Anda di halaman 1dari 22

9 RANCANGAN KHOTBAH

PEMBERKATAN NIKAH

9 Rancangan Khotbah Pemberkatan Nikah

PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan yang sudah mengijinkan dan
campur tangan kepada penulis, sehingga buku 9 Rancangan
Khotbah Pemberkatan Nikah ini dapat terselesaikan. Buku ini
dipersembahkan secara khusus bagi hamba-hamba Tuhan yang
mungkin sedang mencari bahan-bahan khotbah untuk
pemberkatan nikah. Ada 9 Rancangan khotbah dalam buku ini
yang kami persembahkan dengan harapan bisa menjadi salah satu
referensi dalam mempersiapkan materi untuk khotbah
pemberkatan nikah.
Kami menyadari ada banyak kekurangan disana-sini. Namun
kami berharap buku sederhana ini dapat menambah wawasan bagi
Anda . Tentunya Anda tetap harus berdoa dan meminta penyertaan
Tuhan untuk dapat memberikan inspirasi langsung kepada Anda,
sehingga dengan hikmat Tuhan Anda dapat memberitakan firman
Tuhan sesuai dengan kebutuhan dan konteks yang sedang terjadi.
Akhirnya , selamat melayani
TUHAN YESUS MEMBERKATI !

Temanggung, 11 Oktober 2016


Penulis

9 Rancangan Khotbah Pemberkatan Nikah

H. Agus Susanto

PENOLONG YANG SEPADAN


(Ayat Pokok: Kejadian 2:18-25)

Pendahuluan
Kejadian 2:18 ini mengingatkan kepada kita betapa Tuhan
yang kita sembah adalah Tuhan yang mengetahui secara pasti
kebutuhan umat-Nya. Tuhan tahu bahwa Adam membutuhkan
seorang penolong yang sepadan dengannya. Sepadan disini,
bukan sekedar serasi. Kata penolong yang sepadan,
diterjemahkan dari bahasa Ibrani Ezer Kenegdo. Kata Ezer
artinya adalah : orang yang membantu dan memberi semangat,
yang melengkapi kekuarangan dari orang yang dibantunya.
Sedangkan kata kenegdo bertalian dengan kata kerja yang
berarti menjadi jelas atau kentara. Kata kenegdo ini juga
bertalian dengan kata kerja yang menunjuk kepada seseorang
yang ulung, Jadi, seorang penolong yang sepadan artinya
seimbang, sama timbal baliknya. Tidak berat sebelah. Tidak ada
yang lebih tinggi atau lebih rendah. Posisi mereka setara, dan
masing-masing pihak memiliki kekuatan untuk mengisi,
menopang dan menguatkan pihak lainnya.
Alkitab menceritakan bahwa sebenarnya ketika Tuhan
menciptakan manusia pertama, hanya satu yaitu Adam. Arti Adam
adalah tanah sebagaimana ia memang dibuat dari debu tanah.
Dan dari semua yang diciptakan Tuhan, tidak ada satupun yang
9 Rancangan Khotbah Pemberkatan Nikah

