Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM

PARTIKEL PENYUSUN
MAKHLUK HIDUP DAN BENDA MATI

ANGGOTA KELOMPOK:
Kurnia Feonova Saputri

(03)

Mega Ayu Shafa Andira

(10)

Natasha Pingky Ardianty

(13)

Nurdiwansyah Bagus W. (20)

XI-A

LAPORAN PRAKTIKUM
PARTIKEL PENYUSUN
MAKHLUK HIDUP DAN BENDA MATI

ANGGOTA KELOMPOK:
Kurnia Feonova Saputri

(03)

Mega Ayu Shafa Andira

(10)

Natasha Pingky Ardianty

(13)

Nurdiwansyah Bagus W. (20)

XI-A

LAPORAN PRAKTIKUM PARTIKEL


PENYUSUN MAKHLUK HIDUP DAN BENDA
MATI

Tujuan
Mendeskripsikan perbedaan zat dalam benda mati dan makhluk hidup

II

Alat
1. Pinset
2. Gunting
3. Pembakar spirtus

III

Bahan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

IV

Bulu unggas
Sepotong daging
Rambut
Plastik
Kayu
Kertas
Daun
Kain perca (katun)
Karet

Cara kerja
1 Buat kelompok beranggotaan 4-6 orang
2 Siapkan sepotong kain perca yang bersih dan kering, lalu potong
sepanjang
2-3 cm.
3 Jepit salah satu ujung kain tersebut.
4 Ciumlah bau atau aroma dari kain tersebut.
5 Siapkan api spiritus yang menyala
6 Bakarlah ujung kain yang telah terjepit dengan cara memegang
penjepit pinset.
7 Setelah sedikit terbakar, ciumlah kembali bau yang muncul.
8 Lakukan hal yang sama dengan hati-hati pada bahan-bahan lain
yang kamu sediakan. Gunakan bahan dalam potongan kecil,
ciumlah bau bahan sebelum dan sesudah terbakar.
9 Matikan api spiritus dengan cara menutupnya, bukan meniupnya

10 Carilah unsur-unsur penyusun bahan yang sudah kamu siapkan


di buku-buku yang terdapat di perpustakaan sekolah atau
melalui internet.
*harus dengan pengawasan orang dewasa
V

Hasil Pengamatan

N
o

Nama
Bahan

Deskripsi Bau
Sebelum
Setelah Dibakar
Dibakar

Zat Yang
Terkandung

1.

Bulu
unggas

Agak anyir

Menyengat,
tetapi tidak
seperti bau
rambut

2.

Rambut

Tak berbau

Menyengat

3.

Sepotong
daging
(ayam)

4.

Plastik

Tak berbau

Seperti bau
lilin

Polimer

5.

Kayu

Seperti bau
tanah yang
kering

Seperti
arang

++

Kambium

6.

Kertas

Seperti
kapas

Seperti
arang

++

Keratin

7.

Daun

Seperti bau
daun pada
umumnya

Seperti
Arang

++

Klorofil

8.

Kain
perca
(katun)

Seperti
serat kayu

Seperti bau
plastik

++

Selulosa

Berbau
Seperti
daging atau
daging bakar
anyir

++

Keratin dan fosfor

+++

Keratin

Zat besi, lemak,


dan protein

9.

Karet ban
bekas
Keterangan :

VI

Seperti
Karet

Menyengat

+++

polimer

+
(tidak begitu menyengat)
++ (lumayan menyengat)
+++ (menyengat)
++++
(sangat menyengat)

DISKUSI

1 Apakah masing masing benda jika dibakar menghasilkan bau


yang berbeda beda? Jika ya, jelaskan mengapa hal tersebut
dapat terjadi?
-

Ya, menghasilkan bau yang berbeda karena setiap benda atau


makhluk hidup memiliki unsur penyusun yang berbeda.

2 Apakah bau rambut dan bau bulu hewan yang telah dibakar
sama? Mengapa demikian?
-

Tidak sama. Karena rambut manusia tersusun atas keratin


yang jika dibakar menimbulkan bau, sedangkan bulu unggas
tidak demikian. Keratin sendiri merupakan protein zat dasar
penyusun lapisan rambut yang sangat berperan besar dalam
keindahan rambut

3 Apakah bau kertas dan kayu yang telah dibakar sama? Apa
yang terkandung dalam bahan tersebut?
-

Ya, karena sama-sama mengandung selulosa. Baunya sama


(setidaknya serupa) juga dikarenakan unsur yang terkandung
dalam bahan tersebut adalah karbon (C) sehingga hasil
pembakaran juga terdapat unsur karbon. Senyawa hasil
pembakarannya antara lain, karbon monoksida (CO) dan
senyawa nitrogen monoksida (NO)

4 Apakah bau plastik dan daun yang telah dibakar sama? Apakah
zat terkandung dalam kedua bahan tersebut sama?
-

Tidak, karena memiliki unsur penyusun yang berbeda.

Plastik merupakan bagian dari molekul hidrokarbon zat


yang penyusun dasarnya adalah karbon dan hidrogen.
Ikatan kimia dalam struktur plastik adalah ikatan
kovalen, yaitu ikatan antar atom dengan cara berbagi
elektron diantara dua atom. Ikatan ini dapat terdiri dari
beberapa elektron.
Sedangkan
daun
adalah
bahan
organik
yang
mengandung klorofil dan zat hara di dalamnya

5 Apa yang dapat kamu simpulkan dari aktivitas ini?


-

Dapat disimpulkan bahwa setiap makhluk hidup memiliki unsur


penyusun yang berbeda-beda. Selain pada makhluk hidup,
benda mati seperti kayu, plastik, air, udara, kain pakaian, dan
benda-benda yang lain merupakan zat kimia yang tersusun
atas molekul-molekul tertentu. Dalam senyawa, molekulmolekul tertata sedemikian rupa sehingga memberikan sifatsifat tertentu. Misalnya plastik bersifat lentur karena molekulmolekul penyusunnya mempunyai rantai panjang, sedangkan
arang mudah patah karena susunan antar atom-atom
penyusunnya banyak terdapat ruang-ruang kosong. Tubuh kita
dan tubuh makhluk hidup yang lainnya juga tersusun atas
berbagai molekul kimia.

VII

LAMPIRAN