Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

NUTRISI PAKAN IKAN

PROTEIN

OLEH:
L. FIRMAN YAYANG A.
NIM:
2013154243008
FAKULTAS PERIKANAN
UNIVERSITAS 45 MATARAM
MATARAM
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat rahmat-Nya saya dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul Protein, yang membahas pengertian protein, pembagian
atau klasifikasi dari protein, komponen penyusun protein, ikatan peptida pada protein, struktur
protein, sintesis protein, fungsi protein, terdapat sumber protein, keuntungan dan kekurangan
protein
Saya berharap semoga makalah ini dapat berguna semua pihak sesuai dengan tujuan
pembuatan makalah ini yaitu memberikan wawasan atau gambaran tentang protein.
Saya juga berterima kasih kepada sumber-sumber referensi yang telah membantu dalam
penulisan makalah ini. Saya sadar makalah ini masih sangat jauh dari sempurna. Selain itu saya
sangat mengharapkan kritik dan saran untuk menyempurnakan makalah saya yang akan datang.

Mataram, 28 April 2016

Penulis

DAFTAR ISI
2

KATA PENGANTAR ..................................................................................................

ii

DAFTAR ISI .................................................................................................................

iii

DAFTAR GAMBAR ....................................................................................................

iv

BAB I. PENDAHULUAN ............................................................................................

1.1 Latar Belakang .................................................................................................

1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................

1.3 Tujuan .............................................................................................................

BAB II. PEMBAHASAN .............................................................................................

2.1 Pengertian Protein .............................................................................................

2.2 Klasifikasi Protein .............................................................................................

2.3 Penyusun Protein ...............................................................................................

2.4 Ikatan Peptida Pada Protein ...............................................................................

2.5 Struktur Protein .................................................................................................

2.6 Sintesis Protein ..................................................................................................

11

2.7 Fungsi Protein ...................................................................................................

11

2.8 Sumber Protein ..................................................................................................

13

2.9 Keuntungan dan Kekurangan Protein ..................................................................

15

BAB IV KESIMPULAN ..............................................................................................


4.1 Kesimpulan ......................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................

16
16

17

DAFTAR GAMBAR
3

Gambar
1.
2.
3.
4.
5.

Halaman

Struktur asam amino .................................................................................................................


Struktur primer asam amino .....................................................................................................
Struktur sekunder asam amino ..................................................................................................
Struktur tersier asam amino ......................................................................................................
Struktur kuartener asam amino .................................................................................................

6
8
9
10
11

BAB I
1. PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Protein (protos yang berarti paling utama) adalah senyawa organik kompleks yang
mempunyai bobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino
yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Peptida dan protein merupakan polimer
kondensasi asam amino dengan penghilangan unsur air dari gugus amino dan gugus karboksil.
Protein termasuk dalam kelompok senyawa yang terpenting dalam organisme
hewan. Kata protein berasal dari bahasa Yunani proteios, yang berarti
pertama atau utama , maka sesuai dengan arti kata tersebut, protein sering
di katakan sebagai komponen utama semua sel hidup. Protein merupakan salah
satu dari biomolekul raksasa selain polisakarida, lipid dan polinukleotida yang merupakan
penyusun utama makhluk hidup. Molekul protein itu sendiri mengandung karbon, hidrogen,
oksigen, nitroge dan kadang kala sulfur serta fosfor.Protein dirumuskan oleh Jons Jakob Berzelius
pada tahun 1938.
Protein juga di yakini sebagai factor penting untuk fungsitubuh, tidak
mungkin ada kehidupan tanpa protein. Protein yang di kandung dalam bahan
makanan setelah di konsumsi akan mengalami pencernaan atau di hidrolisis
oleh

enzim-enzim

menjadi

unit-unit

penyusunnya,

yaitu

asam-asam

amino.asam amino tersebut dihubungkan satu sama lain oleh ikatan peptide.
Peptide dalam protein merupakan polimer kondensasi asam amino dengan
penghilangan unsur air dari gugus amino dan gugus karboksil.
Jika bobot molekul senyawa lebih kecil dari 6.000, biasanya digolongkan sebagai
polipeptida. Protein banyak terkandung di dalam makanan yang sering dikonsumsi oleh manusia.
Seperti pada tempe, tahu, ikan dan lain sebagainya. Secara umum, sumber dari protein adalah dari
sumber nabati dan hewani. Protein sangat penting bagi kehidupan organisme pada umumnya,
karena ia berfungsi untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan suplai nutrisi yang
dibutuhkan tubuh. Maka, penting bagi kita untuk mengetahui tentang protein dan hal-hal yang
berkaitan dengannya.
Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan
dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi
sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali
dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi
hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi
organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).
1

1.2. RUMUSAN MASALAH


Adapun rumusan masalah dari kajian ini adalah sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Apa pengertian protein?


