Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM

Remote Laboratory
Pengukuran Lebar Celah

Nama/NPM

: Galih Dika Pranata/1106065470

Fak/Prog. Studi

: MIPA/Fisika

Grup & Kawan Kerja : Grup fis 8 & Fitria, Gerry,


Hamda, Henry, Henny, Heidi
No & Nama Percobaan
Celah

: OR-02 Pengukuran Lebar

Minggu Percobaan : Minggu ke-2


Nama Asisten

Laboratorium Fisika
UPP IPD
Universitas Indonesia

A. Tujuan
Mengukur lebar celah tunggal dengan menggunakan metode difraksi.

B. Alat
1.
2.
3.
4.
5.

Piranti laser dan catu daya


Piranti pemilih otomatis celah tunggal
Piranti scaner beserta detektor fotodioda
Camcorder
Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis

C. Dasar Teori
Berkas sinar dengan panjang gelombang yang dilewatkan pada
sebuah celah sempit dengan lebar a akan mengalami difraksi. Pola
difraksi ini dapat dilihat pada layar atau diukur dengan sensor cahaya. Jika
jarak antara celah dengan layar jauh lebih besar dari pada lebar celah (L
a), maka berkas yang sampai di layar dapat dianggap paralel. Pada
difraksi celah tunggal, pola gelap (intensitas minimum) akan terjadi jika
perbedaan panjang lintasan berkas (a sin ) antara berkas paling atas dan
berkas paling bawah sebesar , 2, 3, dst, (Gbr. 1). Dengan demikian
pola gelap pada difraksi yang terjadi karena celah tunggal dapat
dinyatakan oleh
[1]
dengan n = 1, 2, 3, ... (1)

Gbr.1. Diagram difraksi pada celah tunggal

D.Cara Kerja
Eksperimen pengukuran panjang gelombang sinar laser dengan
menggunakan kisi difraksi pada rLab ini dapat dilakukan dengan mengklik tombol link rLab di halaman jadwal. Langkah kerja eksperimen harus
mengikuti prosedur yang telah ditentukan. Penyetingan peralatan rLab
berlangsung secara otomatis ketika praktikan menjalankan prosedur kerja.

E. Data Percobaan
Posisi (mm)
0.00
0.44
0.88
1.32
1.76
2.20
2.64
3.08
3.52
3.96
4.40
4.84
5.28
5.72
6.16
6.60
7.04
7.48
7.92
8.36
8.80
9.24
9.68
10.12
10.56
11.00
11.44
11.88
12.32
12.76
13.20
13.64
14.08
14.52
14.96
15.40
15.84
16.28
16.72
17.16
17.60
18.04
18.48

Intensit
as
0.02
0.01
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.03
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01

18.92
19.36
19.80
20.24
20.68
21.12
21.56
22.00
22.44
22.88
23.32
23.76
24.20
24.64
25.08
25.52
25.96
26.40
26.84
27.28
27.72
28.16
28.60
29.04
29.48
29.92
30.36
30.80
31.24
31.68
32.12
32.56
33.00
33.44
33.88
34.32
34.76
35.20
35.64
36.08
36.52
36.96
37.40
37.84
38.28
38.72

0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.02
0.03
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.02
0.03
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02

39.16
39.60
40.04
40.48
40.92
41.36
41.80
42.24
42.68
43.12
43.56
44.00
44.44
44.88
45.32
45.76
46.20
46.64
47.08
47.52
47.96
48.40
48.84
49.28
49.72
50.16
50.60
51.04
51.48
51.92
52.36
52.80
53.24
53.68
54.12
54.56
55.00
55.44
55.88
56.32
56.76
57.20
57.64
58.08
58.52
58.96

0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.03
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.02
0.03
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.02
0.03
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.03
0.01
0.02

59.40
59.84
60.28
60.72
61.16
61.60
62.04
62.48
62.92
63.36
63.80
64.24
64.68
65.12
65.56
66.00
66.44
66.88
67.32
67.76
68.20
68.64
69.08
69.52
69.96
70.40
70.84
71.28
71.72
72.16
72.60
73.04
73.48
73.92
74.36
74.80
75.24
75.68
76.12
76.56
77.00
77.44
77.88
78.32
78.76
79.20