sepadan dengan dia. Karena Tuhan memandang bahwa tidak


baik kalau manusia itu seorang diri saja.. Maka Tuhan
berinisiatif untuk membelah manusia itu menjadi dua, denga
mengambil tulang rusuk manusia, dan menjadikannya sosok
manusia yang lain yang sepadan dengan asalnya. Sejak itu,
jadilah dua sosok manusia. Yang satu laki-laki dan yang satu
perempuan. Mereka berbeda, tetapi memiliki hakekat, kualitas
dan kapasitas yang sama. Karena itu sesungguhnya istilah
penolong yang sepadan, bukan hanya ditujukkan bagi perempuan
kepada laki-laki, tetapi juga sebaliknya, laki-laki kepada
perempuan. Konsep penolong yang sepadan dalam hubungan
laki-laki dan perempuan adalah konsep yang sangat dalam
maknanya. Mengapa demikian? Karena dalam pernikahan ,Tuhan
hanya menyiapkan satu penolong untuk laki-laki dan sebaliknya
satu penolong untuk perempuan. Dan kesatuan yang terjadi
dalam pernikahan, menjadi kesatuan yang abadi, yang tidak
dapat dipisahkan oleh dan melalui apapun, kecuali oleh Tuhan
melalui kematian.
Konsep penolong yang sepadan
Ada dua hal yang penting dan mendasar dalam konsep
penolong yang sepadan. Pertama, penolong dalam hal ini bukan
diartikan sebagai asisten atau orang suruhan, seperti dalam
pemahaman kita sehari-hari. Penolong disini bermakna, orang
yang memiliki kekuatan untuk membuat orang yang ditopangnya
mampu menjalani kehidupan dengan baik. Tentu kita ingat bahwa
Tuhan juga disebut penolong bagi umat-Nya, bukan? Jadi
bagaimananpun keadaan si penolong, ia pasti memiliki hal-hal
yang penting dan berguna bagi orang yang ditolongnya.
Kedua, sepadan berarti setara, senilai, sebanding, dan sama
kuat. Penolong yang sepadan, berarti posisi sang penolong dan
yang ditolong memiliki posisi yang setara, sebanding, senilai,
sederajat dan sama kuat.
Kedua hal ini perlu disadari oleh suami maupun istri.
Banyak pernikahan mengalami kegagalan, karena masing-masing
tidak memahami kedua konsep ini dengan baik. Banyak rumah
tangga yang berantakan karena masing-masing pasangan tidak
mampu menempatkan diri sebagai penolong yang sepadan.
9 Rancangan Khotbah Pemberkatan Nikah

Penyakit berbahaya yang mengancam kelanggenan rumah


tangga.
Ada dua penyakit berbahaya yang biasanya menggerogoti
kehidupan pernikahan. Sangat penting untuk memahami kedua
hal ini. Karena jika tidak segera ditangani, akan menghancurkan
kehidupan pernikahan.
Pertama, sikap superior, yaitu sikap yang merasa memilik
posisi yang lebih tinggi dari pasangan. Sikap ini bisa terjadi karena
penilaian terhadap diri sendiri dan pasangan. Bisa juga karena
diadaptasi dari lingkugan sejak kecil.
Banyak contoh yang terjadi dimasyarakat, timbulnya KDRT (
Kekerasan Dalam Rumah Tangga) yang dilakukan oleh suami
kepada istri, karena suami merasa kedudukannya lebih tinggi dari
istri, sehingga berlaku semena-mena kepadanya. Sikap ini juga
bisa dipicu dari kondisi ekonomi, diamana sang suami merasa
bahwa paling berjasa karena dialah yang sudah mencari nafkah,
sehingga ia merasa sebagai pahlawan. Suami tidak menyadari
bahwa istri, sekalipun mungkin tidak bekerja, tetapi tetap berjasa
dalam rumah tangga. Bisa dibayangkan bagaimana keadaan
rumah tangga, kalau tidak ada yang masak, mencuci pakaian
kotor dan mengatur rumah.
Sikap superior juga bisa disebabkan oleh faktor pendidikan.
Yang satu merasa lebih pandai karena sudah lulus sarjana,
sementara pasangannya hanya lulusan SMA. Keadaan fisik juga
bisa membuat membangkitkan perasaan superior. Misalnya ada
pasangan si cantik dan si buruk rupa. Lalu si istri yang cantik
merasa lebih dari suami yang penampilannya hanya biasa-biasa
saja.
Kedua, sikap inferior. Hal ini kebalikan dari sikap superior.
Sikap inferior adalah sikap menempatkan diri lebih rendah dari
pasangan. Dalam banyak hal selalu merasa kurang dari pasangan.
Sikap ini juga sama bahayanya. Orang yang hidup dengan rasa
rendah diri yang tinggi, cenderung bersikap negatif terhadap diri
sendiri dan orang lain. Mulai dari cemburu dan curiga yang
9 Rancangan Khotbah Pemberkatan Nikah