Bagaimanakah pembagian atau klasifikasi dari protein?
Apa komponen penyusun protein ?
Bagaimana ikatan peptida pada protein?
Bagaimana struktur protein?
Bagaimana sintesis protein ?
Apa fungsi protein?
Dimana terdapat sumber protein?
Keuntungan dan kekurangan protein?

1.3. TUJUAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagi berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Untuk mengetahui pengertian protein


Untuk mengetahui pembagian atau klasifikasi protein
Untuk mengetahui penyusun protein
Untuk mengetahui ikatan peptide pada protein
Untuk mengetahui struktur dari protein
Untuk mengetahui sintesis protein
Untuk mengetahui fungsi protein
Untuk mengetahui sumber ptotein
Untuk mengetahui keuntungan dan kekurangan protein.

BAB II
2. PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN PROTEIN
Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan
polimer dari monomer monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan
2

peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala
sulfur serta fosfor . Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk
hidup dan virus. Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain
berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk
batang dan sendi sitoskeleton.
Protein adalah molekul penyusun tubuh kita yang terbesar setelah
air. Hal ini mengindikasikan pentingnya protein dalam menopang seluruh
proses kehidupan dalam tubuh. Dalam kenyataannya,memang kode genetik
yang tesimpan dalam rantaian DNA digunakan untuk membuat protein,
kapan, dimana dan seberapa banyak. Protein berfungsi sebagai penyimpan
dan pengantar seperti hemoglobin yang memberikan warna merah pada sel
darah merah kita, bertugas mengikat oksigen dan membawanya ke bagian
tubuh yang memerlukan. Selain itu juga menjadi penyusun tubuh, "dari
ujung rambut sampaiujung kaki", misalnya keratin di rambut yang banyak
mengandung asam amino Cysteine sehingga menyebabkan bau yang khas
bila rambut terbakar karena banyaknya kandungan atom sulfur di
dalamnya,sampai kepada protein-protein penyusun otot kita seperti actin,
myosin, titin, dsb. Kita dapat membaca teks ini juga antara lain berkat
protein yang bernama rhodopsin, yaitu protein di dalam sel retina mata
kitayang merubah photon cahaya menjadi sinyal kimia untuk diteruskan ke
otak. Masih banyak lagi fungsi protein seperti hormon, antibodi dalam
sistem kekebalan tubuh, dll ( Witarto, 2001 ).
Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam
bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara.
Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam aminobagi organisme
yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof). Protein merupakan salah satu
dari biomolekul raksasa, selain polisakarida,lipid, dan polinukleotida, yang merupakan
penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling
banyak diteliti dalam biokimia.
Protein ditemukan oleh Jns Jakob Berzelius pada tahun1838. Biosintesis protein alami
sama dengan ekspresi genetik . Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA,
yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom. Sampai tahap ini, protein
masih mentah, hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. Melalui mekanisme
pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi.Sumber
sumber protein berasal dari Daging, Ikan, Telur , Susu, dan produk sejenis Quark , Tumbuhan
berbji, Suku polong-polongan dan Kentang.

2.2 PEMBAGIAN ATAU KLASIFIKASI PROTEIN


Menurut para ahli protein dapat di klasifikasikan berdasarkan :
a. Struktur molekulnya
b. Kelarutanya
c. Dasar fungsi
Berdasarkan struktur molekulnya, protein dapat di golongkan menjadi
tiga bentuk, yaitu protein fibrosa (fibrous, berserat, berserabut), protein
globular (bulat seperti bola) dan protein konjugasi.
Protein fibrosa tidak larut dalam pelarut encer, baik itu larutan garam
asam, basa ataupun alcohol. Karakteristik protein bentuk serabut adalah rendahnya
daya larut, mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi untuk tahan terhadap enzim pencernaan.
Kolagen merupakan protein utama jaringan ikat. Elasti terdapat dalam urat, otot, arteri
(pembuluh darah) dan jaringan elastis lain. Keratini adalah protein rambut dan kuku. Miosin
merupakan protein utama serat otot. Protein fibrosa ini berguna terutama untuk
membentuk struktur jaringan, misalnya jaringan kolagen pada tulang
rawan, myosin yaitu protein kontraktil utama pada otot, keratin pada
rambut, wool pada kulit, serta fibrin protein pada darah yang menggumpal.
Protein globular larut dalam larutan garam dan asam encer, juga lebih
mudah berubah dibawah pengaruh suhu, konsentrasi garam, serta pelarut
asam dan basa dibandingkan dengan protein fibrosa. Protein globuler
berbentuk bola terdapat dalam cairan jaringan tubuh. Protein ini larut dalam larutan garam dan
encer, mudah berubah dibawah pengaruh suhu, konsentrasi garam dan mudah denaturasi.
Albumin terdapat dalam telur, susu, plasma, dan hemoglobin. Globulin terdapat dalam otot,
serum, kuning telur, dan gizi tumbuh-tumbuhan. Histon terdapat dalam jaringan-jaringan
seperti timus dan pancreas. Protamin dihubungkan dengan asam nukleat. Selain iu protein
ini mudah terdenaturasi, yaitu berubahnya susunan molekul yang diikuti
dengan perubahan sifat fisik dan fisiologinya.

