Anda di halaman 1dari 21

PROJECT CHARTER

Judul Proyek:

Perancangan

Sistem

Penjualan di

Apotek

Perusahaan:
Alamat:

Dianka Farma
Apotek Dianka Farma
Jalan Raya Cimareme No. 272 Desa Cimareme
Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung

Bidang:

Barat
Farmasi

Tim Penyusun
NIM
5211141153
5211141147
5211141139
5211141149
5211141162

Nama
Riri Puji Lestari
Ambar Oktavia
Errine Resti Destiani
Chicha Trihandini
Ramsi Zaswara
Hari Gunawan

Project or Organisazion
Role
Project Manager
Database Designer
Interface Designer
System Analyst
Quality Assurance
Programmer

I. EXECUTIVE SUMMARY
Pada proses bisnis Apotek Dianka Farma, pada sistem informasi
penjualan membutuhkan untuk diperbaiki. sistem penjualan yang
masih digunakan sekarang memiliki beberapa kekurangan.
Terlihat jelas dari para pegawai yang melakukan transaksi jual
beli cukup memiliki kesulitan di mana saat mencari produk yang
di minta konsumen, terhambat dengan keterbatasan otomatis.
Pencarian masih harus dilakukan dengan melihat nomor urut
sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama. Hal ini jelas
tidak efisien ketika konsumen diharusnya menunggu ketika
pegawai
Apotek
Dianka
Farma
mencari
produknya.
Perkembangan sistem semakin maju dengan aplikasi yang dapat
dirancang sesuai kebutuhan dan kondisi. Perancangan sistem
baru ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada
konsumen sehingga meningkat pula tingkat kepuasan konsumen
terhadap Apotek Dianka Farma. Oleh karena itu, kontrak proyek
pengembangan sistem penjualan yang akan dilaksanakan
selama 4 bulan akan memberikan sistem yang sederhana namun
jauh lebih baik dari sistem sebelumnya. Biaya atas proyek ini pun
tidak lebih dari Rp 50.000.000. biaya ini sudah termasuk pada
biaya aplikasi software, pengembangan yang disesuaikan dengan
kebutuhan, serta biaya konsultasi. Project manager yang telah
cukup berpengalaman akan memandu proyek ini dengan baik.
Proyek ini pun akan melibatkan beberapa departemen di
perusahaan untuk ikut berkontribusi dalam melakukan proyek ini
selama kontrak proyek ini berlangsung.

II. LATAR BELAKANG INFORMASI

2.1

Informasi Perusahaan
Apotek Dianka Farma didirikan pada 22 Februari 2016 yang

merupakan perusahaan bergerang dibidang farmasi. Saat mulai


didirikan, apotek Dianka Farma memiliki 7 pegawai yang terdiri
atas 1 orang owner, 2 orang apoteker, dan 4 orang asisten
apoteker. Apotek ini berada tepat di sebrang Rumah Sakit
Karisma Cimareme sehingga konsumen didominasi dari orangorang yang sedang berada di rumah sakit. Ketika obat yang
diresepkan tidak tersedia di rumah sakit, maka beberapa dari
konsumen tersebut akan beralih kepada Apotek Dianka Farma.
Tingkat

konsumen

yang

semakin

lama

semakin

banyak,

menjadikan kualitas pelayanan harus semakin ditingkatkan.


Diataranya yang paling utama adalah kualitas sistem penjualan.
Penghasilan

atas

penjualan

setiap

bulannya

mencapai

Rp

48.000.000 dengan waktu operasional dimulai pada pukul 06.00


hingga pukul 22.00 setiap hari.
Visi Apotek Dianka Farma adalah untuk Menjadi apotek yang
menerapkan pelayanan kefarmasian yang bermutu, berkualitas
dan terpercaya serta menguntungkan bagi konsumen dan
karyawannya.
Misi Apotek Dianka Farma adalah, (1) Menyediakan obat,
alat kesehatan serta perbekalan kefarmasian lainnya yang
bermutu, berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat, (2) Untuk
melaksanakan

pelayanan

kefarmasian

yang

tepat,

cepat,

informatif dengan menerapkan konsep Pharmaceurical Care


secara profesional, (3) serta untuk meningkatkan kesejahteraan
taraf hidup seluruh karyawan dan pemilik modal.