0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.03
0.02
0.02
0.03
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.02
0.03
0.01

79.64
80.08
80.52
80.96
81.40
81.84
82.28
82.72
83.16
83.60
84.04
84.48
84.92
85.36
85.80
86.24
86.68
87.12
87.56
88.00
88.44
88.88
89.32
89.76
90.20
90.64
91.08
91.52
91.96
92.40
92.84
93.28
93.72
94.16
94.60
95.04
95.48
95.92
96.36
96.80
97.24
97.68
98.12
98.56
99.00
99.44

0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.02
0.03
0.01
0.02
0.03
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.03
0.02
0.02
0.03
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.02
0.03
0.02
0.02
0.03
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.01
0.03
0.02
0.02
0.03

99.88
100.32
100.76
101.20
101.64
102.08
102.52
102.96
103.40
103.84
104.28
104.72
105.16
105.60
106.04
106.48
106.92
107.36
107.80
108.24
108.68
109.12
109.56
110.00
110.44
110.88
111.32
111.76
112.20
112.64
113.08
113.52
113.96
114.40
114.84
115.28
115.72
116.16
116.60
117.04

0.01
0.02
0.03
0.01
0.02
0.02
0.01
0.03
0.02
0.02
0.03
0.02
0.02
0.03
0.01
0.02
0.02
0.01
0.03
0.02
0.02
0.03
0.02
0.02
0.03
0.01
0.02
0.02
0.01
0.02
0.02
0.02
0.03
0.02
0.02
0.03
0.01
0.02
0.02
0.01

F. Pengolahan Data

Grafik Intensitas terhadap Posisi (I vs x)


3.5
3
2.5
2
1.5
1
0.5
0
0

50

100

150

200

250

300

350

400

Grafik di atas merupakan grafik yang menunjukkan pola terang-gelap


yang merupakan titik interferensi maksimum dan minimum dengan
intensitas tertinggi merupakan terang pusat. Sesuai dengan data dan
grafik, terang pusat terjadi pada titik dengan posisi (x) = 180,40 mm
dengan intensitas (I) = 3,00.
Pola gelap-terang yang disebabkan oleh adanya interferensi mminimum
dari cahaya yang didifraksikan dapat kita kelompokkan dengan n=1, n=2,
n=3,dst dalam pola interferensi minimum.

n
1
2
3
4

minimum kiri
172,48
166,32
158,84
151,8

minimum
kanan
187,88
194,48
201,52
216,04

xkanan - xkiri
15,4
28,16
42,68
64,24

Dengan L = 1 m = 1000 mm, seperti pada Gambar 1 maka dapat


diketahui persamaan sin ,

sin =

1
x
2

L2 +

1
x
2

( )

Sehingga,
n
1
2
3
4

x (mm)
15,4
28,16
42,68
64,24

L (mm)
1000
1000
1000
1000

sin
0,00769977
0,0140786
0,02133514
0,03210344

Grafik sin vs n
0.04
0.03

f(x) = 0.01x - 0
R = 0.98

0.03
0.02
0.02
0.01
0.01
0
0.5

1.5

2.5

3.5

4.5

Merujuk r-lab yang pada eksperimen ini laser yang digunakan mempunyai
= ( 650 10 ) nm, maka berdasarkan grafik sin vs n di atas didapatkan
persamaan,

y = 0,008x - 0,0013 yang membentuk pola


disesuaikan dengan persamaan
mm

y = mx + c

sin = (/d)n + c

dengan (/d) = 0,008

sehingga ,

d=

0,00065
=
0,008
0,008

d = 0,08125 mm

G.Analisis

Analisis Alat dan Percobaan


Pada praktikum OR 02 ini, praktikan tidak bisa secara langsung
mengetahui kondisi alat dan keadaan sekitar pada percobaan OR 02 ini
karena praktikum bersifat remote laboratory (r-lab) sehingga praktikan
hanya dapat memperkirakan kondisi yang real yang mungkin terjadi.
Pada kondisi ideal, seharusnya pengukuran posisi n dari terang
pusat, baik pengukuran pada n kanan maupun n kiri, memiliki jarak yang
sama dengan intensitas yang sama pula. Sedangkan data pada percobaan
tidak menunjukkan perilaku tepat seperti itu, hal ini dapat disebabkan
karena

kesalahan

pengamatan

titik

pusat

amat

cahaya

yang

menyebabkan akurasi pengukuran tidak tepat sempurna.


