Anda di halaman 1dari 43

Saya Senantiasa Mengutamakan Kesehatan Penderita

Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo Surabaya


www.rsudrsoetomo.jatimprov.go.id

Pebruari 2011 Vol.15 No. 1

ISSN : 14106450

Pameran Hari Anti Korupsi Sedunia di Grahadi, Kamis 9 Desember 2010


Sukseskan Reformasi Birokrasi Untuk Meningkatkan Pelayanan &
Mencegah Tindak Pidana Korupsi

RSUD Dr. Soetomo turut berpartisipasi dalam Pameran Hari


Anti Korupsi Sedunia. Stand dikunjungi oleh Gunernur dan
Wakil Gubernur Jawa Timur beserta perwakilan KPK. Dalam
pameran tersebut Instalasi Kerjasama Pembiayaan Kesehatan
RSUD Dr. Soetomo menampilkan pelayanan unggulan Askes
Center dengan pemeriksaan gula darah dan kolesterol gratis.

daftar isi
Pebruari 2011 Vol. 15 No. 1

02
04

KARYA BHAKTI
Prof. Heru Santoso, dr, SpOG(K)
ARTIKEL KESEHATAN
1. Efek samping radiasi akibat radiasi pada
daerah kepala-leher
2. Glaukoma si pencuri penglihatan
3. Laser Rejuvenation

11

berita foto

30
34

Percepat Pelayanan dengan Pneumatic Tube


Penyerahan SK Kebijakan Pelayanan
Mikrobiologi Klinik
Penyerahan bantuan Cyro Surgery
Bintek BLUD
Lomba Roof Garden oleh IRD
Observasi PPI-RS
Kunjungan 33 Dinkes Propinsi ke RSUD Dr.
Soetomo
Seminar Keselamatan Pembedahan
Seminar Populer Bayi Tabung
Talkshow Hari Gizi Nasional
Sport Clinic
Kunjungan Pemerintah Timor Leste
Peringatan HUT Dharmawanita Persatuan
Peresmian Perluasan Ruang UPIPI
Family Gathering Instalasi Paliatif & Bebas
Nyeri
Family Gathering URJ Metadon
Semiloka PPI RS
Berita foto Instalasi Rawat Jalan
Berita Foto Instalasi Radio Terapi
Penyerahan mobil deteksi kanker leher rahim
Berita Foto SMF Kesehatan Mata
Sertijab Ketua SMF & Kepala Instalasi
Sertijab Kepala Ruangan

SEKILAS INFO
1. Sebuah pengalaman Berharga dari RS Khoo
Tech Puat di Singapura
2. Nutrisi kebugaran
3. Juice bagi Penderita HIV / AIDS

38
39

RUANG WANITA

Talam Jagung Manis


Kakap Goreng Sauce
Tomat
RUANG UNIK & LUCU

40

kuis mimbar

COVER :
Menteri Kesehatan RI Endang Rahayu
Sedyaningsih menabur beras kuning pada
mobil unit deteksi dini kanker leher rahim.
Mobil tersebut merupakan sumbangan
Rotary Club se Surabaya bersama dengan
Tabloid Nyata (Jawa Pos Group), Pakuwon
Group dan Wing Surya Group dan
diserahkan kepada RSUD Dr. Soetomo
didampingi (kiri) Presiden Rotary Club
Surabaya Eka Soelistiawati, (dari kanan)
Direktur RSUD Dr. Soetomo Dr. Slamet R.
Yuwono, dr., DTM&H, MARS, Sjahjenny
Mustokoweni, dr, SpPA(K).

Dari Redaksi

Pembaca yang kami hormati,


Mimbar perdana 2011 bulan Februari ini banyak berita fotonya
oleh karena kegiatan RSUD Dr. Soetomo semakin padat, semakin
terbuka untuk pasien dan keluarganya maupun masyarakat dengan
mengadakan family gathering, juga ada yang datang untuk studi
banding/acuan, ada juga yang memberi bantuan. Semuanya untuk
kemajuan RSUD Dr. Soetomo kita, dan membuat kita semua menjadi
bangga dan kita semakin bekerja dengan baik untuk pelayanan
masyarakat/pasien.
Pada artikel kesehatan RSUD Dr. Soetomo telah memiliki laser
untuk peremajaan kulit, artinya menghambat proses penuaan
sehingga penampilan kita lebih muda daripada umur sebenarnya.
Dalam website RSUD Dr. Soetomo ada yang baru yaitu bulletin
Binroh Islam RSUD Dr. Soetomo EMBUN, yang menyejukkan relung
hati.
Kami ucapkan selamat bekerja dan sukses untuk ketua SMF dan
Instalasi RSUD Dr. Soetomo dan Kepala Ruangan yang baru, semoga
semakin memajukan Rumah Sakit kita apalagi mereka termasuk masih
muda banyak ide kreatifnya, jangan kalah dengan yang sudah di atas
umur 56 tahun.
Selamat membaca ruang seni dan mengisi Sudoku obat anti pikun.

Susunan Redaksi
Pelindung : Dr. Slamet R. Yuwono, dr, DTM&H, MARS - Direktur RSU Dr. Soetomo
Penasehat : Drs. Bambang Muhariono, MSi, Ap - Wakil Direktur Umum dan Keuangan Yoga
Wijayahadi, dr., Sp.B(KL) - Wakil Direktur Pelayanan Medik & Keperawatan Dr. Usman Hadi,
dr., Sp.PD, KPTI - Wakil Direktur Penunjang Medik Prof. Sabilal Alif, dr., Sp.U - Wakil
Direktur Pendidikan Profesi & Penelitian.
Pimpinan Redaksi : Sunarso Suyoso, dr., Sp.KK(K) - Kepala Instalasi PKRS & Humas
Wakil Redaksi : Didi Aryono Budiyono, dr., Sp.KJ(K) - Wakil Kepala Instalasi PKRS & Humas
Dewan Redaksi : Roestiniadi Djoko Soemantri, dr., Sp.THT (K) Pranawa, dr., Sp.PD.KGH,
Yatno, dr., Sp.JP (K), Agus Hariyanto, dr., SpA (K), Syaiful Islam, dr., Sp.S,

dra. Esti

Handayani, Apt.MARS
Redaksi Pelaksana : Moegiono M. Oetomo, dr., Sp.M Mudiharti, SE Rahayu Warni Kusasih,

RUANG SENI

SKM Rama Krishna, SKM Tutik Murniati, SE. Ruri Mustikarani, S.Sos
Tata Usaha : Widyowati, Zainal Mutakin, S.Sos, Susana Shinta A.
Alamat : Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo 6 - 8 Surabaya Telp. 5501086, 5501088, 5501123

35

eMail: promkespkrs@yahoo.com Website: www.rsudrsoetomo.jatimprov.go.id Foto-foto : ZM

tokoh

- Luh Gede Arsiti


- Atiek Sri Sedjati

Redaksi menerima sumbangan foto atau karangan, berupa tulisan ilmiah,


pengalaman kerja, ide cerita, anekdot, suka duka dan lain-lain yang
menyangkut kesehatan. Redaksi berhak mengurangi atau menambah,
tanpa mengubah isi.
pebruari 2011 mimbar 1

karya bhakti

Prof. Heru Santoso, dr, SpOG(K)

Manager Senior Graha Amerta RSUD Dr Soetomo Surabaya

Kejar Ilmu, Amalkan dengan Ikhlas


Karya Bhakti edisi awal tahun 2011
menampilkan sosok
Prof. Heru Santoso, dr, SpOG(K)
sebagai Manager Senior Graha Amerta
RSUD Dr. Soetomo.
Riwayat Pekerjaan/Jabatan Stuktural
Lulus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga
pada September 1973, kemudian bekerja sebagai
tenaga honorer di DenKes Yah Surabaya sambil
menunggu
penerimaan di Fakultas Kedokteran
Universitas Airlangga sampai dengan September
1974. Pada tahun 1974 s/d 1979 mengikuti
Pendidikan Spesialis Obstetri Ginekologi di Fakultas
Kedokteran Unniversitas Airlangga/RSUD Dr.
Soetomo, Surabaya.
Tahun 1979 s/d sekarang sebagai Dosen di
Departemen Obstetri Ginekologi FK Unair/RSUD Dr.
Soetomo Surabaya :
- pengajar mahasisiwa S 1 FK Unair
- pengajar PPDS 1 Obstetri Ginekologi FK Unair
- bimbingan operasi PPDS 1 Obstetri Ginekologi
FK Unar
- bimbingan karya tulis/karya akhir PPDS 1 Obstetri
Ginekologi FK Unair
- penguji calon dokter (S 1) Obstetri Ginekologi FK
Unair
- pengajar program Pendidikan Farmasi Klinik
Fakultas Farmasi Unair
- penguji Ujian Nasional PPDS 1 Obstetri Ginekologi
Indonesia.
2 mimbar pebruari 2011

Tahun 1979 s/d 1981 sebagai dokter spesialis


yang diperbantukan di Rumkital Dr. Ramelan
Surabaya dalam rangka program pendidikan dokter
spesialis Obstetri Ginekologi FK Unar/Dr. Soetomo
Surabaya. Tahun 2000 s/d sekarang sebagai
pelatih pada kursus keterampilan Bedah Dasar
Obstetri Ginekologi. Tahun 2002 s/d 2008 sebagai
penanggung jawab SMF Obstetri Ginekologi di
Instalasi GBPT. Tahun 2005 s/d 2009 sebagai
Kepala Divisi Pelayanan & Penunjang Medis Graha
Amerta RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Tahun
2008 s/d 2009 sebagai Ketua Departemen/SMF
Obstetri Ginekologi FK Unair/RSUD Dr. Soetomo
Surabaya dan Tahun 2009 s/d sekarang sebagai
Manager Senior Graha Amerta RSUD Dr. Soetomo
Surabaya.
Riwayat kepegawaian / Kepangkatan
Okt 1974 : Mulai beberja di bagian Obstetri
Ginekologi di Fakultas Kedokteran
Unair/RSUD
Dr.
Soetomo,
Surabaya
Maret 1976 : Calon Pegawai Negeri Sipil

1977 : Penata Muda (Gol. III/a) Asissten
Ahli Madya

1978 : Penata Muda Tk.I (Gol.III/b)/Asisten
ahli

1981 : Penata (Gol.III/c)/Lektor Muda

1985 : Penata Tk.I (Gol.III/d)/Lektor Muda

1996 : Pembina (Gol.IV/a) Lektor
Des 2006 : Pembina Tingkat I (Gol.IV/b)Guru
Besar
Juli 2009 : Pembina Utama Muda( Gol IV/c).

Riwayat Jabatan dalam Organisasi


1974 sekarang : Anggota IDI
1979 sekarang : Anggota
Perkumpulan
Obstetri Ginekologi Indonesia
(POGI)
1987 sekarang : Anggota
Perhimpunan
Ultrasonik
Kedokteran
Indonesia
(PUSKI)
2000 sekarang : Anggota Himpunan Onkologi
Ginekologi Indonesia (HOGI)
2000 sekarang : Pelatih
pada
kursus
Keterampilan Bedah Dasar
Obstetri Ginekologi
2006 sekarang : Pengurus Pembinaan Rohani
Islam RSUD Dr. Soetomo
Surabaya
2006 sekarang : Ketua Pembinaan Rohani
RSUD Dr. Soetomo Surabaya
2009 sekarang : Anggota Kolegium Obstetri
Ginekologi Indonesia.
Pengalaman yang Berkesan Selama Bekerja
Pada tahun 1987 mendapat kesempatan
untuk menggantikan salah satu peserta USG
International Course di Sydney yang akan
diselenggarakan minggu depannya melalui berita
telepon dari sana dan diminta untuk segera
mengurus keberangkatannya. Direktur RSUD Dr.
Soetomo dan Dekan FK Unair mengijinkan untuk
mengikutinya, tetapi petugas di rektorat tak dapat
mengijinkan karena tidak ada surat resminya.
Dalam perjalanan kembali setelah merasa gagal
untuk mendapatkan ijin dari rektorat tersebut,
Alhamdulillah bertemu dengan Bapak Mattalitti
SH dari Seketariat Rektor yang menanyakan
kepentingan ke rektorat dan langsung memberikan
bantuan perijinan untuk pengurusan perjalanan
tersebut setelah mengetahui permasalahannya.
Semoga budi baik almarhum mendapat imbalan
pahala yang melimpah dari Allah SWT.
Suka Duka
Pada suatu malam minggu bersama dengan istri
dan anak di suatu rumah makan, setelah selesai
dan ke kasir untuk menyelesaikan pembayarannya,
di jawab kasir : sudah diselesaikan keluarga yang
berdampingan dengan meja bapak yang baru saja
pulang.
Saran / Nasehat untuk Generasi Mendatang
Tekuni dan tingkatkan ilmu-ilmu yang diminati
setiap ada kesempatan.
Kejar dunia dan akhirat sebagai bagian 2
permukaan dari 1 mata uang yang tidak
terpisahkan.

Motto Hidup
Kejar ilmu dan amalkan dengan ihlas, karena
setiap orang akan merugi kecuali yang berilmu,
yang berilmu merugi kecuali yang beramal, yang
beramal merugi kecuali yang ihlas kepada Allah.
Berikhtiarlah dengan segala daya yang tidak
melanggar kaidah yang berlaku untuk mengatasi
setiap permasalahan dan serahkan hasilnya pada
Allah.
Riwayat Pendidikan
SD Negeri Putusibau di Kalimantan Barat pada
tahun 1954 kemudian pindah ke SD Singkawang
Pontianak lulus Tahun 1960, SMP Negeri Pontianak
pindah SMPN 1 Blitar Lulus Tahun 1963, SMA Negeri
1 Blitar Lulus Tahun 1966, Fakultas Kedokteran
Unair 1967 Lulus Tahun 1973, Oktober 1974
mulai pendidikan Keahlian Obstetri Ginekologi di Fk
Unair - Lulus 5 Oktober 1979, Tahun 1981 s/d 1983
mengikuti Pendidikan Onkologi Ginekologi di FK
Unair. Tahun 1983 mengikuti Pendidikan Onkologi
Ginekologi di King George V-Royal Prince Alfred
Hospital Sydney, Tahun 1984 mengikuti Obs Gyn
Course NSW University Sydney, dan pada Tahun
1987 mengikuti Pendidikan ultrasonografi di Sydney
(Paddington Hospital & Sonic Institute).
2 Juli 2000 : mendapat sertifikat/dikukuhkan
sebagai spesialis Obstetri Ginekologi Konsultan
bidang Ginekologi Onkologi yang dikeluarkan
oleh Kolegium Obstetri Ginekologi Indonesia.
November 2005 : Continuing Professional
Development of Ultrasound in Pregnancy. Prof.
J.W. Wladimiroff, Surabaya.
Januari 2006 : Intensive Basic Course
in Gynecologic Ultrasound for ObstetricGynecologist Specialist. Continuing Professional
Development Program.
Riwayat Hidup
Dilahirkan pada tanggal 6 Oktober 1948 di Kota
Tahu Kediri. Sejak umur 1 tahun setelah ayah
meninggal diasuh oleh ibu, beliau hidup bersama
kakek/orang tua ibu. Kakek bekerja sebagai PNS.
Pada Tahun 1974 menikah dengan Savitri,
dikaruniai 3 orang anak :
1. Indrawati Purwaningrum SKG, menikah dengan
Ir. Achmad Faizal dan mempunyai 3 anak : Afi
Citralikita Khairunnisa, Danas Marici Fawaz dan
Mernssi Ghazi Qonita
2. dr. Dwi Wulansari SpKK, menikah dengan Hery
Bastiansyah S.E. Ak dan mempunyai 2 anak :
Keysha Belvania Sava dan Aluna Audreynia Zara
3. dr. Hari Nugroho PPDS ObsGin FK Unair/RSUD
Dr. Soetomo Surabaya, menikah dengan dr.
Meta Hanindita PPDS Anak FK Unair/RSUD Dr.
Soetomo Surabaya.

pebruari 2011 mimbar 3

artikel kesehatan
EFEK SAMPING RADIASI AKIBAT RADIASI PADA DAERAH KEPALA LEHER:

Pencegahan dan Perawatan

Dyah Erawati, Ulinta Purwati. P - Instalasi Radioterapi, RSUD Dr. Sutomo Surabaya

aktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan


modalitas pengobatan serta hasil pengobatan pada
keganasan kepala leher adalah; 1) faktor tumor yaitu
lokasi tumor, ukuran tumor, pola pertumbuhan dari lesi primer
dan ada tidaknya pembesaran kelenjar getah bening, patologi
tumor (tipe histologi, grading, serta depth of invasion). 2)
faktor pasien yaitu umur, keadaan umum pasien, tolerance
of treatment, pertimbangan sosial-ekonomi. 3) faktor dokter,
berhubungan dengan ketrampilan dan profesional medis baik
pembedahan, radiasi, kemoterapi serta kemampuan dalam
pelayanan rehabilitasi. (1)
Radioterapi adalah metode pengobatan medis dengan
menggunakan sinar pengion baik photon maupun particle.
Radioterapi telah lama diterima sebagai salah satu modalitas
lain dalam pengobatan penyakit keganasan seperti pembedahan
dan kemoterapi.
Radioterapi sampai saat ini masih mempunyai peranan
yang penting sebagai pengobatan lokal dalam manajemen
kanker kepala leher, tetapi pengobatan kanker dengan
radiasi ini mempunyai keterbatasan, oleh karena itu untuk
meningkatkan hasil pengobatan yang maksimal, pengobatan
radiasi dapat dikombinasikan dengan modalitas lain yaitu
pembedahan dan kemoterapi bertujuan untuk mengecilkan
massa jaringan kanker, sehingga diperoleh gross tumor volume
yang kecil. Keadaan ini sangat menguntungkan dari segi radiasi.
Disamping kombinasi antara radiasi dengan modalitas lain,
maka kombinasi antara metode radiasi juga bermanfaat dalam
meningkatkan optimalisasi hasil terapi.
Radiasi pada daerah kepala-leher sangat kompleks, karena
banyak organ risk dan jaringan normal yang sensitif di daerah
tersebut. Hasil yang optimal dapat diperoleh hanya dengan
kerjasama tim yang handal yaitu ahli onkologi radiasi, ahli
fisika, dosimetrist, dan radiographer radioterapi, perawat. (2)
Pada dekade terakhir, untuk mencapai kontrol tumor dan
peningkatan survival, pengobatan keganasan kepala leher
squamous cell carcinoma sangat agresif, meliputi pembedahan
diikuti radiasi yang dikombinasikan dengan kemoterapi
atau perubahan fraksinasi radiasi. Telah dilaporkan dengan
pengobatan kombinasi, pembedahan dan kemo-radiasi setelah
pembedahan, ternyata memberikan hasil yang memuaskan
bila dibandingkan hanya dengan pembedahan dilanjutkan
radiasi saja.(3) Bagaimanapun juga, metode pengobatan
kombinasi ini dapat meningkatkan morbiditas, terutama efek
samping akut pada rongga mulut, antara lain terjadi gangguan
mengunyah, nyeri telan, mukositis. Disamping itu, irreversible
akibat efek samping lambat sering terjadi yaitu xerostomia,
gangguan menelan, karies gigi akibat radiasi, trismus,
osteoradionekrosis.(3,4) Oleh karena itu, untuk mengurangi efek
samping yang timbul, disamping memperbaiki teknik radiasi
dengan teknologi modern, perawatan rongga mulut sebelum,
selama dan sesudah radiasi sangat penting.
RADIOTERAPI PADA KEGANASAN KEPALA - LEHER
Ada 2 bentuk pengobatan dengan radiasi pada keganasan
kepala leher yaitu :
4 mimbar pebruari 2011

1. Radiasi eksterna : jenis radiasi, yaitu; a) foton (Cobalt-60/


LINAC) dengan tehnik konvensional, 3D-Conformal
Radiotherapy (3D-CRT, Intensity Modulated Radiotherapy
(IMRT), Image Guided Radiotherapy (IGRT), dan b)
elektron. Dapat digunakan sebagai pengobatan tunggal,
kombinasi dengan pembedahan, kemoterapi, monoclonal
antibody, brakhiterapi (mulai T2 besar dan infiltratif).

gbr. 1.
immobilisasi
radiasi daerah
kepala Leher.

gbr. 2. R. Radiasi
Eksterna. Inst.
Radioterapi RSUD.
Dr. Sutomo
Surabaya.

2. Brakhiterapi (5,6)
Brakhiterapi merupakan modalitas radioterapi lain
dengan cara memberikan radiasi langsung pada target/
didekatkan pada target dengan menggunakan zat
radioaktif. Biasanya metode ini digunakan sebagai
booster, dengan cara : implant, Interstitiil, plesiotherapy/
mould brakhiterapi.
Sumber yang digunakan : 1) Low Dose Rate (LDR) : Ir
192 hair pins, jarum Cs 137. 2) High Dose Rate (HDR) :
Microselectron HDR Ir192, Gamma Med HDR Ir 192.
Syarat/indikasi brakhiterapi :
a. T1/T2 kecil N0, yang dapat diterapi dengan single
implant
b. Ketebalan tumor 10mm/kurang
c. Ukuran tumor kurang dari 30 mm
d. Tumor tidak invasi ke tulang.

gbr. 3.
Brakhiterapi , teknik
plesioterapi
Inst. Radioterapi.
RSUD Dr. Sutomo
Surabaya

Keuntungan brakhiterapi: 1) dosis radiasi yang tinggi


dapat dicapai secara lokal karena adanya rapid fall off. 2)
Didapatkan distribusi dosis yang in homogen disebabkan
sangat tingginya dosis sekitar sumber. 3) Dose rate radiasi
yang kontinyu (terus menerus). 4) Waktu pengobatan yang
lebih pendek.
Penatalaksanaan radiasi sangat individual, memerlukan
berbagai informasi, antara lain; stadium, pengobatan
sebelumnya, laporan operasi, laporan histopatologi
(karakteristik histopatologi), apakah akan dikombinasikan
dengan kemoterapi?
Radiasi dapat diberikan (1,2,7,8,9,10) : a) radiasi definitive. b)
setelah pembedahan yaitu 4-6 minggu setelah pembedahan
dengan tujuan menurunkan angka kekambuhan. c) sebelum
pembedahan dengan tujuan mengecilkan tumor sehingga
akan meningkatkan resektabilitas, mengurangi implantasi
tumor, menurunkan sejumlah sel-sel viable dalam lapangan
pembedahan. d) kombinasi dengan kemoterapi.
DOSIS RADIASI
Pemilihan dosis radiasi tergantung pada ukuran tumor,
kelenjar regional, lokasi tumor. Radiasi diberikan dengan dosis
terbagi (fraksinasi), pada umumnya, fraksinasi diberikan tiap
hari selama 5 hari berturut-turut (fraksinasi konvensional).
Dalam tahun terakhir, data menunjukkan bahwa kanker dari
golongan squamous cell carcinoma terutama pada kepalaleher dapat tumbuh cepat, sehingga dengan pemberian
fraksinasi yang dipercepat (hyperfractionation), yaitu
sehari 2 kali dengan interval 6-8 jam, akan dapat menekan
proliferasi tumor. Penelitian Radiation Therapy Oncology
Group (RTOG), phase III clinical trial (protocol 90-03)
mengatakan bahwa setelah pengamatan follow up selama 2
tahun, ternyata accelerated fractionation bila dibandingkan
dengan konvensional dapat memperbaiki kontrol
lokoregional, disease-free survival, walaupun toksitas akut
akan meningkat.
EFEK SAMPING RADIASI AKIBAT RADIASI DAERAH
KEPALA LEHER
Daerah kepala leher merupakan daerah yang kompleks,
terdiri dari berbagai macam struktur : kulit, mukosa,
subcutaneus connective tissue, kelenjar liur, gigi, tulang/
tulang rawan. Tiap struktur mempunyai keunikan tersendiri
apabila terkena radiasi. Insiden terjadinya efek samping
radiasi di daerah rongga mulut cukup tinggi, 60% pada pasien
yang hanya mendapat pengobatan dengan radiasi, dan lebih
90% pada pasien yang menjalani kemo-radiasi maupun
altered fractions.(11) Efek samping radiasi berhubungan
dengan volume radiasi, dosis total, dosis perfraksi, jumlah
fraksinasi, interval fraksinasi, kombinasi dengan kemoterapi.
Efek samping pada daerah rongga mulut akibat
kemoterapi biasanya berlangsung singkat (beberapa minggu
sampai dengan bulan), sebaliknya efek samping pada daerah
rongga mulut akibat radiasi dapat terjadi sepanjang hidup
(komplikasi kronik).(12,13)
Efek samping akibat radiasi di daerah kepala leher, dibagi
dalam 2 katagori,(14,15,16) yaitu :
1. Efek samping akut, dapat terjadi selama radiasi, pada
minggu pertama, atau beberapa bulan sesudah radiasi
meliputi : Perubahan warna kulit, edema, mukositis,

mulut kering (permulaan xerostomia), kekentalan saliva,


dysphagia, perubahan sampai hilangnya rasa pengecapan,
xerostomia. Sebagai akibatnya pasien rentan terhadap
infeksi daerah rongga mulut, sehingga rasa nyeri dan tidak
enak akan timbul selama menjalani radiasi. Keadaan ini akan
diikuti penurunan berat badan, kadang-kadang diperlukan
pemasangan nasogastric tube atau gastrostomy. Sebagian
dari keluhan ini akan kembali normal setelah beberapa
bulan pengobatan selesai, kecuali xerostomia yang tetap
bertahan.
2. Efek samping lanjut, terjadi beberapa bulan, bahkan beberapa
tahun sesudah radiasi, meliputi : mucosal fibrosis dan
atrophy, chronic xerostomia, karies gigi akibat radiasi terjadi
akibat perubahan kualitas maupun kuantitas saliva yang
persisten, trismus, osteoradionecrosis, chondronecrosis,
hypothyroidism, muscle fibrosis. Biasanya irreversible.
MUKOSITIS (4,11,12,13,15,16)
Periode latent sebelum timbulnya kerusakan fungsi
akibat radiasi , tergantung dari kecepatan pergantian sel (cell
turnover), seperti mukosa, intestinal, skin epithelial. Sel ini
sangat sensitif terhadap radiasi. Mukositis adalah injuri akut
pada mucosal lining di daerah kepala leher mulai dari bibir
sampai esophagus.
Mukositis mulai terjadi setelah pemberian radiasi eksterna
dosis 20-30 Gy dalam 1,8-2 Gy/fraksi, mukosa menjadi erytema.
Derajat mukositis mulai dari erytema, pseudomembrane,
confluent mucositis, dan akhirnya menjadi ulserasi. Kemoterapi
dapat menyebabkan mukositis, tetapi derajat mukositisnya
lebih ringan serta durasinya lebih singkat bila dibandingkan
dengan mukositis yang disebabkan oleh radiasi. Konkuren
kemoradiasi akan menyebabkan derajat mukositis berat serta
durasinya lebih lama.
PERUBAHAN RASA PENGECAPAN (Irradiation of the taste
buds)(11,12,13,15,16)
Perubahan rasa pengecapan ini disebabkan adanya
kerusakan mikrovili dan permukaan luar dari sel rasa pengecap
akibat radiasi, akibatnya pasien akan mengalami hypogeusia
sampai ageusia. Gangguan ini mulai terjadi pada dosis radiasi
20 Gy, yang mana 20-30% sel rasa pengecap akan rusak. Derajat
perubahan/hilangnya rasa asin, manis, pahit, atau asam sangat
individual. Laporan penelitian bahwa rasa pahit dan asin akan
terganggu lebih dahulu kemudian diikuti rasa manis dan asam.
Gangguan ini akan recovery sekitar 4 bulan setelah terapi radiasi.
XEROSTOMIA (Salivary glands dysfunction)(11,12,13,15,16)
Xerostomia disebabkan oleh berkurangnya saliva
atau bahkan tidak ada. Sehingga terjadi gangguan bicara,
mengunyah, menelan, mudah infeksi, caries gigi.
Radiasi di daerah kepala leher akan menyebabkan
kerusakan kelenjar saliva yaitu menyebabkan inflamasi, efek
degeneratif pada saliva parenchyma terutama serous acinar
cell. Aliran saliva akan menurun pada 1 minggu pertama
pengobatan radiasi dan xerostomia akan muncul setelah dosis
10 Gy. Makin besar dosis, maka kerusakan akan permanent.
Derajat kerusakan kelenjar saliva tergantung volume dan dosis
radiasi yang diterima.
Dosis toleransi, menurut Rubin, Cassaret dan Phillip TD 5/5
pada 50 Gy; TD 50/5 pada 70 Gy.
pebruari 2011 mimbar 5

artikel kesehatan
KARIES GIGI
Kerusakan gigi merupakan efek samping yang diakibatkan
secara tidak langsung karena terpaparnya kelenjar saliva oleh
radiasi. Saliva menurun sehingga akan menyebabkan terjadi
perubahan PH, oral flora menjadi lebih pathogenic, kekentalan
saliva.
OSTEORADIONEKROSIS
Tipe dari tehnik radiasi dapat mempengaruhi resiko untuk
terjadinya osteoradionekrosis pada mandibula. Brakhiterapi
mempunyai resiko tinggi bila dibandingkan radiasi eksterna.
Insiden untuk terjadinya radionekrosis mandibula dengan
menggunakan dosis 2Gy/fraksi adalah 2% pada dosis 66
Gy, akan meningkat 8-9% pada dosis 70Gy. Tetapi bila dosis
perfraksi > 2 Gy, akan meningkat jadi 6% pada dosis 50-55 Gy
(11,12)

PENCEGAHAN DAN PERAWATAN


Kesehatan gigi yang jelek, penyakit pada gusi, keadaan
umum pasien yang jelek, status nutrisi yang jelek, perokok,
anemia, peminum alkohol akan memperberat efek samping
tersebut. Untuk mencegah progresivitas derajat kerusakan
(severity) akibat radiasi pada jaringan normal di daerah rongga
mulut, maka diperlukan berbagai upaya, antara lain :
a. Tehnik radiasi yang modern :
3D Conformal Radiotherapy ( 3-DCRT), Intensity Modulation
Radiotherapy (IMRT), energi megavolt/supermegavolt
(LINAC), dan sophisticated computerized dosimetri.
b. Perawatan dasar rongga mulut, meliputi perawatan
sebelum radiasi, selama radiasi dan setelah radiasi.
Perawatan ini paling penting, fungsinya adalah untuk
perawatan gigi dan kesehatan rongga mulut, mencegah
adanya fokus infeksi dan mencegah timbulnya
osteoradionekrosis, mengurangi efek samping akibat
radiasi.
Pencabutan gigi sebelum radiasi sebaiknya dilakukan 3-4
minggu sebelum radiasi dimulai.
c. Perawatan KULIT : Dijaga tetap kering.
o Tidak boleh merubah tanda di area radiasi.
o Tidak boleh menggunakan sabun/deodorant/parfum/
bedak / make up pada area radiasi.
o Tidak boleh terkena sinar matahari langsung/
berlebihan.
o Dianjurkan menggunakan topi/payung.
o Tidak boleh mengompres di area radiasi dengan
kompres panas/dingin.
o Tidak boleh memakai salep di daerah radiasi tanpa
resep dokter onkologi radiasi.
o Tidak boleh menggosok kulit di daerah radiasi.
d. Terapi suportif.
KEPUSTAKAAN
1. Emami. B. Oral cavity. In: Perez.C.A, Brady.L.W (editors).
Principle and Practice of Radiation Oncology. Fourth
edition. Philadelphia. Lippincott Wlliams & Wilkins. 2004:
997 - 1018
2. National Comprehensive Cancer Network. Head and Neck
Cancers. Cancer of Oral Cavity. Clinical Practice Guidelines
in Oncology, V1 2010.
6 mimbar pebruari 2011

3. Langendijk Johanes A, Doornaert Patricia, Rietveld


Derek H,F, Verdonck-de Leeuw Irma M, Leemans C
Rene, Slotman Ben J. A Predictive model for swallowing
dysfunction after curative Radiotherapy in head and neck
cancer. Radiotherapy and Oncology.2009; 90; 189 -195.
4. Rosenthal David I, Trotti Andrea . Strategies for Managing
Radiation Induced Mucositis in Head and Neck Cancer.
Seminar in Radiation Oncology. Elsevier. 2009. 29 34.
5. Gerbaulet. Alain, Mazeron. Head and Neck. In: Gerbaulet.
A, Potter, R. Mazeron.(editors). The GEC ESTRO Hand
Book of Brachytherapy. Leuvenberg. 2002.
6. Washington Charles. M. Aspect of Brachytherapy.
In : Washington Charles. M, Leaver Dennis (Editors).
Principles and Practice of Radiation Therapy. Third
edition. St. Louis Missouri. Mosby. Elsevier. 2010. 300314.
7. Inoue.T, Yoshida.K et.al. Phase III trial of High dose rate
vs Low Dose rate Interstitiil Radiotherapy for early mobile
tongue Cancer. Int. J. Radiation Oncology. Biol. Phys.
2007; 67.5: 1332 - 1341
8. Diagnosis and management of Head and Neck Cancer.
A. National Clinical guideline : Scottish Inter collegiate
Network (SIGN). 2006 October. Sign Publication 90.
9. Ang.K.K, Garden. Adam.S. Modes Of Therapy. In :
Ang.K.K, Garden. Adam.S.(editors). Radiotherapy for
Head and Neck Cancers. Indication and Technique. Third
Edition. Philladelphia. Lippincott Williams and Wilkins.
2006. 14 17.
10. Langendijk.J.A, Jong.M.A, Leemans.Ch.R, Bree.R.D,et al.
Post operative Radiotherapy in Squamous Cell Carcinoma
of the Oral Cavity: The Importance of overall treatment
time. Int. J. Radiation Oncology. Biol. Phys. 2003.57.3:
693-700.
11. Wells Marry. Oropharyngeal effects of radiotherapy.
In: Faithfull Sara, Wells Mary (editors). Supportive care
in Radiotherapy. Churchill Livingstone. Elsevier Science.
2003: 182 200.
12. Cooper.J.S, Fu.K, Marks.J, Silverman.S. Late effect of
Radiation Theraphy in Head and Neck Region. Special
Issue late effect of normal tissues (LENT). Consensus
Conference. Int. J. Radiation Oncology. Biol. Phys. 1995.
31; 5: 1141 116
13.
National Cancer Institute. Oral Complications
of Chemotherapy and Head/Neck Radiation.
(PDQ).2009/2010.
14. Pryor David I, Porceddu Sandro V, Burmeister Bryan
H, Guminski Alex, Thomson Damien B, Shepdersdon
Kristine, Poulsen Michael. Enhanced toxicity with
concurrent cetuximab and Radiotherapy in head and neck
cancer. Radiotherapy and Oncology.2009;90:172-176.
15. Van Der Kogel Albert J. Radiation response and tolerance
of normal tissue. In : Steel G. Gordon (editor). Basic
Clinical Radiobiology. Third edition. New York. Co.
Published in the USA by Oxford University. Press.Inc.
2002; 30-40.
16.
Baumann Michael, Bentzen Soren M. Clininal
manifestations of normal tissue damaged. In : Steel
G. Gordon (editor).Basic Clinical Radiobiology. Third
edition. New York. Co. Published in the USA by Oxford
University. Press.Inc. 2002; 105 117.

