Anda di halaman 1dari 16

Laporan Praktikum

Dasar-Dasar Ilmu Tanah


KERAPATAN ISI DAN POROSITAS

NAMA

: SITI HALIMAH

NIM

: G11115037

KELAS

: DDIT E

KELOMPOK

: 12

ASISTEN

: ARIESTA HANDAYANI

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


JURUSAN ILMU TANAH
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2015

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tanah merupakan suatu faktor yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman
dan kehidupan manusia. Tanah merupakan suatu sistem mekanik yang sangat
kompleks yang terdiri dari tiga fase yakni bahan cair, padat, dan gas. Fase padat
yang hampir sama menempati 50% volume tanah sebagian besar terdiri dari
bahanbahan mineral dan sangat bahan organik. Bahan orgnik ini di jumpai dalam
jumlah yang sangat besar pada tanah organik. Sisa volume selebihnya merupakan
ruang pori yang ditempati oleh fase cair dan gas melalui perbandingan yang selalu
bervariasi menurut jenis tanah, lokasi dan kedalaman tanah. Sifat sifat fisik
diketahui sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman (Sarwono, 2003).
Kondisi fisik tanah sangat menentukan aerasi, drainase dan nutrisi tanaman. Sifat
fisik tanah juga berpengaruh terhadap sifat kimia dan biologi tanah, di mana sifat
sifat fisik tanah tergantung pada jumlah, ukuran, bentuk, susunan dan komposisi
mineral dari partikel partikel tanah, macam dan jumlah bahan organik, volume
dan bentuk pori pori pada waktu tertentu. Beberapa sifat fisik yang sangat
penting yaitu bulk density, dan porositas. Bahan organik memperkecil berat isi
tanah karena bahan organik jauh lebih ringan dari pada bahan mineral.

Di

samping itu bahan organik tanah dapat memperbesar porositas tanah


(Pairunan,dkk, 1985).

Porositas tanah sangat dipengaruhi oleh banyaknya bahan organik yang


dikandung suatu tanah dengan struktur tanah dan tekstur tanah. Tanah dengan
struktur yang gambar atau remah dengan tindakan pengolahan tanah yang intensif
dan bertekstur lempung umumnya mempunyai porositas tinggi. Porositas tinggi
apabila kandungan bahan organik tanah juga tinggi. Dan makin tinggi kandungan
bahan organik tanah semakin rendah partikel densitynya, yang berarti tanah
semakin renggang sehingga memungkinkan pori-pori tanah tersebut mudah terisi
oleh udara dan air yang berguna bagi pertumbuhan suatu tanaman (Foth, 1989).
1.2 Tujuan dan Kegunaan
Tujuan dilaksanakannya praktikum mengenai kerapatan isi dan porisitas ini adalah
untuk mengetahui kadar ruang atau pori dalam tanah.
Kegunaan praktikum ini adalah sebagai bahan informasi kepada pembaca
khusunya mahasiswa untuk mengetahui tinggi atau rendahnya kerapatan isi dan
porisitas tanah sebagai bahan acuan atau penyeleksian tanaman yang sesuai
dengan tanah tersebut.

II. TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Kerapatan Isi (Bulk Density)
Bulk Density atau kerapatan isi merupakan perbandingan antara berat tanah
kering oven dengan volume tanah, termasuk volume pori-pori tanah. Contoh tanah
yamg digunakan untuk untuk menentukan berat jenis harus diambil secara hatihati dari dalam tanah dan tidak boleh merusak struktur aslinya. Terganggunya
struktur asli dapat mempengaruhi jumlah pori tanah demikian pula berat per
satuan volume (Hakim,dkk, 1986).
Bulk density pada lapisan A tanah-tanah mineral umumnya berkisar antara
1,2 1,6 gram/cm3. Tanah organik mempunyai bulk density yang rendah hanya
dapat mencapai 0,1 gram/cm3 pada bahan organiknya. Bulk density penting bagi
kebutuhan pupuk atau pada tiap hektar

tanah yang dipengaruhi tanah

perhektar. Kerapatan massa pada berbagai horizon pada tanah lempung


memperlihatkan bahwa horizon C (bahan induk) merupakan lapisan terpadat
mempunyai kerapatan massa 1,7 gram/cm3. pembentukan struktur selama
perkembangan tanah menyebabkan horizon-horizon dibagian atas mempunyai
kerapatan massa lebih rendah dibandingkan bahan induk aslinya (Foth, 1989).
Bulk density merupakan petunjuk kepadatan tanah. Makin padat suatu
tanah maka makin tinggi nilai Bulk Densitynya yang berarti makin sulit
meneruskan air atau ditembus oleh akar tanaman. Pada umumnya, Bulk Density
berkisar antara 1,1 1,6 gram/cm3 (Hardjowigeno, 1987).

