Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN

PRAKTIKUM RANGKAIAN LISTRIK


DOSEN PENGAMPU: SATRIYO AGUNG DEWANTO, M.Pd.

SAMBUNGAN BINTANG SEGITIGA


DAN TEST PENENTUAN URUTAN FASA

OLEH:
ALWI WIDI PRADANA
NIM. 15507134032/B2

TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2015

A. Kompetensi
Merangkai sumber tiga fasa dalam sambungan bintang dan segitiga dan
menentukan urutan fasa.

Sub Kompetensi
Merangkai sebuah sumber tiga fasa dalam sambungan bintang dan segitiga
Menyebutkan hubungan antara :
Tegangan fasa dan tegangan line dalam sambungan bintang dan segitiga
Arus fasa dan arus line dalam sambungan bintang dan segitiga
Menentukan urutan fasa dengan menggunakan beberapa metode

Dasar Teori
Dalam hubungan bintang (Y), didapatkan dengan menghubungkan ujung-ujung
terminal A , B dan C menjadi satu titik bersama yang ditandai dengan titik
netral N. Sedangkan ujung terminal A, B dan C ditetapkan menjadi saluran A, B,
dan C, dari sistem tiga fasa.

A
UAN
UAB
N

UBN

UCA

B
UCN
UBC
C

Besarnya tegangan yang didapat antara saluran fasa dengan titik netral N
disebut dengan tegangan fasa, dan dapat dituliskan :
UAN = UBN = UCN = Tegangan fasa (U fs)
Tegangan yang didapat antara saluran dengan saluran disebut tegangan
saluran ( line Voltage ) dan dapat dituliskan :
UAB = UBC = UCA = Tegangan line (U line)
Besarnya tegangan saluran atau line adalah 3 kali tegangan fasa, dapat ditulis
: Tegangan line = 3 Tegangan fasa.
Besarnya arus line dan besarnya arus fasa adalah sama,
I line = I fasa
Pada hubungan segitiga ( ) didapatkan dengan menghubungkan ujung ujung
terminal A dengan B , B dengan C dan C dengan A disambungkan secara
individu sehingga menghasilkan sebuah hubungan segitiga.

Jika diperhatikan gambar sambungan segitiga besarnya tegangan fasa sama


dengan besarnya tegangan saluran atau line sehingga dapat dituliskan :
Uline = Ufasa
Sedangkan besarnya arus line adalah 3 kali arus fasa, sehingga dapat
dituliskan :
line = 3 I fasa

Alat/Instrumen/Bahan
Multimeter ... 3 buah
Ampere meter AC . 4 buah
Indikator test urutan fasa... 1 buah
Transformator 3 fasa ...... 1 buah
Loading Resistor 300 / 5 A .... 1 buah
Rheostat 500 / 1 A .. 1 buah
Kapasitor non polar 3,25 F/250 V ....... 2 buah
Lampu pijar 40 W/220 V .. 2 buah
Saklar 3 fasa / PCB 3 fasa ...... 1 buah
Bok dan kabel penghubung secukupnya

Keselamatan Kerja
Ikuti langkah-langkah yang ada pada lab sheet ini.

Semua rangkaian jangan dihubungkan ke sumber tegangan sebelum


diijinkan oleh dosen pembimbing.
Hati-hati bila mengambil dan mengembalikan alat dan bahan praktek.
Mintalah petunjuk pada dosen pembimbing bila terdapat hal-hal yang
meragukan.
F. Langkah Kerja
F.1. Pengukuran Tegangan

1. Buatlah rangkailah seperti gambar di bawah.

Telitilah dengan kelompok anda, kemudian periksakan rangkaian anda kepada


pembimbing. Jika telah disetujui hubungkan dengan sumber tegangan AC 3
fasa .

Ukurlah tegangan
Ua1-a4 = 64 Volt
Ua4-b4 = 110 Volt
Ub1-b4 = 64 Volt
Ua4-c4 = 108 Volt
Uc1-c4 = 63 Volt
Ub4-c4 = 109 Volt
Matikan sumber tegangan 3 fasa dan rangkaian pada sisi sekunder gantilah
seperti pada gambar berikut :

Rangkaian Primer
Sama seperti pada
Percobaan 1

Periksakan rangkaian saudara kepada pembimbing, jika telah disetujui


hubungkan dengan sumber tegangan AC tiga fasa.
Ukurlah Tegangan
Ua1-a4 = 64 Volt
Ub1-b4 = 65 Volt
Uc1-c4 = 64 Volt

:
Ua4-b4 = 65 Volt
Ua4-c4 = 65 Volt
Ub4-c4 = 64 Volt

Matikan sumber tegangan 3 fasa, lepas rangkaian dan lanjutkan dengan


percobaan berikutnya
F.2. Pengukuran Arus
1. Buatlah rangkailah seperti gambar di bawah, dengan posisi R L maksimum.

