Anda di halaman 1dari 90

UNIVERSITAS INDONESIA

PENGARUH SENAM HAMIL YOGA SELAMA


KEHAMILAN TERHADAP KESIAPAN FISIK DAN
PSIKOLOGIS DALAM MENGHADAPI PERSALINAN
PADA IBU HAMIL TRIMESTER III
DI RSIA LIMIJATI BANDUNG

Tesis

ELI RUSMITA
(0906594942)

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN


PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN MATERNITAS
DEPOK
JULI 2011

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

UNIVERSITAS INDONESIA

PENGARUH SENAM HAMIL YOGA SELAMA


KEHAMILAN TERHADAP KESIAPAN FISIK DAN
PSIKOLOGIS DALAM MENGHADAPI PERSALINAN
PADA IBU HAMIL TRIMESTER III
DI RSIA LIMIJATI BANDUNG

Tesis

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Keperawatan

ELI RUSMITA
(0906594942)

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN


PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN MATERNITAS
DEPOK
JULI 2011

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI


TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Sebagai sivitas akademik Universitas Indonesia, saya yang bertanda tangan di


bawah ini:
Nama

: Eli Rusmita

NPM

: 0906594942

Program Studi : Magister Keperawatan Maternitas


Departemen

: Pascasarjana

Fakultas

: Ilmu Keperawatan

Jenis Karya

: Tesis

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada


Universitas Indonesia Hak Bebas Royalti Noneksklusif (Non-exclusive RoyaltyFree Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul:
Pengaruh senam hamil yoga selama kehamilan terhadap kesiapan fisik dan
psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di Rumah
Sakit Ibu dan Anak Limijati Bandung.

Beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Dengan Hak Bebas Royalti
Nonekslusif

ini

Universitas

Indonesia

berhak

menyimpan,

mengalihmedia/formatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database),


merawat, dan mempublikasikan tugas akhir saya selama tetap mencantumkan
nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di

: Depok

Pada tanggal : 5 Juli 201


Yang menyatakan

(Eli Rusmita)

Universitas Indonesia
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS

Tesis ini adalah hasil karya saya sendiri, dan semua sumber baik yang dikutip
maupun dirujuk telah saya nyatakan dengan benar.

Nama

: Eli Rusmita

NPM

: 0906594942

Tanda tangan

Tanggal

: 5 Juli 2011

iii
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya
sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian pada tesis yang berjudul:
Pengaruh senam hamil yoga selama kehamilan terhadap kesiapan fisik dan
psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di Rumah
Sakit Ibu dan Anak Limijati Bandung.

Penelitian ini diajukan untuk memenuhi syarat mencapai gelar Magister


Keperawatan di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Penulis
menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan hasil tesis ini mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak, untuk itu dengan segala kerendahan hati perkenankan
penulis menyanpaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Dr. Dewi Irawati, S.Kp., M.App.Sc, selaku Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan
Universitas Indonesia.
2. Yetti Yuni Nursasi, MN, Selaku ketua program studi Magister Keperawatan
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.
3. Krisna Yetti, S.Kp., M.App.Sc, Selaku Koordinator Mata Ajar Tesis di
Program Magister Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas
Indonesia.
4. Dra. Setyowati, S.Kp., M.App.Sc.,PhD, selaku pembimbing I yang dengan
penuh kesabaran dan perhatian memberikan masukan kepada penulis.

Universitas Indonesia
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

5. Ir. Yusron Nasution, MKN, selaku pembimbing II yang telah memberikan


pengarahan dan bimbingan kepada penulis.
6. Dr. Kingki, SpOG, dr. widyo, Manajer keperawatan dan Ka Klinik jalan RSIA
Limijati Bandung serta mba catur, dewi, bu wati dan lilis yang telah
membantu peneliti memberikan ijin dan membantu dalam penelitian.
7. Yang tercinta orang tua dan keluarga besarku yang selalu memberikan
dukungan baik materil dan moril demi kelancaran selama mengikuti studi ini.
7. Drs. H. Budiman Z, M.M., Marsekal Pertama TNI, selaku direktur Politeknik
Kesehatan TNI-AU Ciumbuleuit Bandung dan KBPK yang telah memberikan
dukungan demi kelancaran selama mengikuti studi ini.
8. Rekan-rekan Program Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Keperawatan angkatan
2009 dan yang tersayang rekan-rekan Kekhususan Keperawatan Maternitas
Universitas Indonesia angkatan 2009 yang telah memberikan semangat dan
masukan kepada penulis selama studi.

Akhirnya, semoga bantuan yang telah diberikan dicatat sebagai amal baik oleh
Allah SWT, dan semoga tesis ini bermanfaat untuk perkembangan Ilmu
Keperawatan.

Depok, Juli 2011


Penulis

Universitas Indonesia
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

ABSTRAK

Nama
:Eli Rusmita
Program Studi :Magister Ilmu Keperawatan Kekhususan Keperawatan Maternitas
Judul
:Pengaruh Senam Hamil Yoga Selama Kehamilan Terhadap Kesiapan
Fisik Dan Psikologis Dalam Menghadapi Persalinan Pada Ibu Hamil
Trimester III Di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Limijati Bandung.

Kehamilan trimester III menimbulkan ketidaknyamanan akibat terjadinya perubahan


fisik dan psikologis. Perawat maternitas dapat memberikan asuhan keperawatan
dengan melakukan senam hamil yoga selama kehamilan yang membantu untuk
mempersiapkan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Penelitian ini mempelajari
pengaruh senam hamil yoga selama kehamilan terhadap kesiapan fisik dan psikologis
dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Ibu dan
Anak Limijati Bandung. Desain penelitian kohort retrospective study dengan
purposive sampling dan 96 sampel. Mengunakan chi square yang menunjukkan hasil
yang signifikan (p=0,014). Hasil penelitian dapat memperkuat asuhan keperawatan
ibu hamil. Rekomendasi penelitian terkait manfaat senam hamil yoga dalam
kehamilan.

Kata kunci: Senam hamil yoga, ibu hamil trimester III, kesiapan fisik dan psikologis
Kepustakaan 47 literatur

v
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

ABSTRACT

Name
Study Program
Title

: Eli Rusmita
: Master in nursing program Maternity nursing
: The effect of yoga exercise during pregnancy to physical and psychological
readiness in facing labor on third trimester in Mother and Child Limijati
Hospital Bandung.

The third trimester causes discomfort to physical and psychological changes. Maternity nurse
may provide nursing care by deliver yoga pregnancy exercise in order to help the mother to be
well prepared facing the labor. This research studied the effect of yoga exercise during
pregnancy to physical and psychological readiness in facing labor on third trimester in mother
and child Limijati Hospital Bandung. Retrospective cohort study design with purposive sampling
and 96 participants. Chi-square results showed a significant result (p=0,014). The results could
strengthen the nursing care of pregnant woman. The research recommend that yoga exercise has
a benefits to pregnant woman.
Key words: pregnancy yoga exercise, third trimester pregnant women, physical and
psychological readiness
47 literatures

vi
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

DAFTAR ISI

Hal
HALAMAN JUDUL..

LEMBAR PERSETUJUAN

ii

LEMBAR ORIGINALITAS...

iv

ABSTRAK..

KATA PENGANTAR

vii

DAFTAR ISI..

ix

DAFTAR TABEL..

xi

DAFTAR BAGAN.

xii

DAFTAR LAMPIRAN...

xiii

BAB 1: PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah.

1.3 Tujuan.

1.4 Manfaat Penelitian..

BAB 2: TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Kehamilan...
2.2 Program-program

Penkes

Untuk

Persiapan

Persalinan...

17

2.3 Latihan Senam Hamil Yoga..

20

2.4 Peran Perawat Maternitas dalam

PenKes Untuk

Persiapan Persalinan....

25

2.5 Kerangka Teori.

27

BAB 3: KERANGKA KONSEP, HIPOTESIS DAN DEFINISI


3.1 Kerangka Konsep...

28

3.2 Hipotesis.

29

3.3 Definisi Operasional..

30

x
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

BAB 4 : METODE PENELITIAN


4.1 Desain Penelitian

33

4.2 Populasi Dan Sampel.

33

4.3 Tempat Penelitian..

35

4.4 Waktu Penelitian

35

4.5 EtikaPenelitian

36

4.6 Alat Pengumpulan Data..

37

4.7 Prosedur Pengumpulan Data.

38

4.8 Validitas dan Reliabilitas

39

4.9 Analisis Data..

40

BAB 5 : HASIL PENELITIAN


5.1 Uji Homogenitas.

43

5.2 Analisis Bivariat.

46

BAB 6 : PEMBAHASAN
6.1 Interpretasi dan Diskusi Hasil..

51

6.2 Keterbatasan Penelitian.

58

6.3 Implikasi Untuk Bidang Keperawatan.

59

BAB 7 : KESIMPILAN DAN SARAN


7.1 Kesimpulan.......

61

7.2 Saran..

61

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

x
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Masalah kematian dan kesakitan ibu di Indonesia masih merupakan masalah
besar. Namun dengan berbagai upaya yang berkesinambungan dan kerja keras
bersama, angka kematian ibu (AKI) mengalami penurunan yang cukup bermakna.
Salah satu upaya yang telah dilakukan sesuai dengan target Millenium
Development Goals (MDGs) pada tujuan ke-5 yaitu meningkatkan kesehatan ibu
dimana target yang akan dicapai sampai tahun 2015 adalah mengurangi sampai
3/4 resiko jumlah kematian ibu. Berdasarkan data Survei Demografi dan
Kesehatan Indonesia (SDKI) dari waktu ke waktu menunjukkan penurunan. AKI
di Indonesia telah menurun dari 307 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2003
menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (Depkes, 2009).

Perkembangan tersebut cukup menggembirakan walaupun masih menghadapi


beberapa kenyataan yang cukup memprihatinkan dimana AKI di Indonesia masih
yang tertinggi di wilayah Asia Tenggara. Penurunan AKI di Indonesia termasuk
lambat bila dibandingkan dengan Thailand yang berhasil menurunkan AKI dari
400 per 100.000 kelahiran hidup menjadi 80 per 100.000 kelahiran hidup dalam
kurun waktu 24 tahun. Sedangkan target MDGs pada tahun 2015 yaitu AKI turun
menjadi

112

per

100.000

kelahiran

hidup

(Kementrian

perencenaan

pembangunan nasional, 2010).

Hal tersebut terjadi pula di derah Jawa Barat yang terlihat masih tingginya AKI
berdasarkan data yang tercatat oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana
Nasional (BKKBN) propinsi Jawa Barat tahun 2011, yaitu dari 100.000
penduduk Jawa Barat tercatat 288 ibu yang melahirkan meninggal dunia dan AKI
di kota Bandung tahun 2009 sebesar 25 kematian yang terjadi pada masa
kehamilan sebesar 7 orang, saat persalinan sebesar 8 orang dan masa nifas 10
orang.

Penyebab kematian ibu tersebut karena kehamilan atau persalinan yang


disebabkan oleh aspek medis, sosial, budaya dan agama. Salah satu aspek medis
Universitas Indonesia
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

tersebut yaitu persalinan dengan komplikasi. Komplikasi dalam kehamilan seperti


kehamilan ektopik, hyperemisis gravidarum, abortus, eklampsia, plasenta previa
yang sangat mengancam nyawa ibu hamil. Dalam mengatasi penyebab masalah
tersebut diperlukan pendekatan yang berkualitas yang di mulai sejak perencanaan
kehamilan dan selama masa kehamilan.

Selama masa kehamilan ibu hamil mengalami perubahan fisik dan psikologis
yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan terutama pada trimester III seperti
dispnea, insomnia, gingivitis dan epulsi, sering buang air kecil, tekanan dan
tidaknyamanan pada perineum, nyeri punggung, konstipasi, varises, mudah lelah,
kontraksi braxton hicks, kram kaki, edema pergelangan kaki (non pitting) dan
perubahan mood serta peningkatan kecemasan (Bobak, Lowdermilk & Jensen,
2004; Perry, et al, 2010).

Pada umumnya wanita yang sedang hamil takut menghadapi proses persalinan
karena rasa sakit yang menimbulkan rasa takut dan cemas. Hal ini dapat
menimbulkan ketegangan jiwa dan fisik yang akan mengakibatkan kakunya otototot dan persendian yang tidak wajar. Stres atau kecemasan tersebut terkait
dengan berbagai hasil kehamilan, rasa sakit dan keluhan somatik lain yang sering
terjadi dengan gangguan mood pada ibu hamil. Menurut hasil penelitian sekitar
70% dari ibu hamil mengalami sakit pinggang Low Back Pain (LBP) yang
mungkin dimulai sejak awal trimester, puncak kejadian LBP terjadi pada
trimester II dan III kehamilan, dan intensitas nyeri memburuk dengan kehamilan
berisiko (Amy, et al. 2009).

Gangguan psikologis pada ibu hamil juga dapat berpengaruh buruk terhadap
perkembangan janin. Pada ibu hamil yang mengalami stress yang
berkepanjangan dapat menimbulkan hambatan perkembangan pada janin
termasuk gangguan emosi setelah kelahiran, bila stress pada ibu tidak
tertangani dengan baik meskipun dengan asupan nutrisi yang baik. Gangguan
psikologis tersebut dapat meningkatkan resiko terjadinya komplikasi dalam
persalinan sehingga diperlukan pencegahan dengan beberapa metode untuk
meringankan dan mempersiapkan ibu dalam menjaga kehamilan dan proses

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

persalinannya. Pencegahan komplikasi persalinan bertujuan untuk membuat


ibu dan bayi baru lahir dapat memperoleh derajat kesehatan yang tinggi dan
terhindar berbagai ancaman atau fungsi reproduksi.

Tujuan tersebut dapat dicapai melalui kemitraan lintas program dan sektor,
pemerintah dan masyarakat, serta publik dan swasta untuk memobilisasi
potensi dan sumberdaya kesehatan yang ada, upaya pemberdayaan keluarga
terutama tentang budaya hidup sehat dan mengenali tanda-tanda bahaya
kehamilan dan persalinan, serta peran dan kepedulian masyarakat dalam
pendanaan persalinan, merujuk tepat waktu, penyediaan sarana transportasi,
dan utilisasi fasilitas kesehatan yang mampu menangani komplikasi secara
adekuat dan tuntas (Depkes, 2010).

Pelayanan kesehatan tersebut dapat diberikan oleh perawat maternitas yang


berperan sebagai advokat dan pendidik bagi ibu hamil dan keluarga yang
mempunyai tanggung jawab untuk memfasilitasi klien dalam memperoleh
informasi terkait perawatan kehamilan dan persalinan. Informasi yang
diberikan dalam bentuk pendidikan kesehatan yang bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan klien dalam mempersiapkan kesiapan ibu baik
fisik maupun psikologis dalam menghadapi persalinan. Kegiatan tersebut
termasuk dalam standar praktek keperawatan yang merupakan bentuk
tanggung jawab perawat terhadap ibu hamil dan klien.

Salah satu intervensi keperawatan yang dilakukan adalah latihan fisik, sebab
berpengaruh positif terhadap janin, kehamilan, berat lahir, dan kesehatan
maternal serta mengurangi komplikasi persalinan seperti persalinan yang lama
dan menurunkan tingkat nyeri. Alternatif terapi yang dibutuhkan dalam
kehamilan menurut Perry, et al. (2010) adalah pemijatan dan terapi energi
seperti massage, acupressure, therapeutic touch dan healing touch dan mindbody healing seperti imagery, meditasi/yoga, berdoa, refleksi, biofeedback.

Latihan fisik yang dapat dilakukan selama masa kehamilan salah satunya
adalah senam hamil. Senam hamil memiliki beberapa metode latihan salah

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

satunya adalah dengan pendekatan metode latihan yoga yang sangat baik
untuk ibu hamil sebab dapat meringankan pegal-pegal dan meredam emosi
yang tidak stabil (Krisnadi, 2010).

Berlatih senam hamil yoga pada masa ini merupakan salah satu solusi self help
yang menunjang proses kehamilan, kelahiran dan bahkan pengasuhan anak
yang dapat dilakukan dalam kelas antenatal, yang merupakan sarana untuk
belajar kelompok tentang kesehatan ibu hamil, dalam bentuk tatap muka yang
bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai kehamilan,
persalinan, perawatan nifas dan perawatan bayi baru lahir (Depkes, 2010).

Kelas antenatal ini mengarahkan dan memantau latihan secara professional


sehingga setiap ibu hamil yang melakukan latihan dapat terpantau dengan
baik. Dalam kelas antenatal ini latihan senam hamil yoga dipimpin oleh
instruktur yang berpengalaman dengan gerakan-gerakan yang sangat
bermanfaat selama kehamilan dan proses kelahiran serta kesehatan anak.
Senam hamil yoga bagi kehamilan memfokuskan perhatian pada ritme nafas,
mengutamakan kenyamanan serta keamanan dalam berlatih sehingga
memberikan banyak manfaat (Krisnandi, 2010).

Yoga adalah sejenis olah tubuh, pikiran dan mental yang sangat membantu ibu
hamil melenturkan persendian dan menenangkan pikiran terutama dalam
trimester III. Senam hamil yoga memiliki lima cara yaitu latihan fisik yoga,
pernafasan (pranayama), positions (mudra), meditasi dan deep relaksasi yang
dapat digunakan untuk mendapatkan manfaat selama kehamilan yang dapat
membantu kelancaran dalam kehamilan dan kelahiran anak secara alami dan
dapat membantu dalam memastikan bayi yang sehat (Indiarti, 2009).

Senam hamil yoga selama kehamilan dapat meningkatkan berat lahir dan
mengurangi kejadian prematur dan komplikasi persalinan menurut Narendran
(2009) dari Vivekananda Yoga Research Foundation di Bangalore, dan
rekannya mempelajari 169 ibu hamil yang dilatih dalam pendekatan
terintegrasi untuk yoga dan dalam 166 kelompok kontrol yang menerima

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

perawatan kehamilan secara rutin dengan memberikan pelatihan yoga


termasuk latihan berbagai teknik postur ("asana"), relaksasi, latihan
pernapasan dalam ("pranayama"), dan meditasi, yang dilakukan selama 1 jam
setiap hari. 14% kelahiran yang prematur pada kelompok yoga dibandingkan
dengan 29% kelompok kontrol. Selain itu dalam suatu hasil penelitian
menunjukkan bahwa yoga dan meditasi dapat mengurangi stress psikologis
dan cedera fisik selama masa kehamilan dan persalinan, termasuk kecemasan
dan rasa sakit (Rosenzweig, et al. 2003; Williams, et al. 2001; Michalsen,
2005; Woolery, et al. 2004; Williams, et al. 2005 dalam Amy, et al. 2009;
Susan, Justine, and David, 2008).

Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang penulis lakukan di daerah Bandung


dan sekitarnya kelas prenatal yang di kelola secara professional hanya terdapat
di beberapa rumah sakit dalam upaya mempersiapkan persalinan dengan
memberikan pengetahuan dan latihan seperti senam hamil dengan pendekatan
senam hamil yoga. Senam hamil yoga dapat dilakukan di rumah sakit ibu dan
anak atau rumah bersalin, sanggar atau studio senam dan dirumah. Rumah
sakit ibu dan anak Limijati Bandung adalah salah satu rumah sakit swasta yang
memiliki kelas prenatal dan program senam hamil yoga.

Pada saat studi pendahuluan di rumah sakit ibu dan anak Limijati Bandung
terdapat tiga orang ibu hamil trimester III yang mengikuti senam hamil yoga
secara teratur menurut program yaitu dua kali dalam satu minggu dan
keseluruhan ibu tersebut mengatakan senam hamil yoga bermanfaat dalam
mengatasi keluhan yang dirasakan selama hamil seperti pegal-pegal, cemas
dan sulit tidur sehingga dirasakan lebih rileks. Namun program ini kurang
diminati oleh ibu-ibu hamil dengan terlihat sedikitnya ibu-ibu hamil yang
terdaftar dan mengikuti program antenatal ini.

Sedangkan manfaat dari senam hamil yoga secara teratur dari berbagai
penelitian yang didapat sangat membantu dalam menjaga kesehatan dan
kelancaran proses persalinan dan nifas sebab senam hamil yoga akan membuat
tubuh menjadi lentur terutama pada otot-otot jalan lahir. Kelenturan otot ini

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

sangat diperlukan karena saat menghadapi persalinan ibu biasanya dilanda


kecemasan dan panik. Selanjutnya, keadaan ini membuat otot menjadi tegang,
menurut Bobak, Jensen & Lowdermilk (2005), beberapa ibu hamil mengalami
ketakutan dalam proses persalinan dan merasa ketidaknyamanan menghadapi
hari-hari menjelang persalinan dan ibu sudah mulai menyiapkan pakaian, dan
tempat untuk bayi serta merencanakan tempat perawatanya.

Berdasarkan fenomena tersebut penulis ingin mengetahui lebih mendalam


tentang pengaruh senam hamil yoga selama kehamilan terhadap kesiapan fisik
dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di
Bandung.

1.2 Rumusan masalah


Berdasarkan data dari beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa selama masa
kehamilan trimester III ibu hamil mengalami ketidaknyamanan seperti Dispnea,
insomnia, gingivitis dan epulsi, sering buang air kecil, tekanan dan
tidaknyamanan pada perineum, nyeri punggung, konstipasi, varises, mudah lelah,
kontraksi braxton hicks, kram kaki (Bobak, Lowdermilk, Jensen, 2004).

Selama trimester III bila seorang ibu hamil mengalami kecemasan dan nyeri yang
ekstrim dapat berdampak buruk terhadap ibu dan janin sehingga di perlukan
berbagai upaya untuk mencegah hal tersebut seperti senam hamil yoga. Senam
hamil yoga bermanfaat meningkatkan aliran darah dan nutrisi janin secara
adequat serta berpengaruh juga pada organ reproduksi dan panggul ibu untuk
mempersiapkan kelahiran anak secara alami (Chopra & Simon, 2004; Stoppard,
2008; Siska, 2009).

Selain itu senam hamil yoga selama hamil dapat meringankan edema dan kram
yang sering terjadi pada bulan-bulan terakhir kehamilan, membantu posisi bayi
dan

pergerakan,

meningkatkan

sistem

pencernaan

dan

nafsu

makan,

meningkatkan energi dan memperlambat metabolisme untuk memulihkan


ketenangan dan fokus, mengurangi rasa mual, morning sickness dan suasana hati,
meredakan ketegangan di sekitar leher rahim dan jalan lahir, berfokus pada
membuka pelvis untuk mempermudah kelahiran, membantu dalam perawatan

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

pasca kelahiran dengan mempercepat proses involusi uteri, perut dan dasar
panggul, membantu mengurangi ketegangan dan ketidaknyamanan payudara
(Chopra & Simon, 2004; Stoppard, 2008; Siska, 2009).

Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan karakteristik bahaya psikologis


selama kehamilan yang termasuk kecemasan, gangguan konsentrasi, penurunan
fungsi kekebalan, mekanisme koping yang rendah, ketegangan otot, dan keluhan
somatik. Selama kehamilan, stres telah dikaitkan dengan penggunaan alkohol,
merokok, cuti sakit yang lama (Amy, et al. 2009).

Berdasarkan hal tersebut, maka rumusan pertanyaan penelitian pada studi ini
adalah Bagaimana pengaruh senam hamil yoga selama kehamilan terhadap
kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil
trimester III di Rumah Sakit Ibu dan Anak Limijati Bandung?

1.3 Tujuan penelitian


1.3.1 Tujuan umum
Tujuan umum dari penelitian ini adalah diidentifikasinya pengaruh senam
hamil yoga selama kehamilan terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam
menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Ibu dan
Anak Limijati Bandung.

1.3.2 Tujuan khusus


1.3.2.1 Diidentifikasinya gambaran umur, paritas, pendidikan dan pekerjaan pada ibu
hamil trimester III di Rumah Sakit Ibu dan Anak Limijati Bandung.
1.3.2.2 Diidentifikasinya gambara kesiapan fisik dan psikologis pada ibu hamil
trimester III di Rumah Sakit Ibu dan Anak Limijati Bandung
1.3.2.3 Diidentifikasinya hubungan antara karakteristik umur, paritas, pendidikan dan
pekerjaan terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi
persalinan pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Ibu dan Anak Limijati
Bandung.
1.3.2.4 Diidentifikasinya hubungan antara senam hamil yoga terhadap kesiapan fisik
dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di
Rumah Sakit Ibu dan Anak Limijati Bandung.

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

1.4 Manfaat penelitian


Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat dalam
pengembangan pelayanan keperawatan maternitas. Manfaat penelitian ini
meliputi:
1.4.1.1 Masyarakat
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran pengaruh senam
hamil yoga selama kehamilan terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam
menghadapi persalinan pada bu hamil trimester III di Rumah Sakit Ibu dan
Anak Limijati Bandung.
1.4.1.2 Institusi pelayanan keperawatan
Hasil penelitian ini, diharapkan ini dapat memberikan gambaran tentang
pengaruh senam hamil yoga selama kehamilan terhadap kesiapan fisik dan
psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III sehingga
dapat dijadikan acuan dalam merencanakan asuhan keperawatan yang akan
diberikan kepada klien selama kehamilan.
1.4.1.3 Perkembangan riset keperawatan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan dasar pengembangan riset
keperawatan selanjutnya.

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini diuraikan beberapa konsep dan teori, hasil penelitian terkait dengan
penelitian tentang senam hamil yoga selama kehamilan
2.1 Kehamilan
2.1.1 Definisi
Seseorang perempuan dikatakan hamil secara normal apabila di dalam
rahimnya bertumbuh kembang manusia baru, kehamilan dapat pula terjadi di
luar rahim (kehamilan diluar kandungan atau kehamilan ektopik) dan pada
kondisi yang sangat jarang terjadi dapat bertahan hingga cukup besar
(Progestian, 2010).

Kehamilan adalah proses pertumbuhan dan perkembangan janin dalam


kandungan sejak konsepsi sampai umur 40 minggu (kelahiran) (Winkjosastro,
2005). Kehamilan merupakan peristiwa normal dalam siklus kehidupan
perempuan dan seringkali mengganggap bahwa kehamilan sebagai simbol
dari feminitas seorang perempuan. Kehamilan merupakan suatu peristiwa
yang penting dalam kehidupan seorang perempuan dan keluarganya.
Kehamilan melibatkan seluruh anggota keluarga karena konsepsi merupakan
awal bukan saja bagi janin yang sedang berkembang tetapi juga bagi keluarga
yaitu dengan hadirnya seorang anggota keluarga baru dan terjadinya
perubahan-perubahan

hubungan

dalam

keluarga

(Bobak,

Jensen

&

Lowdermilk, 2004).

2.1.2 Periode kehamilan


Kehamilan terbagi menjadi 3 periode yang disebut trimester I pada minggu 113, dimana pada masa ini merupakan masa perkembangan dan pembentukan
organ. Trimester II pada minggu 14-26 yang merupakan tahap perkembangan
dan pertumbuhan lanjutan dan trimester III pada minggu 28 sampai dengan
persalinan (38-40 minggu) yang merupakan masa tumbuh kembang dan
persiapan kelahiran karena pada awal masa ini janin telah dapat hidup di

Universitas Indonesia
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

dunia luar dengan atau tanpa bantuan medis (Ferry, et al. 2010; Perry, et al.
2010).

2.1.3 Perubahan sistem tubuh selama masa kehamilan


Pada masa kehamilan terjadi perubahan pada tubuh yang dapat menimbulkan
ketidaknyamanan

pada

ibu

hamil.

Kebanyakan

dari

perasaan

ketidaknyamanan tersebut berhubungan dengan perubahan anatomi dan


fisiologis yang berhubungan dengan aspek emosi dalam masa kehamilan
(Walsh, 2008).

Sistem tubuh yang mengalami banyak perubahan adalah sistem reproduksi.


Sedangkan perubahan psikologis yang terjadi pada ibu hamil diawali disaat
seorang wanita mengetahui bahwa dirinya telah hamil. Pada periode ini ibu
hamil merasakan kegembiraan tertentu karena telah menyesuaikan diri
dengan rencana pembentukan hidup baru. Akan tetapi tidak semua ibu hamil
mengalami perasaan yang sama, ada beberapa ibu yang mengalami
ketidaknyamanan sampai syok. Hal ini terjadi terutama pada ibu hamil yang
kurang siap dalam menghadapi masa-masa kritis dalam masa kehamilan
(Bobak, Jensen & Lowdermilk, 2005).

Kehamilan merupakan masa transisi bagi wanita, karena terdapat banyak


perubahan-perubahan yang terjadi baik fisik maupun psikologis (Bobak,
2004).
2.1.3.1 Sistem reproduksi dan payudara
Pembesaran uterus pada awal kehamilan disebabkan oleh pengaruh hormon
estrogen dan progesteron. Pada wanita yang tidak hamil uterus merupakan
organ padat dan saat kehamilan uterus berubah menjadi suatu rongga
berdinding otot yang relatif tipis. Minggu pertama kehamilan bentuk uterus
seperti buah pir dan berangsur-angsur menjadi ovoid pada bulan ke-3. Pada
trimester I ibu mulai merasakan kontraksi-kontraksi yang tidak teratur dan
biasanya tidak terasa sakit. Serviks mengalami perubahan warna menjadi
kebiruan dan pelunakan pada serviks merupakan tanda fisik dini kehamilan
(goodle sign) yang diakibatkan peningkatan vaskularisasi.

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Vagina dan vulva mengalami peningkatan vaskularisasi dan hyperemia pada


otot-otot vulva menyebabkan kebiruan pada vagina (chadwick sign).
Peningkatan ketebalan mukosa, hipertropi otot-otot polos mengakibatkan
bertambah panjangnya dinding vagina. Ph vagina bersifat asam berkisar
antara 3-5,6.

Payudara terasa nyeri dan sakit karena bertambah besar akibat hipertropi
alveoli mammae. Putting menjadi jauh lebih besar dan terlihat adanya
hyperpigmentasi karena terjadi peningkatan hormon kehamilan yang
menimbulkan pelebaran pembuluh darah dan untuk mempersiapkan
pemberian nutrisi pada jaringan payudara sebagai persiapan menyusui.
Putting dan sekitarnya semakin berwarna gelap dan besar. Bintik-bintik kecil
timbul disekitar putting sebagai kelenjar kulit akibat perubahan hormon
selama kehamilan.

2.1.3.2 Sistem kardiovaskuler


Penurunan darah arterial, tahanan vaskuler dan peningkatan metabolisme
darah mempengaruhi cardiac output. Keluhan pusing yang sering terjadi
selama kehamilan trimester II, karena rahim membesar dapat menekan
pembuluh darah besar sehingga menyebabkan tekanan darah menurun dan
tampak sedikit pembengkakan pada wajah dan terutama terlihat pada kaki
bagian bawah dan pergelangan kaki.

Varises akibat peningkatan volume darah dan alirannya selama kehamilan


dapat menekan daerah panggul dan vena di kaki yang mengakibatkan vena
menonjol dan dapat juga terjadi di daerah vulva vagina. Pada akhir
kehamilan, kepala bayi dapat menekan vena daerah panggul yang dapat
memperburuk varises. Kram pada kaki timbul karena sirkulasi darah yang
menurun, atau karena kekurangan kalsium.

2.1.3.3 Sistem respirasi


Sistem respirasi tidak terganggu oleh kehamilan, meskipun frekuensi
pernafasan mengalami peningkatan untuk metabolisme. Tetapi tidak
mempengaruhi compliance paru. Perubahan hormonal yang mempengaruhi

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

aliran darah ke paru-paru pada kehamilan 33-36 minggu beberapa ibu hamil
merasa susah bernapas.

Hal ini didukung oleh adanya tekanan rahim yang membesar yang berada di
bawah diafragma. Setelah kepala bayi turun kerongga panggul biasanya 2-3
minggu sebelum persalinan pada ibu yang baru pertama kali hamil akan
merasakan lega dan bernapas lebih mudah, dan rasa panas diperut biasanya
juga ikut hilang, karena berkurangnya tekanan bagian tubuh bayi dibawah
diafragma.

2.1.3.4 Sistem perkemihan


Ginjal sedikit lebih besar selama kehamilan dan akan mengalami peningkatan
kecepatan filtrasi glomerulus. Penyebabnya belum diketahui, keluhan sering
buang air kecil yang terjadi pada awal kehamilan, dikarenakan rahim yang
membesar dan menekan kandung kencing yang dapat menghilang pada
trimester II dan dapat muncul kembali pada akhir kehamilan.

2.1.3.5 Sistem integumen


Timbulnya kloasma gravidarum merupakan keluhan yang sering terjadi sejak
akhir bulan kedua. Perubahan pigmen tersebut akibat melanocyt stimulating
hormone (MSH) yang merupakan perangsangan estrogen dan progesteron.
Perubahan kulit timbul pada trimester II dan III karena melanoscyt yang
menyebabkan warna kulit lebih gelap. Strecth mark terjadi karena peregangan
kulit yang berlebihan, biasanya pada paha atas dan payudara akibat
peregangan kulit ini dapat menimbulkan rasa gatal. Strecth mark tidak dapat
dicegah, tetapi dapat diobati setelah persalinan.

2.1.3.6 Sistem gastrointestinal


Tonus dan gerakan traktus gastrointestinal berkurang karena perpanjangan
waktu pengosongan lambung akibat pengaruh dari hormon progesteron.
Pyrosis (nyeri epigastrium) sangat lazim terjadi dalam kehamilan karena
refluk sekresi asam lambung ke esophagus. Gusi mengalami hyperemia dan
melunak sehingga mudah berdarah bila mengalami trauma ringan bahkan saat
menggosok gigi.

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Morning sickness, mual dan muntah. Hampir 50% ibu hamil mengalami mual
yang biasanya mual dimulai sejak awal kehamilan dan ada kalanya juga dapat
terjadi setiap saat. Mual ini biasanya dapat berakhir pada 14 mingggu
kehamilan dan pada beberapa kasus dapat berlanjut sampai kehamilan
trimester II dan III. Pola makan yang berubah, perasaan tegang dan depresi
yang dapat menyebabkan sakit kepala serta dapat juga terjadinya kram perut
saat trimester awal kehamilan, hal tersebut masih dapat dikatakan normal
karena adanya perubahan hormonal dan pertumbuhan serta pembesaran dari
rahim dimana otot dan ligamen yang merenggang untuk menyokong rahim
(Wylie, 2005).

Adanya rasa panas di perut karena meningkatnya tekanan akibat rahim yang
membesar dan juga pengaruh hormonal yang menyebabkan relaksasi otot
saluran cerna sehingga mendorong asam lambung kearah atas. Selain itu
sering timbul pula sakit perut bagian bawah pada kehamilan 18-24 minggu
seperti ditusuk atau tertarik ke satu atau dua sisi karena perenggangan
ligamentum dan otot untuk menahan rahim yang semakin membesar. Nyeri
ini hanya terjadi beberapa menit dan bersifat tidak menetap.

Pada trimester III, braxton-hicks atau kontraksi palsu ini berupa rasa sakit di
bagian perut yang ringan, tidak teratur, dan hilang bila ibu hamil duduk atau
istirahat. Sendawa dan buang angin sering juga timbul pada masa kehamilan
akibat adanya perenggangan usus selama kehamilan. Akibat dari hal tersebut
menyebabkan perut ibu hamil terasa kembung dan ketidaknyamanan.

Keluhan konstipasi sering juga dialami selama awal kehamilan dan akhir
semester III, karena tekanan rahim yang membesar kearah usus dan
peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan relaksasi otot sehingga
usus bekerja kurang efisien.

2.1.3.7 Sistem muskuloskeletal


Sikap tubuh lordosis merupakan keadaan yang khas karena kompensasi posisi
uterus yang membesar dan menggeser daya berat ke belakang lebih tampak
pada masa trimester III yang menyebabkan rasa sakit bagian tubuh belakang

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

karena meningkatnya beban berat dari bayi dalam kandungan yang dapat
memengaruhi postur tubuh. Bayi yang semakin membesar selama kehamilan
meningkatkan tekanan pada daerah kaki dan pergelangan kaki ibu hamil dan
dapat mengakibatkan edema pada tangan yang disebabkan oleh perubahan
hormonal akibat retensi cairan.

2.1.3.8 Sistem endokrin


Perubahan sistem endoktrin pada kehamilan meliputi Hormon chorionic
gonodotropin (HCG), progesteron, estrogen, prolaktin, oksitoksin, tiroksin,
insulin, kortisol dan aldostron (Wong & Perry, 2002). HCG, progestron dan
estrogen merupakan hormon yang paling berpengaruh untuk berlangsungnya
kehamilan. Sekresi hormon estrogen

menyebabkan pembesaran uterus.

Pembesaran payudara dan merelaksasikan ligamentum pelvis sehingga


menjadi lentur dan elastis. Perubahan ini dapat mempermudah janin melewati
jalan lahir.

