Anda di halaman 1dari 4

Klasifikasi kata-kata sulit

1. Sistostomi : Suatu tindakan pembedahan untuk mengalirkan kencing melalui


lubang yang dibuat supra pubik untuk mengatasi retensi urin dan
menghindari komplikasi.(KBBI)
2. Leukosituria : adanya leukosit dalam urin, normalnya hanya sekitar 0-4, jika
lebih dari itu artinya ada infeksi,,misal infeksi pada saluran kemih. (kamus
Dorland, edisi 28)
3. Intravesika : didalam kandung kemih(kamus Dorland, edisi 28)
4. Hematuria : adalah penyakit yang ditandai dengan adanya darah di urin.
Penyakit ini dibedakan menjadi gross hematuria (adanya darah berwarna
merah muda atau merah tua yang disertai penyumbatan darah)
atau hematuria makroskopis, yang hanya dapat dideteksi melalui mikroskop
atau uji urin.( Pramono, B. B. 2011. Dasar- Dasar Urologi, edisi 3. Sagung Seto
: Jakarta)
5. BNO: adalah kepanjangan dari Blass Nier Overzicht, ato kalo bahasa lainnya
jadi KUB (Kidney Ureter Blader) dan IVP (intravenous pyelography) adalah
salah satu pemeriksaan radiologi untuk melihat saluran kemih.
BNO merupakan satu istilah medis dari bahasa Belanda yang merupakan
kependekan dari Blass Nier Overzicht (Blass = Kandung Kemih, Nier =
Ginjal, Overzicht = Penelitian). Dalam bahasa Inggris, BNO disebut juga KUB
(Kidney Ureter Blass). Jadi, pengertian BNO adalah suatu pemeriksaan
didaerah abdomen / pelvis untuk mengetahui kelainan-kelainan pada daerah
tersebut khususnya pada sistem urinaria. .( Pramono, B. B. 2011. DasarDasar Urologi, edisi 3. Sagung Seto : Jakarta)
6. Insersi tube : pelekatan saluran otot pada tulang atau bagian tubuh yang
dapat dipindahkan dengan melalui proses pembedahan.(kamus Dorland, edisi
28)
Pertanyaan-pertanyaan penting
1. Definisi sulit kencing1. Definisi sulit kencing : Retensi urin adalah

kesulitan berkemih atau miksi karena kegagalan mengeluarkan urin


dari kandung kemih ( Buku Kapita Selekta Kedokteran, 2000)
atau akibat ketidak-mampuan kandung kemih untuk mengosongkan
kandung kemih sehingga menyebabkan distensi kandung kemih atau
keadaan ketika seseorang mengalami pengosongan kandung kemih
yang tidak lengkap. Dimana dari beberapa literatur lama waktu dari
ketidak-mampuan berkemih spontan serta volume residu urin berbedabeda

2. Etiologi sulit kencing

Turunnya organ intim akibat dari berbagai sebab yang dapat menyebabkan
saluran kemih terjepit maupun tertutup, seperti pada kondisi rectocele,
cystocele dan lain sebagainya

Tumor, baik pada bagian organ intim, leher rahim, ovarium, maupun rahim

Infeksi pada organ intim

Adanya batu pada kandung kemih

Tumor pada kandung kemih

Kelainan saraf pada kandung kemih, biasanya terjadi karena trauma pada tulang belakang,
stroke, diabetes, dan lain sebagainya.( Smeltzer & Bare. 2002. Keperawatan Medikal Bedah
Brunner and Suddarth, edisi 8. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta)

3.
4.
5.
6.
7.

Etiologi kandung kemih terdapat massa dan nyeri


Factor resiko sulit kencing
Manifestasi klinis pada kasus
Penyakit apa saja yang menyebabkan sulit kencing
Pemeriksaan diagnostic pada kasus

