Anda di halaman 1dari 53

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR

DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS INGIN JAYA


Kabupaten

Ingin Jaya

Jalan Banda Aceh Medan KM 8.5 Lambaro

Aceh Besar

Puskesmas

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA


NOMOR..
TENTANG
KEWAJIBAN TENAGA KLINIS DALAM PENINGKATAN MUTU DAN
KESELAMATAN PASIEN
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA

Menimbang

a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu klinis dan


keselamatan pasien, perlu disusun aturan tentang
kewajiban tenaga klinis dalam peningkatan mutu
klinis dan keselamatan pasien;
b. Bahwa untuk melaksanakan maksud tersebut point
a,

perlu

ditetapkan

Surat

Keputusan

Kepala

Puskesmas Ingin Jaya tentang kewajiban Tenaga


Klinis

Dalam

Peningkatan

Mutu

Klinis

dan

Keselamatan Pasien;
Mengingat

1. Undang undang Republik Indonesia Nomor 36


Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan;
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014
tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun
2004 tentang Praktek Kedokteran;
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 1333/ Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar

Pelayanan Rumah Sakit;


MEMUTUSKAN
MENETAPKAN:

KEPUTUSAN
TENTANG

KEPALA

PUSKESMAS

KEWAJIBAN

TENAGA

INGIN

KLINIS

JAYA

DALAM

PENINGKATAN MUTU KLINIS DAN KESELAMATAN


Kesatu
Kedua

PASIEN PUSKESMAS INGIN JAYA.


Setiap Tenaga Klinis wajib melakukan

peningkatan mutu klinis.


Setiap
tenaga
klinis

harus

upaya

memperhatikan

keselamatan pasien dalam memberikan pelayanan


kesehatan.
Ketiga

Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan


apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam
penetapannya, maka akan
diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di
: Lambaro,
Pada tanggal
: 04 Januari 2016,
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA,

T. FADHLY

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR


DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS INGIN JAYA

Kabupaten

Aceh Besar

Jalan Banda Aceh Medan KM 8.5 Lambaro

Puskesmas

Ingin Jaya

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA


NOMOR..
TENTANG
PENANGANAN KTD, KTC,KPC DAN KNC
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA
Menimbang

a. Bahwa dalam rangka pemberian pelayanan publik yang


berkualitas

dan

mampu

memberikan

kepuasan

bagi

masyarakat merupakan kewajiban yang harus dilakukan


oleh Puskesmas;
b. Bahwa upaya peningkatan mutu layanan klinis, dan
keselamatan pasien menjadi tanggung jawab seluruh
tenaga klinis yang memberikan asuhan;

c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dalam


huruf a dan b, perlu menetapkan penanganan KTD, KTC,
Mengingat

KPC dan KNC Puskesmas Ingin Jaya Tahun 2016;


1. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 59 Tahun 2015
tentang Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat
Pertama;
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014
tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;
3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1691 Tahun 2011
tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit;
4. Undang undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktek
Kedokteran;

MEMUTUSKAN
MENETAPKAN :

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA TENTANG


PENANGANAN KTD, KTC, KPC DAN KNC PUSKESMAS

Kesatu

INGIN JAYA.
Penanganan

Kejadian

Tidak

Diharapkan,

Kejadian

Potensial Cedera dan Kejadian Nyaris Cedera sesuai SPO


penanganan
Kedua

Kejadian

Tidak

Diharapkan,

Kejadian

Potensial Cedera dan Kejadian Nyaris Cedera.


Kewajiban untuk melaksanakan penanganan Kejadian
Tidak Diharapkan, Kejadian Potensial Cedera dan Kejadian
Nyaris

Cedera

merupakan

tanggung

jawab

tim

peningkatan mutu pelayanan klinis dan keselamatan


pasien.
Ketiga

Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan


dengan

ketentuan

apabila

dikemudian

hari

terdapat

kekeliruan dalam penetapan ini akan diadakan perbaikan


sebagai mana mestinya.
Ditetapkan di
: Lambaro,
Pada tanggal
: 04 Januari 2016,
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA,

T. FADHLY

LAMPIRAN
KEPUTUSAN KEPALA
PUSKESMAS INGIN JAYA
NOMOR
:
TANGGAL
: 04 Januari 2016
1. Kepala Puskesmas membentuk Tim Keselamatan Pasien di Puskesmas (TKPP).
2. Tim Keselamatan Pasien Puskesmas (TKPP) menyusun asuhan pasien lebih
aman, meliputi asesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan hal yang
berhubungan dengan risiko pasien.
3. Tim Keselamatan Pasien Puskesmas (TKPP) mengembangkan informasi
pencatatan dan pelaporan internal tentang insidensi KTD, KPC DAN KNC.
4. Tim Keselamatan Pasien Puskesmas (TKPP) mengidentifikasi kasus KTD, KPC,
dan KNC yang terjadi di lingkup puskesmas dan jaringannya.
5. Tim Keselamatan Pasien Puskesmas (TKPP) mencatat dan menangani kejadian
KTD,KPC dan KNC yang terjadi.
6. Penanggung jawab pelayanan klinis membuat laporan tentang kejadian KTD,
KPC dan KNC di setiap unit kepada Tim Keselamatan Pasien Puskesmas.
7. Tim Keselamatan Pasien Puskesmas (TKPP) membuat laporan tentang kejadian
KTD, KPC dan KNC di setiap unit kepada Kepala Puskesmas.
8. Tim Keselamatan Pasien Puskesmas (TKPP) menganalisis dan membuat solusi
pembelajaran (audit) terhadap insidensi KTD, KPC dan KNC.
9. Tim Keselamatan Pasien Puskesmas (TKPP) membuat kesimpulan dan
melaporkan kepada Kepala Puskesmas mengenai kejadian KTD, KPC dan KNC.
10. Tim Keselamatan Pasien Puskesmas (TKPP) menyampaikan solusi pembelajaran
atas tiap kajian masalah atas kasus yang berfungsi untuk evaluasi mutu
pelayanan di Puskesmas.

LAMPIRAN
KEPUTUSAN KEPALA
PUSKESMAS INGIN JAYA
NOMOR :
TANGGAL :

TIM KESELAMATAN PASIEN PUSKESMAS


1. Penanggung jawab

: dr.T. Fadhly

2. Ketua

: drg. Hastuti

3. Anggota

: Darwis

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR

Kabupaten
Aceh Besar

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS INGIN JAYA
Jalan Banda Aceh Medan KM 8.5 Lambaro
Puskesmas
Ingin Jaya
KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA
NOMOR..
TENTANG
MANAJEMEN RESIKO KLINIS PUSKESMAS INGIN JAYA
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA

Menimbang

a.

Bahwa dalam upaya meningkatkan pelayanan puskesmas


yang lebih bermutu, perlu disusun tentang penerapan

Menejen Resiko Klinis;


b. Bahwa untuk melaksanakan maksud tersebut point a,
perlu ditetapkan Surat Keputusan Kepala Puskesmas

Ingin Jaya tentang Manajemen Resiko Klinis;


Mengingat

1.

Undang undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun

2.