2.2 Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Bulk Density


Tanah lebih padat mempunyai bulk density yang lebih besar dari pada tanah
mineral bagian atas mempunyai kandungan bulk density yang lebih rendah
dibandingkan tanah dibawahnya. Bulk density di lapangan tersusun atas tanahtanah mineral yang umumnya berkisar 1,0 -1,6 gr/cm3. Tanah organik memiliki
nilai Bulk density yang lebih mudah, misalnya dapat mencapai 0,1 gr/cm 3
0,9 gr/cm3 pada bahan organik. Bulk density atau kerapatan massa tanah
banyak mempengaruhi sifat fisik tanah, seperti porositas, kekuatan, daya
dukung, kemampuan tanah menyimpan air drainase, dll. Sifat fisik tanah ini
banyak

bersangkutan

dengan

penggunaan

tanah

dalam

berbagai

keadaan (Hardjowigeno, 2003).


Kerapatan isi (bulk density) juga mempengaruhi tingkat temperature dan
kelembaban tanah. Hal ini dikarenakan semakin besar ruang porinya maka akan
semakin kecil kerapatan limbaknya. Kandungan bahan organik juga berperan
dalam pengembangan struktur. Dalam hal pengelolaan lahan pertanian hal-hal
yang meliputi, massa tanah, presentasi pori perlu diperhatikan upaya evaluasi
kesuburan tanah guna mencapai produktivitas yang maksimal (Pairunan et al.
1985).
2.3 Hubungan Bulk Density Terhadap Produtivitas Tanaman
Bulk density suatu tanah bila besar nilainya berarti jumlah unsur hara yang
dibutuhkan oleh tanaman belum mencukupi atau masih dalam jumlah yang kurang
bagi pertumbuhan, maka disinilah kita menggunakan pupuk untuk memenuhi

kebutuhan tanaman sebelum kita mengolah tanah. Untuk mengetahui beberapa


jumlah pupuk yang akan dibutuhkan tanaman, maka sebelumnya kita perlu
mengetahui beberapa Bulk Density tanah yang akan kita gunakan (Pairunan,dkk,
1985).
Berat ini ditentukan oleh porositas dan kepadatan renggang yang berporipori dan mempunyai bobot yang lebih kecil per satuan volume. Volume tanah
meliputi volume padatan zarah-zarah tanah yang satuannya adalah gram/cm3
(Buckman dan Brady, 1982).
Penambahan bahan organik akan memperkecil nilai Bulk Density tanah
yang karena bahan organik lebih ringan dari tanah mineral dan semakin kecil Bulk
Densitynya maka tanah akan semakin subur (Pairunan, dkk, 1985).
2.4 Porositas
Porositas adalah persentase volume tanah yang ditempati butiran padat. Pori
ditempati oleh udara dan air yang pada umumnya pori-pori kecil berupa air
(Pairunan A.K, dkk. 1997).
Ruang pori-pori tanah adalah bagian yang diduduki udara dan air. Jumlah
ruang pori-pori ini sebagian besar ditentukan oleh susunan butir-butir padat. Kalau
letak satu sama lain erat seperti pasir atau subsoil yang Porositasnya rendah.
Kalau tersusun dalam agregat yang tergumpal bahan organiknya, ruang pori per
satuan volume akan tinggi (Buckman dan Brady, 1982).
Air tersimpan atau tertekan dalam pori karena adanya gaya kapiler. Poripori besar yang tidak menahan air dengan gaya kapiler disebut dengan pori

nonkapiler atau pori aerase atau gaya-gaya kapiler yang dinamakan pori kapiler
atau pori mikro (Hakim, dkk, 1986).
2.5 Faktor yang Mempengaruhi Porositas Tanah
Porositas suatu lapisan tanah dipengaruhi oleh ada tidaknya perkembangan
struktur granular pada tiap lapisan horizon tanah yang akan memberikan hasil
porositas total yang tinggi dan dapat meningkatkan jumlah pori mikro dan pori
makro suatu lapisan tanah. Sehingga, pada suatu lapisan tanah dengan struktur
remah atau kersai sangat berpengaruh dalam penentuan porositas karena dengan
struktur tanah tersebut umumnya mempunyai porositas

