Anda di halaman 1dari 10

Perencanaan

III.PERENCANAAN KONSTRUKSI PELABUHAN


A. Pemilihan Karakteristik Alur
Alur pelayaran digunakan untuk mengarahkan kapal yang akan masuk ke kolam
pelabuhan. Alur pelayaran dan kolam pelabuhan harus cukup tenang terhadap pengaruh
gelombang dan arus. Perencanaan alur pelayaran dna kolam pelabuhan ditentukan oleh kapal
terbesar yang akan masuk ke pelabuhan dan kondisi metereologi serta oseanografi.
Dalam perjalanan masuk ke pelabuhan melalui alur pelayaran, kapal mengurangi
kecepatannya sampai kemudian berhenti di dermaga. Secara umum, ada beberapa daerah yang
dilewati selama perjalanan tersebut, yaitu:

Daerah tempat kapal melempar sauh di luar pelabuhan


Daerah pendekatan di luar alur masuk
Alur masuk di luar pelabuhan dan kemudian di dalam daerah terlindung
Saluran menuju ke dermaga apabila pelabuhan berada di dalam daerah daratan
Kolam putar
Alur masuk ke pelabuhan biasanya dangkal dan sempit. Alur-alur tersebut merupakan

tempat terjadinya arus, terutama yang disebabkan oleh pasang surut. Sebuah kapal yang
mengalami/menerima arus dari depan akan dapat mengatur gerakannya (maneuver), tetapi apabila
arus berasal dari belakang kapal akan menyebabkan gerakan yang tidak baik. Faktor-faktor yang
mempengaruhi pemilihan karakteristik aalur masuk ke pelabuhan adalah sebagai berikut ini:
Keadaan trafik kapal
Keadaan geografi dan metereologi di daerah alur
Sifat-sifat fisik dan variasi dasar saluran
Fasilitas-fasilitas atau bantuan-bantuan yang diberikan kepada pelayaran
Karakteristik maksimum kapal-kapal yang menggunakan pelabuhan
Kondisi pasang ssurut, arus dan gelombang
Suatu alur masuk ke pelabuhan yang lebar dan dalam akan memberikan keuntungankeuntungan baik langsung maupun tidak langsung seperti:
Jumlah kapal yang dapat bergerak tanpa tergantung pada pasang surut akan lebih besar
Berkurangnya batasan gerak dari kapal-kapal yang mempunyai draft besar
Dapat menerima kapal yang berukuran besar ke pelabuhan

Mengurangi waktu penungguan kapal-kapal yang hanya dapat masuk ke pelabuhan waktu

air pasang
Mengurangi waktu transito barang-banrang.

2016
Kiemberly Siajaya 13021101117

Perencanaan
Selain kentungan-keuntungan tersebut, dalam menentukan karakteristik alur ini perlu
ditinjau pula biaya pengerukan yang lebih besar apabila alur tersebut lebar dan dalam, dibanding
dengan alur yang sempit dan dangkal.

(Sumber : Perencanaan Pelabuhanoleh Bambang Triatmodjo, Hal. 146)

B. Rencana Kedalaman Perairan


Rencana kedalaman perairan disesuaikan dengan ukuran kapal yang akan menggunakan
pelabuhan tersebut. Pada umumnya kedalaman air dasar kolam pelabuhan berdasarkan full loaded
draft (maksimum draft).
Dari kapal yang tertambat dengan jarak aman / ruang bebas (clearance) sebesar 0,8 1,5
m di bawah lunas kapal.

2016
Kiemberly Siajaya 13021101117

Perencanaan
Taraf dermaga ditetapkan antara 0,5 1,5 di atas air pasang sesuai dengan besarnya kapal.
(Sumber : Perencanaan Pelabuhanoleh Soedjono Karmadibrata, Hal. 310)

MHW

Taraf Dermaga (0,5 1,5) m


Pasang Surut = 2 m

MLW
Sarat kapal
(draft)

Sarat kapal
(draft)

Gambar : Dimensi kedalaman kolam pelabuhan


Clearance (0,8 1,5) m

Data yang digunakan adalah data kapal yang paling maksimum, sehingga untuk panjang
dan lebar kapal akan digunakan kapal Container, 50.000 DWT

Panjang: 250 m

Lebar : 32,3 m

Sarat kapal
: 12,6 m

Clearance
: 1,5 m
Kedalaman perairan
:
h = Sarat kapal + beda pasang surut + clearance + 1/3 tinggi ombak
= {12,6 + 2 + 1,5 + (1/3 x 1,1528) }m
= 16,4843 m
Dermaga

