Anda di halaman 1dari 4

TUGAS DAN LATIHAN

LINGUISTIK UMUM HAL 27-29

2.1.
1. Tahap- tahap perkembangan Linguistik :
A. Tahap Spekulatif : Dalam tahap ini pembicaraan mengenai sesuatu dan cara
mengambil kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif. Artinya,
kesimpulan itu dibuat tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan
dilaksanakan tanpa menggunakan prosedur-prosedur tertentu.
B. Tahap Observasi atau Klasifikasi : Pada tahap ini para ahli di bidang bahasa
baru mengumpulkan dan menggolongkan segala fakta bahasa dengan teliti
tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun.
C. Tahap Perumusan Teori : Pada tahap ini disiplin ilmu berusaha memahami
masalah-masalah dasar dan mengajukan pertanyaan mengenai masalah
tersebut berdasarkan data empiris yang dikumpulkan.
2. Hipotesis adalah dugaan atau pernyataan sementara yang diungkapkan secara
deklaratif atau yang menjadi jawaban dari sebuah permasalahan . Pernyataan
tersebut diformulasikan dalam bentuk variabel agar bisa diuji secara empiris.
Hipotesis disebut juga perkiraan atau prediksi.
3. Metode penyelidikan Linguistik :
A. Metode Induktif adalah penarikan kesimpulan umum dari data empiris yang
telah di analisis dan diklasifikasikan. Langkah-langkahnya : mula-mula
dikumpulkan data-data khusus ,lalu dari data-data khusus itu ditarik
kesimpulan umum.
B. Metode Deduktif adalah menarik kesimpulan-kesimpulan khusus berdasarkan
kesimpulan umum yang ada. Langkah-langkahnya : mengumpulkan data-data
dari kesimpulan umum ,lalu menyimpulkan data-data tersebut menjadi
kesimpulkan khusus.
4. Data empiris adalah data yang nyata ada, yang didapat dari alam yang wujudnya
dapat diobservasi.
5. Linguistik disebut juga sebagai ilmu nomotetik ,karena ilmu empiris linguistik
berusaha mencari keteraturan atau kaidah-kaidah yang hakiki dari bahasa yang
ditelitinya.
6. Linguistik mendekati dan memandang bahasa sebagai bahasa. Bukan sebagai
sosok yang lain. Sedangkan ilmu susastra mendekati dan memandang bahasa
sebagai wadah seni, sebagai sarana atau alat untuk mengungkapakan karya seni.
7. Pernyataan Yang benar adalah kata mengubah,dan bukan merubah menujukkan
sikap tidak deskriptif sebab linguistik tidak bertugas menentukan bentuk mana
yang benar(baku) dan mana yang tidak benar (tidak baku).

2.2.
1. Setiap disiplin ilmu biasanya dibagi atas bidang-bidang bawahan (subdisiplin),
karena cabang-cabang atau subdisiplin itu saling berhubungan dengan masalahmasalah lain.
2. Perbedaan Linguistik Sinkronik dan Linguistik Diakronik :
A. Linguistik Sinkronik : mempelajari bahasa dengan berbagai aspeknya pada
kurun waktu tertentu. Studi linguistik sinkronik biasa disebut linguisik
deskriptif ,karena berupaya mendeskripsikan bahasa secara apa adanya pada
suatu masa tertentu.
B. Linguistik Diakronik : mempelajari bahasa dengan berbagai aspeknya dan
perkembangannya dari waktu ke waktu, sepanjang kehidupan bahasa itu. Studi
linguistik diakronik bersifat historis komparatif.
3. Linguistik Diakronik bersifat historis komparatif ,karena tujuan utama linguistik
diakronik ini adalah untuk mengetahui sejarah (histori) struktural bahasa itu beserta
dengan segala bentuk perubahan dan perkembangannya.
4. Perbedaan objek Linguistik Mikro dan Linguistik Makro :
A. Linguistik Mikro : mengarahkan kajiaanya pada struktur internal suatu bahasa
tertentu atau struktur internal bahasa pada umumya.
B. Linguistik Makro : menyelidiki bahasa dalam kaitannya dengan faktor-faktor
diluar bahasa ,lebih banyak membahas faktor luar bahasanya daripada struktur
internal bahasanya.
5. Apa yang dipelajari dalam :
A. Sosiolinguistik adalah subdisiplin yang mempelajari bahasa dalam hubungan
pemakaiannya di masyarakat . Sosiolinguistik merupakan ilmu interdisipliner
antara sosiologi dan linguistik.
B. Psikolinguistik adalah subdisiplin yang mempelajari hubungan bahasa dengan
perilaku dan akal budi manusia. Psikolinguistik merupakan ilmu interdisipliner
antara psikologi dan linguistik.
C. Filologi adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari tentang bahasa,
kebudayaan,pranata, dan sejarah suatu bangsa sebagaimana terdapat dalam
bahan-bahan tertulis. Filologi merupakan ilmu interdisipliner antara linguistik,
sejarah, dan kebudayaan.
D. Dialektologi adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari batas-batas dialek
dan bahasa dalam suatu wilayah tertentu. Dialektologi merupakan ilmu
interdisipliner antara linguistik dan geografi.
E. Neurolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mengkaji hubungan otak
manusia dengan bahasa, gangguan kemampuan berbahasa manusia karena
kerusakan otak manusia. Neurolinguistik merupakan ilmu interdisipliner
antara linguistik dengan ilmu kedokteran.

