Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

APLIKASI TERMOKIMIA
DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Disusun oleh :
Yusup Abdilah (1132070083)

Pendidikan Fisika I/B

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Kimia Umum

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG

Bandung
2013KATA PENGANTAR

Alhamdulillah penulis panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah swt.,


yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Makalah ini dibuat dari hasil pembelajaran penulis selama satu
semester di Jurusan Pendidikan Fisika yang ada di Universitas Islam Negeri
Sunan Gunung Djati Bandung. Penulis tertarik pada materi pembelajaran
tentang termokimia yang ada dalam mata kuliah kimia umum semester satu.
Oleh karena itu, penulis memberanikan diri untuk menyusun makalah ini
dengan judul Aplikasi Termokimia Dalam Kehidupan Sehari-hari.
Penyusunan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi Tugas Mata
Kuliah Kimia Umum.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat bantuan
dari berbagai pihak, baik berupa materi maupun dorongan dan bimbingan.
Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada.

1) Dra. Cucu Zenab Subarkah, M.Pd., selaku Dosen mata kuliah Kimia

Umum.
2) Sari, S.Pd., selaku Asisten Dosen mata kuliah Kimia Umum.
3) Ayahanda dan Ibunda yang telah memberikan dukungan, baik berupa
materi, nasehat, maupun doa.
4) Semua rekan-rekan yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.
Meskipun telah berusaha dengan segenap kemampuan, namun penulis
menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari
sempurna. Hal ini disebabkan oleh beberapa kondisi di antaranya, masih
perlu pembelajaran lebih mendalam tentang pengkajian sumber-sumber
termokimia, keterbatasan kemampuan dan pengetahuan penulis. Oleh
karena itu, dengan keterbukaan hati penulis mengharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih dan semoga makalah ini
dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Bandung,
Desember 2013

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Tujuan Penulisan

1
1
2

C. Manfaat Penulisan
2
D. Metode Penulisan

BAB II APLIKASI TERMOKIMIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


3
A. Manfaat Termokimia
3
B. Teknologi Proses Termokimia Pada Solar
3
C. Kelemahan Termokimia
D. Reaksi Eksoterm dan Reaksi Endoterm
6
E. Hukum dalam Termokimia
6
F. Energi Ikatan
7
BAB III KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang Masalah

Termokimia adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara energi


panas dan energi kimia. Sedangkan energi kimia didefinisikan sebagai energi
yang dikandung setiap unsur atau senyawa. Energi kimia yang terkandung
dalam suatu zat adalah semacam energi potensial zat tersebut. Energi
potensial kimia yang terkandung dalam suatu zat disebut panas dalam atau
entalpi dan dinyatakan dengan simbol H. Selisih antara entalpi reaktan dan
entalpi hasil pada suatu reaksi disebut perubahan entalpi reaksi. Perubahan
entalpi reaksi diberi simbol H.
Bagian dari ilmu kimia yang mempelajari perubahan kalor atau panas
suatu zat yang menyertai suatu reaksi atau proses kimia dan fisika disebut
termokimia. Secara operasional termokimia berkaitan dengan pengukuran
dan pernafsiran perubahan kalor yang menyertai reaksi kimia, perubahan
keadaan, dan pembentukan larutan.
Termokimia merupakan pengetahuan dasar yang perlu diberikan atau
yang dapat diperoleh dari reaksi-reaksi kimia, tetapi juga perlu sebagai
pengetahuan dasar untuk pengkajian teori ikatan kimia dan struktur kimia.
Fokus bahasan dalam termokimia adalah tentang jumlah kalor yang dapat
dihasilkan oleh sejumlah tertentu pereaksi serta cara pengukuran kalor
reaksi.
Termokimia merupakan penerapan hukum pertama termodinamika terhadap
peristiwa kimia yang membahas tentang kalor yang menyertai reaksi kimia.
Termokimia dapat didefinisikan sebagai bagian ilmu kimia yang
mempelajari dinamika atau perubahan reaksi kimia dengan mengamati
panas/termalnya saja. Salah satu terapan ilmu ini dalam kehidupan seharihari ialah reaksi kimia dalam tubuh kita dimana produksi dari energi-energi