2014 tentang Tenaga Kesehatan;


Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014
tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;

3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun


2004 tentang Praktek Kedokteran;
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1333/ Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar Pelayanan
Rumah Sakit;

MEMUTUSKAN
MENETAPKAN :

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA TENTANG

Kesatu

MANAJEMEN RESIKO KLINIS PUSKESMAS INGIN JAYA.


Penerapan manajemen resiko klinis seperti tertera dalam

Kedua

lampiran surat keputusan ini.


Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan
apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam
penetapannya,

maka

akan

diadakan

pembetulan

sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di
Pada tanggal

: Lambaro,
: 04 Januari 2016,

KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA,

T. FADHLY

Lampiran Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor :


Tentang
: Manajemen Resiko Klinis
Tanggal
: 04 Januari 2016

MANAJEMEN RESIKO KLINIS PUSKESMAS INGIN JAYA


A. Pendahuluan
Resiko Klinis merupakan suatu upaya sistematis yang dilakukan baik di
rumah sakit maupun Puskesmas dalam rangka mengurangi resiko akibat
pelaksanaan pelayanan medik. Resiko klinis dapat berupa bahaya,
kesalahan, musibah atau potensi terjadinya hal-hal yang merugikan pasien,
terkait dengan atau sebagai dampak asuhan klinis yang diberikan
kepadanya.

B. Tujuan
1. Meminimumkan terjadinya medica error, adverse events dan harms
pada pasien (membuat asuhan pasien lebih aman).
2. Meminimumkan kemungkinan terjadinya keluhan masyarakat terhadap
institusi dan petugas pelayanan klinis.
C. Sasaran
1. Puskesmas
2. Puskesmas Pembantu
3. Posyandu
D. Tahapan Manajemen Resiko Klinis
1. Identifikasi resiko : keluhan pasien, klaim, incident report, audit medik.
2. Pembahasan : Tim Mutu internal, Koordinator Pemegang Program.
3. Kesimpulan.
4. Tindak lanjut.
E. Incident Report
1. Pelaporan setiap masalah atau kejadian yang menyimpang dari yang
direncanakan atau secara normal seharusnya tidak terjadi dan
berdampak pada keselamatan pasien (Patient Care dan Patient Safety).
2. Pelaporan atas masalah atau kejadian yang menghadapkan pasien pada
keadaan beresiko.
3. Pelaporan atas masalah atau kejadian yang bertendensi/berpotensi
menghadapkan puskesmas terhadap tuntutan hukum.
4. Masalah/kejadian tidak harus selalu sudah menyebabkan cedera, tetapi
termasuk juga kejadian yang berpotensial menyebabkan cedera.
5. Pelaporan atas masalah/kejadian yang dapat menjadikan pelajaran untuk
mengeliminasi atau menurunkan resiko.
6. Pelaporan masalah/kejadian yang mempunyai dampak terhadap
anggaran dan resiko ketersediaan keuangan, peralatan maupun supplies.
F. Sumber Medical Report
1. Manusia :
a. Kelelahan
b. Kurang terlatih
c. Komunikasi yang buruk
d. Kekuasaan/pengendalian
e. Keterbatasan waktu
f. Poor judgement
g. Keragu-raguan
h. Logic error
i. Over confidence

2. Organisasi
a. Rancang bangun kerja
b. Perencanaan kebijakan
c. Administrasi/pembiayaan
d. Insentif/disinsentif/kepemimpinan
e. Manajemen supply
f. Supervisi/umpan balik
g. Ketidakjelasan petugas
h. Salah menempatkan personil
3. Teknikal
a. Poor automation
b. Peralatan yang buruk
c. Keterbatasan peralatan
d. Tidak memiliki decision support
e. Kompleksitas
f. Kurang integrase
g. Terlalu banyak informasi
h. Tidak menggunakan checklist
G. Tipe Medical Error
1. Kekeliruan Konsep
a. Wrong Concept of Disease
b. Wrong Concept of Treatment
2. Kekeliruan Diagnostik
a. Misdiagnosis
b. Late Diagnosis
c. Gagal melakukan prosedur diagnosis
d. Menggunakan prosedur yang usang
e. Gagal melakukan pemantauan dan follow up
f. Hasil pemeriksaan penunjang
3. Kekeliruan Terapi
a. Eror melakukan tindakan medik
b. Eror memberikan terapi
c. Eror menetapkan dosis
d. Eror menetapkan jenis obat
e. Terlambat memberikan terapi padahal indikasi berdasrkan diagnostic
sudah jelas
f. Melakukan tindakan medik yang tidak adekuat dan tidak ada indikasi
g. Teknik yang keliru
4. Kekeliruan pencegahan
a. Gagal melakukan terapi pencegahan sesuai yang diperlukan
b. Tidak adekuat melakukan pemantauan hasil terapi
5. Lainnya

a. Gagal dalam berkomunikasi :


1) Komunikasi dengan pasien
2) Komunikasi dengan tenaga kesehatan lainnya
b. Equiqment failure ( kesalahan alat)
c. Kegagalan system lainnya
H. Penutup
Demikian program ini disusun untuk memberikan gambaran mengenai
penerapan Manajemen Resiko Klinis di Puskesmas Ingin Jaya Aceh Besar.

Ditetapkan di
: Lambaro,
Pada tanggal : 04 Januari 2016,
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA,

T. FADHLY

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR


DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS INGIN JAYA
Jalan Banda Aceh Medan KM 8.5 Lambaro
Kabupaten
Aceh Besar

Puskesmas
Ingin Jaya
KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA
NOMOR..
TENTANG
STANDAR DAN SOP LAYANAN KLINIS
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA

Menimbang

a. Bahwa agar pelayanan klinis dapat dikendalikan


dengan

baik,

maka

perlu

dilakukan

pembakuan

standar dan prosedur layanan klinis;

b. Bahwa untuk melaksanakan maksud tersebut point a,


perlu ditetapkan Surat Keputusan Kepala Puskesmas
Ingin Jaya tentang Standar dan SOP Layanan Klinis;
Mengingat

1. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014


tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun
2009 tentang Kesehatan;
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun
2004 tentang Praktek Kedokteran;
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 1333/Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar
Pelayanan Rumah Sakit;
MEMUTUSKAN

MENETAPKAN

: KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA TENTANG

STANDAR DAN SOP LAYANAN KLINIS PUSKESMAS INGIN


JAYA.
Kesatu

: Untuk menjamin pengendalian layanan klinis diperlukan


pembakuan standar dan SOP layanan klinis.
Standar dan SOP Layanan Klinis yang dimaksud dalam

Kedua

: Diktum pertama keputusan ini (terlampir) wajib digunakan


pada semua unit pelayanan klinis di puskesmas.
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila
di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya,

Ketiga

: maka akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di
: Lambaro,
Pada tanggal
: 04 Januari 2016,
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA

T. FADHLY

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR


DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS INGIN JAYA

Kabupaten
Aceh Besar

Jalan Banda Aceh Medan KM 8.5 Lambaro


Puskesmas
Ingin Jaya

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA


NOMOR..
TENTANG
PENYUSUNAN INDIKATOR KLINIS DAN INDIKATOR PERILAKU
PEMBERI LAYANAN KLINIS
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA

Menimbang

a.

