Anda di halaman 1dari 3

Hubungan antara Psikologi dan Biologi

Psikologi merupakan ilmu yang telah mandiri, tidak tergabung dengan ilmu-ilmu lain.
Namun demikian tidak boleh dipandang bahwa psikologi itu sama sekali terlepas dari ilmu-ilmu
lain. Dalam hal ini psikologi masih mempunyai hubungan dengan ilmu-ilmu tersebut.
Psikologi sebagai ilmu yang meneropong atau mempelajari keadaan manusia, sudah tentu
psikologi mempunyai hubungan dengan ilmu-ilmu lain yang sama-sama mempelajari tentang
keadaan manusia. Hal ini akan memberi gambaran bahwa manusia sebagai makhluk hidup tidak
hanya dipelajari oleh psikologi saja, tetapi juga dipelajari oleh ilmu-ilmu lain. Salah satunya,
berikut penjelasan mengenai hubungan psikologi dengan biologi.
Biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang kehidupan. Semua benda yang hidup
menjadi objek dari biologi. Karena itu, biologi berobjekkan benda-benda yang hidup, maka
cukup banyak ilmu yang tergabung di dalamnya.
Dan baik biologi maupun psikologi sama-sama membicarakan manusia. Sekalipun
masing-masing ilmu tersebut meninjau dari sudut yang berlainan, namun pada segi-segi yang
tertentu kadang-kadang kedua ilmu itu ada titik-titik pertemuan. Biologi, khususnya
antropobiologi tidak mempelajari tentang proses-proses kejiwaan, dan inilah yang dipelajari oleh
psikologi.
Biologi mempelajari kehidupan jasmaniah manusia atau hewan, yang bila dilihat dari
objek materialnya, terdapat bidang yang sama dengan psikologi, hanya saja objek formalnya
berbeda. Objek formal biologi adalah kehidupan jasmaniah (fisik), sedangkan objek formal
psikologi adalah kegiatan atau tingkah laku manusia.
Menurut para ahli tentang perbedaan psikologi dan biologi adalah sebagai berikut:
1. Bonner (dalam Sarwono, 1997:17)
Psikologi merupakan ilmu yang subjektif, sedangkan biologi adalah ilmu yang objektif.
Psikologi disebut ilmu subjektif karena mempelajari pengindraan (sensation) dan persepsi
manusia sehingga manusia dianggap sebagai subjek atau perilaku, bukan objek. Sebaliknya,
biologi mempelajari manusia sebagai jasad atau objek. Jadi, perbedaan selanjutnya antara
psikologi dan biologi adalah psikologi mempelajari nilai-nilai yang berkembang dari persepsi
subjek, sementara biologi mempelajari fakta yang dipelajari perilaku secara molar (perilaku
penyesuaian diri secara menyeluruh), sementara biologi (termasuk ilmu faal) mempelajari
perilaku manusia secara molekular, yaitu mempelajari molekul-molekul (bagian-bagian) dari
perilaku berupa gerakan, reflex, proses ketumbuhan, dan sebagainya.
2. Jean Piaget
Dari jurnalnya yang berjudul Relation Between Psychology and other science hubungan
psikologi dengan biologi adalah sebagai berikut:
Dalam hubungan antara psikologi dan biologi pertukaran dua arah ini sangat mencolok .
Ini mungkin tampak bahwa psikologi benar-benar tunduk kepada ilmu-ilmu seperti hidup
organik sebagai fisiologi , studi epigenesis dan genetika ( memperluas analisis genom ) . Tapi
kita sekarang tahu dengan baik bahwa ada banyak umpan balik dari perilaku rincian organisasi
otak dan sistem saraf (lihat antara lain penelitian Rosenzweig , Krech dan Bennett , ini dan
kerja terkait ditinjau dalam bab oleh berburu dalam buku ini ) . Obat psikosomatis menunjukkan
adanya interaksi yang lebih luas . Etologi adalah cabang dari kedua psikologi dan biologi
umum . Seperti faktor keturunan , tidak jelas bahwa mekanisme yang persis sama untuk
transmisi karakteristik murni morfologi ( warna , bentuk organ tertentu , dll ) atau untuk
pembentukan organ umum dalam perilaku kondisi ( gerak , dll) .

