Anda di halaman 1dari 5

Nama Obat

Furosemid

Mekanisme
Bekerja di ansa henle
asenden dengan
mencegah penyerapan
natrium, kalium dan
clorida. Sehingga
meningkatkan ekskresi
air, natrium, dan klorida.

Efek Samping
Gangguan cairan dan elektrolit,
Ototoksisitas, Hipotensi.
Hiperurisemia, Hipovolemia akut,
Hipokalemia

Hidroklorotia
zid

bagian awal tubulus

distal (nefron). dengan


cara menurunkan
reabsorpsi natrium dan
klorida, yang

meningkatkan ekskresi

air, natrium, dan klorida.

Hipokalemia (efek samping


yang sangat sering terjadi pada
terapi jangka panjang dengan
diuretik, yaitu 25-40% kasus)
Hipomagnesemia,
Alkalosis metabolik,
hipokloremis
Toleransi glukosa yang
berkurang
Gangguan metabolisme
lemak, kenaikan kadar
trigliserid serum dan kadar
kolesterol serum; kenaikan LDL,
HDL tidak berubah atau turun;
setelah kurang lebih 6 minggu
akan menjadi manifestasi
Hiperurisemia

Kontraindikasi
Penderita yang diketahui memiliki
riwayat alergi atau hipersensitif terhadap
furosemid.
Penderita yang sedang mengalami
anuria atau tidak dapat buang air kecil.
Penderita yang sedang hamil dan
menyusui.
Penderita sirosis hati.
Penderita asam urat, ginjal, diabetes
Penderita berumur dibawah 4 tahun.

Gangguan fungsi ginjal yang berat


(anuria)
Gangguan fungsi hati yang berat
(prakoma dan koma hepatikum)
Peningkatan bahaya hipokalemia
Hipersensitivitas (alergi) terhadap
Sulfonamid dan antidiabetik oral tipe
Sulfonilurea: bahaya alergi silang

Spironolakto
n

Propranolol

Kaptopril

berkompetisi dengan
aldosteron pada
reseptor di tubulus
ginjal distal,
meningkatkan natrium
klorida dan ekskresi air
selama konversi ion
kalium dan hidrogen.
Propranolol bersaing
dengan neurotransmiter
simpatomimetik seperti
katekolamin untuk
mengikat pada beta (1)
reseptor adrenergik
dalam hati,
menghambat stimulasi
simpatis. Hal ini
menyebabkan
penurunan denyut
jantung, curah jantung,
tekanan darah sistolik
dan diastolik

Ginekosmatia
Menstruasi tidak teratur
Hiperkalemia
kebingungan mental dapat
terjadi.

Genitourinaria: Impoten,
proteinuria, oligouria,
interstitial nephritis, peyroies
disease.
Hematologi: agraniulositosis
trombositopenia,
trombositopenia purpura.
Neuromuskular: rasa lemah,
carpal tunnel syndrome,
paresthesis, arthropathy.
Mata: Konjugasi hyperemis,
penurunan produki air
mata,penurunan penglihatan.
Pernapasan: mengik,
faringitis, bronkospamus, udem
pulmonary, laryngospasmus.

Hipersensitif terhadap propranolol, bloker


atau beberapa komponen lain dalam
sediaan, tidak boleh digunakan untuk gagal
jantung kongestif, syok kardiogenik,
bradikardi, udem pulmoner, penyakit
hiperaktif pernafasan (asma atau COPD),
raynauds disease, kehamilan (trimester 2
dan 3).

Kaptopril merupakan
penghambat ACE
akibatnya pembentukan
Angiotensin II terhambat
vasodilatasi &

Hipotensi
Batuk kering paling sering
terjadi (5-20%) pasien &
bersifat reversible
Hiperkalemia terjadi pd

Insufisiensi ginjal akut


kerusakan ginjal
anuria (tidak dibentuknya kemih oleh
ginjal)
hiperkalemia (kadar Kalium dalam
darah di atas normal).

Pada wanita hamil karena bersifat


teratogenik
Pada Busui karena karena ACE-inhibitor
diekresi melalui ASI dan berakibat
terhadap fungsi ginjal bayi.

penurunan sekresi
aldosteron akibatnya
terjadi ekskresi air dan
natrium dan retensi
Kalium, sehingga TD
turun dan mengurangi
beban jantung.