Bahwa untuk menyelenggarakan pelayanan klinis yang


bersaing, maka perlu keterlibatan tenaga klinis dalam
upaya

peningkatan

mutu

layanan

klinis

secara

berkesinambungan;

b. Bahwa untuk meningkatkan mutu layanan klinis,


maka perlu dilakukan penyusunan indikator klinis dan
indikator perilaku pemberi layanan klinis;

c. Bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a dan b,


perlu menetapkan Keputusan Kepala Puskesmas Ingin
Jaya

tentang

Penyusunan

Indikator

Klinis

dan

Indikator Perilaku Pemberi Layanan Klinis;


Mengingat

1. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014


tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun
2009 tentang Kesehatan;
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun

2004 tentang Praktek Kedokteran;


4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 1333/Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar
Pelayanan Rumah Sakit;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang
Tenaga Kesehatan;
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN

: KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA TENTANG


PENYUSUNAN

INDIKATOR

KLINIS

DAN

INDIKATOR

PERILAKU PEMBERI LAYANAN KLINIS.


Kesatu

: Menentukan

indikator

klinis

dan

indikator

perilaku

pemberi pelayanan klinis sebagaimana terlampir dalam


keputusan ini.
Kedua

: Penyusunan

indikator

klinis

dan

indikator

perilaku

pemberi pelayanan klinis dilaksanakan dengan melibatkan


tenaga klinis.
Ketiga

: Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila


di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya,
maka akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Lambaro,
Pada tanggal
: 04 Januari 2016,
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA,

T. FADHLY

Daftar Lampiran
Tentang
Pemberi Layanan Klinis
Tanggal

No.

Jenis Pelayanan

1.

Pendaftaran dan
RM

2.

BP Umum

3.

BP Gigi

4.

KIA-KB

5.

Farmasi

6.

Gizi

7.

Laboraturium

: Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor


: Penyusunan Indikator Klinis dan Indikator Perilaku
:
: 04 Januari 2016

INDIKATOR KLINIS
Indikator
Pengisian berkas Kelengkapan dan ketepatan
rekam medis
Kepusan Pelanggan
Kepatuhan memberikan tanda tangan dan
nama dokter pada penulisan resep
psikotropika di rekam medis pada penderita
gangguan jiwa berat
Kepusan Pelanggan
Pencabutan gigi tetap penyulit dengan
Komplikasi
Kepuasan Pelanggan
Kejadian KIPI kategori berat
Kepuasan Pelanggan
Tidak adanya kejadian kesalahan pemberian
obat
Kepuasan Pelanggan
Balita Gizi buruk dikonsulkan ke dokter
Kepuasan Pelanggan
Kejadian hematoma setelah pengambilan
darah vena
Kepuasan Pelanggan

Standar

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR

Kabupaten
Aceh Besar

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS INGIN JAYA
Jalan Banda Aceh Medan KM 8.5 Lambaro
Puskesmas
Ingin Jaya

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA


NOMOR..
TENTANG
PENETAPAN DOKUMEN EKSTERNAL YANG MENJADI ACUAN DALAM
PENYUSUNAN STANDAR PELAYANAN KLINIS
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA

Menimbang

a. Bahwa untuk meningkatkan layanan klinis dengan baik,


maka

perlu dilakukan pembakuan

standar

prosedur

layanan klinis;
b. Bahwa dalam penyusunan standar dan prosedur tersebut
diperlukan acuan yang jelas dan dapat dipertanggung
jawabkan, dan bila memungkinkan berdasarkan bukti
ilmiah terkini dan yang terbaik;

c. Bahwa untuk melaksanakan maksud tersebut poin a dan


b, perlu ditetapkan Surat Keputusan Kepala Puskesmas

Ingin Jaya tentang Dokumen Eksternal Yang Menjadi


Acuan Dalam Penyusunan Standar Pelayanan Klinis;
Mengingat

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014


tentang Tenaga Kesehatan;
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014
tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;
3. Peraturan

Menteri

Kesehatan

290/MENKES/PER/III/2008

tentang

Nomor
Persetujuan

Tindakan Kedokteran;
4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004
tentang Praktek Kedokteran;
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN :

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA TENTANG


DOKUMEN EKSTERNAL YANG MENJADI ACUAN DALAM

Kesatu

PENYUSUNAN STANDAR PELAYANAN KLINIS.


Menentukan Dokumen Eksternal sebagai mana terlampir

Kedua

dalam keputusan ini.


Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan
apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam
penetapannya,

maka

akan

diadakan

pembetulan

sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di
: Lambaro,
Pada tanggal : 04 Januari 2016,
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA,

T. FADHLY

Lampiran Surat Keputusan Kepala Puskesmas


Nomor
:
Tentang : Dokumen Eksternal Yang Menjadi Acuan Dalam Penyusunan Standar
Pelayanan Klinis
Tanggal : 04 Januari 2016

DAFTAR DOKUMEN EKSTERNAL YANG MENJADI ACUAN


DALAM PENYUSUNAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

NO
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

DOKUMEN EKSTERNAL
Permenkes No.75 Tahun 2014.
Pedoman mencegah dan pengendalian infeksi di RS.
Minor oral surgery FKG, UGM 1979.
Buku bedah mulut minor oral surgery FKG, UGM 1979.
SOP pemeriksaan jaringan periodontal, disusun oleh drg.Mahrita,
Sp.periodontal dan puskesmas Jagir Surabaya 2009.
Pedoman UKGS Depkes 1996.
Pedoman rujukan, upaya kesehatan gigi dan mulut depkes RI 2000.
Penatalaksanaan Art Restorasi Treatment (art) dalam pengendalian karies gigi,
Depkes 1999.

9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37
38.
39.
40.

Buku Endodonti klinis 3 hipocrates.


Buku Terapi periodotal.
Ilmu Bedah mulut Edisi kedua.
Rekam medik.
Panduan pemberian makanan tambahan pemulihan bagi balita gizi kurang.
Penuntun Diit.
Buku Vit A Dosis tinggi.
Buku pegangan Kader Kemenkes 2012.
Buku Surveilans Gizi, Kemenkes RI Tahun 2015.
Pedoman tata laksana Gizi Buruk, Depkes RI 2007.
Kepmenkes RI No. 1995/Menkes/SK/XII/2010, tentang Standar Status Gizi
Anak.
Soft Ware Pengolahan Data PSG.
Pedoman Gizi Seimbang, Kemenkes RI 2015.
Buku Bagan MTBS, Kemenkes Tahun 2015.
Permenkes no. 15 Tahun 2013.
Permenkes no. 70 Tahun 2013.
Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi.
WHO 2007.
Permenkes no. 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas, klinik pratama
tempat praktik mandiri dokter dan tempat praktik mandiri dokter gigi.
Permenkes no. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Puskesmas Depkes RI, Pusat
Promosi Kesehatan Tahun 2008.
Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Kemenkes RI
Tahun 2011.
Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu, Kepmenkes RI Tahun 2011
Buku Pegangan Kader Posyandu, Kepmenkes RI, Pusat Promosi Kesehatan
Tahun 2012.
Pedoman Umum Pengembangan Desa dan kelurahan Siaga aktif, Kepmenkes
RI Tahun 2010.
Buku Panduan Kader Posyandu Menuju Keluarga Sadar Gizi, Kepmenkes RI
Tahun 2011.
Modul Pelatihan Imunisasi Bagi Petugas Puskesmas (Kemenkes RI 2015).
Pelayanan Kesehatan Ibu dan Faskes Dasar dan Rujukan Tahun 2013.
Pelayanan Kesehatan Neonatal Essensial Kemenkes 2012.
Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS dan Fasilitas Pelayanan
Kesehatan lainnya Tahu 2011.
Modul Pelatihan bagi Pengelola Program Pengendalian Penyakit Demam
Berdarah Dengue di Indonesia, Depkes RI 2007.
Swingfog SN 50 Intruction Manua Spare Parts List.
Peraturan Menteri Kesehatan RI no. 94 Tahun 2014 Tentang Penanggulangan

