Anda di halaman 1dari 6

Makalah Metodelogi Penelitian Hukum " Tinjauan

Normatifitas"

BAB I
PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang
Kajian keislaman (Islamic Studies) adalah salah satu studi yang mendapat perhatian

yang serius di kalangan ilmuan. Dengan demikian Islam dapat dipandang sebagai sebuah
kajian keilmuan yang tak terelakkan. Untuk itu aspek ontologis (apa yang dikaji oleh
pengetahuan itu), epistemologi (bagaimana caranya mendapatkan pengetahuan), dan
aksiologi (manfaat pengetahuan) mutlak dijadikan paradigma awal supaya dengan mudah kita
dapat membedakan berbagai jenis kajian keislaman, merumuskan metodologi yang tepat, dan
membidik format pendekatan yang tepat pula

B.

Rumusan Masalah

Apa yang Dimaksud Dengan Metode Penelitian Hukum Normatif?

Apa Saja Yang Menjadi Sumber Datanya?

Bagaimana Teknis Pengumpulan Datanya?

Bagaimana Analisis Datanya?

BAB II
METODE NORMATIF

A.

Pengertian Metode Normatif


Mengenai istilah penelitian hukum normatif, tidak terdapat keseragaman diantara para

ahli hukum. Diantara beberapa pendapat beberapa ahli hukum, yakni Soerjono Soekanto dan
Sri Mamudji, menyebutkan dengan istilah metode penelitian hukum normatif atau metode
hukum kepustakaan. Seotandyo Wingjoseobroto menyebut dengan istilah metode penelitian
hukum doctrinal.Sunaryati Hartono, menyebut dengan istilah metode penelitian hukum
normatif. Dan Ronny Hanitjo Soemitro menyebut dengan istilah metode penelitian hukum
yang normatif atau metode penelitia hukum yang doctrinal.
Dalam kaitannya dengan penelitian normatif di sini akan digunakan beberapa pendekatan,
yaitu :
1). Pendekatan perundang-undangan (statute approach)
Pendekatan perundang-undangan (statute approach) adalah suatu pendekatan yang dilakukan
terhadap berbagai aturan hukum yang berkaitan dengan yang berhubungan dengan objek
penelitian.
2). Pendekatan Konsep (conceptual approach)
Pendekatan konsep (conceptual approach) digunakan untuk memahami konsep-konsep
tentang. Dengan didapatkan konsep yang jelas maka diharapkan penormaan dalam aturan
hukum kedepan tidak lagi terjadi pemahaman yang kabur dan ambigu.

[1] Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, Penelitiian Hukum Normatif (suatu tinjauan singkat), (Jakarta : Rajawali Pers, 2001), hal. 13-14

[2] soetandyo Wingjosoebroto, Hukum, Paradigma Metode dan Dinamika Masalahnya, (Jakarta :Elsam dan Huma, 2002), hal. 147

[3] Sunaryati Hartono, Penelitian Hukum di Indonesia Pada Akhir Abad Ke-20,(Bandung : Alumni, 1994), hal. 139

[4] Ronny Hanitijo Soemitro, Metode Penelitian Hukum dan Jurimetri Cet V, (Jakarta : Ghalia Indonesia, 1994), hal. 10

B.

Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini, adalah data sekunder (secondary data) dan
data primer (primary data). Data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari penelitian
kepustakaan dan dokumen, yang merupakan hasil penelitian dan pengolahan orang lain, yang
sudah tersedia dalam bentuk buku-buku atau dokumen yang biasanya disediakan di
perpustakaan, atau milik pribadi. Sedangkan yang dimaksud dengan data primer ialah data
yang diperoleh langsung dari masyarakat.
Di dalam penelitian hukum, data sekunder mencakup bahan hukum primer, bahan hukum
sekunder, dan bahan hukum tertier.Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu
terdiri dari :
a. Bahan hukum primer merupakan bahan hukum yang bersifat autoritatif berupa peraturan
perundang-undangan (Peter Mahmud Marzuki, 2006 : 141). Peraturan perundang-undangan
yang digunakan adalah peraturan perundang-undangan yang memiliki kaitan dengan
penelitian yang dilakukan.
b. Bahan-bahan hukum sekunder, yaitu bahan-bahan yang erat hubungannya dengan bahan
hukum primer dan dapat membantu menganalisis dan memahami bahan hukum primer,
seperti: Tafsir Al-Quran, buku-buku, hasil penelitian, jurnal ilmiah, artikel ilmiah, dan
makalah hasil seminar.
c. Bahan hukum tersier, yaitu bahan-bahan yang memberikan informasi tentang bahan hukum
primer dan bahan hukum sekunder, berupa kamus-kamus seperti kamus bahasa Indonesia,
Inggris, dan Arab, serta kamus-kamus keilmuan seperti kamus istilah hukum, ekonomi, dan
perbankan.