Percobaan ini juga akan maksimal pada ruangan yang memiliki
intensitas cahaya luar (cahaya matahari, lampu, dll) yang sangat kecil.
Kesalahan-kesalahan lain yang praktikan tidak bisa mengetahui langsung
juga mungkin terjadi, seperti pemasangan alat yang belum sempurna dan
ketepatan penempatan alat-alat percobaan.

Analisis Data dan Hasil


Data pada praktikum OR 07 relatif sangat banyak, tapi pengambilan
data yang mencapai 2451 data tersebut tidak dilakukan secara manual,
data langsung muncul setelah melakukan percobaan sesuai prosedur r-lab
OR 07. Data percobaan ini membentuk pola gelap-terang karena sifat
difraksi cahaya yang menyebakan terjadinya interferensi, dengan terang
pusat yang memiliki intensitas cahaya (I) terbesar. Di samping kanan
maupun kiri terang pusat akan membentuk pola terang gelap dengan
mengansumsikan gelap pertama yang terbentuk merupakan n=1 dan
begitu juga untuk n=2 dan seterusnya.

Penentuan n menggunakan interferensi minimum bertujuan untuk


mempermudah kalkulasi matematik untuk mendapatkan besar d, juga
untuk mempermudah interpretasi grafik sin vs n. Jadi kreativitas cukup
diperlukan untuk penyelesaian masalah pada percobaan ini, dibantu juga
dengan panduan pada pendahuluan bagian tugas dan evaluasi. Sehingga
sistematika percobaan cukup jelas.
Pada percobaan OR 07 ini praktikan mengansumsikan bahwa L =
1000 mm. Asumsi ini dilakukan karena tidak adanya data maupun
informasi mengenai L. Besar L = 1000 mm diasumsikan karena pada
umumnya percobaan serupa dilkukan dengan L = 1000 mm dan jika
percobaan bersifat manual, kemungkinan besar praktikan juga akan
menggunakan L = 1000 mm.

Analisis Grafik
Grafik I vs x merepresentasikan pola interferensi yang terjadi akibat
difraksi cahaya yang terjadi. Grafik tersebut sebenarnya akan membentuk
gelombang dengan gelombang yang memiliki puncak tertinggi terdapat di
tengah grafik. Akan tetapi gelombang pada grafik I vs x yang ditampilkan
pada pengolahan data tersebut tidak menunjukkan demikian karena
jumlah data yang relative sangat banyak tersebut ditumpuk pada sebuah
grafik yang berukuran relative kecil untuk data hasil percobaan yang
sebanyak itu. Pola gelombang pada grafik baru akan terlihat dengan jelas
jika ukuran grafik I vs x lebih dibesarkan lagi.
Grafik sin vs n merepresentasikan
persamaan garis

pola linear yang sesuai dengan

y = mx c , dimana grafik bersifat monoton naik.

Grafik ini hanya diwakili 4 data untuk n=1 hingga n=4, tapi walaupun hanya
diwakili 4 data grafik ini memiliki presisi yang relative bagus seperti yang
diperlihatkan nilai R2.
Dengan data panjang gelombang () sinar laser yang telah diketahui pada
percobaan, besar d bisa didapatkan dengan grafik linear tersebut yang mana
gradient (m) grafik tersebut adalah /d. Dengan begitu besar nilai d diperoleh.

H.Kesimpulan
Lebar celah yang diperoleh dari pengukuran dengan metode difraksi
adalah d = 0,08125 mm.

I. Daftar Pustaka
Giancoli, D.C.; Physics for Scientists & Engeeners, Third Edition,
Prentice Hall, NJ, 2000.
Halliday, Resnick, Walker; Fundamentals of Physics, 7th Edition,
Extended Edition, John Wiley & Sons, Inc., NJ, 2005.