Glaukoma
Si Pencuri Penglihatan
Yulia Primitasari, dr., SpM, Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK Unair/RSUD Dr. Soetomo Surabaya

laukoma sering disebut sebagai pencuri


penglihatan. Mengapa demikian? Karena penyakit
ini timbul seringkali tanpa keluhan maupun
gejala, dan penderita datang dengan keluhan tajam
penglihatan yang menurun atau kebutaan. Di Indonesia
tercatat 4,5 juta orang menderita glaukoma, dan di divisi
glaukoma IRJ RSUD Dr. Soetomo sendiri sampai saat ini
terdapat sekitar 4000 penderita glaukoma per tahun
yang sebagian besar datang dalam keadaan yang sudah
lanjut.
Glaukoma sering dikenal dengan menyempitnya
lapang pandangan akibat tekanan bola mata yang
meningkat/tinggi, padahal sebenarnya glaukoma dapat
terjadi pada keadaan tekanan bola mata yang normal.
Merupakan penyebab ke-2 kebutaan setelah katarak
terutama di Indonesia, hanya bedanya kebutaan akibat
glaukoma bersifat permanen sedang kebutaan akibat
katarak biasanya dapat disembuhkan dengan jalan
operasi penggantian lensa. Oleh karena itu seseorang
yang telah menderita glaukoma dan mengalami
penyempitan lapang pandangan tidak bisa kembali
normal, sehingga pencegahan glaukoma dengan deteksi
dini dan mengenali faktor resiko sangat penting untuk
diketahui.
Apa saja faktor resiko seseorang akan cenderung
menderita glaukoma? Yang utama adalah apabila ada
riwayat keluarga/keturunan yang menderita glaukoma,
maka orang tersebut memiliki resiko 2x lebih besar
menderita glaukoma dibanding yang tidak mempunyai
riwayat keluarga menderita glaukoma. Yang berikutnya
adalah penderita hipertensi dan kelainan pembuluh
darah/vaskuler, karena pada penderita ini terjadi
penurunan asupan nutrisi pada lapisan saraf penglihatan
sehingga kondisinya sangat rentan dan mudah mengalami
kerusakan bila dirangsang oleh peningkatan tekanan bola
mata. Demikian juga pada penderita diabetes melitus.
Usia diatas 40 tahun dan penderita dengan katarak,
miopia atau minus tinggi, hypermetropia, pasca trauma
pada bola mata juga merupakan faktor resiko.
Penderita yang memiliki faktor resiko seperti diatas
dianjurkan melakukan pemeriksaan mata secara rutin/
skrining sedikitnya 1 tahun sekali. Sering seseorang
diketahui menderita glaukoma secara tidak sengaja saat
dia periksa ke dokter mata dengan tujuan mengganti
kacamata.
Pemeriksaan yang sebaiknya dilakukan untuk skrining
glaukoma antara lain: tajam penglihatan, tekanan bola
mata, funduskopi okuli untuk melihat kerusakan papil
saraf oftalmikus, dan lapang pandangan. Pemeriksaan
tajam penglihatan dilakukan secara rutin bila berobat
ke dokter mata menggunakan snellen chart atau
projector chart, tekanan bola mata diperiksa dengan

menggunakan tonometer schiotz, noncontact tonometer


(airpuff), maupun Goldmann aplanasi. Pemeriksaan papil
saraf oftalmikus dengan oftalmoskop direk maupun
menggunakan lensa kondensi 78 Dioptri di depan lampu
celah biomikroskop. Lapang pandangan diperiksa dengan
suatu alat yang disebut Humphrey perimetry. Semua
pemeriksaan tersebut dapat dilakukan di IRJ Mata divisi
glaukoma RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Gambar 1. Menunjukkan perjalanan penyempitan lapang pandang pada


penderita glaukoma

Ada beberapa jenis glaukoma, yaitu glaukoma primer


meliputi glaukoma sudut tertutup yang bersifat akut dan
kronis, glaukoma sudut terbuka; glaukoma sekunder yang
paling sering disebabkan katarak dan trauma; glaukoma
neovaskuler sering terjadi pada penderita hipertensi dan
diabetes melitus yang pernah mengalami penyumbatan
pembuluh darah retina; glaukoma kongenital yang timbul
sejak bayi baru lahir.
DEFINISI
Glaukoma adalah suatu keadaan dimana terjadi
kerusakan saraf penglihatan (papil nervus oftalmikus) yang
menyebabkan penyempitan lapang pandangan seseorang
dan bisa disertai dengan peningkatan tekanan bola mata.
GEJALA
Karena sering kali glaukoma diderita tanpa disadari,
maka gejala yang dirasakan biasanya menunjukkan
penyakit ini sudah memasuki stadium lanjut:
1. Tajam penglihatan berkurang
2. Penyempitan lapang pandangan
3. Rasa kemeng pada mata, pusing
4. Nyeri yang hebat disertai mual muntah pada
glaukoma akut
5. Pada pemeriksaan sering didapatkan peningkatan
tekanan bola mata
DIAGNOSIS
Diagnosis glaukoma ditegakkan bila terdapat tandatanda glucomatous optic neuropathy atau kerusakan
saraf optik yang didokumentasi dengan foto retina serta
didapatkan penyempitan lapang pandangan (pemeriksaan
Humprhey Perimetry). Seringkali kerusakan saraf optik
yang masih dini belum menyebabkan penyempitan lapang
pandangan oleh karena itu diperlukan skrining bagi
mereka yang memiliki faktor resiko dan dapat dilakukan
pebruari 2011 mimbar 7

artikel kesehatan
pemeriksaan diagnostik tambahan untuk mengetahui
ketebalan lapisan serat saraf di retina (retinal nerve fiber
layer) dengan ocular computerized tomography (OCT).
Seseorang dengan kerusakan saraf optik akibat glaukoma
mengalami penipisan lapisan serat saraf di retina.

Gambar 2. Perbandingan papil saraf optik yang normal (kiri) dengan


penderita glaukoma (kanan).

Gambar 3. Progresifitas penyempitan lapang pandangan dengan


pemeriksaan Humphrey Perimetri.

TERAPI
Prinsip penatalaksanaan glaukoma saat ini adalah
mengatur tekanan bola mata baik dengan pemberian
obat-obatan/medikamentosa maupun dengan operasi.
Tekanan bola mata dipengaruhi jumlah cairan dalam bola
mata (humor akuos) di dalam bilik mata depan dimana
bila jumlahnya meningkat maka tekanan bola mata juga
meningkat.
Medikamentosa :
Pemberian obat-obatan yang dapat menurunkan
produksi humor akuos seperti carbonic anhidrase
inhibitor (acetazolamide) dapat diberikan secara oral atau
topikal, dan golongan beta bloker topikal. Prostaglandin
analog topikal bertujuan untuk meningkatkan outflow/
pembuangan humor akuos. Manitol diberikan secara intra
vena.
Operasi :
Tindakan operasi dapat dilakukan pada keadaan
dimana pemberian medikamentosa tidak menghasilkan
penurunan tekanan bola mata sesuai dengan target yang
diharapkan berdasarkan stadium keparahan glaukomanya,
kepatuhan penggunaan obat-obatan glaukoma yang
rendah, dan timbulnya efek samping yang tidak diinginkan

8 mimbar pebruari 2011

akibat obat-obatan glaukoma. Operasi glaukoma


bertujuan membuat saluran pembuangan humor akuos,
bisa dengan operasi filtrasi sederhana seperti iridektomi
dan trabekulektomi maupun pemasangan implant dan
shunt.
Seringkali penderita datang dalam keadaan akut dan
disertai keadaan lensa yang sudah keruh/katarak, maka
tindakan operasi dilakukan untuk membuat saluran
pembuangan humor akuos dan megeluarkan lensa yang
katarak. Tindakan operasi dapat dilakukan dalam 1
tahap atau 2 tahap tergantung kondisi klinis penderita
dan sarana-prasarana kamar operasi.
Karena pengobatan glaukoma berlangsung seumur
hidup perlu adanya hubungan yang baik antara dokter dan
penderita sebagai satu tim dalam penatalaksanaannya.
Kontrol yang rutin diperlukan untuk memonitor
perjalanan penyakitnya dan melihat efek samping
obat karena pemakaian obat-obatan jangka panjang.
Penderita harus menyampaikan keluhan sekecil apapun
kepada dokter agar dapat dicari jalan keluarnya.
PROGNOSIS
Glaukoma memiliki prognosis yang baik bila
diagnosis ditegakkan secara dini serta belum
didapatkan penyempitan lapang pandangan dan
dilakukan penatalaksanaan yang tepat dengan tingkat
kepatuhan panderita yang baik. Bila penderita datang
dengan kondisi yang lanjut, sudah ada penyempitan
lapang pandangan atau kebutaan maka prognosisnya
jelek. Lapang pandangan yang sudah hilang tidak
akan kembali normal, tujuan pengobatan atau operasi
adalah mempertahankan tajam penglihatan dan lapang
pandangan yang masih tersisa agar tidak jatuh menjadi
kebutaan permanen.
Daftar Pustaka
Kansky JJ, 2007, Glaucoma. In Clinical Ophthalmology
a Systematic Approach 6th ed. Philadelphia; Elsevier pp
371-91.
Khurana AK, 2008. Comprehensive Ophthalmology
4th ed. New Delhi; New Age International Publisher pp
205-241.
Kitazawa Y, 2002. Glaucoma Society Guidelines for
Glaucoma. Tokyo; Gaitame Printing Co,Ltd. pp 5-10.
Langston-Pavan D, Brauner SC, Grosskreutz, 2008.
Glaucoma. In Manual of Ocular Diagnosis and Therapy
6th ed. Philadelphia; Lippincott Williams & Wilkins pp
259-292.
Liesegang TJ, 2008. Glaucoma Basic and Clinical
Science Course. San Fransisco : American Academy of
Ophthalmology pp 148-170.
Sasidharan R (editor), 2008. Asia Pasific Glaucoma
Guidelines 2nd ed. Sydney; SEAGIG pp 5-59.
Schuman JS, et al., 2008. Rapid Diagnosis in
Ophthalmology Lens and Glaucoma. Philadelphia;
Elsevier pp 60-112.
Susanna R Jr., Medeiros FA, 2006. The Optic Nerve
in Glaucoma 2nd ed. Rio de Janeiro; Cultura Medica pp
3-13.

Laser Rejuvenation
(Laser Untuk Peremajaan Kulit)

Oleh :
Trisniartami Setyaningrum, dr., SpKK

Rahmadewi, dr., SpKK

enuaan kulit dini dapat disebabkan oleh faktor


intrinsik (dari dalam tubuh) dan ekstrinsik (dari
luar tubuh). Faktor dari dalam seperti faktor
keturunan (genetik), secara genetik setiap
individu berbeda dalam kekeringan dan elastisitas kulitnya.
Selain itu faktor rasial juga dapat berpengaruh pada
penuaan kulit dini, dimana terdapat struktur dan tipe kulit
yang berbeda pada setiap ras, seperti ras kaukasia (orang
barat) mudah terbakar sinar matahari sehingga mudah
timbul lesi prakanker maupun kanker kulit dibandingkan
dengan ras kulit berwarna. Faktor intrinsik yang lain, yang
juga berpengaruh pada penuaan kulit dini adalah faktor
hormonal, pada wanita menopause, hormon estrogennya
menurun sehingga mudah terjadi kekeringan dan elastisitas
kulit yang menurun.
Sedangkan faktor ekstrinsik yaitu faktor dari luar tubuh
diantaranya adalah faktor lingkungan yaitu sinar matahari,
kelembaban udara seperti di pegunungan, ruangan berAC, pajanan angin, suhu dingin menyebabkan kulit akan
kering sehingga proses menua lebih cepat terjadi. Selain
itu bahan-bahan yang meningkatkan radikal bebas seperti
sinar x, ultraviolet, polusi udara, bahan-bahan kimia,
bahan pengawet, pewarna, pelezat juga meningkatkan
proses penuaan dini. Serta cara perawatan kulit yang
salah, penggunaan kosmetika yang tidak sesuai, sering
menggunakan sabun, detergen atau pembersih berkadar
alkohol tinggi juga akan menyebabkan kulit kering dan akan
mempercepat proses penuaan dini.
Banyak cara untuk meremajakan kembali kulit wajah,
mulai dari perawatan menggunakan obat-obat topikal atau
obat oles (seperti krim yang mengandung alpha hydroxi acid,
tretinoin, dan sebagainya) hingga perawatan menggunakan
alat-alat (peeling kimiawi, mikrodermabrasi, dermaroller,
mesoterapi, injeksi botox, filler serta penggunaan laser
rejuvenation).
Artikel ini akan membahas mengenai terapi peremajaan
kulit dengan menggunakan laser. Laser peremajaan kulit
yang telah ada di Instalasi Rawat Jalan Kulit dan Kelamin
RSUD Dr. Sutomo ada dua jenis, yaitu laser peremajaan
kulit non ablatif (ThermaScan-Sciton Nd:YAG laser dengan
panjang gelombang 1319nm) dan laser peremajaan kulit
ablatif (Fractional CO2 laser).
LASER REJUVENATION NON ABLATIF
(Laser ThermaScan-Sciton Nd:YAG dengan panjang
gelombang 1319 nm).
Laser rejuvenation non ablatif adalah laser yang
digunakan untuk meremajakan kulit dengan tekhnologi
yang dapat memicu pembentukan kolagen baru dan
memperbaiki jaringan kerut di bawah kulit tanpa merusak
lapisan atas kulit (epidermis), sehingga dapat meminimalkan