Atas dasar kelarutanya,

dalam zat terlarut tertentu maka protein dibagi menjadi :


1.

Albumin
Larut dalam air dan larutan garam, dan terkoagulasi oleh larutan

panas. Contoh albumin telur, albumin serum darah, serta laktobumin


(susu).
2.

Globulin
Potein ini tidak larut dalam air, terkoagulasi oleh panas, larut dalam

larutan encer, mengendap dalam larutan garam, dan konsentrasinya


4

tinggi (salting out). Contohnya: miosinogen (otot), ovalbumin (kuning


telur), legumin (kacang-kacangan).
3.

Glutelin
Sifat kelarutannya : tidak larut dalam pelarut netral, hanya larut

dalam larutan asam/basa encer. Contohnya : glutelin (gandum), orizenin


(beras).
4.

Proalamin (gliadin).
Tidak larut dalam air atau alcohol absolute, tapi larut dalam alcohol

70-80 %. Contoh : gliadin (gandum), zein (jagung), hordain (barlay).


5.

Histon
Mempunyai sifat : larut dalam air dan larutan garam, tidak larut

dalam ammonia encer, histon yang terkoagulasi oleh panas bersifat larut
dalam larutan asam encer. Contohnya : globin (haemoglobin).
6.

Protamin
Sifatnya : larut dalam etanol 70-80 %., tidak larut dalam air dan

etanol absolute, tidak terkoagulasi oleh panas, dan kaya akan arginin.
Contohnya : salmin (ikan salmon), klupein (ikan herring), scrombin (ikan
mackerel).

Atas dasar fungsi, protein di bagi menjadi golongan : enzim,


protein cadangan, protein transport, protein kontraktil, protektiv,
toxin, hormone dan structural (Martoharsono, 1990).
Protein Konjugasi merupakan protein sederhana yang terikat dengan baha-bahan nonasam amino. Nukleoprotein terdaoat dalam inti sel dan merupakan bagian penting DNA dan
RNA. Nukleoprotein adalah kombinasi protein dengan karbohidrat dalam jumlah besar.
Lipoprotein terdapat dalam plasma-plasma yang terikat melalui ikatan ester dengan asam fosfat
sepertu kasein dalam susu. Metaloprotein adalah protein yang terikat dengan mineral seperti
feritin dan hemosiderin adalah protein dimana mineralnya adalah zat besi, tembaga dan seng.

2.3 PENYUSUN PROTEIN


Unit dasar penyusun struktur protein adalah asam amino. Dengan kata lain protein
tersusun atas asam-asam amino yang saling berikatan.
Struktur asam amino. Suatu asam amino- terdiri atas:
1. Atom C . Disebut karena bersebelahan dengan gugus karboksil (asam).
2. Atom H yang terikat pada atom C .
3. Gugus karboksil yang terikat pada atom C .
4. Gugus amino yang terikat pada atom C .
5

5. Gugus R yang juga terikat pada atom C .


Agar lebih jelas dapat Anda cermati Gambar 2.1 berikut:

Gambar 1. Struktur asam amino

Ada 20 macam asam amino, yang masing-masing ditentukan oleh jenis gugus R atau
rantai samping dari asam amino.Jika gugus R berbeda maka jenis asam amino
berbeda.Contohnya ada pada Gambar 2.2.Dari gambar tersebut tampak bahwa asam amino
serin, asam aspartat dan leusin memiliki perbedaan hanya pada jenis gugus R saja.
Gugus R dari asam amino bervariasi dalam hal ukuran, bentuk, muatan, kapasitas
pengikatan hidrogen serta reaktivitas kimia.Keduapuluh macam asam amino ini tidak pernah
berubah.Asam amino yang paling sederhana adalah glisin dengan atom H sebagai rantai
samping. Berikutnya adalah alanin dengan gugus metil (-CH3) sebagai rantai samping.
Berikut ini adalah nama-nama asam amino :

Alanin (alanine)
Arginin (arginine)
Asparagin (asparagine)
Asam aspartat (aspartic acid)
Sistein (cystine)
Glutamin (Glutamine)
Asam glutamat (glutamic acid)
Glisin (Glycine)
Histidin (histidine)
Isoleusin (isoleucine)