Adapun pemeriksaan diagnostik yang dilakukan pada klien batu kandung kemih
adalah :
a. Urinalisa : Warna kuning, coklat atau gelap
b. Foto KUB : Menunjukkan ukuran ginjal ureter dan ureter, menunjukan
adanya batu.
c. Endoskopi ginjal : Menentukan pelvis ginjal, mengeluarkan batu yang kecil.
d. EKG : Menunjukan ketidakseimbangan cairan, asam basa dan elektrolit.
e. Foto Rontgen : Menunjukan adanya di dalam kandung kemih yang abnormal.
f. IVP ( intra venous pylografi ) : Menunjukan perlambatan pengosongan kandung
kemih,membedakan derajat obstruksi kandung kemih divertikuli kandung kemih dan
penebalan abnormal otot kandung kemih.
g. Vesikolitektomi ( sectio alta ) : Mengangkat batu vesika urinari atau kandung
kemih.
h. Litotripsi bergelombang kejut ekstra corporeal : Prosedur menghancurkan batu
ginjal dengan gelombang kejut.
i. Pielogram retrograde : Menunjukan abnormalitas pelvis saluran ureter dan
kandung kemih.
Diagnosis ditegakan dengan studi ginjal, ureter, kandung kemih, urografi intravena
atau pielografi retrograde. Uji kimia darah dengan urine dalam 24 jam untuk
mengukur kalsium, asam urat, kreatinin, natrium, dan volume total merupakan
upaya dari diagnostik. Riwayat diet dan medikasi serta adanya riwayat batu ginjal,
ureter, dan kandung kemih dalam keluarga di dapatkan untuk mengidentifikasi
faktor yang mencetuskan terbentuknya batu kandung kemih pada klien. ( Tjokro,
N.A, et al. 2001 ).
8. Penyebab BNO terdapat massa intravesika

Tujuan dari pemeriksaan kontras radiologi BNO-IVP adalah untuk mendapatkan


gambaran radiologi dari letak anatomi dan fisiologi serta mendeteksi kelainan
patologis dari ginjal, ureter,dan buli-buli. Pemeriksaan ini juga bertujuan menilai
keadaan anatomi dan fungsi ginjal.Selain itu BNO-IVP dapat mendeteksi adanya
batu semi-opak ataupun batu non opak yang tidak dapat terlihat oleh foto polos
abdomen. Jika BNO-IVP belum dapat menjelaskan keadaan sistem saluran kemih
akibat adanya penurunan fungsi ginjal, sebagai penggantinya adalah pemeriksaan
pielografi retrograde (Purnomo BB, 2011). BNO-IVP mampu mendokumentasikan
aliran kontras pada batu ginjal atau BSK dan juga dapat melihat aliran kontras pada
saluran kemih bagian atas.Hasil foto radiologi tersebut dapat diinterpretasikan oleh
dokter ahli radiologi. Ketidaksiapan dalam mempersiapkan pasien untuk dilakukan
pemeriksaan foto BNO-IVP dapat menyebabkan terjadinya kesalahan prosedur dan
menghasilkan hasil foto radiologi yang tidak diharapkan (Marshall L.Stoller,MD
2008).
9. Penatalaksanaan madis pasca sistostomi
10.Indikasi dan kontra indikasi sistostomi

indikasi pemasangan kateterisasi suprapubik ditambah dengan indikasi berikut:


1.

Retensi urin akut dan kronis yang tidak mampu secara memadai
dikeringkan dengan kateter uretra.

2.

Disukai oleh pasien karena kebutuhan pasien, misalnya pengguna kursi


roda atau masalah seksual.

3.

Prostatitis akut.

4.

Adanya Obstruksi atau striktur ataupun anatomi yang abnormal dari


uretra.

5.

Trauma panggul.

6.

Komplikasi jangka panjang dari kateterisasi uretra.

7.

Ketika kateterisasi jangka panjang digunakan untuk mengelola pasien


dengan inkontinensia.

8.

Kompleks uretra atau operasi perut.

9.

Pasien dengan faecal inkotinensia yang selalu mengotori kateter


uretra.

Kontra :
bila vasika urinaria tidak distesi tidak dapat di palpasi atau tidak dapat dilokalisasi
dengan bantuan ultrasonogra$i


Pasien dengan ri%ayat kanker vesika urinaria

Pasien dengan terapi antikoagulan atau mengalami koagulopati

)anker pelvis(Kowalak, P, dkk. 2011. Buku Ajar Patofisiologi. Penerbit Buku


Kedokteran EGC: Jakarta)
11.Asuhan keperawatan pada kasus