2.1.4 Perubahan fisik trimester III kehamilan


Trimester III kehamilan dimulai dari usia hamil 25 minggu sampai dengan
kelahiran. Selama periode ini banyak hal-hal yang kurang nyaman sejak dari
trimester II kehamilan yang tetap berlanjut. Akibat pertumbuhan janin, maka
organ sekitarnya mendapat tekanan sehingga memperburuk keadaan serta
menimbulkan keluhan baru. Sementara itu ukuran janin dan posisinya
tekadang membuat ibu hamil merasa tidak nyaman dan susah tidur, ditambah
lagi dengan lelah akibat bertambahnya berat dan besarnya kehamilan sampai
dengan bayi dilahirkan.

Perubahan-perubahan yang sering ditemukan pada trimester III kehamilan


yaitu pembesaran perut sesuai dengan tuanya kehamilan, hearburn atau
disebut juga nyeri perut kiri atas sering dialami oleh ibu hamil akibat
pertumbuhan janin, rahim mendorong lambung. Bengkak atau edema akibat
tubuh menghasilkan dan menyimpan cairan tambahan selama hamil,
akibatnya banyak bumil yang mengalami bengkak, terutama di akhir
kehamilan. Bengkak sering timbul di kaki, tumit, dan wajah akibat dari
penekanan pembesaran uterus pada pembuluh vena mengakibatkan darah

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

balik dari bagian bawah tubuh. Jika pembengakakan terjadi dengan cepat
serta berlebihan ini mungkin merupakan tanda pre-eklampsia.

Pembesaran payudara diakhir kehamilan payudara semakin membesar guna


mempersiapkan proses menyusui. Nyeri dan sakit akibat lain dari pembesaran
rahim adalah nyeri di bagian perut, selangkangan dan paha. Tekanan kepala
bayi, penambahan berat badan, dan longgarnya sendi akibat hormon juga
dapat menyebabkan sakit pinggang dan tulang-tulang panggul.

Varises pembuluh vena diakibatkan adanya tekanan pembuluh vena besar


yang terletak dibelakang uterus, darah balik dari tubuh bagian bawah
terhambat dan menyebabkan peningkatan tekanan pembuluh vena, akibatnya
muncul varises. Vena membesar dan terasa nyeri. Lokasi tersering munculnya
adalah betis, paha dan vagina.

Hemoroid akibat adanya tekanan kepala terhadap vena di rektum. Konstipasi


berkontribusi dalam menimbulkan pecahnya hemorid sehingga menimbulkan
perdarahan. Susah bernafas yang sering dikeluhkan ibu hamil akibat
pembesaran uterus yang menghalangi pengembangan paru-paru secara
maksimal. Sehingga ibu hamil dianjurkan untuk manarik nafas dalam dan
lama. Keringat meningkat akibat peningkatan produksi keringat yang
disebabkan oleh meningkatnya metabolisme tubuh ibu hamil.

Stretch mark dan perubahan warna kulit yaitu adanya garis-garis parut
berwarna merah, pink atau keunguan atau kehitaman bisa muncul diperut,
paha, bokong da payudara dan adanya perubahan warna kulit yang menjadi
lebih gelap seperti daerah puting yang menghitam, adanya linea nigra.

2.1.5 Perubahan psikologis pada trimester III kehamilan


Perubahan psikologis pada trimester III kehamilan timbul akibat rasa
tidaknyamanan fisik, merasa dirinya jelek, aneh, dan tidak menarik, merasa
tidak menyenangkan ketika bayi tidak lahir tepat waktu, takut akan rasa sakit
dan bahaya fisik yang timbul pada saat melahirkan, khawatir akan
keselamatannya, khawatir bayi akan dilahirkan dalam keadaan tidak normal,

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

bermimpi yang mencerminkan perhatian dan kekhawatirannya, merasa sedih


karena akan terpisah dari bayinya, merasa kehilangan perhatian, perasaan
mudah terluka (sensitif), libido menurun. Rasa cemas dapat timbul akibat
kekhawatiran akan proses kelahiran yang aman untuk dirinya dan anaknya
(Bobak, Lowdermilk, Jensen, 2004).

Dari aspek emosional pada kehamilan umumnya seorang ibu mempunyai


perasaan ambivalen pada awal kehamilannya, perasaan tidak percaya diri,
serta perasaan stres dan cemas berhubungan dengan proses perubahan fisik
dan psikologis. Perubahan mood yang paling sering selama kehamilan yaitu
cemas dan depresi (Michalsen, et al. 2005). Beberapa perubahan psikologis
kehamilan bersifat mendasar bagi ibu hamil tentang dirinya dan persiapan
untuk aktivitas barunya sebagai seorang ibu dengan berbagai perubahan pada
tubuhnya (Walsh, 2008).

Ibu hamil pertama tidak jarang memiliki pikiran yang mengganggu, sebagai
pengembangan reaksi kecemasan terhadap cerita yang diperolehnya. semua
orang selalu mengatakan bahwa melahirkan itu sakit sekali. Oleh karena itu,
muncul ketakutan-ketakutan pada ibu hamil pertama yang belum memiliki
pengalaman bersalin. Adanya pikiran-pikiran seperti melahirkan yang akan
selalu diikuti dengan nyeri kemudian akan menyebabkan peningkatan kerja
sistem syaraf simpatetik.

Akibatnya, sistem syaraf otonom mengaktifkan kelenjar adrenal yang


mempengaruhi sistem pada hormon epinefrin. Hormon yang juga dikenal
sebagai hormon adrenalin ini memberi tenaga pada individu serta
mempersiapkan secara fisik dan psikis. Adanya peningkatan hormon
adrenalin dan noradrenalin atau epinefrin dan norepinefrin menimbulkan
disregulasi biokimia tubuh, sehingga muncul ketegangan fisik pada diri ibu
hamil. Dampak dari proses fisiologis ini dapat timbul pada perilaku seharihari. Ibu hamil menjadi mudah marah atau tersinggung, gelisah, tidak mampu
memusatkan perhatian, ragu-ragu, bahkan kemungkinan ingin lari dari
kenyataan hidup.

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Tingkat keberhasilan mengatasi krisis tersebut selama masa kehamilan


tergantung pada kemampuan ibu hamil dalam menerima realita kehamilan,
kemampuan menerima perubahan, keberhasilan atau kegagalan yang pernah
dialami

dalam

kehamilan

sebelumnya

dan

kemampuan

ibu untuk

mengunakan sumber-sumber dukungan yang ada, sebab ibu hamil lebih


banyak berfokus pada diri sendiri akibat perasaan ketidaknyamanan, perasaan
mual, muntah, letih dan adanya penurunan keinginan seksual (Bobak, Jensen
& Lowdermilk, 2005).

2.2

Program-program pendidikan kesehatan untuk persiapan persalinan


Pengetahuan ibu hamil, suami dan keluarga dapat ditingkatkan dengan
pemberian pendidikan perawatan ibu hamil selama masa kehamilan dan
dalam mempersiapkan persalinan, serta untuk menurunkan kecemasan dan
ketakutan ibu hamil dalam menghadapi persalinan (Lodewig, et al. 2002).

Perawat

memiliki

peran

penting

untuk

mengupayakan

metode

nonfarmakologi sesuai dengan kewenangan dalam membantu ibu beradaptasi


terhadap permasalah yang dirasakan selama masa kehamilan untuk
meningkatkan kesiapan menghadapi persalinan. Metode nonfarmakologi
dapat diberikan oleh perawat maternitas pada ibu dan pasanganya dalam
kelas-kelas persiapan untuk mengatasi rasa ketidaknyamanan selama masa
hamil dan persalinan. Perawat dapat mengajarkan berbagai bentuk metode
dalam upaya meringankan keluhan tanpa mempertimbangkan apakah ibu dan
pasanganya pernah mengikuti persiapan, pernah membaca buku atau majalah
tentang teknik tersebut (Bobak, Lowdermilk & Jensen, 2004).

Intervensi keperawatan yang dilakukan dalam mengatasi ketidaknyamanan


selama kehamilan dan persiapan persalinan melalui metode farmakologi dan
nonfarmakologi.

Metode

nonfarmakologi

untuk

menurunkan

ketidaknyamanan yang dapat dilakukan oleh perawat antara lain dengan


relaksasi, teknik pernafasan, fokus perhatian, latihan fisik, musik, dukungan
dan informasi, stimulasi cuteneus, massage, acupressure, acupunctur dan
TENS (transcutaneus electrical nerve stimulation) (Yerbi, 2000).

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

10

Beberapa metode lain yang bisa dilakukan antara lain metode dick-read,
metode lamase, metode breadley, effleurage dan tekanan sacrum, hidroterapi
jet, kompres hangat atau dingin, hypnosis, yoga, biofeedback, imagery,
visualisasi dan aromateraphi (Bobak, Lowdermilk & Jensen, 2004).
Sedangkan alternatif

terapi yang dibutuhkan dalam kehamilan adalah

pemijatan dan terapi energi seperti massage, acupressure, therapeutic touch


dan healing touch dan mind-body healing seperti imagery, meditasi/yoga,
berdoa, refleksi, biofeedback (Perry, et al. 2010).

Pelayanan kesehatan tersebut dapat diberikan oleh perawat maternitas yang


berperan sebagai advokat dan pendidik bagi ibu hamil dan keluarga yang
mempunyai tanggung jawab untuk memfasilitasi klien dalam memperoleh
informasi terkait perawatan kehamilan dan persalinan. Informasi yang
diberikan dalam bentuk pendidikan kesehatan yang bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan klien dalam kesiapan ibu menghadapi persalinan.
Kegiatan tersebut termasuk dalam standar praktek keperawatan dan
merupakan bentuk tanggung jawab perawat terhadap ibu hamil dan klien.

Beberapa metode yang biasa diajarkan dalam kelas persiapan persalinan yaitu
metode dick-read, lamaze dan breadley. Metode dick-read ini mengajarkan
teknik menganti rasa sakit tentang hal yang tidak diketahui melalui penekanan
dan keyakinan dengan pemberian informasi tentang persalinan, nutrisi, hygine
dan mengajarkan tentang latihan fisik persiapan persalinan, relaksasi dan pola
nafas. Metode lamaze adalah metode profilaksis mengajarkan ibu yang
bersalin

untuk

berespon

terhadap

kontraksi

rahim

buatan

dengan

mengendalikan reaksi otot dan pernafasan ibu memusatkan perhatian pada


titik tertentu agar persepsi syaraf terisi oleh stimulus lain. Metode breadly
menekankan perhatian pada faktor lingkungan yang nyaman saat ibu bersalin,
juga dianjarkan teknik kontrol pernafasan, pernafasan perut dan relaksasi
seluruh tubuh di dalam ruangan yang gelap sendiri dan suasana tenang
(Pillitteri, 2003).

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

11

Adapun hal-hal yang diberikan pada pendidikan perawatan ibu hamil dalam
mempersiapkan persalinan menurut Lodewig, et al. (2002) dan Perry, et al.
(2010) adalah yang berkaitan dengan perubahan-perubahan fisik dan emosi
yang terjadi pada kehamilan trimester III dan masa postpartum, perubahan
kebutuhan seksualitas, ketidaknyamanan kehamilan (seperti peningkatan
frekuensi buang air kecil, sesak, kelelahan), tanda-tanda persalinan dan
komplikasi kehamilan dan persalinan, nutrisi, aktifitas dan istirahat,
pengunaan obat-obatan, perubahan janin, persiapan laktasi, sistem dukungan
(keluarga, masyarakat dan tempat kesehatan), persiapan persalinan (ketakutan
dan kecemasan, peran suami, pilihan persalinan, anatomi dan fisiologi
persalinan, teknik relaksasi mengurangi nyeri persalinan, variasi posisi
persalinan, prosedur rutin rumah sakit atau kamar bersalin, dan intervensi
obstetrik), persiapan menjadi orang tua, persiapan bayi baru lahir dan
kontrasepsi (Scott & Priest, 2002).

Mayoritas ibu hamil mengalami kesakitan dalam persalinan. Penelitian


managemen nyeri telah menyoroti sejumlah faktor yang relevan, rasa sakit
dan nyeri menyebabkan kecemasan yang menimbulkan ketegangan otot
sehingga menyebabkan pelepasan zat perangsang nyeri persalinan. Hasilnya
adalah siklus ketegangan-sakit-kecemasan sehingga di perlukan latihan
relaksasi dan pernapasan selama masa hamil.

Kecemasan pada ibu hamil berkaitan dengan keadaan perasaan keprihatinan,


rasa gelisah, ketidaktentuan, atau takut dari kenyataan atau persepsi ancaman
sumber aktual yang tidak diketahui atau dikenal (Sustianty, 2008).
Kecemasan merupakan reaksi emosional terhadap persepsi adanya bahaya,
baik yang nyata maupun yang belum tentu ada. Penyebab kecemasan menurut
Hawari (2006), adalah hubungan interpersonal, lingkungan hidup, keuangan,
perkembangan, faktor keluarga, dan trauma.

Latihan relaksasi dan pernafasan telah termasuk dalam paket senam hamil dan
yoga hamil. Perbedaan antara senam dan yoga menurut Wiadnyana (2011)
adalah pada pernafasan. Dalam yoga ibu hamil di pandu dengan jelas kapan
harus menarik nafas dan kapan harus menghembuskan nafas dengan nafas

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

12

lambat dan dalam yang berefek menenangkan yang sangat diperlukan oleh
ibu hamil.

Senam hamil yoga menjadi cara yang baik untuk mempersiapkan persalinan
yang dilakukan di kelas prenatal karena dalam kelas ini latihan disesuaikan
dengan kondisi ibu hamil dengan berbagai pendekatan latihan peregangan,
konsentrasi dan pengaturan pernafasan yang memiliki banyak manfaat bagi
ibu hamil dan janinnya seperti mengurangi stress dan kecemasan,
meningkatkan kualitas tidur, meningkatkan kekuatan, fleksibelitas dan daya
tahan yang diperlukan untuk persalinan, penurunan sakit punggung bagian
bawah, mual, carpal tunnel syndrome, sakit kepala dan sesak nafas serta
penurunan risiko persalinan prematur, hipertensi pada kehamilan, dan
gangguan pertumbuhan janin.

2.3

Senam hamil yoga

2.3.1 Senam hamil yoga selama kehamilan


Senam hamil adalah bagian dari perawatan antenatal. Senam hamil berguna
untuk mengoptimalkan keseimbangan fisik, memelihara kesehatan kehamilan,
menghilangkan keluhan yang kejadi karena perubahan-perubahan akibat
proses kehamilan dan memepermudah proses persalinan.

Yoga diyakini telah muncul sejak 5000 tahun yang lalu sebagai hasil dan
eksperimen para pencari kearifan, ahli mistik dan tokoh visional di India.
Dunia yoga mempunyai bermacam jenis dan aliran dengan masing-masing
karakteristiknya. Kata yoga berasal dari akar kata bahasa sansekerta yup
berarti to yole yang sinonim dengan union dalam bahasa inggris. Dalam
bahasa Indonesia sama dengan mengangkat, menyentuh.

Filosofi yoga megambarkan pernyataan antara pikiran, tubuh dan ruh,


pernyataan individu dan seluruh ciptaanya. Pernyataan individu dan daya
luasnya yoga lebih dari sekedar latihan fisik karena yoga adalah jalan hidup,
yaitu jalan hidup ketika menjadi manusia di dunia. Yoga adalah suatu filosofi,
seni dan ilmu yang berawal dari sejarah India (Basford, 2006).

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

13

Filosofi yoga memiliki banyak perbedaan jalan atau jalur sehingga seseorang
dapat berlatih untuk mencapai kesimbangan universal, menurut Wiadnyana
(2011) teknik yoga dapat dilakukan oleh siapa pun karena yoga bersifat lintas
agama, kepercayaan, bangsa, ras, budaya dan waktu serta dapat dilakukan
oleh semua usia termasuk ibu hamil, bersalin, nifas dan menyusui. Namun
semuanya mengutamakan prinsip idiologi yang mempertahankan perbaikan
individu dan manusia itu sendiri.

Yoga merupakan kesatuan antara tubuh, pikiran dan jiwa (kesatuan antara
individu dan intelegensi yang mengatur alam semesta) (Chopter & Simon,
2004). Keadaan disaat semua komponen dan kekuatan yang membentuk
organisasi biologis berinteraksi secara harmonis dengan komponenkomponen alam semesta yang dapat menimbulkan kesejahteraan emosional,
psikologis dan spiritual serta keinginan diri. Sedangkan menurut Marc, John,
Suzanne (2008) yoga merupakan sistem kesehatan yang bersifat holistik baik
jiwa, pikiran dan tubuh yang dilakukan dengan sistem gerak yang halus tidak
menghentak dengan panduan pernafasan yang harmonis.
Yoga adalah gabungan konsep dunia timur yaitu lebih sedikit lebih baik.
Gerakan yoga selalu dinamis sehingga tidak perlu mengunakan banyak
gerakan, namun setelah menemukan posisi yang nyaman secara mental
menyatu dengan struktur tubuh dan bayangan tubuh yang meregang, menjadi
rileks dan mengencang dengan sedikit gerakan. Gerakan tersebut tidak
berisiko yang mengakibatkan cedera akibat tekanan, stress dan pengulangan
gerakan (Widdowson, 2004). Sedangkan menurut Stoppard (2008) yoga
adalah cara yang baik untuk mempersiapkan persalinan karena teknik
latihannya menitikberatkan pada pengendalian otot, teknik pernapasan,
relaksasi dan ketenangan pikiran. Teknik relaksasi yang dapat dilakukan
dengan cara membayangkan sesuatu yang menyenangkan dapat membuat
tubuh menjadi rileks (Heardman,1996).

Menurut Rokhmah (2010) masa kehamilan merupakan peristiwa yang


membahagiakan dalam kehidupannya, namun terkadang ibu hamil juga

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

14

mengalami kecemasan. Kecemasan tersebut dikarenakan adanya perubahan


fisik maupun psikologis yang membuat ibu hamil merasa ketakutan tentang
hal-hal yang akan terjadi selama kehamilan. Oleh karena itu agar ibu hamil
tidak mengalami kecemasan perlu mempersiapkan segala hal yang dapat
membantu selama masa hamil serta saat proses melahirkan.

2.3.2 Waktu latihan yoga selama kehamilan


Menurut tradisi yoga waktu latihan yang baik adalah pukul 4 pagi
(Brahmamuhurta) dengan berlatih seorang diri, namun jika memiliki masalah
tidur dapat dilakukan lebih siang dan untuk mendapatkan hasil yang optimal
dapat dilakukan pagi dan malam hari dan latihan yoga lebih baik dilakukan
setelah trimester I atau setelah bulan ke-4 karena kondisi kandungan sudah
stabil dan kuat (Widdowson, 2004; Siska, 2009).