Leusin (leucine)
Lisin (Lysine)
Metionin (methionine)
Fenilalanin (phenilalanine)
Prolin (proline)
Serin (Serine)
Treonin (Threonine)
Triptofan (Tryptophan)
Tirosin (tyrosine)
Valin (valine)

2.4 IKATAN PEPTIDA PADA PROTEIN


Kedua puluh macam asam amino saling berikatan, dengan urutan yang beraneka ragam
untuk membentuk protein. Proses pembentukan protein dari asam-asam amino ini dinamakan
sintesis protein. Ikatan antara asam amino yang satu dengan lainnya disebut ikatan
peptida.Ikatan peptida ini dapat disebut juga sebagai ikatan amida. Pada protein atau rantai
asam amino, gugus karboksil (-COOH) berikatan dengan gugus amino (-NH2). Setiap
terbentuk satu ikatan peptida, dikeluarkan 1 molekul air (H2O).

2.5 STRUKTUR PROTEIN


Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki, yaitu berupa struktur primer (tingkat satu),
sekunder (tingkat dua), tersier (tingkat tiga), dan kuartener (tingkat empat). Struktur primer
protein merupakan urutan asam amino penyusun protein yang dihubungkan melalui ikatan
peptida (amida). Sementara itu, struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari
berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen. Berbagai
bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut:

alpha helix (-helix, "puntiran-alfa"), berupa pilinan rantai asam-asam amino


berbentuk seperti spiral;

beta-sheet (-sheet, "lempeng-beta"), berupa lembaran-lembaran lebar yang tersusun


dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau
ikatan tiol (S-H);

beta-turn, (-turn, "lekukan-beta"); dan

gamma-turn, (-turn, "lekukan-gamma").

Protein memiliki empat tingkatan struktur yang bersifat hirarki. Artinya, protein disusun
setahap demi setahap dan setiap tingkatan tergantung dari tahapan di bawahnya. Ada 4 tingkat
struktur protein yaitu struktur primer, struktur sekunder, struktur tersier dan struktur kuartener.
1. Struktur Primer
Struktur primer adalah urutan asam-asam amino yang membentuk rantai polipeptida
(Gambar 2.5). Struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun
proteinyangdihubungkan melalui ikatan peptida (amida). Struktur primer adalah susunan atau

urutan bagaimana asam-asam amino disatukan dan susunan ini mencakup lokasi setiap
ikatan disulfida. Struktur primer dapat digambarkan sebagai rumus bangun yang baisa
ditulis untuk senyawa organik. Urutan, macam, dan jumlah asam amino yang
membentuk rantai polipeptida adalah struktur primer protein. Frederick Sanger
merupakan ilmuwan yangberjasa dengan temuan metode penentuan deret asam amino pada

protein, denganpenggunaan beberapa enzim protease yang mengiris ikatan antara asam amino
tertentu,menjadi fragmen peptida yang lebih pendek untuk dipisahkan lebih lanjut dengan
bantuankertas kromatografik. Urutan asam amino menentukan fungsi protein, pada tahun
1957,Vernon Ingram menemukan bahwa translokasi asam amino akan mengubah fungsi
protein, danlebih lanjut memicu mutasi genetik.

Gambar 2. Struktur primer asam amino

2. Struktur Sekunder
Struktur sekunder protein bersifat reguler, pola lipatan berulang dari rangka protein.Dua
pola terbanyak adalah alpha helix dan beta sheet.Struktur sekunder protein adalah struktur tiga
dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan
hidrogen. Analisis difraksi sinar-X merupakan cara yang baik untuk mempelajari

struktur protein serabut. Struktur ini terjadi karena ikatan hidrogen antara atom O dari
gugus karbonil (C=O) dengan atom H dari gugus amino (N-H) dala satu rantai
polipeptida, memungkinkan terbentuknya konformasi spiral yang disebut struktur helix.
Bila ikatan hidrogen tersebut terjadi di antara dua rantai polipeptida, maka masingmasing rantai tidak membentuk helix, melainkan rantai pararel polepeptida dengan
konformasi- . Rantai polipeptida denagn konformasi- ini dihubung silangkan (crosslinked) oleh ikatan hydrogen sehingga membentuk struktur yang disebut lembaran
berlipat-lipat (pleated sheets).. Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai
berikut:

alpha helix (-helix, puntiran-alfa), berupa pilinan rantai asam-asam amino berbentuk
seperti spiral;

beta-sheet (-sheet, lempeng-beta), berupa lembaran-lembaran lebar yang tersusun dari


sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol

(S-H);
beta-turn, (-turn, lekukan-beta); dan
gamma-turn, (-turn, lekukan-gamma)

