Anda di halaman 1dari 6

Contoh daun lengkap

Daun keladi (Caladium)

Daun rumput malela(Brachiaria mutica)

1. Daun pisang (Musa paradisiaca L.)


Musaceae
bangun daun yang berbentuk jorong (ovalis atau ellipticus),
ujung daun dan pangkal daunnya tumpul (obtusus),
tepi daunnya rata (integer).
Daging daun pisang seperti kertas (papyraceus atau chartaceus),
pertulangan daun menyirip (penninervis).
Pada permukaan daun bagian atas terasa licin (laevis) karena berselaput lilin.

Warna daun pisang pada bagian atas adalah hijau tua dan hijau pucat pada bagian bawah,
pangkal daun membulat, tepi daun rata.
daun tunggal dan termasuk daun sempurna
ujung daun (apex folli) yang membulat,
pangkal daun (basis folli) yang berlekuk,
tepi daun (margo folli) yang rata,
bangun daun (circumscroipto) berupa lanset,
2. Daun talas ( Xanthosoma Roseum)
Araceae

bangun daun yang berbentuk perisai, ujung daunnya tajam dan pangkal daunnya tumpul
(obtusus), dan tepi daunnya rata (integer).
Daging daun talas seperti kertas (papyraceus atau chartaceus), pertulangan daun menyirip
(penninervis). Pada permukaan daun bagian atas terasa licin (laevis) karena berselaput lilin.
. Warna daun talas pada bagian atas adalah hijau tua dan hijau pucat pada bagian bawah.

Daun Kunyit (Curcuma longa)


Daun tidak lengkap
Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix DC) tangkai daun dan helaian daun, dan

lazimnya disebut Daun bertangkai.


Daun Mangga (Mangifera indica L)
Arnacardiaceae
tangkai daun dan helaian daun, dan lazimnya disebut Daun bertangkai.

Bangun daunnya memanjang, ujung daun meruncing, dan pangkal daunnya tumpul.
Tumbuhan ini memiliki daging daun kulit atau belulang dengan tepi daun yang rata (integer).
Pada daun mangga, pertulangan daunnya menyirip (penninervis) pada permukaan atas
dan bawah daunnya berbingkul. Daun mangga berwarna hijau tua pada bagian atas dan hijau
muda pada bagian bawah.
Bangun daun mangga adalah jorong, ujung daunnya meruncing namun untuk bagian
pangkal daunnya runcing saja, tepi daunnya rata tanpa gelombang. Daging daunnya tipis
seperti kertas dan pertulangannya menyirip, tulang daun pada daun mangga sangat jelas dan
tebal mulai dari ibu tulang daun hingga anak tulang daun. Permukaan daun bagian atas dan
bawahnya sama-sama licin. Untuk warna daunnya bagian atas daun berwarna hijau agak tua
disbanding bagian bawahnya.
Daun Rambutan (N. lappaceum)

tangkai daun dan helaian daun, dan lazimnya disebut Daun bertangkai

Daun Nangka (Artocarpus integra)


tangkai daun dan helaian daun, dan lazimnya disebut Daun bertangkai.
Daun Serai (C. citratus) upih/pelepah daun dan helaian daun, dan lazimnya
disebut Daun berupih/berpelepah.

Daun Paku (Pteridophyta)


Paku merupakan jenis daun Tidak lengkap karena hanya memiliki tangkai daun dan helaian
daun, dan lazimnya disebut Daun bertangkai.

Daun Putri Malu (M. pudica)


Daun Putri malumerupakan jenis daun Tidak lengkap karena hanya memiliki tangkai daun
dan helaian daun, dan lazimnya disebut Daun bertangkai.
Tabel 1 Berbagai istilah dalam menjelaskan bentuk-bentuk daun
Hanya terdiri atas tangkai dan helaian saja, contoh : nangka (Artocarpusintegra Merr. ), mangga (
Mangifera indica L. )
b. Daun terdiri atas pelepah daun dan helaian, conyoh: padi (Oryza sativa L.),jagung (Zea mays
c.

L.)
Daun hanya terdiri atas helaian saja tanpa pelepah dan tangkai, contoh :biduri (Calotropis

gigantea R.Br. )
d. Daun hanya terdiri atas tangkai saja, contoh : Acacia auriculiformis A. Cunn.
No

Istilah

1
2
3
4

Deltate
Elliptical
Elliptical Oblong
Lanceolate

5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Oblong
Oblong lanceolate
Oblong obovate
Oblong cylindric
Oblong elliptic
Oblonceolate
Obovate
Orbicular
Ovate
Reniform

1
2
3

Accuminate
Acute
Cuneate

Penjelasan Istilah
Bentuk Daun
Bentuk delta, menyerupai bentuk segitiga sama sisi
Ellips, bagian terlebar di bagian tengah daun
Berbentuk antara ellips sampai memanjang
Bentuk lanset, panjang 3-5 x lebar, bagian terlebar sekitar 1/3
dari pangkal dan menyempit di bagian ujung daun
Memanjang, panjang daun sekitar 2 x lebar
Berbentuk antara memanjang sampai lanset
Berbentuk antara memanjang sampai bulat telur sunsang
Berbentuk antara memanjang sampai silindris (bulat)
Berbentuk antara memanjang sampai ellips
Bentuk lanset sungsang
Bentuk bulat telur sungsang
Bundar, panjang sama dengan lebar
Bentuk bulat telur, bagian terlebar dekat pangkal daun
Bentuk ginjal, pendek dan lebar, seperi daun waru
Pangkal dan Ujung Daun
Meruncing
Runcing
Bentuk segitiga sungsang (baji)