2.3.3 Manfaat senam hamil yoga selama kehamilan


Senam hamil yoga bagi kehamilan memfokuskan perhatian pada ritme nafas,
mengutamakan kenyamanan serta keamanan dalam berlatih sehingga
memberikan banyak manfaat (Krisnandi, 2010).

Manfaat yoga bagi kesehatan dapat menurunkan tekanan darah, detak jantung
dan meningkatkan peredaran darah untuk membuang sisa-sisa makanan yang
mengandung racun bagi tubuh. Manfaat senam hamil yoga bagi ibu hamil
yaitu dapat meningkatkan aliran darah dan nutrisi janin secara adequat serta
berpengaruh juga pada organ reproduksi dan panggul (memperkuat otot
perineum) ibu untuk mempersiapkan kelahiran anak secara alami.

Selain itu latihan yoga selama hamil dapat meringankan edema dan kram
yang sering terjadi pada bulan-bulan terakhir kehamilan, membantu posisi
bayi dan pergerakan, meningkatkan sistem pencernaan dan nafsu makan,
meningkatkan energi dan memperlambat metabolisme untuk memulihkan
ketenangan dan fokus, mengurangi rasa mual, morning sickness dan suasana
hati, meredakan ketegangan di sekitar leher rahim dan jalan lahir, yang
berfokus pada membuka pelvis untuk mempermudah persalinan, membantu
dalam perawatan pasca kelahiran dengan mengembalikan uterus, perut dan

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

15

dasar panggul, mengurangi ketegangan, cemas dan depresi selama hamil,


persalinan nifas dan ketidaknyamanan payudara (Chopra & Simon, 2004;
Stoppard, 2008; Amy and Kathryn, 2008; Siska, 2009; Sindhu, 2009;
Wiadnyana, 2011).

Berdasarkan hasil beberapa penelitian mengatakan bahwa tingkat kehamilan


yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi juga lebih rendah pada
kelompok yoga, laporan peneliti dalam journal of alternatif. Menurut
Narendran (2009) dari Cincinnati Children's Hospital dan Medical Center di
Ohio, pengaruh dari latihan yoga dapat meningkatkan hasil kehamilan yang
meliputi peningkatan aliran darah ke plasenta, penurunan hormon stres yang
barasal dari ibu, dan penurunan produksi hormon yang memicu kelahiran
prematur. Senam hamil yoga dan meditasi dapat mengarahkan ibu hamil lebih
tenang dan aman karena mengurangi stress psikologis dan cedera fisik selama
masa kehamilan dan persalinan, termasuk kecemasan dan rasa sakit
(Rosenzweig, et al. 2003; Williams, et al. 2001; Michalsen, 2005; Woolery, et
al. 2004; Fishman, 2010; Williams, et al. 2005 dalam dalam Amy, et al.
2009).

2.3.4 Teknik yoga selama kehamilan


Yoga terdiri dari teknik-teknik dan latihan yang dilakukan untuk
meningkatkan kejernihan pikiran, kesempurnaan pernafasan dan kesehatan
tubuh. Yoga adalah sejenis olah tubuh, pikiran dan mental yang sangat
membantu ibu hamil melenturkan persendian dan menenangkan pikiran
terutama dalam trimester III. Latihan yoga memiliki 5 alat yang dapat
digunakan untuk mendapatkan manfaat selama kehamilan yang dapat
membantu kelancaran dalam kehamilan dan kelahiran anak secara alami dan
dapat membantu dalam memastikan bayi yang sehat (Indiarti, 2009).

Latihan yoga pada trimester III dengan gerakan tertentu dan berfokus pada
pose seperti prasarita padottanasana (intense spread kaki stretch), baddha
konasana (bound angle pose), dan upavistha konasana (duduk wide angle
pose) dengan membuka paha dalam persiapan untuk persalinan. Berdiri
dengan pose seperti utthita trikonasana (extended triangle pose), dan utthita

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

16

parsvakonasana (extended side angle pose) yang dapat membantu


meringankan nyeri punggung. Inversi sederhana seperti viparita karani (kakiup-the-wall-pose) dapat membantu untuk meringankan bengkak pada
pergelangan kaki.

Pada trimester III ini jenis latihan yoga yang dianjurkan menurut
Winddowson (2004) adalah latihan dengan metode lingkaran kehidupan,
peregangan elevator, peregangan concertina, memijat sendiri dengan cara
memijat sendiri dengan mengunakan pelembab yang biasa digunakan yang
bergunakan untuk mengurangi stretch marks, memijat dengan metode angka
8, perengangan dengan sarung I, peregangan dengan sarung II, latihan khusus
pada kaki, latihan dengan alat bantu bambu, tarian lotus lili I dan II, latihan
pernafasan dan meditasi dengan bantuan lilin dengan istilah trataka yang
berarti memandang tanpa bergeming. Trataka dapat meningkatkan kekuatan
konsentrasi,

meningkatkan

daya

ingat,

mengatasi

gangguan

mata,

menghilangkan insomnia, meringankan pikiran dari permasalahan dan emosi


yang terpendam.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal latihan yoga ini dilakukan secara
teratur di kelas antenatal. Menurut hasil penelitian Narendran (2009), bahwa
kepatuhan terhadap program latihan yoga mengurangi kemungkinan
persalinan dengan prematur dan memiliki bayi badan bayi rendah
dibandingkan dengan kelompok intervensi di rumah (sendiri), gangguan
pertumbuhan janin dan hipertensi selama kehamilan dapat berkurang serta
tanpa efek samping yang signifikan.

2.4 Peran perawat maternitas dalam pendidikan kesehatan untuk kesiapan


persalinan.
Perawat

maternitas

berperan

sebagai

pendidik

dengan

meningkatkan

pengetahuan ibu dan keluarga melalui pendidikan antenatal dengan tujuan ibu
dan keluaga mampu mengambil keputusan untuk dirinya dan keluarga. Dengan
mengajarkan teknik nonfarmakologi melalui sebuah pendidikan kesehatan yang
melatih ibu agar dapat melahirkan dengan alami, sehat, aman dan nyaman.

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

17

Perawat maternitas memiliki kewajiban untuk meningkatkan kemajuan ilmu


pengetahuan dan teknologi terutama diarea keperawatan maternitas dengan
melakukan berbagai penelitian. Penelitian yang dihasilkan diharapkan dapat
mengeksplorasi suatu fenomena dan membuktikan manfaatnya secara ilmu
sehingga dapat diterapkan dalam mendukung praktek asuhan keperawatan pada
ibu hamil secara mandiri.

Tujuan keperawatan maternitas sejalan dengan falsafah keperawatan maternitas


yaitu keperawatan maternitas bersifat holistik dan memberikan penghargaan
terhadap klien dan keluarga sebagai pemberi dukungan dan bahkan sikap, nilai
dan perilaku sehat baik individu maupun keluarga dipengaruhi oleh
latarbelakang sosial budaya termasuk didalamnya budaya yang berpengaruh
dalam hal persiapan persalinan (Lowdermilk & Perry, 2003).

Perawat maternitas dapat memberikan pengetahuan pada ibu hamil, suami dan
keluarga melalui pemberian pendidikan perawatan ibu hamil selama masa
kehamilan dalam upaya menurunkan kecemasan dan ketakutan ibu hamil
menghadapi

persalinan.

Selain

itu perawat

maternitas

juga

berperan

merencanakan, mengkoordinasikan dan mengarahkan serta mengevaluasi


pelayanan kesehatan yang didukung oleh kemampuan perawat maternitas dalam
mengkoordinasikan tenaga kesehatan yang bekerja dalam suatu tim terutama
dalam memberikan asuhan keperawatan pada ibu hamil dan bersalin
(Lowdermilk & Perry, 2003).

Kehamilan adalah suatu krisis maturitas yang dapat menimbulkan stress, tetapi
berharga karena ibu hamil tersebut menyiapkan diri untuk memberi perawatan
dan mengemban tanggung jawab yang lebih besar. Pada akhir trimester III ibu
hamil akan mengalami kesulitan bernafas dan gerakan janin menjadi cukup kuat
sehingga dapat mengganggu tidur, nyeri pinggang, sering berkemih, keinginan
untuk berkemih, konstipasi dan timbulnya verises yang dapat sangat
mengganggu sehingga dapat mengganggu aktifitas dan kebanyakan ibu hamil
akan tidak sabar untuk menjalani persalinan baik dengan suka cita, rasa takut
atau kedua-duanya. Timbulnya keinginan yang kuat untuk melihat hasil akhir

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

18

kehamilannya dan untuk segera menyelesaikannya membuat ibu hamil siap


untuk ke tahap persalinan (Bobak, Lowdermilk & Jensen, 2004).

Kesiapan adalah suatu keadaan siap atau disiapkan untuk suatu tindakan atau
aksi (World reference dictionary, 2011). Keadaan tersebut terjadi sebagai akibat
proses persiapan, dalam hal ini persiapan persalinan dilakukan di dalam kelas
antenatal dengan edukasi dan latihan yang dipengaruhi pula oleh umur, paritas,
pekerjaan dan pendidikan ibu. Umur berkaitan dengan tingkat kematangan
seseorang, paritas berkaitan dengan pengalaman seseorang, pekerjaan berkaitan
dengan beban yang diemban seseorang dan pendidikan berkaitan dengan
berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menyerap atau menerima dan
memakai pengetahuannya (Notoatmojo, 2010).

Seorang ibu hamil yang siap menghadapi persalinan secara fisik dan psikologis
dapat membantu tubuh ibu hamil mengikuti ritme saat melahirkan. Ibu hamil
dikatakan siap secara fisik bila tidak mudah lelah, lemas, kualitas tidur
meningkat, kekuatan fisik meningkat, fleksibelitas dan daya tahan tubuh
meningkat, penurunan sakit punggung, penurunan sesak nafas dan siap secara
psikologis bila tenang, rileks, bahagia dan percaya diri yang membantu otot-otot
tubuh ibu mengatasi tekanan saat proses melahirkan. Rileks membantu Ibu
bernapas lebih dalam, membuat bayi tenang karena mendapatkan banyak
oksigen. Bahagia dapat meningkatkan kepercayaan diri ibu hamil dalam
menghadapi persalinan. Ketenangan dan percaya diri seharusnya dimiliki ibu
selama kehamilan dan persalinan, dan semua ini dapat dipersiapkan oleh
penolong persalinan dalam memberi perawatan selama kehamilan dan memberi
perhatian kepada ibu hamil dengan penuh kesabaran dalam upaya mencegah
komplikasi sehingga ibu hamil mulai dengan realistis mempersiapkan diri untuk
melahirkan dan mengasuh anaknnya (Bobak, Lowdermilk, Jensen, 2004).

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

19

2.5 Kerangka teori penelitian


Kerangka tori merupakan landasan penelitian. Kerangka teori ini disusun
berdasarkan informasi, konsep dan teori yang telah dikemukakan sebelumnya.

Bagan 2.1 Kerangka teori

Kehamilan Trimester III

Peran perawat maternitas


dalam pendidikan kesehatan

Ketidaknyamanan fisik
dan psikologis

Kesiapan menghadapi
persalinan

Senam hamil yoga selama


kehamilan: latihan fisik yoga,
pernafasan (prayanayama),
positions (mudra), meditasi,
deep relaksasi

Sumber:Progestin, 2010; Yerbi, 2000; Lowdermilk & Perry, 2003; Widdowson,


2004; Chopra & Simon, 2004; Stoppard, 2008; Siska, 2009; Amy, et al.
2009; Bobak, Lowdermilk & Jensen, 2004; Perry, et al. 2010; Sindhu,
2009; Wiadnyana, 2011.

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

BAB 3
KERANGKA KONSEP, HIPOTESIS
DAN DEFINISI OPERASIONAL

Bab ini menguraikan tentang kerangka konsep, hipotesis penelitian dan definisi
operasional yang memberi arah pada pelaksanaan penelitian dan analisis data.
3.1 Kerangka konsep
Kerangka konsep penulisan penelitian ini merupakan landasan berfikir untuk
melakukan penelitian yang dikembangkan berdasarkan berbagai teori yang
ada. Kerangka konsep merupakan bentuk diagram yang menunjukan jenis
serta hubungan antar variabel yang diteliti dan variabel lainnya yang terkait
(Sastroasmoro & Ismael, 2010).

Kerangka konsep ini merupakan bagian dari kerangka teori yang akan
menjadi panduan dalam melaksanakan ini. Kerangka konsep sejalan dengan
tujuan penelitian dimana tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi
pengaruh yoga pada ibu hamil selama kehamilan terhadap kesiapan fisik dan
psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III.
Kerangka konsep menjelaskan tentang variabel-variabel yang dapat diukur
dalam penelitian ini. Variabel-variabel tersebut adalah sebagai berikut:
3.1.1

Variabel independen
Variabel independen pada penelitian ini adalah senam hamil yoga selama
kehamilan pada ibu hamil trimester III.

3.1.2

Variabel dependen
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kesiapan fisik dan psikologis
dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III.

3.1.3

Variabel perancu (Confounding)


Variabel perancu dalam penelitian ini adalah budaya, kesehatan ibu dan
bayinya, pengalaman bersalin, ekonomi.

Kerangka konsep yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah sebagai


berikut:
Universitas Indonesia
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Bagan 3.1 Kerangka konsep penelitian

Variabel Independen

Variabel dependen

Ibu hamil trimester III


(melakukan senam
hamil yoga dan tidak
melakukan senam
hamil yoga)

Kesiapan fisik dan psikis


dalam menghadapi
persalinan

Variabel konfounding
Budaya, kesehatan ibu dan
bayinya, ekonomi.
Karakteristik
responden: umur,
paritas, pendidikan dan
pekerjaan

Keterangan:
= Di teliti
= Tidak diteliti

3.2 Hipotesis penelitian


Hipotesis penelitian adalah pernyataan sebagai jawaban sementara atas
pertanyaan penelitian yang harus di uji validitasnya secara empiris. Hipotesis
tidak dinilai apakah benar atau salah, melainkan diuji apakah valid atau tidak
(Sastroasmoro & Ismael, 2010).
Adapun hipotesis penelitian ini adalah:

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

3.2.1 Hipotesis mayor


Hipotesis pada penelitian ini adalah ada pengaruh senam hamil yoga selama
kehamilan terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi
persalinan pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Ibu dan Anak
Bandung.
3.2.2 Hipotesis minor
Ada hubungan senam hamil yoga terhadap kesiapan fisik dan psikologis
dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Ibu
dan Anak Limijati Bandung.

3.3 Definisi operasional


Definisi operasional ialah suatu definisi yang berdasarkan pada karakteristik
yang dapat diobservasi dari apa yang sedang didefinisikan atau mengubah
konsep-konsep yang berupa konstruk dengan kata-kata yang mengambarkan
perilaku atau gejala yang dapat diamati dan yang dapat diuji dan ditentukan
kebenarannya oleh orang lain (Sarwono, 2006).

Setiap variabel yang diteliti perlu didefinisikan secara operasional untuk lebih
mudah dalam mengukur dan mencari hubungan antara satu variabel dengan
variabel yang lain.

Tabel 3.3
Variabel, definisi operasional, cara ukur, hasil ukur dan skala pengukuran
No

Variabel

Definisi
operasional

Cara ukur

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Hasil ukur

Skala

Variabel Dependen
1

Kesiapan
menghadapi
persalinan
(fisik dan
psikologis)

Kesiapan ibu
trimester III
dalam bersalin
baik dari aspek
fisik (akibat
perubahan tubuh)
dan aspek
psikologis
(cemas, stress,
takut)

Mengunakan
kuesioner
sebanyak 26 item
pernyataan, dengan
nilai maksimal
104.
Ket:
1. Tdk pernah
2. Kadang-kadang
3. Sering
4. Selalu

Cut of point
mengunakan
mean.
1. Siap jika >
mean
2. Kurang siap
jika < mean

Ordinal

1. Senam hamil
yoga

Ordinal

Variabel Independen
2

Ibu hamil
trimester III

Ibu hamil
trimester III
sesuai dengan
kreteria inklusi
dalam penelitian

Kuesioner

2. Tidak senam
hamil yoga

Karakteristik Responden
3

Umur ibu

Ulang tahun ibu


yang terakhir saat
penelitian
berlangsung

Kuesioner

1. 20-30 thn
2. < 20 dan >
30 thn

Ordinal

Paritas

Jumlah persalinan
baik yang lahir
hidup maupun
lahir mati yang
diakui ibu saat
perkawinan
sampai saat ini

Kuesioner

1. Nulipara
2. Multipara

Ordinal

Pekerjaan

Kuesioner

1. Tdk bekerja
2. Bekerja

Tingkat
Pendidikan

Jenis pekerjaan
yang ditekuni
responden yang
menghasilkan
pendapatan
Pendidikan
formal terakhir
yang telah
ditempuh
responden

Kuesioner

1. Tinggi bila
tamat
SMU/PT
2. Rendah bila
tamat
SD/SMP

Definisi Istilah

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Ordinal

Ordinal

5
7

Senam hamil
yoga

Senam hamil
yoga yang
dimaksud disini
adalah latihan
yoga hamil yang
dilakukan selama
baik dilakukan di
rumah maupun di
tempat latihan di
rumah sakit dalam
kondisi sehat
jasmani dan
rohani pada ibu
hamil trimester III

Catatan kehadiran
latihan senam
hamil yoga dan
anamnesa langsung
ke ibu hamil
trimester III

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

1. Teratur
2. Tidak
teratur

Ordinal

BAB 4
METODE PENELITIAN

4.1 Desain penelitian


Desain penelitian ini adalah kohort dengan pendekatan retrospective study yang
merupakan penelitian epidemiologis analitik observasional yang menelaah
hubungan antara efek (penyakit atau kondisi kesehatan) tertentu dengan faktor
risiko tertentu (Sastroasmoro & Ismael, 2010). Secara retrospektif diteliti faktor
risiko yang dapat menerangkan penyebab timbulnya efek dan memerlukan
follow up (Pollit & Hugler, 2001; Polit & Beck, 2004; Wood & Haber, 2006;
Setiadi, 2007; Notoatmojo, 2010; Sastroasmoro & Ismael, 2010).