Gambar 3. Struktur sekunder asam amino

3. Struktur Tersier
Struktur tersier protein adalah lipatan secara keseluruhan dari rantai polipeptida sehingga
membentuk struktur 3 dimensi tertentu.Sebagai contoh, struktur tersier enzim sering padat,
berbentuk globuler.Struktur tersier yang merupakan gabungan dari aneka ragam dari struktur
sekunder. Struktur tersier biasanya berupa gumpalan.Beberapa molekul protein dapat
berinteraksi secara fisik tanpa ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya
dimer, trimer, atau kuartomer) dan membentuk struktur kuartener. Struktur tersier terbentuk
karena terjadinya perlipatan (folding) rantai -helix, konformasi , maupun gulungan rambang
suatu polipeptida, membentuk protein globular, yang struktur tiga dimensinya lebih rumit
daripada protein serabut. Dengan menggunakan berbagai cara difraksi sinar-x yang teliti,
beberapa protein telah dapat ditentukan struktur tersiernya, seperti misalnya, hemoglobin,
mioglobin, lisozim, ribonuklease, dan kimotripsinogen.
Dari hasil penelitian didapatkan beberapa fakta mengenai struktur tiga dimensi mioglobin
sebagai berikut:

a.

molekul sangat kompak, dan di bagian dalamnya terdapat suatu ruangan yang
cukup untuk empat molekul air.

b.

Semua gugus R mengutub dari asam aminonya berlokasi di bagian permukaan


molekul dan berhidart.

c.

Gugus R yang tak mengutub dari asam aminonya tedapart di bagian dalam,
sehingga tersembunyi dari larutan medium di luar.

d.

Residu prolin hanya terdapat pada bagian rantai yang membengkok, yang juga
mengandung sisa asam amino yang tak dapat membentuk -helix seperti isolesin
dan serin.

e.

Konformasi umumnya sama dengan molekul mioglobin pada hewan menyusui.

Gambar 4. Struktur tersier asam amino

4. Struktur Kuartener
Beberapa protein tersusun atas lebih dari satu rantai polipeptida. Struktur kuartener

menggambarkan subunit-subunit yang berbeda dipak bersama-sama membentuk


struktur protein. Sebagian besar protein berbentuk globular yang mempunyai berat
molekul lebih dari 50.000 merupakan suatu oligomer, yang terjadi dari beberapa rantai
polipeptida yang terpisah. Rantai polipeptida ini juga disebut protomer saling
mengadakan interaksi membentuk struktur kuartener dari proteina olighomer
tersebut.Struktur kuartener menggambarkan subunit-subunit yang berbeda dipak bersamasama membentuk struktur protein.
Ditinjau dari strukturnya, protein dapat dibagi dalam 2 golongan yaitu:
1. Protein sederhana yang merupakan protein yang hanya terdiri atas molekul-molekul asam
amino.
2. Protein gabungan yang merupakan protein yang terdiri atas protein dan gugus bukan protein.
Gugus ini disebut gugus prostetik dan terdiri atas karbohidrat, lipid atau asam nukleat.
Protein sederhana menurut bentuk molekulnya dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:
1. Protein Fiber
Molekul protein ini terdiri atas beberapa rantai polipeptida yang memanjang dan
dihubungkan satu sama lain oleh beberapa ikatan silang hingga merupakan bentuk serat atau
serabut yang stabil. Protein fiber tidak larut dalam pelarut-pelarut encer, baik larutan garam,
asam, basa ataupun alkohol.Berat molekulnya yang besar belum dapat ditentukan dengan pati
dan sukar dimurnikan.Kegunaan protein ini hanya untuk membentuk struktur jaringan dan
bahan, contohnya adalah keratin pada rambut.
2. Protein Globular
Protein globular pada umumnya berbentuk bulat atau elips dan terdiri atas rantai
polipeptida yang terlibat. Protein globular/speroprotein berbentuk bola, protein ini larut dalam
larutan garam dan asam encer, juga lebih mudah berubah di bawah pengaruh suhu, konsentrasi
asam dan asam encer.Protein ini mudah terdenaturasi. Banyak terdapat pada susu, telur dan
daging.