komplikasi seperti infeksi kulit, skar dan perubahan warna


kulit (post inflammatory pigmentary).
Indikasi:
mengurangi kerutan halus
jaringan parut bekas jerawat (scar acne)
jerawat (acne vulgaris)
mengecilkan pori-pori
mencerahkan wajah.
Kontra indikasi :
Riwayat kanker kulit, seperti melanoma
Infeksi pada area yang akan diterapi dan daerah sekitarnya
Menggunakan obat-obatan dimana cahaya dengan
panjang gelombang inframerah menjadi kontraindikasi
Fotosensitif terhadap panjang gelombang 1319 nm.
Yang perlu mendapat perhatian :
Pada penderita yang berkulit gelap, hati hati kemungkinan
timbulnya skar
Pada kulit yang pernah mendapat terapi dengan prosedur
lain (Laser dengan panjang gelombang lain atau dengan
menggunakan bahan kimia).
Prosedur tindakan :
Diperlukan sebelumnya melakukan perawatan kulit
(skin conditioning) dengan menggunakan krem-krem yang
disesuaikan dengan jenis dan kondisi kulit, hal ini akan
dilakukan pemeriksaan oleh dokter kulit terlebih dahulu. Skin
conditioning diberikan sekitar 2-4 minggu, setelah itu baru
bisa dilakukan laser ini.
Anestesi topikal dapat digunakan pada penderita yang
tidak tahan nyeri. Setelah di anestesi, wajah dibersihkan,
kemudian di foto (untuk dokumentasi agar dapat dievaluasi
keadaan kulit/lesi), setelah di foto, dipasang kacamata untuk
penderita dan dokter pelaksana, kemudian dilakukan laser
area demi area. Sertelah di laser, dilakukan kompres dingin
dan diberikan salep pelembab serta sunblock.
Laser ini efektif dan aman untuk semua jenis kulit, relatif
tidak nyeri dan tidak memerlukan waktu istirahat (down
time) yang lama, sehingga setelah dilakukan tindakan laser
ini, dapat langsung beraktivitas sehari-hari. Kulit akan
tampak sedikit memerah setelah dilakukan laser ini dan akan
menghilang beberapa jam kemudian. Prosedur laser ini dapat
diulang dengan interval 4-6 minggu.
LASER REJUVENATION ABLATIF
Laser rejuvenation ablatif menggunakan laser CO2
Fractional ini digunakan untuk menghilangkan lapisan
permukaan/superficial dari kulit. Jika lapisan permukaan
kulit dihilangkan, lapisan yang lebih dalam (dermis) akan
terbuka, dan akan terjadi proses penyembuhan. Jadi pada
pebruari 2011 mimbar 9

artikel kesehatan
laser rejuvenation ablative ini akan terjadi kerusakan dari
permukaan kulit, kerusakan kulit yang disebabkan oleh laser
ini akan menimbulkan proses penyembuhan dimana akan
terjadi pembentukan kolagen baru di dermis dan akan timbul
lapisan permukaan kulit yang baru, kerutan dan jaringan
parut bekas jerawat (acne scar) akan berkurang.
Indikasi:
- jaringan parut karena jerawat (acne scar)
- jaringan parut karena trauma maupun bekas cacar air
(chickenpox)
- perawatan peremajaan kulit (rejuvenation) kerutan halus
sekitar mata dan mulut,, sehingga kulit lebih kencang dan
cerah serta pori-pori dapat mengecil.
Kontra indikasi :
- Riwayat kanker kulit
- Infeksi pada area yang akan dilakukan tindakan
-
Menggunakan
obat-obatan
yang
menyebabkan
fotosensitif
- Pemakaian Isotretinoin ( < 1 tahun setelah pemakaian
isotretinoin)
- Pasien imunocompromised
- Pasien yang mudah terjadi keloid
Yang perlu mendapat perhatian :
- Pada penderita yang berkulit gelap, hati-hati kemungkinan
timbulnya hiperpigmentasi atau hipopigmentasi atau skar
- Pada penderita yang aktivitasnya sering terpapar sinar
matahari

Penyulit :
Dibandingkan dengan laser non ablatif, memang laser ini
memiliki resiko lebih besar untuk timbulnya efek samping
seperti:
- Nyeri
- Bengkak
- Lebam
- Eritema
- Hiperpigmentasi
- Hipopigmentasi

- Skar
- Infeksi
- Reaksi alergi
- Ektropion
- Jerawat atau milia
Prosedur Tindakan:
Prosedur pelaksanaan laser ini diperlukan sebelumnya
melakukan perawatan kulit (skin conditioning) dengan
menggunakan krem-krem yang disesuaikan dengan jenis
dan kondisi kulit, hal ini akan dilakukan pemeriksaan oleh
dokter kulit terlebih dahulu. Skin conditioning diberikan
sekitar 2-4 minggu, setelah itu baru bisa dilakukan laser ini.
Anestesi topikal dilakukan sebelum dikerjakan tindakan
laser ini, anestesi topikal dioleskan pada wajah yang
akan diterapi dan ditunggu sekitar 45-60 menit. Setelah
di anestesi, wajah dibersihkan, kemudian di foto (untuk
dokumentasi agar dapat dievaluasi keadaan kulit/lesi),
setelah di foto, dipasang kacamata untuk penderita dan
dokter pelaksana, kemudian dilakukan laser area demi
area. Sertelah di laser, kulit akan nampak merah dan
terasa hangat, kemudian akan dilakukan kompres dingin
menggunakan cairan normal salin, setelah itu diberikan
salep antibiotik, pelembab serta sunblock.
Perawatan setelah laser ini sangatlah penting agar
tidak terjadi efek samping yang tidak diinginkan. Penderita
harus mematuhi saran yang diberikan dokter, seperti tidak
boleh terpapar sinar matahari (harus selalu menggunakan
sunblock), tidak boleh menggosok-gosok (scrub) wajah
selama 7-10 hari, sampai mikrokrusta terlepas sendiri dari
kulit.
Perawatan dengan laser CO2 fractional ini dapat diulang
dengan interval 4-6 minggu.
Perawatan menggunakan laser-laser ini adalah aman
selama dilakukan oleh tenaga terlatih (dokter spesialis kulit
dan kelamin yang terlatih), juga dilakukan pada penderita/
customers yang dapat bekerja sama dengan baik serta
mematuhi anjuran dan advis dari dokter, sehingga tidak
akan terjadi efek-efek samping yang tidak diinginkan.

Pemimpin sejati bukan orang yang mempunyai paling banyak pengikut,


tapi yang menciptakan paling banyak pemimpin.

(Neale Donald Walsch)


Kebaikan lebih baik dari kebijakan, dan menyadarinya adalah awal dari kebijaksanaan.

(Theodore Isaac Rubin)


Orang yang bekerja bukan demi kecintaan pada pekerjaan tapi semata-mata demi uang,
berkemungkinan kecil mendapatkan banyak uang dan menemukan kegembiraan dalam hidup.

(Charles Schwab)
Bila sesuatu dilihat dari sisi bisnis, maka tidak ada rasa pertemanan (friendship), kekeluargaan,
maupun hati nurani, yang ada hanya menguntungkan dan tidak merugikan.
10 mimbar pebruari 2011

(Sunarso Suyoso)

berita foto

Percepat Pelayanan dengan Pneumatic Tube


Jumat, 21 Januari 2011

Direktur RSUD Dr. Soetomo Dr.dr. Slamet R. Yuwono, DTM&H, MARS melakukan uji coba alat yang juga dikenal sebagai Pneumatic tube
Transport (PTT), bertempat di kamar 14 (Laboratorium) IRJ, beliau mengirimkan sample darah yang telah dilakukan dimasukan dalam tabung
menuju ke Laboratorium Patologi Klinik di PDT melalui pipa. Alat transportasi untuk obat dan pemeriksaan medis ini memiliki kecepatan
tinggi sehingga dapat menghemat waktu, yang biasanya hasil pemeriksaan darah standar seperti gula darah dapat diketahui dalam waktu 15
menit, namun dengan alat ini hanya butuh waktu 6 menit saja.

Penyerahan SK Kebijakan Pelayanan Mikrobiologi

Direktur RSUD Dr. Soetomo menyerahkan SK Kebijakan Pelayanan Mikrobiologi pada Feri Hudowo Sudewo, dr, SpPK sebagai Ketua SMF
Patologi Klinik (kiri) dan (kanan) kepada Ketua SMF Mikrobilogi Klinik Setio Harsono, dr, SpMK pada tanggal 18 Januari 2011.

pebruari 2011 mimbar 11

berita foto

Penyerahan Cyro Surgery dari Proyek See & Treat Sjahjenny Mustokoweni, dr, SpPA(K) kepada Direktur RSUD Dr. Soetomo
Dr. Slamet R. Yuwono, dr., DTM&H, MARS kemudian diteruskan kepada SMF Obstetri Gynecology Prof. Suhatno, dr, SpOG(K)
pada tanggal 14 Januari 2011.

Selasa 28 Desember 2010 RSUD Dr. Soetomo mengadakan Bimbingan Teknis PPK-BLUD yang diikuti oleh 5 RS BLUD milik Pemerintah
Propinsi Jawa Timur (RSUD Dr. Soetomo, RSU Haji, RS Jiwa Menur, RSUD Saiful Anwar Malang, dan RSUD Soedono Madiun) di lantai 3
Gedung PDT. Bintek diselenggarakan selama 2 hari dengan pembicara dr. Heru Ariyadi, MPH sebagai konsultan BLUD, diharapkan kelima
RS tersebut dapat menerapkan BLUD secara utuh dengan cara melakukan kegiatan berdasarkan prinsip efisiensi dan produktifitas
sehingga meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Instalasi Rawat Darurat peduli lingkungan dengan menyelenggarakan lomba taman atap (roof garden) yang diikuti oleh masing-masing lantai
di IRD. Setelah selama satu bulan pada Senin 10 Januari 2011 diadakan penilaian dengan pemenang juara I (tampak kiri) dari Lantai I IRD,
Juara II & III dari Lantai 5 dan Ruang Laboratorium.

12 mimbar pebruari 2011

Observasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS (PPI-RS)


Kamis, 30 Desember 2010

Para peserta Pelatihan PPI-RS yang bertempat di Hotel Garden


Palace yang diselenggarakan oleh Kemenkes RI, selama tiga
hari mereka dilatih kebijakan PPI-RS sampai dengan cara
mengatasinya. Dihari terakhir peserta melihat penerapan PPI-RS di
lima Unit pelayanan RSUD Dr. Soetomo, salah satunya
Ruang Isolasi TB, tampak para peserta ke POLI DOTS.

Para peserta juga melihat gazebo di sekitar Poli DOT, gazebo


tersebut berfungsi untuk tempat minum obat pasien
dengan diawasi Pengawas Minum Obat (PMO).

Kunjungan 33 Dinkes Propinsi ke RSUD Dr. Soetomo


Yang diadakan oleh Kemenkes RI
Kamis, 20 Januari 2011

Kunjungan para peserta Monitoring & Evaluasi (Monev) MDRTB dalam rangka melihat pelayanan MDR-TB yang diterapkan di
RSUD Dr. Soetomo. Pasalnya, banyak dari daerah yang belum
menerapkan pelayanan tersebut. Gambar atas para peserta melihat
cara penyimpanan obat dan melihat pasien minum obat di Gazebo.
Gambar bawah Tutik K, dr, SpP mendampingi dan menjelaskan
kepada para peserta di Ruang Paru Laki.

pebruari 2011 mimbar 13

artikel kesehatan
Seminar Keselamatan Pembedahan Safe Surgery Save Lives
RSUD Dr. Soetomo, Rabu 22 Desember 2010

Dengan Keselamatan Pembedahan Kita Bangun Budaya Menuju Rumah Sakit Kelas Dunia
(World Class Hospital)'

Sambutan pembukaan oleh Direktur RSUD Dr. Soetomo Dr. Slamet R. Yuwono, dr., DTM&H, MARS (kiri), (kanan) Dr. Imam Susilo, dr.,
SpPA(K) mewakili Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

(tampak kiri) Wadir Penunjang Medik RSUD Dr. Soetomo Dr. Usman Hadi, dr, SpPD-KPTI dan Bendrong M, dr, SpF, SH sebagai moderator.
Seminar bertempat di lantai 3 Gedung PDT RSUD Dr. Soetomo yang diikuti oleh pegawai RSUD Dr. Soetomo termasuk dokter dan perawat.

Ketua panitia seminar Elly Listyani, dr, M.Kes (4 dari kanan) foto bersama anggota panitia.
14 mimbar pebruari 2011

Seminar Populer Bayi Tabung Murah & Solusi Mengatasi Infertilitas


Lobi Graha Amerta, Minggu 19 Desember 2010

Tim dokter yang tergabung dalam Klinik Fertilitas memperkenalkan


program baru melalui Seminar. (dari kiri) Pembicara dalam seminar
tersebut adalah Relly Y. Primariana, dr, SpOG(K), Hamdani
Lunardhi, dr, SpAnd. M.Kes, Dr. Budi Santoso, dr, SpOG(K) dan Dr.
Hendi Hendarto, dr, SpOG(K).

(tampak kiri) Dr. Hendi Hendarto, dr, SpOG(K) memberikan materi


dengan testimoni peserta program bayi tabung yang telah dilahirkan.
Seminar diikuti oleh masyarakat awam kurang lebih 100 orang.

Manager Senior Graha Amerta RSUD Dr. Soetomo Prof. Heru Santoso, dr, SpOG(K) memberikan cinderamata kepada
salah satu pembicara Dr. Budi Santoso, dr, SpOG(K).

Talk Show Hari Gizi Nasional ke 60 - tema Gizi Seimbang Investasi Bangsa
Surabaya, Sabtu 12 Pebruari 2011

Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke 60 Persatuan Ahli Gizi Indonesia DPD Jawa Timur menyelenggarakan Talkshow bersama
(dari kanan) Yohanes Kristianto, MFT (Praktisi Gizi), Prof. Soekirman, SKM, MPS-ID,PhD (Pakar Gizi) dan Dr. Dodo Anondo, MPH Kepala
Dinkes Propinsi Jawa Timur diikuti + 150 orang ahli gizi se-Jawa Timur di Gedung Pusat Diagnostik Terpadu.

berita foto
Sport Klinik RSUD Dr. Soetomo Dikunjungi oleh Hallam Pereira International Project Director
Departemen Olahraga & Rekreasi Australia Barat
Jumat, 17 Desember 2010

Kunjungan Hallam Pereria (berkaos) dalam rangka kerjasama Sister Government dengan melibatkan Dispora dan Pemerintah
Australia Barat (kiri) dan (kanan) tim sport klinik melihat ruang tunggu satpol PP yang direnovasi untuk ruang sport klinik.

(tampak kiri) Prof. Dr. Achmad Sjarwani, dr, SpB, SpOT sebagai pendiri sport klinik memeriksa salah seorang atlet dan (kanan)
seorang atlet basket sedang diperiksa.

Kunjungan Pemerintah Timor Leste ke RSUD Dr. Soetomo


Kamis, 6 Januari 2011

Menteri Sekretaris Urusan Sosial Timor Leste Jacinto


Rigoberto Gomes de Deus saling bertukar cinderamata
dengan Direktur RSUD Dr. Soetomo Dr. Slamet R.Yuwono,
dr, DTM&H, MARS. Kunjungan tersebut dalam rangka
pemberitahuan tentang kebijakan baru Pemerintah Timor
Leste tentang pengiriman pasien akan dikelola langsung
oleh Menteri Kesehatan Timor Leste serta untuk membahas
kelanjutan kerjasama mereka. (Gambar kiri bawah) Direktur
RSUD Dr. Soetomo memberikan cinderamata kepada Direktur
RS Nasional Timor Leste Dra. Odete da Silva Viegas sebagai
perwakilan Menkes Timor Leste dan (kanan bawah) Direktur
Ambulans Dra. Ana Margo.

Peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan ke-11 dan Hari Ibu ke-82
Senin, 13 Desember 2010

(Tampak kiri) Ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua DWP RSUD Dr. Soetomo didampingi oleh Ketua DWP
Fakultas Kedokteran Unair dan anggota. Dan (kanan) paduan suara Graha Amerta mengisi acara hiburan.

Pada kesempatan tersebut dibagikan sumbangan kepada 13 anak asuh DWP RSUD Dr. Soetomo dan 10 anak asuh
Fakultas Kedokteran Unair.

Tim juri sedang menilai lomba mengolah makanan berbahan dasar ikan.

Dalam lomba tersebut sebagai juara I dari kelompok ibu-ibu


Dharma Wanita Instalasi Rawat Darurat.

Tercatat 45 kelompok mengikuti lomba tersebut yang mewakili


bagian atau Instalasi kerjanya di RSUD Dr. Soetomo.

pebruari 2011 mimbar 17

berita foto
Peresmian Perluasan Ruang Rawat Inap &
Poliklinik Khusus untuk Penderita HIV-AIDS
Rabu, 1 Desember 2010

Wakil Gubernur Saifullah Yusuf menandatangani prasasti Peresmian


Perluasan Ruang Rawat Inap dan Poliklinik Khusus untuk Penderita
HIV-AIDS RSUD Dr. Soetomo.

Pada peresmian tersebut bertepatan dengan peringatan Hari AIDS


Sedunia ditandai dengan pemotongan tumpeng nasi kuning oleh
Gus Ipul.

(kiri) Gus Ipul memberikan cinderamata kepada petugas di UPIPI, (kanan) Gus Ipul dan Perwakilan Konjen Amerika Serikat
saat Konferensi Pers di UPIPI.

(Tampak kiri) Gus Ipul berdialog dengan Mahasiswa Unair saat menjenguk para penderita HIV- AIDS dan (kanan) bersama-sama minum jus
buah buatan penderita HIV-AIDS di UPIPI.
18 mimbar pebruari 2011

Patient & Family Gathering

Instalasi Paliatif & Bebas Nyeri, Kamis 25 Nopember 2010

Pada acara Family Gathering tersebut Instalasi Paliatif dan Bebas Nyeri mendapat sumbangan sebesar Rp. 50.000.000,dari ESQ Jawa Timur. Tampak pejabat RSUD Dr. Soetomo, Relawan dan para pasien bernyanyi bersama.

