Anda di halaman 1dari 15

CRITICAL BOOK REVIEW

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK


Mata kuliah: PerkembanganPesertaDidik
Namadosen: Robenhart Tamba
D
I
S
U
S
U
N
OLEH:
Nama :
Agnes Sianipar
- Kristin Monica Damanik
-lifia kristanty tambunan
Kelas : A-Reguler
Jurusan: Pend. Antropologi

FakultasIlmuSosial
UniversitasNegeri Medan

Kata Pengantar

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena berkat rahmat dan
kasih karunia-Nya saya dapat menyelesaikan tugas critical book mengenai Perkembangan
Peserta Didik ini. Saya juga berterima kasih kepada Bapak Dosen yang bersangkutan yang
telah memberikan bimbingan nya dalam penyelesaian tugas critical book ini.
Dalam tugas critical book ini saya memaparkan mengenai karakteristik dan perbedaan
individu,pertumbuhan dan perkembangan remaja,pertumbuhan fisik,penyesuaian, dan
kelebihan dan kekurangan buku perkembangan peserta didik serta hal-hal yang berkaitan
dengan perkembangan peserta didik.
Saya menyadari bahwa buku ini masih ada kekurangan nya oleh sebab itu saya minta
maaf dan harap memaklumi apabila terdapat penjelasan dan dan hal-hal yang masih belum
sempurna. Akhir kata saya ucapkan terimakasih dan semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi
pembaca nya.

Medan, Oktober 2016


Penyusun

DAFTAR ISI
Kata pengantar....i
Dafatar isi...ii
Bab I. PENDAHULUAN...1
1.1 Bibliografi buku pokok1
1.2 Bibliografi buku pembanding..1
Bab II. PEMBAHASAN SECARA UMUM..2
Bab III. ANALISIS CRITICAL BOOK REVIEW....5
3.1 Latar belakang..5
3.2 Permasalahan yang akan dikaji5
3.3 Kajian teori..6
3.4 Metode penelitian7
3.5 Critical analisis7
Bab IV. PENUTUP..10
4.1 Kesimpulan10
4.2 Saran..10
Daftar pustaka..11
Daftar lampiran12

ii

BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Informasi bibliogrfi buku pokok
Judul

: PerkembanganPesertaDidik

Penulis

: Prof. Dr. H. Sunarto

ISBN

: 978-979-518-826-1

Penerbit

: PT RINEKA CIPTA

Urutancetakan:Cetakankeempat: Desember 2008


Dimensibuku : 20,5 cm x 14 cm
Tebalbuku: ix, 245 halaman
1.2 Informasi bibliografi buku pembanding
Judul

:PerkembanganPesertaDidik

Penulis

: KemaliSyarif

ISBN

: 978-602-7938-39-7

Penerbit

: Unimed Press. UniversitasNegeri Medan

Kota terbit

: Jl. WilliemIskandarPasar V

Urutancetakan : Cetakanketiga: Juli 2015


Dimensibuku

: 18 x 25 cm

Tebalbuku

: xii, 219 halaman

BAB II. PEBAHASAN SECARA UMUM


Setiap individu memiliki cirri dan sifat atau karakteristik bawaan dan karakteristik yang
diperoleh dari pengaruh lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan karakteristik keturunan
yang dimiliki sejak lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial
psikologis. Namun kemudian makin disadari bahwa apa yang dipikirkan dan dikerjakan
seseorang atau apa yang dirasakan oleh seorang anak, remaja, dewasa, merupakan hasil dari
perpaduan antara apa yang ada diantara faktor-faktor biologis yang diturunkan dan pengaruh
lingkungan. Misalnya seorang anak mungkin memulai pendidikan formalnya ditingkat taman
kanak-kanak pada usia 4 atau 5 tahun. Pada awal ia memasuki sekolah mungkin tertunda
samapai ia berusia 5 atau 6 tahun. Tanpa mempedulikan berapa umur seorang anak,
karakteristik pribadi dan kebiasaan-kebiasaan yang dibawanya kesekolah akhirnya terbentuk
oleh pengaruh lingkungan dan hal itu tampaknya mempunyai pengaruh penting terhadap
keberhasilannya di sekolah dan masa perkembangan hidupnya di kelak kemudian.
Ada 6 jenis perbedaan individu yaitu yang pertama, perbedaan kognitif, yaitu
kemampuan yang berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Artinya ia
mampu menguasai sesuatu yang diketahui dalam arti pada dirinya terbentuk suatu persepsi
dan pengetahuan iti di organisasikan secara sistematik untuk menjadi miliknya. Yang kedua
perbedaan individual dalam kecakapan bahasa yang artinya kemampuan seseorang
menyatakan bua pikirannya dalam bentuk ungkapan kata dan kalimat yang penuh makna,
logis dan sistematis. Yang ketiga, perbedaan dalam kecakapan motorik yang artinya
kemampuan untuk melakukan koordinasi kerja saraf motorik yang dilakukan oleh saraf pusat
untuk melakukan kegiatan. Yang keempat, perbedaan dalam latar belakang artinya perbedaan
latar belakang dan pengalaman mereka masing-masing dapat nenperlancar atau menghambat
prestasinya, terlepas dari potensi individu untuk menguasai bahan pelajaran. Yang kelima,
perbedaan dalam bakat yang artinya kemampuan khusus yang dibawa sejak lahir apabila ia
mendapatkan rangsangan dan pemupukan secara tepat. Yang keenam, perbedaan dalam
kesiapan belajar yang artinya kurang mengembangkan potensi dalam pembelajaran yang
meliputi perbedaan sosial ekonomi dan sosio kultural. Selain itu dalam bab satu juga
dijelaskan bahwa ada aspek-aspek pertumbuhan dan perkembangan individu seperti,
pertumbuhan fisik, intelek,, emosi, sosial, bahasa, bakat khusus, dan sikap, nilai, dan moral.
2