Gambar 5. Struktur kuartener asam amino

2.6 SINTESIS PROTEIN


Dari makanan kita memperoleh Protein. Di sistem pencernaan protein akan diuraikan
menjadi peptidpeptid yang strukturnya lebih sederhana terdiri dari asam amino. Hal ini
dilakukan dengan bantuan enzim.Tubuh manusia memerlukan 9 asam amino.Artinya
kesembilan asam amino ini tidak dapat disintesa sendiri oleh tubuh esensiil, sedangkan
sebagian asam amino dapat disintesa sendiri atau tidak esensiil oleh tubuh.Keseluruhan
berjumlah 21 asam amino. Setelah penyerapan di usus maka akan diberikan ke darah. Darah
membawa asam amino itu ke setiap sel tubuh.Kode untuk asam amino tidak esensiil dapat
disintesa oleh DNA.Ini disebut dengan DNAtranskripsi. Kemudian karena hasil transkripsi di
proses lebih lanjut di ribosom atau retikulum endoplasma, disebut sebagai translasi.
Studi dari Biokimiawan USA Thomas Osborne Lafayete Mendel, Profesor untuk
biokimia di Yale, 1914, mengujicobakan protein konsumsi dari daging dan tumbuhan kepada
kelinci. Satu grup kelinci-kelinci tersebut diberikan makanan protein hewani, sedangkan grup
yang lain diberikan protein nabati. Dari eksperimennya didapati bahwa kelinci yang
memperoleh protein hewani lebih cepat bertambah beratnya dari kelinci yang memperoleh
protein nabati.Kemudian studi selanjutnya, oleh McCay dari Universitas Berkeley
menunjukkan bahwa kelinci yang memperoleh protein nabati, lebih sehat dan hidup dua kali
lebih lama.

2.7 FUNGSI PROTEIN


Protein memegang peranan penting dalam berbagai proses biologi. Peran-peran tersebut
antara lain:
1. Katalisis enzimatik
Hampir semua reaksi kimia dalam sistem biologi dikatalisis oleh enzim dan hampir
semua enzim adalah protein.
2. Transportasi dan penyimpanan
Berbagai molekul kecil dan ion-ion ditansport oleh protein spesifik. Misalnya
transportasi oksigen di dalam eritrosit oleh hemoglobin dan transportasi oksigen di dalam otot
oleh mioglobin.

3. Koordinasi gerak
Kontraksi otot dapat terjadi karena pergeseran dua filamen protein. Contoh lainnya
adalah pergerakan kromosom saat proses mitosis dan pergerakan sperma oleh flagela.
4. Penunjang mekanis
Ketegangan kulit dan tulang disebabkan oleh kolagen yang merupakan protein fibrosa
5. Proteksi imun
Antibodi merupakan protein yang sangat spesifik dan dapat mengenal serta berkombinasi
dengan benda asing seperti virus, bakteri dan sel dari organisma lain.
6. Membangkitkan dan menghantarkan impuls saraf
Respon sel saraf terhadap rangsang spesifik diperantarai oleh oleh protein
reseptor.Misalnya rodopsin adalah protein yang sensitif terhadap cahaya ditemukan pada sel
batang retina. Contoh lainnya adalah protein reseptor pada sinapsis
7. Pengaturan pertumbuhan dan diferensiasi
Pada organisme tingkat tinggi, pertumbuhan dan diferensiasi diatur oleh protein faktor
pertumbuhan.Misalnya faktor pertumbuhan saraf mengendalikan pertumbuhan jaringan saraf.
Selain itu, banyak hormon merupakan protein.
Menurut Winarno (2002), Protein mempunyai bermacam-macam fungsi bagi tubuh, yaitu
sebagai enzim, zat pengatur pergerakan, pertahanan tubuh, alat pengangkut.
a. Sebagai Enzim
Hampir semua reaksi biologis dipercepat atau dibantu oleh suatu senyawa makromolekul
spesifik yang disebut enzim; dari reaksi yang sangat sederhana seperti reaksi transportasi
karbon dioksida sampai yang sangat rumit seperti reaksi kromoson.
Hampir semua enzim menunjukan daya kualitik yang luar biasa, dan biasanya dapat
mempercepat reaksi sampai beberapa juta kali. Sampai kini lebih dari seribu enzim telah dapat
diketahui sifat-sifatnya dan jumlaha tersebut terus bertambah. Protein besar peranannya
terhadap perubahan-perubahan kimia dalam sistem biologis.
b. Alat Pengangkut dan Alat Penyimpan
Banyak molekul dengan Berat molekul serta beberapa ion dapat diangkut atau
dipindahkan oleh protein-protein tertentu. Misalnya hemoglobin mengankut oksigen dalam
eritosit, sedang mioglobin mengankut oksigwn dalam otot. Ion besi diangkut dalam plasma
darah oleh transferin dan disimpan dalam hati sebagai kompleks dengan feritin, suatu protein
yang berbeda dengan transferin.
c. Pengatur Pergerakan
Protein merupakan komponen utama daging; gerakan otot terjadi karena adanya dua
molekul protein yang saling bergeseran. Pergerakan flagella sperma disebabkan oleh protein.

d. Penunjang Mekanis
Kekuatan dan daya tahan robek kulit dan tulang disebabkan adanya kolagen, suatu
protein berbentuk bulat panjang dan mudah membentuk serabut.
e. Pertahanan Tubuh/Imunisasi
Pertahanan tubuh biasanya dalam bentuk antibody, yaitu suatu protein khusus yang dapat
mengenal dan menempel atau mengikat benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh seperti
virus, bakteri, dan sel-sel asong lain. Protein dapat membedakan benda-benda yang menjadi
anggota tubuh dengan benda-benda asing.
f.