berlebihan, mudah marah dan mudah tersinggung, dan


melakukan kekerasan sebagai bentuk pertahanan diri, maupun
pembalasan karena merasa disakiti.
Penutup
Jadi yang terbaik adalah hiduplah dengan kesadan bahwa
masing-masing adalah penolong yang sepadan bagi pasangan.
Buanglah semua asumsi dan penilaian diri yang negatif, yang
menempatkan diri superior ataupun inferior terhadap pasangan.
Berikanlah yang terbaik dari apa yang Anda miliki kepada
pasangan hidup Anda. Rasa hormat dan penghargaan adalah jiwa
dari kebersamaan yang harus terus dikembangkan.
Selamat menempuh hidup baru. Tuhan memberkati. Amin
----------- -----------

PRINSIP KELUARGA DALAM


SURAT 1 TESALONIKA

Bacaan : I Tesalonika
Pendahuluan
Ketika sepasang kekasih menyatukan tekad untuk membina satu
rumah tangga, tentu mereka mencita-citakan untuk dapat
membentuk keluarga yang berbahagia. Sesungguhnya hal ini juga
yang menjadi tujuan Tuhan ketika membentuk lembaga
pernikahan. Dalam ayat-ayat bacaan kita ini, kita menjumai
beberapa hal tentang keluarga.
I. Allah adalah kepala keluarga
Ia menyebut diri-Nya Bapa, ungkapan yang hanya ada dalam
keluarga
( Mal 2:10)
Orang yang menerima Yesus, Allah menjadi Bapa bagi mereka
( Yohanes 1:2)
9 Rancangan Khotbah Pemberkatan Nikah

Kata yang menyenangkan Paulus adalah kata "Saudara",


ungkapan
dalam keluarga.
- Kata "Saudara" dijumpai 60 kali dalam surat-suratnya
- Kata "Saudara" diumpai 27 kali dalam surat Tesalonika
II. Kepemimpinan dalam keluarga (ayat 12-13)
Saling menghormati ( ayat 12)
Saling menolong dan menegur ( ayat 12)
Hidup dalam damai seorang dengan yang lain ( ayat 13)
Taati orang yang selayaknya kita taati (ayat 12)
III. Hal-hal yang menentukan kebahagiaan keluarga (ayat
14-16)
Saking menasehati (ayat 14)
Saling menghibur (ayat 14)
Saling membela (ayat 14)
Sabar seorang terhadap yang lain (ayat 14)
Saling mengampuni (ayat 15)
Saling berbuat baik ( ayat 15)
Ciptakan suasana sukacita dalam keluarga (ayat 16)

IV. Kehendak Kristus adalah tujuan utama keluarga (ayat


17-23)
Kristus menghendaki supaya kita berdoa senantiasa ( ayat
17)
Kristus menghendaki supaya kita mengucap syukur dalam
segala hal
( ayat 18)
Kristus menghendaki supaya kita penuh dengan Roh Kudus
(ayat 19)
Kristus menghendaki supaya kita memiliki berbagai karunia
yang
diberikan Roh Kudus (ayat 20)
Kristus menghendaki supaya kita cerdik (ayat 21;Mat 10:16)
Kristus menghendaki supaya kita hidup dalam kesucian
(ayat 22)