yang besar (Hakim,

dkk., 1986).
Porositas tanah juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang salah satu di
antaranya adalah keadaan tekstur tanah. Tanah yang bertekstur ganuler atau
remah memiliki tingkat porositas yang lebih tinggi daripada tanah yang
bertekstur pejal dengan tingkat porositas tanah yang kecil. Kedua tipe tekstur
tanah tersebut memiliki perbedaan dalam hal ruang/pori yang di dalamnya
terdapat air dan udara. Tanah yang bertekstur ganuler memiliki ruang/pori tanah
yang besar berisi udara dan kadar air yang lebih sehingga menunjung tanaman
dalam perkembangannya, sedangkan tanah bertekstur massive dengan tingkat pori
yang lebih kecil serta kandungan air yang sedikit dan sangat mudah untuk hilang
sehingga tanaman mudah kering (Pairunan, dkk., 1985).
Perlakuan pada tanah juga memberi pengaruh yang nyata pada ruang pori
lapisan tanah. Tanah pertanaman cenderung mempunyai ruang pori yang rendah,
jika dibandingkan dengan tanah asli. Pengurangan ini biasanya dihubungkan

dengan menurunnya bahan organik yang menyebabkan kurangnya butiran-butiran


tanah. Jumlah pori dalam sub soil tanah pertanaman menjadi berkurang meskipun
berkurangnya agak lambat. Penanaman secara terus-menerus terutama pada tanah
yang mula-mula tinggi bahan organiknya kerap kali mengakibatkan pengurangan
pori-pori makro. Pengolahan dan penanaman jelas mengurangi jumlah total ruang
pori. Hal ini diikuti dengan kenaikan pori-pori mikro yang kurang lebih
sebanding. Sudah dapat diduga bahwa pengurangan besar pori-pori ada
hubungannya dan sesuai dengan makin berkurangnya kandungan bahan organik
(Buckman dan Brandy, 1992).
2.6 Hubungan Porositas Tanah Terhadap Produktivitas Tanaman
Porositas tanah adalah kemampuan tanah dalam menyerap air. Porositas tanah erat
kaitanya dengan tingkat kepadatan tanah (Bulk Density). Semakin padat tanah
berarti semakin sulit untuk menyerap air, maka porositas tanah semakin kecil.
Sebaliknya semakin mudah tanah menyerap air maka tanah tersebut memiliki
porositas yang besar. Tinggi rendahnya porositas suatu tanah ini sangat berguna
dalam menentukan tanaman yang cocok untuk tanah tersebut. Bila suatu tanah
dengan porositas rendah dalam artian sulit menyerap air, maka bila kita menanam
tanaman yang tidak rakus air, akan sangat menghambat bahkan merusak. Dalam
keadaan air yang lama terserap (hingga tergenang) sementara tanaman yang
ditanam tidak membutuhkan banyak air justru akan menjadikan kondisi
lingkungan mikro di sekitar tanaman menjadi lembab akibatnya akan
mempengaruhi perkembangan penyakit tanaman. Selain itu, tanaman akan mudah
rusak bila tergenang air terlalu lama, karena tanaman tersebut dalam kondisi

tercekam kelebihan air yang dapat menyebabkan pembusukan akar tanaman.


(Hakim,1986).
Salah satu pentingnya dilakukan pengolahan tanah adalah untuk
memperbesar porositas tanah. Selain pengolahan tanah, adapun cara lain yang
dilakukan untuk memperbesar porositas tanah yaitu dengan penambahan bahan
organik dan pengolahan tanah secara minimum. Karena tanah pertanian dengan
pengolahan yang intensif cenderung mempunyai ruang pori rendah, apabila terjadi
penanaman secara terus-menerus tanpa adanya pengolahan tanah maka akan
mengurangi pori-pori mikro dan kandungan bahan organik dalam tanah (Hakim,
dkk. 1986)
Jadi Porositas tiap jenis tanah adalah konstan dan tidak bervariasi dengan
jumlah ruang dan antara partikel-partikel. Untuk kebanyakan tanah-tanah mineral
rata-rata kerapatan zahranya adalah 2,6 gr/cm 3.Perbedaan kerapatan dengan zahra
diantara jenis-jenis tanah tidak begitu besar, kecuali terdapat variasi di dalam
kandungan bahan organik dan komposisi mineral tanah (Sarwono, 2003).