Secara garis besar, sistem penjualan yang telah dilakukan


didukung oleh sistem komputer dengan program excel. Namun,
penggunaan fungsi excel yang belum maksimal membuat
transaksi penjualan dalam beberapa hal menjadi terhambat.
Misalnya, tidak efisiennya dalam mencari produk, kurangnya
ketelitian dalam menjumlahkan total bayar karena dilakukan
secara manual menggunakan kalkulator oleh pegawai, dan
sebagainya.
Dari beberapa permasalahan tersebut, timbul kebijakan untuk
mengembangkan

sistem

informasi

mengenai

penjualan.

Kebijakan ini kemudian dirumuskan dalam bentuk perencanaan


pengembangan sistem informasi yang ditulis dalam bentuk
laporan

ini.

Sistem

ini

permasalahan-permasalahan

diharapkan

dapat

mengatasi

tersebut

sehingga

mampu

meningkatkan kualitas atas pelayanan dari Apotek Dianka Farma.

2.2

Maksud dan Tujuan dari Perencanaan Proyek


2.2.1 Maksud Perencanaan Proyek
Maksud dari perencanaan proyek yang akan kami usulkan

adalah untuk dapat menganalisis dan merancang suatu sistem,


baik untuk sistem analisis perbaikan sistem yang sudah ada
maupun perencanaan rancangan sistem baru pada Apotek
Dianka

Farma

untuk

mempermudah

proses

bisnis

yang

dilakukan. Kami mempersempit lingkup atas proyek kami ini


dengan

memfokuskan

pada

sistem

penjualan.

Diharapkan

dengan memperbaiki sistem penjualan di Apotek Dianka Farma,


kami dapat memberikan usulan atas perencanaan rancangan
sistem yang akan mempermudah dan meningkatkan pelayanan

terhadap

konsumen.

Selain

itu,

perancangan

sistem

ini

diharapkan dapat membantu mempermudah dalam penyusunan


laporan keuangan terutama laporan penjualan.

2.2.2

Tujuan Perencanaan Proyek

Tujuan dari perencanaan proyek ini adalah:


1. Memudahkan mengetahui jumlah persediaan produk di
apotek
2. Memudahkan pencarian data produk
3. Memudahkan transaksi penjualan
4. Memudahkan pengambilan keputusan dalam re-order
produk
5. Memudahkan dalam pembuatan laporan keuangan

2.3

Ruang Lingkup Perencanaan Proyek


Pada tahap ini developer bersama spesialis sistem informasi

melibatkan pengguna untuk:


1) Memahami proses bisnis dalam organisasi
2) Menentukan ruang lingkup sistem yang akan dikerjakan
3) Mendefiniskan masalah
4) Mendefinisikan sasaran dan tujuan sistem
5) Mendefinisikan resiko resiko
6) Mengevaluasi kelayakan sistem dan proyek
7) Mendapatkan umpan balik dari pengguna

2.4

Harapan

yang

Ingin

Dicapai

dari

Perencanaan

Proyek
Harapan dari proyek ini adalah untuk memperbaiki sistem
penjualan yang sudah ada namun dilakukan secara manual
melalui program excel (belum melakukan dengan formula-

formula). Dengan diajukannya proposal perancangan sistem


penjualan di Apotek Dianka Farma diharapkan dapat mampu
mempermudah pembuatan laporan penjualan secara berkala.
Selain itu, dengan sistem ini pun diharapkan dapat memberikan
pelayanan yang baik kepada konsumen saat melakukan transaksi
penjualan yang semakin efisien. Konsumen akan semakin merasa
nyaman

dengan

mudahnya

transaksi

ketika

melakukan

pembelian di Apotek Dianka Farma.