yang dibutuhkan atau dikeluarkan untuk semua tugas yang kita lakukan.
Pembakaran dari bahan bakar seperti minyak dan batu bara dipakai untuk
pembangkit listrik. Bensin yang dibakar dalam mesin mobil akan
menghasilkan kekuatan yang menyebabkan mobil berjalan. Bila kita
mempunyai kompor gas berarti kita membakar gas metan (komponen utama
dari gas alam) yang menghasilkan panas untuk memasak. Dan melalui
urutan reaksi yang disebut metabolisme, makanan yang dimakan akan
menghasilkan energi yang kita perlukan untuk tubuh agar berfungsi. Hampir
semua reaksi kimia selalu ada energi yang diambil atau dikeluarkan.
Dengan kajian-kajian yang dilakukan mengenai pengaplikasian
termokimia dalam kehidupan sehari-hari. Dan untuk menguraikan
permasalahan tersebut lebih detail lagi, penulis mencoba membuat makalah
yang isinya membahas tentang Aplikasi Termokimia Dalam Kehidupan
Sehari-hari.

B.

Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dibiatkannya makalah ini adalah sebagai berikut:

1) Dapat menjelaskan manfaat termokimia.


2) Mengetahui proses termokimia dan aplikasinya

dalam kehidupan

sehari-hari
3) Memahami materi-materi yang terkait dengan termokimia
4) Memahami tentang termokimia lebih mendalam

C.Manfaat Penulisan
Penulisan makalah ini memiliki manfaat sebagai berikut.
1)

2)

3)

Manfaat Umum
Makalah hasil pengkajian penulis ini dapat menunjang materi
pembelajaran
dan
dapat
dijadikan
bahan
baku
referensi
pembelajaran.
Manfaat Khusus
Penulis dapat menambah wawasan dan pengetahuan penulis
serta dapat melatih penulis untuk memiliki rasa ingin tahu yang tinggi
dan lebih telaten dalam mencari dan mengumpulkan sumber dan
informasi selama melakukan pengkajian.
Manfaat untuk penulis yang akan dating

Makalah hasil pengkajian sebelumnya dapat dijadikan bahan


referensi sumber untuk pembuatan makalah selanjutnya dan dapat
memberi gambaran dalam pengkajian yang akan dilakukannya.

D. Metode Penulisan
1)
Subjek Penulisan
Subjek Penulisan adalah kajian tentang aplikasi termokimia
dalam kehidupan sehari-hari, yang pengambilan datanya diambil dari
berbagai buku yang berisi tentang aplikasi termokimia dalam
kehidupan sehari-hari dan dari berbagai sumber lainnya.

2) Prosedur Penulisan

Prosedur penulisan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut.


a) Menentukan sumber-sumber yang akan dijadikan referensi
pembuatan makalah.
b) Mengidentifikasi aplikasi termokimia dalam kehidupan seharihari.
c) Menyusun semua informasi yang telah diperoleh untuk
menjawab rumusan masalah yang telah dibuat.

BAB II
ISI
A.

Manfaat Termokimia
Manfaat positif dari termokimia, yaitu:

a) Dapat mempelajari suatu bentuk energi yang dibutuhkan oleh manusia

untuk bergerak dalam bentuk energi kinetik dan tambahan-tambahan


dalam melakukan proses fotosintesis yang membutuhkan eergi dari
sinar matahari.
b) Dapat mempelajari suatu sistem atau bagian alam semasta yang
menjadi objek penelitian serta lingkungan atau bagian alam semesta
yang berinteraksi dengan satu sistem.