III. METODOLOGI
3.1 Tempat dan Waktu
Praktikum pengamatan kerapatan isi dan porositas tanah ini dilaksanakan di
Laboratorium Fisika Tanah, Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas
Hasanuddin, Makassar, pada Rabu, tanggal 18 November 2015 pukul 10.00-11.00.
3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah ring sampel, palu dan ring
drivesr (peralatan untuk memasukkan ring sampel kedalam tanah), piston beban
berdiameter 1 mm lebih kecil dari pada diameter dalam ring sampel, beban seberat
5 kg, pisau atau gergaji besi berpegangan, karet penyambung, stopwatch, dan lup.
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sampel tanah utuh
dengan agregasi yang baik, dan air.
3.3 Prosedur kerja
a. Persiapan (i) Sebelum memulai proses pengambilan sampel tanah utuh
dengan ring sampel, periksa apakah tanah dalam keadaan kadar air yang
optimal untuk memasukkan ring (tidak terlalu basah atau kering). Bila tanah
terlalu basah (mendekati jenuh air), ring akan mudah dimasukkan, tetapi
setelah ring dimasukkan, tanahnya tidak akan keluar bersama ring karena
adhesi tanah terhadap ring sangat kecil. Sebaliknya, bila tanah terlalu kering,
ring akan sulit dimasukkan. Memaksakan untuk memasukkan ring ke dalam
tanah yang kering sekali akan merusak sampel tanah, sehingga kondisi tanah

menjadi tidak utuh lagi. Karena itu, jika tanahnya kering sekali, siramkan air
secukupnya (jangan sampai menjadi terlalu basah), lalu diamkan selama
sekitar 10 menit sebelum mulai memasukkan ring ke dalam tanah. (ii)
Pengambilan sampel tanah utuh juga hanya bisa dilakukan pada tanah yang
memiliki kohesi yang dapat membentuk agregat. Tanah bertekstur pasir tidak
memiliki agregat dan tidak memiliki struktur, sehingga perlu dan tidak dapat
diambil sampel tanah utuhnya.
b. Bersihkan permukaan tanah dari tumbuhan dan serasah.
c. Masukkan tiga ring sampel menggunakan drivers dan palu sampai bagian atas
ring terbenam sekitar 2 cm dari permukaan tanah. (Palu digunakan bila ring
sukar menembus tanah).
d. Keluarkan ring bersama tanah yang ada di dalamnya dengan cara
menggalinya secara hati-hati dari sisi ring, sedemikian rupa sehingga tanah di
dalam ring tidak terganggu.
e. Ratakan ring dengan pisau atau gergaji besi yang telah disediakan. Untuk
menghindari permukaan tanah di dalam ring tidak rata karena bongkat tanah
tercungkil keluar, perataan sebaiknya dilakukan secara bertahap. Usahakan
agar tanah di dalam ring tidak mengalami pemadatan karena tekanan selama
proses perataan.
f. Sebelum dimasukkan kedalam oven, timbanglah berat tanah bersama ring.
Catat berat basah tanah dan berat ring ke dalam lembar data.
g. Salah satu dari tiga ring yang berisi tanah dimasukkan ke dalam oven selama
24 jam pada suhu oven 105C.
h. Setelah di oven keluarkan ring bersam tanahnya.
i. Catat hasil penimbangan pada lembar data.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil
Berdasarkan hasil praktikum dapat di lihat tabel hasil sebagai berikut :
Tabel 10. Tabel hasil data perhitungan kerapatan isi dan porositas tanah
dengan kepadatan berbeda.
Data

Ring 1

Ring 2

Ring 3

Berat ring (g)

94,49

109,2

112,4

Diameter dalam ring (mm)

5,6

7,5

6,3

Tinggi ring (mm)

7,3

5,6

Berat tanah + air + ring (g)

409,5

334,4

365,5

Berat tanah + ring (berat setelah di ovenkan)


(g)
Tinggi tanah setelah dikompakkan

381,2

317

307,4

Volume air yang diberikan (mL)

Volume air yang tertampung dalam beaker

Kecepatan air menetes (tetes/menit)

Kerapatan isi (g cm-3)

1,06

1,79

0,314

Total pori (f) (m3m-3)

0,6

0,33

0,89

Sedikit

Sedikit

Keberadaan pori makro (banyak/sedikit)

Sedikit

Sumber data primer 2015

4.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil praktikum maka dapat diperoleh data yaitu berat ring 1 ( lapisan
1) diperoleh hasil berat ring (g) 94,4 g, diameter dalam ring (mm) 5,6 mm, tinggi
ring (mm) 7,3 mm, berat tanah + air + ring (g) 409,5 g, berat tanah + ring (berat
setelah diovenkan) (g) 381,2 g, dan diperoleh hasil dari kerapatan isi (g cm-3) 1,06,
total pori (f) (m3m-3) 0,6. Pada ring 2 (lapisan 2) diperoleh hasil berat ring (g)