H = 16,48 m

Free Board 1,5 m

Elevasi Pengeru
H = 17,98 m

Jadi :
Untuk kedalaman perairan diambil
Untuk tinggi dermaga rencana

= 16,4843 m
= 16,4843 m + Freeboard
= (16,8843 + 1,5) m
= 17,9843 m

Elevasi Pengerukan A

2016
Kiemberly Siajaya 13021101117

Perencanaan

C. Lebar Alur Pelayaran


Alur pelayaran yang dalam hal ini menggunakan dua jalur untuk melayani kapal yang
akan masuk ke kolam pelabuhan. Dalam perencanaan ini, kapal dengan lebar terbesar yang akan
beroperasi adalah kapal Container : 50.000 DWT = 32,3 m.
Menghitung lebar alur untuk 2 jalur

= 32,3 m

Draft

= 12,6 m

= 250 m

Untuk lebar arus pelayaran dipakai rumus :


L

= 1,5 B + (1,2 s/d 1,5 ) B + 30,00 + (1,2 s/d 1,5 ) B + 1,2 B

= 1,5 (32,3) + 1,2 (32,3) + 30,00 + 1,5 (32,3) + 1,2 (32,3)

= 214,11 m
(Sumber : Perencanaan Pelabuhan oleh SoedjonoKramadibrata, Hal. 208)

Untuk memutar kapal (kolam putar) dipakai rumus :


d

= 1,5 L = 1,5 ( 250)

= 375 m

= 0,75 L = 0,75 (250)

= 187,5 m

(Sumber : Perencanaan Pelabuhanoleh Bambang Triatmodjo, Hal. 156)

2016
Kiemberly Siajaya 13021101117

Perencanaan

D. Pengerukan
Pengerukan diperlukan bila perairan di lokasi pelabuhan lebih dangkal daripada
kedalaman perairan rencana sesuai dengan ukuran kapal yang akan berlabuh.
Untuk tugas ini tidak dilakukan pengerukan karena lokasi dermaga diambil sesuai
kedalaman rencana, yaitu kedalaman 17, 98 m 18 m.

E. Rencana Tambatan/Panjang Dermaga dan Lebar Dermaga


Jenis/tipe dermaga yang dipilih adalah dermaga tipe jetty. Jetty adalah dermaga yang
dibangun menjorok cukup jauh ke arah laut, dengan maksud agar ujung dermaga berada pada
kedalaman yang cukup untuk merapat kapal.
Rumus untuk menghitung panjang dermaga adalah sebagai berikut :
Lp = n Loa + (n + 1) x 10% x Loa
Dimana,
Lp
= panjang dermaga
Loa
= panjang kapal yang ditambat
n
= jumlah kapal yang ditambat

(Sumber : Perencanaan Pelabuhan oleh Bambang Triatmodjo, Hal. 214-215)

Ada 6 jenis kapal yang direncanakan akan berkunjung, sehingga perencanaan jumlah
tambatan harus dihitung sesuai kebutuhan. (Nilai muatan, Displacement -G didapat dari
Perencanaan Pelabuhan oleh Bambang Triatmodjo, Tabel 1.4 :Karakteristik Kapal, Hal. 39)

Kapal Passenger 30.000 GT (G = 17.700 ton)


Data penumpang yang diramalkan/tahun

= 4.500.000 org/thn

Jumlah kapal yang berkunjung/tahun

4.500.000/17.700

= 254,2 = 255 kapal

Jumlah kapal/hari

255/315

= 0,8095 kapal

2016
Kiemberly Siajaya 13021101117

Perencanaan

Jumlah tambatan yang diperlukan

= 1 buah

Kapal Cargo 40.000 DWT (G = 51.100 ton)


Data tonase yang diramalkan/tahun
Jumlah kapal yang berkunjung/tahun
2.200.000/51.100
Jumlah kapal/hari
44/315
Jumlah tambatan yang diperlukan

= 2.200.000 ton/thn
= 43,1 = 44 kapal
= 0,1397 kapal
= 1 buah

Kapal Container 50.000 DWT (G = 67.200 ton)


Data tonase yang diramalkan/tahun
= 7.500.000 ton/thn
Jumlah kapal yang berkunjung/tahun
7.500.000/67.200
= 111,6 = 112kapal
Jumlah kapal/hari
112/315
= 0.3556 kapal
Jumlah tambatan yang diperlukan
= 1 buah

Kapal Tanker/Liquid Carrier 20.000 DWT (G = 25.300 ton)


Data tonase yang diramalkan/tahun

= 2.000.000 ton/thn

Jumlah kapal yang berkunjung/tahun

2.000.000/25.300

= 98,8 = 99 kapal

Jumlah kapal/hari

99/315

= 0,3143 kapal

Jumlah tambatan yang diperlukan

= 1 buah

Kapal Dry Bulk 10.000 DWT (G = 13.000 ton)


