Anda di halaman 1dari 5

BAB II

ISI

2.1 Arsitektur Mesin Turing


2.1.1 Spesifikasi Mesin Turing
Mesin Turing adalah sebuah model yang sederhana dari komputer. Secara
esensial, mesin Turing adalah sebuah deterministic finite state automaton yang
memiliki sebuah tape tunggal dengan panjang tak terhingga yang dapat membaca
dan menulis data. Mesin Turing menggunakan notasi seperti deskripsi instan
(Instantaneous Description) atau ID-ID pada PDA (Push Down Automata) untuk
menyatakan konfigurasi dari komputasinya. Pada mesin Turing, memori akan
berupa suatu tape yang pada dasarnya merupakan array (deretan) sel-sel
penyimpanan. Setiap sel mampu menyimpan sebuah simbol tunggal.
Tape pada mesin Turing merupakan tape dua arah (two-way tape). Fungsi dari
tape sebagai sumber dari input untuk mesin, tempat untuk menyimpan hasil
berikutnya, dan merupakan suatu perangkat dimana output dikirimkan. Tape tidak
memiliki sel pertama maupun terakhir. Tape dapat memuat informasi dalam jumlah
tak terbatas, dan dapat diakses bagian manapun dengan urutan bagaimanapun.
Mesin Turing dilengkapi dengan head yang dapat membaca satu input
simbol pada tape setiap saat, dan juga menunjukkan posisi yang diakses pada tape.
Pada keadaan awal, posisi head berada pada sel paling kiri yang menyimpan input.
Visualisasi dari sebuah mesin Turing diberikan oleh gambar berikut:

X1

X2

Xi

Xn

Semua sel pada awalnya menyimpan sebuah simbol khusus yang disebut

Finite Control

blank. Blank bukan merupakan simbol input. Sebuah gerakan berdasar instruksi
yang diterima oleh mesin Turing merupakan sebuah fungsi dari state pada control
berhingga dan simbol pita yang di-scan.
Dalam satu gerakan, mesin Turing akan :
1. Mengubah state. State berikutnya secara opsional mungkin sama seperti state saat
ini.
2. Membaca input pada saat ini, menggerakkan head dan kemudian menulis simbol
string pada sel yang di-scan. Simbol string tersebut menggantikan simbol apapun
yang sebelumnya terdapat dalam sel. Secara opsional, simbol yang tertulis
mungkin sama dengan simbol yang baru saja diisikan.
3. Menggerakkan posisi head ke kiri atau ke kanan. Secara formal, kita
membutuhkan suatu gerakan dan tidak memperbolehkan head untuk tetap diam
pada posisi awal. Pembatasan tersebut tidak membatasi apa yang dapat dihitung

oleh mesin Turing, karena urutan gerakan apapun dengan head yang tidak berubah
dapat disingkat, bersama dengan gerakan posisi head berikutnya, ke dalam
perubahan state tunggal, simbol string baru, dan sebuah gerakan ke kiri atau ke
kanan.
Dalil Turing
Dalil Turing dikemukakan oleh A.M. Turing pada pertengahan tahun 1930-an.
Hipotesa ini menyatakan bahwa setiap komputasi yang bisa dilakukan secara mekanis
bisa dilakukan juga oleh mesin Turing. Dalil Turing bukanlah sutau hal yang dapat
dibuktikan kebenarannya. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada yang dapat
menemukan dasar atas penolakan hipotesa Turing ini.
Beberapa argumen untuk menerima dalil Turing sebagai definisi dari komputasi
adalah sebagai berikut :
1. Semua hal yang dapat dilakukan oleh komputer digital dapat pula dilakukan
oleh mesin Turing.
2. Belum terdapat bukti yang dapat membuktikan apabila masalah dapat
dipecahkan oleh algoritma, tidak dapat dibuat mesin Turing untuknya.
3. Model-model alternatif telah diajukan untuk komputasi mekanis, tetapi belum
ditemukan yang lebih kuat dibandingkan dengan mesin Turing.