Dalam bab dua dijelaskan bagaimana pertumbuhan dan perkembangan remaja.


Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran
dan stuktur biologis. Hasil pertumbuhan antara lain berwujud bertambahnya ukuran-ukuran
kuantitatif badan anak, seperti panjang, berat dan kekuatannya. Begitu pula pertumbuhan
akan mencakup perubahan yang makin sempurna tentang sistem jaringan saraf dan
perubahan-perubahan struktur jasmani lainnya. Dengan demikian, pertumbuhan dapat juga
diartikan sebagai proses perubahan dan proses pematangan fisik. Sedangkan pertumbuhan
jasmani berakar pada organisme yang selalu berproses untuk menjadi . pertumbuhan
jasmaniah ini dapat diteliti dengan mengukur berat, panjang, ukuran lingkaran pinggang nya
dan lain-lain.
Dalam bab tiga dijelaskan mengenai pertumbuhan fisik. Pertumbuhan fisik merupakan
perubahan-perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan
renaja. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terhadap pertumbuhan fisik yaitu:
-

Faktor keluarga: faktor keturunan dan faktor lingkungan keluarga.


Faktor gizi: erat hubungannya dengan kondisi sosial ekonomi keluarga.
Faktor emosional: berkaitan dengan emosional dalam perkembangannya.
Faktor jenis kelamin: erat hubungannya dengan ukuran tubuh.
Faktor kesehatan: canggung dalam proses penyesuaian diri.
Dalam bab empat dijelaskan mengenai perkembangan intelek, sosial, dan bahasa. Intelek

merupakan kecakapan mental, yang menggambarkan kemampuan berpikir. Kemampuan


berpikir berpengaruh terhadap tingkah laku. Seseorang yang berkemampuan berpikir tinggi
akan cekatan dan cepat dalam bertindak, terutama dalam menghadapi permasalahan. Hal ini
akan berakibat pada pembentukan sikap mandiri. Sebaliknya seseorang yang berkemampuan
berpikir kurang akan lebih bersikap tergantung.
Dalam bab lima dijelaskan mengenai perkembangan afektif. Emosi merupakan warna
efektif yang kuat dan ditandai oleh perubahan-perubahan fisik. Pola emosi remaja sama
dengan pola emosi masa kanak-kanak. Jenis emosi yang secara normal dialami antara lain:
cinta, gembira, marah, takut, cemas dan sedih. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi
emosi antara lain: kematangan dan belajar serta kondisi-kondisi kehidupan atau kultur.
3