B. Aplikasi Termokimia Dalam Kehidupan SehariHari


1. Gas Elpiji
Penggunaan elpiji pada kompor gas. Utamanya adalah butana bereaksi
dengan udara.

C4H10 + Udara > CO2 + H20 + N2


Untuk mempermudah udara sepenuhnya bergantung dari oksigen.
C4H10 + (13/2)O2 > 4CO2 + 5H2O
Untuk reaksi sempurna dengan udara,
C4H10 + (O2 + 3,76 N2) > CO2 + H20 + 3,76N2
Penyetaraan,
C4H10 + 13/2(O2 + 3,76 N2) > 4CO2 + 5H2O + (13/2)*3,76N2
Reaksi juga bisa melibatkan bentuk tidak sempurna, misal memerlukan
200% udara.
C4H10 + 13(O2 + 3,76 N2) > 4CO2 + 5H2O + (13/2)O2 +
(13/2)*3,76N2
Pembakaran ini pun bisa melibatkan beberapa fraksi, karena elpiji
biasanya tidak murni hanya bahan bakar butana.

2. Thermometer
Termometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur suhu.
Cara kerja thermometer:
Ketika temperature naik, cairan dibola tabung mengembang lebih
banyak daripada gelas yang menutupinya. Hasilnya, benang cairan
yang tipis dipaksa ke atas secara kapiler. Sebaliknya, ketika
temperature turun, cairan mengerut dan cairan yang tipis ditabung
bergerak kembali turun. Gerakan ujung cairan tipis yang dinamakan
meniscus dibaca terhadap skala yang menunjukkan temperature.
Zat untuk thermometer haruslah zat cair dengan sifat termometrik
artinya, mengalami perubahan fisis pada saat dipanaskan atau
didinginkan, misalnya raksa dan alkohol. Zat cai tersebut memiliki dua
titik tetap (fixed points), yaitu titik tertinggi dan titik terendah.
Misalnya, titik didih air dan titik lebur es untuk suhu yang tidak terlalu
tinggi. Setelah itu, pembagian dilakukan diantara kedua titik tetap
menjadi bagian-bagian yang sama besar, misalnya thermometer skala
celcius dengan 100 bagian yang setiap bagiannya sebesar 1C.

3. Pembakaran Batu Bara


Batubara banyak dimanfaatkan sebagai sumber bahan bakar, baik dirumah
tangga maupun industri. PLTU menggunakan batubara untuk menggerakkan
turbin sebagai sumber energi arus listrik. Selain itu, batubara juga
dimanfaatkan untuk pembuatan kosmetik dan compac disk (CD). Kelemahan
dari pembakaran batubara adalah dihasilkannya gas SO2. Untuk
menghilangkan gas SO2 dapat diterapkan proses desulfurisasi. Proses ini
menggunakan serbuk kapur (CaCO3) atau spray air kapur [Ca(OH)2] dalam alat
scrubers. Reaksi yang terjadi:
CaCO3(s) + SO2(g) CaSO3(s) + CO2(g)
Ca(OH)2(aq) + SO2(g) CaSO3(s) + H2O( )
Namun, biaya operasional desulfurisasi dan pembuangan deposit padatan
kembali menjadi masalah baru. Untuk meningkatkan nilai dari batubara dan
menghilangkan pencemar SO2, dilakukan rekayasa batubara, seperti gasifikasi
dan reaksi karbon-uap. Pada gasifikasi, molekul-molekul besar dalam batubara
dipecah melalui pemanasan pada suhu tinggi (600C 800C) sehingga
dihasilkan bahan bakar berupa gas. Reaksinya adalah sebagai berikut.
Batubara(s) batubara cair (mudah menguap) CH4(g) + C(s)
Arang yang terbentuk direaksikan dengan uap air menghasilkan campuran
gas CO dan H2, yang disebut gas sintetik. Reaksinya:
C(s) + H2O() CO(g) + H2(g) H = 175 kJ mol1
Untuk meningkatkan nilai gas sintetik, gas CO diubah menjadi bahan bakar
lain. Misalnya, gas CO direaksikan dengan uap air menjadi CO 2 dan H2.
Reaksinya:

CO(g) + H2O(g) CO2(g) + H2(g) H = 41 kJ mol1


Gas CO2 yang dihasilkan selanjutnya dipisahkan. Campuran gas CO
dan H2 yang telah diperkaya akan bereaksi membentuk metana dan uap
air. Reaksinya:
CO(g) + 3H2(g) CH4(g) + H2O(g) H = 206 kJ mol1
Setelah H2O diuapkan, akan diperoleh CH 4 yang disebut gas alam sintetik.
Dengan demikian, batubara dapat diubah menjadi metana melalui proses
pemisahan batubara cair.

C. Reaksi Eksoterm dan Reaksi Endoterm


Berdasarkan perpindahan energinya atau perubahan entalpinya ada dua
jenis reaksi:
1) Reaksi eksoterm yaitu reaksi yang membebaskan kalor, kalor mengalir
dari sistem ke lingkungan (terjadi penurunan entalpi), entalpi produk
lebih kecil daripada entalpi pereaksi. Oleh karena itu, perubahan
entalpinya bertanda negatif. Pada reaksi eksoterm umumnya suhu
sistem menjadi naik, adanya kenaikan suhu inilah yang menyebabkan
sistem melepas kalor ke lingkungan.
Reaksi eksoterm: DH = HP - HR < 0 atau DH = (-)
2) Reaksi Endoterm yaitu reaksi yang memerlukan kalor, kalor mengalir
dari lingkungan ke sistem (terjadi kenaikan entalpi), entalpi produk
lebih besar daripada entalpi pereaksi. Oleh karena itu, perubahan
entalpinya bertanda positif. Pada reaksi endoterm umumnya suhu
sistem terjadi penurunan, adanya penurunan suhu inilah yang
menyebabkan sistem menyerap kalor dari lingkungan.
Reaksi endoterm: DH = HP - HR > 0 atau DH = (+)

D.Hukum Dalam Termokimia


Dalam mempelajari reaksi kimia dan energi kita perlu memahami
hukum-hukum yang mendasari tentang perubahan dan energi.
a. Hukum kekekalan energy

Dalam perubahan kimia atau fisika energi tidak dapat diciptakan atau
dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentu
lainnya. Hukum ini merupakan hukum termodinamika pertama dan
menjadi dasar pengembangan hukum tentang energi selanjutnya,
seperti konversi energi.
b. Hukum Laplace
Hukum ini diajukan oleh Marquis de Laplace dan dia menyatakan
bahwa jumlah kalor yang dilepaskan dalam pembentukan sebuah
senyawa dari unsur-unsurnya sama dengan jumlah kalor yang
dibutuhkan untuk menguraikan senyawa tersebut menjadi unsurunsurnya.
Panjabaran dari hukum ini untuk entalphi reaksi H dan kalor reaksi;
C + O2 CO2 H = -94 Kkal
CO2 C + O2 H = +94 Kkal
Sedangkan untuk kalor reaksi,
C + O2 CO2 -94 Kkal
CO2 C + O2 +94 Kkal
Untuk reaksi pertama, unsur C bereaksi dengan gas oksigen
menghasilkan karbondioksida dan kalor sebesar 94 Kkal. Sedangkan
reaksi kedua karbondioksida terurai menjadi unsur C dan gas oksigen
dengan
membutuhkan
kalor
sebesar
94
Kkal.
Dari sisi tanda, tampak jelas perbedaan antara entalphi reaksi dengan
kalor reaksi, jika entalphi bernilai positif maka kalor reaksi bernilai
negatif, demikian pula sebaliknya jika entalphi negatif maka kalor
reaksi positif.
c. Hukum Hess
Hukum ini diajukan oleh Germain Hess, dia menyatakan bahwa
entalphi reaksi (H) hanya tergantung pada keadaan awal reaksi dan
hasil reaksi dan tidak bergantung pada jalannya reaksi.
Jika suatu reaksi merupakan penjumlahan aljabar dari dua atau
lebih reaksi, maka perubahan entalphi (H) atau kalor reaksinya juga
merupakan penjumlahan aljabar dari (H) yang menyertai reaksi. Untuk
lebih mudah memahaminya kita perhatikan Bagan 10.17.
Berdasarkan persamaan reaksi gas karbon dioksida dapat terbentuk
melalui dua tahap, yang pertama pembentukan karbonmonoksida dari
unsur-unsurnya dan dilanjutkan dengan oksidasi dari karbonmonoksida
menjadi karbondioksida.
Penjumlahan aljabar Hreaksi dari setiap tahap reaksi juga dilakukan
sesuai dengan tahap reaksi, maka H reaksi dari pembentukan gas Karbon
dioksida
juga
dapat
dilakukan.
Berdasarkan berbagai jenis reaksi, maka kita juga dapat mengembangkan
jenis kalor reaksi atau H yang disesuaikan dengan jenis reaksinya, ada