Studi kohort retrospektif dilakukan dengan menggunakan dua kelompok yaitu


kelompok study (sekelompok orang yang terpanjan faktor risiko) dan kelompok
kontrol (sekelompok orang yang tidak terpajan faktor risiko). Penelitian ini
mengukur kesiapan fisik dan psikologis yang dialami subjek saat akan
menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III kemudian mengikuti apakah
ibu melakukan senam hamil yoga selama kehamilan atau tidak pada masa
lampau. Data diambil dengan menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data
kesiapan fisik dan psikologis yang signifikan dengan senam hamil yoga.

4.2 Populasi dan Sampel


4.2.1 Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III yang
memeriksakan diri di RSIA Limijati Bandung selama bulan Mei sampai
pertengahan bulan Juni 2011 dengan rata-rata kunjungan antenatal care 90-150
orang per bulan.
4.2.2 Sampel
Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan non probability sampling
dengan pendekatan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah
ibu hamil trimester III berdasarkan kreteria inklusi yang ditentukan dengan

Universitas Indonesia
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

perhitungan besar sampel mengunakan rumus analisis kategori tidak


berpasangan:

N1=N2=

Keterangan:
Kesalahan tipe I ditetapkan sebesar 5% hipotesis satu arah, sehingga Z=1,64
(kekuatan uji 90%) dan kesalahan tipe II ditetapkan sebesar 20% maka
Z=0,84
P2=proporsi kesiapan pada kelompok standar, diperoleh 0, 5 (kepustakaan)
Q2=1-0, 5=0, 5
RR=1, 5 (ketetapan minimal)
P1-P2 adalah selisih proporsi pejanan minimal yang dianggap bermakna
ditetapkan sebesar 0,2.
P1=RR x P2 (persamaan 5, 4)
P1=1, 5 x 0,5 =0,75
Q1=1-P1=1-0, 75=0, 25
P1-P2=0,75-0,50=0,63
Q=1-P=1-0,63=0,37

N1=N2=

= 45

Berdasarkan rumus diatas di dapat besar sampel dalam penelitian ini 45 yaitu
orang. Untuk mencegah kejadian drop out maka perhitungan besar sampel
ditambah 5% sehingga 48 dengan total jumlah sampel minimal 96 orang
(Dahlan, 2009; Sastroasmoro & Ismael, 2010).

Penarikan sampel penelitian ini dengan cara ketika pasien datang untuk
memeriksakan kehamilan di poliklinik kandungan yang kemudian ditanyakan
dengan menggunakan kuesioner tentang kesiapan fisik dan psikologis dalam
menghadapi persalinan kemudian dilihat apakah mengikuti senam hamil yoga

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

selama kehamilan sesuai dengan kreteria inklusi penelitian ketika penelitian


berlangsung (10 Mei-12 Juni 2011).

Dengan menggunakan kreteria inklusi:


1. Ibu hamil trimester III (30 minggu sampai menjelang persalinan)
2. Ibu hamil trimester III yang melakukan senam hamil yoga saja pada
trimester II kehamilan sampai dengan akhir kehamilan minimal 4 kali
latihan yang terprogram di rumah sakit.
3. Ibu hamil trimester III sehat jasmani dan rohani.
4. Ibu hamil trimester III yang bersedia menjadi responden.

Sedangkan kreteria eksklusi adalah:


1. Ibu hamil trimester III yang memiliki kontraindikasi (seperti eklamsia dan
plasenta previa) terhadap senam hamil yoga.

4.3 Tempat penelitian


Tempat penelitian dilakukan di rumah sakit ibu dan anak Limijati Bandung.
Rumah sakit ini merupakan rumah sakit ibu dan anak swasta yang memiliki
program persiapan kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan anak. Salah satu
kegiatannya adalah senam hamil dengan metode yoga dengan rata-rata
kunjungan senam hamil yoga berkisar 6 orang per jadwal latihan (2 kali dalam
seminggu pada hari kamis dan jumat) sejak bulan januari 2011 sampai awal
Juni 2011 dengan jumlah peserta 138 orang ibu hamil yang di mulai pada
trimester II kehamilan. Sedangkan berdasarkan catatan di poliklinik terdapat 60
orang ibu hamil trimester III yang melakukan senam hamil secara teratur yaitu
satu minggu sekali di rumah sakit ibu dan anak ini sejak usia kehamilan
memasuki trimester II.

4.4 Waktu penelitian


Waktu penelitian sebagai berikut:
4.4.1 Persiapan penelitian dimulai dari Januari 2011
4.4.2 Pelaksanaan penelitian dilakukan pada 10 Mei-12 Juni 2011

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

4.4.3 Penyusunan laporan hasil penelitian dilaksanakan pada pertengahan Juni 2011

4.5 Etika penelitian


Pertimbangan etik penelitian menjadi perhatian peneliti, maka subjek dilindungi
dengan memperhatikan aspek-aspek: self determination, privacy, anonymity,
confidentially (Polit & Beck, 2006). Peneliti dan asisten peneliti meminta
persetujuan keikutsertaan (informed consent) kepada responden sebelum
penelitian dilakukan.

4.5.1 Prinsip etik


4.5.1.1 Self determination
Responden diberi kebebasan untuk menentukan pilihan bersedia atau tidak
untuk mengikuti kegiatan penelitian. Setelah semua informasi yang berkaitan
dengan penelitian dijelaskan, responden yang bersedia menandatangani
informed concent yang disediakan.
4.51.2 Privacy
Peneliti menjaga kerahasiaan semua informasi responden dan hanya
menggunakannya untuk kepentingan penelitian.
4.5.1.2 Anonymity
Selama kegiatan penelitian nama responden tidak dicantumkan dan peneliti
menggunakan nomor responden.
4.5.1.3 Confidentially
Peneliti menjaga kerahasiaan identitas responden dan informasi yang
diberikan. Semua catatan dan data responden disimpan sebagai dokumentasi
penelitian

4.5.2 Informed consent


Perlindungan hak-hak responden dijamin dan tercantum dalam lembar
persetujuan. Sebelum responden menyetujui berpartisipasi dalam penelitian,
responden harus memahami tentang penelitian yang akan dilakukan. Formulir
persetujuan memuat 6 eleman penting (Dempsey, 2002) yaitu:

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

4.5.2.1 Responden penelitian diberi penjelasan yang dapat dimengerti oleh


responden, tentang tujuan penelitian dan prosedur pengumpulan data yang
akan dilakukan.
4.5.2.2 Responden penelitian diberi penjelasan mengenai risiko yang mungkin
dialami pada kelompok yang melakukan senam hamil yoga dan pada
kelompok yang tidak melakukan senam hamil yoga.
4.5.2.3 Responden diberitahukan mengenai manfaat yang didapat pada penelitian
yang dilakukan.
4.5.2.4 Peneliti bersedia menjawab semua pertanyaan mengenai prosedur yang
diajukan responden penelitian dan bersedia memberikan penjelasan dengan
lengkap tentang prosedur penelitian yang dilakukan.
4.5.2.5 Responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini dapat mengundurkan diri
kapan saja tanpa konsekuensi apapun.
4.5.2.6 Anonimitas dan kerahasiaan harus dipastikan. Selama kegiatan penelitian
nama responden tidak dicantumkan dan peneliti menggunakan nomor
responden. Peneliti menyampaikan bahwa semua hasil dan respon mereka
dijaga kerahasiaannya, disimpan dalam file khusus, dan hanya dipergunakan
untuk kepentingan penelitian.

4.6 Alat pengumpulan data


Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
4.6.1 Lembar pengumpulan data demografi (kuesioner A)
Digunakan lembar pengumpulan data untuk mengumpulkan data karakteristik
subjek dan keikutsertaan program persiapan persalinan lainnya.

4.6.2 Lembar pengumpulan data kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi
persalinan (kuesioner B).
Kuesioner kesiapan psikologis dikembangkan sendiri oleh peneliti yang
meliputi kesiapan psikologis dalam menghadapi persalinan. Kuesioner
kesiapan psikologis dengan mengunakan skala likert yang terdiri dari 4 skala
penilaian. Cara penilaian untuk pernyataan selalu (nilai 4), sering (nilai 3),
jarang (nilai 2) dan tidak pernah (nilai1). Cara penilaian adalah total skor =
nilai dikalikan jumlah soal.

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

4.6.3 Lembar pengumpulan data kesiapan fisik dalam menghadapi persalinan


(kuesioner C).
Kuesioner kesiapan fisik dalam menghadapi persalinan dengan mengunakan
rating scale yang terdiri dari 4 skala penilaian. Cara penilaian untuk
pernyataan selalu (nilai 4), sering (nilai 3), jarang (nilai 2) dan tidak pernah
(nilai 1). Cara penilaian adalah total skor = nilai dikalikan jumlah soal.

4.7 Prosedur pengumpulan data


4.7.1 Prosedur administratif
4.7.1.1 Permohonan ijin penelitian yang ditujukan pada direktur dan kepala bidang
keperawatan rumah sakit ibu dan anak Limijati Bandung sebagai tempat
penelitian.
4.7.1.2 Menjalani prosedur kaji etik yang dilakukan oleh tim komite etik penelitian
di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.
4.7.1.3 Sosialisasi penelitian pada kepala bidang keperawatan, kepala unit
kandungan, kelapa ruangan dan staf.
4.7.1.4 Menjelaskan tujuan, manfaat dan prosedur penelitian serta hak dan
kewajiban selama menjadi responden kepada calon responden.
4.7.1.5

Responden yang memenuhi kreteria inklusi dan bersedia mengikuti


penelitian selanjutnya diminta menandatangani lembar informed consent.

4.7.2 Memilih asisten penelitian


Penelitian ini melibatkan perawat dan bidan ruangan yang bertugas memberi
perawatan pada ibu hamil dan bersalin dengan kualifikasi pendidikan dari
deploma III keperawatan dan kebidanan serta sarjana keperawatan. Perawat
dan bidan tersebut diberi arahan tentang cara mengisi kuesioner, setelah
dinyatakan mampu melakukan secara mandiri dan memiliki persepsi yang
sama dengan peneliti maka perawat dan bidan tersebut dilibatkan dalam
mengumpulan data dari responden.

4.7.3 Pelaksanaan
4.7.3.1 Peneliti mengumpulkan data tentang ibu hamil trimester III dari catatan
rekam medik yang ada di ruangan dan anamnesa pada pasien yang datang

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

saat penelitian berlangsung, kemudian dilakukan identifikasi pasien yang


memenuhi kreteria inklusi termasuk didalamnya tentang tujuan penelitian
dan prosedur penelitian yang dilakukan. Jika bersedia untuk berpartisipasi
dalam penelitian ini, responden menandatangani informed consent.
4.7.3.2 Menetapkan kelompok responden yang telah memenuhi kreteria inklusi
dengan cara menentukan kelompok penelitian masuk sebagai kelompok
dengan senam hamil yoga dan kelompok tanpa senam hamil yoga ditentukan
berdasarkan hasil anamnesa saat responden datang ke rumah sakit ini.
4.7.3.3 Peneliti dan asisten peneliti yang telah memiliki kesamaan persepsi
menanyakan kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan
dengan memberikan kuesioner penelitian dan kemudian di follow up
keikutsertaan responden dalam senam hamil yoga sesuai dengan pertanyaan
dalam kuesioner penelitian yang telah disediakan kemudian data diolah dan
di analisis dengan mengunakan komputer.
4.7.3.4 Setelah data di analisis kemudian disajikan dalam tabel dan dilakukan
analisis kembali.

4.8 Validitas dan reliabilitas


Uji validitas dan reliabilitas dilakukan untuk mendapatkan data yang akurat dan
dipercaya.
4.8.1 Validitas
Validitas mempunyai arti bahwa sejauhmana ketepatan suatu alat ukur dalam
mengukur suatu data (Hastono, 2007). Untuk mengetahui validitas suatu
instrument (kuesioner) dilakukan dengan cara melakukan korelasi antara skor
masing-masing variabel dengan skor totalnya. Dikatakan valid bila skor
variabel berkorelasi secara signifikan dengan skor totalnya dengan teknik
korelasi pearson product moment.

Pengujian ini untuk menentukan signifikan atau tidak signifikan dengan


membandingkan nilai r hitung dengan r tabel, jika r butir pertanyaan bernilai
lebih besar dari r tabel (corrected item-total correlation) maka butir
pertanyaan tersebut dikatakan valid.

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Uji instrument dilakukan di rumah sakit ibu dan anak Limijati Bandung
dilakukan terhadap 17 orang responden yang telah diberikan tanda dan tidak
diikutkan lagi dalam penelitian dengan mengunakan kuesioner 26 item,
terdapat item yang valid (nilai r hasil setiap item > nilai r tabel 0,482) dengan
nilai alpha crombarch 0,719 kemudian dilakukan kembali uji validitas setelah
kuesioner diperbaiki selanjutnya dilakukan uji reabilitas.

4.8.2 Reliabilitas
Reliabilitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan sejauhmana hasil
pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih
terhadap gejala yang sama dan dengan alat ukur yang sama (Hastono, 2007).

Pertanyaan dikatakan reliabel jika jawaban adalah konsisten atau stabil dari
waktu ke waktu. Pengujian reliabilitas dimulai dengan menguji validitas
terlebih dahulu, jika pertanyaan tidak valid maka pertanyaan tersebut dibuang.
Pertanyaan-pertanyaan yang valid kemudian secara bersama-sama di ukur
reliabilitasnya (Riyanto, 2010).

Instrument penelitian ini untuk mengukur kesiapan fisik dan psikologis dalam
menghadapi persalinan. Kemudian data hasil uji instrument dianalisis dengan
membandingkan nilai r hasil (nilai alpha crombach) dan nilai r tabel sehingga
pernyataan tersebut telah melebihi nilai konstanta 0,6 dan dapat dikatakan
realibel (Riyanto, 2011).

Pada saat penelitian digunakan 26 item pertanyaan yang telah diperbaiki,


kemudian didapat 23 item pertanyaan yang valid dan 3 item (p1, p6 dan p9)
dibuang, nilai r tabel = 0,205 (98 responden) dan nilai r hasil (nilai alpha
crombach) 0,807 lebih besar dari konstanta 0,6 maka pertanyaan tersebut telah
reabel.

4.9 Analisa data


4.9.1 Pengolahan data
4.9.1.1 Editing

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Editing dilakukan untuk memeriksa kelengkapan data, memeriksa


kesinambungan data dan memeriksa keseragaman data (Azwar &
Prihartono, 2003). Dilakukan dengan cara mengoreksi data yang telah
diperoleh meliputi kebenaran pengisian, kelengkapan dan kecocokan data
yang diinginkan. Hasil yang didapat kuesioner diisi dengan benar, lengkap
dan sudah sesuai dengan data yang diperlukan.
4.9.1.2 Coding
Memberikan kode atau symbol tertentu untuk setiap jawaban. Hal ini
dilakukan untuk mempermudah penelitian dalam melakukan tabulasi dan
analisis data.
4.9.1.3 Tabulating
Data dikelompokkan menurut kategori yang telah ditentukan oleh peneliti
untuk selanjutnya ditabulasi untuk keperluan statistik dengan mengunakan
komputer.
4.9.1.4 Entry data
Memasukkan data dengan lengkap data sesuai dengan coding dan tabulating
kemudian dilakukan analisis tujuan penelitian.
4.9.1.5 Cleaning data
Data yang telah di entry dilakukan pembersihan agar seluruh data yang
diperoleh terbebas dari kesalahan sebelum dilakukan analisis.

4.9.2 Analisis data


4.9.2.1 Analisis univariat
Tujuan analisis univariat adalah untuk mendeskripsikan karakteristik masingmasing variabel yang diteliti untuk data kategori dijelaskan dengan masingmasing nilai jumlah dan prosentase masing-masing kelompok. Penyajian
masing-masing variabel dengan menggunakan tabel dan diinterpretasikan
berdasarkan hasil yang diperoleh. Analisis distribusi frekuensi dan hasil
statistik deskriptif berupa prosentase dalam menganalisis distribusi frekuensi
kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada karakteristik
umur, paritas, pendidikan dan pekerjaan yang kemudian disajikan dalam tabel
penyajian.

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

10

4.9.2.2 Uji Homogenitas


Uji homogenitas adalah untuk mengetahui kesetaraan variasi antar
kelompok dalam penelitian (Sabri & Hastono, 2009). Pada penelitian ini
variabel yang dilakukan uji homogenitas yaitu karakteristik umur, paritas,
pendidikan dan pekerjaan responden dengan mengunakan chi square.

4.9.2.3 Analisis bivariat


Analisis bivariat dilakukan setelah data penelitian didapatkan. Jenis uji yang
dipilih adalah uji non parametrik karena variabelnya katagori dan analisis
bivariat dalam penelitian ini dengan mengunakan (Chi square) untuk
mengetahui hubungan variabel terikat (kesiapan) dan variabel bebas (senam
hamil yoga berdasarkan karakteristik) dengan tingkat kemaknaan 95% (p
value < = 0,05).

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

11

BAB 5
HASIL PENELITIAN

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mendapatkan 48 ibu hamil yang melakukan


senam hamil yoga dan 48 ibu hamil tidak melakukan senam hamil yoga sebagai
kontrol, sehingga jumlah total sampel yang didapat adalah 96 sesuai dengan
kebutuhan jumlah sampel minimal. Pengumpulan data yang peneliti ambil langsung
sesuai dengan kreteria inklusi dan ekslusi kemudian data diolah dan dilakukan
analisa.

5.1 Uji Homogenitas


Uji homogenitas bertujuan untuk melihat apakah karakteristik responden pada
kelompok yang terpajan dengan yang tidak terpajan senam hamil yoga setara atau
tidak.

Table 5.1
Distribusi karakteristik ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Ibu dan Anak
Limijati Bandung periode bulan Mei-awal bulan Juni 2011
Senam hamil yoga
Variabel

Ya
n

Umur ibu
1. 20 30
2. < 20 dan > 30
Total
Paritas
1. Multipara
2. Nullipara
Total
Pendidikan
1. Tinggi
2. Rendah
Total

Total

p
value

Tidak
%

%
0,123

39
9
48

46,4
75,0
50,0

45
3
48

53,6
25,0
50,0

84
12
96

100,0
100,0
100,0
0,531

17
31
48

44,7
53,4
50,0

21
27
48

55,3
46,6
50,0

38
58
96

100,0
100,0
100,0
1,000

47
1
48

Pekerjaan
1. Tidak bekerja
2. Bekerja
Total

50,5
33,3
50,0

46
2
48

49,5
66,7
50,0

93
3
96

100,0
100,0
100,0
1,000

28
20
48

50,9
48,8
50,0

27
21
48

49,1
51,2
50,0

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

55
41
96

100,0
100,0
100,0

12

Dari tabel tersebut, dapat disimpulkan bahwa semua variabel dari karakteristik
responden yang mencakup umur, paritas, pendidikan dan pekerjaan setara baik
pada kelompok yang terpajan senam hamil yoga selama kehamilan dengan yang
tidak terpajan senam hamil yoga selama kehamilan atau homogen (p > 0,05;
alpha= 0,05).