41. Filariasis.
42.
43.
44.
45.
46.

Buku Saku Kader Kesehatan Mengenali dan Mencegah Penyakit Kaki Gajah
(Filariasis).
Pedoman Penatalaksanaan Kasus Malaria di Indonesia Tahun 2006.
Pedoman Perencanaan Tingkat Puskesmas Depkes RI 2006.
Pedoman Lokakarya Mini Puskesmas Depkes RI 2006.
Pedoman Penilaian Kinerja Puskesmas, Depkes RI 2006.

Kabupaten
Aceh Besar

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR


DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS INGIN JAYA
Jalan Banda Aceh Medan KM 8.5 Lambaro
Puskesmas
Ingin Jaya
KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA
NOMOR..
TENTANG
PENETAPAN INDIKATOR MUTU LAYANAN KLINIS

KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA

Menimbang

: a.

a. bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan dan


kesehatan pasien puskesmas maka dipandang perlu adanya
penetapan indikator mutu layanan klinis;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
pada huruf (a) diatas, perlu ditetapkan dengan Keputusan
Kepala Puskesmas;

Mengingat

1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;


2. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah
Sakit;

3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


1333/ Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar Pelayanan;

Memperhatikan

1. Buku Panduan Penyusunan Dokumentasi Akreditasi yang


disusun oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit tahun 2012;
2. Standar Akreditasi Rumah Sakit, Kerjasama Ditjen Bina Upaya
Kesehatan Kemenkes RI demham Komisi Akreditasi Rumah
Sakit (KARS), September 2011;
MEMUTUSKAN

MENETAPKAN
Pertama
Kedua

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA TENTANG


:

PENETAPAN INDIKATOR MUTU LAYANAN KLINIS.


Penetapan Indikator Mutu Layanan Klinis mengacu pada

kebijakan peningkatan mutu dan keselamatan pasien.


Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan
ketentuan akan diubah dan dibetulkan sebagaimana

mestinya apabila ternyata terdapat kekelituan dalam


Keputusan ini.

Ditetapkan di
: Lambaro,
Pada tanggal : 04 Januari 2016,
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA,

T. FADHLY

Lampiran I
Ingin Jaya
Nomor
Tanggal

: Keputusan Kepala Puskesmas


:

: 04 Januari 2016

PENETAPAN INDIKATOR MUTU LAYANAN KLINIS


PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN
PUSKESMAS INGIN JAYA

AREA
INDIKATOR
AREA KLINIS

KELOMPOK
ASSESMEN PASIEN
PELAYANAN
LABORATORIUM
PROSEDUR BEDAH
PENGGUNAAN
ANTIBIOTIK DAN
OBAT LAINNYA
KESALAHAN
MEDIKASI DAN
KEJADIAN NYARIS
CEDERA
PENGGUNAAN
ANESTHESI

INDIKATOR
AREA
MANAJEMEN

KETERSEDIAAN ISI
DAN PENGGUNAAN
REKAM MEDIS
PASIEN
PENCEGAHAN DAN
PENGENDALIAN
INFEKSI,
SURVEILANS DAN
PELAPORAN
PENGADAAN RUTIN
PERALATAN
KESEHATAN DAN
OBAT PENTING
UNTUK MEMENUHI
KEBUTUHAN PASIEN
PELAPORAN
AKTIVITAS YANG
DIWAJIBKAN OLEH
PERATURAN
PERUNDANGUNDANGAN

KODE

NAMA INDIKATOR

STANDAR

INDIKATOR
AREA
SASARAN
KESELAMATAN
PASIEN

MANAJEMEN RESIKO
MANAJEMEN
PENGGUNAAN
SUMBER DAYA
HARAPAN DAN
KEPUASAN PASIEN
DAN KELUARGA
HARAPAN DAN
KEPUASAN STAF
DEMOGRAFI PASIEN
DAN DIAGNOSIS
KLINIS
MANAJEMEN
KEUANGAN
PENCEGAHAN DAN
PENGENDALIAN DARI
KEJADIAN YANG
DAPAT
MENIMBULKAN
MASALAH
PASIEN BAGI PASIEN,
KELUARGA PASIEN
DAN STAF
KETEPATAN
IDENTIFIKASI PASIEN
PENINGKATAN
KOMUNIKASI
EFEKTIF
PENINGKATAN
KEAMANAN OBAT
YANG PERLU
DIWASPADAI
KEPASTIAN TEPAT
LOKASI, TEPAT
PROSEDUR DAN
TEPAT PASIEN
OPERASI
PENGURANGAN
INFEKSI TERKAIT
PELAYANAN
KESEHATAN
PENGURANGAN
RESIKO JATUH

Ditetapkan di
: Lambaro,
Pada tanggal : 04 Januari 2016,
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA,

T. FADHLY
PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR

Kabupaten
Aceh Besar

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS INGIN JAYA
Jalan Banda Aceh Medan KM 8.5 Lambaro
Puskesmas
Ingin Jaya

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA


NOMOR..
TENTANG
SASARAN KESELAMATAN PASIEN PUSKESMAS INGIN JAYA
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA

Menimbang

a.

Bahwa

dalam

upaya

meningkatkan

keselamatan

pasien di Puskesmas Ingin Jaya maka perlu disusun

b.

sasaran-sasaran keselamatan pasien;


Bahwa untuk melaksanakan maksud tersebut point
a,

perlu

ditetapkan

Surat

Keputusan

Kepala

Puskesmas Ingin Jaya tentang Sasaran Keselamatan


Pasien Puskesmas Ingin Jaya;

Mengingat

1. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014


tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;
2. Permenkes

No.

1691/MENKES/PER/VIII/2011

tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit;


3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun
2009 tentang Kesehatan;
4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun
2004 tentang Praktek Kedokteran;

5. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia


Nomor

1457/Menkes/SK/X/2003

Pelayanan

Minimal

Bidang

tentang

Standar

Kesehatan

di

Kabupaten/Kota;
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN

: KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA TENTANG


SASARAN KESELAMATAN PASIEN PUSKESMAS INGIN
JAYA.

Kesatu

: Memberlakukan Sasaran Keselamatan Pasien Puskesmas


Ingin Jaya.