Media Perambatan Impuls Syaraf


Protein yang mempunyai fungsi ini biasanya berbentuk resepotr; misalnya rodopsin,

suatu protein yang bertindak sebagai reseptor/penerima warna atau cahaya pada sel-sel mata.
g. Pengendalian pertumbuhan
Protein ini bekerja sebagai reseptor (dalam bakteri) yang dapat mempengaruhi fungsifungsi bagain DNA yang mengatur sifat dan karakter bahan.

2.8 SUMBER PROTEIN


Secara umum, sumber dari protein adalah sumber dari hewani dan
sumber nabati. Berikut sumber-sumber protein hewani :
A.

Red Meat ( Daging Merah )


Konsumsi red meat seperti daging sapi, kambing dan domba baik

untuk tubuh. Selain sebagai sumber protein, red meat juga penting sebagai
sumber vitamin B12 and zat besi heme. Vitamin B12 merupakan vitamin
yang sulit ditemui pada tumbuhan. Oleh sebab itu, orang yang hanya
mengkonsumsi protein nabati memiliki resiko kekurangan vitamin B12. Zat
besi terdapat dalam 2 bentuk; heme dan non-heme. Zat besi heme adalah
tipe zat besi yang lebih mudah untuk diserap oleh tubuh dibandingkan
dengan non-heme. Oleh sebab itu, konsumsi red meat baik untuk
memastikan kecukupan zat besi pada tubuh.
B. White Meat (Daging Putih)
Ayam merupakan salah satu contoh sumber protein dari white meat.
Sama halnya dengan red meat, ayam juga mengandung lemak dan
kolesterol. Lemak ayam banyak terdapat pada kulit dan bagian paha ayam,
oleh sebab itu pilihlah bagian dada ayam.
C.

Fish ( Ikan )
Tentunya kita semua sudah tahu kalau ikan merupakan makanan

tinggi protein. Namun,

berbeda dengan daging, kita tidak perlu kuatir

akan kandungan lemak pada ikan. Beberapa jenis ikan, seperti gindara

memiliki kadar lemak yang sangat rendah. Ikan lainnya seperti salmon dan
tuna memiliki kandungan lemak yang cukup banyak, namun jangan kuatir
karena lemak yang terkandung di dalamnya merupakan lemak baik Omega
3.
D. Susu dan Produk Olahannya
80% protein pada whole milk merupakan protein kasein, sedangkan
20% sisanya adalah protein whey. Kombinasi kedua jenis protein ini akan
mengoptimalkan latihan sixpack

. Protein whey dapat diserap dengan

cepat oleh tubuh sehingga cocok untuk dikonsumsi sebelum latihan.


Sebaliknya,

efek

slow

release

dari

protein

mempertahankan kandungan protein selama

kasein

baik

untuk

tidur. Susu tinggi protein

kasein dapat ditemukan pada L-Men Regular Slow Release Formula.


E.

Telur
Telur adalah salah satu makanan yang lazim untuk dikonsumsi oleh

penggemar fitnes untuk memenuhi kebutuhan protein yang tinggi sejak


dahulu kala. Why is that? Kualitas protein dinilai dengan beberapa
parameter, salah satunya adalah biological value (BV). Semakin tinggi nilai
BV

artinya

protein

semakin

mudah

protein

terserap

dalam

tubuh.

Dibandingkan dengan sumber protein lainnya, nilai BV (whole eggs) adalah


yang paling tinggi, yaitu 100.
F.

Ikan Teri
Mungkin

akan terkejut dengan fakta ini. Yes, makanan yang sering

kali disepelekan ini (sering mendapatkan predikat makanan rakyat)


ternyata tinggi kandungan proteinnya. Walaupun ukurannya kecil, ternyata
kandungan proteinnya mencapai 10%. Selain protein,

juga bisa

mendapatkan kalsium dari konsumsi ikan teri.


Sedangkan sumber protein nabatinya adalah :
a. Kedelai
Kacang kedelai (soybean) merupakan protein nabati yang
paling digemari. Hal ini disebabkan oleh kandungan proteinnya
yang tinggi, namun harganya yang lebih terjangkau. Susu kedelai
juga mempunyai manfaat bagi orang yang memiliki lactose
intolerance atau alergi terhadap susu sapi. Selain itu, kacang
kedelai juga mengandung antioksidan yang dapat menangkal
radikal

bebas.