5.1.1 Gambaran umur ibu trimester III


Berdasarkan tabel diatas, maka distribusi umur ibu hamil trimester III tidak
merata untuk masing-masing kelompok umut tersebut. Paling banyak
responden berusia 20-30 tahun yaitu sebanyak 84 orang (100,0%) terdiri dari
45 orang (53,6%) tidak melakukan senam hamil yoga dan 39 orang (46,4%)
melakukan senam hamil yoga. Sedangkan pada kelompok usia < 20 dan > 30
sebanyak 12 orang (100,0%) yang terdiri dari 9 orang (75,0%) melakukan
senam hamil yoga dan 3 orang (25,0%) tidak melakukan senam hamil yoga.

5.1.2 Gambaran paritas ibu hamil trimester III


Berdasarkan tabel diatas, maka distribusi paritas ibu hamil trimester III tidak
merata pada masing-masing kelompok paritas. Paling banyak pada kelompok
nullipara 58 orang (100,0%) yang terdiri dari 31 orang (53,4%) melakukan
senam hamil yoga dan 27 orang (46,6%) tidak melakukan senam hamil yoga.
Sedangkan pada kelompok multipara yaitu sebanyak 38 orang (100,0%) yang
terdiri dari 17 orang (44,7%) melakukan senam hamil yoga dan 21 orang
(55,3%) tidak melakukan senam hamil yoga.

5.1.3 Gambaran status pendidikan ibu hamil trimester III


Berdasarkan tabel diatas, maka distribusi status pendidikan pada ibu hamil
trimester III tidak merata pada setiap kelompok pendidikan. Paling banyak
pada kelompok berpendidikan tinggi yaitu sebanyak 93 orang (100,0%) yang
terdiri dari 47 orang (50,5%) melakukan senam hamil yoga dan 46 orang
(49,5%) tidak melakukan senam hamil. Sedangkan ibu hamil trimester III
yang memiliki pendidikan rendah yaitu 3 orang (100,0%) yang terdiri dari 1
orang (33,3%) melakukan senam hamil yoga dan 2 orang (66,7%) tidak
melakukan senam hamil yoga.

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

13

5.1.4 Gambaran status pekerjaan ibu hamil trimester III


Berdasarkan tabel diatas, maka distribusi kelompok status pekerjaan ibu
hamil trimester III hampir merata pada setiap kelompok pekerjaan. Paling
banyak pada kelompok tidak bekerja yaitu sebanyak 55 orang (100,0%) yang
terdiri dari 28 orang (50,9%) melakukan senam hamil yoga dan 27 orang
(49,1%) tidak melakukan senam hamil yoga. Sedangkan pada kelompok ibu
hamil trimester III yang bekerja yaitu sebanyak 41 orang (100,0%) yang
terdiri dari 20 orang (48,8%) melakukan senam hamil yoga dan 21 orang
(51,2%) tidak melakukan senam hamil yoga.

5.2 Deskripsi kesiapan fisik dan psikologis pada ibu hamil trimester III.

Table 5.2
Distribusi kesiapan fisik dan psikologis pada ibu hamil trimester III
di Rumah Sakit Ibu dan Anak Limijati Bandung
periode bulan Mei-awal bulan Juni 2011

Senam hamil yoga


Variabel

Yoga

Total

Tidak

Kesiapan fisik
1. Siap
2. Kurang siap
Total

31
17
48

60,8
37,8
50,0

20
28
48

39,2
62,2
50,0

51
45
96

100,0
100,0
100,0

Kesiapan psikologis
1. Siap
2. Kurang siap
Total

29
19
48

65,9
36,5
50,0

15
33
48

34,1
63,5
50,0

44
52
96

100,0
100,0
100,0

p value
0,041

0,008

5.2.1 Berdasarkan tabel diatas, distribusi kesiapan fisik ibu hamil trimester III tidak
merata pada masing-masing kelompok. Paling banyak pada kelompok ibu
hamil III yang siap fisik yaitu sebanyak 51 orang (100,0%) yang terdiri dari
31 orang (60,8%) melakukan senam hamil yoga dan 20 orang (39,2%) tidak
melakukan senam hamil yoga. Sedangkan pada ibu hamil trimester III yang
kurang siap fisik yaitu sebanyak 45 orang (100,0%) yang terdiri dari 17 orang

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

14

(37,8%) melakukan senam hamil yoga dan 28 orang (62,2%) tidak melakukan
senam hamil yoga.

5.2.2

Berdasarkan tabel diatas, distribusi kesiapan psikologis pada ibu hamil


trimester III hampir merata pada masing-masing kelompok. Paling banyak
pada kelompok yang kurang siap psikologis yaitu sebanyak

52 orang

(100,0%) yang terdiri dari 19 orang (36,5%) melakukan senam hamil yoga
dan 33 orang (63,5%) tidak melakukan senam hamil yoga. Sedangkan pada
kelompok yang siap psikologi yaitu sebanyak 44 orang (100,0%) yang terdiri
dari 29 orang (65,9%) melakukan senam hamil yoga dan 15 orang (34,1%)
tidak melakukan senam hamil yoga.

5.3 Uji Chi Square


Analisis hubungan antara karakteristik umur, paritas, pendidikan dan pekerjaan
terhadap kesiapan fisik dan psikologis serta hubungan senam hamil yoga
terhadap kesiap fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu
hamil trimester III.

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

15

Tabel 5.3
Analisis hubungan antara karakteristik responden terhadap kesiapan fisik dan
psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di RSIA
Limijati Bandung periode bulan Mei-awal bulan Juni 2011

Variabel

Umur ibu
1. 20-30
2. < 20 dan > 30
Total
Paritas
1. Multipara
2. Nullipara
Total
Pendidikan
1. Tinggi
2. Rendah
Total
Pekerjaan
1. Bekerja
2. Tdk bekerja
Total

Kesiapan fisik dan


psikologis
Siap
Kurang
siap
n
%
n
%

42
5
47

50,0
41,7
49,0

42
7
49

50,0
58,3
51,0

84
12
96

100,0
100,0
100,0

18
29
47

47,4
50,0
49,0

20
29
49

52,6
50,0
51,0

38
58
98

100,0
100,0
100,0

46
1
47

49,5
33,3
49,0

47
2
50

50,5
66,7
51,0

93
3
96

100,0
100,0
100,0

32
15
47

58,2
36,6
49,0

23
26
49

41,8
63,4
51,0

55
41
96

100,0
100,0
100,0

Total

OR (95% CI)

P
value

1,400 (0,411-4,765) 1

0,817

0,900 (0,397-2,041) 1

0,965

1,957 (0,172-22,338) 1

1,000

2,412 (1,050-5,537) 1

0,059

5.3.1 Hubungan karakteristik umur terhadap kesiapan kesiapan fisik dan psikologis
dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III
Berdasarkan tabel diatas, ibu hamil trimester III berusia 20-30 tahun lebih siap
fisik dan psikologis yaitu 42 orang (50,0%) dalam menghadapi persalinan dan
ibu hamil trimester III usia < 20 dan > 30 tahun yaitu 5 orang (41,7%).
Sedangkan ibu hamil trimester III yang kurang siap fisik dan psikologis dalam
menghadapi persalinan 42 orang (50,0%) pada usia 20-30 tahun dan 7 orang
(58,3%) pada < 20 dan > 30 tahun. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai
(p=0,817; alpha=0,05; CI=95%) maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada
perbedaan umur dengan kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi
persalinan pada kelompok usia 20-30 tahun dengan kelompok < 20 dan > 30
tahun, atau tidak ada hubungan antara kelompok ibu 20-30 tahun dengan
kelompok < 20 dan > 30 tahun terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam
menghadapi persalinan. Ibu hamil trimester III usia 20-30 tahun mempunyai

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

16

peluang 1,4 kali siap fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan
dibandingkan dengan ibu hamil trimester III usia < 20 dan > 30 tahun (OR=
1,4).

5.2.2 Hubungan paritas dengan kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi
persalinan
Berdasarkan tabel diatas, ada sebanyak 20 orang (52,6%) ibu hamil trimester III
yang multipara kurang siap fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan
dan ibu trimester III nullipara yaitu 29 orang (50,0%). Sedangkan sebanyak18
orang (47,4%) ibu hamil trimester III yang siap fisik dan psikologis dalam
menghadapi persalinan pada multipara dan 29 orang (50,0%) pada nullipara.
Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh bahwa tidak ada perbedaan kesiapan
fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III
pada multipara dibandingkan dengan ibu trimester III pada nullipara, atau tidak
ada hubungan antara paritas dengan kesiapan fisik dan psikologis ibu hamil
trimester III dalam menghadapi persalinan (p=0,965; alpha=0,05;CI=95%). Ibu
hamil trimester III pada multipara memiliki peluang 0,9 kali kurang siap fisik
dan psikologis dalam menghadapi persalinan dibandingkan ibu trimester III
pada nullipara (OR=0,9).

5.2.3 Hubungan pendidikan ibu dengan kesiapan fisik dan psikologis dalam
menghadapi persalinan
Berdasarkan tabel diatas, ada sebanyak 46 orang (49,5%) ibu hamil trimester III
kurang siap fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan dengan
pendidikan tinggi dan 2 orang (66,7%) berpendidikan rendah. Sedangkan 47
orang (49,5%) ibu hamil trimester III siap fisik dan psikologis dalam
menghadapi

persalinan

berpendidikan

tinggi

dan

orang

(33,3%)

berpendidikan rendah. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh bahwa tidak ada
berbedaan kesiapan fisik dan psikologis ibu hamil trimester III berpendidikan
tinggi dan rendah, atau tidak ada hubungan antara pendidikan tinggi dengan
kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan (p=1,000;
alpha=0,05; CI=95%). Ibu hamil trimester III yang memilik pendidikan tinggi
berisiko1,96 kali kurang siap fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

17

dibandingkan dengan ibu hamil trimester III yang berpendidikan rendah


(OR=1,96).

5.2.4 Hubungan pekerjaan dengan kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi
persalinan.
Berdasarkan tabel diatas, maka ada sebanyak 32 orang (58,2%) ibu hamil
trimester III tidak bekerja siap fisik dan psikologis dan psikologis dalam
menghadapi persalinan dan sebanyak 15 orang (36,6%) pada ibu trimester III
yang bekerja. Sedangkan sebanyak 26 orang (63,4%) kurang siap fisik dan
psikologis pada ibu bekerja dan 23 orang (41,8%) pada ibu tidak bekerja.
Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh bahwa tidak ada perbedaan kesiapan
fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III
yang bekerja dan tidak bekerja, atau tidak ada hubungan antara status pekerjaan
ibu dengan kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan
(p=0,059; alpha=0,05; CI= 95%). Ibu hamil trimester III yang tidak bekerja
mempunyai peluang 2,4 kali siap fisik dan psikologis dalam menghadapi
persalinan dibandingkan dengan ibu hamil trimester III yang bekerja (OR=2,4).

Tabel 5.4
Analisis hubungan antara senam hamil yoga dengan kesiapan fisik dan psikologis
dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di RSIA Limijati
Bandung periode bulan Mei-awal bulan Juni 2011
Kesiapan fisik dan
Psikologis
Kurang
Siap
siap

Variabel
n
Senam hamil yoga
1. Ya
2. Tidak
Total

30
17
47

%
62,5
35,4
49,0

n
18
31
49

%
37,5
64,6
51,0

Total
N
48
48
96

OR (95% CI)

p
value

3,039 (1,323-6,980) 1

0,014

%
100,0
100,0
100,0

Berdasarkan tabel diatas, maka ada sebanyak 30 orang (62,5%) ibu hamil
trimester III siap fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan melakukan
senam hamil yoga dan 18 orang (37,5%) tidak ikut senam hamil yoga. Sedangkan
31 orang (64,6%) kurang siap fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan
pada ibu yang tidak ikutserta senam hamil yoga dan 17 orang (35,4%) pada ibu
hamil trimester III yang ikut senam hamil yoga.

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

18

Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh bahwa ada perbedaan antara ibu hamil
trimester III yang ikutserta senam hamil yoga dengan yang tidak ikut senam
hamil yoga terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan,
atau ada hubungan antara ibu hamil trimester III yang melakukan senam hamil
yoga terhadap kesiapan menghadapi persalinan (p=0,014; alpha=0,05; CI= 95%).
Ibu hamil trimester III yang melakukan senam hamil yoga 3,04 kali siap fisik dan
psikologis dalam menghadapi persalinan bila dibandingkan dengan ibu hamil
trimester III yang tidak melakukan senam hamil yoga (OR=3,04).

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

BAB 6
PEMBAHASAN

Bab ini menjelaskan tentang pembahasan yang berkaitan hipotesa penelitian dengan
hasil analisis data penelitian berdasarkan tujuan penelitian, membandingkan hasil
penelitian dengan penelitian sebelumnya atau berdasarkan teori yang berkaitan,
mendiskusikan hasil penelitian yang dipaparkan pada bab hasil penelitian,
menjelaskan keterbatasan serta implikasi penelitian. Penelitian tentang senam hamil
dengan metode yoga yang dilakukan peneliti didapat hasil berdasarkan data yang
terkumpul sesuai dengan kreteria inklusi dan eksklusi serta besar sampel minimal.

6.1 Interpretasi dan Diskusi Hasil Penelitian


6.1.1 Pengaruh senam hamil yoga selama kehamilan terhadap kesiapan fisik dan
psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III

Pada penelitian ini, berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh senam


hamil yoga selama kehamilan terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam
menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Ibu dan
Anak Limijati Bandung. Sehingga, hasil penelitian ini menunjukan bahwa
hipotesa null (H0) ditolak.

Maka penelitian ini sependapat dengan hasil penelitian sebelumnya yang


meneliti tentang efek dari senam hamil yoga dalam masa kehamilan. Hasil
penelitian tersebut mengatakan bahwa banyak manfaat latihan yoga bagi ibu
hamil, bersalin dan nifas yaitu dapat meringankan edema dan kram yang sering
terjadi pada bulan-bulan terakhir kehamilan, membantu posisi bayi dan
pergerakan, meningkatkan sistem pencernaan dan nafsu makan, meningkatkan
energi dan memperlambat metabolisme untuk memulihkan ketenangan dan
fokus, mengurangi rasa mual, morning sickness dan suasana hati, meredakan
ketegangan di sekitar leher rahim dan jalan lahir, yang berfokus pada
membuka pelvis untuk mempermudah persalinan, membantu dalam perawatan
pasca kelahiran dengan mengembalikan uterus, perut dan dasar panggul,
mengurangi ketegangan, cemas dan depresi selama hamil, persalinan nifas dan

Universitas Indonesia
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

ketidaknyamanan payudara (Chopra & Simon, 2004; Stoppard, 2008; Amy


and Kathryn, 2008; Siska, 2009; Sindhu, 2009; Wiadnyana, 2011).

Penelitian-penelitian tersebut yang berkaitan dengan latihan yoga selama


kehamilan dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan janin yang disertai
pula dengan peningkatan pengetahuan ibu hamil dalam mempersiapan
persalinan. Perawat memiliki peran salah satunya adalah memberikan
pendidikan pada kliennya termasuk perawat maternitas untuk meningkatkan
pengetahuan ibu dan keluarga, seperti pendidikan antenatal dengan tujuan ibu
dan keluarga mampu mengambil keputusan untuk dirinya dan keluarga, dapat
memberikan pendidikan dan latihan dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu
dan janin sehingga dapat melahirkan dengan alami, sehat, aman dan nyaman.

Pada saat kehamilan seorang ibu hamil mengalami banyak perubahan baik
fisik maupun psikologis, perasaan ketidaknyamanan, perasaan mual, muntah,
letih dan adanya penurunan keinginan seksual (Bobak, Jensen & Lowdermilk,
2005). Hal tersebut dapat menimbulkan komplikasi dalam kehamilan dan
persalinan, sehingga sangat diperlukan adanya persiapan dalam menghadapi
kehamilan dan persalinan. Persiapan ini dapat dilakukan di kelas-kelas prenatal
yang memberikan pendidikan dan latihan pada ibu hamil dan keluarga.

Pendidikan dan latihan tersebut salah satunya adalah dengan memberikan


penyuluhan dan senam hamil yoga dalam kehamilan. Senam hamil yoga
adalah cara yang baik untuk mempersiapkan persalinan karena teknik
latihannya menitikberatkan pada pengendalian otot, teknik pernapasan,
relaksasi dan ketenangan pikiran (Stoppard, 2008).

Berdasarkan hasil penelitian ini, didapat sebanyak 48 ibu hamil trimester III
yang melakukan senam hamil yoga secara teratur baik di rumah maupun di
rumah sakit Ibu dan Anak Limijati Bandung yang dilakukan dalam kondisi
sehat setelah melakukan pemeriksaan dokter yang merawat dan tidak ada
kontraindikasi terhadap latihan senam hamil yoga ini. Senam hamil yoga
berdasarkan hasil penelitian mulai dilakukan rata-rata pada trimester II, hal ini
sependapat dengan teori yang mengatakan bahwa senam hamil yoga dapat

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

dilakukan setelah trimester I kehamilan atau setelah bulan ke-4 karena kondisi
kandungan sudah stabil dan kuat (Widdowson, 2004; Siska, 2009).

Latihan senam hamil yoga yang dilakukan selama kehamilan secara teratur dan
terprogram memberikan banyak manfaat baik pada ibu maupun janin yang
dikandung sebab berdasarkan hasil penelitian manfaat senam hamil yoga bagi
ibu hamil yaitu dapat meningkatkan aliran darah dan nutrisi janin secara
adequat serta berpengaruh juga pada organ reproduksi dan panggul
(memperkuat otot perineum) ibu untuk mempersiapkan kelahiran anak secara
alami. Bila dicermati lebih lanjut, sebenarnya dalam gerakan senam hamil
yoga terkandung efek relaksasi yang dapat menstabilkan emosi ibu hamil.
Sebab gerakan senam hamil yoga memfokuskan perhatian pada ritme nafas,
mengutamakan kenyamanan serta keamanan dalam berlatih sehingga
memberikan banyak manfaat (Krisnandi, 2010).