Pasien paliatif bergembira bersama pada acara tersebut, dan (kanan) Johan, remaja penderita kanker tulang yang telah menjalani
amputasi memiliki bakat musik menyanyikan lagu Peterpan sambil memetik gitar.

Pusat pengembangan paliatif bebas nyeri kanker RSUD Dr. Soetomo/FK Unair bersama Kepala Dinkes Kota Surabaya dan Direktur RS Undaan
Kapasari dalam rangka sosialisasi Surabaya Kota Paliatif dan pembentukan Tim Paliatif RS Undaan Kapasari, tanggal 27 Januari 2011.
pebruari 2011 mimbar 19

berita foto

Family Gathering Unit Rawat Jalan Metadon


RSUD Dr. Soetomo, Rabu 24 Nopember 2010

(Tampak kiri) Wadir Pelayanan Medik RSUD Dr. Soetomo Yoga Wijaya Hadi,
dr, Sp.B(K).KL memberikan sambutan pembukaan dan (kanan) Suryo salah
satu mantan pengguna narkoba dan pasien URJ Metadon berbagi pengalaman
sehingga dapat dicarikan solusinya.

Sutjipto, dr, SpKJ sedang memandu acara


family gathering.

Networking paliatif sebagai konsekuensi deklarasi Surabaya Kota Paliatif. Maka di RS Adihusada Kapasari diadakan sosialisasi paliatif
bersama Dinkes Kota Surabaya dan Pusat Pengembangan Paliatif Bebas Nyeri kanker RSUD Dr. Soetomo / FK Unair.

Pusat Pengembangan Paliatif Bebas Nyeri Kanker RSUD Dr. Soetomo / FK Unair, Yayasan Paliatif dan Dinkes Kota Surabaya silaturahmi
dengan Wakil Walikota Surabaya Bambang DH tentang Networking Paliatif di RSU BDH Surabaya Barat.
20 mimbar pebruari 2011

Semiloka Pencegahan dan Pengendalian Infeksi MDR TB (Multidrug Resistance TB)


terhadap Obat Anti TB (Multidrug Resistance TB) di Rumah Sakit
RSUD Dr. Soetomo, Rabu, 24 Nopember 2010

Sambutan pembukaan oleh


Direktur RSUD Dr. Soetomo
Dr. Slamet R.Yuwono, dr., DTM&H,MARS dan Ketua
Panitia Prof. Dr. Boerhan Hidayat, dr, Sp.A(K).

Bertempat di lantai 3 Gedung PDT dengan peserta Semiloka berasal dari dalam RSUD Dr. Soetomo dan RS lainnya di Surabaya dan materi
yang didapat adalah seputar MDR TB dan bagaimana menerapkan PPI-TB di RS, diharapkan setelah mengikuti Semiloka
para peserta dapat menerapkan PPI-TB di RS masing-masing.

(Tampak kiri) Salah satu pembicara dari Kemenkes RI Suko W. Nindito, dr, MARS dan (kanan) Ketua Panitia memberikan cinderamata
kepada Direktur RSUD Dr. Soetomo dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Prof. Dr. Agung Pranoto, dr, MSc, SpPD,K-EMD.
pebruari 2011 mimbar 21

berita foto
Cegah Penularan Infeksi, Instalasi Rawat Jalan Bagikan 2000 Masker
Senin 10 Januari 2011

Kepala Instalasi Rawat Jalan membentuk tim khusus yang bertugas untuk mencegah penularan infeksi melalui batuk. Tim ini diberi nama Tim
Etika Batuk di IRJ. Tim akan melakukan kampaye Cegah Penularan Infeksi Akibat Batuk dengan slogan Saya Batuk Saya Pakai Masker,
Anda Batu Anda Pakai Masker. Kampaye dilakukan selama 1-2 bulan dengan membagikan 2000 masker kepada para pasien &
pengunjung IRJ, diharapkan mereka akan mandiri.

Tim Etika Batuk Instalasi Rawat Jalan.

Yusi, dr., Kepala IRJ, sedang memberikan penyuluhan Etika Batuk


pada ibu-ibu PKK Sumber Waras di Ruang Pertemuan Lantai 4 IRJ.

Ibu PKK Sumber Waras dibagi masker dan poster sebagai kader
untuk sosialisasi Etika Batuk di lingkungannya.

Tutik K, dr., Sp.P sedang on air di Radio Antariksa dalam rangka


sosialisasi Etika Batuk di IRJ RSUD Dr. Soetomo.

22 mimbar pebruari 2011

Lisa face off di studio MetroTV di Jakarta. Tim RSUD Dr. Soetomo / FK unair yang kompak.

Lisa face off pada saat acara Kick Andy. Pengambilan gambar di Studio MetroTV dan disiarkan tanggal 28 Januari 2011 bersama Direktur
RSUD Dr. Soetomo dan Andi F Noya serta Tim RSUD Dr. Soetomo / FK Unair.

Rekreasi Ibu PKK Sumber Waras (Binaan IRJ RSUD Dr. Soetomo)
ke Jatim Park I Batu - Malang
13 Nopember 2010

Rekreasi Ibu PKK Sumber Waras (Binaan IRJ) bersama dengan Panitia IRJ Santai di kursi ayunan adalah Ibu Karmi (Poli Saraf) dan Ibu Nur
pada tanggal 13 Nopember 2010 di Jatim Park Batu Malang.
Endartini (Poli Paru) bersama Ibu Sumiani (Kaper IRJ).
pebruari 2011 mimbar 23

berita foto
Kegiatan Customer Relationship Management (CRM), 29 Nopember 2010

(Kiri-kanan) Prof. H. Chunadi Ermanta, dr (Manajer GPDT/Dept. Radiologi), Dyah Erawati, dr (Kepala Instalasi Radioterapi),
Sintje, dr (manajemen GPDT), dan dari Keperawatan RSUD Dr. Soetomo hadir dalam kegiatan CRM di Instalasi Radioterapi.

(Kiri-kanan) Lulus H, dr, 2 Pasien, Dyah,


dr, Pasien, Agus Ali Fauzi, dr (dari Palliatif
& Bebas Nyeri sebagai motivator), Ulinta,
dr dalam kegiatan CRM mengajak serta
pasien untuk bernyanyi bertempat di galeri
ruang tunggu radioterapi Lt.1 GPDT RSUD
Dr. Soetomo.

Testimoni dari pasien yang telah selesai


menjalani pengobatan radioterapi,
menyampaikan pengalamannya sebagai
motivasi bagi pasien yang lain yang masih
menjalani pengobatan radioterapi/radiasi.

Agus Ali Fauzi, dr, PGD Pall Med (ECU)


memberikan penyegaran dan motivasi
kepada pasien di Instalasi Radioterapi
pada kegiatan CRM.

Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Bertepatan Pada Peringatan Hari Ibu


22 Desember 2010

Kebersamaan antara pasien, keluarga pasien dan pegawai di Instalasi Radioterapi


RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

24 mimbar pebruari 2011

Bernyanyi bersama pasien menumbuhkan


semangat untuk sembuh bagi penderita kanker.

Penyerahan Mobil Deteksi Dini Kanker Leher Rahim ke RSUD Dr. Soetomo
Di Rusun Sumbo, Simokerto, Surabaya, Jumat 11 Pebruari 2011

Bhakti Sosial dalam rangka Imlek 2011 di Rusun Sumbo tampak dari kiri Bambang Sulistomo Ketua Umum Seduluran Suroboyo, Endang
Rahayu Sedyaningsih Menteri Kesehatan RI, Hasto Kuncoro, SH Ketua Panitia, Nany Wijaya perwakilan Tabloid Nyata, Dr. Dodo Anondo,
MPH Kepala Dinkes Propinsi Jatim Dr.dr.Slamet R. Yuwono, DTM&H, MARS Direktur RSUD Dr. Soetomo.

Tampak kiri penyerahan secara simbolis oleh Presiden Rotary Club se-Surabaya Eka Soelistiawati kepada Direktur RSUD Dr. Soetomo dan
kanan Tim See and Treat dan Mobil Deteksi Dini Kanker Leher Rahim.

Tampak kiri di dalam Mobil tersebut dilengkapi meja ginekologi dan sarana pemeriksaan lainnya. Dan kanan pemeriksaan gratis kepada
warga Rusun Sumbo.
pebruari 2011 mimbar 25

berita foto

Dalam rangka Hari Penglihatan


Sedunia (World Sight Day),
RSUD Dr. Soetomo bekerja
sama dengan Perdami Cabang
Jatim dan Yayasan Glaukoma
Indonesia (YGI) mengadakan
seminar awam dengan topik
Mari Hindari Kebutaan
Permanen Karena Glaukoma
pada tanggal 13 Nopember
2010 di Ruang Gatotkaca
Gedung Pusat Diagnostik
Terpadu lt 3.

Pada seminar Glaukoma untuk awam juga dilaksanakan pemeriksaan tekanan bola mata dengan non kontak tonometer
untuk skrining penderita glaukoma.
26 mimbar pebruari 2011

PENGUKUHAN KETUA SMF & KEPALA INSTALASI PERIODE 2011 2015


DI LINGKUNGAN RSUD Dr. SOETOMO
Rabu, 9 Pebruari 2011

Rapat paripurna pada Rabu, 9 Pebruari 2011 dengan acara pengukuhan Ketua SMF & Kepala Instalasi di lingkungan RSUD Dr. Soetomo
oleh Direktur RSUD Dr. Soetomo Dr. Slamet R. Yuwono, dr., DTM&H, MARS dan sosialisasi review Struktur Organisasi RSUD Dr. Soetomo
oleh Dr. Widodo JP, MS, dr., PA

DAFTAR KETUA SMF
























NO.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22

N A M A
Sjahjenny Mustokoweni, dr, SpPA(K)
Poernomo Boedi Setiawan, dr, SpPD,K-GEH
H. Sjamsul Arief, dr, MARS, SpA(K)
Dr. Hendy Hendarto, dr, SpOG(K)
Agung Prasmono, dr, SpB(K)TKV
Dr. Ferdiansyah, dr, Sp.OT
Prof.M.Sjaifuddin Noer,dr,SpBP(K)
Prof. Dr. Soetojo, dr, SpU
Dr. Agus Turchan, dr, SpBS
H.Puger Rahardjo, dr, SpAnKIC
Djiwatmo, dr, SpM(K)
Muhammad Aminuddin, dr, Sp.JP(K).FIHA
Wijoto, dr, Sp.S
Winariani K, dr, SpP(K), MARS
Iskandar Zulkarnain, dr, SpKK(K)
Budi Laraswati, dr, Sp.Rad(K)
Hoediyanto, dr, Sp.F(K)
Dr. Aryati, dr, MS, SpPK(K)
Prof.Dr.Widodo Ario Kentjono,dr,Sp.THT-KL
Dr. Hening Laswati Putra, dr, Sp.KFR-K
Sasanti Yuniar, dr, SpKJ(K)
Sri Widjajanti, drg, Sp.Ort

JABATAN
Ketua SMF Patologi Anatomi
Ketua SMF Ilmu Penyakit Dalam
Ketua SMF Ilmu Kesehatan Anak
Ketua SMF Obstetri & Ginekologi
Ketua SMF Ilmu Bedah
Ketua SMF Ilmu Bedah Orthopedi & Traumatologi
Ketua SMF Ilmu Bedah Plastik
Ketua SMF Ilmu Bedah Urologi
Ketua SMF Ilmu Bedah Saraf
Ketua SMF Anestesiologi & Reanimasi
Ketua SMF Ilmu Kesehatan Mata
Ketua SMF Kardiologi & Kedokteran Vaskuler
Ketua SMF Ilmu Penyakit Saraf
Ketua SMF Ilmu Penyakit Paru
Ketua SMF Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin
Ketua SMF Radiologi
Ketua SMF Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal
Ketua SMF Patologi Klinik
Ketua SMF Ilmu Kesehatan THT-KL
Ketua SMF Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
Ketua SMF Ilmu Kedokteran Jiwa
Ketua SMF Ilmu Kedokteran Gigi & Mulut
pebruari 2011 mimbar 27

berita foto

DAFTAR KEPALA INSTALASI


NO.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.

N A M A
Diah Mira Indramaya, dr, Sp.KK
Budi Baktijasa Dharmadjati, dr, Sp.JP (K) FIHA
Akson Saadi, dr, Sp.OG (K)
I Gusti Made Reza Gunadi Ranuh, dr, Sp.A (K)
Heroe Subroto, dr, Sp.BTKV (K)
Didi Aryono Budiyono, dr, Sp.KJ
Subagio, dr, Sp.RM
Mochammad yamin Sunaryo Suwandi, dr,Sp.R
Hardiono, dr, Sp.An, KIC
Tulus Panuwun, dr, MS., Sp.PA (K)
Djoko Marsudi, dr, MS., Sp.PK
Kartuti Debora, dr, MS., Sp.MK
Ahmad Yudianto, dr,Sp.F
Yoga Wijayahadi, dr, Sp.B-KL (K), FINACS (K)
Urip Murtedjo, dr, Sp.B-KL
Prof. Dr. Eddy Rahardjo, dr, Sp.An.,KIC
Pranawa, dr, Sp.PD, K-GH
drg. Dyah Ernawati
Roestiniadi Djoko Soemantri, dr. Sp.THT-KL
Bendrong Moerdiarso, dr, SH, Sp.F
Ir. Dwi Narmianto
drg. Ratna Kusumawardhani, M.Kes.
Dra. Siti Farida, Apt., Sp.FRS
Sunarso Suyoso, dr, Sp.KK (K)
Poerwaningsih, SKM, M.Kes.
Dateng, SKM
Mudiharti, SE
Adi Santoso, dr, Sp.B, Sp.U
Dyah Erawati, dr, Sp.Rad(K) Onk.Rad
Drs. Ali Syamlan, Apt., SE, MARS
Ferdiansyah, dr, Sp.OT
Agus Ali Fauzi, dr, PGD, Pall.Med. (ECU)

28 mimbar pebruari 2011

JABATAN
Kepala IRNA Medik
Kepala Instalasi Diagnostik Intervensi Kardiovaskuler
Kepala IRNA Kebidanan dan Kandungan
Kepala IRNA Anak
Kepala IRNA Bedah
Kepala IRNA Jiwa
Kepala Instalasi Rebilitasi Medik
Kepala Instalasi Radiodiagnostik
Kepala instalasi Rawat intensif dan Reanimasi
Kepala Instalasi Patologi Anatomi
Kepala Instalasi Patologi Klinik
Kepala Instalasi Mikrobiologi Klinik
Kepala Instalasi Kedokteran Kehakiman/ Forensik
Plt. Kepala Instalasi Bedah Pusat
Kepala Instalasi Rawat Darurat
Kepala Instalasi Transfusi Darah
Kepala Instalasi Hemodialisa
Kepala Instalasi Gigi Mulut
Kepala Instalasi Rawat Jalan
Kepala Instalasi Sistim Informasi & Manajemen
Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana Medik
Kepala Kerjasama Pembiayaan Kesehatan
Kepala Instalasi Farmasi
Kepala Instalasi PKRS & Humas
Kepala instalasi Gizi
Kepala Instalasi Sanitasi & Lingkungan
Kepala Instalasi Perpustakaan
Kepala Instalasi Invasif Minimal Urogenital
Kepala Instalasi Radioterapi
Kepala Instalasi Sterilisasi & Binatu
Kepala Instalasi Bank Jaringan
Kepala Instalasi Paliatif dan Bebas Nyeri

Sertijab Kepala Ruangan, Jumat 31 Desember 2010

(Gambar atas) Wakil Direktur Penunjang Medik RSUD Dr. Soetomo menandatangani berkas sertijab Kepala Ruangan
dan (bawah) memberikan tali asih kepala kepala ruangan purna yang hadir.