4
5
6

Obtuse
Rounded
Truncate

1
2
3
4

Glabrous
Pubescens
Rugose
Tomentose

Alternate

Tumpul
Bundar, membusur penuh
Terpotong
Permukaan Daun
Tanpa rambut, gundul, licin
Berbulu pendek, lembut
Berkeriput, tulang daun tenggelam
Berambut seperti wool, ikal
Tata Daun
Berseling, hanya satu helai daun melekat pada setiap buku,

Opposite

daun tertata mengitari ranting seperti spiral


Daun berpasangan dan berhadapan (bersilang) pada lingkaran

Sub-opposite

ranting (buku) yang sama


Modifikasi dari alternate, dimana daun tertata sehingga tampak

Verticillate

seperti bersilang (opposite)


Lebih dari dua daun pada buku yang sama (berlingkar)

Tumbuhan bila ditinjau dari keadaan foliumnya, ada yang mempunyai daun tunggal
(foliumsimplex) dan daun bersusun/majemuk (folium compositum). Perbedaannya adalah
sebagaiberikut :
Waktu tumbuh

Foliolum pada setangkai daun majemuk tumbuhnya bersamaan

Daun-daun tunggal pada sebuah ranting pertumbuhannya pada waktuyang berlainan.


b. Waktu gugur
a.

Foliolum pada daun majemuk gugurnya pada waktu yang relatif bersamaan, kalau pun yang
gugurnya secara selembar demi selembar maka petiolous communisnya atau tangkai daunnya

bersamanya akangugur pula.


Daun tunggal pada suatu ranting berguguran pada waktu yang berlainansampai ranting
sampai ranting itu gundul sekalipun, ranting tersebut akantetap melekat pada cabang atau
batang tumbuhannya.

c.

d.

Ada tidaknya kuncup ketiak (gemma axilaria)


Pada anak daun F. Compositum pada axilarianya (ketiaknya) tidakterdapat kuncup ketiak
Pada daun tunggal, pada axilarianya terdapat kuncup ketiak
Ada tidaknya kuncup akhir (gemma terminalia)
Pada F. Compositum di bagian ujungnya tidak terdapat kuncup akhi
Pada F. Simplek di bagian ujung rantingnya kuncup akhir dapat tumbuh.

Sircumscriptio (bangun daun)


Dalam menentukan bangun daun, daun dibagi dalam 4 golongan yaitu
a. Bagian terlebar daun terdapat di tengah helaian daun.
b. Bagian terlebar daun terdapat di bawah tengah-tengah helaian daun.

- Pangkal daun bertoreh


- Pangkal daun tak bertoreh
c. Bagian terlebar daun terdapat di atas tengah-tengah helaian daun.
d. Tidak ada bagian yang lebar.
A.
B.
1.
-

Bagian terlebar daun terdapat di tengah helaian daun.


Orbicularis (bulat) misalnya pada teratai.
Peltatus (perisai)misalnya pada keladi.
Ovalis (jorong) misalnya pada daun nangka.
Oblongus (memanjang) misalnya pada daun sirsak.
Lanceolatus (lanset) misalnya pada daun bunga kamboja.
Bagian terlebar daun terdapat di bawah tengah-tengah helaian daun
Basis daun tak Bertoreh
Ovatus ( Bulat telur) misalnya pada daun kembang sepatu
Triangularis ( Bangun segitiga) misalnya pada daun bunga pukul empat
Deltoideus (Bangun delta) misalnya pada daun air mata pengantin
Rhomboideus (Belah ketupat) misalnya pada daun bengkuang

2.
C.
-

Basis daun bertoreh


Cordatus (Bangun Jantung) misalnya pada daun waru
Reniformis (Bangun Ginjal) misalnya pada pegagan
Hastatus ( bangun tombak) misalnya pada daun wewehan
Saggitarus (Bangun Anak panah) misalnya pada daun enceng
Auriculatus (Bertelinga) misalnya pada daun tempuyung
Bagian terlebar daun terdapat di atas tengah-tengah helaian daun.
Obovatus (bulat telur sungsang) misalnya pada sawo kecik
Obcordatus (jantung sungsang) misalnya pada semanggi gunung
Cuneatus (segitiga terbalik) misalnya pada anak daun semanggi
Sphatulatus (bangn spatel) misalnya pada daun lobak

D.
-

Tidak ada bagian yang lebar.


Linearis (bangun garis) misalnya pada daun rumput
Ligulatus (pita) misalnya pada daun jagung
Ensiformis (pedang) misalnya pada daun nenas sebrang
Subualtus (bangun paku) misalnya pada daun araucaria
Acerosus (jarum) misalnya pada daun pinus
Tepi daun (margo folii)

Integer (rata)
Serratus (bergerigi)
Biserratus (bergerigi ganda)
Dentatus (bergigi)
Crenatus (beringgit)
Repandus (berombak)
Pinnatilobus (menjari)
Pinnatifidus (bercanggap menjari)
Pinnatipartitus (berbagi menyirip)
Palmatilobus (berlekuk menjari)
Palmatifidus (bercanggap menjari)
Palmatipartitus (berbagi menjari)