9 Rancangan Khotbah Pemberkatan Nikah

----------- -----------

KELUARGA YANG
BERKENAN KEPADA TUHAN
Bacaan : Mazm 128:1-6

9 Rancangan Khotbah Pemberkatan Nikah

Pendahuluan
Banyak sekali kita melihat dan membaca berita-berita di media
massa tentang adanya rumah tangga- rumah tangga yang rubuh
dan hancur karena pondasi yang tidak kuat. Tanpa pondasi yang
kuat, tidak ada rumah tangga yang tetap tegar melawan badai
tersebut. Alkitab mencatat tentang pondasi-pondasi bagaimana
membangun pernikahan agar menjadi berkenan kepada Tuhan.
Salah satu contoh keluarga yang berkenan kepada Tuhan
adalah keluarga Abraham. Allah memberkati keluarga Abraham
secara luar biasa. Walaupun dia meninggalkan kampung
halamannya dan tinggal di Kanaan, dia menjadi seorang yang
sungguh-sungguh diberkati oleh Allah. Dia dihormati oleh tiga
agama besar dunia, yaitu agama Yahudi, Kristen dan Islam. Dia
menjadi sumber berkat dan keturunannya juga mendapat berkat
yang luar biasa. Dari keturunannya lahirlah Yesus Kristus yang
menjadi Juruselamat dunia.
Rahasia Keluarga yang Berkenan Kepada Tuhan?
Apa rahasianya sehingga ia diberkati Tuhan?
Salah satu hal yang bisa kita pelajari adalah kehidupan keluarga
Abraham, Keluarga ini senantiasa mengutamakan Tuhan dalam
segala kehidupannya.
Abraham senantiasa mendirikan mezbah di mana saja di tempat
dimana ia tinggal ( Kej 12:7,13:18, Kej 22:9). Penyembahan
kepada Tuhan, ibadah, persekutuan dengan Allah menjadi
kegiatan utama didalam kehidupannya.
Ada beberapa nasehat firman Tuhan yang harus kita lakukan agar
keluarga kita menjadi keluarga yang berkenan kepada Tuhan
1. Kita harus mendorong setiap anggota keluarga untuk
memiliki
persekutuan pribadi dengan Tuhan.
Orang tua harus memberikan teladan dan dorongan kepada
semua anak-anaknya agar setia berdoa, memuji
Tuhan,membaca
Alkitab dan merenungkan firman Tuhan secara rutin setiap
hari.
2. Kita harus mengadakan kebaktian keluarga.
Beberapa orang menyebutnya mezbah keluarga.
9 Rancangan Khotbah Pemberkatan Nikah

Secara sederhana adalah suatu tindakan yang diambil oleh


seorang
Bapa untuk memimpin seluruh anggota keluarga agar
menyembah
Tuhan bersama-sama.
3. Kita narus menjaga dan memelihara hari minggu
dengan baik.
Hari minggu harus dipakai untuk ibadah dan pekerjaan
Tuhan.
Berikan teladan kepada seluruh anggota keluarga untuk setia
beribadah kepada Allah. Dalam Yosua 24:15 dicatat adanya
tekat
yang kuat dari Yosua untuk membawa seisi keluarganya
beribadah
kepada Allah.
PENUTUP
Kalau keluarga kita sudah menjadi keluarga yang seperti
diatas, maka berkat yang dijanjikan dalam kitab Mazmur 128 akan
datang kekeluarga kita. Semua yang dilakukan akan diberkati
Tuhan. Istri dan anak-anak akan diberkati Tuhan, dan kota atau
kampong yang kita tinggalipun akan mendapat berkat. Bahkan
berkat yang Tuhan janjikan bukan hanya sementara. Berkat ini
akan diteruskan kepada keturunan kita.
Bila kita tetap berpedoman kepada firman Tuhan, maka
Tuhan akan mencukupkan keluarga kita dengan berkat. Jadikan
firman Tuhan sebagai landasan bagi keluarga untuk menjalani
hari-hari hidup kita. Dengan demikian berkat Tuhan akan
senantiasa mengalir atas kita.
Amin !