109,2 g, diameter dalam ring (mm) 7,5 mm, tinggi ring (mm) 4 mm, berat tanah +
air + ring (g) 334,4 g, berat tanah + ring (berat setelah diovenkan) (g) 317 g, dan
diperoleh hasil dari kerapatan isi (g cm-3) 1,79 (g cm-3) , total pori (f) (m3m-3) 0,33
(m3m-3). Pada ring 3 (lapisan 3) diperoleh hasil berat ring (g) 112,4 g, diameter
dalam ring (mm) 6,3 mm, tinggi ring (mm) 5,6 mm, berat tanah + air + ring (g)
365,5 g, berat tanah + ring (berat setelah diovenkan) (g) 307,4 g, dan diperoleh
hasil dari kerapatan isi (g cm-3) 0,314 (g cm-3) , total pori (f) (m3m-3) 0,89 (m3m-3).
Dan ketiga lapisan tersebut dari ring 1 sampai ring 3 pori makronya sama yaitu
sedikit. Bulk Density atau kerapatan isi merupakan perbandingan antara berat
tanah kering oven dengan volume tanah, termasuk volume pori-pori tanah. Contoh
tanah yamg digunakan untuk untuk menentukan berat jenis harus diambil secara
hati-hati dari dalam tanah dan tidak boleh merusak struktur aslinya. Terganggunya
struktur asli dapat mempengaruhi jumlah pori tanah demikian pula berat per
satuan volume (Hakim,dkk, 1986). Porositas adalah persentase volume tanah yang
ditempati butiran padat. Pori ditempati oleh udara dan air yang pada umumnya
pori-pori kecil berupa air (Pairunan A.K, dkk. 1997).

V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
.Bulk Density atau kerapatan isi merupakan perbandingan antara berat tanah
kering oven dengan volume tanah, termasuk volume pori-pori tanah. Berdasarkan
data hasil pengamatan di atas dapat disimpulkan bahwa pada ring 1 (lapisan 1)
memiliki kerapatan isi kerapatan isi (g cm-3) 1,06 dan total pori (f) (m3m-3) 0,6.

Ring 2 (Lapisan 2) memiliki kerapatan isi (g cm-3) 1,79 (g cm-3) dan total pori (f)
(m3m-3) 0,33 (m3m-3). Dan ring 3 (lapisan 3) kerapatan isi (g cm -3) 0,314 (g cm-3),
total pori (f) (m3m-3) 0,89 (m3m-3). Ketiga lapisan tersebut memiliki pori makro
yang sedikit. Air tersimpan atau tertekan dalam pori karena adanya gaya kapiler.
Pori-pori besar yang tidak menahan air dengan gaya kapiler disebut dengan pori
nonkapiler atau pori aerase atau gaya-gaya kapiler yang dinamakan pori kapiler
atau pori mikro.
5.2 Saran
Semoga praktikum yang dilakukan menggunakan sampel tanah dari daerah yang
berbeda, agar terdapat bahan yang dapat digunakan sebagai perbandingan antara
praktikum satu dengan praktikum lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
Hanifiah,kemas ali.2009.dasar-dasar ilmu tanah..Jakarta:PT

Raja Grafindo

Persada. Diakses pada tanggal 03 Desember 2015 pukul 20.00 WITA.


Kartasaputra,dkk.1991.Teknologi konservasi tanah dan air.Rineka cipta.Jakarta
Diakses pada tanggal 03 Desember 2015 pukul 20.00 WITA.

Foth, Henry.2006.Dasar-dasar ilmu tanah.UGM Press.Yoyakarta. Diakses pada


tanggal 03 Desember 2015 pukul 20.00 WITA.
Purwowidodo.1991.Ganesa tanah.Rajawali Press.Jakarta. Diakses pada tanggal 03
Desember 2015 pukul 20.00 WITA.
Buckman, H. O., and Brady. 1982. Ilmu Tanah. Bharata Karya Aksara : Jakarta.
Diakses pada tanggal 03 Desember 2015 pukul 20.00 WITA.
Hakim. N., dkk. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Penerbit Universitas Lampung :
Lampung. Diakses pada tanggal 03 Desember 2015 pukul 20.00 WITA.
Hanafiah, K., A. 2007. Dasar-Dasar ILmu Tanah. Rajawali Pers : Jakarta. pada
Diakses pada tanggal 03 Desember 2015 pukul 20.00 WITA..

Anda mungkin juga menyukai