Anda di halaman 1dari 4

Soal Bahas Mata Kuliah Teori Akuntansi

Anggi Yusuf | 06 | 9D-Alih Program


Accounting Measurement System
2. Explain the concept of costs attach. What do critics say about the concept? What is meant
by the terms unexpired cost and expired cost?
Cost attach atau biaya yang melekat/menempel adalah sebuah konsep yang mengakui bahwa
biaya itu melekat pada barang/jasa yang didapatkan dari biaya yang dikeluarkan untuk
mendapatkan biaya tersebut (harga beli dsb). Konsep ini, menurut para pakar, dianggap sudah
tidak relevan lagi karena biaya yang dikeluarkan pada masa lalu seharusnya tidak boleh lagi
dilekatkan ke aset pada saat ini walaupun aset didapat pada masa lalu. Unexpired cost adalah
yang masih ada pada saat ini dan melekat pada aset yang ada dan dicatat di neraca, sedangkan
expired cost adalah biaya yang sudah hilang di sebuah periode akuntansi dan dibebankan pada
laporan laba rugi.
4. What are the three types of decisions managers are faced with in running a business? How
does accounting enter the decision-making process?
Three types of decisions managers are faced :
a. Berapa aset yang seharusnya di miliki dalam suatu periode tertentu? (expansion problem)
b. Apa saja seharusnya jenis aset tersebut? (composition problem)
c. Bagaimana seharusnya mendanai kepemilikan aset tersebut? (financing problem)
Menurut pandangan penganut historical cost, Akuntansi membantu proses pengambilan
keputusan mengenai hal tersebut, dengan menyajikan data masa lalu untuk mengevaluasi
keputusan-keputusan yang telah diambil oleh manajemen untuk dijadikan dasar pengambilan
keputusan kedepan. Hal ini didasari dengan asumsi, bahwa manager telah melakukan cara-cara
yang best possible untuk mencapai tujuan perusahaan.(Ex : jika data masa lalu yang dihasilkan
dari proses akuntansi menyatakan bahwa harga raw material dari tahun ke tahun semakin naik,
maka perusahaan dapat menetapkan untuk menumpuk berapa jumlah raw material tahun depan,
berapa jumlah yang harus ditumpuk, dan bagaimana mendanai pembeliannya).

6. What are the benefits of separating out the holding gains (or losses) in profit
determination? What are some shortcomings of this separation?
Keuntungan
a. Untuk memisahkan kinerja dari manajer yang dulu dengan manajer yang sekarang
b. Agar dapat diketahui apakah kegiatan holding memperoleh manfaat yang signifikan atau
tidak
c. Lebih relevan dalam memprediksi cash flow, karena jelas bahwa dengan holding, berarti
aset tidak digunakan
shortcoming
Kadangkala manajer membutuhkan informasi secara keseluruhan untuk mengetahui mana yang
lebih menguntungkan antara holding atau tidak holding, bisa jadi tindakan holding berakibat
kerugian pada saat ini, namun di masa yang akan datang secara general akan mendatangkan
keuntungan
8. Explain the difference between financial capital and physical capital.

Financial capital adalah konsep menghitung profit dengan cara mengurangi antara jumlah modal
akhir tahun dengan jumlah modal awal tahun dan mengecualikan transaksi pemilik, selisih yang
didadapt dianggap sebagai profit/loss. Sedangkan physical capital adalah konsep menghitung
profit dengan membandingkan kapasitas produksi pada akhir tahun dengan awal tahun,
perbedaan kapasitas tersebut kemudian diasumsikan sebagai penambahan/pengurangan jumlah
aset perusahaan (jika kapasitas bertambah berarti aset bertambah).

10. According to MacNeal, why was the going value theory, which assumes the firm is a going
concern, formulated?
Going Value theory, pada awalnya digunakan untuk menjustifikasi pengukuran yang dilakukan
oleh akuntan dengan menggunakan asas konservatisme. Pencatatan dilakukan dengan historical
cost, dengan tujuan agar lebih menggambarkan keadaan sebenarnya kepada kreditor mengenai
nilai bersih perusahaan yang meminjam uang kepadanya. Namun, ada kalanya nilai aset yang
dijual bahkan sesaat setelah laporan keuangan diterbitkan, jauh lebih tinggi daripada nilai aset
yang dicatat. Maka, digunakan asumsi going concern untuk menjustifikasi hal tersebut.

12. Why is Chambers critical of the notion of value in use?


Chambers mengatakan bahwa aset dikatakan bernilai bagi perusahaan apabila memiliki nilai jual
yang tinggi (exit price) sehingga nantinya akan menghasilkan holding gain yang juga tinggi bagi
perusahaan. Namun demikian, walaupun memiliki nilai yang tinggi, belum tentu aset tersebut
dapat dijual dengan mudah di pasar. Bila perusahaan tetap menyimpan dan memakai aset tersebut
dan tidak melepasnya, maka dapat dikatakan bahwa aset tersebut bernilai bagi perusahaan.
Konsep yang diusung oleh Chambers adalah konsep value in exchange dimana manfaat aset
dipandang dari manfaat jarak dekat nya. Di sisi lain, konsep tersebut dibantah dengan adanya
value in use yang menyatakan bahwa aset dikatakan bermanfaat jika dipandang dari manfaat
jarak jauh nya yang tercermin dalam potensi future cash flow yang dihasilkan oleh aset tersebut.