Emosi mempengaruhi tingkah laku, misalnya rasa takut menyebabkan seseorang gemetar,
sulit berbicara, membolos dan sebaginya. Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan
pendidikan, guru dapat melakukan beberapa upaya dalam pengembangan emosi remaja
misalnya, konsisten dalam pengelolaan kelas, mendorong anak bersaing dengan diri sendiri,
pengelolaan diskusi kelas yang baik, mencoba memahami remaja, dan membantu siswa untuk
berprestasi.
Dalam bab enam dijelaskan mengenai tugas perkembangan kehidupan pribadi,
pendidikan dan karier dan kehidupan berkeluarga. Dalam menjalankan tugas-tugas tersebut
laki-laki berbeda dengan wanita, baik mengenai tugas dalam perkembangan fisik maupun
dalam perkembangan psikofisis. Remaja laki-laki berupaya untuk mencapai posisi prestasi
akademik dan atletik , sebaliknya bagi remaja wanita berupaya untuk menjadi seorang wanita
yang baik. Upaya menjadi wanita yang baik itu diartikan sebagai wanita yang dikenal baik di
mata laki-laki, sebagaimana diharapkan oleh laki-laki. Wanita perlu menjadi gadis yang
manis tidk terelalu hevat dalam bidng akademik, tidak terlalu banyak bicara dalam kelas,
tetapi harus menjadi wanita yang sportif di hadaoan laki-laki.
Dalam bab tujuh dijelaskan mengenai penyesuaian diri remaja. Penyesuaian diri remaja
dapat diartikan sebagai kpnformitas yang berarti menyesuaikan sesuatu dengan standar atau
prinsip. Seperti kita ketahui bahwa penyesuaian yang sempurna tidak pernah tercapai .
penyesuaian yang sempurna terjadai jika manusia/individu selalu dalam keadaan seimbang
antara dirinya dengan lingkungannya dimana tidak ada lagi kebutuhan yang tidak terpenuhi
dan dimana semua fungsi organism/individu berjalan normal. Terdapat 2 karakteristik
penyesuaian diri, yaitu penyesuaian diri secara positif yaitu tidak ada ketegangan secara
emosional, tidak terjadi prustasi, menggunakan pertimbangan rasional, realistic dan objektif.
Sedangkan penyesuaian diri yang salah atau negative antara lain berupa reaksi bertahan,
menyerang dan melarikan diri. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri antara
lain: kondisi jasmaniah, perkembangan dan kematangan, kondisi lingkungan, kebudayaan dan
agama.

BAB III. ANALISIS CRITICAL BOOK REVIEW


3.1 Latar Belakang Masalah
Manusia dalam kedudukannya sebagai peserta didik haruslah ditempatkan sebagai
pribadi yang utuh, yakni manusia sebagai kesatuan sifat makhluk individu dan sosial, dan
sebagai makhluk Tuhan yang harus menempatkan hidupnya di dunia sebagai persiapan
kehidupan akhirat. Pendidikan adalah upaya membentuk suatu lingkungan untuk anak yang
dapat merangsang perkembangan potensi-potensi yang dimilikinya dan akan membawa
perubahan yang diinginkan dalam kebiasaan dan sikapnya. Jadi, anak dibantu oleh guru,
orang tua, dan orang dewasa lainnya untuk memanfaatkan kapasitas dan potensi yang
dibawanya dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang diinginkan.
Pembahasan dalam buku ini mengikaji pertumbuhan dan perkembangan manusia pada
umumnya secara garis besar dengan mengenal berbagai karakteristik-karakteristiknya.
Karena manusia disini adalah sebagai peserta didik. Juga diuraikan secara rinci tentang
pertumbuhan dan perkembangan remaja, dan hal yang berkaitan dengan remaja. Belajar di
tingkat sekolah dasar berkaitan dengan penguasaan alat-alat belajar. Pemenuhan tentang
ajaran umum bagi seorang anak yang memiliki kecakapan kusus atau bakat belum begitu
menonjol selama tahun-tahun permulaan sekolahnya, dibandingkan dengan tahun-tahun
selanjutnya. Manusia tidak dilahirkan dalam keadaan telah mampu menyesuaikan diri, maka
penyesuaian diri terhadap lingkungan hidup, pertumbuhan dan perkembangan memerlukan
proses yang cukup unik.
3.2 Permasalahan Yang Akan Dikaji
Permasalahan-permasalahan penyesuaian diri yang dihadapi remaja dapat berasal dari
suasana psikologi keluarga seperti keretakan keluarga. Selain itu permasalahan-permasalahan
penyesuaian akan muncul bagi remaja yang sering pindah tempat tinggal. Guru hendaknya
dapat bersikap yang lebih efektif, seperti adil, jujur, menyenangkan, penuh pengertian,
antusias, mampu mengontrol diri, humor, dan sebagainya sehingga siswanya akan merasa
senang dan aman bersamanya.