Kepala Bidang Keperawatan RSUD Dr. Soetomo (tengah) Tumini, SKM, S.Pd.MM.Kes juga mengangkat sejumlah Kepala Ruangan Baru,
berikut nama-nama Kepala Ruangan yang menduduki jabatan baru : 1.Djemadi,SST (Kepala Ruangan Bedah D), 2.Heni Susilowati,A.
Md.Keb. (Kepala Ruangan Merak), 3.Tutik Indarti, A.Md.Keb (Kepala Unit Rawat Jalan Obgyn), 4.Jumi Arinayanti, A.Md.Kep (Kepala
Ruangan Graha Lantai IV), 5.Achmad, A.Md.Kep (Kepala Ruangan IRD Lantai III), 6.Sutiarmi,S.Kep.Ns (Kepala Ruangan Kemuning II,
7.Maria Maji, A.Md.Kep (Kepala Ruangan Hemodialisis), 8.Sumarmi,A.Md.Keb.(Kepala Ruangan Cendrawasih, dan 9.Sri Kusmawati,A.
Md.Kep.(Kepala Ruangan Sejahtera).
pebruari 2011 mimbar 29

sekilas info

Sebuah

Pengalaman Berharga
dari Rumah Sakit Khoo Tech Puat di Singapura
Oleh: Erfandi Ekaputra, SKep.Ns.ETN
A. Program TOT (Training Of Trainner) di Singapura
Program TOT adalah program pelatihan bagi pelatih tenaga
pelayanan kesehatan professional, program kerjasama teknik
antara DEPKES RI dengan pemerintah Singapura melalui
Yayasan Tamasek dan Alexandra Health angkatan VI tahun 2010
selama 1 bulan mulai tanggal 22 November s/d 21 Desember
2010 di Singapura yang diikuti oleh 3 institusi Rumah Sakit dan 1
institusi Balai Pelatihan Kesehatan Batam antara lain : RSUD Dr.
Soetomo Surabaya, RSUD Ulin Balikpapan, RSUP Dr. Wahidin
Sudirohusodo Sulawesi.
B. Team Dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Berjumlah 6 orang yang meliputi dari instalasi yang berbeda:
Bedah, Medik, ICU, IRD, Sanitasi dan IPS, yang melalui proses
yang sangat ketat. Proses seleksi dilaksanakan meliputi 2 tahap
yaitu: 1. Administrasi, dan 2. Wawancara. Kebetulan saya
merupakan perwakilan dari Instalasi Rawat Bedah, yang diberi
30 mimbar pebruari 2011

amanah untuk menjalankan tugas selama 1 bulan di negara


Singapura. Hal ini merupakan tugas yang sangat berat dan
juga peluang besar untuk mendapatkan pengalaman ilmu
yang berguna untuk institusi yang kita cintai walaupun harus
meninggalkan keluarga yang kita cintai.
C. Training di Rumah Sakit Khoo Tech Puat Singapura
Sebelum berangkat ke Singapura saya dan teman semua
diberi pembekalan di Jakarta. Kita semua satu kelompok
berjumlah 24 orang, yang terdiri dari 3 rumah sakit, antara
lain RS Dr. Soetomo Surabaya, RS Ulin Banjarmasin, RS Dr.
Wahidin Sudirohusodo Makasar dan BAPELKES Batam.
Selama di Singapura saya dan teman-teman belajar di RS
Khoo Tech Puat. Rumah sakit ini terletak di daerah bagian
utara Singapura tepatnya di daerah Yishun. Rumah sakit ini
merupakan anak cabang dari Rumah Sakit Alexandra yang
didesain modern dan mempunyai konsep Green Hospital

yaitu di sepanjang RS dikelilingi tumbuhan yang menghijau,


kolam, air terjun dan sarana modern lainnya. Nama Khoo
Tech Puat diambil dari nama seorang pengusaha terkenal,
pekerja keras, berjiwa besar dan mempunyai visi ke depan,
sehingga nama tersebut dijadikan nama sebuah Rumah sakit.
Rumah sakit ini mempunyai;
Visi : Help our people live long, healthy life and support
them with thoughtful dignified care to the end,
Misi : Provide good quality, affordable and hassle-free
health care with science, love and wisdom.
D. Proses Belajar/Learning Selama di Singapura
Minggu pertama; masa orientasi
Saya bersama teman-teman mempelajari tentang sistem
prosedur yang standar dalam bekerja, struktur organisasi
yang bagus, referensi yang digunakan adalah Honda, SDM
yang berkualitas, sarana dan prasarana yang serba modern,
infeksi control dengan SDM yang full time dengan data on
line, service quality berbasis pada pasien dan penataan ruang
yang sangat efektif dan efisien yang digunakan di rumah
sakit tersebut, system label nama ruangan penunjuk arah
ke masing-masing ruangan dan denah ruangan selalu ada di
setiap kita berada sangat efektif, kreative dan inovatif.
Minggu kedua sampai keempat; Clinical attachment
Sesuai target yang akan dicapai saya dan teman-teman
belajar di masing-masing unit yang telah ditentukan ada di
unit emergensi, ICU, sarana dan prasarana, dll. Kebetulan saya
praktek di ruang bedah. Banyak pelajaran dan pengalaman
yang diperoleh selama di ruangan tersebut, antara lain;
pertama mengenai proses dokumentasi di mana status pasien
mempunyai cover yang dilengkapi oleh label no.bed, warna per
kasus , ruangan dan dua status medication dan observasi secara
terpisah. Yang menarik pada penulisan program terapi oral,
injeksi infus dan diet langsung ditulis oleh dokter tanpa dipindah
lagi oleh perawat dan dokumentasi ini sangat effektif dan legal
hukum. Penulisan program nutrisi dan cairan sangat obyektif
yaitu pada lembar observasi ditulis perintah berapa yang
diberikan berapa. Pembagian kerja dan pasien yang jelas antara
perawat staff dan perawat asisten sehingga kualitas pelayanan
kepada pasien baik karena kinerja perawat juga sangat baik.
Yang kedua, mengenai infeksi control dimana proses
skrening untuk kasus MRSA ketat setiap pasien masuk
dilakukan swab dan terapi MRSA sampai ada hasil jika negatif
terapi stop tetapi jika positif dilakukan isolasi dan program
terapi. Setiap ruang bedah mempunyai 2 kamar isolasi
estndar. Penerapan UP (Universal precaution) antara lain
pemakaian apron, sarung tangan, masker dan cuci tangan
sangat baik. Untuk cuci tangan selain adanya wastafel di setiap
tempat tidur dan tempat dressing cart juga dipasang cuci
tangan hibiscrub. Adanya komite infeksi control yang full time
dengan informasi data yang on line di setiap ruangan. Dan
fasilitas untuk karyawan memang juga diperhatikan seperti
adanya ruang santai bagi karyawan namanya Staff Lounge
terdiri dari tempat bermain: bilyard, tennis meja, karambol,
perustakaan, tempat makan yang dilengkapi minuman soft
drink. Selain itu ada trasportasi antar jemput untuk karyawan,
mendapat hak cuti dan ticket pesawat pulang pergi.
E. Pengalaman lain yang diperoleh selama di Khoo Tech
Puat Hospital
Peserta dilibatkan dalam aktifitas penting di RS

Selama mengikuti training banyak kegiatan yang


bermanfaat antara lain : setiap seminggu sekali ada
kegiatan latihan penanggulangan kebakaran yang diikuti
oleh semua karyawan, Journey nursing merupakan
acara presentasi bagi staff sesuai bidangnya masingmasing, Book Review merupakan kajian referensi
buku dalam aplikasi praktek di rumah sakit, ADMIN
merupakan pertemuan antara seluruh pejabat tertinggi
di rumah sakit dengan setingkat manager di ruangan
yang membahas masalah dalam pelayanan dalam forum
terbuka yang sifatnya non formal dan sangat santai di
ruangan Staff Lounge.
Pengembangan mengenai kualitas SDM
Ada sebuah pusat pembelajaran namanya Learning
Centre yang dilengkapi dengan sebuah Auditorium yang
bagus dengan penataan kursi seperti gedung bioskop
dengan lampu sorot dan LCD melalui operator khusus di
belakang. Adanya ruangan laboratorium yang dilengkapi
manikin khusus yang digunakan untuk belajar dan uji
kompetensi bagi pegawai baru mahasiswa dan karyawan.
Ada ruangan untuk pembelajaran tentang infeksi control,
service Quality dan CPR/PPGD
Perawat menjadi pusat kebijakan utama di RS
Perawat menjadi center/ujung tombak pelayanan
di rumah sakit bukan hanya ucapan belaka terbukti
dengan banyaknya kegiatan rumah sakit yang selalu
ada hubungannya dengan perawatan dan bahkan ada
perawat dipercaya sebagai pengelola suatu unit di luar
bidangnya.
Mengapa profesi perawatan sangat dihargai sebab
mempunyai sikap 7K :
1. Konsisten/Keilmuan
2. Komitmen/Kebersamaan
3. Kinerja/Sistem
4. Kejelasan kerja/Job discription
5. Kebanggaan pada profesi
6. Kreatifitas tinggi/Inovatif
7. Keorganisasian/struktur organisasi
Dari semua pengalaman yang saya tulis di atas merupakan
suatu pelajaran berharga dari saya dan semua team temanteman TOT di Singapura, yang secara moral dan mempunyai
nilai amanah yang memang harus ditularkan kepada temanteman di institusi masing-masing.
Tetapi kita semua menyadari bahwa kita hidup di negara
Indonesia yang mempunyai luas wilayah yang beraneka ragam
budaya, sehingga akan mempengaruhi kebijakan, sistem kerja
dan tata aturan yang berbeda dengan Singapura. Seperti contoh
waktu saya dan teman-teman dari rumah sakit Dr. Soetomo
mempresentasikan profil rumah sakit kita tentang jumlah
pasien sehari sebegitu banyaknya, mereka semua terheranheran dan ketawa dan sempat saya dengar secara bergurau
celetukan suara itu siapa yang merawat mungkin perawatnya
hebat dan kalau jumlah pasiennya banyak seperti itu mungkin
seluruh penduduk Singapura sakit semua.
Dengan demikian dalam kita mengaplikasikan ilmu yang kita
dapat selama di Singapura harus disesuaikan dengan situasi
dan kondisi di institusinya masing-masing. Tetapi perlu diingat
pengalaman yang berharga yang perlu kita tanamkan adalah
adanya perubahan mindset/pola pikir kita untuk berfikir lebih
maju, inovatif dan kreatif.

pebruari 2011 mimbar 31

sekilas info

Nutrisi Kebugaran

F.X. Wahyurin Mitano, SKM, Instalasi gizi & Tim Sport Clinic RSUD Dr. Soetomo Surabaya

ebugaran merupakan suatu keadaan dimana tubuh


selalu mempunyai energi untuk melakukan aktifitas fisik
secara optimal. Setiap selesai melakukan kegiatan, tubuh
selalu mempunyai cadangan energi untuk melakukan kegiatan
berikutnya tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Kebugaran
merupakan dasar untuk membangun tubuh yang sehat, dan
tubuh yang sehat akan lebih produktif dan dapat terhindar
dari berbagai macam penyakit serta waktu datangnya penyakit
degeneratif lebih lama.
Seseorang dikatakan bugar bila ia memiliki:
1. Stamina dan pandangan positif dalam mengatasi tantangan
mental dan perubahan emosi sehari-hari.
2. Berisiko rendah terkena berbagai masalah kesehatan,
termasuk seperti penyakit jantung, kanker dan diabetes.
3. Memiliki kesempatan untuk selalu tampil sehat.
4. Memiliki kekuatan fisik untuk mempertahankan dan
melindungi diri dalam keadaan darurat.
5. Memiliki kesempatan lebih dalam meningkatkan kualitas
hidup serta harapan berusia panjang.
Agar seseorang bugar diperlukan makan sehat yang
mengandung energi serta zat gizi. Sumber energi dan zat gizi
ini akan membentuk sel-sel tubuh, misalnya, sel darah merah
sehingga kondisi tubuh prima. Sel otak juga akan berfungsi
baik, dimana seseorang bisa berpikir, belajar, mengingat, dan
berkonsentrasi. Untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan
bugar diperlukan 5S, yakni lingkungan sehat (mencakup sehat
sosial dan lingkungan secara fisik), makanan sehat (meliputi
jenis, jadwal, dan jumlah) yang cukup, berpikir sehat dan positif,
istirahat sehat, dan yang terakhir adalah aktivitas sehat. Lakukan
kegiatan hobi dan nikmati terhindar dari stres.
Mengkonsumsi makan sehat yang seimbang dengan menjaga
aktivitas penting untuk diperhatikan. Pola makan sehat, teratur
dan tidak berlebihan, sangat disarankan. Kalau terlalu banyak,
akan membebani lambung.
Perbanyak minum air putih, hindari minuman beralkohol
dan gula, serta mengkonsumsi sayuran dan buah. Hidup di kota
besar dengan segudang aktivitas dibutuhkan sajian makanan
yang praktis dan tetap mementingkan kadar gizinya. Jangan pula
melewati jam makan, karena akan memicu selera untuk makan
yang berlebihan. Jika terpaksa melewati waktunya makan bisa
minum susu sebagai pengganti makan.
Mengkonsumsi makanan bergizi dan beraktivitas fisik secara
teratur merupakan kebiasaan positif yang dapat meningkatkan
kebugaran. Kebiasaan tidur yang cukup dan tidak merokok,
ikut pula mempengaruhi kesehatan secara positif, disamping
memperhatikan higiene yang baik, pemeriksaan rutin serta
menjaga kesehatan.
Makanan dan kebugaran sangat berkaitan erat dengan pola
makan bergizi. Artinya, setiap makanan yang kita komsumsi
harus mencukupi gizi yang dibutuhkan tubuh. Seperti pada ibu
hamil, makanan bergizi bisa memastikan kehamilan yang sehat
serta produksi air susu setelah melahirkan.
Pola makan sehat yang diikuti dengan kehidupan aktif,
juga membantu seseorang untuk mendapatkan yang terbaik,
termasuk menurunkan resiko terserang penyakit jantung,
kanker, diabetes, tekanan darah tinggi, stroke, kolesterol tinggi,
obesitas dan osteoporosis.
32 mimbar pebruari 2011

Selain itu, sebaiknya kita juga mengetahui lebih banyak


tentang riwayat kesehatan keluarga sendiri yang barangkali
saja memiliki faktor resiko penyakit turunan.
Diet seimbang merupakan kunci untuk Kebugaran
Sekarang ini, untuk menghalau suatu penyakit, tubuh harus
tetap fit. Fitness membantu seseorang untuk menjadi sehat
secara fisik dan mental. Untuk kelancaran tubuh, harus ada
keseimbangan optimum antara unsur-unsur fisik dan mental.
Kebugaran membantu seseorang merasa jauh lebih
muda dari usia mereka yang juga menguntungkan kehidupan
seseorang. Seimbang memainkan peranan yang sangat penting
dengan kecerdasan seseorang. Pola makan yang seimbang
adalah pola makan yang mengandung semua nutrisi penting
dan unsur-unsur yang diperlukan oleh tubuh.
Kecukupan nutrisi optimal untuk kebugaran adalah
karbohidrat sebesar 60 70% dari total energi, protein 12
15%, sisanya didapatkan dari lemak. Vitamin dan mineral juga
mempunyai peran dalam meningkatkan kebugaran.
Dari semua nutrisi kebugaran yang telah diuraikan di atas
tentang pemahamam Gizi Seimbang dapat dilihat pada
gambar berikut :

Patokan dengan perencanaan pola makan dengan gizi


seimbang yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Pada
dasar piramida ada kelompok karbohidrat (nasi, roti, mi,
bihun, pasta, sereal) yang merupakan sumber energi utama.
Kelompok ini boleh diasup dengan porsi terbesar 60-70 %.
Baris kedua adalah kelompok serat yang merupakan
sumber vitamin dan mineral. Kelompok ini masih boleh diasup
dengan porsi banyak tetapi tak sebanyak porsi karbohidrat.
Kotak sayur lebih besar dari kotak buah menandakan, sayur
perlu diasup lebih banyak daripada buah.
Baris ketiga yang terdiri atas dua kotak merupakan
kelompok sumber protein dan mineral. Kotak kanan adalah
makanan sumber protein hewani dan nabati. Kotak kiri adalah
susu dan produknya. Baris ketiga menyempit dibanding baris
sebelumnya, yang berarti kebutuhannya lebih sedikit. Karena
kelompok ini mengandung cukup banyak lemak.
Kolom puncak terdiri atas kelompok lemak dan minyak.
Yang termasuk di dalamnya antara lain : minyak goreng,
lemak dari daging sapi/ayam, saus salad, minuman bersoda,
permen dan coklat. Kelompok ini menghasilkan banyak kalori
namun sedikit kandungan gizinya. Karenanya dianjurkan untuk
mengkomsumsinya sedikit saja.

