60 + 65 + 55 + 60 = 60 dB
4

AD S = 40 + 40 + 35 + 55 = 42,5 dB
4

Jenis Ketulian :

By Tita Luthfia S., S.Ked NIM. 0810710107 Page 1

Normal :
-

AC dan BC sama atau < 25 dB


AC dan BC berimpit, tidak ada air-bone gap

Tuli Konduktif :
-

BC normal atau < 25 dB


AC > 25 dB
Antara AC dan BC terdapat air-bone gap

By Tita Luthfia S., S.Ked NIM. 0810710107 Page 2

Tuli Sensorineural :
-

AC dan BC > 25 dB
AC dan BC berhimpit (tidak ada gap)

Tuli Campuran :
-

BC > 25 dB
AC > BC, terdapat gap

*Masking :
-

Diberikan suara bising (seperti angin) pada head phone telinga yang tidak diperiksa
supaya telnga yang tidak diperiksa tidak dapat mendengar bunyi yang diberikan

pada telinga yang diperiksa.


Masking dilakukan bila :
Terdapat pebedaan yang mencolok antara BC pada telinga D dan S, terdapat gap
antara AC dan BC

By Tita Luthfia S., S.Ked NIM. 0810710107 Page 3

Hantaran Tulang : 0 dB, 90 dB


Hantaran Udara : IA (Interaural Attenuation)
IA = AC telinga yang diperiksa BC telinga yang tidak diperiksa
IA > 40 - 50 dB hantaran udara dapat diteruskan melalui tengkorak
ke telinga kontralateral (yang tidak diperiksa) sehingga perlu dilakukan masking
AUDIOMETRI TUTUR
Ada 100 kata yang didiengarkan pada pasien, kemudian dinilai berapa % pasien dapat
menirukan kata tersebut dengan benar.
Yang dinilai :
-

SRT (Speech Reception Test) : kemampuan untuk mengulang kata-kata yang benar

sebanyak 50%, biasanya 20-30 dB di atas ambang pendengaran


SDS (Speech Discrimination Score) : skor tertinggi yang dapat dicapai seseorang
pada intensitas tertentu

Kegunaan tes ini adalah untuk menilai kemampuan pasien dalam pembicaraan sehari-hari,
dan untuk meniali pemberian alat bantu dengar.
Contoh :
(terlampir)
SDS maksimal bisa dicapai pada orang normal atau tuli konduksi, sedangkan pada tuli
sensorineural kurang bisa mencapai 100%.
SDS : TK > TC > TSN koklea > TSN retrokoklea
Hubungan Intensitas dengan Nilai Diskriminasi Kata :

A : normal
B : tuli konduksi
C : tuli sensorineural koklea
D : tuli sensorineural retrokoklea (roll over fenomena)

AUDIOMETRI IMPEDANS
By Tita Luthfia S., S.Ked NIM. 0810710107 Page 4

1. Timpanometri
Mengetahui keadaan dalam cavum timpani, missal ada cairan, gangguan ossicular chain,
kekakuan membran timpani, atau membran timpani yang sangat lentur.

Tipe A : normal
Tipe B : terdapat cairan di cavum timpani
Tipe C : terdapat gangguan fungsi tuba Eustachius
Tipe AD: terdapat gangguan rangkaian osikel
Tipe AS: terdapat kekakuan pada osikel, c/ ottosclerosis
2. Fungsi Tuba Eustachius
Untuk mengetahui tuba Eustachius terbuka atau tertutup.
3. Refleks Stapedius
Pada telinga normal, reflex stapedius muncul pada rangangan 70 80 dB di atas ambang
dengar.
BERA (Brainstem Evoked Response Audometry)
-

Untuk menilai fungsi pendengaran dan fungsi N. VIII


Prinsip :
Menilai perubahan potensial listrik di otak setelah pemberian rangsang sensoris
berupa bunyi. Rangsangan bunyi yang diberikan melalui hedphone akan menempuh
perjalanan melalui saraf VIII di koklea (gelombang I), nukleus koklearis (gelombang
II), nukleus olivarius superior (gelombang III), lemnikus lateralis (gelombang IV), dan
kolikulus inferior (gelombang V), kemudian menuju korteks auditori di lobus temporal

otak.
Yang dinilai : gelombang V normal nya di. ????

Contoh : (lampiran)
OAE (Ottoacoustic Emission)
By Tita Luthfia S., S.Ked NIM. 0810710107 Page 5

Untuk menilai fungsi outer hair cell pada koklea.


Nilai :
PASS : < 30 dB
REFER : TK/TSN > 30 dB

Contoh : (lampiran)

AUDIOLOGI ANAK
Subjektif :
1. BOA (Behavioral Observation Audiometry)
Menggunakan beberapa mainan dengan yang dapat dibunyikan dengan intensitas
tertentu dilihat respon anak (misal : kaget, noleh, nangis).
2. VRA (Visual Reinforcement Audiometry)
Anak ditempatkan di suatu ruangan, didampingi keluarga/perawat, anak disibukkan
dengan mainan tertentu. Kemudian tiba-tiba diberikan rangsangan dengan boneka
yang dapat berputar dan mengeluarkan suara dilihat respon anak.
3. FFA (Free Field Audiometry)
Anak berada dalam ruang kedap suara, disibukkan dengan mainan, kemudian
dikagetkan dengan suara keras yang tiba2, dilihat respon anak.
4. Play Audiometry
Anak diminta memasukkan mainan setelah respon bunyi
Objektif :
1. Timpanometri
2. OAE
3. AABR/ABR(Audiometry Brainstem Respone)/BERA/ASSR(Auditory Steady-State
Response)
Faktor Resiko Tuli Pada Anak :
-

Riwayat keluarga +
TORSCH
Obat ototoxic
APGAR Score < 7
BBLR < 1500 gram
Prematur
Sepsis neonatus
Kelainan maksilofasial
Sindroma SNHL > 400

Pemeriksaan pendengaran pada anak :


1. Usia 0-6 bulan :
a. Reflek Moro : Refleks moro adalah suatu respon tiba-tiba pada bayi yang terjadi
akibat suara keras atau gerakan yang mengejutkan. Ketika dikagetkan, bayi akan
melengkungkan

punggungnya,

melemparkan

By Tita Luthfia S., S.Ked NIM. 0810710107 Page 6

kepalanya

kebelakang,

dan

merentangkan tangan dan kakinya. Refleks ini positif pada bayi yang baru lahir dan
mulai hilang pada usia 3-4 bulan.

b. Refleks kedipan mata (auropalpebral reflex), melebarkan mata (eye widening),


mengerutkan wajah (grimacing), berhenti menyusu (cessation reflex), denyut jantung
meningkat bila diberikan stimulus suara keras yang mendadak.
*Reflex Moro dan auropalpebral rentan terhadap efek habituasi, maksudnya bila stimulus
diberikan berulang, bayi menjadi bosan dan tidak memberikan respon.
2. Usia 6-24 bulan :
FFA (Free Field Test) :
BOA, VRA
3. Usia 2-4 tahun :
Instrumental : BOA, Play Audiometry, VRA
4. Usia > 4 tahun :
Audiometry Nada Murni, Timpanometri, OAE, BERA

By Tita Luthfia S., S.Ked NIM. 0810710107 Page 7