Losartan

Amlodipin

Losartan secara selektif


dan kompetitif bekerja
terhadap subtipe
reseptor AT1, sehingga
efek angiotensin II
terhambat, dengan
demikian akan
menyebabkan terjadinya
penurunan tekanan
darah,
Obat ini bekerja dengan
menghambat masuknya
ion kalsium melalui
membran sel ke dalam
sel otot polos vaskular
dan sel otot jantung

pasien ggn. Ginjal/ mendapat


diuretik hemat kalium, AINS,
suplemen kalium atau beta
blocker
Edema Angioneurotik
terjadi pd 0.1-0.2% pasien
Gagal Ginjal akut karena
filtrasi glomerulus berkurang
Proteinuria
Efek teratogenik
pemberian selama trimester
2&3 kehamilan, gagal ginjal
atau kematin fetus
Insufisiensi ginjal
Hiperkalemia
Hipotensi ortostatik
Angiodema jarang terjadi

Secara umum amlodipin tidak


menimbulkan efek samping yang
berbahaya. Efek samping yang
sering timbul yaitu :
Bengkak di sisi kiri-kanan
tulang kering kaki

Penggunaan pada wanita hamil


Penggunaan pada ibu menyusui
Penggunaan pada anak-anak
Penggunaan pada penderita dengan
gangguan fungsi ginjal

Amlodipin tidak boleh diberikan pada


pasien yang hipersensitif terhadap
amlodipin dan golongan dihydropirydine
lainnya.

Diltiazem

yang akan
mempengaruhi kontraksi
otot polos vaskular dan
kontraksi otot jantung.
Obat ini menghambat
masuknya ion kalsium
secara selektif lebih ke
otot polos vaskular
dibandingkan dengan
otot jantung.
Melebarkan dinding
pembuluh darah
sehingga dinding
pembulu darah dan
oksigen kejantung dapat
meningkat. Proses ini
akan menurunkan
tekanan darah dan
detak jantung, sekaligus
mengurangi beban kerja
jantung, sehingga terjadi
keseimbangan antara
persediaan dan
pemakaian oksigen pada
iskhemik jantung.

Hubungan Hipokalemia Dan Jantung

Sakit kepala
Pusing
Mual
Nyeri perut
Mengantuk

Pusing atau limbung,


terutama saat duduk atau
bangkit berdiri.
Sakit kepala
Mual
Sakit perut
Lelah
Kulit merah
Konstipasi
Pembengkakan pada
pergelangan kaki (edema)

Kontraindikasi
Penderita blok AV tingkat 2-3, hipotensi
(tekanan sistol kurang dari 90 mmHg)
dan syok kardiogenik.
Pasien dengan gejala gangguan irama
sinus, kecuali bila ada alat pacu jantung
ventikuler yang berfungsi.
Wanita hamil dan menyusui.
Penderita yang hipersensitif atau alergi
terhadap diltiazem.
Penderita dengan infrak miokardial akut
dan kongesti paru-paru yang dibuktikan
dengan sinar X.
Gagal jantung kongesti (denyut jantung
dibawah 50 denyut/menit)

Kalium sangat vital bagi aktivitas arus listrik dan potensial aksi otot jantung. Penurunan kadar ion kalium ekstraseluler akan
meningkatkan perangsangan miokardium yang dapat berpotensi untuk menimbulkan aritmia atau gangguan irama jantung.
Aritmia jantung dan kelumpuhan otot pernapasan merupakan komplikasi hipokalemia yang mengancam jiwa.
Hubungan Hiperkalemia dan Ginjal
Pada kegagalan ginjal yang berat, karena penyakit glomerulus atau berkurangnya aliran plasma ginjal maka kalium ditahan
dan peningkatan konsentrasi kalium plasma dapat dihubungkan dengan penurunan kecepatan filtrasi glomerulus, gejalagejala yang menentukan hiperkalemia merupakan sebagian dari kompleks gejala uremia.

Anda mungkin juga menyukai