Anda di halaman 1dari 63

PENYEDIAAN DAN PENGGUNAAN

OBAT
No. Dokumen

SOP
No. Revisi
TanggalTerbit
Halaman

UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA
1. Pengertian
2. Tujuan
3. Kebijakan

4. Referensi

5. langkah-langkah

:
:
:1

DARMADI
NIP.19721202
199303 1 011
Prosedur ini mengatur penyediaan dan penggunaan obat di
lingkungan puskesmas dan jaringannya
Sebagai pedoman dalam melaksanakan penyediaan dan
penggunaan obat untuk pelayanan.
Penyediaan dan penggunaan obat untuk kebutuhann
pelayanan dilakukan
secara efektif dan efisien.
1. UU. No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan
2. PP No. 51 tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian
3. Permenkes No. 30 tahun 2014 tentang standart pelayanan
kefarmasian di puskesmas
4. Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas
1. Penyediaan
a. Penyediaan obat dilakukan oleh petugas farmasi
b. Obat disediakan di ruang obat serta unit-unit
pelayanan sesuai kebutuhan
c. Tertib administrasi dalam penyediaan obat
2. Penggunaan
a. Penggunaan obat dilakukan sesuai pengeluaran obat
atas resep serta kebutuhan di unit pelayanan.
b. Tertib administrasi dalam penggunaan obat

6. Hal-hal yang
Setiap petugas yang melaksanakan kegiatan hendaknya selalu
perludiperhatikan
memperhatikan langkah langkah yang telah dibuat.
7.Unit terkait
Apotek, poli umum, poli KIA, poli gigi, laboratorium
8.Dokumenterkait LPLPO, Resep
9.RekamanHistoris
No
Yang diubah
Isi Perubahan Tanggalmulaid
Perubahan
iberlakukan

PEMBERIAN OBAT KEPADA PASIEN DAN


PEMBERIAN INFORMASI PENGGUNAAN
OBAT
No. Dokumen

No. Revisi

TanggalTerbit

Halaman

:1

SOP

UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA
1. Pengertian

2. Tujuan

3. Kebijakan
4. Referensi

5. langkahlangkah

DARMADI
NIP.1972120
2 199303 1
011
Prosedur ini membahas dan mengatur cara pemberian atau
penyerahan obat serta pemberian informasi tentang penggunaan
obat sekaligus informasi tentang efek samping obat
1. Diharapkan pasien dapat mengerti cara penggunaan obat
yang baik dan benar.
2. Serta membantu pasien agar dapat lebih patuh terhadap cara
minum obat yang telah dituliskan pada etiket.
3. Dapat meminimalkan efek samping obat.
1. UU. No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan
2. PP No. 51 tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian
3. Permenkes No. 30 tahun 2014 tentang standart pelayanan
kefarmasian di puskesmas
4. Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas
5. UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
6. UU No. 5 Tahun 1997 Tentang Psikotropika
7. Standart Kompetensi Farmasi Indonesia tahun 2003
PENYERAHAN OBAT
1. Memeriksa kembali kesesuaian antara jenis obat, jumlah
obat, dan cara penggunaan obat dengan permintaan pada
resep.
2. Memanggil dan memastikan nama, umur, serta alamat
pasien yang sesuai dengan resep.
3. Menyerahkan obat dengan memberikan informasi tentang
cara pemakaian obat yang sesuai dengan etiket atau label
yang tertulis.
4. Memastikan kembali bahwa pasien mengerti dan memahami
dengan informasi yang diberikan.
PELAYANAN INFORMASI OBAT
Pelayanan informasi obat meliputi:
1. Waktu penggunaan obat. Obat diminum pagi / siang/ malam,
serta obat diminum sebelum/ sesudah makan.
2. Lama penggunaan obat. Selain antibiotika obat digunakan

hanya pada saat sakit saja, sedangkan antibiotika harus


dihabiskan karena untuk menghindari terjadinya resistensi
antibiotika tertentu.
3. Cara penggunaan obat dengan sediaan khusus atau tertentu.
Seperti sediaan salep kulit, salep mata/ tetes mata, tetes
hidung, tetes telinga, suppositoria, ovula, douche, bedak.
4. Efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan obat
seperti: berkeringat, mengantuk, gatal-gatal, batuk, air
kencing berubah warna, dll
5. Interaksi obat. Interaksi obat ini bisa dengan makanan atau
dengan obatIsiyang
lain atau juga
dengan obat / alat
No
Yang diubah
Perubahan
Tanggalmulaid
kontrasepsi.
iberlakukan
6.Hal-hal yang
Setiap petugas yang melaksanakan kegiatan hendaknya selalu
perlu
memperhatikan langkah langkah yang telah dibuat.
diperhatikan
7.Unit terkait
Apotek pelayanan
8.Dokumen
terkait
9.Rekaman
Historis
Perubahan

PERESEPAN, PEMESANAN DAN


PENGELOLAAN OBAT

No. Dokumen

No. Revisi

TanggalTerbit

Halaman

:1

SOP

UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA
1. Pengertian

2. Tujuan
3. Kebijakan
4. Referensi

5. langkahlangkah

6.Hal-hal yang
perlu
diperhatikan

DARMADI
NIP.19721202
199303 1 011
Prosedur ini mengatur pelaksanaan peresepan) pemesanan dan
pengelolaan
obat
Sebagai pedoman dalam melaksanakan peresepan) pemesanan
dan pengelolaan obat
Peresepan, pemesanan dan pengelolaan obat dilakukan secara
efektif
1. UU. No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan
2. PP No. 51 tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian
3. Permenkes No. 30 tahun 2014 tentang standart pelayanan
kefarmasian di puskesmas
4. Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas
5. UU No. 35 tahun 2009 Tentang Narkotika
6. UU No. 5 tahun 1997 Tentang Psikotropika
7. Standart Kompetensi Farmasi Indonesia Tahun 2003
1. Peresepan Obat
a. Obat diresepkan sesuai terapi atas diagnosis pasien
b. Pemberian obat berdasarkan resep diberikan oleh
farmasist atau apoteker
2. Pemesanan Obat
a. Pemesanan obat untuk kebutuhan puskesmas dilakukan
oleh apoteker pengelola obat
b. Pemesanan obat untuk kebutuhan pelayanan dilakukan
oleh apoteker pengelola obat
3. Pengelolaan Obat
a. Pengelolaan obat di gudang obat dilakukan apoteker
pengelola obat meliputi kegiatan perencanaan,
permintaan, penerimaan, penyimpanan, distribusi,
administrasi dan pelaporan

Setiap petugas yang melaksanakan kegiatan hendaknya selalu


memperhatikan langkah langkah yang telah dibuat.

7.Unit terkait
8.Dokumen
terkait
9.Rekaman
No
Historis
Perubahan

Gudang obat, Apotek Pelayanan


LPLPO
Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggalmulaid
iberlakukan

SOP PENULISAN LABEL DAN ETIKET


PEMAKAIAN
No. Dokumen

No. Revisi

TanggalTerbit

Halaman

:1

SOP

UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA
1. Pengertian
2. Tujuan
3. Kebijakan
4. Referensi

5. langkahlangkah

DARMADI
NIP.19721202
199303 1 011
Penulisan cara penulisan obat yang sesuai dengan resep dokter
pada etiket obat
untuk memastikan bahwa penulisan etiket sudah disertai dengan
cara penggunaan yang jelas, sesuai dengan resep dokter.
Pelayanan dilakukan dalam 24 jam
1. UU. No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan
2. PP No. 51 tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian
3. Permenkes No. 30 tahun 2014 tentang standart pelayanan
kefarmasian di puskesmas
4. Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas
5. Standar Kompetensi Farmasi Indonesia tahun 2003
1. Untuk obat dalam yang berbentuk drop atau syrup pada
etiket harus di tulis DI MINUM
2. Untuk obat antibiotik harus bertuliskan DIHABISKAN

3. Untuk obat minum berbentuk syrup pada etiket harus


ditempel label KOCOK DULU
4. Untuk tablet effervecent / tablet dispers pada etiket harus
dituliskan DILARUTKAN
5. Untuk tablet obat maag harus dituliskan DIKUNYAH
6. Untuk obat sublingual harus dituliskan LETAKKAN
DIBAWAH LIDAH
7. Untuk obat troches / lozenges harus dituliskan OBAT
HISAP / OBAT DI EMUT
8. Untuk obat luar yang berbentuk salep / cream, bila untuk
kulit harus dituliskan UNTUK KULIT , bila untuk
mata harus dituliskan UNTUK MATA
9. Untuk tetes mata harus dituliskan DITETESKAN
PADA MATA
10. Untuk tetes telinga harus dituliskan DITETESKAN
PADA TELINGA
11. Untuk tetes hidung harus dituliskan DITETESKAN
PADA HIDUNG

6.Hal-hal yang
perlu
diperhatikan
7.Unit terkait
No
8.Dokumen
terkait
9.Rekaman
Historis
Perubahan

12. Untuk obat luar yang berbentuk lotion /bedak cair , harus
dituliskan BEDAK HARUS DIKOCOK DULU
13. Untuk obat suppositoria harus dituliskan MASUKKAN
LEMARI ES DAN DIMASUKKAN DALAM ANUS
14. Untuk obat ovula harus dituliskan MASUKKAN
LEMARI ES DAN DIMASUKKAN DALAM VAGINA

15. Untuk obat yang berbentuk douche harap dituliskan


SEMPROTKAN DALAM VAGINA
Setiap petugas yang melaksanakan kegiatan hendaknya selalu
memperhatikan langkah langkah yang telah dibuat.
Apotek pelayanan
Yang diubah
LPLPO

Isi Perubahan

Tanggalmulaid
iberlakukan

PENANGANAN OBAT RUSAK DAN


KADALUWARSA
No. Dokumen :
SOP
No. Revisi
:
TanggalTerbit

Halaman

:1

UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA
1. Pengertian

2. Tujuan

3. Kebijakan
4. Referensi

5. langkahlangkah

6.Hal-hal yang
perlu
diperhatikan
7.Unit terkait
8.Dokumen
terkait

DARMADI
NIP.19721202
199303 1 011
obat rusak : obat yang secara fisik sudah tidak sesuai, seperti
kemasan rusak / menggelembung, warna obat sudah berubah, dll.
Obat rusak ini tidak dapat digunakan walaupun tanggal
kadaluwarsanya masih panjang / lama. Hal ini bisa disebabkan
karena proses penyimpanan atau proses pendistribusian yang
tidak benar atau tidak sesuai.
Obat kadaluwarsa : obat yang masa penggunaan atau masa
kadaluwarsanya sudah habis
1. Agar obat yang rusak atau obat yang kadaluwarsa tidak
tercampur dengan obat yag masih bisa digunakan.
2. Agar terhindar dari kesalahan pengambilan obat.
1. UU. No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan
2. PP No. 51 tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian
3. Permenkes No. 30 tahun 2014 tentang standart pelayanan
kefarmasian di puskesmas
4. Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas
1. Mengidentifikasi obat yang kadaluwarsa atau obat yang
rusak.
2. Mengiventaris obat yang rusak atau obat yang kadaluwarsa.
3. Memisahkan obat yang kadaluwarsa atau obat yang rusak,
dan disimpan ditempat yang terpisah.
4. Membuat catatan nama obat, no bacth obat, serta tanggal
kadaluwarsa obat yang rusak maupun yang kadaluwarsa.
5. Melaporkan dan megirimkan obat yang rusak atau yang
kadaluwarsa ke gudang farmasi kabupaten / instalasi farmasi
kabupaten / kota.
6. Pendokumentasian.
Setiap petugas yang melaksanakan kegiatan hendaknya selalu
memperhatikan langkah langkah yang telah dibuat.
Gudang obat
LPLPO