2.5

Permasalahan

Meskipun Apotek Dianka Farma pada dasarnya sudah secara


komputerisasi dalam melakukan transaksinya menggunakan
program

microsoft

office

excel,

namun

permasalahan-

permasalahan yang kini timbul diantaranya adalah sebagai


berikut:
1) Kurangnya efisiensi dalam input produk baru
2) Sulitnya melakukan stock opname karena total persediaan
harus dihitung secara manual
3) Sulitnya mencari nama produk dalam transaksi
4) Kurangnya tingkat efektifitas dalam menjumlahkan total
bayar

2.6

Penjelasan Umum Isi Laporan

Laporan ini terdiri atas :


Bagian I Executive Summary : Berisi tentang ringkasan
penting yang menggambarkan secara keseluruhan mengenai
proyek yang akan dilakukan.

Bagian II Latar Belakang Informasi

: Berisi tentang maksud

dan tujuan perencanaan proyek, ruang lingkup yang diambil


untuk proyek, harapan atau sasaran yang ingin diraih dari
perencanaan proyek, dan penjelasan umum atas isi laporan.
Bagian III Temuan dari Fase Studi : Berisi tentang visi dan misi
perusahaan, analisis pesaing atau anilisis kompetitif, analisis
value chain, serta analisis critical success factors yang meliputi
tujuan akhir bisnis atau Goals, tujuan bisnis atau objectives,
Critical Success Factors (CSF), asumsi-asumsi yang menyertai
CSF,

kebutuhan

dari

informasi

kritis,

serta

masalah

dan

peluangnya yang kemudian akan dievaluasi dan menghasilkan


usulan bagi perusahaan.
Bagian IV Definisi Tahap Perencanaan : Berisi tentang sebuah
kerangka kerja arsitektur informasi, dan perencanaan.
Perencanaan yang disajikan adalah mengenai tujuan dari
masing-masing tahapan, struktur tim perencanaan, aktivitas dan
keluaran atas perencanaan, jadwal perencanaan secara lengkap,
serta anggaran yang dikeluarkan selama perencanaan proyek.

III.
3.1

TEMUAN-TEMUAN DARI FASE STUDI

Visi dan Misi Bisnis Apotek Dianka Farma


Visi Apotek Dianka Farma adalah untuk Menjadi apotek yang

menerapkan pelayanan kefarmasian yang bermutu, berkualitas


dan terpercaya serta menguntungkan bagi konsumen dan
karyawannya.
Misi Apotek Dianka Farma adalah:
1) Menyediakan obat, alat kesehatan serta perbekalan
kefarmasian lainnya yang bermutu, berkualitas dan
terjangkau bagi masyarakat
2) Melaksanakan pelayanan kefarmasian
cepat,

informatif

dengan

yang

tepat,

menerapkan

konsep

Pharmaceurical Care secara profesional


3) Meningkatkan kesejahteraan taraf hidup

seluruh

karyawan dan pemilik modal

3.2

Analisis Pesaing (Analisis Kompetitif)

Lokasi Apotek Dianka Farma yang cukup baik menciptakan


tingginya tingkat persaingan. Dianka Farma bukan merupakan
salah satu apotek yang ada di Jalan Cimareme, beberapa apotek
yang ternama pun berlokasi tidak jauh dari rumah sakit. Selain
itu, apotek di rumah sakit pun juga tersedia. Beberapa promosi
yang telah dilakukan oleh apotek Dianka Farma cukup dilakukan
untuk meraih perhatian para konsumen. Seperti cek gula darah
gratis, cek asam urat gratis, cek kolesterol gratis, tensi gratis,
memberikan diskon khusus dan lain sebagainya. Beberapa dari
promo tersebut dilakukan pada saat-saat tertentu. Selain itu,
dilihat dari lokasi, apotek Dianka Farma memiliki lahan parkir
yang cukup luas bagi konsumen sehingga memudahkan
konsumen dalam parkir kendaraannya. Lokasi yang tepat di
sebrang rumah sakit Karisma Cimareme pun juga menjadikan

apotek ini mudah dijangkau oleh konsumen yang berada di


rumah sakit.

