Anda di halaman 1dari 5

Polisi : Pada tanggal 17 mei 2015, dilaporkan bahwa telah terjadi penculikan.

Tiga
perempuan dilaporkan hilang pada tanggal 16 mei 2015, jam 15.00, setelah ditunggu
selama 1x24 jam, tiga perempuan ini belum ditemukan. Terakhir ketiga korban terlihat di
gereja yang beralamat di jalan merkurius, setelah acara di gereja selesai, ketiga korban
belum juga pulang ke asrama. Pengasuh asrama mulai bertanya kepada temantemannya, karena sampai waktu makan malam sekitar jam 7, ketiga anak ini belum
juga terlihat, setelah jam makan malam, pengasuh asrama menghubungi ketiga
orangtua korban, namun ketiga orangtua korban juga tidak mengerti dimana keadaan
anak mereka.
Prolog:
Para Hadirin dipersilahkan berdiri, karena Majelis Hakim akan memasuki ruang sidang.
Majelis Hakim dipersilahkan memasuki Ruang Sidang (Masuk dan duduk dikursi yang
telahdisediakan)
Prolog:
mempersilahkan hadirin untuk duduk kembali.
Hadirin dipersilahkan untuk duduk kembali
Situasi sidang: Hakim Ketua sidang dan Hakim Anggota sudah duduk ditempat masingmasing.

Penuntut

Umum

sudah

duduk pada

tempatnya

masing-masing.Para

pengunjung-penyaksi Sudah duduk ditempat yang tersedia


Hakim Ketua
: (membuka sidang) Pada hari ini............. tanggal....... ......,perkara pidana no..........
.tahun ........... dibuka dan terbuka untuk umum, dan mengetok palu tiga kali, tanda
sidang sudahdimulai. Saudara Penuntut Umum dipersilakan menghadirkan terdakwa.
Jaksa Penuntut umum:
Saudara

terdakwa

dan

Penasehat

Hukum

silakan

masuk ruang

sidang.

(Terdakwa/Penasehat hukum masuk ruang Hukum dan duduk ditempat yang tersedia)

Hakim Ketua:
Saudara terdakwa sudah tahu apa sebab dipanggil kemari ?
Hakim Ketua :
Saudara

Penasehat

Hukum,

apakah

saudara

mempunyai

identitas

sebagai

pengacara/advokat? dan dalam menangani kasus ini apakah saudara sudah ada surat
kuasa khusus dari terdakwa?
Pengacara:
(Pengacara/advokat

menyerahkan

tanda

pengacara/advokat.

Surat

kuasa

khusus sudah diserahkan dan ada dalam berkas perkara)


Hakim Ketua:
Apakah saudara terdakwa benar melakukan perbuatan penculikan? Apakah saudara
melakukan tindakan penculikan kepada intan, susi, wati?
Hakim Ketua :
Saya Persilakan saudara Penuntut Umum untuk bertanya kepada saudara terdakwa.
Jaksa Penuntut Umum:
Terima kasih yang mulia/Pak Ketua, atas kesempatan yang diberikan kepada
kami. Saudara terdakwa apa benar pada hari rabu tanggal 16 mei 2015 saudara
melihat tiga korban yaitu susi, intan, dan wati?
Hakim Ketua:
Saya Persilakan saudara Penasehat Hukum untuk bertanya kepada saudara terdakwa.
Penasehat Hukum:
Terima kasih yang mulia/Pak Ketua, atas kesempatan yang diberikan kepada kami.
Saudara terdakwa a[a benar pada hari rabu tanggal 16 mei 2015 saudara melihat tiga
korban yaitu susi, intan, dan wati?