Masih

dalam

kategori

beans,

kacang

hijau

(mungbean) juga merupakan alternatif makanan tinggi protein.

Selain protein, kacang hijau juga memberikan nutrisi lain, seperti:


vitamin, mineral, dan serat.
b. Kacang-kacangan
Good news buat
yang suka makan kacang. Selain rasanya
yang enak, ternyata kacang tinggi akan protein. Namun bagaimana
dengan lemaknya?

tidak perlu kuatir karena lemak pada kacang

merupakan lemak yang baik untuk kesehatan jantung. Namun


dengan segala kebaikannya, bukan berarti

bisa mengkonsumsinya

dalam jumlah yang terlalu banyak, bisa-bisa malah mengantarkan


ke perut one pack daripada sixpack.
c. Biji-bijian
Biji-bijian atau grains, seperti misalnya gandum, memang lebih
banyak dikenal sebagai sumber karbohidrat. Namun, tahukah
kalau

biji-bijian

juga

mengandung

protein?

Pada

gandum,

kandungan protein bisa mencapai sekitar 9%. Surprising fact, yes?


Namun demikian, konsumsi grains sebaiknya dibatasi, terutama
bagi yang sedang menjalani diet rendah karbo.
d. Polong-polongan
Peas atau polong-polongan (misalnya seperti kacang polong)
bukanlah sayuran yang biasa dikonsumsi oleh orang Indonesia.
Namun,

mungkin saja tertarik untuk memvariasikan diet

dengan

kacang polong setelah mengetahui bahwa kacang polong juga


mengandung protein selain serat, vitamin, dan mineral.

2.9 KEUNTUNGAN DAN KEKURANGAN PROTEIN


Protein mempunyai fungsi unik bagi tubuh, antara lain:
1. Menyediakan bahan-bahan yang penting peranannya untuk pertumbuhan dan memelihara
jaringan tubuh,
2. Mengatur kelangsungan proses di dalam tubuh,
3. Memberi tenaga jika keperluannya tidak dapat dipenuhi oleh karbohidrat dan lemak.
4. Sumber energi
5. Pembetukan dan perbaikan sel dan jaringan
6. Sebagai sintesis hormon,enzim, dan antibodi
7. Pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel
Protein sendiri mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita. Pada dasarnya protein
menunjang keberadaan setiap sel tubuh, proses kekebalan tubuh.Setiap orang dewasa harus
sedikitnya mengkonsumsi 1 g protein pro kg berat tubuhnya. Kebutuhan akan protein
bertambah pada perempuan yang mengandung dan atlet-atlet.

Kekurangan Protein bisa berakibat fatal:

Kerontokan rambut (Rambut terdiri dari 97-100% dari Protein -Keratin)


Yang paling buruk ada yang disebut dengan Kwasiorkor, penyakit kekurangan
protein.Biasanya pada anak-anak kecil yang menderitanya, dapat dilihat dari yang
namanya busung lapar, yang disebabkan oleh filtrasi air di dalam pembuluh darah
sehingga menimbulkan odem.Simptom yang lain dapat dikenali adalah:
o hipotonus
o gangguan pertumbuhan
o hati lemak

Kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus dan berkibat kematian.

BAB III
3. KESIMPULAN
Protein adalah molekul penyusun tubuh kita yang terbesar
setelah air.

Menurut sumbernya protein berasal dari hewan dan

tanaman. Protein itu sendiri secara garis besar dapat dibagi ke dalam dua kelompok
besar, yaitu sebagai bahan struktural dan sebagai mesin yang bekerja pada tingkat
molekular. Protein ini terdiri atas beberapa rantai peptida berbentuk spiral yang terjalin
satu sama lain sehingga menyerupai batang yang kaku.
Fungsi dari protein adalah : enzim, alat pengangkut dan
penyimpan, pengatur pergerakan, penunjang mekanis, pertahanan
tubuh,

media

perambatan

impuls

syaraf,

dan

pengendalian

pertumbuhan. Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki, yaitu berupa struktur
primer (tingkat satu), sekunder (tingkat dua), tersier (tingkat tiga), dan kuartener
(tingkat empat). Struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun
protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida (amida). Sementara itu, struktur
sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino
pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen.

DAFTAR PUSTAKA
Martoharsono, Soeharsono. 1990. Biokimia . Yogyakarta : Gajah Mada
University.
Winarno, F.G. 2002. Kimia Pangan dan Gizi. Penerbit Gramedia Pustaka
Utama. Jakarta
Witarto, A. F. 2001. Protein Engineering : Perannya Dalam Bioindustri dan
Prospeknya di
Teknologi. Jakarta.

Indonesia. Sinergi forum- PPI Tokyo Institute of