Anda di halaman 1dari 10

Home

Page 1

Page 2

PERKEMBANGAN ILMU FISIKA DI ZAMAN


PRASEJARAH
Prasejarah adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada masa di mana catatan sejarah
yang tertulis belum tersedia. Zaman prasejarah dapat dikatakan bermula pada saat
terbentuknya alam semesta, namun umumnya digunakan untuk mengacu kepada masa di mana
terdapat kehidupan di muka bumi dimana manusia mulai hidup. Batas antara zaman prasejarah
dengan zaman sejarah adalah mulai adanya tulisan. Hal ini menimbulkan suatu pengertian
bahwa prasejarah adalah zaman sebelum ditemukannya tulisan, sedangkan sejarah adalah zaman
setelah adanya tulisan. Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah untuk
setiap bangsa di dunia tidak sama, tergantung dari peradaban bangsa tersebut.
Semakin berkembangnya zaman, semakin maju juga pemikiran manusianya. Dan pemikiran
tersebut menyebabkan perbedaan peradaban suatu bangsa dan mempengaruhi perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi. Termasuk pula ilmu fisika.
I. Sejarah Perkembangan Ilmu Fisika
Menurut Richtmeyer (1955), sejarah perkembangan ilmu fisika dibagi dalam empat periode
yaitu:

Periode Pertama,
Dimulai dari zaman prasejarah sampai tahun 1550-an. Pada periode pertama ini dikumpulkan

berbagai fakta fisis yang dipakai untuk membuat perumusan empirik. Dalam periode pertama ini
belum ada penelitian yang sistematis.
Beberapa penemuan pada periode ini diantaranya :

2400000 SM - 599 SM: Di bidang astronomi sudah dihasilkan Kalender Mesir dengan 1 tahun
= 365 hari, prediksi gerhana, jam matahari, dan katalog bintang. Dalam Teknologi sudah ada
peleburan berbagai logam, pembuatan roda, teknologi bangunan (piramid), standar berat,
pengukuran, koin (mata uang).
600 SM 530 M: Perkembangan ilmu dan teknologi sangat terkait dengan perkembangan
matematika. Dalam bidang Astronomi sudah ada pengamatan tentang gerak benda langit
(termasuk bumi), jarak dan ukuran benda langit. Dalam bidang sain fisik Physical Science, sudah
ada Hipotesis Democritus bahwa materi terdiri dari atom-atom. Archimedes memulai tradisi
Fisika Matematika untuk menjelaskan tentang katrol, hukum-hukum hidrostatika dan lain-lain.
Tradisi Fisika Matematika berlanjut sampai sekarang.
530 M 1450 M: Mundurnya tradisi sains di Eropa dan pesatnya perkembangan sains di
Timur Tengah. Dalam kurun waktu ini terjadi Perkembangan Kalkulus. Dalam bidang Astronomi
ada Almagest karya Ptolomeous yang menjadi teks standar untuk astronomi, teknik observasi
berkembang, trigonometri sebagai bagian dari kerja astronomi berkembang. Dalam Sain Fisik,
Aristoteles berpendapat bahwa gerak bisa terjadi jika ada yang nendorong secara terus menerus;
kemagnetan berkembang ; Eksperimen optika berkembang, ilmu Kimia berkembang (Alchemy).
1450 M- 1550: Ada publikasi teori heliosentris dari Copernicus yang menjadi titik penting
dalam revolusi saintifik. Sudah ada arah penelitian yang sistematis

Periode Kedua
Dimulai dari tahun 1550an sampai tahun 1800an. Pada periode kedua ini mulai dikembangkan

metoda penelitian yang sistematis dengan Galileo dikenal sebagai pencetus metoda saintifik
dalam penelitian.
Hasil-hasil yang didapatkan antara lain:
Kerja sama antara eksperimentalis dan teoris menghasilkan teori baru pada gerak planet.
Newton: meneruskan kerja Galileo terutama dalam bidang mekanika menghasilkan hukumhukum gerak yang sampai sekarang masih dipakai.
Dalam Mekanika selain Hukum-hukum Newton dihasilkan pula Persamaan Bernoulli, Teori
Kinetik Gas, Vibrasi Transversal dari Batang, Kekekalan Momentum Sudut, Persamaan
Lagrange.
Dalam

Fisika

Panas

ada

penemuan

termometer,

azas

Black,

dan

Dalam Gelombang Cahaya ada penemuan aberasi dan pengukuran kelajuan cahaya.

Kalorimeter.

Dalam Kelistrikan ada klasifikasi konduktor dan nonkonduktor, penemuan elektroskop,


pengembangan teori arus listrik yang serupa dengan teori penjalaran panas dan Hukum
Coulomb.

Periode Ketiga
Dimulai dari tahun 1800an sampai 1890an. Pada periode ini diformulasikan konsep-konsep

fisika yang mendasar yang sekarang kita kenal dengan sebutan Fisika Klasik. Dalam periode ini
Fisika berkembang dengan pesat terutama dalam mendapatkan formulasi-formulasi umum dalam
Mekanika, Fisika Panas, Listrik-Magnet dan Gelombang, yang masih terpakai sampai saat ini.
Dalam Mekanika diformulasikan Persamaan Hamiltonian (yang kemudian dipakai dalam
Fisika Kuantum), Persamaan gerak benda tegar, teori elastisitas, hidrodinamika.
Dalam Fisika Panas diformulasikan Hukum-hukum termodinamika, teori kinetik gas,
penjalaran panas dan lain-lain.
Dalam Listrik-Magnet diformulasikan Hukum Ohm, Hukum Faraday, Teori Maxwell dan
lain-lain.
Dalam Gelombang diformulasikan teori gelombang cahaya, prinsip interferensi, difraksi dan
lain-lain.

Periode Keempat
Dimulai dari tahun 1890an sampai sekarang. Pada akhir abad ke 19 ditemukan beberapa

fenomena yang tidak bisa dijelaskan melalui fisika klasik. Hal ini menuntut pengembangan
konsep fisika yang lebih mendasar lagi yang sekarang disebut Fisika Modern. Dalam periode ini
dikembangkan teori-teori yang lebih umum yang dapat mencakup masalah yang berkaitan
dengan kecepatan yang sangat tinggi (relativitas) atau/dan yang berkaitan dengan partikel yang
sangat kecil (teori kuantum).
Teori Relativitas yang dipelopori oleh Einstein menghasilkan beberapa hal diantaranya adalah
kesetaraan massa dan energi E=mc2 yang dipakai sebagai salah satu prinsip dasar dalam
transformasi partikel.
Teori Kuantum, yang diawali oleh karya Planck dan Bohr dan kemudian dikembangkan oleh
Schroedinger, Pauli , Heisenberg dan lain-lain, melahirkan teori-teori tentang atom, inti, partikel
sub atomik, molekul, zat padat yang sangat besar perannya dalam pengembangan ilmu dan
teknologi.

Periode Sejarah Fisika menurut Boer Jacob (1968) perkembangan sejarah fisika dibagi ke
dalam 5 (lima) periode yaitu:
Periode 1 (Antara zaman purbakala s.d. 1500) Belum adanya eksperimen yang sistematis dan
kebebasan dalam mengadakan percobaan.
Hasil perkembangan pengetahuan dalam bidang fisika tidak memuaskan.
Sifatnya spekulasi dan metafisik (sulap dan gaib).
Eksperimen tidak sistematis dan jauh dari ketelitian.
Periode 2 ( Sekitar 1550 1800) Perkembangan Fisika berdasarkan Metode Eksperimen yang
dapat dipertanggungjawabkan, diakui, dan diterima sebagai persoalan yang ilmiah.
Pertumbuhan penyelidikan berkembang pesat sekali dengan percobaan yang dipelopori oleh
Galileo (1564-1642).
Galileo meletakan pandangan modern dimana sains harus berdasarkan pengamatan dan percoban.
Hampir 2 abad Galileo menghadapi dogma dan intoleransi kaum agama.
Tokoh lain yang berperan Newton, Huygens, Boyle, dll.
Prinsip yang berkembang : Ilmu dapat dikembangkan dan dimajukan sesuai dengan
teorinya yang berdasarkan eksperimen; diterima atau ditolak apabila teori sesuai atau berlawanan
dengan eksperimen yang diperlukan untuk menguji teori tersebut.
Periode 3 (Periode singkat, 1800 1890) Berkembangnya Fisika Klasik yang meletakkan dasar
fisika kuantum.
Kemajuan pesat dari pertumbuhan dan perkembangan fisika klasik yang meletakkan dasar fisika
kuantum.
Periode ini singkat, tapi kemajuannya pesat, hampir semua fisikawan percaya semua hukum
fisika telah ditemukan dan selesai, sehingga penelitian dialihkan untuk memperbaiki validitas
alat ukur dan perbaikan metode pengukurannya.

Beberapa fenomena dapat dicatat antara lain:


1. Eksperimen Count Rumford dan Joule yang memberi dasar teori kinetik panas yang
dikenal sekarang
2. Pengamatan dan percobaan Young telah membuktikan interferensi dua berkas cahaya,
yang mengukuhkan teori gelombang Huygens dari teori Corpuscular Newton
3. Hasil Riset Faraday yang memberikan dasar kebenaran teori elektromagnetik maxwell.
Banyak teknologi hasil fisika dipakai dalam kegiatan industry.
Periode 4 (Tahun 1887 s.d. 1925) Adanya fenomena mikroskopis (elektron dll). Teori Klasik
semi moderen, Teori Kuantum masih terkait fisika klasik (the old quantum mechanics).
Dimulai tahun 1887 dengan ditemukannya efek fotolistrik.

Sepuluh tahun kemudian ditemukan berturut- turut: Sinar-X (1895), Radioaktivitas (1896), dan
elektron (1900).
Teori kuantum yang timbul masih dihubungkan dengan teori klasik semi modern,
perkembangannya kurang pesat (the old quantum mechanics).
Adanya fenomena mikroskopis, yaitu fenomena yang tidak dapat dilihat langsung, seperti
elektron dan neutron dimana fisika klasik tak dapat menerangkan fenomena tersebut sehingga
dicari ilmu dan model-model baru lagi.
Periode 5 (Tahun 1925 s.d. sekarang) Fenomena mikroskopis revolusioner, dibuat teori baru
yang tidak terkait Fisika Klasik (The new quantum mechanics).
Dimulai perkembangan baru dengan dibuatnya teori-teori baru yang lebih revolusioner dengan
tidak mengindahkan mekanika klasik (the new quantum mechanics).
Teori baru ini muncul berdasarkan uraian teoritis de Broglie, Heissenbergh, dan Schrodinger serta
percobaan Davisson-Germer dan Thompson).
Diitemukan prinsip mekanika matriks (Heisenbergh), Mekanika Gelombang (Schrodinger), dan
Mekanika gabungan keduanya yang lebih umum (Dirac-Tomonaga).
Mekanika kuantum yang dikemukakan Dirac dinamakan simbolic method, sifatnya sangat
abstrak dan sukar dimengerti, dikenal dengan nama Relativistic quantum mechanics.
Periodisasi Perkembangan Ilmu pengetahuan
Perkembangan pemikiran secara teoritis senantiasa mengacu kepada peradaban Yunani.
Periodesasi ilmu dimulai dari peradaban Yunani dan diakhiri pada zaman kontemporer. Berikut
ini merupakan periodisasi perkembangan ilmu pengetahuan sejak zaman pra-Yunani kuno
sampai dengan zaman kontemporer.
Sejarah dapat dilihat dari segi kronologis dan geografis. Untuk itu, sejarah ilmu dapat dilihat
melalui kurun waktu di mana sejarah itu terjadi. Dalam setiap periode sejarah perkembangan
ilmu pengetahuan menampilkan ciri khas atau karakteristik tertentu, dan pada dasarnya
merupakan sejarah pikiran umat manusia yang terlepas dari asal usul kebangsaan maupun asal
mula negara. Oleh karena itu untuk membahas lintasan sejarah perkembangan ilmu pengetahuan
digunakan urutan waktu dari satu zaman yang terdahulu ke zaman berikutnya.
Pembahasan tentang sejarah perkembangan ilmu pengetahuan ke dalam tujuh kategori, yaitu
perkembangan ilmu pada:
1.
2.
3.
4.
5.

Zaman Pra-Yunani Kuno


Zaman Yunani Kuno
Zaman Romawi
Zaman Pertengahan
Zaman Renaisance

6.
7.

Zaman Modern, dan


Zaman Kontemporer
Perkembangan Ilmu dalam Zaman Pra-Yunani Kuno
Perkembangan ilmu pada zaman ini secara umum terbagi menjadi tiga fase, yaitu:
1. Zaman Batu Tua
2. Zaman Batu Muda, dan
3. Zaman Logam.
Zaman Batu Tua (4 juta tahun s.M sampai 20.000/10.000 s.M), dengan tokohnya adalah
manusia purba, perkembangan ilmu dicirikan dengan penggunaan alat-alat sederhana yang
dibuat dari batu dan tulang, mengenal cocok taman dan beternak, dan dalam kehidupan seharihari didasari dengan pengamatan primitif menggunakan sistem trial and error (mencoba-coba
dan salah) yang kemudian berkembang menjadi know how.
Zaman Batu Muda (abad 100 abad 20 s.M), dengan tokohnya adalah kerajaan-kerajaan
Mesir, Babylon, Sumeria, Niniveh, India, dan Cina, telah berkembang kemampuan-kemampuan
yang sangat siginifikan, seperti kemampuan menulis (dinyatakan dengan gambar dan simbol atau
lambang-lambang), kemampuan membaca (bermula dari bunyi atau suku kata tertentu), dan
kemampuan berhitung. Dalam zaman ini juga berkembang perbintangan, matematika,
perdagangan, dan hukum.
Zaman Logam (abad 20 s.M - abad 6 s.M), dengan tokohnya kerajaan Mesir, juga kerajaan
Cina dan Sumeria, berkembang pemakaian logam, terutama besi dan perunggu sebagai bahan
peralatan sehari-hari, baik sebagai perhiasan, peralatan masak, atau bahkan peralatan perang dan
patung. Contohnya adalah karya-karya, seperti patung istri raja Firaun (Neferitti ) dari Mesir;
penggunaan alat-alat dari besi sekitar abad 15 s.M di Sumeria (Irak), penggunaan peralatan
perang dari perunggu di Cina pada masa Dinasti Shang (abad 15 s.M), dan penggunaan besi
untuk peralatan perang pada masa Dinasti Chin (abad 5 s.M).
Perkembangan Ilmu dalam Zaman Yunani Kuno
Pada zaman ini manusia menggunakan inquiring attitude (suatu sikap yang senang
menyelidiki sesuatu secara kritis) dan tidak menerima pengalaman yang didasarkan pada sikap
receptive attitude (sikap menerima dengan begitu saja). Pada zaman ini filsafat tumbuh dengan
subur dan dikenal 4 istilah yang kini dianggap sepadan dengan ilmu, yaitu: Peri physeos historia
(penyeledikan tentang alam), Philosophia (filsafat, cinta kearifan), Theoria (perekaan), dan

Episteme (perekaan). Semua itu dikembangkan oleh para filsuf, ahli matematika, ahli
perbintangan, dokter, dan bahkan oleh arsitek serta insinyur.
Adapun Ilmuwan yang terkenal pada zaman ini di antaranya adalah Thales ( 625-545 s.M),
Pythagoras (578? 510 s.M), Democritus (470 400 s.M), Aristoteles (382 322 s.M),
Hippocrates & Euclid (335 275 s.M), Archimedes (287 212 s.M), dan Eratosthenes (276
s.M - 194 s.M)
Perkembangan Ilmu dalam Masa Romawi
Zaman Romawi merupakan masa terakhir dari pertumbuhan ilmu pada Zaman Kuno dan
merupakan masa yang paling sedikit memberikan sumbangan pada sejarah ilmu. Akan tetapi,
bangsa Romawi memiliki kemahiran dalam kemampuan keinsinyuran dan keterampilan
ketatalaksanaan serta mengatur hukum dan pemerintahan. Bangsa ini mementingkan soal-soal
praktis dan mengabaikan teori ilmiah, sehingga pada masa ini tidak muncul ilmuwan yang
terkemuka, kecuali dua orang Yunani, yaitu Ptolemaeus dan Galenus.
Perkembangan Ilmu dalam Zaman Pertengahan
Perkembangan berikutnya pada Zaman Pertengahan, ribuan naskah pengetahuan dari Zaman
Yunani Kuno yang terselamatkan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh cendekiawan
Muslim dan sebagian ditambahi catatan ulasan. Abad VII dan VIII Kaum Muslim menguasai
wilayah-wilayah Asia Kecil sampai Mesir dan Spanyol. Kota-kota yang merupakan pusat-pusat
kebudayaannya ialah Bagdad, Damaskus, Kairo, Kordoba, dan Toledo. Ilmuwan-ilmuwan
Muslim yang terkenal seperti Jabir Ibn Hayyan (721-815 M) terkenal dalam Pengetahuan Kimia
dan obat-obatan, Al-Razi (865-925 M) dan Ibnu Sina (980-1037 M) adalah ahli ilmu Kedokteran,
serta Ibn al-Haytham (965-1038 M) terkenal dalam Ilmu Penglihatan.
Perkembangan Ilmu dalam Zaman Renaissance (abad 14 - abad 17 M)
Zaman ini sering diartikan dengan kebangkitan, peralihan, atau lahir kembali (rebirth), yaitu
dilahirkannya kembali sebagai manusia yang bebas untuk berpikir. Zaman ini juga disebut
dengan peralihan dan kebangkitan ketika kebudayaan abad tengah mulai berubah menjadi
kebudayaan yang modern, dan pemikiran yang terbebas dari dogma-dogma agama. Hal ini
ditandai dengan lahirnya penemuan-penemuan baru. Pada masa kebangkitan ini, ilmuwanilmuwan baru mulai bermunculan. Mereka menemukan teori-teori atau konsep-konsep baru yang
menjadi sejarah dalam perkembangan ilmu.

Tokoh ilmuwan yang berpengaruh pada masa ini adalah Nicolaus Copernicus (1473-1543
M), Andreas Vesalius (1514-1564 M), Tycho Brahe (1546 -1601 M), Francis Bacon (1561-1626
M), Galileo Galilei (1564-1642 M), dan Johannes Kepler (1571-1630 M).
Perkembangan Ilmu dalam Zaman Modern
Perkembangan ilmu pada zaman ini sebenarnya sudah terintis mulai dari abad 15 M tetapi
indikator yang nyata terlihat jelas pada abad 17 M dan berlangsung hingga abad 20 M. Hal ini
ditandai dengan adanya penemuan-penemuan dalam bidang ilmiah. Menurut Slamet Iman
Sontoso, dalam buku yang disusun oleh Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM (2001:79) ada tiga
sumber pokok yang menyebabkan berkembangnya ilmu pengetahuan di Eropa dengan pesat,
yaitu hubungan antara kerajaan Islam di Semenanjung Iberia dengan negara Perancis, Perang
Salib (1100-1300 M), dan jatuhnya Istambul ke tangan Turki pada tahun 1453 M.
Pada zaman ini, Eropa merupakan basis perkembangan ilmu dengan ilmuwan yang populer.
Tokoh-tokoh yang menjadi pioner pada masa ini adalah Rene Dekrates, Isaac Newton, Charles
R. Darwin, J. J. Thompson, Michael Faraday, Blaise Pascal, dan Auguste Comte.
Perkembangan dalam Zaman Kontemporer (Abad ke-20 hingga Sekarang)
Zaman ini bermula dari abad 20 M dan masih berlangsung hingga saat ini. Zaman ini
ditandai dengan adanya teknologi-teknologi canggih, dan spesialisasi ilmu-ilmu yang semakin
tajam dan mendalam. Pada zaman ini, bidang fisika menjadi titik pusat perkembangan ilmu. Hal
ini disebabkan karena fisika dipandang sebagai dasar ilmu pengetahuan yang subjek materinya
mengandung unsur-unsur fundamental yang membentuk alam semesta. Sebagian besar aplikasi
ilmu dan teknologi di abad ke-21 merupakan hasil penemuan mutakhir di abad ke-20. Ilmuwan
yang menonjol dan banyak dibicarakan adalah fisikawan, di antaranya yang paling terkenal
adalah ALBERT EINSTEIN (1879 1955 M) yang mengemukakan teori relativitas dan banyak
memberikan kontribusi bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan
kosmologi.
Ilmuwan lain pada zaman ini di antaranya LINUS PAULING (1953) dengan puncak
karyanya dalam pemodelan fisik DNA. Pada tahun ini juga JAMES D. WATSON, FRANCIS
CRICK, dan ROSALIND FRANKLIN menjelaskan struktur dasar DNA, bahan genetik untuk
mengungkapkan kehidupan dalam segala bentuknya. Hal ini memicu rekayasa genetika yang
dimulai tahun 1990 untuk memetakan seluruh genom manusia (dalam Human Genome Project)
dan disebut-sebut berpotensi memiliki manfaat medis yang besar. Pada tahun 1925, WERNER

HEISENBERG dan ERWIN SCHRDINGER memformulasikan mekanika kuantum yang


menjelaskan teori kuantum sebelumnya. Kemudian ada juga pengamatan oleh EDWIN
HUBBLE pada tahun 1929 bahwa kecepatan di mana galaksi surut berkorelasi positif dengan
jarak yang mengarah pada pemahaman bahwa alam semesta mengembang, dan perumusan teori
Big Bang oleh GEORGES LEMAITRE. Di bidang Geologi yang paling fenomenal adalah teori
pergeseran benua oleh ALFRED WEGENER.
Selain itu, teknologi komunikasi dan informasi juga berkembang pesat pada zaman ini.
Beberapa penemuan yang telah merubah warna dunia, yaitu Listrik, Elektronika (transistor dan
IC), Robotika, TV dan Radio, Teknologi Nuklir, Mesin Transportasi, Komputer, Internet,
Pesawat Terbang, Telepon dan Seluler, Rekayasa Pertanian dan DNA, Perminyakan, Teknologi
Luar Angkasa, AC dan Kulkas, Rekayasa Material, Teknologi Kesehatan (laser, IR, USG), Fiber
Optic, Fotografi (kamera, video), dan lain-lain.
II. Zaman Prasejarah di Dunia
Bukti-bukti adanya teknologi pada zaman prasejarah
- Foto baterai dari Iraq yang berusia 2000 tahun yang ditemukan didaerah Khujut Rabu,
pinggiran kota Bhagdad. Bukti ini merevisi Count Alassandro Volta sebagai pencipta baterai
pada tahun 1800, akan tetapi sebagai penemu kembali teknologi yan hilang tersebut.
- Salah satu contoh keajaiban teknologi yang sama sekali tidak sesuai dengan garis sejarah
konvensional adalah baterai elektrik yang ditemukan di Baghdad. Artifak berusia 2000 tahun itu
berada di sebuah museum ketika seorang arkeolog asal Jerman, Wilhelm Konig, menemukan
kegunaan yang sebenarnya.
- Jika penggunaan listrik 2000 tahun lalu terlihat menakjubkan, pemakaian tuas sebelum
Masehi pun membuktikan hal yang sama-sama mencengangkan. Mesin Antikythera yang
sangat rumit adalah sebuah jam astronomi yang ditemukan di awal abad 20, dalam sebuah kapal
Yunani yang nampaknya karam kira-kira tahun 80 tahun Sebelum Masehi. Kelak kemudian,
analisa menunjukkan bahwa jam tersebut berisi nama-nama badan langit (nama-nama obyek di
luar angkasa-dalam hal ini planet berdasarkan karakter mitologi Yunani/Romawi) dan simbol
zodiak (rasi bintang berdasarkan konstelasi bintang- bintang).

- Sebuah kuil di New Delhi, India, memiliki keajaiban teknologi kuno semacam ini. Sebuah
pilar yang terbuat dari bahan campuran baja mampu bertahan selama 1600 tahun di ruang
terbuka tanpa ada tanda-tanda berkarat. Analisa ultrasound menunjukkan bahwa pilar tersebut
dibangun dari cakram/lempengan- lempengan besi yang di las.
- Di penggalian yang sama, para ilmuwan tidak mampu menjelaskan adanya lubang-lubang di
beberapa tulang manusia dan hewan yang berusia 40.000an tahun, dan telah disetujui oleh para
ilmuwan sebagai hasil tembakan peluru. Para ahli balistik terperanjat ketika diperlihatkan
spesimen tersebut.
Tetapi bukan hanya artifak-artifak aneh itu yang mengungkapkan kemajuan sejarah manusia,
nenek moyang kita bahkan telah menuliskan adanya peradaban di masa lampau.
- Sebuah model pesawat kecil terbuat dari emas dan ditemukan di Amerika Tengah.

- Ada keberadaan ratusan artifak dan gambaran kuno yang jika secara hati-hati menelitinya
menggelitik kita untuk mempertimbangkan kembali perkiraan model baru teknologi modern.
Lima tahun sebelum Wright bersaudara membuat pesawat pertamanya, sebuah pesawat kayu
berusia 2200 tahun ditemukan di Mesir. Namun karena pesawat terbang bukan alat yang familiar
bagi semua orang bahkan pada saat itu, arkeolog mempercayai bahwa artifak tersebut semacam
patung berbentuk burung. Obyek metalik serupa juga ditemukan di area praKolombian Amerika
(PraKolumbian biasanya merujuk pada peradaban asli Amerika sebelum kedatangan Christopher
Columbus, seperti Mesoamerica [Aztec dan Maya] dan Andes [Inca, Moche, Chibcha, Caaris]
kurang lebih 14,000 SM1492). Bahkan lebih mencengangkan lagi, lukisan dalam gua ditemukan
di bagian terpencil dunia yang menggambarkan seolah-olah jaman subur untuk pesawat angkasa.