3.3

Analisis Value Chain

Berdasarkan analisis rantai nilai atau value chain, didapat bahwa


kegiatan utama di Apotek Dianka Farma adalah penjualan,
pemasaran, dan pelayanan. Kemudian, kegiatan pendukungnya
diantaranya adalah pengadaan stock (pembelian), tersedianya
para pegawai, tersedianya insfrastruktur yang memadai, dan
teknologi. Kombinasi atas aktivitas utama dan aktivitas
pendukung ini akan menciptakan margin atau laba bagi Apotek
Dianka Farma.
Apabila digambarkan, value chain analysis Apotek Dianka Farma
adalah sebagai berikut:
Infrastruktur
Sumber Daya Manusia
Pembelian
Margin

3.4

Analisis Critical Success Factors (CSF)

a. Tujuan Akhir Bisnis (Goals)


Teknologi
1. Proyek
ini dapat memberikan hasil mengenai
peningkatan kualitas penjualan melalui perbaikan
Penjuala Pemasar pelayan
sistem informasi penjualan
2.
Meningkatkan
waktu saat konsumen
n
an
an efisiensi
menunggu selama transaksi
3. Proyek ini akan memberikan kemudahan pegawai
dalam penggunakan sistem informasi penjualan yang
baru
4. Proyek ini akan mengurangi biaya operasional
(misalnya pembelian kertas, kalkulator dsb)
b. Tujuan Bisnis (Objectives)
Hasil produk yang diinginkan yaitu Sistem Informasi
Penjualan Obat di Apotek Dianka Farma. Berikut adalah daftar
pencapaiannya:
1. Terdapat login untuk membuka aplikasi
2. Terdapat menu penjualan yang dapat mempermudah
dalam melakukan transaksi penjualan
3. Input data dapat dilakukan kapan saja dengan mudah
4. Setiap saat membutuhkan laporan penjualan dan data
barang, operator atau admin dapat mengakses ke
database kapanpun
c. Critical Success Factors (CSF)
Tujuan
Log in untuk membuka aplikasi

Menu
penjualan
sederhana

CSF
Keamanan
dalam
transaksi
akan
ditingkatkan
guna
mengurangi kecurangan dalam
bentuk
apapun
selama
transaksi
penjualan
yang
merupakan
kebijakan
dari
owner
yang Dengan perancangan sistem
penjualan
yang
sederhana
dapat memberikan kemudahan

Controlling Inventory
Pembuatan
mudah

laporan

penggunaan
bagi
para
pegawai
Melengkapi produk farmasi
dan layanan kesehatan
dengan Memberikan sistem otomatis
dalam
menyusun
laporan
penjualan

dalam meninjau lebih lanjut mengenai Apotek Dianka Farma,


berikut merupakan hasil analisis SWOT :

Strengths/Kekuatan
Berlokasi tepat disebrang rumah sakit karisma cimareme
Memiliki lahan parkir kendaraan yang luas
Memiliki program promosi secara berkala
Memiliki layanan gratis wifi dan charger
Manajemen memiliki kebijakan yang terstruktur jelas di
organisasinya
Komunikasi antara manajemen dan pegawai sangat baik
Kontrol pengendalian terarah karena dijaga 24 jam
Weakness/Kelemahan
Kontrol dari owner sangat kurang
Visi dan misi yang kurang ditekankan kepada setiap
pegawai
Pegawai cenderung pasif dalam memberikan pendapatnya
untuk meningkatkan performa pelayanan
Pemberian informasi mengenai promo kurang menyebar