Data tonase yang diramalkan/tahun

= 650.000 ton/thn

Jumlah kapal yang berkunjung/tahun

650.000/13.000

= 50 kapal

Jumlah kapal/hari

50/315

= 0.1587kapal

Jumlah tambatan yang diperlukan

= 1 buah

Fishing Boat 3.000 DWT


Data tonase yang diramalkan/tahun

= 8.000.000 ton/thn

Jumlah kapal yang berkunjung/tahun

8.000.000/3.000

= kapal

Jumlah kapal/hari

267/315

= kapal

Jumlah tambatan yang diperlukan

= buah

Keterangan : 1 tahun = 365 hari (asumsi bahwa hari kerja selama 1 tahun = 315 hari)

2016
Kiemberly Siajaya 13021101117

Perencanaan
Dari hasil perhitungan, tambatan untuk kapal penumpang (passenger)

dan kapal

container membutuhkan masing masing 1 tambatan khusus, sedangkan intensitas kapal jenis
lain per harinya sangat kecil, sehingga diambil keputusan untuk membuat 1 tambatan untuk jenis
kapal cargo, tanker, dry bulk, dan fishing tersebut. Total tambatan yang akan dibuat adalah 3.
a. Panjang Dermaga
Lp = (3* 250) + (3 +1) * 10% * 280 m
= 862 m
b. Lebar Dermaga
Lebar apron depan, apron belakang, gudang dan jalan. Pengertian apron pada dermaga
adalah bagian muka dermaga sampai ke depan gudang tempat terdapat peralihan kegiatan
angkutan laut (kapal) ke kegiatan angkutan darat (kereta api, angkutan jalan raya dan lainnya).
Dalam merencakan lebar dermaga banyak ditentukan oleh kegunaan dari dermaga tersebut,
ditinjau dari jenis dan volume barang yang mungkin ditangani pelabuhan/dermaga tersebut.
Lebar dermaga = ad + b + ab + c + d
Dimana :
ad = apron depan
b
= lebar gudang
ab = apron belakang
c
= tempat bongkat/muat truk
d
= lebar jalan
Diambil
ad = 9 m
b
= 60 m
ab = 3 m
c
= 12 m
d
= 8m
Maka, lebar apron = ( 9 + 60 + 3 + 12 + 8) m
= 92
(Sumber : Perencanaan Pelabuhanoleh Bambang Triatmodjo, Hal. 215-216)

2016
Kiemberly Siajaya 13021101117

Perencanaan

F. Perencanaan Terminal Penumpang

2016
Kiemberly Siajaya 13021101117

Perencanaan
Untuk merencanakn terminal penumpang dipakai aman pada kapal penumpang yaitu
Passenger 30.000 GT
Diasumsi
: Kapasitas
Jumlah penumpang/thn

= 15.000 org
= 600.000 org/thn

Jumlah kapal yang berlabuh/berangkat


Banyaknya kapal /hari

= 600.000/(2*15.000)
= 20/315

Banyaknya penumpang sekali berlabuh/berangkat

= 20
= 0.6063 = 1 buah
= 15.000 org

Diperkirakan setiap orang membutuhkan 3 m2 untuk semua kegiatan di terminal.


Luas lantai terminal
= 15.000 x 3 m2
= 45.000 m2
Jadi, ukuran terminal penumpang (P x L) = (300 x 150) m2
G. Rencana Jalan Dalam Kawasan Pelabuhan
Pada perencanaan penempatan jalan, intersection dari setiap jalur jalan dibuat minimal,
baik untuk jenis kendaraan yang sama maupun yang berbeda, misalnya untuk tipe II dan Forklit.
Jalan untuk masuk kepelabuhan dibuat 2 jalur agar arus lalu lintas tetap lancer dalam
pelayanan penumpang maupun pengangkutan barang-barang yang keluar masuk pelabuhan.
Apabila dalam pelabuhan terdapat rencana jalan kereta api, diusahakan tidak mangganggu jalur
lalu-lintas yang lain.
H. Perlengkapan Dermaga
Untuk seluruh pelabuhan, baik pelabuhan umum, pelabuhan cargo, maupun pelabuhan
lainnya diperlukan perlengkapan baik untuk usaha pengawasan maupun pemeliharaaan. Guna
keperluan itu, maka perlu adanya :
a. Kantor- kantor yang meliputi :

Kantor Syahbandar

Kantor Bea Cukai

Kantor Kesehatan

Kantor Imigrasi

Kantor Buruh Pelabuhan

Kantor Pelabuhan

b. Fasilitas-fasilitas pendukung, yang meliputi :

Suplai Air Bersih

Suplai Listrik

2016
Kiemberly Siajaya 13021101117

Perencanaan

Jaringan Telekomunikasi

Suplai Bahan Bakar Minyak

Fasilitas Pemadam Kebakaran

Drainase dan Pembuangan Sampah

c. Prasarana pendukung lainnya :

Jaringan Jalan Raya dan Jalan Kereta Api

Kapal-kapal Kerja

Fasilitas Perbaikan Kapal, dll

2016
Kiemberly Siajaya 13021101117