Juice Bagi Penderita HIV / AIDS


Nono Tri Nugroho
Nutrisionis Pelaksana Lanjutan, Instalasi Gizi RSU Dr Soetomo Surabaya

1 Desember 2010, peringatan hari AIDS sedunia. Wakil


Gubernur Jawa Timur, Bapak Saifullah Yusuf meresmikan ruang
perawatan baru di ruang cendana RSU Dr Soetomo Surabaya.
Suatu upacara yang cukup menyenangkan, dimeriahkan
pertunjukan aktifitas ODHA (Orang Dengan HIV / AIDS). Mulai
dari memperlihatkan kegiatan pelayanan pada ODHA hingga
dipertunjukan aktifitas pemberdayaan ekonomi penderita
ODHA.
Instalasi gizi, sebagai salah satu pendukung dalam
penatalaksanaan penderita HIV/AIDS menampilkan 4 macam
juice buah sebagai salah satu bentuk sajian makanan yang
dimaksudkan untuk memberi dukungan gizi bagi penderita
HIV / AIDS. Juice buah dipilih karena penyajian ini mudah
dan murah serta mengandung zat gizi, terutama vitamin A
dan vitamin C yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh
penderita. Juice buah yang ditampilkan adalah juice pepaya
kombinasi tomat, juice wortel kombinasi dengan tomat, juice
melon, serta juice jambu. Dalam pembuatannya, masingmasing juice ditambahkan susu kental manis dan gula.

penyerapan zat besi, meningkatkan resistensi terhadap


infeksi primer maupun oportunistik dan berperan sebagai
anti oksidan dimana dapat menurunkan symptom dan
derajat beratnya penyakit infeksi akibat virus. Kebutuhan
vitamin C akan meningkat selama berlangsungnya infeksi.
Vitamin A maupun vitamin C merupakan antioksidan
eksogen. Keduanya berperan dalam proteksi terhadap
mitokondria. Mitokondria terhindar dari krisis karena
pengaruh ROS (Reactive Oxygen Species) selama infeksi HIV
Kandungan zat gizi pada masing masing juice tersebut :
/ AIDS berlangsung sehingga mitokondria
Kandungan Gizi Juice Pepaya
Juice Wortel
Juice Melon Juice Jambu
tetap dapat menjalankan fungsinya untuk

Kombinasi Tomat Kombinasi Tomat
menghasilkan energi ATP yang dapat
Energi ( Kalori )
126
122
126
119
Protein ( gr )
1.82
2.52
1.82
1.72
menjamin kelangsungan hidup sel.
Lemak (gr)
1.15
1.45
1.4
1.3
Adapun zat besi diperlukan dalam
Karbohidrat(gr )
29.2
26.3
28.7
27.1
pembuatan hemoglobin, pengangkut oksigen
Vitamin A ( SI )
1166
12801
1231
76
dari paru ke sel. Anemia pada penderita
Vitamin C ( mg )
98.1
26.1
12.1
87.1
HIV / AIDS lebih disebabkan oleh induksi
Kalsium ( mg )
53.5
69.5
42
42
sitokin, inflamasi kronis, infeksi oportunistik,
Fe ( mg )
1.98
1.08
0.43
1.13
gangguan absorbsi, serta pengaruh medikasi
Dari data kandungan zat gizi terlihat bahwa juice wortel ARV. Anemia akan memudahkan progresifitas HIV ke AIDS
kombinasi tomat kaya akan vitamin A, sedangkan juice jambu dan meningkatkan resiko kematian sebesar 2 4 kali.
dan juice pepaya kombinasi tomat banyak mengandung
Kebutuhan zat gizi makro dan mikro bagi penderita HIV / AIDS ( Friis, 2002)
vitamin C sementara juice melon lebih berenergi.
Zat Gizi
Kebutuhan
Vitamin A berperan penting dalam upaya memelihara
35 40 Kalori
kelangsungan hidup epitel, membran mukosa, dan kulit selain Energi ( Kalori / Kg BBI )
1.5 2.0 gram
berperan dalam fungsi imun dan resistensi terhadap infeksi Protein ( gram / Kg BBI )
20 30%
oportunistik. Vitamin A diperlukan untuk mencegah transmisi Lemak ( % total energy )

Vitamin A ( SI )
2000 5000 SI
HIV dari ibu ke janin, menurunkan viral load pada ibu menyusui

Vitamin C ( mg )
200 5000 mg
serta menurunkan sekresi vagina dan mencegah progresifitas
Kalsium ( mg )
600 mg
HIV ke AIDS. Pada infeksi HIV, defisiensi vitamin A disebabkan
Fe ( mg )
12 mg
oleh penurunan asupan gizi, malabsorbsi, gangguan
penyimpanan terkait dengan terganggunya fungsi hati selain
BERITA WEBSITE
akibat peningkatan kebutuhan selama berlangsungnya infeksi.
Infeksi akut maupun kronis menyebabkn kehilangan vitamin A.
Konten baru bulletin EMBUN, bulletin yang
Kekurangan vitamin A meningkatkan potensi terjadinya infeksi
oportunistik hingga sepsis dengan landasan infeksi bakteri,
diterbitkan seminggu sekali oleh Binroh
infeksi jamur, protozoa, maupun infeksi virus lain.
(Bimbingan Rohani) Islam RSUD Dr. Soetomo
Sementara itu,vitamin C bersama kalsium berperan dalam
mulai terbitan November 2010 di menu
mempertahankan integritas tulang, gigi, jaringan ikat, serta
Promkes Submenu Lain-lain.
pembuluh darah. Vitamin C juga membantu meningkatkan
pebruari 2011 mimbar 33

ruang seni

The year 2010 hast just ended,


We take time to thank the people who touched our life.
Thoughtful family & friends who have shown concern & made life more
meaningful
Thank to those who hated us, they made us a stronger person
Thank to those who loved us, they made our heart bigger
Thank to those who were worried about us, they let us know that they
actually cared
Thank to those who left us, they made us realize that nothing lasts forever
Thank to those who entered our life, they made us who we are to day
THANK YOU for being there in our life what ever we might have meant to
you. May the Almighty God continue to give you blessings, happiness & Good
health.
Have a prosperous & happy year 2011.

Jadilah seperti AKAR yang gigih mencari air,


menembus TANAH BEBATUAN yang keras demi mengupayakan PENGHIDUPAN
Ketika POHON tumbuh
berdaun rimbun
berdaun indah
menampilkan elok pada dunia
mendapat pujian, .
Namun akar tak pernah iri, tapi tetap sembunyi dalam TANAH
Itulah makna dari sebuah KETULUSAN
Semoga
keihklasan, kesabaran, ketulusan
selalu menghiasi hati kita .

Waktu boleh berlalu, zaman bisa berganti,


tapi persaudaraan dan persahabatan tidak boleh pudar .
Indah dunia hanya sementara
Indah cinta hanya seketika
Indah mimpi tak pernah pasti, tapi indah persaudaraan akan
selalu abadi

34 mimbar pebruari 2011

tokoh

Mimbar edisi
Pebruari 2011
menampilkan sosok
mualaf yang telah
mendapatkan hadiah
utama Umroh pada
waktu Harlah ke 72
Tahun 2010, berikut
ini beliau bercerita
perjalanan hidupnya
sebagai mualaf.

Luh Gede Arsiti

Ikhlas, Sabar, Tawakkal Dasar Bekerja


P

Pemenang hadiah Umroh pada Harlah RSUD Dr. Soetomo ke 72 Tahun 2010

ada tanggal 15 Desember 1954 di Tabanan, Bali lahir


seorang bayi yang diberi nama Luh Gede Arsiti.
Setelah dewasa usia 25 tahun tepat pada tanggal 13 Juli
1979 kawin dengan pemuda Bali yang bernama I Nyoman Pinda
Asnawa yang bekerja di bagian keuangan pada perusahaan
perkebunan swasta dan masih aktif bekerja sampai sekarang.
Dalam perjalanan hidup kami seperti umumnya orang yang
sudah berkeluarga pada tanggal 29 Juni 1981 dikaruniai seorang
anak laki laki yang sekarang sudah bekerja dan sudah punya
istri tapi belum dikaruniai seoarang anak melalui rubrik tokoh
ini saya mohon doa agar anak kami segera diberi keturunan
amin. Pada tanggal 8 Juli 1985 dikaruniai lagi seorang anak laki
laki sudah bekerja status belum kawin.
Pada awalnya dalam keluarga kami menganut suatu
keyakinan yang diturunkan oleh keluarga kami, namun semua
itu berubah seiring berjalannya waktu. Pada awalnya saya
bingung dengan hakekat ketuhanan dalam hidup namun
kebingungan itu segera sirna, diam diam saya menekuni
agama islam belajar dari teman teman belajar dari lingkungan
dan dari buku buku agama Islam. Sedikit demi sedikit saya
mulai mengerti tentang agama Islam, berkat dukungan yang
kuat dari dalam hati, dari teman teman, dari media cetak
dan dari media elektronik. Ketekatanku cukup tinggi untuk
menekuni agama islam walaupun pada saat itu saya belum
menjadi muslimah. Ketertarikan saya dengan islam semakin
kuat apalagi bila setiap kali melihat orang orang berangkat ke
masjid setelah adzan berkumandang rasanya hati ini tersentuh
mendengar adzan dan kebetulan rumah kami mayoritas

masyarakat muslim. Dorongan untuk memeluk agama islam


semakin kuat lalu saya mendapat informasi bahwa apabila
masuk agama islam harus ikrar dan mengucapkan dua kalimat
sahadat. Akhirnya saya diperkenalkan dengan seorang ustad
untuk membimbing saya dan dengan tekat yang bulat saya ikrar
dengan mengucapkan dua kalimat sahadat pada hari senen
tanggal 13 agustus 2001 di MASJID RAHMAT diikuti linangan air
mata, bulukuduk sampai berdiri dan dengan perasaan bergetar
alhamdulillah saya resmi jadi seorang muslimah. Melalui rubrik
ini saya ingin mengucapkan terimakasih pada ustadz Muafi yang
dengan sabar dan sangat telaten mendidik dan membimbing saya
sampai saya bisa membaca AL-QUR`AN. Alhamdulillah semenjak
saya memeluk islam pikiran saya lebih tenang hidup lebih teratur
dan didalam Islam saya mendapatkan hakekat hidup diantaranya
ikhlas, sabar dan tawakal. Tiga modal itulah yang saya pakai
pedoman didalam melakukan pelayanan keperawatan sehingga
bila saya berangkat kerja dengan semangat dan bila saat pulang
saya bersyukur.
Pada saat Rumah Sakit Dr. Soetomo merayakan ulang
tahunnya yang 72, ada acara jalan sehat dengan berbagai macam
hadiah pada hari jumat tanggal 29 oktober 2010 ALLAH kembali
menunjukkan kebesaran-Nya melalui tangan pakde KARWO
(Gubernur Jawa Timur) nama saya yang terdapat dalam undian
berhadiah keluar sebagai pemenang dan mendapatkan hadiah
UMRAH. Seiring dengan menetesnya airmata dan bibir saya tidak
henti hentinya mengucapkan ALHAMDULILLAHI ROBBIL ALAMIN
dan saya mohon pada para pembaca rubrik ini doanya agar saya
bisa melaksanakan UMRAH dengan lancar yang insya ALLAH
pebruari 2011 mimbar 35

tokoh
kami laksanakan pada awal MARET 2011 amin.
Riwayat pekerjaan
Mulai bekerja di ruang THK lalu berubah nama menjadi ruang
THT dan sekarang lebih popular dengan sebutan ruang bedah
teratai rumah sakit dr. Soetomo mulai tgl. 1 Agustus 1975 dengan
status pegawai honorer lalu diangkat menjadi CPNS 1 Desember
1975 sampai sekarang.
Pengalaman bekerja
Mulai bekerja pada tahun 1975 di rumah sakit dr. SOETOMO
sampai sekarang
Suka dan duka selama bekerja
Apabila bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan
pasien serta keluarga merasa puas tanpa komplin, sudah cukup
menyenangkan buat saya. Di ruangan tempat saya bekerja
pada tahun 1975 sampai sekitar tahun 1985 ruang THT tidak
hanya menjadi ruang rawat inap saja tetapi juga sebagai ruang
penatalaksanaan kasus kasus kegawatan THT selama 24 jam seperti
perdarahan profus, kegawatan nafas, kemasukan benda asing dan
kasus kasus yang lain yang memerlukan tindakan cito operasi. Kami
dituntut harus waspada, trampil dan jeli mengidentifikasi kasus
kasus tersebut untuk melakukan interfensi, karena kami tidak selalu
didampingi dr jaga yang pada saat itu ada kebijakan pimpinan, dr
jaga boleh melakukan praktek diluar rumah sakit. Yang sangat
menyedihkan apabila ada cito operasi kami harus menghubungi jaga
2, jaga 3, yang pada saat itu komunikasi sangat sulit, alat transportasi
sangat minim ambulance untuk menjemput dokter jaga 2 dan
jaga 3 serta perawat jaga kamar operasi. Hanya 1 unit ambulance
yang ada dipakai bergantian untuk seluruh unit rawat inap, kendala
yang lain adalah minimnya tenaga, dari dulu sampai sekarang dinas
malam hanya 1 tenaga perawat dan 1 tenaga pekarya kesehatan.
Mudah mudahan rumah sakit bisa segera memenuhi kebutuhan
tenaga khususnya dibidang pelayanan sesuai dengan standar
kebutuhan tenaga amin.
Riwayat pendidikan
Pendidikan sekolah dasar (SD no 7) di Tabanan, Bali tamat thn.
1968, melanjutkan pendidikan di SMP 1 Tabanan, Bali tamat thn
1970, selanjutnya mengikuti pendidikan sekolah pengatur rawat
dan tamat thn 1975 di jln pemuda yang pada saat itu sangat popular
dengan sebutan rumah sakit Simpang. Rumah sakit Simpang
hanya tinggal kenangan karena sekarang sudah berubah wujud
menjadi Delta Plasa. Pada tahun 1998 saya mendapat kesempatan
untuk mengikuti pendidikan akademi keperawatan dengan biaya
ditanggung rumah sakit dr. Soetomo, Alhamdulillah sampai
mendapatkan ijazah.
Pesan pesan
Apabila kita bekerja dengan ikhlas, sabar dan tawakal semua
akan selesai dengan baik dan insya ALLAH customer akan puas amin.
Bertepatan dengan berakhirnya tugas saya pada rumah sakit
dr. Soetomo pada bulan Desember 2010 saya mohon pamit dan
apabila selama saya bertugas ada pihak pihak yang merasa tidak
senang saya mohon maaf yang sebesar besarnya dan tidak lupa
saya menyampaikan terimakasih kepada seluruh pimpinan rumah
sakit dan teman teman yang sering membantu saya baik moril
maupun materiil selama saya bertugas di rumah sakit Dr. Soetomo
dan semoga rumah sakit yang kami banggakan ini bisa memberikan
pelayanan yang memuaskan pada customernya dan selalu bisa
menyelesaikan program programnya dengan sukses amin.
36 mimbar pebruari 2011

ATIEK SRI SEDJATI

Bekerja
Dengan Jujur & Ikhlas
Unit Logistik Medik Instalasi Farmasi
RSUD Dr. Soetomo
Tokoh mimbar edisi awal tahun 2011
menampilkan sosok Atiek Sri Sedjati yang
sehari-hari bekerja dibagian Unit Logistik
Medik Instalasi Farmasi RSUD Dr. Soetomo
yang membuat perencanaan pengadaan
barang medis hingga pendistribusinnya.
1) Riwayat Pekerjaan
Awal 1976, Bekerja di pabrik Farmasi Berno
Farma sidoarjo.
Juli 1976 s/d Feb 1977.Bekerja di Apotik
Anda Surabaya.
11 Maret 1977 s/d 21 November 1982 dinas
di Apotik Pavilium RSU Dr.soetomo Surabaya
(apotik KPN saat ini).
22 November 1982 sampai dengan hari ini
dinas di gudang farmasi / Unit Logistik medik
instalasi farmasi RSU Dr.Soetomo,sebagai
:Asisten Apoteker, Penanggung jawab gudang
X-Ray film dan bahan radio diagnostik serta
alat kesehatan perawatan dan penunjang.
Di angkat sebagai PNS per 1 maret 1983.
2) Pengalaman Selama Bekerja di RSU Dr. Soetomo
Bekerja di rumah sakit banyak sekali
pengalamannya. Yang tidak pernah saya dapatkan
sewaktu bekerja dipabrik farmasi maupun apotik.
Antara lain tentang alat alat kedokteran dan alat
kesehatan yang ber aneka ragam. Tentang pengalaman
membuat perencanaan pengadaan barang medis
hingga pendistribusinnya. Ini semua pengalaman yang
sangat berharga.
Sebagai tenaga Asisten Apoteker /pelaksana
farmasi yang bertugas di gudang / unit logistik medik,
kita harus jujur dan ikhlas dalam menjaga aset rumah
sakit yang menjadi tanggung jawab kita ini.
Sampai hari ini saya bertugas di unit logistik
medik, sudah lebih dari 28 tahun. Sehingga sudah
banyak pengalaman-pengalaman yang saya dapatkan.
Aku,bersyukur punya atasan dan teman-teman kerja
yang baik dan bisa saling membantu. Rasanya sudah
seperti keluarga sendiri karena lamanya bergaul dan
berteman baik di kantor maupun di tempat lain.