Kedua

: Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila


di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya,
maka akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di
: Lambaro,
Pada tanggal : 04 Januari 2016,
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA,

T. FADHLY

Lampiran Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor


Tentang
: Sasaran Keselamatan Pasien
Tanggal
: 04 Januari 2016
SASARAN KESELAMATAN PASIEN PUSKESMAS INGIN JAYA
1. Kepala Puskesmas dan seluruh penanggung jawab pelayanan klinis dan
penanggung jawab upaya puskesmas wajib berpartisipasi dalam tercapainya
sasaran keselamatan pasien.
2. Para pimpinan wajib melakukan kolaborasi dalam pencapaian sasaran
keselamatan pasien yang diselenggarakan di seluruh jajaran puskesmas.
3. Sasaran keselamatan pasien disusun oleh seluruh jajaran puskesmas Ingin
Jaya dengan pendekatan multidisiplin, dan dikoordinasikan oleh Wakil
Manajemen Mutu.
4. Tujuh standar keselamatan pasien meliputi :
a. Hak pasien
b. Mendidik pasien dan keluarga
c. Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan
d. Penggunaan metode-metode peningkatan kinerja untuk melakukan evaluasi
dan program peningkatan keselamatan pasien
e. Peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien
f. Mendidik staf tentang keselamatan pasien
g. Komunikasi merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan pasien

5. Tujuh langkah menuju keselamatan pasien meliputi :


a. Membangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien
b. Memimpin dan mendukung staf
c. Mengintegrasikan aktivitas pengelolaan resiko
d. Mengembangkan sistem pelaporan
e. Melibatkan dan berkomunikasi dengan pasien
f. Belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan pasien
g. Mencegah cedera melalui implementasi sistem keselamatan pasien
6. Sasaran keselamatan pasien meliputi :
a. Ketepatan identifikasi pasien
b. Peningkatan komunikasi yang efektif
c. Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai
d. Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi
e. Pengurangan resiko infeksi terkait pelayanan kesehatan
f. Pengurangan resiko pasien jatuh
7. Seluruh kegiatan pencapaian sasaran keselamatan pasien harus
didokumentasikan.
8. Wakil Manajemen Mutu wajib melaporkan kegiatan sasaran keselamatan pasien
kepada kepala puskesmas tiap triwulan.
9. Kepala Puskesmas, penanggung jawab pelayanan klinis dan penanggung jawab
puskesmas melakukan monitoring evaluasi dan tindak lanjut keselamatan
pasien.

Kabupaten
Aceh Besar

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR


DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS INGIN JAYA
Jalan Banda Aceh Medan KM 8.5 Lambaro
Puskesmas
Ingin Jaya
KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA
NOMOR..
TENTANG

TENAGA KLINIS YANG TERLIBAT DALAM PENINGKATAN MUTU LAYANAN


KLINIS DAN KESELAMATAN PASIEN PUSKESMAS INGIN JAYA
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA
Menimbang

a. Bahwa dalam upaya penyelenggaraan pelayanan klinis


yang optimal, perlu dilakukan upaya peningkatan
mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien;

b. Bahwa dalam upaya peningkatan mutu layanan klinis


dan keselamatan pasien, hanya dapat terlaksana jika
terdapat kejelasan mengenai tenaga klinis yang terlibat
dan bertanggung jawab dalam upaya tersebut;
c. Untuk melaksanakan maksud point a dan b, perlu
ditetapkan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Ingin
Jaya tentang Tenaga Klinis Yang Terlibat Dalam
Peningkatan Mutu Layanan Klinis Dan Keselamatan
Pasien Puskesmas Ingin Jaya;
Mengingat

1. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014


tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun
2009 tentang Kesehatan;
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun
2004 tentang Praktek Kedokteran;
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 1333/Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar
Pelayanan Rumah Sakit;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang
tenaga kesehatan;
MEMUTUSKAN

MENETAPKAN

: KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA TENTANG


TENAGA KLINIS YANG TERLIBAT DALAM PENINGKATAN
MUTU LAYANAN KLINIS DAN KESELAMATAN PASIEN
PUSKESMAS INGIN JAYA.
: Tenaga klinis yang terlibat dalam peningkatan mutu

Kesatu

layanan

klinis

dan

keselamatan

pasien

sebagaimana

terlampir dalam keputusan ini.


: Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila

Kedua

di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya,


maka akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Lambaro,
Pada tanggal : 04 Januari 2016,
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA,

T. FADHLY

Lampiran Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor


Tentang
: Tenaga Klinis Yang Terlibat Dalam Peningkatan Mutu Layanan
Klinis Dan Keselamatan Pasien
Tanggal
: 04 Januari 2016
DAFTAR TENAGA KLINIS YANG TERLIBAT DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU
LAYANAN KLINIS DAN KESELAMATAN PASIEN PUSKESMAS INGIN JAYA
NO
1.

TENAGA KLINIS
Medis

Dokter
Dokter gigi

2.

Paramedis

Bidan
Perawat

3.

Farmasi

Apoteker
Asisten Apoteker

4.

Laboratorium

Analis Laboratorium

5.

Kesehatan Masyarakat

Sanitarian

6.

Gizi

Nutrisionis

7.

Teknisi Medis

Perekam Medis

Ditetapkan di : Lambaro,
Pada tanggal : 04 Januari 2016,
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA,

T. FADHLY

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR


DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS INGIN JAYA
Jalan Banda Aceh Medan KM 8.5 Lambaro
Kabupaten
Aceh Besar

Puskesmas
Ingin Jaya

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA


NOMOR..
TENTANG
PEMBENTUKAN TIM PENINGKATAN MUTU LAYANAN KLINIS
DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP)
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA
Menimbang

a.

Bahwa dalam upaya peningkatan mutu layanan

klinis

dan keselamatan pasien, hanya dapat terlaksana jika


terdapat kejelasan mengenai tenaga klinis yang terlibat

b.

dan bertanggung jawab dalam upaya tersebut;


Bahwa agar pelaksanaan pertanggungjawaban upaya
peningkatan mutu layanan klinis dan keselamatan pasien
dapat berjalan dengan optimal, maka dipandang perlu
untuk membentuk tim peningkatan mutu layanan klinis
dan keselamatan pasien;

c.

Bahwa untuk melaksanakan maksud tersebut point a


dan

b,

perlu

Puskesmas

ditetapkan

Ingin

Jaya

Surat

tentang

Keputusan

Kepala

pembentukan

Tim

Peningkatan Mutu Layanan Klinis dan Keselamatan


Pasien (PMKP) Puskesmas Ingin Jaya;
Mengingat

1. Undang undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun


2014 tentang Tenaga Kesehatan;
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014
tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;

3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun


2004 tentang Praktek Kedokteran;
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1333/ Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar Pelayanan
Rumah Sakit;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang
tenaga kesehatan;
MEMUTUSKAN
KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA TENTANG

MENETAPKAN :

PEMBENTUKAN TIM PENINGKATAN MUTU LAYANAN


KLINIS DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP) PUSKESMAS
Kesatu

INGIN JAYA.
Pembentukan tim peningkatan mutu layanan klinis dan
keselamatan pasien (PMKP) sebagaimana tersebut dalam

Kedua

lampiran keputusan ini.