----------- -----------

9 Rancangan Khotbah Pemberkatan Nikah

PERNIKAHAN SEBAGAI
LEMBAGA ILAHI
Bacaan :

Pendahuluan

Beberapa hal yang kita perlu perhatikan dalam hal


pernikahan.
Pertama, pernikahan lembaga yang diciptakan oleh Tuhan.
Pernikahan adalah lembaga yang langsung diciptakan oleh
Tuhan dan merupakan tahap pertama untuk memasuki kehidupan
berkeluarga. Kelangsungan serta kebahagiaan bergantung kepada
dasar dan ikatan pernikahan itu.
Dasar pernikahan harmonis bergantung kepada hubungan
suami-istri dengan Tuhan. Dasar yang kokoh ialah Tuhan sendiri.
Pernikahan Kristen melibatkan tiga pribadi yaitu suami, istri dan
Tuhan. Makin dekat suami istri dengan Tuhan, makin dekatlah
mereka satu dengan lainnya. Jika salah satu pribadi tidak
mempunyai hubungan yang baik dengan Tuhan, maka komunikasi
yang mendalam antara suami istri dan sebaliknya tidak mungkin
ada. Inilah masalah utama yang menyebabkan banyak pernikahan
berakhir dengan perceraian. Kekuatan hubungan pernikahan
bergantung kepada kekuatan hubungan suami istri dengan Tuhan.
Kedua, pernikahan sebagai tanda kasih Tuhan
Pernikahan Kristen adalah bukti kasih dan kebaikan Tuhan
kepada manusia. Ia berfirman, tidak baik kalau manusia itu

9 Rancangan Khotbah Pemberkatan Nikah

seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya yang


sepadan dengan dia. ( Kejadian 2:18)
Tuhan yang mengambil inisiatif membentuk penikahan
sebagai tanda kasih-Nya kepada manusia.
Ketiga, pernikahan itu kudus.
Tuhan mendirikan pernikahan sebelum manusia pertama
jatuh kedalam dosa. Ketika manusia berada dalam keadaan tidak
berdosa. Tuhan berfirman kepada pasangan pertama: Beranak
cuculah dan bertambah banyak. (Kejadian 1:28). Jadi tidak benar
kalau dikatakan bahwa pernikahan itu hanyalah untuk
memuaskan hawa nafsu akibat dosa. Pernikahan adalah ciptaan
Tuhan sendiri dan ia menghormati dan mengesahkan hal itu
( Kejadian 1:28;2:24, Mat 19:4-7). Ia menguduskannya. Ia ingin
supaya kita memasuki pernikahan dengan takut akan Tuhan,
bukan untuk memenuhi keinginan nafsu duniawi. Pernikahan itu
kudus oleh karena berasal dari Tuhan.
Keempat, pernikahan adalah karunia Tuhan.
Firman Tuhan menjelaskan bahwa adalah wajar dan benar
bagi laki-laki dan perempuan. Keinginan untuk mencintai
bukanlah dosa (1 Korintus 7:1-7;36-38). Suatu peringatan
hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap istrinya,
demikian pula istri terhadap suaminya (1 Korintus 7:3).
Tuhan merencanakan pernikahan bagi kita supaya kita
saling mengasihi dan memperhatikan pasangan hidup ( Roma
15:7, Efesus 5:22-23), dan untuk membina anak-anak yang Tuhan
karuniakan kepada kita dalam pengetahuan dan penyerahan
hidup serta takut akan Tuhan.
Penutup