6) Riwayat Pendidikan
TK dan SD Katholik, St.Cornelius
Madiun Tamat 1969
SMP Katholik St.Bernandus Madiun
tamat 1972
SAA / SMF Katholik Bina Farma
Madiun tama 1975
7) Riwayat Hidup
Aku lahir di kota madiun. Tepatnya tgl
27 april 1957 dari seorang ayah R.Soeroyo
Hardjo Wiyoto yang seorang naggota ABRI
/AD dan dari seorang ibu rumah tangga
R.Ay.Soemiatoen. Karena ayah ku seorang
anggota ABRI tugasnya berpindah pindah
tetapi aku tak pernah mengikuti beliau, aku
ikut eyang dari ibu ku.
Walaupun aku sekolah dari TK s/d SMF di
yayasan katholik tapi tidak mengubah diriku
sebagai seorang muslimah . karena Eyangku
mendidik agama secara ketat. Setelah
aku bekerja si Surabaya beberapa tahun
kemudian aku menikah dengan suamiku
A.Fahmi Anwar yang seorang wiraswasta.
Dari pernikahan ini aku di karuniai 2 orang
putra yaitu:
I. Octo Caesari Fahmianto ( alumni
FTK ITS ) yang sekarang sudah bekerja di
Timika Papua,di perusahaan pertambangan.
II. Yanesar Afianto ( Alumni Fak.
Pertanian Agronomi UPN Surabaya ) baru
selesai dan akan di wisuda Tgl 8 januari
2011.

3) Suka Dukanya
Sukanya, apabila semua tugas yang diberikan ,dapat aku kerjakan dengan
baik dan tepat waktu.
Aku sangat bersyukur di karuniai anak
Tetapi Dukanya, apabila tugas yang diberikan tersebut harus sudah
laki-laki yang sangat memahami tugas dan
selesai ,kemudian di ubah (direvisi) berulang-ulang. Yaitu tugas membuat
pekerjaan ku. Walaupun anak laki-laki tetapi
perancanaan pengadaan barang medis.
mereka tak segan membantuku.untuk
membuat pernak-pernik perhiasan ataupun
4) Pesan-pesan
souvenir pesanan konsumen.
Sebagai Asisten Apoteker di unit logistik medik. Haruslah kita bekerja
Saat ini usia ku sudah mendekati masa
dengan jujur dan tulus ikhlas. Serta bisa saling membantu dengan temanpurna tugas, emoga tenaga dan pikiran ku
teman sekerja. Apabila semua tugas yang diberikan kepada kita bisa dikerjakan
masih di perlukan di rumah sakit ini. Aku
dengan ikhlas dan jujur, Insya Allah kita menjalankannya dengan lancar dan
berharap sebelum masa purna tugas ku,
tidak merasa terbebani.
alangkah baiknya jika atasan mengkader
tenaga asisten apoteker yang lain, untuk
5) Lain-lain
menggantikan tugas asisten apoteker yang
Selain bekerja RSU.Dr.Soetomo, aku tidak bekerja lagi apabila pada sore
akan purna tugas.
hari seperti teman-teman seprofesi yang lain. Tetapi aku punya pekerjaan
Sebagai manusia biasa aku tak luput dari
sampingan yang sesuai dengan hobbyku. Yaitu : penerima pesanan,
kesalahan-kesalahan. Melalui mimbar ini
pembuatan souvenir, pernak-pernik perhiasan wanita, gorden dan pernakaku dan keluarga mohon maaf apabila tidak
pernik hiasan rumah, serta merangkai hantaran pernikahan.
berkenan di hati atasan maupun temanJika ingin melihat sebagian hasil karyaku, pembaca bisa melihat di website:
teman se pekerjaan. Akhir Kata Wabilahi
Atieksoeroyo@yahoo.com . Hobby ku ini dapat mendatangkan rezeki yang
Taufik Walhidayah Wassalam mu alaikum
bisa untuk menunjang kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan putra-putra
Warahmatullah wabarokatuh.
ku. Aku memilih tidak bekerja di apotik pada sore hari karena aku ingin punya
banyak waktu untuk berkumpul dengan keluarga.

pebruari 2011 mimbar 37

ruang wanita

KAKAP GORENG
SAUCE TOMAT (10 Porsi)
Eko Dwi Martini, DCN - Unit Gizi GRIU Graha Amerta

Bahan :
500 gram
100 gram
50 gram
1 sdt
Secukupnya
1 Sdm

TALAM
JAGUNG MANIS
(10 Porsi)

Eko Dwi Martini, DCN - Unit Gizi GRIU Graha Amerta

Bahan :
5 buah
100 gram
100 gram
250 cc
50 gram
100 cc
Secukupnya

Jagung Manis, sisir kasar


Tepung Beras
Tepung sagu
Santan
Gula pasir
Air
garam dan vanili

Cara Membuat :
1. Campur semua bahan jadi satu, aduk rata.
2. Tuang dalam cetakan (loyang)
3. Kukus 25 menit
4. Angkat, potong potong sesuai selera bila
sudah dingin
Nilai Gizi :
Energi : 98 kalori, Protein : 4 gram, Lemak : 3
gram, Karbohidrat : 14 gram

38 mimbar pebruari 2011

Kakap fillet, potong potong


Tepung panir
Putih telur
Kecap asin
Minyak goreng
Air jeruk nipis

Bahan Sauce Tomat :


2 btg
Daun bawang
2 siung
Bawang putih, memarkan
3 sdm
Sauce tomat
1 sdm
Kecap amanis
50 cc
Air
sdt
Tepung kanji
Secukupnya Garam, lada dan gula pasir.
Cara Membuat :
- Rendam kakap kedalam kecap asin dan air
jeruk nipis
- Masukkan kedalam kocokan putih telur
- Gulingkan dalam tepung panir
- Panaskan wajan, tuangkan minyak
secukupnya
- Goreng kakap yang sudah dipanir dalam
minyak panas samapi kecoklatan, angkat
dan tiriskan.
- Buat Saos :
- Panaskan minyak, tumis daun bawang dan
bawang putih sampai harum
- Tambahkan air, gula, kecap, garam, lada
dan saos tomat, tunggu sampai mendidih
- Angkat, hidangkan dengan kakap goreng.
Nilai Gizi :
Energi : 141.98kalori, Protein : 10,10 gram,
Lemak : 7, 42 gram, Karbohidrat : 8, 04 gram

ruang unik & lucu

Salah MENERIMA TELPON

KOPI

Pada suatu hari di ruang Tu Sanitasi menerima telpon laporan


dari ruangan melaporkan tentang masalah sanitasi, kebetulan
yang menelpon dari ruangan penunjang melaporkan sampah
ruangan penuh
- Halo selamat siang ini Sanitasi ! 1553
+ Benar Ini Sanitasi ! ada masalah yang bisa saya bantu
- Ini dari Instalasi Gizi Sampah medis jarum di ruangan kami
penuh mohon diambil ?
- Penerima telpon ya ya !" nanti tak sampaikan ke petugas
sampah medis .
- Terima kasih selamat siang
Penerima telpon melaporkan ke petugas sampah medis :
sampah medis jarum gizi penuh dan belum di ambil
Lalu petugas sampah balik bertanya wong di gizi kok ada
sampah medis bukanya di gizi tempat makanan apa ndak salah,
lalu semua dikantor tertawa dan langsung balik telpon keruangan
Instalasi Gizi apa ndak salah nih pak di ruangan kok ada sampah
medis Lalu petugas gizi tertawa dalam telpon yaa ya tadi saya
salah melaporkan bukanya sampah medis tapi sampah umum
jadi mohon maaf

Saya adalah PPDS neuro. Waktu masih semester 1


sebagai yunior, selain bertugas belajar saya juga harus
bertugas sebagai seksi sibuk di setiap acara, termasuk
acara rapat. Saat bertugas membagikan minuman sekaligus
mengedarkan absen pada acara sosialisasi universal
precaution di graha aksona seorang dosen saya berbisik
pada saya, "Dik, jangan lupa minumnya untuk 2 tamu kita
ya" sambil menunjuk pada 2 tamu kami dari bagian ilmu
penyakit kulit dan kelamin.
Kami menyediakan fanta, sprite, coca cola, teh botol
dan aqua untuk tamu. Saat presentasi sedang berlangsung,
sebelum niat baik menawarkan minuman saya terucap,
salah seorang tamu bilang kapada saya, "Dik, tolong minta
kopinya ya". Spontan saya kaget,"Ha, kopi Dok?". Beliau
mengangguk. "Kok aneh ya minta kopi..., apa mungkin untuk
mengusir kantuk.." gumam saya dalam hati. Saking tidak
percayanya dengan apa yang saya dengar saya memberi
beliau berdua masing-masing 3 minuman (aqua, teh dan
sprite". Respon yang saya harapkan adalah,"Sudah Dik,
nggak usah banyak-banyak, saya yang ini saja" ternyata
tak muncul. Saya pun memberanikan diri bertanya,"Maaf
Dok, apa betul Dokter meminta kopi?". Dengan tegas beliau
menjawab,"Ya".
Setengah bingung dan tak percaya saya menemui dr. N,
chief PPDS kami dan berbisik,"Mbak, tamunya minta kopi...".
Chief saya pun bilang sambil tersenyum,"Ya sudah carikan
saja". "Waduh, kemana saya harus mencari kopi?". "Warung
terdekat?". Rasanya tidak mungkin karena agak jauh.
Daripada bingung saya menuju ruang saraf B dan
bertanya pada perawat,"Mbak saya mau cari kopi, ke mana
ya mbak?. "Jauh Dok, o ... ada persediaan kopi di dapur".
"Alhamdulillah..". Saya pun menuju dapur untuk merebus air
dan membuat 2 cangkir kopi, sebuah perjuangan berat saya
pikir.
Dengan berbangga saya suguhkan,"Ini Dok kopinya".
Respon Dokter yang meminta kopi sungguh di luar
dugaan,"Kok pakai beginian?". Pikir saya,"Wah Dokter
ini pakai malu-malu, basa-basi kali ya". Dan nggak kalah
serunya respon audience pun heboh, mulai dari senyumsenyum sampai berkomentar,"Seumur-umur baru kali ini ada
kopi yang beredar di aksona".
Sempat terlintas dalam hati saya,"Apa mungkin kopi yang
dimaksud adalah kopi file presentasi ya..". Setelah selesai
acara saya bertanya pada Dokter tersebut, "Maaf Dok apa
betul kopi tadi atau kopi file presentasi?. "Bukan dua-duanya,
saya minta kopi absen, fotokopinya". Gludak...," Masya Allah
Dok... Dok..., tinggal bilang fotokopi aja kok pakai disingkatsingkat jadi kopi.., ya begini ini jadi kopi sungguhan..". Kami
semua pun tertawa terbahak-bahak ... Kalau teringat cerita
itu mungkin saya layak masuk Guiness Book Record "Satusatunya PPDS pengedar kopi di graha aksona".

Bambang - Instalasi Sanitasi

DOKTER JUGA MANUSIA


Imunisasi adalah istilah yang tidak asing lagi di dunia
kedokteran. Pada saat RSUD Dr. Soetomo mengadakan
Imunisasi Swine Influenza (H1N1) bagi petugas dan para
medis yang bertugas digaris depan dalam menangani Swine
Flu. Bagi seorang dokter yang bertugas di RS type A, pasti
sudah sering melakukan imunisasi, namun siapa sangka
ketika dokter yang harus mendapat giliran imunisasi, ternyata
ada seorang dokter yang ketakutan ketika akan memasuki
ruangan. Untuk masuk ruangan saja, wajah dokter itu sudah
terlihat tegang dan agak pucat, maka dari itu dia sudah
mempersiapkan diri dengan Lidocain Spray (obat penghilang
rasa sakit), tetapi itupun tidak cukup, si dokter tetap berontak
dan teman-temannya terpaksa mengeluarkan resep (baca
jurus) yang belum pernah dilakukan sebelumnya, ada yang
bergaya ala sipitung dengan memiting leher, ada yang
bergaya mirip The Rock (ala WWF) sambil memegang kedua
tangan si dokter, bahkan ada yang bergaya seperti Romi
Rafael (si master hipnotis) dengan berusaha mengalihkan
perhatian sambil mengajak ngobrol si dokter, sehingga
kondisi ruangan ikut tegang seperti suasana orang yang
akan melahirkan pertama kali didalam kemacetan lalu lintas.
Tatkala jarum suntik menancap ditubuh si dokter,
terdengar jeritan panjang yang sudah familiar. Sontak semua
orang yang ada dalam ruangan tertawa, kaget melihat
tingkah laku dokter tersebut. Setelah Imunisasi selesai, si
dokter tersebut keluar ruangan dengan wajah "meringis" dan
agak malu sambil berkata "Dokter kan juga manusia
Ainur Rusdi, S.Kep.Ns ICU IRIR GBPT

Hanik Badriyah Hidayati, dr SMF Ilmu Penyakit Saraf

pebruari 2011 mimbar 39

kuis mimbar

Tebak Siapa Dia

Tulis nama lengkap


dan unit kerjanya !!!

ak :
bat 6 minggu
eja redaksi paling lam
dim
ai
mp
sa
hir
ak
ter
Jawaban
terbitan
setelah terbit.
majalah Mimbar
mumkan pada
diu
ng
na
me
Pe

berikutnya.
di ganggu gugat.
mutlak tidak dapat
njukkan
Keputusan juri
sendiri dengan menu
mengambil hadiah
rus
ha
ng
na
me
Pe

88
kartu identitas.
PKRS Telp. 1086-10
di kantor Instalasi
il
mb
dia
t
pa
da
h
Hadia
pada Jam kerja.
. 75.000,Hadiah sebesar Rp

Ketentuan meneb

Su Doku Teka-Teki abad ini :

Kita dipersilahkan mengisi kotak-kotak itu dengan angka mulai


dari 1 sampai 9. Syaratnya tidak boleh ada pengulangan angka di
dalam satu kolom, juga di dalam satu baris, serta didalam setiap
kotak parsial 3 x 3. Sebagai patokan awal, beberapa kotak telah
diisi dengan angka-angka pembuka, kita kemudian melanjutkan.

Pemenang Su Doku :

Pemenangnya :
1. Mugi Harwani, A.Md.Kep
KTB Irna Bedah
RSUD Dr. Soetomo
2. Tri Wijayanti
Instalasi Gizi
RSUD Dr. Soetomo

Jawaban Kuis Mimbar Vol. 14, No.4 :


Tebak Siapa Dia:

Ninik Indriati, SKM, MM


Panitia Pemeriksa Barang
RSUD Dr. Soetomo Surabaya

Pemenangnya :

1. Suprijanto
IPSM
RSUD Dr. Soetomo Surabaya
2. Sutik, SE
Bagian Tata Usaha
RSUD Dr. Soetomo Surabaya

Jawaban Su Doku

40 mimbar pebruari 2011

8
6

7
8

Angket Berhadiah
Artikel apa yang paling anda senangi pada edisi
Mimbar Pebruari 2011 ini :
1. ......................................................................
......................................................................
2. ......................................................................
......................................................................
Pemenang Angket Berhadiah :
Tidak ada pemenang
...............................................
RSUD Dr. Soetomo Surabaya
(Artikel ..................................)

Kamis 17 Desember 2010 Direktur RSUD Dr. Soetomo menerima kunjungan dari BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) diwakili oleh
Drs. Togap Marpaung dan Pacific Northwest National Laboratory United States of Energy (PNNL-USDOE) diwakili oleh Travis Chamberlain
dan Joshua Gilmore dalam rangka kerjasama peningkatan keamanan zat radioaktif dan proteksi fisik fasilitas radiasi.
Kunjungan lapangan ke Instalasi Radioterapi.

(tampak kiri) Studi banding dari RS Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto diwakili oleh Priyo Sunarto, dr, SpJP selaku Ketua rombongan
memberikan cindera mata kepada Kepala Bidang Pemasaran pada Senin 13 Desember 2010 dan (tampak kanan) Wadir Penunjang Medik
memberikan cinderamata kepada Direktur RSUD Cibabat-Cimahi saat studi banding ke RSUD Dr. Soetomo pada Kamis 23 Desember 2010.

Senin 20 Desember 2010 RSUD Kendari berkunjung ke RSUD


Dr. Soetomo diwakili oleh Rohana Sari Suaib, dr, SpKK (berjilbab)
sebagai ketua rombongan. Mereka ingin belajar tentang
pengelolaan Instalasi Rawat Jalan dan Instalasi Rawat Inap RSUD
Dr. Soetomo. Tampak Kepala Instalasi Rawat Jalan Roestiniadi DS,
dr, SpTHT mendampingi untuk berkeliling ke Instalasi Rawat Jalan.