[5] Soerjono Soekanto & Sri Mamuji, Op. Cit., hlm. 14

[6] Hilman Hadikusuma, Metode Pembuatan Kertas Kerja atau Skripsi Ilmu Hukum, (Bandung : Mandar Maju, 1995), hlm. 65.

[7] Ibid. hlm. 13

C.

Teknik Pengumpulan Data/Bahan Hukum

Teknik pengumpulan data yang dikenal adalah studi kepustakaan; pengamatan (observasi),
wawancara (interview), dan daftar pertanyaan (kuesioner). Sesuai dengan sumber data seperti
yang dijelaskan di atas, maka dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan cara :
a. Studi Kepustakaan
Terhadap data sekunder dikumpulkan dengan melakukan studi kepustakaan, yaitu
dengan mencari dan mengumpulkan serta mengkaji Al-Quran dan As-Sunnah sebagai
sumber hukum Islam, peraturan perundang-undangan, rancangan undang-undang, hasil
penelitian, jurnal ilmiah, artikel ilmiah, dan makalah seminar yang berhubungan dengan
pembiayaan murabahah pada perbankan syariah.
b. Wawancara (interview)
Terhadap data lapangan (primer) dikumpulkan dengan teknik wawancara tidak terarah
(non-directive interview)[9] atau tidak terstruktur (free flowing interview) yaitu dengan
mengadakan komunikasi langsung kepada informan, dengan menggunakan pedoman
wawancara (interview guide) guna mencari jawaban atas pelaksanaan akad pembiayaan
dengan prinsip murabahah pada perbankan syariah di Mataram.
D. Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh baik dari studi kepustakaan maupun dari penelitian lapangan
akan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Analisis deskriptif kualitatif yaitu metode analisis
data yang mengelompokkan dan menyeleksi data yang diperoleh dari penelitian lapangan
menurut kualitas dan kebenarannya, kemudian dihubungkan dengan teori-teori, asas-asas, dan
kaidah-kaidah hukum yang diperoleh dari studi kepustakaan sehingga diperoleh jawaban atas
permasalahan yang dirumuskan.

[8] Ronny Hanitijo Soemitro, Ibid, hal. 51

BAB III
KESIMPULAN

Penelitian hukum normatif adalah hukum yang dikonsepsikan sebagai apa yang
tertulis dalam peraturan perundang-undangan (law in book). Kegiatan peelitian ini didasarkan
pada sistematika, metode dan pemikiran tertentu yang bertujuan untuk mempelajari satu atau
beberapa gejala hukum tertentu dengan jalan mengenalinya.

DAPTAR PUSTAKA

Hadikusuma, Hilman, Metode Pembuatan Kertas Kerja atau Skripsi Ilmu Hukum, (Bandung :
Mandar Maju, 1995).
Hartono, Sunaryati, Penelitian Hukum di Indonesia Pada Akhir Abad Ke-20,(Bandung :
Alumni, 1994).
Soekanto, Soerjono dan Sri Mamudji, Penelitiian Hukum Normatif (suatu tinjauan singkat),
(Jakarta : Rajawali Pers, 2001),.
Soemitro, Ronny Hanitijo, Metode Penelitian Hukum dan Jurimetri Cet V, (Jakarta : Ghalia
Indonesia, 1994).
Wingjosoebroto, Soetandyo, Hukum, Paradigma Metode dan Dinamika Masalahnya,
(Jakarta :Elsam dan Huma, 2002).