9.Rekaman
No
Historis
Perubahan

Yang diubah

SOP
UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA
1. Pengertian

2. Tujuan

3. Kebijakan
4. Referensi

Isi Perubahan

Tanggalmulaid
iberlakukan

PENYIMPANAN OBAT
No. Dokumen :
No. Revisi
:
TanggalTerbit :
Halaman
:1
DARMADI
NIP.19721202
199303 1 011

Penyimpanan obat dilakukan sesuaikan berdasarkan bentuk


sediaan obat masing masing serta berdasarkan suhu atau
temperatur tertentu.
1. Menjamin ketersediaan farmasi (obat atau alkes) di
puskesmas dan jaringannya.
2. Mempertahankan kualitas sediaan farmasi di puskesmas dan
jaringannya selama proses penyimpanan.
3. Mengatur agar sediaan mudah dicari
4. Agar sediaan farmasi tersimpan di tempat yang aman
terhindar dari kerusakan, kehilangan serta pencurian.
5. Pengawasan stock lebih terkontrol atau terkendali
1. UU. No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan
2. PP No. 51 tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian
3. Permenkes No. 30 tahun 2014 tentang standart pelayanan
kefarmasian di puskesmas
4. Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas
5. UU No. 35 tahun 2009 Tentang Narkotika
6. UU No. 5 tahun 1997 Tentang Psikotropika
7. Standart Kompetensi Farmasi Indonesia Tahun 2003

5. langkahlangkah

1. Cek atau sesuaikan dengan SBBK dari GFK atau instalasi


farmasi kabupaten/kota antara nama obat obat, jumlah obat,
no bacth obat, dan tanggal kadaluwarsa obat.
2. Simpan sediaan obat atau alkes sesuai dengan suhu atau
temperatur penyimpanan, penggolongan obat berdasarkan
efek farmakologis atau alfabetis atau sediaan obat atau
alkes.
3. Sistem penyimpanan sediaan farmasi dan alkes yang
digunakan adalah sistem FEFO dan FIFO.
4. Untuk obat psikofarmaka atau obat narkotika disimpan
kedalam lemari khusus.

6.Hal-hal yang
perlu
diperhatikan

Setiap petugas yang melaksanakan kegiatan hendaknya selalu


memperhatikan langkah langkah yang telah dibuat.

7.Unit terkait
8.Dokumen
terkait
9.Rekaman
No
Historis
Perubahan

Gudang obat
LPLPO
Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggalmulaid
iberlakukan

PENANGANAN KETERSEDIAAN OBAT


KOSONG
No. Dokumen

No. Revisi

TanggalTerbit

Halaman

:1

SOP

UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA

1. Pengertian

2. Tujuan

3. Kebijakan
4. Referensi

DARMADI
NIP.19721202
199303 1 011

1. ketersedian obat kosong : obat / perbekalan farmasi / alkes


yang tidak diterima oleh gudang obat puskesmas
dikarenakan ketersediaan obat / perbekalan / alkes tersebut
tidak ada / kosong di gudang farmasi atau instalasi farmasi
kabupaten / kota.
2. Penanganan obat kosong : suatu kegiatan penanganan obat /
perbekalan farmasi / alkes kosong di puskesmas dan
jaringannya untuk mengantisipasi kebutuhan / permintaan.
adanya jalan keluar untuk mengantisipasi kebutuhan / permintaan
dari obat / perbekalan farmasi / alkes yang dibutuhkan, sehingga
puskesmas dan jaringannya tetap menjalankan operasionalisasi
1. UU. No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan
2. PP No. 51 tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian
3. Permenkes No. 30 tahun 2014 tentang standart pelayanan
kefarmasian di puskesmas
4. Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas

5. langkahlangkah

1. Menghubungi dan menginformasikan kepada dokter penulis


resep, bahwa obat yang di inginkan atau yang di kehendaki
tidak ada atau dalam keadaan kosong
2. Memberikan beberapa pilihan obat kepaa dokter penulis
resep untuk menggantikan obat yang diinginkan atau yang
dikehendaki dengan obat yang lain.
3. Jika dokter penulis resep menginginkan obat semula, maka
akan diberikan copy resep untuk membeli obat tersebut di
apotek selain puskesmas.
6.Hal-hal yang
Apoteker yang melaksanakan kegiatan hendaknya selalu
perludiperhatika memperhatikan langkah langkah yang telah dibuat.
n
7.Unit terkait
Gudang obat
8.Dokumen
LPLPO, kartu stok
terkait
9.Rekaman
No
Yang diubah
Isi Perubahan Tanggalmulaid
Historis
iberlakukan
Perubahan

PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN


PENGGUNAAN OBAT PSIKOTROPIKA
DAN NARKOTIKA
No. Dokumen

No. Revisi

TanggalTerbit

Halaman

:1

SOP

UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA
1. Pengertian
2. Tujuan
3. Kebijakan
4. Referensi

DARMADI
NIP.19721202
199303 1 011
Prosedur ini mengatur pengawasan dan pengendalian
penggunaan obat psikotropika dan narkotika
Sebagai pedoman dalam pengawasan dan pengendalian
penggunaan obat psikotropika dan narkotika
1. UU. No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan
2. PP No. 51 tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian
3. Permenkes No. 30 tahun 2014 tentang standart pelayanan
kefarmasian di puskesmas
4. Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas
5. UU No. 35 tahun 2009 Tentang Narkotika
6. UU No. 5 tahun 1997 Tentang Psikotropika
7. Standart Kompetensi Farmasi Indonesia Tahun 2003

5. langkahlangkah

1. Pengawasan atas kesesuaian diagnosis dengan terapi


penggunaan psikotropika dan narkotika.
2. Identifikasi pasien penerima resep psikotropika dan
narkotika, dilakukan verifikasi kembali pada saat penyerahan
obat psikotropika atau narkotika
3. Pengendalian obat psikotropika dan narkotika melalui tertib
administrasi kartu stock serta data laporan peresepan pasien
penerima obat psikotropika atau narkotika
Apoteker atau farmasist yang melaksanakan kegiatan hendaknya
selalu memperhatikan langkah langkah yang telah dibuat.

6.Hal-hal yang
perlu
diperhatikan
7.Unit terkait
Apotek Pelayanan
8.Dokumen
LPLPO, kartu stok
terkait
9.Rekaman
No
Yang diubah
Isi Perubahan
Historis
Perubahan

Tanggalmulaid
iberlakukan

TINDAK LANJUT EFEK SAMPING


OBAT DAN KEJADIAN TIDAK
DIHARAPKAN (KTD)
No. Dokumen

No. Revisi

TanggalTerbit

Halaman

:1

SOP

UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA

1. Pengertian

2. Tujuan
3. Kebijakan
4. Referensi

DARMADI
NIP.19721202
199303 1 011

Efek samping obat adalah suatu reaksi yang didapatkan dari


seseorang setelah minum obat.
Kejadian tidak diharapkan (KTD) adalah suatu kejadian yang
tidak di sengaja dan kondisi yang mengakibatkan atau berpotensi
mengakibatkan cidera pada pasien.
Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk identifikasi
efek samping atau kejadian yang tidak diharapkan.
1. UU. No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan
2. PP No. 51 tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian

5. langkahlangkah

3. Permenkes No. 30 tahun 2014 tentang standart pelayanan


kefarmasian di puskesmas
4. Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas.
1. Petugas puskesmas bila menemukan efek samping obat /
KTD wajib segera membuat laporan insiden dengan
menggunakan formulir laporan insiden dengan batas waktu 2
x 24 jam setelah terjadinya insiden.
2. Formulir laporan insiden yang telah terisi secara lengkap
dilaporkan o;eh petugas puskesmas keatasan langsung
tempat insiden tersebut terjadi.
3. Atasan langsung akan memeriksa formulir laporan insiden
dan melakukan grading resiko terhadap insiden dan formulir
tersebut akan di kumpulkan ke komite keselamatanpasien
maksimal 2 x 24 jam.
Apoteker atau farmasist yang melaksanakan kegiatan hendaknya
selalu memperhatikan langkah langkah yang telah dibuat.

6.Hal-hal yang
perlu
diperhatikan
7.Unit terkait
Poli umum,apotek pelayanan
8.Dokumen
Laporan KTD
terkait
9.Rekaman
No
Yang diubah
Isi Perubahan
Historis
Perubahan

Tanggalmulaid
iberlakukan

PEMANTAUAN DAN PELAPORAN


EFEK SAMPING OBAT (ESO)
No. Dokumen

No. Revisi

TanggalTerbit

Halaman

:1

SOP

UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA
1. Pengertian

2. Tujuan

DARMADI
NIP.19721202
199303 1 011
Pemantauan dan pelaporan efek samping obat (ESO) merupakan
kegiatan pemantauan setiap respon terhadap obat yang
merugikan atau tidak diharapkan yang terjadi pada dosis normal
yang digunakan pada manusia untuk tujuan profilaksis,
diagnosis, dan terapi atau memodifikasi fungsi fisiologis.
1. Menemukan efek samping obat sedini mungkin terutama
yang berat, tidak dikenal dan frekuensinya jarang.