Pelayanan kepada konsumen tidak sesuai standar


pelayanan
Opportunities/Kesempatan-Kesempatan
Strategi pemasaran dapat dilakukan dilahan parkir karena
cukup luas
Pangsa pasar cukup dekat karena selain yang paling dekat
dengan rumah sakit, juga memiliki lokasi yang berbeda
dari pesaing
Persediaan mudah terlengkapi karena banyak didatangi
oleh para supplier
Masyarakat
yang
mengunjungi
walaupun
sekedar
memanfaatkan fasilitas gratis wifi dan charger
Threath/Ancaman
Pesaing yang lebih banyak diketahui masyarakat berada
tidak jauh dari Dianka Farma
Produk yang ada masih dapat dikatakan belum begitu
lengkap
Proses penjualan yang masih digolongkan manual
Dalam poin-poin SWOT di atas, analisis yang didapat adalah
sebagai berikut:
1. Strength Opportunities : dalam menghadapi beberapa
kelemahan, kekuatan yang didorong oleh kesempatan
dapat menciptakan sesuatu yang baru, yang mampu
meningkatkan kekuatan dari Apotek Dianka Farma itu
sendiri. Dalam hal ini, seharusnya apotek Dianka Farma
mampu menjaring masyarakat sebanyak-banyaknya (baik
masyarakat yang sedang berada di rumah sakit, maupun
masyarakat sekitar) dengan memanfaatkan program
promosi tersebut dilahan parkir yang cukup luas. Misalnya
dengan membuka stand gratis atau promo produk tertentu.
Setidaknya masyarakat semakin mengetahui keberadaan
apotek Dianka Farma karena masih digolongkan pada
usaha baru.
2. Strength Threath : Ancaman-ancaman yang timbul
merupakan penyebab dari adanya kelemahan Apotek
Dianka Farma. Namun, ancaman yang ada dapat dilawan
dengan kekuatan. Misalnya, kebutuhan akan kelengkapan
produk dapat dicapai dengan menerima secara selektif

supplier yang datang untuk menawarkan produknya. Hal ini


dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
sehingga menciptakan mind-set yang positif mengenai
apotek Dianka Farma dan menjadikan konsumen tetapnya.
3. Weakness Opportunities : Selain dengan kekuatan,
kelemahan mampu ditutupi atau dihilangkan dengan
memaksimalkan kesempatan-kesempatan yang dimiliki.
Untuk memaksimalkan promosi, sebaiknya pegawai tidak
perlu merasa khawatir untuk memberikan pendapatnya
dalam meningkatkan kemauan konsumen mengunjungi
Apotek Dianka Farma. Dalam hal ini, pegawai mampu
memberikan ide-ide pemasarannya sehingga manajemen
dapat mempertimbangkan dan mengkaji pendapatnya
tersebut. Selain itu, manajemen dapat pula sekaligus
menekankan visi dan misi melalui komunikasi yang baik
agar pegawai memiliki rasa kepemilikan bersama dalam
menjalankan dan menjaga Apotek Dianka Farma.
4. Weakness Threath : kelemahan dan ancaman merupakan
dua hal yang berkaitan. Karena kedua hal tersebut memiliki
hal sebab akibat, di mana adanya kelemahan tersebut
justru mengakibatkan timbulnya ancaman. Oleh karena itu,
harus mampu melaksanakan pemanfaatan hubungan
antara kekuatan dengan kesempatan, kekuatan dengan
kesempatan, dan kekuatan dengan ancaman agar dapat
menghilangkan
kelemahan-kelemahan
yang
dimiliki
sehingga juga menghilangkan adanya ancaman-ancaman.
d. Asumsi-Asumsi Yang Menyertai CSF
Transaksi penjualan sudah menggunakan komputer, hanya
saja terbatas dalam pencarian data dan penjumlahan bayar
sehingga untuk melakukan hal tersebut pegawai harus
menghitungnya menggunakan kalkulator. Selain itu, owner harus
menugaskan apoteker untuk menulis ulang kegiatan transaksi
penjualan ke dalam buku besar.
e. Kebutuhan dari Informasi Kritis
Kebutuhan-kebututuhan
informasi
minimum
dihasilkan oleh sistem ini adalah sebagai berikut.