2.1.2 Properti Mesin Turing


Dalam mesin Turing, terdapat berbagai macam properti sebagai berikut :
1. State (kondisi)
Dalam mesin Turing, jumlah state terbatas.
State dalam mesin Turing umumnya dibedakan menjadi 3 jenis :
a. Initial State
: State yang diperuntukkan sebagai awal mulainya
mesin Turing.
b. Accepted State
: State yang diterima oleh mesin Turing sebagai
sebuah inputan dan akan diproses.
c. Halt State

: State yang merupakan tahapan akhir pada mesin


Turing. Jika mesin mencapai state ini, maka mesin
akan berhenti.

Tambahan :
Halt state berbeda dengan accepted state, dari sisi jika pada mesin
sebelumnya mencapai accepted state, maka masih memungkinkan untuk
berpindah ke state yang lain. Initial state di mesin Turing tidak diperkenankan
sebagai halt state (mesin Turing minimal terdiri dari 2 state).
2. Tape Input & Tape Symbol

Tape Input pada mesin Turing mirip dengan string input pada FA (Finite
Automata) / PDA (Push Down Automata). Perbedaanya adalah dari sisi dapat
dibaca dan ditulisi (mengadopsi kemampuan dari PDA). String input pada
FA/PDA tidak pernah diubah, sedangkan pada mesin Turing senantiasa
berubah.
Tape Symbol terdiri dari machine symbol + simbol lain. Contoh simbol lain
ini adalah blank. Untuk memudahkan proses pembacaan, simbol blank
dinotasikan dengan B. B memiliki panjang yakni 1 sel.
3. Machine Symbol (Machine Alphabet)
Symbol-symbol yang muncul pada saat proses peng-input-an data.
4. ReadWrite dan Move
Read/Write merupakan operasi membaca simbol yang ditunjuk oleh head
saat ini dan menggantikan simbol yang ditunjuk oleh head, dilanjutkan dengan
perpindahan ke state yang lain.
Move merupakan operasi bergerak ke kiri atau ke kanan dari current head
(head saat ini), dilanjutkan dengan berpindah ke state yang lain.
5. Semantik mesin Turing
a. (p, x) = (q, y)
Memiliki arti apabila current state adalah p, dan symbol yang ditunjuk
head adalah x, maka kita gantikan x dengan y, dan current state berubah
menjadi q.
b. (p, x) = (q, L)
Memiliki arti apabila current state adalah p, dan simbol yang ditunjuk head
adalah x, maka head akan bergeser ke kiri, dan current state berubah menjadi
q.
c. (p, x) = (q, R)
Memiliki arti apabila current state adalah p, dan simbol yang ditunjuk head
adalah x, maka head akan bergeser ke kanan, dan current state berubah
menjadi q.
A TM has essentially the same pictorial formulation as the FSR or PDR, except
that each arc of a TM is labelled with three instructions:
1. an input symbol which is either
or a symbol from a finite alphabet
2. an output symbol, either
or a symbol from the same alphabet as for (1),
3. adirection designator, specifying whether the read/write head is to move one
square left (L), right (R), or not at all (N).
The TM can make a transition between states if (1) is the current tape symbol, in
which case the TM replaces (1) by (2), and moves one tape square in the direction
specified by (3), before moving to the state pointed at by the relevant arc.
Next, we consider a simple example TM, which is discussed in some detail.
Much of the remainder of the chapter is devoted to demonstrating that TMs can
perform all the tasks that can be performed by the other abstract machines we
have hitherto considered, and many tasks that they could not.

2. Mekanisme Mesin Turing

2.1
2.2
2.3
2.4
2.4
2.5
2.6

Diagram Transisi Mesin Turing


Notasi Formal Mesin Turing
Bahasa Mesin Turing
Cara kerja Mesin Turing
Deskripsi Singkat pada Mesin Turing
Halt State vs Abnormal Termination Mesin turing dan halting
Infinite Loop (Loop Tak Berhingga)

3. Turing Machines as Language Recognisers -7.8

4. Bab 9 ebook dan bab 8.3 buku biru


5. bab 10 ebook dan bab 8.4 buku biru
6 mesin turing dan komputer

1. Brookshear, Glen. J. Theory of Computation : Formal Language, Automata and Complexity,


The Benjamin/Cummings Publishing Company, 1989