----------- -----------

9 Rancangan Khotbah Pemberkatan Nikah

3 UNSUR PERNIKAHAN
ALKITABIAH

Bacaan : Kejadian 2:24

Pendahuluan
Ayat ini merupakan salah satu ayat penting dalam Alkitab
tentang pernikahan. Mengapa demikian? Pertama, Tuhan
menyatakan ini ketika Ia mengesahkan pernikahan Adam dan
Hawa di Taman Eden. Ini menunjukkan bahwa rencana Tuhan
mengenai pernikahan adalah mengikat. Kedua, Tuhan Yesus dan
Paulus mengutip ayat ini ketika mereka berbicara tentang
pernikahan ( Matius 19:5; Markus 10:7; Efesus 5:31).
3 Unsur pernikahan Alkitabiah
Ada 3 unsur pernikahan menurut kejadian 2:24 yaitu:
Pertama, meninggalkan orang tua.
Tuhan berkata bahwa mereka harus meninggalkan orang
tua. Mereka akan mendirikan rumah tangga sendiri. Meninggalkan
orang tua untuk membentuk rumah tangga sendiri. Itu juga
berarti bahwa sejak mereka menikah, mereka harus bertanggung
jawab sendiri untuk mengatur rumah tangga. Tidak lagi
mengandalkan campur tangan orang tua.
Ini adalah konsekuensi yang harus dipikirkan sebelum
masuk dalam pernikahan. Apapun dan bagaimanapun nanti
masalah yang datang, harus dihadapi bersama-sama baik suka
9 Rancangan Khotbah Pemberkatan Nikah

maupun duka. Tentu tidaklah etis, bila sudah menikah tapi masih
merepotkan orang tua masing-masing
Kedua, Bersatu dengan istri.
Bersatu artinya memiliki hubungan yang erat dan intim
antara suami dan istri. Antara suami dan istri masing-masing
saling memiliki. Tuhan menghendaki mereka tetap setia sampai
mati, sampai maut memisahkan mereka,bersatu adalah
pengabdian yang penuh kasih sayang. Suami atau istri tidak boleh
memberikan kasih sayang itu kepada orang lain. Standar Alkitab
bagi pernikahan adalah monogamy. Satu suami untuk satu istri.
Berjaga-jagalah supaya tidak ada orang lain atau sesuatu yang
mengambil tempat dalam hati dan hidup yang sesungguhnya
hanya untuk teman hidup kita.
Ketiga, menjadi sedaging
Menjadi sedaging adalah hal yang paling mengandung
aspek misteri dalam hubungan pernikahan. Hubungan jasmani
antara suami istri adalah bagian dan lambang

----------- -----------

9 Rancangan Khotbah Pemberkatan Nikah

KETIKA KEHABISAN
AIR ANGGUR

Bacaan : Yohanes 2:1-11

Pendahuluan
Kisah tentang Mujizat Tuhan Yesus mengubah air menjadi
anggur adalah kisah yang pasti sering kita dengar, bahkan sejak
dari Sekolah Minggu. Kisah ini juga seringkali disampaikan dalam
ibadah-ibadah peneguhan nikah.
Menggali makna dari kisah ini.
Mari kita merenungkan makna yang luar biasa dari kisah
pernikaha di Kana ini.
Pertama,

----------- ----------9 Rancangan Khotbah Pemberkatan Nikah

BERSATU DALAM KASIH


Bacaan : Kolose 2:2

Ayat Bacaan:
"Supaya hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih,
sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan
pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus".
(Kolose 2:2)
Pendahuluan
Hari ini oleh karena kasih Tuhan, kita dapat menjadi saksi
bersatunya dua hati. Kedua calon pasangan ini sudah menyatukan
tekad untuk bersama-sama membina rumah tangga. Apa yang
sudah menyatukan kedua insan ini? tidak lain dan tidak bukan
adalah kasih Tuhan. karena kasih mereka menyatakan diri untuk
siap menjadi satu daging. Dari latar belakang yang mungkin
banyak perbedaan, misalnya kesenangan, minat, dll, tetapi
karena kasih mereka dipersatukan. Dan kasih ini juga yang harus
terus ada dan selalu dibina sampai maut memisahkan.
Beberapa hal tentang kasih yang perlu diperhatikan.
Mari kita perhatikan bersama-sama beberapa hal penting
tentang kasih yang perlu kita cermati, pahami dan lakukan dalam
hidup berumah tangga.
Pertama, bersatu dalam kasih berarti menghargai
perbedaan.
9 Rancangan Khotbah Pemberkatan Nikah

