Anda di halaman 1dari 9

Tugas Konversi energi

1. Bagaimana Prinsip Kerja Konversi Energi menggunakan Magnet & Kumparan, sertakan
Contohnya?
Konversi Energi
Konversi energi dari energi listrik menjadi energi mekanik atau sebaliknya terjadi melalui
medium medan magnet. Medan magnet berfungsi sebagai tempat menyimpan energi sementara
dan medium untuk mengkopel proses perubahan energi
Generator

Prinsip kerja dari proses konversi energi mekanik menjadi energi listrik
Apabila sebuah konduktor digerakkan tegak lurus sejauh ds, memotong suatu medan
magnet dengan kerapatan fluks B menimbulkan perubahan fluks pada konduktor dengan panjang
efektif dapat dinyatakan seperti pada persamaan 1. d menyatakan perubahan fluks yang
ditimbulkan, B menyatakan besar kerapatan fluks, L menyatakan panjang konduktor dan ds
menyatakan perubahan gerak :
d = Bl ds
Dengan menggunakan hukum Faraday dapat diperoleh gaya gerak listrik. e adalah besar
ggl yang timbulkan dan menjadi energi listrik. V menyatakan kecepatan gerak konduktor.
e

d
dt

ds
dt
e Blv
e Bl

Arah gaya gerak listrik ditentukan oleh aturan tangan kanan, dengan jempol, telunjuk dan jari
tengah yang saling tegak lurus menunjukkan masing-masing arah v, B dan e

B
Bila konduktor dihubungkan dengan beban maka konduktor tersebut mengalir arus yang
menjauh kita dan dapat digambarkan dengan simbol x. Sedang arus yang mendekati kita
digambarkan dengan simbol ujung depan anak panah (.) . Dari persamaan diatas dapat diartikan
apabila dalam medan magnet diberikan energi mekanik dengan gerakan sebuah konduktor
berkecepatan v maka menimbulkan energi listrik (e). Pengertian ini menjadi prinsip kerja
generator

Prinsip kerja konversi energi listrik menjadi energi mekanik

F
Arus listrik I yang dialirkan pada sebuah konduktor diruang medan magnet dengan kerapatan
fluks B menghasilkan gaya F
F = BIL
Penentuan arah gaya berdasarkan aturan tangan kiri, denga jempol, telunjuk dan jari tengah yang
saling tegak lurus menunjukkan masing-masing arah F, B dan I. Besar kopel yang dibangkitkan :
T = F x r = BILr
Mesin Dinamik Elementer
a

Bila kumparan a-a diputar menghasilkan tegangan ac :


e = Emaks sint t

Untuk mendapatkan tegangan dc digunakan penyearah : komutator dan sikat


Mesin DC :
- Rotor sebagai kumparan medan
- Stator sebagai kumparan jangkar
sikat

Interaksi Medan Magnet


Celah Udara
U S

Bs

Br

Derajat Listrik
Derajat listrik menyatakan hubungan antara siklus listrik yang dihasilkan dengan putaran

mesin.

P
m
2

Frekuensi
Frekuensi menyatakan jumlah siklus sinusoida sinyal listrik yang dihasilkan dari putaran

mesin

p n
x
2 60

2. Bagaimana Prinsip kerja Tranformator, untuk tranformasi : tegangan, Arus. Seratkan


Rumusnya?

Tegangan
1. Trafo Tegangan
Trafo tegangan adalah trafo satu fasa step-down yang mentransformasi tegangan tinggi
atau tegangan menengah ke suatu tegangan rendah yang layak untuk perlengkapan indikator,
alat ukur, relay, dan alat sinkronisasi. Hal ini dilakukan atas pertimbangan harga dan bahaya
yang dapat ditimbulkan tegangan tinggi. Tegangan perlengkapan seperti indikator, meter, dan
relay dirancang sama dengan tegangan terminal sekunder trafo tegangan.
2. Trafo Tegangan Magnetik
Prinsip kerja trafo jenis ini sama dengan trafo daya, meskipun demikian rancangannya
berbeda dalam beberapa hal, yaitu :
a. Kapasitasnya kecil (10 s/d 150 VA), karena digunakan untuk daya yang kecil.
b. Galat faktor transformasi dan sudut fasa tegangan primer dan sekuder lebih kecil
untuk mengurangi kesalahan pengukuran.
c. Salah satu terminal pada sisi tegangan tinggi dibumikan/ ditanahkan.
d. Tegangan pengenal sekunder biasanya 100 atau 1003 V
K2
H2
K2

K1
H1
E1

Gambar rangkaian ekivalen trafo tegangan magnetik :


E = Kumparan Eksitasi
K = Kumparan Kompensasi
H = Kumparan Tegangan
Tinggi

Menurut kutubmya trafo tagangan dibedakan menjadi dua yaitu :


1. Trafo satu kutub : trafo tegangan yang salah satu terminalnya dibumikan / ditanahkan,
dipergunakan untuk tegangan diatas 30 kV
2. Trafo dua kutub : trafo tegangan yang kedua terminalnya diisolir dari bumi / tanah,
hanya digunakan untuk tegangan dibawah 30 kV
R
S
T

a.

Satu Kutub

b. Dua Kutub

Penggunaan trafo tegangan yang dipakai untuk


gangguan tanah.

mendeteksi arus

Trafo tegangan satu kutub yang dipasang pada jaringan tiga fasa, disamping belitan
pengukuran, umumnya dilengkapi dengan belitan tambahan yang berfungsi untuk
mendeteksi arus ganguan tanah. Belitan dari ketiga unit tarfo tegangan tersebut
dihubungkan seri, untuk libih jelasnya dapat diperlihatkan pada gambar sebagai
berikut :
R
S
T

VTn

VSn
Vab

VRn
b

Gamabar : Contoh penggunaan trafo


tegangan yang dipakai untuk mendeteksi arus gangguan
tanah.