2. Menentukan frekuensi dan insidensi efek samping obat yang


sudah sangat dikenal atau yang baru saja ditemukan.
3. Kebijakan
4. Referensi

5. langkahlangkah

1. UU. No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan


2. PP No. 51 tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian
3. Permenkes No. 30 tahun 2014 tentang standart pelayanan
kefarmasian di puskesmas
4. Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas.
1. Menganalisa laporan efek samping obat.
2. mengidentifikasi obat dan pasien yang mempunyai resiko
tinggi mengalami efek samping obat.
3. Mengisi formulir monitoring efek samping obat (MESO)
4. Melaporkan ke pusat monitoring efek samping obat nasional

6.Hal-hal yang
Kerjasama dengan tim kesehatan lain, ketersediaan fvormulir
perlu
monitoring efek samping obat
diperhatikan
7.Unit terkait
Poli umum,apotek pelayanan
8.Dokumen
Laporan MESO
terkait
9.Rekaman
No
Yang diubah
Isi Perubahan Tanggalmulaid
Historis
iberlakukan
Perubahan

EVALUASI KESESUAIAN PERESEPAN


DENGAN FORMULARIUM
No. Dokumen :
SOP
No. Revisi

Tanggal Terbit :
Halaman
UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA
1. Pengertian

:1
DARMADI
NIP.19721202
199303 1 011

1. Evaluasi ketersediaan obat terhadap formularium adalah


suatu proses yang sistematis untuk menentukan sampai
sejauh mana ketersediaan obat terhadap formularium telah
tercapai
2. Hasil evaluasi adalah menjadi umpan balik program yang
memerlukan perbaikan/kebutuhan yang belum terlayani/

kemampuan dalam melakukan program/ dampak program


terhadap perubahan perilaku/ prestasi kerja/ peningkatan
mutu
3. Tindak lanjut adalah memperbaiki hal hal yang di pandang
lemah/ kurang tepat/ kurang relevan dengan tujuan yang
ingin dicapai dan mengembangkan program dengan cara
menambah atau merubah beberapa hal yang di pandang dapat
meningkatkan kualitas atau efektivitas program
4. Formularium adalah daftar obat yang digunakan oleh
puskesmas/ yang berisi panduan terapi pasien/ biasanya berisi
nama obat generik dikelompokkan dalam terapi penyakit
disertai dengan
beberapa alternatif, nama generik
bermereknya
sekitar
2-3
item.
Seiring
dengan
perkembangannya/ formularium diperbaharui setiap tahun
dan ditambahkan atau dikurangi item melalui prosedur
tertentu
2. Tujuan

Prosedur ini bertujuan untuk menerangkan sistem evaluasi


kesesuaian
peresepan dengan formularium/hasil evaluasi dan tindak lanjut

3. Kebijakan

Setiap kegiatan pengelola obat dalam melakukan evaluasi


kesesuaian
peresepan dengan Formularium di Puskesmas harus mengikuti
langkah -langkah SOP

4. Referensi

1. UU. No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan


2. PP No. 51 tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian
3. Permenkes No. 30 tahun 2014 tentang standart pelayanan
kefarmasian di puskesmas
4. Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas.
a. Petugas farmasi menginformasikan kepada petugas medis
tentang isi formularium
b. Petugas farmasi mengambil sampling 5 resep setiap hari
c. Petugas farmasi mengumpulkan data resep selama 3 bulan
terakhir
d. Petugas farmasi merekap data resep selama 3 bulan terakhir
e. Petugas farmasi mengumpulkan data tentang jenis obat yang
tertulis diresep tetapi tidak tersedia diformularium
f. Petugas farmasi mencatat total jenis obat yang tidak masuk
dalam formularium
g. Petugas farmasi menghitung jumlah jenis obat yang tidak
masuk dalam formularium (A)
h. Petugas farmasi mengumpulkan data jenis obat di puskesmas
yang tercantum diformularium
i. Petugas farmasi mencatat total jenis obat di puskesmas yang
tercantum diformularium (B)
j. Petugas farmasi menghitung prosentase antara obat yang
tidak sesuai formulariu dengan jumlah jenis obat di
puskesmas yang tercantum di formularium dengan rumus :

5. langkahlangkah

6.Hal-hal yang
perlu
diperhatikan
7.Unit terkait

8.Dokumen
terkait
9.Rekaman
No
Historis
Perubahan

A/B x 100% = C%
k. Petugas farmasi melaporkan hasil evaluasi kesesuaian
peresepan dengan formularium kepada kepala puskesmas
l. Kepala puskesmas menindaklanjuti dari hasil evaluasi
kesesuaian peresepan dengan formularium dengan
melaksanakan pertemuan dalam rangka pembinaan terhadap
petugas penulis resep
Setiap petugas yang melaksanakan kegiatan hendaknya selalu
memperhatikan langkah langkah yang telah dibuat.
1. Dokter penulis resep
2. Kepala puskesmas
Formularium Nasional
Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai
diberlakukan

PELAYANAN PERESEPAN OBAT


NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA
No. Dokumen :
SOP
No. Revisi

Tanggal Terbit :
Halaman
UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA
1. Pengertian
2. Tujuan

3. Kebijakan

:1
DARMADI
NIP.19721202
199303 1 011

Prosedur ini mengatur pengawasan dan pengendalian


penggunaan obat narkotika dan psikotropika di puskesmas.
Sebagai pedoman dalam pengawasan dan pengendalian
penggunaan obat narkotika dan psikotropika di puskesmas.
Pengawasan dan pengendalian penggunaan obat narkotika dan

psikotropika dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan


perundang-undangan yang berlaku
4. Referensi

5. langkahlangkah

6.Hal-hal yang
perlu
diperhatikan
7.Unit terkait

8.Dokumen
terkait
No
9.Rekaman
Historis
Perubahan

1. UU. No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan


2. PP No. 51 tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian
3. Permenkes No. 30 tahun 2014 tentang standart pelayanan
kefarmasian di puskesmas
4. Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas.
5. UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika
6. UU No. 5 tahun 1997 tentang psikotropika
1. Memisahkan resep obat narkotika atau psikotropika dan
memberikan tanda khusus (seperti garis bawah merah pada
obat psikoropik atau narkotika)
2. Memanggil pasien, untuk mencocokkan alamat pasien
dengan kartu identitas pasien (contohnya KTP/SIM)
3. Menyiapkan obat sesuai dengan permintaan resep, sekaligus
mencatat pengeluaran obat pada kartu stock.
4. Menyiapkan etiket yang sesuai
5. Menulis nama pasien, tanggal obat diberikan, aturan pakai
sesuai dengan permntaan resep serta petunjuk dan informasi
yang diperlukan.
6. Obat diberikan wadah/ tempat yang sesuai dengan jenis
dan jumlah obat, serta dilakukan pemeriksaan kembali
apakah masih ada kekurangan atau kesalahan.
7. Melakukan pemeriksaan terakhir sebelum dilakukan
penyerahan obat tehadap pasien (kesesuaianan antara
penulian etiket dengan resep)
8. Memanggil nama pasien sesuai dengan nama yang tertera
pada resep.
9. Menyerahkan obat dengan disertai informasi obat
10. Mencatat pengeluaran pada buku bantu penyerahan obat
psikotropika dan narkotika
Setiap petugas yang melaksanakan kegiatan hendaknya selalu
memperhatikan langkah langkah yang telah dibuat.
apotek

Buku bantu penyerahan obat psikotropik dan narkotika, kartu


stok, LPLPO
Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai
diberlakukan

INFORMASI TENTANG PENYIMPANAN


OBAT DI RUMAH
No. Dokumen :
SOP
No. Revisi

Tanggal Terbit :
Halaman
UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA
1. Pengertian
2. Tujuan

3. Kebijakan

:1
DARMADI
NIP.19721202
199303 1 011

Prosedur ini mengatur cara menyimpan obat dirumahdengan baik


dan sesuai dengan jenis srta bentuk obat
Sebagai pedoman dalam memberikan informasi kepada pasien,
dengan menyimpan obat yng benar maka kualitas oat dapat
dipertahankan
Pengawasan dan pengendalian penggunaan obat sesuai dengan
ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku

4. Referensi
5. langkahlangkah

6.Hal-hal yang
perlu
diperhatikan
7.Unit terkait

8.Dokumen
terkait
9.Rekaman
No
Historis
Perubahan

Label obat
1. Simpan obat dalam wadah aslinya dan denga label yang
jelas
2. Simpan ditempat yang kering dan terlindung dari paparan
sinar matahari langsung
3. Sediakan tempat khusus tertutup untuk menyimpan, seperti
kotak obat khusus atau lemari penyimpanan obat dan
kuncilah lemari tersebut sehingga tidak mudah dijangkau
oleh anak-anak.
4. Sebaiknya tidaknya tidak mencampur berbagaijenis
obatdalam satu obat.
5. Bersihkan kotak/wadah penyimpanan obat secara rutin
6. Periksa secara periodik / teratur tanggal
kadaluarsa
obat,serta buanglah obat-obat yang sudah kadaluarsa dan
yang sudah tidak dipergunakan lagi
7. Obat curai seharusnya diberikan wadah / tempat sendirisendiri. Usahakan wadah terbuat dari kaca dan berwarna
gelap transparan
8. Jangan meninggalkan obat dalam mobil terlalu lama karena
panas dalam mobil dapat cepat merusak obat
9. Jangan meletakkan obat diatas barang elektronik, karena
barang elektronik biasanya mengeluarkan panas yang dapat
merusak obat
10. Obat hendaknya diperlakukan seksama, yaitu setelah
digunakan atau diminum, wadah obat harus ditutup rapat
kembali dengan baik, juga membersihkan pipet/sendok takar
dan mengeringkannya sehingga tidak ditumbuhi jamur dan
bakteri.
11. Pada beberapa sediaan obat apabilasudah dibuka maka
tanggal kadaluarsa sudah tidak berlaku kembali.
Diantaranya : obat tetes telinga, tetes mulut, tetes hidung,
sirup maupun obat salep/krim yang berbahan dasar atau
yang mengandung air jangan disimpan lebih dari 3 bulan.
Tetes mata disimpan tidak boleh disimpan lebih dari 1
bulan, sirup kering antibiotika setelah ditambah air
idakboleh disimpan lebih dari 1 minggu. Obat racikan puyer
atau kapsul jika lembab atau berubah warna segera buang.
12. Untuk obat yang berbentuk suppositoria,vaginal tablet,
ataupun yang semprot atau ang beerbahan gas harus
disimpan kedalam lemari pendingin.
Setiap petugas menanyakan kembali apakah pasien mengerti dan
jika perlu meminta pasien untuk mengulangi informasinya
Apotek Pelayanan

Label obat
Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai
diberlakukan

PENYEDIAAN OBAT-OBAT
EMERGENCY DI UNIT PELAYANAN
No. Dokumen :
SOP
No. Revisi

Tanggal Terbit :
Halaman
UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA
1. Pengertian

2. Tujuan

3. Kebijakan
4. Referensi

:1
DARMADI
NIP.19721202
199303 1 011

Penyediaan obat-obat emergency merupakan suatu kegiatan


perencanaan dan pengadaan obat-obatan kegawat daruratan
sesuai kebutuhan pada unit-unit pelayanan untuk menangani
kondisi gawat darurat pada pasien
Sebagai pedoman dalam perencanaan dan pengadaan obat-obat
emergency di unit-unit pelayanan yang membutuhkan.
Pengawasan dan pengendalian penggunaan obat emergency
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan
yang berlaku
1. Permenkes No. 30 tahun 2014 tentang standart pelayanan
kefarmasian di puskesmas

5. langkahlangkah

1. Koordinator unit pelayanan mengajukan permintaan tertulis


kepada petugas farmasi untuk menyediakan obat-obatan
emergency yang dibutuhkan oleh unit pelayanan.
2. Petugas farmasi menyiapkan obat emergency yang
dibutuhkan oleh unit pelayanan
3. Petugas farmasi mencatat
setiap pengambilan obat
emergency kedalam kartu stok
4. Petugas farmasi menyerahkan obat emergency kepada
koordinator unit pelayanan disertai dengan SBBK ( Surat
Bukti Barang Keluar ) yang ditanda tangani oleh penerima
obat emergency.
5. Koordinator unit pelayanan melakukan laporan obat-obatan
emergency setiap bulan kepada penanggung jawab gudang
farmas.