Dengan demikian latihan senam hamil yoga diharapkan dapat meningkatkan


kesejahteraan ibu dan janin sehingga dapat meningkatkan kesiapan baik fisik
maupun psikologis ibu dalam menghadapi persalinan. Penelitian ini
sependapat pula dengan teori yang dikemukanan oleh Winddowson (2004),
latihan fisik yoga pada trimester III dengan gerakan tertentu dapat membantu
meringankan nyeri punggung, membantu untuk meringankan bengkak pada
pergelangan kaki, mengurangi stretch marks, meningkatkan kekuatan
konsentrasi,

meningkatkan

daya

ingat,

mengatasi

gangguan

mata,

menghilangkan insomnia, meringankan pikiran dari permasalahan dan emosi


yang terpendam yang merupakan permasalahan yang sering timbul pada
trimester III kehamilan.

Pada ibu hamil trimester III yang didapat dalam penelitian ini memiliki usia
yang berada dalam tingkat dewasa, berdasarkan hal tersebut dimana pada
individu yang dewasa dalam setiap pengambilan keputusan yang mengacu
pada setiap pengalamannya terutama pengalaman yang berkaitan tentang
kehamilan, persalinan dan nifas serta program-program pendidikan kesehatan
yang diberikan umur yang cukup dalam mengawali atau memasuki masa
perkawinan dan kehamilan akan membantu seseorang dalam kematangan

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

dalam menghadapi persoalan atau masalah, dalam hal ini menghadapi


kehamilan dan perubahan selama hamil. Sedangkan pada umur yang lebih
muda dan tua maka kemungkinan kematangan pikiran dan perilaku juga
berpengaruh terlebih menghadapi perubahan dan adaptasi selama kehamilan
yang terkait juga dengan kematangan dan kesiapan organ reproduksi.

Pada ibu hamil trimester III tersebut lebih banyak ibu yang melakukan senam
hamil yoga pada kehamilan pertama dibandingkan dengan ibu hamil yang
telah lebih dari dua kali kehamilan. Dimana hal ini juga terkait dengan
pendidikan, umur dan pekerjaan yang mempengaruhi seorang ibu hamil untuk
melakukan senam hamil yoga selama kehamilannya.

Pada masa ini memerlukan perhatian yang lebih, dalam menjaga dan
meningkatkan kesehatannya akibat adanya perubahan-perubahan fisik dan
psikologis yang terjadi. Sebab pada masa ini tidak banyak bagi para calon ibu
yang telah siap menghadapi berbagai persoalan yang menyangkut persiapan
persalinan, terutama para ibu muda belum banyak memiliki pengalaman dalam
menjalini persalinan (Bobak, 2005).

Terdapat pula lebih banyak ibu hamil trimester III yang berpendidikan tinggi
mengikuti senam hamil yoga dibandingkan dengan yang tidak melakukan
senam hamil yoga dan berpendidikan rendah. Hal ini dapat berkaitan dengan
pendidikan

tinggi

dengan

tingkat

pengetahuan

seseorang,

menurut

Notoatmodjo (2010), pengetahuan merupakan hal yang sangat penting untuk


terbentuknya sebuah perilaku. Tingkat pengetahuan ibu hamil sangat berperan
dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan meningkatkan status
kesehatan ibu dan bayi, sebab berdasarkan pengalaman dan penelitian ternyata
perilaku yang didasari pengetahuan akan lebih berkesinambungan daripada
perilaku yang tidak didasari dengan pengetahuan.

Berdasarkan hasil tersebut, maka tingkat pendidikan turut menentukan mudah


tidaknya seseorang menyerap dan memahami tentang informasi yang berkaitan
dengan persiapan menghadapi persalinan yang diperoleh dan teknik serta
latihan senam hamil yoga sesuai dengan program yang diberikan. Dari

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

kepentingan keluarga pendidikan itu sendiri amat diperlukan seseorang


sehingga diharapkan seseorang akan lebih tanggap dengan adanya persalinan
yang bermasalah atau terjadi insiden selama proses persalinan terjadi dan
keluarga dapat segera mengambil tindakan secepatnya, sependapat pula
dengan Notoatmodjo (2010) yang mengatakan bahwa tingkat pendidikan turut
menentukan rendah tidaknya seseorang menyerap atau menerima dan memakai
pengetahuannya.

Namun hal lain yang perlu diperhatikan oleh para ibu hamil ini adalah dengan
cara mencari pengetahuan seluas-luasnya tentang masalah kehamilan dan
persalinan dengan membaca buku, mengikuti kelas prenatal atau hal-hal lain
yang berkaitan dengan masalah kehamilan serta konsultasi kepada petugas
kesehatan dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesiapan dalam
menghadapi persalinan.

Pada status pekerjaan didapatkan hampir sama antara ibu yang melakukan
senam hamil yoga dengan yang tidak melakukan senam hamil yoga pada
kelompok yang tidak bekerja dan bekerja. Sedangkan menurut Bobak (2005),
ibu hamil tidak lagi merasa senang bekerja setelah memasuki trimester III
akibat adanya rasa letih yang berlebihan dan hal ini juga yang menjadi faktor
penentu bagi ibu hamil untuk berhenti bekerja. Sedangkan menurut hasil
penelitian Amy, et al (2009) terdapat 80% responden mengatakan berencana
untuk bekerja setelah kelahiran bayinya sedangkan mereka tidak melaporkan
adanya masalah kesehatan mental saat ini dan terdapat sepertiganya memiliki
riwayat depresi atau kecemasan.

Pada ibu yang tidak bekerja diprediksi memiliki waktu dan kesempatan untuk
mempersiapkan diri dalam menghadapi persalinan seperti mengikuti kelas
prenatal, mencari dan mempelajari tentang persiapan menghadapi persalinan
serta menjadi ibu dalam menjalani peran barunya lebih banyak dibandingkan
dengan ibu yang masih aktif bekerja. Dengan tidak bekerjanya seorang ibu
hamil, maka diharapkan akan lebih banyak waktunya untuk mempersiapkan
diri dalam menghadapi persalinan termasuk juga melakukan senam hamil yoga

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

sehingga dapat merasakan manfaat dari latihan tersebut untuk ibu hamil dan
bayinya.

Dengan masih banyak ibu hamil yang bekerja mencari nafkah, baik untuk
kepentingan sendiri maupun keluarga, yang sependapat pula dengan Depkes
RI (2009) yang mengatakan bahwa faktor bekerja saja nampak belum berperan
sebagai timbulnya suatu masalah pada persiapan menghadapi persalinan,
dimana kondisi bekerja yang menonjol sebagai faktor yang mempengaruhi
persiapan menghadapi persalinan karena tersitanya waktu untuk hal tersebut.
Pada ibu hamil yang masih bekerja di luar rumah sudah membuat persiapan
menghadapi persalinan meski persiapan yang dimiliki terkadang belum sesuai.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat lebih banyak ibu hamil trimester III
yang siap fisik dan psikologis pada kelompok yang melakukan senam hamil
yoga dibandingkan dengan yang tidak melakukan senam hamil yoga atau tidak
mengikuti kelas prenatal dan ditemukan pula ibu hamil yang melakukan senam
hamil yoga lebih banyak yang siap secara fisik daripada psikologis. Hal ini
sependapat dengan penelitian yang dilakukan Amy and Kathryn (2008) yang
mengatakan bahwa senam hamil yoga dapat meringankan edema dan kram
yang sering terjadi pada bulan-bulan terakhir kehamilan dan Menurut
Narendran (2009) dari Cincinnati Children's Hospital dan Medical Center di
Ohio, bahwa kehamilan yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi lebih
rendah kejadiannya pada kelompok yoga dibandingkan dengan kelompok yang
tidak yoga.

Sependapat pula dengan penelitian-penelitian yang dilakukan dalam Amy, et al


(2009), yang mengatakan bahwa pengaruh dari latihan yoga dapat
meningkatkan hasil kehamilan yang meliputi peningkatan aliran darah ke
plasenta, penurunan hormon stress yang barasal dari ibu, dan penurunan
produksi hormon yang memicu kelahiran prematur. Senam hamil yoga dan
meditasi dapat mengarahkan ibu hamil lebih tenang dan aman karena
mengurangi stress psikologis dan cedera fisik selama masa kehamilan dan
persalinan, termasuk kecemasan dan rasa sakit.

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Walaupun dalam penelitian tersebut lebih banyak kearah psikologis, seperti


yang dilakukan oleh Kelly, Russo dan Katon (2001) dalam Amy, et al (2009)
yang mengatakan bahwa tingginya stress atau kecemasan terkait dengan
berbagai hasil kehamilan, rasa sakit dan keluhan somatik yang sering
menganggu mood pada ibu hamil. Sedangkan intervensi yoga selama
kehamilan tidak diteliti pada setiap trimester kehamilan baik pada primipara
atau multipara terkait dengan perubahan fisiologi dalam kehamilan.

Sedangkan menurut Rokhmah (2010) masa kehamilan merupakan peristiwa


yang membahagiakan dalam kehidupannya, namun terkadang ibu hamil juga
mengalami kecemasan. Kecemasan terkait dengan respon emosi umum
terhadap stres dan emosi negatif yang ditandai dengan perasaan ketakutan dan
kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan terhadap suatu ancaman,
terutama kejadian yang secara emosional melibatkan dirinya serta kejadian
yang belum diketahui hasil akhirnya. Kecemasan tersebut dikarenakan adanya
perubahan fisik maupun psikologis yang membuat ibu hamil merasa ketakutan
tentang hal-hal yang akan terjadi selama kehamilan. Oleh karena itu agar ibu
hamil tidak mengalami kecemasan perlu mempersiapkan segala hal yang dapat
membantu selama masa hamil serta saat proses melahirkan.

Kesiapan merupakan akibat proses persiapan, dalam hal ini persiapan


persalinan dilakukan di dalam kelas antenatal dengan edukasi dan latihan.
Seorang ibu hamil yang siap menghadapi persalinan secara fisik dan psikologis
dapat membantu tubuh ibu hamil mengikuti ritme saat melahirkan. Dalam hal
ini kesiapan berkaitan dengan senam hamil yoga yang dilakukan ibu hamil
selama kehamilan.

Kesiapan psikologis berkaitan dengan perasaan cemas, stress dan takut


merupakan masalah yang sering dialami ibu hamil trimester III dalam
menghadapi persalinan. Berdasarkan hal tersebut, maka untuk memutuskan
siklus kecemasan dan meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi
persalinan tersebut, melalui kegiatan senam hamil yoga yang teratur dan
terprogram sebagai salah satu intervensi dalam asuhan keperawatan pada

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

pelayanan prenatal dan merupakan suatu alternatif terapi yang dapat diberikan
pada ibu hamil (Amy, et al,2009).

Sebab fisik yoga, seperti latihan penguatan dan peregangan otot berdampak
pada berkurangnya ketegangan ibu hamil dan relaksasi otot, individu akan
menjadi lebih mampu mendeteksi peningkatan ketegangan pada tubuh selama
aktivitas sehari-harinya, digunakan sebagai isyarat untuk menerapkan latihan
relaksasi. Latihan relaksasi yang menggabungkan antara relaksasi otot dan
relaksasi

pernafasan

dengan

cara

ibu

hamil

melakukannya

sambil

membayangkan keadaan bayi di dalam perut baik-baik saja. Hal ini cukup
membawa pengaruh relaksasi, sesuai dengan pernyataan Heardman (1996)
bahwa dengan membayangkan sesuatu yang menyenangkan dapat membuat
tubuh menjadi rileks.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut dikaitkan dengan latihan senam hamil


yoga dengan kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan yang
dipengaruhi oleh karakteristik responden dalam penelitian. Berdasarkan hasil
penelitian ini belum banyak ibu hamil yang siap fisik dan psikologis dalam
menghadapi persalinan sebab menurut Bobak, Lowdermilk & Jensen (2004),
yaitu ibu hamil dikatakan siap secara fisik bila tidak mudah lelah, lemas,
kualitas tidur meningkat, kekuatan fisik meningkat, fleksibelitas dan daya
tahan tubuh meningkat, penurunan sakit punggung, penurunan sesak nafas dan
siap secara psikologis bila tenang, rileks, bahagia dan percaya diri yang
membantu otot-otot tubuh ibu mengatasi tekanan saat proses melahirkan
sehingga dapat timbulnya keinginan yang kuat untuk melihat hasil akhir
kehamilannya dan untuk segera menyelesaikannya membuat ibu hamil siap
untuk ke tahap persalinan.

6.2

Keterbatasan penelitian

6.2.1 Instrumen penelitian


Kuesioner penelitian yang digunakan adalah hasil buatan peneliti yang diambil
dari berbagai manfaat dari senam hamil yoga dan ketidaknyamanan yang
sering dirasakan oleh ibu hamil trimester III yang telah dilakukan uji

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

instrument sehingga telah valid dan reabel. Namun ada kemungkinan data
yang diambil belum maksimal karena untuk kesiapan fisik dan psikologis akan
lebih baik lagi bila ada lembar observasi yang mengamati kesiapan ibu hamil
dalam persalinan.
6.2.2 Pelaksanaan senam hamil yoga
Pelaksanaan senam hamil yoga di rumah sakit Ibu dan Anak Limijati Bandung
ini telah terprogram dengan pelatih yang cukup kompeten. Latihan dilakukan
terjadwal yaitu seminggu 2 kali, Namun banyak dari peserta yang tidak
melakukan secara teratur sehingga ada kemungkinan kurang mendapatkan
hasil yang maksimal.
6.2.3 Variabel penelitian
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kesiapan fisik dan psikologis
dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III yang tidak diteliti
oleh peneliti seperti aspek budaya, ekonomi, keyakinan dan dukungan
keluarga.

6.3 Implikasi untuk bidang keperawatan


Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka penelitian ini dapat memberikan
acuan dalam bidang keperawatan khususnya keperawatan maternitas pada:
6.3.1. Pelayanan keperawatan
Kehamilan merupakan proses yang harus mendapat perhatian besar dari
berbagai aspek termasuk masalah komplikasi yang mungkin timbul baik pada
ibu maupun pada bayi yang dikandung yang dapat menyebabkan kematian
dan kesakitan. Hal tersebut disebabkan juga karena kurangnya persiapan baik
pada saat pra kehamilan maupun saat akan menghadapi persalinan. Selama ini
persiapan tersebut dipelayanan rumah sakit di Indonesia masih cenderung
belum terprogram.

Intervensi mandiri untuk mempersiapkan kesiapan ibu hamil dalam


menghadapi

persalinan

yang

terkait

juga

dengan

akibat

adanya

ketidaknyamanan selama masa kehamilan salah satunya dengan senam hamil


yoga. Hasil penelitian tentang pengaruh senam hamil yoga selama kehamilan
terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan ini dapat

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

10

memberikan gambaran dan pengetahuan tentang terapi nonfarmakologi yang


dapat dimanfaatkan dalam praktek keperawatan secara mnadiri berdasarkan
evidence base. Sehingga dapat digunakan sebagai salah satu intervensi
keperawatan untuk mempersiapan ibu hamil dalam menghadapi persalinan
diberbagai pelayanan keperawatan atau kesehatan di Indonesia.

6.3.2 Penelitian keperawatan


Penelitian di dapat menjadikan pemicu untuk melakukan penelitian-penelitian
selanjutnya yang berhubungan dengan senam hamil yoga yang merupakan
salah satu intervensi keperawatan dalam membantu klien mengatasi
ketidaknyamanan selama kehamilan. Sebab penelitian yang berkaitan dengan
program latihan termasuk senam hamil yoga dalam bidang keperawatan di
Indonesia masih sangat jarang dan program latihan ini masih terdapat
dibeberapa rumah sakit yang belum dapat dijangkau dan diketahui oleh
masyarakat umum.

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

BAB 7
KESIMPULAN DAN SARAN

7.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan penelitian pada bab sebelumnya,
maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
7.1.1 Pada uji homogenitas didapatkan semua variabel dari karakteristik responden
yang mencakup umur, paritas, pendidikan dan pekerjaan setara baik pada
kelompok yang terpajan senam hamil yoga maupun yang tidak terpajan
senam hamil yoga atau homogen (p > 0,05; alpha=0,05). Sedangkan pada
kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan bermakna karena
p value < 0,05 dan terdapat lebih banyak ibu trimester III yang siap fisik
dalam menghadapi persalinan 31 orang (60,8%) melakukan senam hamil
yoga.
7.1.2 Pada uji chi square terdapat tidak ada hubungan antara kelompok ibu berumur
20-30 tahun dengan kelompok ibu berumur < 20 dan > 30 tahun, paritas
multipara dengan nullipara, pendidikan tinggi dengan pendidikan rendah dan
status pekerjaan ibu yang bekerja dengan yang tidak bekerja terhadap
kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan. Sedangkan
terdapat hubungan yang bermakna antara senam hamil yoga dengan kesiapan
fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III
di Rumah sakit Ibu dan Anak Bandung (p value=0,014; alpha=0,05).

7.2. Saran
7.2.1 Masyarakat
Senam hamil yoga belum banyak dilakukan sebagai intervensi yang dapat
diterapkan selama kehamilan dalam membantu meningkatkan kesehatan dan
kesejahteraan ibu hamil serta mempersiapkan kondisi fisik dan psikologis
dalam menghadapi persalinan. Hasil penelitian ini diharapkan pula dapat
memberikan gambaran pengaruh senam hamil yoga selama kehamilan
terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu
hamil trimester III sehingga dapat termotivasi untuk melakukan senam hamil
Universitas Indonesia
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

yoga dalam mengatasi ketidaknyamanan yang timbul selama kehamilan dan


menghadapi persalinan baik di rumah maupun lingkungan sekitarnya sebab
latihan ini dapat dipandu juga dengan kaset, video yang dijual bebas.

7.2.2 Institusi pelayanan keperawatan


Senam hamil yoga selama kehamilan termasuk dalam salah satu intervensi
pada masa prenatal dalam mengatasi ketidaknyamanan dan meningkatkan
kesejahteraan baik fisik maupun psikologis ibu hamil, sehingga melalui hasil
penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pengaruh
senam hamil yoga selama kehamilan terhadap kesiapan fisik dan psikologis
dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III dan dapat menjadi
acuan dalam merencanakan asuhan keperawatan yang akan diberikan kepada
klien selama kehamilan di setiap institusi pelayanan keperawatan seperti
tersedianya tempat latihan dan pelatih yang memadai dapat dilakukan oleh
perawat yang telah terlatih serta biaya yang terjangkau untuk masyarakat
umum. Peran perawat ini di Indonesia belum banyak dilakukan oleh perawat,
karena belum banyak rumah sakit yang memiliki fasilitas dan program latihan
senam hamil yoga dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi.

7.2.3 Penelitian keperawatan


Berdasarkan hasil dari beberapa penelitian yang telah dilakukan didapatkan
manfaat dari senam hamil yoga dalam mengatasi ketidaknyamanan selama
kehamilan, meningkatkan hasil kehamilan dan mencegah komplikasi
persalinan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk melakukan
penelitian berikutnya karena melihat hasil penelitian ini, masih perlu
dilakukan berbagai penelitian lanjutan terkait dengan manfaat dari senam
hamil yoga dalam mengatasi permasalahan yang sering timbul selama
kehamilan dan menghadapi persalinan baik secara kuantitatif maupun
kualitatif. Penelitian yang dapat dilakukan, seperti pengalaman ibu hamil
dalam melakukan senam hamil yoga selama kehamilan dan faktor-faktor yang
berpengaruh terhadap keikutsertaan dan kepatuhan dalam program latihan
senam hamil yoga seperti budaya, ekonomi, nilai-nilai dan dukungan keluarga
yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

DAFTARA PUSTAKA

Ariawan, S. (2006). Besar dan metode sampel pada penelitian kesehatan. Jakarta:
jurusan Biostatistik dan Kependudukan, FKM UI. (tidak dipublikasikan).
Amy E. B, et al. (2009). The effects of mindfulness-based yoga during pregnancy
on maternal psychological and physical distress. http://jognn.awhonn.org.
Diakses kamis 13 januari 2011.
Amy E. Beddoe 1 and Kathryn A. Lee. (2008). Mind-body interventions during
pregnancy. JOGNN. http://jognn.awhonn.org. Diakses kamis 13 januari
2011.
Azwar, A & Prihartono, J. (2003). Metodologi penelitian kedokteran dan
kesehatan masyarakat. Batam: Binapura aksara.
Badan koordinasi keluarga berencana nasional (BKKBN) Jawa Barat. Angka
kematian
ibu
melahirkan
di
Jawa
Barat
tinggi.
http://www.berita8.com/read/2011/03/26/4/40370/Angka-kematian-ibumelahirkan-di-JAwa-Barat-Tinggi. Diakses 3 maret 2011.
Bobak, Jensen & Lowdermilk. (2004). Maternity nursing. (7th ed). St Louis:
Mosby.
Bobak.I., Lowdermilk. D., Jensen, M. (2005). Buku ajar keperawatan maternitas.
(4th ed). Alih bahasa: Wijayarini, M. Jakarta: EGC.
Dempsey, P.A & Dempsey, A.D. (2002). Riset Keperawatan: Buku ajar &
latihan. Alih bahasa:PalupiWidyastuti.(edisi 4). Jakarta: EGC.
Depkes
RI.
(2009).
Angka
kematian
ibu
melahirkan
(aki),
http://www.menegpp.go.id/aplikasidata.php?option=com_docman&task=do
c_download&gid=290&Itemid=111.(Diakses 3 maret 2011).
Depkes RI. (2010). Strategi akselerasi pencapaian target MDGs
2015.http://www. target_mdgs. Pdf. Diakses kamis 13 januari 2011.
Ferry E Shannon, et, al. (2010). Maternal child nursing care. (4th ed). Mosby
Elsevier. Maryland heights, Missouri.
Hastono, S.P. (2007). Basic data analysis for health research training. Depok:
FKM Universitas Indonesia.
Hawari, Dadang. (2006). Manajemen Stres Cemas dan Depresi.(edisi kesatu).
Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

Universitas Indonesia
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Hidayat, A, A.(2007). Metode penelitian keperawatan dan teknik analisis data.


Jakarta: Salemba medika.
Indiarti, MT. (2009). Panduan lengkap kehamilan, persalinan dan perawatan
bayi. (10th ed). Yogyakarta: Diglossia media.
Krisnadi, sofie rifayani. (2010). Sinopsis yoga untuk kehamilan: sehat, bahagia
dan penuh makna. Http/www.bukukita.com.Jakarta. Diakses kamis 13
januari 2011.
Lameshow, dkk. (1997). Besar sampel dalam penelitian kesehatan. Yogyakarta:
Universitas Gajah Universitas Gajah Mada press.
Marc B Schure; John Christopher; Suzanne Christopher. (2008). Mind-body
medicine and the art of self-are: teaching mindfulness to counseli students
through yoga, meditation dan qigong. Journal of Counseling and
Development : JCD; Winter 2008; 86, 1; ABI/INFORM Global pg. 47.
Diakses kamis 13 januari 2011.
Michalsen, et al. (2005). Rapid stress reduction and anxiolysis amongdistressed
women as a consequence of a three-month intensive yoga program.
Www.medscimonit.com. Clinical research. Di akses 7 februari 2011.
Kementrian
perencenaan
pembangunaan
nasional/Badan
perencanaan
pengembangan pembangunan nasional. (2010). Pedoman penyusunan
rencana percepatan pencapaian tujuan mdges di daerah. Diakses kamis 13
januari 2011.
Nerendran,S.(2009). Yoga improves pregnancy outcomes Source: Journal of
Alternative and Complementary Medicine 2005; 11: 237-44. Diakses 13
januari 2011.
Nursalam. (2008). Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu
keperawatan pedoman skripsi, tesis dan instrument penelitian keperawatan.
(2th ed). Jakarta: Salemba medika.
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka cipta.
Lodewig, et al. (2002). Maternal-newborn nursing a family and community-based
approach. (6th ed). New Jersey.
Perry, et al. (2010). Maternal child nursing care. (4th ed). Elsevier: Mosby.
Polit, D.F., Beck, C.T. (2004).Canadian essentials of nursing research. Williams
& wilkins: Lippincott.
Pollit, D. F., Hugler, B.P.(2001). Nursing research: principal and method. (6th ed).
Philadelphia: Lippincott.

Universitas Indonesia
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Pillitteri, A. (2003). Maternal and child nursing, care of the childbearing and
childbearing family. (4th ed). Philadelphia:Lippincott.
Progestian, prima. (2010). http://drprima.com/kehamilan/pengertian-lama-danperiode-kehamilan-manusia.html, diakses senin 7 februari 2011.
Rokhmah, R, N.(2010). Hubungan meditasi dalam yoga dengan daya tahan
terhadap
stres
pada
paguyuban
yogiswaran
surakarta.
http://etd.eprints.ums.ac.id/858/. Diakses kamis 13 januari 2011.
Riyanto, A. (2010). Pengolahan dan analisis data kesehatan. Yogyakarta: Nuha
medika.
Sabri & Hastono. (2009). Statistik Kesehatan. Edisi revisi. Jakarta: Rajawali Pers.
Sastrosmoro & Ismael. (2010). Dasar-dasar metodologi penelitian klinis. (3th ed).
Jakarta: Sagung Seto.
Scohott, J & Priest, J. (2002). Leading antenatal classes a practical guide. (2th ed).
Elsevier Science: Oxford.
Sindhu, P. (2009). Yoga untuk kehamilan sehat, bahagia dan penuh makna. Seri
bugar.Bandung: Qonita, Mizan Pustaka.
Siska, Connie. (2009). Siapa bilang yoga sulit. Jakarta:Intisari Mediatama.
Sugiono & Wibowo, E. (2004). Statistik untuk penelitian. (edisi 4). Bandung:
Alpabeta.
Stoppard, M. (2008). Conception pregnancy and birth: ensiklopedia kehamilan.
Surabaya:Erlangga.
Sustiaty. (2008). Hubungan antara kualitas pelayanan dan kecemasan
menghadapi proses persalinan pada pasien rumah sakit bersalin di Jakarta.
Fakultas psikologis Universitas Gunadarma. Skripsi (tidak dipubllikasikan).
Susan Gennaro, Justine Shults, and David J. Garry. (2008). Stress and preterm
labor and birth in black women. JOGNN. Diakses kamis 13 januari 2011.
Wiadnyana, M.S. (2011). The power of yoga for pregnancy and post-pregnancy.
Gramedia widiasarana Indonesia. Jakarta: Taruna Grafika.
Widdowson,R.(2004). Yoga for pregnancy. London: Heron quays Dockland.
Wilie, linda. (2005). Essential anatomy and physiology in maternity care. (2th ed).
Elsevier Churchill livingstone. Scotland.
Winkjosastro. H. (2005). Ilmu kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Putaka Sarwono.

Universitas Indonesia
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Wood, L.G., Haber, J. (2006). Nursing research: methods and critical appraisal
for evidence-based practice. (6th ed). Mosby-Elsevier.
World reference dictionary.(2011). http://www.wordreference.com. Diakses
kamis 24 maret 2011.
Yerbi. M. (2000). Pain In Childbearing. Hercot: Bailliere Tindall.

Universitas Indonesia
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Lampiran 4

INSTRUMEN PENELITIAN
PENGARUH SENAM HAMIL YOGA SELAMA KEHAMILAN
TERHADAP KESIAPAN FISIK DAN PSIKOLOGIS
DALAM MENGHADAPI PERSALINAN
PADA IBU HAMIL TRIMESTER III
DI RSIA LIMIJATI BANDUNG

Form A (Isian data demografi)


Petunjuk pengisian:
Berilah jawaban pertanyaan berikut dengan cara memberi tanda () pada kolom
yang tersedia
Isilah jawaban anda pada kotak/ titik-titik yang tersedia
1. Kode responden

Diisi oleh peneliti

2. Usia

: .. Tahun

3. Kehamilan ke

Pertama
Dua atau lebih

4. Pendidikan

SD/SMP
SMU/PT

5. Pekerjaan

Tidak bekerja
Bekerja

6. Latihan senam hamil yoga:

Ya
Tidak

7. Keikutsertaan dalam latihan persiapan persalinan di rumah sakit


....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................

Universitas Indonesia
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Form B (Isian data kesiapan responden secara psikologis yang terkait


dengan pengetahuan dalam menghadapi persalinan)

Petunjuk Pengisian:
Berilah jawaban pertanyaan berikut sesuai dengan kondisi yang dialami ibu
pada saat kehamilan berusia 7 bulan hingga saat ini, dengan cara memberi
tanda () pada kolom yang tersedia, dengan keterangan:
1. Pilihlah:
a. Tidak pernah, apabila pertanyaan tersebut sama sekali tidak pernah
dilakukan
b. Kadang-kadang, apabila pertanyaan lebih banyak tidak dilakukan
daripada dilakukan
c. Sering, apabila pernyataan tersebut lebih banyak dilakukan daripada
tidak dilakukan
d. Selalu, apabila pertanyaan tersebut selalu dilakukan
Isilah jawaban anda pada kotak/ titik yang tersedia

No

Pertanyaan

Tidak
pernah

Kadangkadang

Sering

Selalu

1 Akhir-akhir ini saya tidur dengan


nyenyak setiap hari
2 Akhir-akhir ini saya terbangun lebih awal
3 Akhir-akhir ini saya mengalami mimpi
buruk
4 Akhir-akhir ini saya merasa tidak mau
ditinggal sendiri
5 Keluarga dan suami membantu saya
dalam menghadapi persalinan
6 Akhir-akhir ini saya membayangkan
suasana di ruang bersalin nanti tenang dan
menjaga keselamatan saya
7 Akhir-akhir ini saya mengalami kesulitan
untuk berkonsentrasi
8 Saya merasa nyaman dengan kehamilan
ini
9 Kehamilan ini saya harapkan
10 Akhir-akhir ini lingkungan tempat tinggal
saya menyebabkan saya stress

Universitas Indonesia
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

11 Akhir-akhir ini saya mengalami


penurunan keinginan seksual
12 Akhir-akhir ini saya khawatir akan
keselamatan saya sendiri
13 Saya siap menghadapi persalinan ini
14 Saya yakin persalinan saya nanti berjalan
sesuai dengan yang saya harapkan

Form C (Isian data kesiapan responden secara fisik dalam menghadapi


persalinan)
Petunjuk Pengisian:
Berilah jawaban pertanyaan berikut sesuai dengan kondisi yang dialami ibu
pada saat kehamilan berusia 7 bulan hingga saat ini, dengan cara memberi
tanda () pada kolom yang tersedia, dengan keterangan:
a. Tidak pernah, apabila pertanyaan tersebut sama sekali tidak pernah
dilakukan
b. Kadang-kadang, apabila pertanyaan lebih banyak tidak dilakukan daripada
dilakukan
c. Sering, apabila pernyataan tersebut lebih banyak dilakukan daripada tidak
dilakukan
d. Selalu, apabila pertanyaan tersebut selalu dilakukan

No

Pertanyaan

Tidak
pernah

Kadangkadang

Sering

Selalu

15 Akhir-akhir ini saya merasa badan saya


lemas
16 Akhir-akhir ini saya merasa cepat lelah
17 Akhir-akhir ini saya sering buang air kecil
18 Akhir-akhir ini saya mengalami pegalpegal pada badan
19 Akhir-akhir ini saya mengalami sulit buang
air besar
20 Akhir-akhir ini saya mengalami kram kaki
21 Akhir-akhir ini saya merasa otot-otot saya
kaku
22 Akhir-akhir ini saya mengalami
pembengkakan pada kaki
23 Akhir-akhir ini saya mengalami pusing
24 Akhir-akhir ini saya merasa jantung saya
berdebar lebih cepat
25 Akhir-akhir ini saya merasa nadi meningkat
26 Akhir-akhir ini saya merasa sesak nafas

Universitas Indonesia
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Lampiran 2

LEMBAR PERSETUJUAN PENELITIAN

Judul penelitian: Pengaruh senam hamil yoga selama kehamilan terhadap kesiapan
fisik dan psikologis pada ibu hamil trimester III di RSIA
Limijati Bandung.
Peneliti

: Eli Rusmita

Nomor telepon yang dapat dihubungi bila ada pertanyaan: 08156283993

Saya telah diminta dan memberikan izin untuk berperan serta dalam penelitian
yang berjudul Pengaruh senam hamil yoga selama kehamilan terhadap kesiapan
fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di
RSIA Limijati Bandung, yang dilakukan oleh Eli Rusmita. Oleh peneliti, saya
diminta untuk mengisi dan menjawab lembar pertanyaan yang disediakan.

Saya mengerti bahwa risiko yang terjadi sangat kecil. Apabila ada pertanyaan
yang menimbulkan respon emosional yang tidak nyaman, maka peneliti akan
menghentikan pengumpulan data dan memberikan hak kepada saya untuk
mengundurkan diri dari penelitian ini tanpa resiko apapun.

Saya sudah memahami penjelasan yang diberikan mengenai tujuan dan manfaat
penelitian ini. Saya mengerti bahwa catatan mengenai penelitian ini akan
dirahasiakan, dan semua berkas yang mencantumkan identitas subjek penelitian
hanya akan digunakan untuk keperluan pengolahan data. Jika data sudah tidak

Universitas Indonesia
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

digunakan, maka akan dimusnahkan. Hanya peneliti yang tahu kerahasiaan data
penelitian ini.

Demikian secara sukarela dan tidak ada unsur paksaan dari siapapun, saya
bersedia berperan serta dalam penelitian ini.

Jakarta, Mei 2011

(Responden)

Universitas Indonesia
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Lampiran 3

Yth. Responden.

Bersama ini kami sampaikan lembar kuesioner penelitian dengan judul Pengaruh
senam hamil yoga selama kehamilan terhadap kesiapan fisik dan psikologis pada
ibu hamil trimester III di RSIA Limijti Bandung.

Adapun petunjuk pengisian terdapat pada lembar kuesioner penelitian. Jika ada
kesulitan menjawab pertanyaan dapat langsung ditanyakan kepada peneliti.
Setelah selesai mengisi kuesioner ini, dimohon untuk menyerahkannya kepada
peniliti.

Atas perhatian dan kerjasamanya. Kami ucapkan terimakasi.

Jakarta, Mei 2011

Eli Rusmita
NPM. 096594942

Universitas Indonesia
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Lampiran 1

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A. Biodata
Nama

: Eli Rusmita

Tempat tanggal lahir

: Way jepara, 24 November 1976

Jenis kelamin

: Perempuan

Pekerjaan

: Dosen swasta

Alamat Institusi

: Politeknik Kesehatan TNI-AU Ciumbuleuit Jalan


Ciumbuleuit No 203 Bandung

Alamat rumah

: Puri Borobudur D6 Kompleks Pharmindo Cibeureum


Raya Bandung

B. Riwayat pendidikan
1. SD N 1 Way Jepara Lampung Timur tahun 1982-1988
2. SMPN 1 Way Jepara Lampung Timur tahun 1988-1991
3. SMUN 1 Way Jepara Lampung Timur tahun 1991-1994
4. Akper Bhakti Kencana Bandung tahun 1995-1998
5. Fakultas Ilmu Keperawatan UNPAD Bandung tahun 2003-2006
6. Fakultas Ilmu Keperawatan UI Depok tahun 2009-saat ini

C. Riwayat pekerjaan
1. Bekerja sebagai perawat pelaksana di RSUD Metro dan Rumah Bersalin
Kasih Bunda Lampung Timur tahun 1999-2003
2. Bekerja sebagai dosen di Stikes Bhakti Kencana Bandung tahun 2006
3. Bekerja sebagai dosen di Politeknik kesehatan TNI-AU Ciumbuleuit
Bandung tahun 2007-sekarang

Universitas Indonesia
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011

Lampiran 1

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A. Biodata
Nama

: Eli Rusmita

Tempat tanggal lahir

: Way jepara, 24 November 1976

Jenis kelamin

: Perempuan

Pekerjaan

: Dosen swasta

Alamat Institusi

: Politeknik Kesehatan TNI-AU Ciumbuleuit Jalan


Ciumbuleuit No 203 Bandung

Alamat rumah

: Puri Borobudur D6 Kompleks Pharmindo Cibeureum


Raya Bandung

B. Riwayat pendidikan
1. SD N 1 Way Jepara Lampung Timur tahun 1982-1988
2. SMPN 1 Way Jepara Lampung Timur tahun 1988-1991
3. SMUN 1 Way Jepara Lampung Timur tahun 1991-1994
4. Akper Bhakti Kencana Bandung tahun 1995-1998
5. Fakultas Ilmu Keperawatan UNPAD Bandung tahun 2003-2006
6. Fakultas Ilmu Keperawatan UI Depok tahun 2009-saat ini

C. Riwayat pekerjaan
1. Bekerja sebagai perawat pelaksana di RSUD Metro dan Rumah Bersalin
Kasih Bunda Lampung Timur tahun 1999-2003
2. Bekerja sebagai dosen di Stikes Bhakti Kencana Bandung tahun 2006
3. Bekerja sebagai dosen di Politeknik kesehatan TNI-AU Ciumbuleuit
Bandung tahun 2007-sekarang

Universitas Indonesia
Pengaruh senam..., Eli Rusmita, FIK UI, 2011