Anda di halaman 1dari 4

Stressed Out at Work?

Help Is on the Way


A. PENDAHULUAN

Saat ini, tampaknya semakin banyak karyawan semakin stres di tempat kerja.
Seperti yang telah dibahas sebelumnya dalam bab ini, tingkat stres yang tinggidapat
memiliki konsekuensi serius bagi individu dan organisasi mereka. Adabanyak
kemungkinan penjelasan peningkatan stres karyawan, termasuk resesiyang susah
dihilangkan, persaingan global yang ketat, pengangguran tetap tinggidan menuntut
budaya kerja berbasis kinerja. Peracikan masalahnya adalah bahwa banyak karyawan
yang berjuang dengan masalah-masalah pribadi dan keuangandi rumah.Sumber lain dari
stres bagi karyawan terkait dengan PHK. Selama resesiter baru, beberapa perusahaan dan
organisasi telah melepaskan puluhan ribu karyawan. Meskipun PHK yang sangat
memukul pada korban yang pasrah, ada juga bukti bahwa yang selamat dari PHK (yaitu,
karyawan yang tinggal denganorganisasi dan tidak di-PHK) memiliki tingkat stres yang
tinggi dan ada ketakutan atas masa depan pekerjaan mereka sendiri. Selain tu Budaya
kerja yang menuntut kinerja tinggi juga dapat berperan pada tingkat stres karyawan dan
kesehatan mental. Dalam jangka waktu sekitar enam bulan, tiga insinyur yang bekerja
untuk pabrik Renault di Prancis, melakukan bunuh diri. Diduga bahwa sebelum kematian
mereka, masing-masing mengeluh tentang beban kerja yang tidak masuk akal, taktik
manajemen dengan tekanan tinggi, kelelahan, dan kritik memalukan di depan rekan-rekan
selama review kinerja. Apa yang organisasi lakukan untuk memerangi stres di antara
karyawan mereka? Banyak orang mendorong untuk menggunakan Program Bantuan
Karyawan (PBK) atau program perlakuan yang baik. Dalam satu tahun terakhir atau
lebih, telah terjadi peningkatan permintaan karyawan untuk perencanaan keuangan,
konseling utang, dan bantuan hukum. Selain itu, banyak karyawan yang mengambil
keuntungan dari jasa konseling melalui telepon dan secara langsung; permintaan umum
adalah untuk keluarga dan hubungan konseling. Selain itu, para ahli merekomendasikan
bahwa organisasi mengubah budaya mereka sehingga mengurangi prevalensi dan efek
berbahaya dari stres. Sebagai contoh, manajer harus mendorong karyawan untuk berbagi
keprihatinan mereka dengan rekan tim atau rekan kerja terpercaya, meminta bantuan dan
tidak memelihara masalah di dalam, meminimalkan kesalahan ketika ide-ide yang baik
tidak berjalan dengan baik, dan menciptakan lingkungan di mana mendengarkan masalah
kecil yang diidentifikasi sebelum mereka berubah menjadi masalah besar. Apakah

Page 1

prasyarat ini dan manfaat tambahan yang cukup signifikan untuk mengurangi tingkat stres
karyawan selama masa ekonomi yang menantang? Mungkin tidak, tapi mereka mungkin
hanya sinyal untuk bertahan karyawan bahwa organisasi mereka peduli tentang mereka;
dan ini sendiri adalah hasil positif yang dapat membantu meningkatkan retensi karyawan
dan moral.

B. Pertanyaan Kasus
1) Apakah alasan utama mengapa banyak karyawan yang berpengalaman memiliki

tingkat tekanan pekerjaan yang lebih tinggi saat ini? Indentifikasi dan diskripsikanlah
alasannya.
2) Mengapa banyak karyawan yang selamat dari pemberhentian dikarenakan masalah
tekanan? Menurut peraturan yang berlaku kebijaksanaan akan menyarankan bahwa
karyawan sebaiknya menjadi senang bahwa mereka tidak di berhentikan. Jelaskan
jawabannya.
3) Apa yang dilakukan perusahaan untuk mengurangai tingkat tekanan dari karyawan
mereka? Untuk berapa tingkatkah menurutmu bahwa langkah - langkah tersebut akan
menolong mereka menahan karyawannya?
C. Pemecahan Masalah
1) Menurut kami, alasan utama mengapa banyak karyawan yang berpengalaman

memiliki tingkat tekanan yang tinggi dalam bekerja adalah tingkat pengunduran diri,
kompetisi global yang semakin tinggi, tingginya tingkat pengangguran, dan
meningkatnya permintaan peningkatan budaya kerja, beban kerja yang tidak masuk
akal dan juga keletihan. Selain hal tersebut, permasalahan pribadi diluar kantor kian
memicu tekanan karywan dalam bekerja. Sebagai contoh, permasalahan tingkat
kebutuhan keuangan keluarga semakin meningkat. Permasalahan-permasalah diatas
sangat mempengaruhi tingkat tekanan karyawan saat bekerjaa di perusahaan, oleh
karena itu perusahaan juga harus memikirkan bagaimana cara yang tepat atau caracara apa saja yang dapat dilakukan karwayannya
2) Menurut kami, mengapa banyak karyawan yang selamat dari pemberhentian
dikarenakan masalah tekanan, karena karyawan ini masih bisa membedakan dan
memposisikan diri mereka sebagaimana mestinya, dalam kata lain bisa memisahkan
mana urusan personal dan yang mana urusan pekerjaan, walaupun sebenarnya mereka
juga tidak terlepas dari permasalahan atau tekanan-tekan dari luar pekerjaannya.
Karyawan yang tidak menjadi korban pemberhentian akan lebih senang,hal ini
dikarenakan mereka masih dapat bekerja di perusahaan tersebut sehingga mereka
masih bisa memenuhi kebutuhan keuangannya dan kelanjutan pekerjaan mereka