6.Hal-hal yang
perlu
diperhatikan

1. Setiap petugas yang melaksanakan kegiatan hendaknya


selalu memperhatikan langkah langkah yang telah dibuat.
2. Obat emergency disimpan dalam wadah atau tempat
penyimpanan yang baik

7.Unit terkait

Unit pelayanan, gudang farmasi

8.Dokumen
terkait
9.Rekaman
No
Historis
Perubahan

SBBK, kartu stok, LPLPO


Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai
diberlakuk
an

PENILAIAN, PENGENDALIAN,
PENYEDIAAN DAN PENGGUNAAN
OBAT
No. Dokumen :
SOP
No. Revisi

Tanggal Terbit :
Halaman
UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA
1. Pengertian

2. Tujuan

:1
DARMADI
NIP.19721202
199303 1 011

Pengendalian adalah suatu kegiatan untuk memastikan


tercapainya sasaran yang diinginkan sesuai dengan strategi dan
program yang telah ditetapkan sehingga tidak terjadi kelebihan
atau kekurangan / kekosongan obat di unit pelayanan kesehatan
dasar
Sebagai pedoman dalam perencanaan dan pengadaan obat-obat
agar tidak terjadi kekurangan / kekosongan obat serta terjadinya
obat kadaluarsa akibat terlalu banyaknya stok obat yang tidak
digunakan

3. Kebijakan
4. Referensi

1. Buku pedoman pengelolaan obat publik dan perbekalan


kesehatan dipuskesmas. Dirjen pelayanan farmasi dan alat
kesehatan departemen kesehatan RI cetakan ke-2 tahun
2005
5. langkahA. Perencanaan
1.Petugas
farmasi menghitung pemakaian obat rata-rata perbulan
langkah
dari setiap unit pelayanan puskesmas induk, apotek pelayanan
puskesmas induk, dan dari jaringan puskesmas induk (puskesmas
pembantu dan pos kesehatan desa) untuk menyusun perencanaan
obat selama satu tahun.
2.Petugas farmasi mengajukan usulan obat ke GFK (gudang
farmasi kabupaten) sesuai ketersediaan obat dan alat kesehatan
3.Petugas farmasi mengajukan usulan obat yang tidak tersedia di
luar formularium nasional untuk memenuhi kebutuhan
4.Petugas farmasi meminta persetujuan kepala puskesmas tentang
usulan obat yang tidak tersedia pada formularium nasional
B. Pengelolaan dan pengendalian obat
1. Petugas farmasi menerima obat dan alat kesehatan dari gudang
farmasi kabupaten berdasrkan permintaan yang di usulkan setiap
triwulan melalui LPLPO
2. Petugas farmasi memeriksa obat dan alat kesehatan dengan
kesesuaian antara SBBK (surat bukti barang keluar) dengan obat
dan alat kesehatan yang dikirimkan ke puskesmas
3. Petugas farmasi mendokumentasikan jumlah dan tanggal
kadaluarsa obat dan alat kesehatan yang ditreima kedalam kartu
stock obat sebagai pengendali stock
4. Petugas farmasi memberikan informasi kepada petugas medis /
dokter penulis resep jika ada obat yang mempunyai stok berlebih
untuk menghindari obat terbuang akibat lewat dari tanggal
kadaluarsa
5. Petugas farmasi juga memberikan informasi kepada petugas
medis / dokter penulis resep tentang obat yang stocknya habis /
menipis untuk mengganti dengan obat pengganti yang lain
dengan efek terapi / fungsi yang sama
C. Evaluasi penggunaan obat
1. Petugas farmasi mengevaluasi penggunaan obat di setiap
unit pelayanan puskesmas dah jaringannya (puskesmas
pembantu dan pos kesehatan desa) melalui laporan
penggunaan obat dan LPLPO untuk menghindari ketidak
sesuaian pemakaian obat dan kelebihan / kekeurangan obat
6.Hal-hal yang
1. Setiap petugas yang melaksanakan kegiatan hendaknya
perlu
selalu memperhatikan langkah langkah yang telah dibuat
diperhatikan
7.Unit terkait
Unit pelayanan, Apotek pelayanan puskesmas, jaringan
puskesmas (puskesmas pembantu dan pos kesehatan desa),
gudang farmasi
8.Dokumen
SBBK, kartu stok, LPLPO
terkait
9.Rekaman
No
Yang diubah
Isi Perubahan Tanggal mulai
Historis
diberlakukan

Perubahan

PENYEDIAAN OBAT YANG


MENJAMIN KETERSEDIAAN
OBAT

SOP

No Dokumen

No Revisi

:-

Tanggalterbit
Halaman
UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA

:
:
DARMADI
NIP. 19721202 199303 1 011

1. Pengertian

Prosedur ini mengatur penyediaan dan menjamin ketersediaan obat di


unit pelayanan puskesmas dan jaringannya

2. Tujuan

Sebagai pedoman dalam melaksanakan penyediaan yang menjamin


ketersediaan obat.

3. Kebijakan

Penyediaan dan penggunaan obat untuk kebutuhann pelayanan


dilakukan secara efektif dan efisien.

4. Referensi

1. UU. No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan


2. PP No. 51 tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian
3. Permenkes No. 30 tahun 2014 tentang standart pelayanan
kefarmasian di puskesmas
4. Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas

5. langkah-langkah
1. Petugas farmasi membuat daftar kebutuhan perbekalan farmasi
2. Petugas farmasi membuat perencanaan berdasarkan daftar
penerimaan obat GFK (gudang farmasi kabupaten) selama satu

tahun kebelakang, yang disebut RKO (rencana kebutuhan obat)


3. Petugas farmasi melakukan perhitungan perbekalan farmasi
dengan kebutuhan yang diperlukan, kemudian diajukan kepada
kepala puskesmas untuk dilakukan koreksi
4. Apabila kepala puskesmas menyetujui maka rencana kebutuhan
perbekalan farmasi akan diajukan kepada dinas kesehatan
kabupaten
5. Petugas farmasi setiap bulan membuat laporan LPLPO
berdasarkan pemakaian pada unit pelayanan dan jaringan
puskesmas
6. Hal-hal yang
perlu diperhatikan

Setiap petugas yang melaksanakan kegiatan hendaknya selalu


memperhatikan langkah langkah yang telah dibuat.

7.Unit terkait

Gudang farmasi puskesmas

8.Dokumen terkait

LPLPO

9.Rekaman
Historis Perubahan
No
Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggalmulaid
iberlakukan

PENGGUNAAN OBAT YANG


DIBAWA SENDIRI OLEH PASIEN
ATAU KELUARGA

SOP

No Dokumen

No Revisi

:-

Tanggalterbit
Halaman
UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA

:
:
DARMADI
NIP. 19721202 199303 1 011

1. Pengertian

Penggunaan obat yang dibawa sendiri oleh pasien atau keluarga


adalah penggunaan obat yang dibawa sendiri oleh pasien atau
keluarga, diluar resep dari dokter puskesmas Sukamara. Prosedur ini
diutamakan untuk pasien rawat inap

2. Tujuan

Prosedur ini sebagai acuan dalam penggunaan obat yang dibawa


sendiri oleh pasienatau keluarga di puskesmas Sukamara.

3. Kebijakan

Untuk pasien rawat jalan yang tidak membawa contoh

4. Referensi

1. Permenkes No. 30 tahun 2014 tentang standart pelayanan


kefarmasian di puskesmas
2. Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas

5. langkah-langkah

1. Petugas farmasi menerima resep dari pasien atau keluarga.


2. Petugas farmasi menanyakan kepada keluarga pasien apakah
pasien atau keluarga pasien membawa obat sendiri dari rumah
3. Jika ada, meminta dengan hormat kepada keluarga pasien untuk
menyerahkan obat tersebut pada petugas farmasi
4. Petugas farmasi memeriksa obat dari keluarga pasien meliputi :
jenis, jumlah dan keadaan obat
5. Petugas farmasi berkonsultasi dengan dokter terkait, untuk
memastikan apakah obat yang dibawa oleh keluarga pasien
dapat digunakan bersama dengan terapi yang sedang dilakukan.
6. Petugas farmasi memastikan tidak adanya interaksi, kontra
indikasi,atau efek agonis/antagonis antara obat yang dibawa dari
rumah dengan obat terapi yang berlangsung
7. Jika dokter yang terkait meminta menghentikan obat yang

6. Hal-hal yang
perlu diperhatikan

dibawa sendiri, maka petugas farmasi menyerahkan kembali


obat tersebut kepada pasien atau keluarga pasien
Setiap petugas yang melaksanakan kegiatan hendaknya selalu
memperhatikan langkah langkah yang telah dibuat.

7.Unit terkait

Apotek pelayanan, ruang raawat inap

8.Dokumen terkait

Jadwal pemberian obat pasien

9.Rekaman
Historis Perubahan
No
Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggalmulaid
iberlakukan

MENJAGA TIDAK TERJADI


PEMBERIAN OBAT
KADALUARSA, PELAKSANAAN
FIFO DAN FEFO, KARTU
STOK/TERENDALI

SOP

No Dokumen

No Revisi

:-

Tanggalterbit
Halaman
UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA

:
:
DARMADI
NIP. 19721202 199303 1 011

1. Pengertian

Menjaga tidak terjadi pemberian obat kadaluarsa, pelaksanaan FIFO


dan FEFO, kartu stock merupakan rangkaian proses dalam
penyimpanan obat dengan cara mencatat pada kartu stock tanggal
dan jumlah penerimaan, mencatat tangga kadaluarsa obat dan no
bacth serta melaksanakan sistem penyimpanan rolling, dimana obat
yang datang terlebih dahulu dikeluarkan dahulu dan oat yang
kadaluarsa lebih awal dikeluarkan terlebih dahulu daripada obat
dengan tanggal kadaluarsa yang lebih panjang atau lama.