empat jenis kalor reaksi yaitu kalor reaksi pembentukan, penguraian,


pembakaran dan pelarutan. Keempat klasifikasi tersebut disederhanakan
dalam bagan pada Bagan 10.18.

E. Energi Ikatan
Pada dasarnya reaksi kimia terdiri dari dua proses, yaitu pemutusan
ikatan antar atom-atom dari senyawa yang bereaksi (proses yang
memerlukan energi) dan penggabungan ikatan kembali dari atom-atom
yang terlibat reaksi sehingga membentuk susunan baru (proses yang
membebaskan energi).
Perubahan entalpi reaksi dapat dihitung dengan menggunakan data
energi ikatan. Energi ikatan adalah energi yang diperlukan untuk
memutuskan ikatan oleh satu molekul gas menjadi atom-atom dalam
keadaan gas. Harga energi ikatan selalu positif, dengan satuan kJ atau
kkal, serta diukur pada kondisi zat-zat berwujud gas.
Entalpi reaksi yang dihitung berdasarkan harga energi ikatan ratarata sering berbeda dari entalpi reaksi yang dihitung berdasarkan harga
entalpi pembentukan standar. Perbedaan ini terjadi karena energi ikatan
yang terdapat dalam suatu tabel adalah energi ikatan rata-rata. Energi
ikatan C H dalam contoh di atas bukan ikatan C H dalam CH4,
melainkan energi ikatan rata-rata C H.
CH4(g) CH3(g)
+
H(g) H
=
+424
kJ/mol
CH3(g) CH2(g)
+
H(g) H
=
+480
kJ/mol
CH2(g) CH(g) +
H(g) H
=
+425
kJ/mol
CH(g) C(g)
+
H(g) H
=
+335
kJ/mol
Jadi, energi ikatan rata-rata dari ikatan C H adalah 416 kJ/mol.
Sedangkan
energi
ikatan C H yang dipakai di atas adalah +413 kJ/mol.
Bahan Bakar dan Perubahan Entalpi Reaksi pembakaran adalah
reaksi suatu zat dengan oksigen. Biasanya reaksi semacam ini digunakan
untuk menghasilkan energi. Bahan bakar adalah merupakan suatu
senyawa yang bila dilakukan pembakaran terhadapnya dihasilkan kalor
yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.
Jenis bahan bakar yang banyak kita kenal adalah bahan bakar fosil.
Bahan bakar fosil berasal dari pelapukan sisa organisme, baik tumbuhan
maupun hewan yang memerlukan waktu ribuan sampai jutaan tahun,
contohnya minyak bumi dan batu bara.
Namun selain bahan bakar fosil dewasa ini telah dikembangkan pula
bahan bakar jenis lain, misalnya alkohol dan hidrogen. Hidrogen cair
dengan oksigen cair bersama-sama telah digunakan pada pesawat ulang-