Tugas Tim Peningkatan

Mutu

Layanan

Klinis

dan

Keselamatan Pasien (PMKP) sebagaimana tercantum dalam


Ketiga

lampiran keputusan ini.


Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan
apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam
penetapannya,

maka

akan

diadakan

pembetulan

sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di
: Lambaro,
Pada tanggal : 04 Januari 2016,
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA,

T. FADHLY
Lampiran Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor
Tentang
: Pembentukan Tim PMKP
Tanggal
: 04 Januari 2016

TIM PENINGKATAN MUTU LAYANAN KLINIS


DAN KESELAMTAN PASIEN (PMKP)
URAIAN TUGAS DAN PENANGGUNG JAWAB
NAMA JABATAN

: KETUA TIM PENINGKATAN MUTU LAYANAN KLINIS


DAN KESELAMATAN PASIEN

TUGAS

: Melaksanakan upaya peningkatan


klinis dan keselamatan pasien

URAIAN TUGAS

NAMA JABATAN

: SEKRETARIS

TUGAS

: Melaksanakan kegiatan penyusunan laporan hasil


kegiatan Tim Peningkatan Mutu Layanan Klinis dan
Keselamatan Pasien (PMKP).

URAIAN TUGAS

: 1. Melaksanakan koordinasikan dengan Ketua Tim


dalam rangka menyelaraskan kegiatan yang akan

mutu

layanan

1. Merencanakan
kegiatan
peningkatan
mutu
layanan
klinis
dan
keselamatan
pasien
berdasarkan hasil evaluasi kegiatan tahun lalu
sebagai pedoman dan petunjuk pelaksanaan
kegiatan
yang
akan
dilaksanakan
sumber
pendanaan kegiatan.
2. Melaksanakan sosialisasi dan koordinasi dengan
unit kerja terkait dalam rangka penyelarasan
kegiatan yang akan dilaksanakan guna kelancaran
pelaksanaan kegiatan.
3. Mendistribusikan tugas dan memberikan petunjuk
pelaksanaan kegiatan peningkatan mutu layanan
klinis dan keselamatan pasien kepada anggotanya.
4. Melaksanakan
kegiatan,
evaluasi
hasil
pelaksanaan kegiatan, menyampaikan saran dan
pertimbangan sebagai bahan dalam pengambilan
keputusan serta menyusun laporan secara
periodik baik lisan maupun tertulis guna
pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.
5. Memimpin pelaksanaan kegiatan rapat tim
peningkatan mutu dan keselamatan pasien di
puskesmas.

2.

3.

4.
5.
6.

dilaksanakan agar berjalan dengan lancer.


Melaksanakan kegiatan pendokumentasikan hasil
pengukuran indikator mutu layanan klinis dan
sasaran keselamatan pasien.
Melaksanakan
kegiatan
pengolahan
dan
penyusunan program kerja, monitoring
dan
evaluasi berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan
kegiatan.
Menyusun laporan hasil kegiatan Tim PMKP.
Melaksanakan notulensi pada kegiatan rapat
PMKP.
Menyusun perencanaan sumber dan kegiatan

NAMA JABATAN

: KOORDINATOR PELAYANAN POLI UMUM

TUGAS

: Melaksanakan upaya peningkatan mutu layanan


klinis dan sasaran keselamatan pasien rawat jalan di
puskesmas.

URAIAN TUGAS

: 1. Merencanakan
kegiatan
peningkatan
mutu
layanan klinis dan keselamatan pasien rawat jalan
di puskesmas.
2. Menyusun indikator peningkatan mutu layanan
klinis dan keselamatan pasien rawat jalan di
puskesmas.
3. Mengkoordinasikan kegiatan peningkatan mutu
layanan klinis dan keselamatan pasien rawat jalan
di puskesmas dengan pelaksana kegiatan.
4. Melaksanakan
pengukuran
indikator
mutu
layanan klinis dan keselamatan pasien rawat jalan
di puskesmas.
5. Melaksanakan
monitoring,
evaluasi
hasil
pelaksanaan kegiatan peningkatan mutu layanan
klinis dan keselamatan pasien rawat jalan di
puskesmas.
6. Menyampaikan saran dan pertimbangan sebagai
bahan dalam pengambilan keputusan kepada
Ketua Tim.
7. Menyusun laporan secara periodik baik lisan
maupun tertulis sebagai pertanggungjawaban
pelaksanaan kegiatan rawat jalan.

NAMA JABATAN

: KOORDINATOR PELAYANAN POLI GIGI

TUGAS

URAIAN TUGAS

: Melaksanakan upaya peningkatan mutu layanan


klinis dan sasaran keselamatan pasien poli gigi di
puskesmas.
1. Merencanakan
kegiatan
peningkatan
mutu
layanan klinis dan keselamatan pasien poli gigi di
puskesmas.
2. Menyusun indikator peningkatan mutu layanan
klinis dan keselamatan pasien poli gigi di
puskesmas.
3. Mengkoordinasikan kegiatan peningkatan mutu
layanan klinis dan keselamatan pasien poli gigi di
puskesmas dengan pelaksana kegiatan.
4. Melaksanakan
pengukuran
indikator
mutu
layanan klinis dan keselamatan pasien poli gigi di
puskesmas.
5. Melaksanakan
monitoring,
evaluasi
hasil
pelaksanaan kegiatan peningkatan mutu layanan
klinis dan keselamatan pasien poli gigi di
puskesmas.
6. Menyampaikan saran dan pertimbangan sebagai
bahan dalam pengambilan keputusan kepada
Ketua Tim.
7. Menyusun laporan secara periodik baik lisan
maupun tertulis sebagai pertanggungjawaban
pelaksanaan kegiatan poli gigi.

NAMA JABATAN

: KOORDINATOR PELAYANAN POLI KIA-KB

TUGAS

: Melaksanakan upaya peningkatan mutu layanan


klinis dan sasaran keselamatan pasien poli KIA-KB di
puskesmas.

URAIAN TUGAS

1. Merencanakan
kegiatan
peningkatan
mutu
layanan klinis dan keselamatan pasien poli KIA-KB
di puskesmas.
2. Menyusun indikator peningkatan mutu layanan
klinis dan keselamatan pasien poli KIA-KB di
puskesmas.
3. Mengkoordinasikan kegiatan peningkatan mutu
layanan klinis dan keselamatan pasien poli KIA-KB

4.

5.

6.

7.

di puskesmas dengan pelaksana kegiatan.


Melaksanakan
pengukuran
indikator
mutu
layanan klinis dan keselamatan pasien poli KIA-KB
di puskesmas.
Melaksanakan
monitoring,
evaluasi
hasil
pelaksanaan kegiatan peningkatan mutu layanan
klinis dan keselamatan pasien poli KIA-KB di
puskesmas.
Menyampaikan saran dan pertimbangan sebagai
bahan dalam pengambilan keputusan kepada
Ketua Tim.
Menyusun laporan secara periodik baik lisan
maupun tertulis sebagai pertanggungjawaban
pelaksanaan kegiatan poli KIA-KB.

NAMA JABATAN

: KOORDINATOR PELAYANAN OBAT/FARMASI

TUGAS

: Melaksanakan upaya peningkatan mutu layanan


klinis dan sasaran keselamatan pasien farmasi di
puskesmas.

URAIAN TUGAS

: 1. Merencanakan
kegiatan
peningkatan
mutu
layanan klinis dan keselamatan pasien farmasi di
puskesmas.
2. Menyusun indikator peningkatan mutu layanan
klinis dan keselamatan pasien farmasi di
puskesmas.
3. Mengkoordinasikan kegiatan peningkatan mutu
layanan klinis dan keselamatan pasien farmasi di
puskesmas dengan pelaksana kegiatan.
4. Melaksanakan
pengukuran
indikator
mutu
layanan klinis dan keselamatan pasien farmasi di
puskesmas.
5. Melaksanakan
monitoring,
evaluasi
hasil
pelaksanaan kegiatan peningkatan mutu layanan
klinis dan keselamatan pasien farmasi di
puskesmas.
6. Menyampaikan saran dan pertimbangan sebagai
bahan dalam pengambilan keputusan kepada
Ketua Tim.
7. Menyusun laporan secara periodik baik lisan
maupun tertulis sebagai pertanggungjawaban

pelaksanaan kegiatan farmasi.


NAMA JABATAN

: KOORDINATOR PELAYANAN POLI GIZI

TUGAS

: Melaksanakan upaya peningkatan mutu layanan


klinis dan sasaran keselamatan pasien gizi di
puskesmas.

URAIAN TUGAS

: 1. Merencanakan
kegiatan
peningkatan
mutu
layanan klinis dan keselamatan pasien gizi di
puskesmas.
2. Menyusun indikator peningkatan mutu layanan
klinis dan keselamatan pasien gizi di puskesmas.
3. Mengkoordinasikan kegiatan peningkatan mutu
layanan klinis dan keselamatan pasien gizi di
puskesmas dengan pelaksana kegiatan.
4. Melaksanakan
pengukuran
indikator
mutu
layanan klinis dan keselamatan pasien gizi di
puskesmas.
5. Melaksanakan
monitoring,
evaluasi
hasil
pelaksanaan kegiatan peningkatan mutu layanan
klinis dan keselamatan pasien gizi di puskesmas.
6. Menyampaikan saran dan pertimbangan sebagai
bahan dalam pengambilan keputusan kepada
Ketua Tim.
7. Menyusun laporan secara periodik baik lisan
maupun tertulis sebagai pertanggungjawaban
pelaksanaan kegiatan gizi.

NAMA JABATAN

: KOORDINATOR PELAYANAN REKAM MEDIK

TUGAS

: Melaksanakan upaya peningkatan mutu layanan


klinis dan sasaran keselamatan pasien rekam medik
di puskesmas.

URAIAN TUGAS

: 1. Merencanakan
kegiatan
peningkatan
mutu
layanan klinis dan keselamatan pasien rekam
medik di puskesmas.
2. Menyusun indikator peningkatan mutu layanan
klinis dan keselamatan pasien rekam medik di
puskesmas.
3. Mengkoordinasikan kegiatan peningkatan mutu

4.

5.

6.

7.

layanan klinis dan keselamatan pasien rekam


medik di puskesmas dengan pelaksana kegiatan.
Melaksanakan
pengukuran
indikator
mutu
layanan klinis dan keselamatan pasien rekam
medik di puskesmas.
Melaksanakan
monitoring,
evaluasi
hasil
pelaksanaan kegiatan peningkatan mutu layanan
klinis dan keselamatan pasien rekam medik di
puskesmas.
Menyampaikan saran dan pertimbangan sebagai
bahan dalam pengambilan keputusan kepada
Ketua Tim.
Menyusun laporan secara periodik baik lisan
maupun tertulis sebagai pertanggungjawaban
pelaksanaan kegiatan rekam medik.

NAMA JABATAN

: KOORDINATOR PELAYANAN LABORATORIUM

TUGAS

: Melaksanakan upaya peningkatan mutu layanan


klinis dan sasaran keselamatan pasien laboratorium
di puskesmas.

URAIAN TUGAS

: 1. Merencanakan
kegiatan
peningkatan
mutu
layanan
klinis
dan
keselamatan
pasien
laboratorium di puskesmas.
2. Menyusun indikator peningkatan mutu layanan
klinis dan keselamatan pasien laboratorium di
puskesmas.
3. Mengkoordinasikan kegiatan peningkatan mutu
layanan
klinis
dan
keselamatan
pasien
laboratorium di puskesmas dengan pelaksana
kegiatan.
4. Melaksanakan
pengukuran
indikator
mutu
layanan
klinis
dan
keselamatan
pasien
laboratorium di puskesmas.
5. Melaksanakan
monitoring,
evaluasi
hasil
pelaksanaan kegiatan peningkatan mutu layanan
klinis dan keselamatan pasien laboratorium di
puskesmas.
6. Menyampaikan saran dan pertimbangan sebagai
bahan dalam pengambilan keputusan kepada
Ketua Tim.
7. Menyusun laporan secara periodik baik lisan

maupun tertulis sebagai pertanggungjawaban


pelaksanaan kegiatan laboratorium.

Ditetapkan di
: Lambaro,
Pada tanggal : 04 Januari 2016,
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA,

T. FADHLY

Kabupaten
Aceh Besar

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR


DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS INGIN JAYA
Jalan Banda Aceh Medan KM 8.5 Lambaro
Puskesmas
Ingin Jaya

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA


NOMOR..
TENTANG
TENTANG PENANGGUNG JAWAB PELAKSANAAN KEGIATAN PERBAIKAN MUTU
LAYANAN KLINIS
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA
Menimbang

a.

Bahwa agar pelaksanaan peningkatan mutu pelayanan


klinis dan keselamatan pasien dapat dilakukan secara
efektif dan efisien, maka perlu perencanaan yang matang
berdasarkan data monitoring mutu layanan klinis dan
sasaran

b.

keselamatan

perbaikan;
Bahwa agar

pasien

pelaksanaan

dalam

kegiatan

melaksanakan

perbaikan

mutu

pelayanan klinis dapat berjalan dengan optimal, maka


perlu adanya kejelasan penanggung jawab pelaksanaan
kegiatan perbaikan mutu layanan klinis;

c.

Bahwa sehubungan dengan butir a dan b, tersebut diatas


maka

perlu

Puskesmas

ditetapkan

Ingin

Jaya

Surat
tentang

Keputusan

Kepala

Penanggung

Jawab

Pelaksanaan Kegiatan Perbaikan Mutu Layanan Klinis;


Mengingat

1. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014


tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;
2. Undang undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun
2009 tentang Kesehatan;
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun
2004 tentang Praktek Kedokteran;
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1333/ Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar Pelayanan
Rumah Sakit;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang

tenaga kesehatan;
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN :

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA TENTANG


PENANGGUNG

Kesatu

JAWAB

PELAKSANAAN

KEGIATAN

PERBAIKAN MUTU LAYANAN KLINIS.


Menentukan penanggung jawab pelaksanaan kegiatan
perbaikan mutu layanan klinis terlampir dalam keputusan

Kedua

ini.
Penanggung Jawab Pelaksanaan perbaikan Mutu Layanan
Klinis bertugas untuk :

1. Memastikan kegiatan perbaikan dilaksanakan sesuai


rencana perbaikan mutu layanan klinis.
2. Melaporkan pelaksanaan kegiatan perbaikan mutu
layanan klinis kepada Tim Peningkatan Mutu Layanan
Klinis dan Keselamatan Pasien (PMKP).
3. Memberikan masukan mengenai pelaksanaan kegiatan
perbaikan

mutu

layanan

klinis

kepada

Tim

Peningkatan Mutu Layanan Klinis dan Keselamatan


Ketiga

Pasien (PMKP).
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila di
kemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya,
maka akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di
: Lambaro,
Pada tanggal : 04 Januari 2016,

KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA,

T. FADHLY

LAMPIRAN

JAYA

KEPUTUSAN KEPALA
PUSKESMAS INGIN

Januari 2016

NOMOR

TANGGAL

: 04

PENANGGUNG JAWAB PELAKSANAAN KEGIATAN


PERBAIKAN MUTU LAYANAN KLINIS

1. Penanggung jawab

2.

Ketua

3.

Anggota

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR

Kabupaten
Aceh Besar

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS INGIN JAYA
Jalan Banda Aceh Medan KM 8.5 Lambaro
Puskesmas
Ingin Jaya

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA


NOMOR..
TENTANG
PETUGAS PEMANTAU PELAKSANAAN KEGIATAN PERBAIKAN MUTU LAYANAN
KLINIS
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA
Menimbang

a.

Bahwa agar pelaksanaan peningkatan mutu pelayanan


klinis dan keselamatan pasien dapat dilakukan secara
efektif dan efisien, maka perlu perencanaan yang matang
berdasarkan data monitoring mutu layanan klinis dan
sasaran

b.

keselamatan

perbaikan;
Bahwa agar

pasien

pelaksanaan

dalam

kegiatan

melaksanakan

perbaikan

mutu

pelayanan klinis dapat berjalan dengan optimal, maka


perlu adanya kejelasan penanggung jawab pemantau
kegiatan perbaikan mutu layanan klinis;

c.

Bahwa untuk melaksanakan maksud tersebut point a


dan b, maka perlu ditetapkan Surat Keputusan Kepala
Puskesmas

Ingin

Jaya

tentang

Petugas

Pemantau

Pelaksanaan Kegiatan Perbaikan Mutu Layanan Klinis;

Mengingat

1. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014


tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;
2. Undang undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun
2009 tentang Kesehatan;
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun
2004 tentang Praktek Kedokteran;
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1333/ Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar Pelayanan
Rumah Sakit;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang
tenaga kesehatan;
MEMUTUSKAN

MENETAPKAN :

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA TENTANG


PENANGGUNG

Kesatu

JAWAB

PEMANTAU

KEGIATAN

PERBAIKAN MUTU LAYANAN KLINIS.


Menentukan penanggung jawab pemantau pelaksanaan
kegiatan perbaikan mutu layanan klinis terlampir dalam

Kedua

keputusan ini.
Penanggung jawab pemantau

pelaksanaan perbaikan

Mutu Layanan Klinis bertugas untuk :


1. Melakukan monitoring atau pemantauan terhadap
pelaksanaan kegiatan perbaikan mutu layanan klinis.
2. Melaporkan
terhadap

hasil

monitoring

pelaksanaan

kegiatan

atau

pemantauan

perbaikan

mutu

layanan klinis kepada Tim Peningkatan Mutu Layanan


Klinis dan Keselamatan Pasien (PMKP).
3. Memberikan masukan mengenai pelaksanaan kegiatan
perbaikan

mutu

layanan

klinis

kepada

Tim

Peningkatan Mutu Layanan Klinis dan Keselamatan


Ketiga

Pasien (PMKP).
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan
apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam
penetapannya,

maka

akan

diadakan

pembetulan

sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di
: Lambaro,
Pada tanggal : 04 Januari 2016,
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA,

T. FADHLY

LAMPIRAN
KEPUTUSAN KEPALA
PUSKESMAS INGIN

JAYA

Januari 2016

NOMOR

TANGGAL

: 04

PENANGGUNG JAWAB PELAKSANAAN KEGIATAN


PERBAIKAN MUTU LAYANAN KLINIS

1.

Penanggung jawab

2.

Ketua

3.

Anggota

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR

Kabupaten
Aceh Besar

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS INGIN JAYA
Jalan Banda Aceh Medan KM 8.5 Lambaro
Puskesmas
Ingin Jaya

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA


NOMOR..
TENTANG
PENYAMPAIAN INFORMASI HASIL PENINGKATAN MUTU LAYANAN KLINISDAN
KESELAMATAN PASIEN
KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA
Menimbang

a.

Bahwa untuk meningkatkan budaya keselamatan dan


budaya perbaikan yang berkelanjutan perlu dilakukan
evaluasi upaya peningkatan mutu layanan klinis dan

b.

keselamatan pasien;
Bahwa untuk meningkatkan

motivasi

petugas

dan

meningkatkan keberlangsungan upaya peningkatan mutu


layanan klinis dan keselamatan pasien, perlu dilakukan
penyampaian informasi hasil, evaluasi terhadap upaya
peningkatan mutu layanan klinis dan keselamtan pasien;

c.

Bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a dan b,


maka

perlu

menetapkan

Surat

Keputusan

Kepala

Puskesmas Ingin Jaya tentang Penyampaian Informasi


Hasil Evaluasi Peningkatan Mutu Layanan Klinis dan
Keselamatan Pasien;
Mengingat

1.

Peraturan

Menteri

Kesehatan

1691/Menkes/Per/VIII/2011

tentang

Nomor
keselamatan

pasien;

2.

Undang undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun

3.

2009 tentang Kesehatan;


Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
128/Menkes/SK/II/2004

tentang

Kebijakan

Dasar

Puskesmas;
MEMUTUSKAN
KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA TENTANG

MENETAPKAN :

PENYAMPAIAN INFORMASI HASIL PENINGKATAN MUTU


Kesatu

LAYANAN KLINIS DAN KESELAMATAN PASIEN.


Pelaksanaan penyampaian informasi hasil

evaluasi

peningkatan mutu layanan klinis dan keselamatan pasien


kepada semua petugas klinis di
Kedua

Puskesmas melalui

sebuah rapat.
Penyampaian informasi hasil evaluasi peningkatan mutu
layanan klinis dan keselamatan pasien sebagaimana dalam
diktum

pertama

dilaksanakan

satu

minggu

setelah

pelaksanaan evaluasi peningkatan mutu layanan klinis


Ketiga

dan keselamatan pasien.


Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan
ketentuan
akan

apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan

diadakan

perbaikan/perubahan

sebagaimana

mestinya.
Ditetapkan di
: Lambaro,
Pada tanggal : 04 Januari 2016,

KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA,

T. FADHLY