2. Tujuan

Prosedur ini dibuat sebagai acuan enerapan langkah-langkah untuk


menjaga tidak terjadinyapemberian obat-obat kadaluarsa,
pelaksanaan FIFO dan FEFO serta kartu stock

3. Kebijakan
4. Referensi

1. Permenkes No. 30 tahun 2014 tentang standart pelayanan


kefarmasian di puskesmas
2. Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas

5. langkah-langkah

1. Petugas farmasi mempersiapkan kartu stock sesuai dengan


bentuk sediaan dan nama obat masing-masing
2. Petugas farmasi mencatat atau mendokumentasikan nama dan
jumlah obat atau alat kesehatan yang masuk sesuai dengan
SBBK
3. Petugas farmasi mencatat tanggal kadaluarsa dan no bacth di
kolom keterangan pada kartu stock
4. Petugas farmasimenata obat berdasarkan farmakoterapi,
alfabethis, serta bentuk sediaan. Untuk obat narkotika atau
psikotropika ditempatkan dalam wadah tersendiri/khusus
5. Petugas merotasi obat dengan sistem FEFO dan FIFO
6. Petugas farmasi mengeluarkan obat yag lebih awal kadaluarsa
terlebih dahulu
7. Petugas famasi mengeluarkan obat yang datang pertama kali
terlebih dahulu daripada obat yang datang kemudian, jika
tanggal kadaluarsanya sama
8. Petugas farmasi meletakan buku bantu barang keluar digudang
obat, untuk memudahkan pencatatan pada kartu stock

6. Hal-hal yang
perlu diperhatikan

Setiap petugas yang melaksanakan kegiatan hendaknya selalu


memperhatikan langkah langkah yang telah dibuat.

7.Unit terkait

Apotek pelayanan, unit pelayanan puskesmas, jaringaa puskesmas


(puskesmas pembantu dan pos kesehatan desa)

8.Dokumen terkait

Kartu stock, LPLPO

9.Rekaman
Historis Perubahan
No
Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggalmulaid
iberlakukan

PELAPORAN EFEK SAMPING


OBAT

SOP

No Dokumen

No Revisi

:-

Tanggalterbit
Halaman

:
:

UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA

DARMADI
NIP. 19721202 199303 1 011

1. Pengertian

Pelaporan efek samping obat adalah suatu proses kegiatan


pemantauan setiap respon terhadap obat yang merugikan atau yag
tiak diharapkan yang terjadi pada dosis normal yang digunakan pada
manusia untuk tujuan profilaksis, diagnosis dan terapi serta dalam
mengevaluasi pengobatan sesuai dengan formularium puskesmas.

2. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk :


1. Menemukan efek samping obat sedini mungkin terutama yang
berat, tidak dikenal, frekuensinya jarang
2. Menentukan frekuensi dan insidental efek samping obat yang
sudah dikenal,yang baru saja terjadi/ditemukan
3. Mengenal
semua
faktor
yang
mungkin
dapat
menimbulkan/mempengaruhi timunya efek samping obat atau
mempengaruhi angka kejadian dan hebatnya efek samping obat
4. Menjaga agar obat yang menimbulkan efek samping yang
pernah terjadi tidak terbawa lagi oleh pasien yang bersangkutan
maupun pasien lain dan tidak di masukkan lagi dalam
persediaan obat.

3. Kebijakan
4. Referensi

5. langkah-langkah

6. Hal-hal yang
perlu diperhatikan

1. Permenkes No. 30 tahun 2014 tentang standart pelayanan


kefarmasian di puskesmas
2. Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas
1. Petugas poli umum / UGD menerima keluhan dari pasien
tentang ESO
2. Petugas poli umum / UGD menanyakan riwayat alergi
sebelumnya
3. Petugas Poli umu / UGD meminta obat yang telah diminum dan
mencocokkan dengan catatan terapi dalam rekam medis dan
apabila ada kecocokkan dengan riwayat alergi yang tercantum
dalam rekam medis
4. Petugas poli umum / UGD memastikan keluhan yang dilaporkan
terjadi karena efek samping obat
5. Petugas poli umum / UGD menentukan kemungkinan jenis obat
yang menjadi penyebab alergi
6. Bila belum tercatat petugas poli umum / UGD menuliskan
didalam rekam medis dengan tinta merah tentang alergi obat
7. Petugas poli umum / UGD memberi informasi kepada pasien
tentang jenis obat yag menyebabkan alergi untuk di ingat pasien
dan menginformasikan ke petugas ketika berobat.
8. Petugas polii umum / UGD mencatat kejadian ESO kedalam
form monitoring efek samping obat.
9. Obat dihentikan dan diberikan obat pengganti
Setiap petugas yang melaksanakan kegiatan hendaknya selalu
memperhatikan langkah langkah yang telah dibuat.

7.Unit terkait

Rekam medis, poli umum / UGD, apotek

8.Dokumen terkait

Formulir MESO

9.Rekaman
Historis Perubahan
No
Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggalmulaid
iberlakukan

IDENTIFIKASI DAN PELAPORAN


KESALAHAN PEMBERIAN OBAT
DAN KEJADIAN NYARIS CEDERA
(KNC)

SOP

No Dokumen

No Revisi

:-

Tanggalterbit
Halaman
UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA

:
:
DARMADI
NIP. 19721202 199303 1 011

1. Pengertian

Kegiatan ini mengidentifikasi dan melaporkan mengenai kesalahan


dalampeberian obat dan kejadian nyaris cedera (KNC)

2. Tujuan

Kegiatan ini bertujuan agar pasien mengerti dan mengetahui tata cara

minum obat, waktu yang tepat untuk minum obat, berapa lama harus
minum obat serta bagaimana memperlakukan obat dengan baik
3. Kebijakan
4. Referensi

6. Hal-hal yang
perlu diperhatikan

Buku pedoman pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan


dipuskesmas, Direktorat Jenderal Pelaksanaan Kefarmasian dan Alat
Kesehatan.
Memberikan informasi kepada pasien pada saat penyerahan obat,
yang terdiri dari :
1. Waktu minum obat. Seperti diminum pagi / siang / sore /
malam hari , obat diminum sebelum atau sesudah makan.
2. Lama minum obat. Petugas farmasi memberikan informasi
tentang batasan sampai kapan harus minum obat, kecuali
untuk antibiotika harus diminum sampai oba habis walaupun
sudah tidak ada keluhan atau sudah sembuh
Cara penggunaan obat yang sesuai dan benar akan menentukan
keberhasilan pengobatan. Oleh karena itu pasien harus mendapatkan
penjelasan mengenai cara penggunaan obat yang baik dan benar
terutama untuk sediaan farmasi tertentu seperti obat oral, obat
tetes/salep mata, obat tetes hidung, obat tetes telinga, suppositoria,
tablet vaginal
Setiap petugas yang melaksanakan kegiatan hendaknya selalu
memperhatikan langkah langkah yang telah dibuat.

7.Unit terkait

Apotek

5. langkah-langkah

8.Dokumen terkait
9.Rekaman
Historis Perubahan
No
Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggalmulaid
iberlakukan

EVALUASI KETERSEDIAAN
OBAT TERHADAP
FORMULARIUM, HASIL
EVALUASI DAN TINDAK LANJUT

SOP

No Dokumen

No Revisi

:-

Tanggalterbit
Halaman
UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA

1. Pengertian

:
:
DARMADI
NIP. 19721202 199303 1 011

1. Evaluasi ketersediaan obat terhadap formularium adalah suatu


proses yang sistematis untuk menentukan sampai sejauh mana
ketersediaan terhadap formularium yang telah tercapai
2. Hasil evaluasi menjai mpan balik program yang memerlukan
perbaikan, kebutuhan yang belum terlayani, kemampuan dalam
melakuan program, dampak program, terhadap perilaku, prestasi
kerja, serta peningkatan mutu
3. Tindak lanjut adalah memperbaiki hal yang dipandang lemah,
kurang tepat, kurang relevan dengan tujuan yang ingin dicapai
dan mengembangkan program dengan cara menambah atau
merubah beberapa hal yang di pandang dapat meningkatkan
kualitas atau efektifitas program

4. Formularim adalah daftar obat yang digunakan oleh puskesmas


yang berisis panduan terapi pasien, biasanya berisi nama obat
generikyang dikelompokkan dalam terapi penyakit disertai
dengan beberapa alternatif obat dengan nama daganng tertentu.
Seiring dengan perkembangan obat formularium dapat
dilakukan perbaharuan sacara periodik melalui prosedur
tertentu.
2. Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui


ketersediaan obat dengan kebutuhan obat

kesesuain

antara

3. Kebijakan
4. Referensi

5. langkah-langkah

1. Permenkes No. 30 tahun 2014 tentang standart pelayanan


kefarmasian di puskesmas
2. Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas

6. Hal-hal yang
perlu diperhatikan

1. Petugas farmasi melakukan pengambilan data stok opname


enam bulan sekali
2. Petugas farmasi mengumpulkan data jenis obat yang tersedia
dari stock opname selama satu tahun terakhir
3. Petugas farmasi mencatat jumlah jenis obat yang tersedia di
puskesmas
4. Petugas farmasi menghitung jumlah dari beberapa jenis obat
yang tersedia di puskesmas (A)
5. Petugas farmasi mengumpulkan data jenis obat di puskesmas
yang terdapat pada FORNAS (FORMULARIUM NASIONAL)
6. Petugas farmasi mencatat total jenis obat di puskesmas yang
terdapat dalam FORNAS
7. Petugas farmasi menghitng kebutuhan obat di puskesmas yang
terdapat dalam FORNAS 9B)
8. Petugas farmasi menghitung prosentase tingkat ketersediaan
obat dengan kebutuhan obat dipuskesmas berdasarkan jumlah
jenis obat yang terdapat pada FORNAS
9. Petugas farmasi menyampaikan hasil prosentase dan hasil
evaluasi ketersediaan terhadap formularium puskesmas kepada
kepala puskesmas
10. Kepala puskesmas menindaklanjuti hasil evaluasi ketersediaan
obat terhadap formularium dengan melaporkan kepada team
perencanaan kebutuhan obat terpadu kabupaten melalui kepala
bidang JAMSARKES (JAMINAN SARANA KESEHATAN)
Setiap petugas yang melaksanakan kegiatan hendaknya selalu
memperhatikan langkah langkah yang telah dibuat.