Menikah adalah bersatunya dua insan, sekalipun ada banyak


perbedaan. Pernikahan bukan mencari persamaan, tetapi
bagaimana menghargai perbedaan. Mungkin selera makan
berbeda. Mungkin kemauan berbeda. Mungkin juga kemampuan
berbeda. Tetapi sepasang kekasih harus belajar untuk menghargai
pasangan masing-masing dengan segala kekurangan dan
kelebihan. Justu karena masing-masing memiliki perbedaan,
memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing maka harus
saling melengkapi. Kekurangan suami harus ditutup oleh istri,
demikian juga sebaliknya. Perbedaan seharusnya menjadi
kekuatan dalam menanggulangi setiap kelemahan dan
kekurangan. Terimalah pasangan hidup kita dengan segala
kekurangan dan kelebihannya.
Pada masa-masa pacaran bahkan sampai beberapa bulan di
awal pernikahan mungkin kekurangan pasangan kita belum
terlihat nyata. Tetapi nanti seiring berjalannya waktu, masingmasing pasangan akan mengetahui ternyata suami atau istri
memilik kekurangan disana-sini. Kekurangan itu adalah hal yang
wajar sebenarnya, dan membuktikan bahwa pasangan kita adalah
manusia biasa. Terimalah dia sengan segala kekurangannya dan
percayalah bahwa dibalik kekurangan, ada segudang kelebihan
yang ia miliki. Jangan fokus kepada kekurangan-kekurangannya,
jutrus perhatikanlah segala kelebihan-kelebihannya. Sebagaimana
Kristus telah menerima kita apa adanya,kita juga harus menerima
pasangan hidup kita apa adanya.
Kedua, bersatu dalam kasih berarti siap bekerjasama.
Sepasang suami-istri perlu terus bekerjasama dalam
membangun bahtera rumah tangga. Ada pepatah berkata ringan
sama dijinjing berat sama dipikul. Kalimat ini memberikan
peringatan bahwa kerja sama sangat berperan penting dalam
menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk juga dalam urusan
rumah tangga. Kekuatan sebuah rumah tangga dalam
menghadapi segala sesuatu sangat bergantung kepada kerjasama
yang dibangun bersama seluruh anggota keluarga.
Memanga ada tugas-tugas spesial yang berbeda sesuai
dengan peran masing-masing. Misalnya suami berperan sebagai
pencari nafkah, dan istri sebagai pengatur rumah tangga. Namun
tidak berarti bahwa suami tidak mau tahu urusan istri, atau
sebaliknya istri tidak mau peduli dengan urusan suami. Perlu
dibangun kerjasama antara semua anggota keluarga.
9 Rancangan Khotbah Pemberkatan Nikah

Ketiga, bersatu dalam kasih artinya siap di koreksi.