6.
A. Perbedaan Linguistik Teoritis dan Linguistik Terapan :
1) Linguistik Teoritis adalah berusaha mengadakan penyelidikan terhadap
hubungan bahasa dengan bahasa atau hubungan bahasa dengan faktorfaktor yang berada diluar bahasa hanya untuk menemukan kaidah-kaidah
yang berlaku dalam objek kajiannya.
2) Linguistik Terapan adalah berusaha mengadakan penyelidikan terhadap
hubungan bahasa dengan bahasa atau hubungan bahasa dengan faktorfaktor yang berada diluar bahasa hanya untuk kepentingan memecahkan
masalah-masalah praktis yang ada di masyarakat.
B. Cabang Linguistik Terapan adalah Sosiolinguistik, psikolinguistik,
antropolinguistik, etnolinguistik, stilistika, filologi, dialektologi, filsafat
bahasa, dan neurolinguistik.
2.3.
1. Pengertian hubungan sintagmatik dan hubungan paradigmatik :
A. Hubungan sintagmatik adalah hubungan yang terdapat antara satuan bahasa di
dalam kalimat yang konkret tertentu.
B. Hubungan paradigmatik adalah hubungan yang terdapat dalam bahasa, namun
tidak nampak dalam susunan satuan kalimat.
2. Perbedaan struktur dan sistem dalam studi linguistik :
A. Struktur adalah susunan bagian-bagian kalimat atau konstituen kalimat secara
linear. Contohnya dalam kalimat Dia mengikut ibunya terdapat 15 fonem, 3
buah kata dengan hubungan tertentu dan 3 fungsi sintaksis yaitu
subjek,predikat,objek.
B. Sistem adalah hubungan antara bagian-bagian kalimat tertentu dengan kalimat
lainnya. Contohnya adalah mengikuti, mengikutkan, kauikuti,kauikutkan,dan
terikuti.
3. Distribusi adalah dapat atau tidaknya penggantian suatu konstituen tertentu dalam
kalimat tertentudengan konstituen lainnya. Contohnya , konstituen dia dalam
kalimat Dia mengikut ibunya dapat diganti atau disubstitusikan dengan konstituen
Ali, anak itu, atau mahasiswa itu.
4. Teknik analisis bawahan langsung adalah suatu teknik dalam menganalisis unsurunsur atau konstituen-konstituen yang membangun suatu satuan bahasa,baik satuan
frase, klausa, maupun kalimat. Misalnya, satuan bahasa yang berupa kata dimakan.
Unsur langsungnya adalah di dan makan.
5. Struktur ungkapan menurut teknik analisis bawahan langsung :
A. Asisten dosen linguistik umum
1) Asisten dosen linguistik umum
2) Asisten
dosen
linguistik
umum
Konstituen dosen bisa juga bergabung pada kostituen asisten, tetapi bisa
juga bergabung pada konstituen linguistik dan kostituen umum.

B. Dua orang mahasiswa tahun pertama


1) Dua orang mahasiswa tahun pertama
2) Dua
orang
mahasiswa
tahun
pertama
Konstituen mahasiswa bisa bergabung pada konstituen dua dan kostituen
orang, tetapi bisa juga bergabung pada konstituen tahun dan kontituen
pertama.
C. Adik kepala kantor pos cabang Rawamangun
1) Adik kepala kantor pos cabang Rawamangun
2) Adik
kepala
kantor
pos
cabang
Rawamangun
Konstituen adik bisa bergabung pada kostituen cabang dan kostituen
Rawamangun, tetapi bisa juga bergabung pada kostituen kepala,konstituen
pos dan kosntituen cabang.
6. Salah satu kelemahan analisis bawahan langsung adalah dapat memungkinkan
terjadinya tafsiran ganda bagi pembaca. Misalnya konstruksi kalimat Guru baru
datang. Konstituen baru dapat ditafsirkan lebih dahulu bergabung pada konstituen
guru, tetapi bisa juga bergabung pada kostituen datang.
7. Analisis Rangkaian Unsur dan Analisis Proses Unsur
A. Analisis rangkaian unsur (Inggrisnya: item-and-arrangement) mengajarkan
bahwa setiap satuan bahasa dibentuk atau ditata dari unsur-unsur lain.
Misalnya, satuan tertinggal terdiri dari ter-+tinggal, satuan kelebihan terdiri
dari lebih+ke/an.
B. Analisis proses unsur (bahasa Inggrisnya : item-and-process) menganggap
setiap satuan bahasa adalah merupakan hasil dari proses pembentukan.
Misalnya bentuk tertinggal adalah hasil dari proses prefiksasi ter- dengan dasar
bentuk tinggal, bentuk kelebihan adalah proses konfiksasi ke-/-an dengan
dasar lebih. .
C.
2.4.
1. Manfaat linguistik bagi guru bahasa atau calon guru bahasa :
A. Menambah pengetahuan mengenai hubungan bahasa dengan kemsyarakatan
dan kebudayaannya.
B. Melatih keterampilan berbahasa.
C. Memanfaatkan ilmu linguistik dalam penyusunan dan pemilihan bahan
pengajaran serta penjenjangannya.
D. Merumuskan tujuan pengajaran dan norma-norma yang harus diajarkan
menjadi lebih realistis dan operasional.
E. Membantu para guru bahasa dalam menyusun bahan-bahan pengajaran tentang
sistem bunyi dan juga ucapan bunyi.
F. Lebih memahami masalah pengajaran bahasa dan pengetahuan tentang bahasa
yang di ajarkannya.
2. Benar, linguistik bermanfaat linguistik bagi kaum politis, antara lain :
A. Dapat menguasai bahasa dengan baik.
B. Menguasai masalah linguistik dan sosiolinguistik,khususnya dalam kaitannya
dengan kemasyarakatan.
C. Dapat meredam dan menyelesaikan gejolak sosial yang terjadi di masyarakat
akibat dari perbedaan dan pertentangan bahasa.