Rangkaian Primer
Sama seperti pada
Percobaan 1

Telitilah dengan kelompok anda, kemudian periksakan rangkaian anda kepada


pembimbing. Jika telah disetujui hubungkan dengan sumber tegangan AC 3
fasa, kemudian atur RL hingga diperoleh arus A1 sebesar 0,5 Ampere.
Catat besarnya penunjukan :
A2 = 0,5 Ampere A3 = 0,475 Ampere
Matikan sumber tegangan 3 fasa dan rangkaian pada sisi sekunder gantilah
seperti pada gambar berikut :

Rangkaian Primer
Sama seperti pada
Percobaan 1

Periksakan rangkaian saudara kepada pembimbing, jika telah disetujui


hubungkan dengan sumber tegangan AC tiga fasa.
Catat penunjukan :
I1
=
1,8
Ampere
I3
=
1,7
Ampere
I2
=

1,75
Ampere
I4
=
0,35
Ampere
Matikan sumber tegangan 3 fasa, lepas rangkaian dan lanjutkan dengan
percobaan berikutnya
F.3. Tes Urutan Fasa
1. Buatlah rangkaiian seperti gambar di bawah.

Rangkaian Primer
Sama seperti pada
Percobaan 1

Telitilah dengan kelompok anda, kemudian periksakan rangkaian anda kepada


pembimbing. Jika telah disetujui hubungkan dengan sumber tegangan AC 3
fasa.
Atur RV hingga diperoleh harga VR =VC=0,6
Catat besarnya penunjukan :
Va4 - N = 100 Volt Vb4 - N = 52 Volt Vc4 - N = 50 Volt
4. Dengan tanpa mematikan sumber tegangan, hubungkan lead indikator
urutan fasa dengan posisi sebagai berikut :
R pada terminal a4 S pada terminal b4 T pada terminal c4 Arah putaran piringan
dari lead indikator urutan fasa ke Kanan(right)
5. Matikan sumber tegangan , kemudian pindahkan beban sebagai berikut :
Kapasitor pada terminal a4 Resistor pada terminal c4
Pindahkan pula posisi lead indikatornya.
Hidupkan sumber tegangan 3 fasa, catat besarnya tegangan :
Va4-n = 51 Volt
Vb4-N = 52 Volt
Vc4-N = 51 Volt
Arah putaran piringan dari lead indikator urutan fasa ke Kanan
Matikan sumber tegangan , kemudian gantilah :
Resistor dengan lampu pijar LP1 pada terminal a4 Redup
Voltmeter dengan lampu pijar LP2 pada terminal b4 Teranga
Posisi Lead indikator tetap.
Hidupkan sumber tegangan 3 fasa, kemudian catat:
Lampu yang terang : S
Urutan fasa: S-R-T
Lampu yang redup : R
Urutan fasa: S-R-T

Arah putaran piringan dari lead indikator urutan fasa ke Kanan


9. Matikan sumber tegangan , kemudian pindahkan beban sebagai berikut :
Lampu pijar LP2 ... pada terminal C4
Kapasitor C ... pada terminal b4
Posisi lead indikator tetap.
Hidupkan sumber tegangan 3 fasa, kemudian catat :
Lampu yang terang : T
Urutan fasa: T-R-S
Lampu yang redup : R
Urutan fasa: T-R-S
Arah putaran piringan dari lead indikator urutan fasa ke Kiri
Matikan sumber tegangan, lepas semua rangkaian dan kembalikan alat dan
semua bahan ke tempat semula dengan tertib dan rapi.

Bahan Diskusi
Bagaimana hubungan antara :
Tegangan fasa dengan tegangan line, untuk kedua sambungan.
Arus fasa dengan arus line, untuk kedua sambungan.
Buat pasor diagram dengan menentukan urutan fasa berdasarkan percobaan f3.
Berilah kesimpulan dan komentar dari hasil percobaan yang anda laksanakan.