3.3 Kajian Teori


Garry (1963) mengkategorikan perbedaan individual ked alam bidang-bidang yaitu
perbedaan fisik, perbedaan sosial termasuk status ekonomi, agama, hubungan, keluarga, dan
suku, perbedaan kepribadian termasuk watak, motif, minat, dan sikap, perbedaan intelegensi
dan kemampuan dasar, perbedaan kecakapan atau kepandaian di sekolah.
Perkembangan kognitif seseorang menurut Piaget(sarlito, 1991) mengikuti tahap-tahap
yaitu yang pertama, masa sensori motor biasanya berumur 0-2.5 Tahun. Yang kedua masa
pra-operasional biasanya berumur 2-7 tahun. Yang ketiga masa konkreto prerasional biasanya
berumur 7-11 tahun. Yang ke empat masa operasional biasanya berumur 11- umur dewasa.
Menurut Nagel (1957), perkembangan merupakan pengertian dimana terdapat bstruktur yang
terorganisasikan dan mempunyai fungsi-fungsi tertentu, oleh karena itu bilamana terjadi
perubahan struktur baik dalam organisasi maupun dalam bentuk, akan mengakibatkan
perubahan fungsi.
Menurut Schneirla(1957) mengemukakan bahwa perkembangan adalah perubahanperubahan progresif dalam organisasi organisme, dan organisme ini dilihat sebagai sistem
fungsional dan adaptif sepanjang hidupnya. Perubahan-perubahan progresif ini meliputi dua
faktor yakni kematangan dan pengalaman.

Bijou dan Baer (1961) mengemukakan

perkembangan psikologis adalah perubahan progresif yang menunjukkan cara organisme


bertingkah laku dan berinteraksi dengan lingkungan.
Menurut Furter (1965) kehidupan moral merupakan problematik yang pokok dalam
masa remaja. Maka perlu kiranya untuk meninjau perkembangan moralitas ini mulai dari
waktu anak dilahirkan, untuk dapat memahami mengapa justru pada masa remaja hal tersebut
menduduki tempat

yang

sangat penting. Menurut

Kohlberg,

faktor kebudayaan

mempengaruhi perkembangan moral, terdapat berbagai rangsangan yang diterima oleh anakanak dan ini mempengaruhi tempo perkembangan moral.
Teori-teori lain yang non-psikoanalisis beranggapan bahwa hubungan anak kepada
orang tua bukan satu-satunya sarana pembentuk moral. Para sosiologi beranggapan bahwa
masyarakat sendiri mempunyai peran penting dalam pemebntukan moral.
6

3.4 Metode Penelitian


Metode kuantitatif dan kualitatif : metode kuantitatif dilakukan dengan pendekatan
kepada masyarakat melalui wawancara, pertanyaan terarah, ataupun partisipasi. Metode
kualitatif dilakukan melalui pendekatan historis, kajian dokumen, interpretasi peristiwa,
kajian informasi, merekam suatu kejadian, pemotretan hingga menafsir satu fenomena
social melalui pencatatan lapangan yang kemudian dipaparkan dalam bentuk terolah.
Buku ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, karena isi buku ini
menjelaskan atau mendeskripsikan materi-materi sehingga dikatakan sebagai metode
kualitatif dan di dalam buku ini juga terdapat angka-angka serta tabel-tabel yang
mendukung penjelasan materi sehingga dikatakan sebagai metode kuantitatif.
3.5 Analisis Critical Book
Dalam buku ini berbeda pembahasannya dengan buku perkembangan peserta didik
oleh Kemali Syarif. Yaitu dapat kita lihat perbedaannyan pada implikasi tugas-tugas
perkembangan remaja bagi pendidikan. Dalam buku perkembangan peserta didik oleh Prof.
Dr. H. Sunarto implikasi tugas-tugas perkembangan remaja dalam penyelenggaraan
pendidikan yaitu yang pertama pendidikan yang berlaku di Indonesia baik pendidikan yang
diselenggarakan di dalam sekolah maupun di luar sekolah pada umumnya diselenggarakan
dalam bentuk klasikal artinya memberlakukan sama semua tindakan pendidikan kepada
semua remaja yang tergabung di dalam kelas sekalipun massing-masing di antara mereka
sangat berbeda-beda. Yang kedua, beberapa usaha yang perlu dilakukan di dalam
penyelenggaraan pendidikan, sehubungan dengan minat dan kemampuan remaja yang
dikaitkan terhadap cita-cita. Yang ketiga, keberhasilan dalam memilih pasangan hidup untuk
membentuk keluarga banyak ditentukan oleh pengalaman dan penyelesaian tugas-tugas
perkembangan masa-masa sebelumnya. Yang keempat, pendidikan tentang nilai kehidupan
untuk mengenalkan norma kehidupan sosial kemasyarakatan perlu dilakukan.