7.Unit terkait

Apotek, unit pelayanan, jaringan puskesmas

8.Dokumen terkait

LPLPO

9.Rekaman
Historis Perubahan
No
Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggalmulaid
iberlakukan

PENYIMPANAN OBAT
EMERGENCY DALAM KOTAK
EMERGENCY

SOP

No Dokumen

No Revisi

:-

Tanggalterbit
Halaman
UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA

:
:
DARMADI
NIP. 19721202 199303 1 011

1. Pengertian

1. Penyimpanan obat emergency dalam kotak emergency adalah


suatu kegiatan penyimpanan obat-obatan tertentu yang
dibutuhkan pasien secara cepat, yang dilakukan pada unit
tertentu diluar instalasi farmasi, serta disimpan dalam kotak
emergency.
2. Kotak emergency adalah wadah atau tempat disimpannya obat
emergency

2. Tujuan

1. Agar dapat menjamin ketersediaan dan keamanan penyimpanan


obat emergency
2. Agar obat emergency dapat selalu tersedia pada saat dibutuhkan
3. Memenuhi kebutuhan terapi tindakan pasien yang memerlukan
penanganan cepat di puskesmas Sukamara

3. Kebijakan
4. Referensi

3. Permenkes No. 30 tahun 2014 tentang standart pelayanan


kefarmasian di puskesmas
4. Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas

5. langkah-langkah

1. Petugas unit pelayanan menyiapkan obat yang akan disimpan


dalam kotak emergency yang telah ditentukan
2. Susun obat emergency dalam kotak emergency dengan susunan
sesuai dengan tingkat kegawat daruratannya
3. Kunci kotak emergency dengan kunci disposable. Bila ada
penggunaan obat, buka kotak emergency dengan menggunting

6. Hal-hal yang
perlu diperhatikan

kunci disposable tersebut


4. Setelah petugs unit pelayanan melakukan tindakan emergncy
maka obat emergency yang telah digunakan harus diganti, sesuai
dengan jens dan jumlah yang terpakai.
5. Jika terdapat kekurangan baik julah ataupun jenis obat
emergency, maka segera lengai kekurangan tersebut dengan
menghubungi petugas farmasi yang terkait
Setiap petugas yang melaksanakan kegiatan hendaknya selalu
memperhatikan langkah langkah yang telah dibuat.

7.Unit terkait

Apotek, unit pelayanan

8.Dokumen terkait

LPLPO

9.Rekaman
Historis Perubahan
No
Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggalmulaid
iberlakukan

PEMBERIAN INFORMASI
TENTANG EFEK SAMPING OBAT
ATAU EFEK YANG TIDAK
DIHARAPKAN

SOP

No Dokumen

No Revisi

:-

Tanggal terbit
Halaman

:
:

UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA

1. Pengertian

DARMADI
NIP. 19721202 199303 1 011

Suatu proses pemberian informasi mengenai efek samping obat atau


efek yang tidak diharapkan kepada pasiendengan informasi yang

2. Tujuan

memadai disertai pendokumentasian


Agar pasien dapat menggunakan obat yang diterimasesuai cara
pakainya dan mengurangi kesalahan pemakaian.

3. Kebijakan

1. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2014 Tentang

4. Referensi

Standar Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas


1. Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, Kemenkes 2014

5. langkah-langkah

2. Pedoman Cara Pelayanan Kefarmasian yang Baik, IAI, 2011


1. Memanggil pasien/keluarganya serta memastikan identitas
pasien sudah benar
2. Menyerahkan obat yang telah diperiksa kepada pasien/
keluarganya
3. Petugas menyerahkan obat kepada pasien/keluarga pasien
disertai dengan informasi nama obat, jumlah obat, bentuk
sediaannya, lama pemakaian cara penggunaan, kegunaan
obat, penyimpanan, dan efek samping obat atau efek yang
tidak diharapkan.
4. Obat golongan Antibiotik

disertai

dengan

informasi

diminumsampai habis.
5. Informasi cara pemusnahan obat sisa diberikan kepada pasien
yang memperoleh sirup kering, tetes mata/tetes telinga/salep
6. Hal-hal yang

mata dan/atau apabila pasien mananyakan.


Setiap petugas yang melaksanakan kegiatan hendaknya selalu

perlu diperhatikan

memperhatikan langkah langkah yang telah dibuat.

7.Unit terkait

Poli Umum, Poli Gigi, Poli KIA

8.Dokumen terkait

LPLPO

9.Rekaman
Historis Perubahan
No
Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggalmulaid
iberlakukan

MONITORING PENYEDIAAN
OBAT EMERGENCY DI UNIT
PELAYANAN
No Dokumen

No Revisi

:-

SOP

terbit
:
Yang diubah Tanggal
Isi Perubahan

No

Halaman

Tanggal mulai
diberlakukan

UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA

1. Pengertian

DARMADI
NIP. 19721202 199303 1 011

Monitoring penyediaan obat emergency di unit pelayanan adalah:


melakukan pemantauan atau pengawasan tentang ketersediaan obat
di unit pelayanan, apakah obat

2. Tujuan

tersebut tersedia atau obat yang

tidaklayak pakai karena rusak atau kadaluwarsa


Memonitoring obat emergency yang masih bisa digunakan dengan
yang tidak layak pakai karena rusak atau sudah kadaluwarsa

3. Kebijakan
4. Referensi

1. Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, Kemenkes 2014

5. langkah-langkah

2. Pedoman Cara Pelayanan Kefarmasian yang Baik, IAI, 2011


1. Farmasis melakukan pemeriksaan terhadap obat emergency di
unit pelayanan melalui laporan yag diberikan oleh petugas unit
pelayanan dan atau secara berkala melakukan pemeriksaan
secara langsung melihat ketersediaan obat emergency di unit
pelayanan.
2. Farmasis mengganti obat yang tidak layak pakai seperti jika
ditemukan mutu / kualitas obat yang menurun
3.
4.
5.
6. dengan obat yang layak pakai.
7. Farmasis memisahkan obat yang tidak layak pakai.
8. Farmasis mencatat obat yang tidak layak pakai karena rusak atau
kadaluwarsa
9. Farmasis meretur / mengembalikan obat yang tidak layak pakai
karena rusak atau kadaluwarsa ke gudang obat
10. Farmasis mencatat obat yang tidak layak pakai karena rusak

6. Hal-hal yang
perlu diperhatikan

atau kadaluwarsa.
Cara penyimpanan obat

7.Unit terkait

Poli Umum, Poli Gigi, Poli KIA

8.Dokumen terkait

LPLPO, catatan obat kadaluawarsa atau rusak

9.Rekaman
Historis Perubahan

PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA


UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS
( UPTD )

PUSKESMAS SUKAMARA
Jl. P. Sukarma no. 35 No. Telp. ( 0532 ) 26018
Kode Pos 74711

KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS SUKAMARA


DINAS KESEHATAN KABUPATEN SUKAMARA
NOMOR :
/
/PKM-SUKAMARA/2016
TENTANG
PENYEDIAAN OBAT EMERGENSI DI UNIT PELAYANAN

MENIMBANG

a. Bahwa untuk menjamin penanganan pasien gawat darurat


secara cepat, tepat, terarah dan berkualitas, maka
diperlukan penatalaksanaan pasien gawat darurat.
b. Bahwa dalam penyusunan kegawatdaruratan medis,
diperlukan penyediaan obat obat emergensi di unit
pelayanan
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a dan b,perlu
menetapkan Keputusan Kepala Puskesmas Sukamara
tentang Penyediaan Obat Obat Emergensi di Unit
Pelayanan
MENGINGAT:
a. UU Nomor36Tahun 2009, tentangKesehatan;
b. UU Nomor44Tahun 2009, tentangRumah Sakit;
c. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 128/Men.Kes/SK/II/
2004 tentang Kebijakan Dasar Puskesmas;
d. Peraturan
Menteri
No.290/MENKES/PER/III/2008
Tindakan Kedokteran;
e. Peraturan

Tentang

Menteri

Kesehatan
Persetujuan
Kesehatan

No.1691/MENKES/PER/VIII/2011 Tentang Keselamatan


Pasien Rumah Sakit;

MEMUTUSKAN
MENETAPKAN

KEPUTUSAN

KEPALA PUSKESMAS

GALALA

TENTANG PENYEDIAAN OBAT OBAT EMERGENSI


DI UNIT PELAYANAN.
KESATU

: Menentukan obat obat emergensi yang tersedia


sebagaimana terlampir dalam keputusan ini

KEDUA

: Puskesmas menjamin tersedianya obat obat emergensi


sebagaimana pada diktum Pertama dengan menerapkan
pengelolaan obat dengan benar.

KETIGA

: Petugas di unit emergensi bertanggung jawab akan


ketersediaan obat obat emergensi tersebut, baik dalam
hal pemesanan maupun keamanannya.

KEEMPAT

: Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan


apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam
penetapannya,

maka

akan

diadakan

pembetulan

sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di
Pada Tanggal

: Sukamara
:

Kepala UPTD Puskesmas Sukamara


DARMADI, SH
NIP. 19721202 199303 1 011

PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA


UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS
( UPTD )

PUSKESMAS SUKAMARA
Jl. P. Sukarma no. 35 No. Telp. ( 0532 ) 26018
Kode Pos 74711

KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS SUKAMARA


DINAS KESEHATAN KABUPATEN SUKAMARA
NOMOR :
/
/PKM-SUKAMARA/2016
TENTANG
PERESEPAN, PEMESANAN DAN PENGELOLAAN OBAT
Menimbang

a.

bahwa

untuk

menunjang
b.

layanan klinis di
Puskesmas, maka
perlu

didukung

oleh

pelayanan

c.

obat yang baik;


bahwa

untuk

menunjang
pelayanan klinis
di

UPTD

Puskesmas
Sukamara
diperlukan
adanya kebijakan
tentang
peresepan,
pemesanan

dan

pengelolaan obat
Puskesmas;
bahwa
berdasarkan
pertimbangan
pada huruf a dan
b,

perlu

menetapkan
Keputusan
Kepala
Puskesmas
Sukamara
Kabupaten
Sukamara tentang
Peresepan,
Pemesanan
Pengelolaan
Obat;

dan

Mengingat

1. UU Nomor 29 Tahun 2004, tentang Praktik Kedokteran;


UU Nomor 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan;
2. Peraturan Pemerintah No.51 tahun 2009 tentang
3. Pekerjaan Kefarmasian;
Keputusan Menteri Kesehatan RI No.922 tahun 2008
4. tentang Obat dan Perbekalan Kesehatan;
Peraturan

Menteri

Kesehatan

No.1691/MENKES/

5. PER/VIII/2011 Tentang Keselamatan Pasien Rumah


Sakit;
Peraturan Menteri

Kesehatan

Republik

Indonesia

Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan


Masyarakat;

MEMUTUSKAN
Menetapkan

: KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS SUKAMARA


KABUPATEN SUKAMARA TENTANG PERESEPAN,
PEMESANAN DAN PENGELOLAAN OBAT DI UPT
: PUSKESMAS SUKAMRA.
: Menentukan peresepan, pemesanan dan pengelolaan

PERTAMA

obat sebagaimana terlampir dalam keputusan ini.


Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan

KEDUA

apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam


penetapannya,

maka

akan

diadakan

pembetulan

sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Sukamara
PadaTanggal :
Kepala UPTD Puskesmas Sukamara
DARMADI, SH
NIP. 19721202 199303 1 011

PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA


UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS
( UPTD )

PUSKESMAS SUKAMARA
Jl. P. Sukarma no. 35 No. Telp. ( 0532 ) 26018
Kode Pos 74711

KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS SUKAMARA


DINAS KESEHATAN KABUPATEN SUKAMARA
NOMOR :
/
/PKM-SUKAMARA/2016
TENTANG
PELATIHAN BAGI PETUGAS YANG DIBERI KEWENANGAN
MENYEDIAKAN OBAT TETAPI BELUM SESUAI PERSYARATAN DI
PUSKESMAS SUKAMARA
Menimbang : a. bahwa demi kelancaran pelayanan kefarmasian di Puskesmas
Sukamara Kabupaten Sukamara perlu adanya pelatihan bagi
petugas yang diberi kewenangan menyediakan obat tetapi
belum sesuai persyaratan di Puskesmas Pondok SUkamara
Kabupaten Sukamara;
b

bahwa untuk keperluan tersebut pada butir a perlu ditetapkan


dengan keputusan Kepala Puskesmas Sukamara Kabupaten

Sukamara;
bahwa hal-hal yang tercantum dalam Keputusan ini dipandang
cukup untuk pelatihan bagi petugas yang diberi kewenangan

menyediakan obat tetapi belum sesuai persyaratan di


Puskesmas Sukamara Kabupaten Sukamara;
Mengingat :

1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009


tentang Kesehatan;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan
Kefarmasian;
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1332
Tahun 2002 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Apoteker di
Puskesmas;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2014 tentang
Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75
Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;
MEMUTUSKAN

Menetapkan

KESATU

KEDUA

KETIGA

KEEMPAT

: Keputusan Kepala Puskesmas Pondok Jagung tentang Pelatihan


Bagi Petugas yang Diberi Kewenangan Menyediakan Obat Tetapi
Belum Sesuai Persyaratan di Puskesmas Sukamara;
: Menetapkan pelatihan bagi petugas yang diberi kewenangan
menyediakan obat tetapi belum sesuai persyaratan di Puskesmas
Sukamara Kabupaten Sukamara;
: Pelatiha bagi petugas yang diberi kewenangan menyediakan obat
tetapi belum sesuai persyaratan di Puskesmas Sukamara seperti
dimaksud dalam diktum Kesatu adalah suatu proses atau upaya
peningkatan pengetahuan dan keterampilan di bidang
kefarmasian atau bidan yang berkaiatan dengan bidang
kefarmasian secara berkesinambungan untuk mengembangkan
potensi dan produktivitas tenaga kefarmasian secara optimal;
: aktivitas yang dilakukan dalam rangka penyiapan dan
pengembangan pengetahuan dan keterampilan bagi petugas yang
diberi kewenangan menyediakan obat tetapi belum sesuai
persyaratan disebutkan dalam lampiran surat keputusan ini;
: Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan
ketentuan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan akan
diadakan perbaikan/perubahan sebagaimana mestinya;

Ditetapkan di

: Sukamara

PadaTanggal

Kepala UPTD Puskesmas Sukamara


DARMADI, SH
NIP. 19721202 199303 1 011

Lampiran
Nomor
Tanggal

: Keputusan Kepala Puskesmas Sukamara


:
:

PELATIHAN BAGI PETUGAS YANG DIBERI KEWENANGAN


MENYEDIAKAN OBAT TETAPI BELUM SESUAI PERSYARATAN DI
PUSKESMAS SUKAMARA

1. Setiap tenaga kefarmasian di Puskesmas mempunyai kesempatan yang sama


untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
2. Apoteker dan/atau Tenaga Teknis Kefarmasian dan/atau Petugas yang diberi
kewenangan menyediakan obat tetapi belum sesuai persyaratan harus
memberikan masukan kepada pimpinan dalam menyusun program
pengembangan staf
3. Staf baru mengikuti orientasi untuk mengetahui tugas, fungsi, wewenang,
dan tanggung jawabnya
4. Melakukan analisis kebutuhan peningkatan pengetahuan dan keterampilan
bagi tenaga kefarmasian dan petugas yang diberi kewenangan menyediakan
obat tetapi belum sesuai persyaratan
5. Tenaga kefarmasian dan petugas yang diberi kewenangan menyediakan obat
tetapi belum sesuai persyaratan difasilitasi untuk mengikuti program yang
diadakan oleh organisasi profesi dan institusi pengembangna pendidikan
berkelanjutan terkait
6. Memberikan kesempatan bagi institusi lain untuk melakukan praktek,
magang dan penelitian tentang pelayanan kefarmasian di Puskesmas.

Ditetapkan di
Pada Tanggal

: Sukamara
:

Kepala UPTD Puskesmas Sukamara


DARMADI, SH
NIP. 19721202 199303 1 011

PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA


UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS
( UPTD )

PUSKESMAS SUKAMARA
Jl. P. Sukarma no. 35 No. Telp. ( 0532 ) 26018
Kode Pos 74711

KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS SUKAMARA


DINAS KESEHATAN KABUPATEN SUKAMARA
NOMOR :
/
/PKM-SUKAMARA/2016
TENTANG
PENANGGUNG JAWAB TINDAK LANJUT PELAPORAN
Menimbang : a. bahwa dalam rangka menindaklanjuti pelaporan di Puskesmas,
diperlukan adanya penanggung jawab tindak lanjut pelaporan
b

bahwa sehubungan dengan konsideran menimbang huruf a,


maka dipandang perlu untuk menetapkan dalam suatu Surat
Keputusan kepala puskesmas

Mengingat

1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009


tentang Kesehatan;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang
Pekerjaan Kefarmasian
3. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 889 / MENKES /
PER / V / 2011 Tentang Registrasi, Izin Praktik, Izin Kerja
Tenaga Kefarmasian.
MEMUTUSKAN

Menetapkan :

Kesatu

Kedua

Ketiga

KEPUTUSAN
KEPALA
PUSKESMAS
TENTANG
PENANGGUNG JAWAB TINDAK LANJUT PELAPORAN.

: Mengangkat atas nama : FANI MAYASARI. S.Far., Apt NIP.


19850108 201001 2 005 menjadi penanggung jawab tindak
lanjut pelaporan di Puskesmas Sukamara
: Penanggung jawab tindak lanjut pelaporan sebagaimana diktum
kesatu mempunyai tugas :
a. Melakukan evaluasi terhadap laporan
b. Membuat draf tindak lanjut dari laporan
c.Menyampaikan draf tindak lanjut kepada pimpinan
d. Membuat tindak lanjut dari laporan
: Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan
apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan
perbaikan kembali sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di
Pada Tanggal

: Sukamara
:

Kepala UPTD Puskesmas Sukamara


DARMADI, SH
NIP. 19721202 199303 1 011

PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA


UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS
( UPTD )

PUSKESMAS SUKAMARA
Jl. P. Sukarma no. 35 No. Telp. ( 0532 ) 26018
Kode Pos 74711

KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS SUKAMARA


DINAS KESEHATAN KABUPATEN SUKAMARA
NOMOR :
/
/PKM-SUKAMARA/2016
TENTANG
PELAYANAN OBAT 24 JAM

Menimbang

a. bahwa untuk mendukung pemberian pelayanan pasien di Puskesmas,


pimpinan puskesmas mengatur tentang pelayanan obat 24 jam.;
b. bahwa sehubungan dengan butir a tersebut diatas ditetapkan tentang

Mengingat

Pelayanan Obat 24 jam dengan keputusan Kepala Puskesmas;


1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 94 tahun 2007 tentang pengendalian
dan pengawasan atas penyediaan dan penyaluran bahan obat, obat
spesifik dan alkes yang berfungsi sebagai obat;
3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik IndonesiaNomor 830/
MENKES/ SK/ IX/ 2009 tentang pedoman pelaksanaan penyediaan
obat dan vaksin dalam penyelenggaraan program pelayanan
kesehatan masyarakat;
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 131/
MENKES/ SK/ II/ 2004 tentang sistem penyediaan obat esensial;
5. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 189/
MENKES/ SK/ III/ 2006 tentang kebijakan obat nasional;
6. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1121/

MENKES/ SK/ XII/ 2008 tentang pedoman teknis penyediaan obat;


7. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 30 Tahun
2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian;
8. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun
2014 tentang Puskesmas;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan
KESATU
KEDUA
KETIGA

:
:
:
:

Keputusan Kepala Puskesmas Sukamara tentang pelayanan obat 24 jam.


Jenis obat yang disediakan pada Pelayanan Obat 24 jam
Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di
Pada Tanggal

: Sukamara
:

Kepala UPTD Puskesmas Sukamara


DARMADI, SH
NIP. 19721202 199303 1 011

LAMPIRAN
KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS
NO :

/2016

TENTANG JENIS OBAT YAG ADA


PADA PELAYANAN OBAT 24 JAM

OBAT YANG DISEDIAKAN PADA PELAYANAN 24 JAM


1. DUMIN RECTAL
2. STESOID RECTAL
3. CAIRAN INFUS RL
4. CAIRAN INFUS D5
5. CAIRAN INFUS NACL
6. IV CATHETER NO 18-24
7. INFUSE SET
8. ALKOHOL 70%
9. PHYTOMENADION INJ
10. MgSO4 20%-40% INJ
11. OXYTCIN INJ
12. METIL METERGIN INJ
13. METIL METERGIN TAB
14. POVIDON IODIUM
15. KASA STERIL
16. HANDSCOON

PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA


UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS
( UPTD )

PUSKESMAS SUKAMARA
Jl. P. Sukarma no. 35 No. Telp. ( 0532 ) 26018
Kode Pos 74711

KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS SUKAMARA


DINAS KESEHATAN KABUPATEN SUKAMARA
NOMOR :
/
/PKM-SUKAMARA/2016
TENTANG
PERSYARATAN PETUGAS YANG BERHAK MEMBERI RESEP

Menimbang

a. Bahwa untuk

meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian di

Puskesmas yang berorientasi kepada pasien, perlu disusun


Persyaratan Petugas yang Berhak Memberikan Resep
b. Bahwa sehubungan dengan butir a tersebut diatas maka perlu
menetapkan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Sukamara tentang
Persyaratan Petugas yang Berhak Memberikan Resep

Mengingat

1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;


2. Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik
KedokteraKeputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
3. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan
Kefarmasian
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 889/Menkes/Per/V/2011
tentang Registrasi Izin Praktik dan Izin Tenaga Kefarmasian
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 30
Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian;
6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75
Tahun 2014 tentang Puskesmas;
MEMUTUSKAN:

Menetapkan

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS TENTANG


PERSYARATAN PETUGAS YANG BERHAK MEMBERIKAN
RESEP DI PUSKESMAS SUKAMARA

KESATU

kepala Puskesmas Sukamara menetapkan petugas yang berhak menulis


resep di Puskesmas adalah dokter umum, dokter gigi atau petugas yang
telah diberi kewenangan atau pendelegasian.