Maraknya perpecahan termasuk dalam rumah tangga
seringkali terjadi karena ketidaksiapan untuk dikoreksi. Perlu
disadari bahwa kebersamaan membutuhkan koreksi dan
introspeksi, supaya kita dapat melihat hasil yang maksimal.
Dengan adanya koreksi, kita menjadi semakin mengetahui
kekurangan dan kelemahan kita sehingga dapat segera
memperbaiki diri. Dalam membangun rumah tangga yang kokoh,
perlu memiliki kerelaan untuk ditegur, dinasehati bahkan siap
menerima konsekuensi. Hal ini yang akan memotivasi kita untuk
dapat mewujudkan kebersamaan yang sesuungguhnya.
Disamping itu kita juga harus tetap belajar untu rendah hati,
supaya kita mampu berpikir positif dari setiap kritik yang kita
terima. Dengan demikian kebersamaan akan semakin tercipta dan
keluarga kita akan menjadi keluarga yang kuat. Tidak ada kita
yang sempurna yang tidak pernah salah atau keliru melangkah.
itu sebanya bersyukurlah ketika ada orang lain,bahkan suami atau
istri kita yang Tuhan pakai untuk mengoreksi kita.
Namun demikian kita juga perlu terus belajar, bagaimana
mengoreksi atau mengkritik pasangan kita. Sampaikan setiap
teguran dalam kasih,tidak dengan kemarahan atau emosi.
Gunakan kata yang tepat. Atur kalimat-kalimat supaya tidak
menyinggung atau merendahkan pasangan. Ingat juga untuk
memberikan nasehat pada waktu yang tepat. Tidak perlu kita
banyak bicara kalau kita tahu suami atau istri kita sedang lelah
karena baru pulang bekerja. Carilah waktu ketika suasana sedang
santai, dan tidak sedang dalam suasana yang panas.
Penutup
Kiranya hal-hal diatas ini dapa menjadi bekal bagi kedua insan
yang sudah siap untuk masuk dalam nikah yang kudus. Satu hal
yang perlu dingat adalah bahwa tidak ada masalah yang tidak
bisa diselesaikan. Perceraian bukanlah jalan keluar. Tuhan sangat
membenci hal ini. Datanglah kepada Tuhan dan mintalah
senantiasa campur tangan Tuhan dalam setiap persoalan.
Libatkan Tuhan senantiasa sebagi kepada dalam rumah tangga
kita.
Selamat menempuh hidup baru.
Tuhan menyertai senantiasa !
9 Rancangan Khotbah Pemberkatan Nikah

----------- -----------

PERNIKAHAN ADALAH
KEMATIAN

Bacaan : Matius 19:1-9

Pendahuluan
Pernikahan adalah peristiwa yang menggembirakan. Betapa
tidak, hari-hari pernikahan seperti saat ini adalah hari yang sangat
dinanti-nantikan oleh semua orang, apalagi oleh kedua calon
mempelai yang sebentar akan diteguhkan sebagai pasangan
suami istri. Itu sebabnya biasanya khotbah-khotbah dalam
pernikan biasanya juga adalah hal-hal yang menggembirakan
Itu sebabnya ketika mendengar judul khotbah kali ini yaitu
Pernikahan adalah kematian mungkin banyak diantara kita yang
bertanya-tanya. Mengapa dikatakan bahwa pernikahan adalah
kematian.

9 Rancangan Khotbah Pemberkatan Nikah

PERNIKAHAN KUDUS
Bacaan : Kejadian 1:26-28

Pendahuluan

Manusia diciptakan Tuhan serupa dan segambar dengan


diri-Nya

Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan untuk


melangsungkan pernikahan

I. Pengertian
9 Rancangan Khotbah Pemberkatan Nikah

Pernikahan berasal dari kata "nikah" yang berarti :perjanjian


antara laki-laki dan perempuan menjadi suami-istri.

II. Maksud dan tujuan pernikahan

Pernikahan Kristen adalah kudus / monogami (1 Korintus


7:2;10;11,39)

Pernikahan Kristen tidak mengenal perceraian ( Markus


10:6-9)

Pernikahan Kristen adalah wahana untuk menurunkan


generasi kudus ( Kejadian 1:28)

III. Perjalanan Hidup Rumah Tangga

Perbedaan yang saling melengkapi

Keterbukaan

Hubungan dalam keluarga

IV. Kesimpulan
Pernikahan Kristen adalah pernikahan yang kudus yang Tuhan
rencanakan untuk menurunkan generasi yang kudus.
----------- -----------

Daftar ayat-ayat Alkitab


SEPUTAR PERNIKAHAN

Kej. 1:28
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada
9 Rancangan Khotbah Pemberkatan Nikah

mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak;


penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas
ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas
segala binatang yang merayap di bumi.
Kej. 2:18
TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu
seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya,
yang sepadan dengan dia.

9 Rancangan Khotbah Pemberkatan Nikah