Keterangan :
Selama oprasi normal , tidak ada tegangan pada terminal a b (V ab=0). Bila
tejadi gangguan tanah pada salah satu fasa (misaldi fasa R), maka tegangan fasa S
dan T naik 3 dari tegangan semula, sehingga disekunder kedua trafo dibangkitkan
tegangan 3 Vn.Tegangan pada terminal a b sama dengan resutan tegangan
sekunder trafo S dan T, yang besarnya tiga kali harga
tegangan fasa kenetral (3Vn). Tegangan ini memicu relay gangguan tanah.
Tegangan pengenal belitan gangguan tanah biasanya dipilih sedemikian sehingga
saat ganguan tanah Vab mencapai harga yang sama dengan tegangan sekunder fasa
ke tanah.
Beban Trafo Tegangan
Beban trafo tegangan umumnya adalah alat ukur dan relay, daya yang dikomsumsi
alat ukur dan relay dapat ditabelkan sebagai berikut :
Meter / Relay

Konsumsi (VA)

Voltmeter

Wattmeter

PF- Meter

Perekam Tegangan

Frekuensi Meter

Meter / Relay

7,5

Konsumsi (VA)

KWH&KVARH-meter

7,5

Perekam PF-meter

7,5

Perekam Daya

7,5

Sinkronoskop

15

Relay

8 - 70

Pemilihan Trafo Tegangan

Dalam pemilihan antara trafo magnetik dengan trafo kapasitif ada beberapa faktor
yang perlu diperhatikan, diantaranya dapat tabelkan sebagai berikut :

Untuk Keperluan

Jenis Trafo

Voltmeter,KWH-meter,
Sinkronisasi,Relay jaraktanpa PLC

Trafo Magnetik

Komunikasi tanpa meter dan relay

1 Unit trafo pasitif setiap fasa

Relay jarak dengan PLC

1 Unit trafo kapasitif dan 2 unit trafo

Komunikasi dan meter

Magnetik atau 3 Unit trafo kapasitif

1 Unit pembagi kapasitif per sirkit

Trafo Arus
Trafo arus digunakan untuk pengukuran arus yang besarnya ratusan amper dari arus yang
mengalir dalam jaringan tegangan tinggi. Disamaping untuk penguran arus, trafo arus juga
digunakan untuk pengukuran daya dan energi, pengukuran jarak jauh dan relay proteksi.
Kumparan primer trafo arus dihubungkan seri dengan jaringan atau peralatan yang akan
diukur arusnya, sedang kumparan sekunder dihubungkan dengan meter atau relay proteksi. Pada
umumnya peralatan ukur dan relay membutuhkan arus 1 atau 5 A.
Trafo arus bekerja sebagai trafo yang terhubung singkat, kawasan trafo arus yang
digunakan untuk pengukuran biasanya 0,05 s/d 1,2 kali arus yang akan diukur, sedang trafo arus
untuk proteksi harus mampu bekerja lebih dari 10 kali arus pengenalnya.
Kontruksi dan prinsip kerja trafo arus
Prinsip kerja trafo arus sama dengan trafo daya satu fasa. Jika
pada kumparan
mengalir arus I1, maka pada kumparan primer timbul gayagerak magnet sebesar N1.I1.

primer

Gaya gerak magnet ini mempruduksi fluks pada inti, kemudian membangkitkan gaya
gerak listrik (GGL) pada kumparan sekunder. Jika termianal kumparan sekunder tertutup, maka
pada kumparan sekunder mengalir arus I2 , arus ini menimbulken gaya gerak magnet N 1I1 pada
kumparan sekunder. Bila trafo tidak mempunyai rugi-rugi (trafo ideal) berlaku persamaan :
I1 N 2

I 2 N1 N 1 I1 N 2 I 2

Atau

Zi

I1/k

I2
I 0 Z0 E 2

V2

Z2

Gambar Rangkaian Ekivalen Trafo Arus :

Keterangan :
V2 I 2 Z 2

Tegangan terminal sekunder (V2 ) tergantung pada ipedansi peralatan (Z2 ) yang
bisa berupa alat ukur / relay, sehingga dapat ditulis persamaan :

E2 V2 E2 I 2 Z 2 I 2 Z i
Jika tahanan dan reaktansi bocor kumparan trafo dinyatakan (Z i ),
maka ggl pada kumparan sekunder harus lebih besar dari pada tegangan sekunder agar rugi-rugi
tegangan pada (Z i ) dapat dikompensasi, maka persamaan yang harus dipenuhi adalah :

E2 I 2 Z 2 Z i
atau

E2 4,44 fN 2 4,44 fN 2 AB

Dalam prakteknya trafo arus selalu mengandung arus beban nol


(I0), arus ini menimbulkan fluks () yang dibutuhkan untuk membangkitkan gaya gerak listrik E 2
:

di mana :
f = frekuensi tegangan
= fluks magnetik
A = luas penampang inti trafo
B = rapat medan magnetik
Gaya Gerak Listrik (GGL) inilah yang mempertahankan aliran arus I 2 pada impedansi
(Z2+ Z i). Oleh karena itu, amper belitan yang ditimbulkan arus beban nol harus dapat
mengimbangi amper belitan yang ditimbulkan arus primer
N1 I 0 N 1 I 1 N 2 I 2

3. Sebutkan Berbagai Sumber Energi yang ada, Mekanisme Tranformasinya dan Hasilnya
menjadi energi Apa?
Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber,
pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia.
Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor
kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu
energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem
pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti:
pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik
tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga
angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik
tenaga nuklir/PLTN.