Page 2

dikemudian harinya. Pemberhentian karyawan lain yaitu termasuk rekan kerja


mereka, membuat mereka menjadi leibih fokus lagi bekerja, dan bisa juga sebagai
motivasi diri bagi mereka, karena tidak menutup kemungkinan yang akan
diberhentikan berikutnya adalah mereka. Namun ada juga karyawan yang selamat dari
pemberhentian tersebut, sambil bekerja diperusahaan tempat mereka bekerja saat ini,
mereka juga mencari peluang kerja di perusahaan-perusahaan lain, agar nantinya jika
mereka dikeluarkan (dipecat) mereka tidak akan panik, karena ada perusahaan lain
yang bisa mempekerjakan mereka. Hal ini juga berdampak buruk bagi kinerja mereka
di perusahaan tempat mereka bekerja sekarang, karena mereka tidak fokus lagi dalam
bekerja dan lebih banyak waktu untuk memilih-milih atau melamar diperusahanperusahaan lainnya.
3) Berikut ini adalah hal-hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengurangi tingkat
tekanan bagi karywannya, yaitu: Program EAPs, melakukan pembaruan-pembaruan
terhadap budaya kerja, memberikan bantuan atau Beasiswa pendidikan bagi anakanak karyawan, memfasilitasi saran dan prasaran untuk mengurangi tekanan,
menyediakan hari libur bagi karyawan guna memberikan waktu untuk karyawan
beristirahat dan menghabiskan waktu dengna keluarganya, memberikan pendidikan
bercorak motivasi, memberikan dukungan moral ataupun pemecahan masalah bagi
karyawan dengan cara berbagi atau curhat kepada rekan kerja yang dapat dipercaya,
dan banyak hal-hal lain yang dapat dilakukan oleh manager perusahaan untuk
mengurangi tekanan tersebut. Terdapat banyak alternatif pilihan yang dapat dilakukan
perusahaan untuk mengurangi tingkat tekanan karywannya, namun kembali lagi
kepada karyawan tersebut akankah tetap bekerja atau mengundurkan diri, karena
alternatif-alternatif cara tersebut beruhungan dengan tingkat kepuasan atau
kesejahteraan yang diterima karywan.

D. Rekomendasi

Menurut kami, sebaiknya perusahaan dapat mengatasi permasalahan tekanan kerja


karyawannya, dan karyawan juga bisa membedakan dan memposisikan diri mereka
sebagai personal maupun sebagai karyawan. Hal ini berguna, agar kepentingan kemajuan
perusahaan juga memberikan kamajuan (kepuasan) bagi karyawannya. Dari fenomena
makin banyaknya stress di tempat kerja kami merekomendasikan hal-hal sebagai berikut :
1) Perencanaan rekrutmen karyawan dengan cermat, artinya perekrutan karyawan

harus disesuikan dengan latar belakang pendidikan dengan formasi yang


dibutuhkan. Sehingga terwujud the right man in the right place dan tidak ada
karyawan yang ambigu dalam melaksanakan tugasnya.

Page 3

2) Kejelasan job description untuk tiap-tiap pekerjaan, hal ini perlu dilakukan agar

tidak terjadi kebingungan karyawan terhadap tugas yang harus dilakukan dan
tanggung jawab terhadap pekerjaannya akan muncul
3) Perhatian perusahaan kepada karyawan senantiasa ditingkatkan, sesuai dengan
kemampuan keuangan perusahaan. Perhatian ini tidak hanya mencakup pemberian
fasilitas maupun insentif, namun juga perhatian dalam bentuk kenyamanan di
lingkungan kerjanya.
4) Penentapan tujuan serta tuntutan kinerja perusahaan harus dikomunikasikan secara
baik kepada karyawan sehingga karyawan bisa merasakan prestasi sekaligus
didorong untuk melakukan lebih dari yang mereka bayangkan.
E. Kesimpulan

Dari kasus ini memberikan pembelajaran bagi kita stres di tempat kerja adalah
sebuah keniscayaan, yang dilatar belakangi oleh berbagai sebab. Bisa dari individu yang
bersangkutan,

lingkungan

organisasi

(Harapan

bahwasanya

karyawan-karyawan

memberikan performa kinerja yang baik bagi kemajuan perusahaannya), ancaman PHK
maupun hal-hal di luar organisasi (ekstra organissai). Upaya untuk meminimalisir stres
harus diupayakan baik oleh individu itu sendiri maupun oleh organisasi bagaimana
perusahaan bisa mengatasi permasalahan tekanan kerja karyawannya. Disisi lain
perusahaan juga harus memberikan imbalan yang pantas bagi karyawannya, karena
karyawan tersebut telah bekerja secara maksimal untuk kemajuan perusahaan.

Page 4