yang

harus

Query bagi pegawai yang menghasilkan informasi


mengenai transaksi penjualan. Informasi ini diperlukan untuk
pengambilan keputusan dalam evaluasi strategi penjualan untuk
periode selanjutnya.
Laporan-laporan resmi yang dibutuhkan berupa:
1) Resep Dokter
Dokumen ini berguna bagi manajer untuk mengevaluasi
permintaan produk yang mendominasi sehingga dapat
memutuskan dalam pembelian stock.
2) Laporan Penjualan
Laporan ini berguna untuk evaluasi tingkat penjualan
setiap periodenya. Kemudian untuk mengetahui komponen
apa saja yang termasuk dalam laporan penjualan beserta
variabel-variabelnya.
3) Laporan Persediaan
Laporan ini berguna untuk pengambilan keputusan apabila
terdapat beberapa produk yang slow moving sehingga
dapat dilakukan promosi dan atau sebagainya.
4) Laporan Back-Order
Laporan ini berguna bagi manajer untuk meningkatkan
kualitas penjualan yang mungkin tidak atau kurang sesuai
dari konsumen.

f. Evaluasi / Usulan
Penerapan dari sistem informasi yang telah dikembangkan
diterapkan secara paralel. Metode perubahan dari sistem manual
ke sistem komputerisasi yang secara paralel ini dilakukan dengan
mengoperasikan sistem manual yang lama dengan sistem
komputerisasi yang baru secara berkelanjutan. Sistem yang lama
masih dapat dipergunakan bersama dengan penggunaan sistem
yang baru sampai pada saat tertentu penggunaan sistem lama
akan ditinggalkan sepenuhnya. Metode ini dipilih karena sistem
yang baru akan menggunakan teknologi sekarang sehingga
sistem yang baru tidak begitu mengejutkan. Dengan demikian,
sistem yang lama dapat digunakan sebagai pembanding dari
sistem yang baru.

IV.
4.1

DEFINISI TAHAP PERENCANAAN

Kerangka Kerja Arsitektur Informasi

INTERFACE SERVICES
PEGAWAI
AKSES INTERNAL
APLIKASI PENJUALAN
OWNER SEBAGAI PENGGUNA
DATA PENJUALAN

PENJUALAN

PEMASARAN

PELAYANAN

DATAWAREHOUSE BUSINESS INTELLIGENCE


DATA PERSEDIAAN
FAKTUR
EMAIL, CLOSING HARIAN
MANAJEMEN
PUNCAK

4.2

Perencanaan

1. Tim Perencana

PDDP
AR
TO
AJ
BE
AC
ST
EM
DA
EN
SA
IG
GE
NR
E
R
NAMA
Riri Puji Lestari

Ambar Oktavia

JABATAN

WEWENANG DAN TANGGUNG

JAWAB
Project Manager 1. Mengatur jalannya proyek
2. Sebagai penanggung jawab
terhadap apa perancangan
Sistem Informasi Penjualan di
Apotek Dianka Farma
Database
1. Merancang
Desain
Conceptual
/
Logical
Designer
Database,
yaitu
mengidentifikasi
entitas,
atribut, dan hubungan di
antaranya keduanya serta
memberikan
constraints
(batasan)
2. Merancang desain database
secara
fisik
memutuskan
bagaimana logical database

Errine
Desti

Resti Interface

1.

Designer
2.

Chicha

System Analyst

1.

Trihandini
2.

3.

4.

Ramsi Zaswara Quality


Assurance

design terealisasi secara fisik,


misalnya memetakan logic
database
design
menjadi
tabel yang terintegrasi
Mendesain user interface agar
menarik dan serasi secara
visual dan user friendly
Mendesain
image/gambar/animasi yang
akan digunakan di tampilan
user interface (UI) software
aplikasi
Memperluas
atau
memodifikasi sistem untuk
melayani tujuan baru atau
meningkatkan alur kerja.
Menguji,
memelihara,
dan
memantau program komputer
dan
sistem,
termasuk
koordinasi instalasi program
komputer dan sistem
Mengembangkan
dokumen
dan merevisi prosedur desain
sistem, prosedur pengujian
dan standar kualitas
Bisa
berkonsultasi
dengan
manajemen
untuk
memastikan
kesepakatan
pada prinsip-prinsip sistem