Sedangkan dalam buku perkembangan peserta didik implikasi tugas-tugas


perkembangan remaja bagi pendidikan yaitu yang pertama sekolah dan perguruan tinggi perlu
memberikan kesempatan melaksanakan kegiatan-kegiatan non akademik melalui berbagai
perkumpulan. Yang kedua, apabila ada remaja putra atau putr bertingkah laku yang tidak
sesuai dengan jenis kelaminnya mereka perlu dibantu melalui bimbingan dan konseling,
demikian juga, apabila seorng wanita lebih mementingkan studi dan kariernya daripada
menaruh perhatiannya menjadi seorang ibu, hendaknya sekolah turut membantunya agar
mereka mampu menerima perannya sebagai wanita. Ketiga yaitu siswa yang lambat
perkembangan jasmaninya diberi kesempatan berlomba dalam kegiatan kelompoknya sendiri,
ini perlu diberikan penjelasan melalui bidang studi biologi dalam ilmu kesehatan bahwa pada
diri remaja sedang terjadi perubahan jasmani yang bervariasi. Yang keempat, yaitu pembrian
bantuan kepada siswa untuk memilih lapangan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan
keinginannya sesuai dengan system kemasyarakatan yang dianutnya dan embantu siswa
mendapatkan pendidikan yang bermanfaat untuk mempersiapkan diri memasuki pekerjaan.

Penilaian terhadap kelemahan dan kelebihan buku:


Kelebihan:
- Buku ini memiliki rangkuman pada setiap babny.
- Buku ini sangat menarik minat pembaca karena buku ini mudah dimengerti.
- Penjelasan pokok masalah dan penjelasan materi dalam buku sudah lengkap.
- Memberikan contoh-contoh yang sangat banyak, dan contohnya diambil dari permasalahan
yang ada di Indonesia.

Kelemahan:
- Tidak memiliki glosarium yang biasanya ada di bagian halaman belakang.
- Tidak ada gambar-gambar dalam buku ini, sehingga kurang menarik untuk dibaca.
- Tidak ada terdapat lampiran-lampiran yang dapat menambah wawasan pembaca.
- Tidak terdapat bagan, ataupun diagram yang dapat memperjelas pembahasan dan mudah
diketahui secara langsung dan singkat tanpa membaca lagi isi kalimat.
- Sampul buku atau Cover buku kurang menarik.

BAB. PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Setiap individu memiliki cirri dan sifat atau karakteristik bawaan dan karakteristik
yang diperoleh dari pengaruh lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan karakteristik
keturunan yang dimiliki sejak lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor
sosial psikologis. Namun kemudian makin disadari bahwa apa yang dipikirkan dan
dikerjakan seseorang atau apa yang dirasakan oleh seorang anak, remaja, dewasa, merupakan
hasil dari perpaduan antara apa yang ada diantara faktor-faktor biologis yang diturunkan dan
pengaruh lingkungan. Misalnya seorang anak mungkin memulai pendidikan formalnya
ditingkat taman kanak-kanak pada usia 4 atau 5 tahun. Pada awal ia memasuki sekolah
mungkin tertunda samapai ia berusia 5 atau 6 tahun. Tanpa mempedulikan berapa umur
seorang anak, karakteristik pribadi dan kebiasaan-kebiasaan yang dibawanya kesekolah
akhirnya terbentuk oleh pengaruh lingkungan dan hal itu tampaknya mempunyai pengaruh
penting terhadap keberhasilannya di sekolah dan masa perkembangan hidupnya di kelak
kemudian. Lingkungan sekolah mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan
jiwa remaja. Guru hendaknya dapat bersikap lebih efektif, seperti adail, jujur, menyenngkan,
penuh pengertian, antusias, maupun mengontrol diri, humor dan sebagainya.
4.2 Saran
Sebaiknya buku ini dilengkapi dengan glosarium, sehingga ketika ada kata-kata yang
tidak kita ketahui, kita bias mencari arti tersebut di glosarium tersebut. Kemudian, buku ini
harusnya diberi gambar-gambar yang unik, tetapi gambarnya yang berhubungan dengan
perkembangan peserta didik, sehingga pembaca tidak bosan dalam membaca buku ini. Buku
ini juga tidak mencantumkan lampiran-lampiran atau bagan-bagan, seharusnya lampiranlampiran atau bagan-bagan tersebut dibuat di dalam buku ini, supaya pembaca langsung
mengetahui tanpa harus membaca secara keseluruhan isi buku. Selain itu, cover buku atau
sampul buku seharusnya dibuat lebih menarik lagi, supaya banyak yang ingin membaca buku
ini.

10

DAFTAR PUSTAKA
Sunarto H, dkk.2008.Perkembangan Peserta Didik.Jakarta: Rineka Cipta.
Syarif, Kemali.2015.Perkembangan Peserta Didik.Medan: UNIMED PRESS.

11

DAFTAR LAMPIRAN

12