KEDUA
KETIGA

Keputusan ini disampaikan kepada masing-masing yang bersangkutan

untuk diketahui dan dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab


Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan akan ditinjau
kembali jika terdapat kekeliruan di dalam penetapannya.

Ditetapkan di
Pada Tanggal

: Sukamara
:

Kepala UPTD Puskesmas Sukamara

DARMADI, SH
NIP. 19721202 199303 1 011

PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA


UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS
( UPTD )

PUSKESMAS SUKAMARA
Jl. P. Sukarma no. 35 No. Telp. ( 0532 ) 26018
Kode Pos 74711

KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS SUKAMARA


DINAS KESEHATAN KABUPATEN SUKAMARA
NOMOR :
/
/PKM-SUKAMARA/2016
TENTANG
PENYEDIAAN OBAT YANG MENJAMIN KETERSEDIAAN OBAT

Menimbang

: a. Bahwa obat merupakan komponen utama dalam


intervensi mengatasi masalah kesehatan, maka obat
publik dan perbekalan kesehatan perlu dijamin
ketersediaannya
untuk
memenuhi
kebutuhan
pelayanan kesehatan dasar;
b. bahwa sehubungan dengan butir (a) tersebut diatas
maka perlu menetapkan Surat Keputusan Kepala
Puskesmas Sukamara tentang Penyediaan obat yang
menjamin ketersediaan obat;

Mengingat

: a. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang


Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5063);
b. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pengadaan barang/Jasa Pemerintah

c. Peraturan
Menteri
Kesehatan
Nomor
1121/MENKES/SK/XII/2008
tentang
Pedoman
Teknis Pengadaan Obat Publik dan Perbekalan
Kesehatan untuk Pelayan Kesehatan Dasar);
d. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2014
Tentang Penggunaan Dana Kapitasi Jaminan
Kesehatan Nasional (JKN) Untuk Pelayanan
Kesehatan dan Dukungan Biaya Operasional Pada
Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik
Pemerintah;
e. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014
Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;
f. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 30 tahun 2014 tentang standar pelayanan
kefarmasian di Puskesmas;
MEMUTUSKAN

Menetapkan

PENYEDIAAN OBAT
KETERSEDIAAN OBAT

Pertama

: Penyediaan obat yang menjamin ketersediaan obat di


Puskesmas Sukamara sebagaimana rincian dalam
lampiran keputusan ini;

Kedua

: Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan


apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam
penetapannya,
maka
akan
diadakan perbaikan
sebagaimana mestinya..

Ditetapkan di
Pada Tanggal

YANG

MENJAMIN

: Sukamara
:

Kepala UPTD Puskesmas Sukamara


DARMADI, SH
NIP. 19721202 199303 1 011

LAMPIRAN

SURAT KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS SUKAMARA


NOMOR

TANGGAL :

PENYEDIAAN OBAT YANG MENJAMIN KETERSEDIAAN OBAT


A. PENDAHULUAN
Pada berbagai upaya pelayanan kesehatan, obat merupakan salah
satu unsur penting. Diantara berbagai alternatif yang ada, intervensi
dengan obat merupakan intervensi yang paling besar digunakan dalam
penyelenggaraan upaya kesehatan.
Dalam upaya meningkatkan ketersediaan obat dan perbekalan
kesehatan sangat diperlukan optimalisasi pemanfaatan dana, efektivitas
penggunaan,

pengendalian

persediaan

dan

pendistribusian

serta

penanganan obat rusak dan kadaluarsa


B. TEMA
Penyediaan obat yang menjamin ketersediaan obat
C. TUJUAN
1. Menjamin kelangsungan ketersediaan dan keterjangkauan Obat dan
Bahan Medis Habis Pakai yang efisien, efektif dan rasional
2. Meningkatkan kompetensi/kemampuan tenaga kefarmasian,
3. Mewujudkan sistem informasi manajemen,
4. Melaksanakan pengendalian mutu pelayanan
D. SASARAN
1. Poli pelayanan Puskesmas

2. Puskesmas pembantu/Poskesdes
3. Posyandu
4. Pengobatan Lansia
E. BENTUK KEGIATAN
Penyediaan obat untuk menjamin ketersediaan obat adalah sebagai berikut:
1. Permintaan rutin yang dilakukan setiap 3 bulan sesuai jadwal yang
telah ditetapkan oleh Gudang farmasi Kabupaten / instalasi farmasi
Dinas kesehatan kabupaten
2. Permintaan rutin yang dilakukan setiap bulan sesuai jadwal yang
telah ditetapkan, untuk puskesmaas pembantu / poskesdes,poli
pelayanan puskesmas, posyandu, dan pengobatan lansia
3. Permintaan

khusus,

Apabila

terjadi

kebutuhan

obat

yang

meningkat/sebelumnya ada kekosongan obat/ada kejadian luar biasa


(KLB/bencana)
4. Puskesmas dapat melakukan pengadaan obat sendiri dengan
menggunakan dana kapitasi JKN menurut syarat dan ketentuan yang
berlaku.

F. PENUTUP
Demikian program ini disusun untuk memberikan gambaran
mengenai Penyediaan obat yang menjamin ketersediaan obat di Puskesmas
Sukamara.

Kepala UPTD Puskesmas Sukamara


DARMADI, SH
NIP. 19721202 199303 1 011

PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA


UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS
( UPTD )

PUSKESMAS SUKAMARA
Jl. P. Sukarma no. 35 No. Telp. ( 0532 ) 26018
Kode Pos 74711

KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS SUKAMARA


DINAS KESEHATAN KABUPATEN SUKAMARA
NOMOR :
/
/PKM-SUKAMARA/2016
TENTANG
PENANGANAN OBAT KADALUARSA
Menimbang

Mengingat

: a.

bahwa Puskesmas Sukamara perlu untuk


selalu meningkatkan pelayanan kepada pelanggan melalui
peningkatan mutu secara berkesinambungan;

b.

bahwa dalam upaya meningkatkan mutu di


Puskesmas, maka diperlukan adanya suatu panduan cara
penanganan obat kadaluarsa;

c.

bahwa sesuai butir a. dan b. diatas perlu


ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Puskesmas;

1.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36


tahun 2009 tentang Kesehatan;

2.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014


tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;

3.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2014


tentang Standar Pelayana Farmasi di Puskesmas;

4.

PP 72/1998, Pengamanan sediaan farmasi dan alat


kesehatan. ;

M E M U T U S KAN

Menetapkan

PROSEDUR PENANGANAN OBAT KADALUARSA

Pertama

Memberlakukan Prosedur penanganan obat kadaluarsa.

Kedua

Prosedur penanganan obat kadaluarsa Puskesmas Sukamara


sebagaimana terlampir dalam surat keputusan ini, harus
dijadikan acuan dalam mengelola obat kadaluarsa di
Puskesmas Sukamara.

Ketiga

Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan


apabila dikemudian hari ternyata terdapat hal-hal yang perlu
penyempurnaan akan diadakan perbaikan dan penyesuaian
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di
Pada Tanggal

: Sukamara
:

Kepala UPTD Puskesmas Sukamara


DARMADI, SH
NIP. 19721202 199303 1 011

LAMPIRAN

SURAT KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS SUKAMARA


NOMOR

TANGGAL :

PROSEDUR PENANGANAN OBAT KADALUARSA


DEFINISI
1. Prosedur penanganan obat kadaluarsa adalah proses pengontrolan
terhadap

perbekalan

farmasi

yang

mendekati kadaluarsa maupun

sudah kadaluarsa
2. Perbekalan farmasi adalah sediaan farmasi yg terdiri dari obat, alat
kesehatan.
RUANG LINGKUP
Ruang lingkup panduan ini pencatatan perbekalan farmasi yang rusak atau
sudah kadaluarsa yang digunakan ada di apotik puskesmas ciledug

TATA LAKSANA
1. Setiap petugas farmasi melakukan pemeriksaan tanggal kadaluarsa setiap
bulannya
2. Membuat rekap dari seluruh data yang terkumpul dan dibuat
laporan perbekalan farmasi yang mendekati kadaluarsa selama 6 bulan
kedepan setiap bulanya.
3. Mengembalikan perbekalan farmasi yang sudah kadaluarsa yang dapat
dikembalikan sesuai dengan nomor batchnya.
4. Mempersiapkan data perbekalan farmasi yang sudah kadaluarsa yang dapat
kembalikan ke gudang Farmasi dinkes
5. Mempersiapkan obat yang sudah kadaluarsa yang tidak dapat
dikembalikan gudang Farmasi dinkes
6. Mempersiapkan data-data obat-obat yang menjelang kadaluarsa
untuk dibuatkan internal memo kepada dokter umum, dokter gigi dan dokter
untuk mendahulukan penggunaan obat yang mendekti kadaluarsa.

DOKUMENTASI
Catatan obat obat kadaluarsa

Kepala UPTD Puskesmas Sukamara


DARMADI, SH
NIP. 19721202 199303 1 011

LAPOARAN
KESALAHAN
PEMBERIAN
OBAT DAN
KNC
UPTD

No. Kode
:

PUSKESMAS
SUKAMARA

No. Revisi
: 00

Penanggung Jawab

Disiapkan

Diperiksa

Disahkan

Tgl. Mulai
Berlaku :
Jumlah Halaman
:1

KEADAAN

VARIABEL
Ya
1. Petugas unit obat mengulangi
penjelasan

kepada

pasien

mengenai kegunaan obat, dosis


dan efek samping obat
2. Petugas
memberikan
kesempatan

kepada

pasien

untuk menanyakan kembali halhal yang belum dimengerti


3. Petugas menuliskan pada buku
laporan khusus apabila terjadi
kesalahan

dalam

pemberian

obat
4. Petugas unit obat melaporkan
kepada

Kepala

Puskesmas

untuk ditindak lanjuti

Tidak

Tidak Berlaku