Kita tahu sekarang bahwa perilaku bukan hanya hasil dari evolusi tetapi merupakan
salah satu Faktor-faktor yang mengatur evolusi . Saya sebenarnya menulis buku - agak
spekulatif , itu benar - berdebat perilaku yang benar-benar merupakan kekuatan pendorong
utama di balik evolusi kecil . Karena itu tampaknya mungkin bahwa satu lebih baik tahu
hubungan ini , semakin besar akan menjadi pengaruh penjelasan kausal dari psikologi pada
interpretasi mekanisme sentral bahwa studi biologi . Pada gilirannya tampak jelas bagi saya
bahwa jika psikolog kontemporer memiliki pengetahuan lebih tentang biologi , akan ada lebih
sedikit partisan behaviorisme murni , dan " kotak hitam " Skinner akan dilengkapi dengan
hipotesis lebih bermanfaat .

Hubungan Timbal Balik antara Psikologi dan Biologi


Psikologi beserta sub-sub ilmunya, pada dasarnya mempunyai hubungan yang sangat erat
dengan ilmu-ilmu lain.
Hubungan itu biasanya bersifat timbal balik. Psikologi memerlukan bantuan ilmu-ilmu
lain, dan sebaliknya, ilmu-ilmu lain juga memerlukan bantuan psikologi. Dan seperti telah
dikemukakan di atas psikologi mempunyai hubungan antara lain dengan biologi sehingga
psikologi mempunyai hubungan timbal balik dengan ilmu-ilmu tersebut. Karena psikologi
meneliti dan mempelajari manusia sebagai makhluk yang bersegi banyak, makhluk yang bersifat
kompleks, maka psikologi harus bekerjasama dengan ilmu-ilmu lain. Setiap cabang ilmu yang
berhubungan dengan manusia akan kurang sempurna apabila tidak mengambil pelajaran dari
psikologi. Dengan demikian akan terdapat hubungan yang timbal balik.
Hubungan timbal balik antara psikologi dengan biologi misalnya tentang keturunan,
manusia yang dipelajari genetika dan embriologi termasuk kedalam ilmu biologi maupun
psikologi. Dari segi ilmu biologi keturunan ditinjau dari hal-hal yang berhubungan dengan
aspek-aspek kehidupan yang turun-temurun dari satu generasi ke generasi lain, mengenai hal ini
misalnya yang terkenal adalah hukum mendel.
Soal keturunan juga dipelajari oleh psikologi antara lain misalnya sifat, intelegensi dan
bakat karena itu kurang sempurna kalau kita mempelajari Psikologi tanpa mempelajari Biologi
karena ilmu terasebut membantu dalam mempelajari psikologi.
Hubungan Psikologi dan Biologi di dalam Al-Quran
Hubungan antara psikologi dan biologi menurut pandangan yang menganggap
manusia sebagai mana adanya yaitu sebagai mahkluk biologis yang memiliki energi psikis dan
system nilai, baik, berupa nilai biologis, social, psikologis maupun nilai-nilai filosofis rohania.
Pada umumnya mereka menghubungkan pandangannya dengan kehidupan keagamaan.
Dalam Al-Quran Allah menggambarkan penciptaan manusia sebagai makhluk
biologis, psikologis dan rohaniah antara lain yang terdapat dari surah Al-Muminun ayat 12
sampai 14


Artinya:
12.

Dan sungguh, kami telah menciptakan manusia dari sari pati (berasal) dari tanah.

13.

Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh
(rahim)

14.

Kemudian, air maniitu kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu
kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu
tulang belulang itu kami bungkus dengan daging, kemudian kami menjadikannya makhluk
yang berbentuk lain, Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik.