Anda di halaman 1dari 3

Home Gulma Hama Herbisida Insektisida Pestisida Pestisida

Pestisida
Andriansyah
Add Comment
Gulma, Hama, Herbisida, Insektisida, Pestisida
Sunday, June 16, 2013

Pestisida adalah suatu bahan kimia sintetik yang bersifat racun dan dapat digunakan
untuk membunuh organisme pengganggu tanaman yang dibudidayakan. Pengendalian
organisme pengganggu tanaman menggunakan pestisida memiliki beberapa keuntungan
antara lain sangat efektif, aplikasinya praktis dan elastis (luwes, mudah penggunaannya),
kebanyakan cocok/ kompatibel (adaptif, aditif bahkan sinergis) dengan teknik lainnya,
relatif lebih murah.

Kerugian menggunakan pestisida antara lain beracun bagi manusia, lingkungan biotik, dan
lingkungan

abiotik,

meninggalkan

residu,

Timbulnya

jenis

atau

strain

organisme

pengganggu baru yang kebal terhadap pestisida, menguatnya (resurgensi) populasi


organisme pengganggu karena tertekannya musuh alami, biaya pestisida menjadi mahal
karena keberhasilan proses produksi sering bergantung pada pestisida, timbulnya hama
sekunder menjadi hama utama

Pestisida secara umum dapat digolongkan berdasarkan objek sasaran, fungsi kerja, cara kerja, bahan aktif, dan
formulasinya.

Berdasarkan objek sasarannya, pestisida dibedakan menjadi 5 golongan yang antara lain
Insektisida; untuk membunuh serangga,
Bakterisida untuk membunuh bakteri,
Herbisida; untuk membunuh gulma,
Fungisida; untuk membunuh jamur,
Rodentisida; untuk membunuh tikus,

Berdasarkan fungsi kerjanya, pestisida dibedakan menjadi 5 golongan yang antara lain
Untuk menarik serangga disebut atraktan,
Untuk mensterilkan serangga disebut kemosterilan,
Untuk menggugurkan daun disebut defoliant,
Untuk memperlambat, mempercepat, dan meningkatkan pertumbuhan tanaman disebut zat pengatur
tumbuh,
Untuk penolak atau penghalau serangga disebut repellent.
Berdasarkan kandungan bahan aktifnya, pestisida dibedakan menjadi 7 golongan
yang antara lain
Golongan organofosfat; pestisida golongan ini umumnya adalah jenis insektisida yang
digunakan untuk membasmi serangga berjasad lunak. Jenis pestisida yang termasuk
golongan ini adalah diazinon, fention, diklorvos, dimatoat, fenitrotion, fentoat, klorpirifos,
kuinalfos, malation
Golongan klorhidrokarbon; pestisida golongan ini biasanya berupa insektisida, dan
pestisida yang masuk dalam golongan ini adalah dieldrin, endosulfan, klordan, dan lindan
Golongan karbamat; pestisida golongan ini biasanya berupa insektisida. Jenis pestisida
yang masuk dalam golongan ini adalah karbaril, karbofuran, BPMC, MIPC, dan Propoksur
Golongan dipiridil; pestisida golongan ini biasanya berupa herbisida. Jenis pestisida yang
termasuk golongan ini adalah Paraquat diklorida
Golongan arsen; pestisida golongan ini biasanya berupa insektisida untuk mengendalikan
rayap kayu dan tanah. Jenis pestisida golongan ini adalah arsen pentoksida dan arsen
pentoksida
Golongan antikoagulan; pestisida golongan ini biasanya berupa rodentisida. Jenis
pestisida golongan ini adalah brodifakum, difasionon, kumatettralil, kumaklor, kumarin,
wartarin
Golongan seng fosfida; pestisida golongan ini biasanya berupa rodentisida

Pestisida dibuat dalam formulasi yang disesuaikan dengan sifat bahan, cara kerja, objek
sasaran. Formulasi tersebut merupakan komposisi bahan aktif, bahan pembawa, dan
bahan

tambahan

lain

untuk

membantu

proses

kerja. Berdasarkan

formulasinya, pestisida dibedakan menjadi 6 golongan yang antara lain

Cairan emulsi; Biasanya berupa cairan pekat yang jika dicampur dengan pelarut akan
membentuk emulsi. Komposisi pestisida bentuk cair biasanya terdiri dari tiga komponen
yaitu bahan aktif, pelarut serta perata. Pestisida formulasi ini dapat mudah dikenali
dengan membaca label nama dagang. Biasanya di belakang nama dagang diikuti
singkatan ES (Emulsifiable solution), atau WSC (Water Soluable Concentrate), atau E
(Emulsifiable), atau S (Solution).
Butiran

(Granular); Biasanya

berupa

butiran

dengan

ukuran

20-80

mesh

yang

merupakan komposisi bahan aktif antara 2 25%, bahan pembawa yang berupa talk
(serbuk) dan kuarsa. Pestisida kelompok ini, di belakang nama dagangnya tercantum
singkatan G (Granular) atau WDG (Water Dispersible Granule).
Debu (Dust); Komposisi pestisida formulasi debu terdiri dari bahan aktif dan talk. Nama
dagang kelompok formulasi debu biasanya diikuti singkatan D (Dust)
Tepung (Powder); Komposisi pestisida formulasi tepung pada umumnya terdiri atas
bahan aktif dan bahan pembawa seperti tanah liat dan talk (biasanya 50 75%).

Dibelakang nama dagang pestisida formulasi tepung diikuti singkatan WP (Wettable


Powder) atau WSP (Water Soluable Powder) atau SP (Soluable Powder)
Minyak (Oil); Bahan dengan formulasi ini biasanya dicampur minyak seperti xiten,
korosen atau aminoester. Pestisida ini sering juga disebut SCO (Solluble Concentrate in Oil)
Fumigansia (Fumigant); Pestisida ini berupa zat kimia yang dapat menghasilkan uap,
gas, bau, asap yang biasa digunakan di gudang penyimpanan.

Berdasarkan cara kerjanya, pestisida dibedakan menjadi 4 golongan yang antara lain
Pestisida kontak; memiliki daya bunuh apabila organisme pengganggu terkena langsung
oleh bahan aktif pestisida.
Pestisida sistemik; dapat ditranslokasikan oleh tanaman, sehingga hama akan mati
setelah mengkonsumsi cairan jaringan tanaman tersebut.
Pestisida lambung atau perut; memiliki daya bunuh apabila sistem pencernaan
terkena oleh bahan aktif pestisida.
Pestisida pernafasan; memiliki daya bunuh apabila organisme system pernafasan
organisme pengganggu terkena oleh bahan aktif pestisida.