alik sebagai bahan bakar roket pendorongnya. Pembakaran hidrogen tidak


memberi dampak negatif pada lingkungan karena hasil pembakarannya
adalah air.
Matahari adalah umber energi terbesar di bumi, tetapi penggunaan
energi surya belum komersial. Dewasa ini penggunaan energi surya yang
komersial adalah untuk pemanas air rumah tangga (solar water heater).
Nilai kalor dari bahan bakar umumnya dinyatakan dalam satuan kJ/gram,
yang menyatakan berapa kJ kalor yang dapat dihasilkan dari pembakaran
1 gram bahan bakar tersebut.
Contoh : nilai kalor bahan bakar bensin adalah 48 kJ/g, artinya setiap
pembakaran sempurna 1 gram bensin akan dihasilkan kalor sebesar 48
kJ. Pembakaran bahan bakar dalam mesin kendaraan atau dalam industri
umumnya tidak terbakar sempurna. Pembakaran sempurna senyawa
hidrokarbon (bahan bakar fosil) membentuk karbon dioksida dan uap air.
Sedangkan pembakaran tidak sempurnanya menghasilkan karbon
monoksida dan uap air. Pembakaran tak sempurna mengurangi efisiensi
bahan bakar, kalor yang dihasilkan akan lebih sedikit dibandingkan
apabila zat itu terbakar sempurna. Kerugian lainnya adalah dihasilkannya
gas karbon monoksida (CO) yang bersifat racun.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Singkatnya, materi pembelajaran pada termokimia ini merupakan
materi dasar yang wajib untuk dipelajari dan dipahami secara mendalam.
Materi yang secara umum mencakup Reaksi endoterm, Hukum dalam
termokimia, Energi ikatan, dan arah proses merupakan materi-materi dasar
dalam pelajaran kimia yang berguna untuk mempelajari materi selanjutnya
yang tentu saja lebih rumit. Dalam makalah ini materi duraikan secara
singkat agar para pembaca lebih mudah memahaminya.

Didalam termokimia ada istilah sistem dan lingkungan. Sistem yang


dimaksud adalah bagian dari alam yang dipelajari atau yang manjadi pokok
perhatian dalam termokimia yang dipelajari, yaitu perubahan energinya.
Sedangkan lingkungan yang dimaksud adalah segala sesuatu di luar sistem,
dengan apa sistem melakukan dan mengadakan pertukaran energi.
Energi adalah kapasitas atau kemampuan untuk melakukan kerja
atau usaha. Energi hanya dapat diubah bentuknya dari bentuk yang satu
dengan yang lainnya. Misalnya pada pembangkit tenaga uap, perubahan
energi dimulai dari energi panas yang terbentuk di boiler berubah menjadi
energi mekanik pada turbin, dan energi mekanik diubah menjadi energi
listrik pada generator.

B. Saran
Dengan adanya makalah sederhana ini, penyusun mengharapkan agar
para pembaca dapat memahami materi termokimia ini dengan mudah. Saran
dari penyusun agar para pembaca dapat menguasai materi singkat dalam
makalah ini dengan baik, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan soal sesuai
materi yang berhubungan agar semakin menguasai materi.

DAFTAR PUSTAKA
Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti. Edisi Ketiga-Jilid
1. Jakarta: Erlangga
Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti. Edisi Ketiga-Jilid
2. Jakarta: Erlangga
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-smk/kelas_x/definisitermokimia-dan-pengukuran-energi-dalam-reaksi-kimia/

http://www.kimiaku.info/termokimia.pdf
http://ariffadholi.blogspot.com/2010/10/termokimia.html
http://diannovitasari.wordpress.com/penerapan-termokimia/