1. Melakukan
pengawasan
kualitas terhadap line produksi
2. Menganalisa
permasalahan
kualitas di lapangan
3. Mengambil keputusan untuk
menyelesaikan masalah
4. Menerima
keluhan
dari
customer luar
5. Menganalisa keluhan
6. Melakukan koordinasi dengan
departement terkait terhadap

Hari Gunawan

Programmer

masalah kulitas yang ada


1. Menulis, mengupdate, dan
memelihara
program
komputer
atau
paket
perangkat
lunak
untuk
menangani pekerjaan tertentu
2. Melakukan revisi langsung,
perbaikan
atau
perluasan
program yang ada untuk
meningkatkan
efisiensi
operasi
atau
beradaptasi
dengan persyaratan baru

2. Aktivitas dan Keluaran


N
o

Kegiatan

Awal Proyek
1.1
Pembentukan
Tim
1.2 Rapat
1.3
Survey
Pendahuluan
1.4 Kumpulkan Data

Perencanaan
2.1 Project Charter
2.2 Proposal Proyek

Pelaksanaan

Analisa Sistem
Desain
Database
Sistem
Desain Antarmuka
Sistem
Koding dan testing
Implementasi

5
6
7
8

September
1 2 3 4

Oktober
1 2 3 4

November
1 2 3 4

Penutupan proyek

3. Jadwal Lengkap

No.
1
1.1
1.1.1
1.1.2
1.1.3
1.2
1.2.1
1.2.2
1.3
1.3.1
1.3.1.
1
1.3.1.
2
1.3.1.
3
1.3.1.
4
1.3.1.
5
1.3.1.
6
1.3.1.
7
1.3.1.
8
1.3.2
1.3.2.
1
1.3.2.
2
1.3.2.
3
1.3.2.

Aktivitas
Sistem Informasi Penjualan di Apotek
Dianka Farma
Awal Proyek
Kick Off Meeting
Membuat project charter
Projct charter disetujui
Perencanaan
Membuat proposal proyek
Proposal disetujui
Pelaksanaan
Analisa Sistem
Survei dan interview dengan owner
Pengumpulan data primer dan sekunder
Analisa sistem berjalan
Pemodelan
Review hasil analisa
Perbaikan
Review hasil perbaikan analisa
Hasil analisa disetujui
Desain database sistem
Perancangan database
Pengujian struktur database
Perbaikan rancangan database
Struktur database ditetapkan

4
1.3.3
1.3.3.
1
1.3.3.
2
1.3.3.
3
1.3.3.
4
1.3.4
1.3.4.
1
1.3.4.
2
1.3.4.
3
1.4
1.4.1
1.4.2
1.4.3
1.4.4
1.4.5
1.5
1.5.1
1.5.2
1.5.3

Desain antarmuka sistem


Perancangan
Review rancangan antarmuka dengan
owner
Perbaikan rancangan antarmuka
Desain antarmuka disetujui
Koding dan testing
Melakukan pengkodingan
Review koding
Program selesai dibuat
Implementasi
Instalasi software dan hardware
Setting sistem dan database
Pelatihan operator dan admin
Sistem terimplementasi dan pelatihan
selesai
Sistem pemeliharaan
Penutupan proyek
Penyusunan laporan akhir
Penyusunan dokumen internal
Proyek selesai

4. Anggaran
Rincian Biaya Gaji Pengembang Sistem Informasi:
1. Project Manager
Rp. 10.000.000,2. Database Designer
Rp. 5.000.000,3. Interface Designer
Rp. 5.500.000,4. System Analysts
Rp. 5.000.000,5. Programmer
Rp. 7.500.000,6. Quality Assurance
Rp. 5.000.000,Total

Rp. 38.000.000,-

Rincian Biaya Pengembangan dan Implementasi


Sistem:
Instalasi Software dan hardware
1. Software
Rp. 1.500.000,Biaya rapat dan pelatihan
2. ATK
Rp. 500.000,2. Konsumsi
rapat
Rp. 550.000,3. Pelatihan
(termasuk pemateri, konsumsi
dan modul)
Rp. 1.500.000,Total

Rp. 4.050.000,-