14. What is Chamberss argument concerning the question of additivity? Is it fundamentally


important to be able to add together like valuations in the statement of financial position?
Additivity adalah keadaan yang harus dipenuhi agar beberapa item sejenis dapat dikelompokkan
dalam akun yang sama, yaitu dimana nilai dari item-item tersebut harus diukur dengan cara yang
sama dan konsisten (jika satu diukur dengan exit price, maka yang lain juga harus diukur dengan
exit price). Hal ini dilakukan agar laporan keuangan merespresentasikan kemampuan finansial
perusahaan dengan lebih handal.
16. Assume that you favour exit price accounting. Give at least three reasons for your support.
Support terhadap exit price accounting :
a. Exit price accounting lebih objektif, karena menggunakan pasar sebagai tolak ukurnya. Jika
tidak ada harga pasar, maka objek yang diukur akan dinilai nol
b. Exit price menggambarkan kondisi finansial perusahaan dan kemampuan perusahaan untuk
beradaptasi terhadap lingkungan yang pada akhirnya berimplikasi pada keputusan untuk
buy/sell di pasar.

c. seluruh nilai pada laporan keuangan memenuhi unsur additive. Karena mengacu pada
karakteristik yang sama, yaitu penggunaan cash atau current cash equivalent
d. exit price lebih relevan terhadap pengambilan keputusan
e. tidak ada permasalahan terkait alokasi biaya, karena menggunakan biaya yang relevan pada
saat tergenerate-nya revenue.
f. Exit price accounting berdasarkan pada kejadian yang sebenarnya telah terjadi. Kenaikan
dan penurunan nilai ditentukan dalam pasar, sesuai dengan pembelian, penjualan dan
pembayaran atas objek yang diukur. Sehingga nilai yang tercermin dalam laporan keuangan
adalah nilai yang berdasarkan kenyataan
g. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa, dalam kebanyakan kasus, exit price accounting
lebih objektif daripada historical cost.

18. Evaluate the argument that a mixed or piecemeal approach to standard setting is required
in order to better measure profit and financial position.
IAS 16 menyatakan konsep fair value yang menggunakan current market price (harga pasar saat
ini atas aset yang sejenis) atau bisa saja dalam bentuk present value dari potensi cash flow yang
didapat di masa yang akan datang (discounted cash flow). Penentuan fair value utama adalah dari
harga pasar sejenis,misalnya tidak ada baru dapat dinilai pada present value atas potensi free cash
flow dari kepemilikan aset tersebut.
Keuntungan yang didapat perusahaan bila melakukan revaluasi adalah perusahaan akan dapat
menyesuaikan nilai sebenarnya dari aset yang dimiliki untuk menyajikan kondisi yang
sebenarnya. Fair value mengakui adanya konsep waktu yang berbeda sehingga tentunya dengan
revaluasi, aset-aset yang dimiliki perusahaan akan mengalami anomali nilai, bisa naik dan turun
sesuai dengan kondisi sebenarnya.
20. Explain the concept of 'fair value' as defined in IAS 16/AASB 116 and outline benefits to
financial statement users of continually revaluing assets to their current value.
Secara umum tujuan dilakukannya revaluasi aset tetap secara berkala oleh perusahaan adah untuk
menyesuaikan nilai historis aset, dengan exit price pada kondisi saat ini, sehingga laporan
keuangan akan merepresentasikan kemampuan finansial perusahaan dengan kondisi pada saat ini
22. Has the complexity of alternatives to historical cost approaches become an excuse for
keeping the historical cost system?
Dengan perkembangan teknologi pada saat ini, kompleksitas atas alternatif pengukuran lain
selain historical cost seharusnya tidak menjadi masalah yang terlalu pelik. Masalah sebenarnya
adalah :
a. Baik akademisi maupun praktisi tidak mendapatkan titik temu mengenai model mana yang
paling appropriate.
b. Pengguna laporan keuangan yang mungkin tidak paham jika informasi disajikan dengan
terlalu kompleks
c. Kompleksitas alternatif lain mungkin memakan biaya yang lebih besar untuk diterapkan,
sehingga cost and benefit analysis atas hal ini menjadikan alternatif lain kurang feasible
24. Explain the underlying approach to intangibles under IAS 38AASB 138. Is the approach
consistent with the matching principle? Is the splitting of the research and development
components of expenditure and the different accounting treatments justified given that the
nature of the expenditure is the same?

Aset tidak berwujud baru bisa diakui hanya jika sudah jelas terdapat manfaat ekonomi di masa
depan dan atas aset tidak berwujud tersebut nilainya dapat diukur dengan handal atau lebih
sederhana adalah prinsip probable dan measurable. Hal ini sejalan dengan prinsip matching cost
against revenue.
Standar juga menyatakan bahwa seluruh biaya riset dan pengembangan (R&D) untuk dibebankan
pada saat terjadinya, kecuali jika biaya pengembangan tersebut sudah memenuhi kriteria-kriteria
untuk dikapitalisasi terhadap nilai aset tidak berwujud. Pemisahan biaya antara biaya riset dan
biaya pengembangan tersebut juga berkaitan dengan matching principle.