Hakim Ketua :
Sekarang diberi kesempatan waktu kepada saudara Penuntut Umum untuk membaca
surat dakwaan
Jaksa Penuntut umum :
menurut perbuatan saudara terdakwa, maka saudara terdakwa diancam dengan pasal
berlapis di bawah ini
a. Pasal 328 tentang penculikan dengan ancaman penjara paling lama dua belas
tahun
b. Pasal 289 tentang pelecehan dan pencabulan dengan ancaman penjara paling
lama Sembilan tahun

Sesudah surat dakwaan dibaca oleh penuntut umum, maka hakim ketua sidang
bertanya :
Hakim Ketua:
Demikianlah tuntutan pidana yang telah dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum, kepada
Terdakwa, apakah saudara akan mengajukan pembelaan atas tuntutan pidana
tersebut?
Hakim Ketua:
Apakah saudara terdakwa/Penasehat Hukum bersedia menyampaikan EKSEPSINYA
Penasehat Hukum :
Baik, kami akan menyampaikan eksepsi dimuka sidang.

Penasehat Hukum:
Terimakasih yang mulia/pak ketua, atas kesempatan yang telah diberikan. Kami
keberatan atas apa yang telah disampaikan oleh Penuntut Pmum. Penuntut umum
menyebutkan bahwa dalam kasus ini telah terjadi penculikan dan pelecehan, tetapi
pada dasarnya tidak ada pelecehan antara terdakwa dan korban.
Jaksa Penuntut Umum:
Kami di sini menyangkal atas penjelasan yang diberikan oleh penasehat umum.
Penasehat Hukum:
Pada saat kejadian, terdakwa hanya melakukan penculikan. Karena pada saat itu,
terdakwa bermaksud untuk menyekap ketiga korban, intan, susi, dan wati. Saat akan
mengikat wati, wati memberontak, oleh karena itu agus menyekap agar wati diam dan
bias diikat. Itu bukan pelecehan, namun ketidaksengajaan.
Jaksa Penuntut Umum:
Menurut kami, terlepas dari unsur ketidaksengajaan. Penyekapan

yang dilakukan

terdakwa adalah bentuk dari pelecehan dan tindakan yang mengancam para korban
Penasehat Hukum:
Namun jelas terlihat dalam pasal 289 KUHP bahwa sebuah tindakan dapat dikatakan
pencabulan dan pelecehan jika perbuatan tersebut menyerang kehortmatan korban
secara langsung. Namun didalam kasus ini, klien kami tidak dapat didefinisikan
melakukan perbuatan yang dapat dikenakan pasal tentang pelecehan dan pencabulan
tersebut.
(Penuntut Umum berunding satu sama lain)
Hakim ketua :
Bagaimana Penuntut Umum? Apakah masih ada pertanyaan?

Jaksa Penuntut Umum :


Kami rasa cukup pak Hakim Ketua
Hakim Ketua :
Baiklah selanjutnya adalah pembacaan Putusan akhir oleh majelis hakim, oleh sebab
itu saudara Penuntut Umum, Penasehat Hukum, dan Terdakwa harap memperhatikan
dengan baik-baik.
(Beberapa menit kemudian Hakim ketua berbicara dan langsung membacakan
Putusan akhir)
Hakim Ketua :
Saudara terdakwa diputuskan bersalah dan akan dipidana sesuai dengan Pasal 328
KUHP dengan hukuman penjara selama 10 tahun dan denda sanksi atas kasus
penculikan.
Hakim Ketua :
Demikian putusan akhir, kepada saudara Penuntut Umum, Penasehat Hukum , dan
saudara terdakwa mempunyai hak untuk menerima dan menolah putusan tsb ,jika
saudara menolak,saudara dapat mengajukan ke pengadilan yg lebih tinggi ,untuk itu
silahkan saudara langsung berhubungnan dengan saudara kepaniteraan.

Hakim Ketua :
Baiklah,

dengan

demikian

pemeriksaan

perkara

pidana Nomor

378/Pid.B/2015/PS, dengan terdakwa ..... di nyatakan selesai dan sidang ini kami
nyatakan di tutup (ketuk palu 3 kali)