Anda di halaman 1dari 16

Model dan Pendekatan Dalam

Pembuatan Kebijakan Publik


Teguh Kurniawan
http://kurniawans.id

Mengapa Menggunakan Model


Menyederhanakan dan memperjelas pemikiran kita
tentang politik dan kebijakan publik
Mengidentifikasi aspek-aspek penting dari masalah
kebijakan
Membantu kita untuk berkomunikasi satu sama lain
dengan berfokus pada fitur penting dari kehidupan
politik
Mengarahkan upaya kita untuk memahami kebijakan
publik secara lebih baik dengan menyarankan apa yang
penting dan tidak penting
Menyarankan penjelasan untuk kebijakan publik dan
memprediksi konsekuensi-konsekuensinya

Informasi yang Ingin diketahui


1. Siapa yang berpartisipasi dalam pembuatan
kebijakan?
2. Bagaimana kebijakan dibuat?
3. Apa asumsi yang mendasari teori / model?
4. Apa akibatnya bagi masyarakat umum dari
kebijakan yang dibuat sesuai dengan teori /
model tertentu?

1. Institusionalis
Kebijakan publik sebagai output institusional
Siapa: eksekutif, legislatif, dan yudikatif
Bagaimana: kebijakan secara otoritatif
ditentukan, dilaksanakan, dan ditegakkan oleh
lembaga-lembaga ini (legitimasi, universalitas,
dan pemaksaan)

Implikasi/asumsi: individu memiliki dampak yang


kecil; struktur / desain mempengaruhi hasil

2. Model Proses
Kebijakan publik sebagai kegiatan/aktivitas politik
Siapa: pemilih, kelompok kepentingan, legislator,
presiden, birokrat, hakim
Bagaimana: identifikasi masalah, menetapkan
agenda, merumuskan usulan kebijakan, kebijakan
disahkan, penerapan kebijakan, evaluasi kebijakan
Implikasi/asumsi: pihak yang berpartisipasi
memiliki dampak kritis atau menentukan
terhadap proses

3. Teori Kelompok

Kebijakan publik sebagai ekuilibrium kelompok


Siapa: kelompok kepentingan, sekutu-sekutu mereka
di pemerintahan
Bagaimana: perjuangan diantara kelompok
kepentingan dengan legislatif / eksekutif sebagai
wasit untuk mengelola konflik kelompok dan
menetapkan aturan main
Implikasi/asumsi: kelompok akan selalu bergabung
untuk menekan terhadap isu-isu tertentu, semua
kepentingan akan memiliki kesempatan untuk
mewakili

4. Teori Elit

Kebijakan publik sebagai preferensi elit


Siapa: elit yang memiliki kekuasaan, kemampuan
untuk mengalokasikan nilai
Bagaimana: pelaksanaan preferensi dan nilai-nilai
dari elit pemerintahan; pejabat publik hanya
melaksanakan kebijakan yang diputuskan oleh para
elit
Implikasi/asumsi: publik apatis terhadap elit yang
menyepakati norma-norma; aksi politik hanyalah
simbolis; melindungi status quo

5. Rasionalis
Kebijakan publik sebagai keuntungan sosial maksimum
Siapa: pengambil keputusan (semua nilai-nilai politik,
sosial dan ekonomi dikorbankan atau dicapai oleh
pilihan kebijakan) terlepas dari jumlah uang
(Bentham, Mills)
Bagaimana: memilih alternatif kebijakan yang
memungkinkan keuntungan kepada masyarakat
melebihi manfaat dengan jumlah terbesar
Implikasi/asumsimengasumsikan bahwa nilai-nilai
yang menjadi preferensi dari masyarakat dapat
diketahui dan dibobotkan

6. Inkrementalis
Kebijakan publik sebagai variasi pada masa lalu
Siapa: pembuat kebijakan, legislator, pihak lain yang
memiliki kepentingan dalam program atau masalah yang
sedang berlangsung
Bagaimana: kelanjutan dari kegiatan pemerintah di
masa lalu dengan hanya melakukan modifikasi tambahan
Implikasi/asumsi: menerima legitimasi dari program
yang telah ditetapkan; takut akan konsekuensi yang tidak
diinginkan; biaya hangus dalam program lain dapat
meminimalkan peluang untuk perubahan radikal

7. Teori Permainan

Kebijakan publik sebagai pilihan rasional dalam situasi


kompetitif
Siapa: pemain/pengambil keputusan yang memiliki pilihan
untuk membuat dan hasilnya tergantung pada pilihan yang
dibuat oleh masing-masing pemain (mengasumsikan
rasionalitas dalam membuat pilihan)

Bagaimana: tiap pemain memiliki tujuan dan sumber daya,


sebuah strategi dikembangkan dengan memperhitungkan
pergerakan lawan, dan nilai-nilai payoff yang merupakan hasil
dari permainan
Implikasi/asumsi: permainan yang berulang seharusnya
mengarahkan pada hasil kebijakan yang lebih baik

8. Pilihan Publik

Kebijakan publik sebagai pengambilan


keputusan kolektif oleh individu yang
mementingkan diri sendiri
Siapa: individu yang mementingkan diri sendiri dan rasional
akan bekerja sama untuk mencapai tujuan mereka baik di
politik maupun ekonomi

Bagaimana: individu datang bersama-sama dalam politik untuk


saling menguntungkan mereka sendiri; Pemerintah harus
menanggapi kegagalan pasar
Implikasi/asumsi: individu memiliki informasi yang cukup untuk
mengetahui apa yang menjadi kepentingan terbaik mereka

9. Teori Sistem
Kebijakan publik sebagai output sistem
Siapa: individu, kelompok, atau negara tergantung pada ruang
lingkup masalah
Bagaimana: lingkungan dapat merangsang masukan ke dalam
sistem politik, menghasilkan output dan umpan balik
Implikasi/asumsi: sistem menyiratkan seperangkat lembaga
dan kegiatan yang bisa diidentifikasi dalam masyarakat yang
berfungsi untuk mengubah tuntutan menjadi keputusan
otoritatif dengan dukungan dari seluruh masyarakat;
menyiratkan bahwa unsur-unsur dari sistem yang saling terkait,
bahwa sistem dapat merespon kekuatan dalam lingkungannya,
dan bahwa hal itu dilakukan untuk melestarikan dirinya

10. Model Tong Sampah (John Kingdon, 1984)


Siapa: peserta di dalam dan di luar pemerintah
Bagaimana: peluang pilihan adalah tong sampah di mana
berbagai macam masalah dan solusi yang dibuang oleh peserta;
hasil kebijakan adalah fungsi dari campuran sampah: masalah,
solusi, peserta, dan sumber daya peserta berada di tong
sampah dan bagaimana tong sampah dapat diproses
Implikasi/asumsi : masing-masing pelaku dan proses dapat
beroperasi baik sebagai dorongan atau sebagai kendala; aliran
beroperasi secara independen satu sama lainnya

Kriteria untuk Memilih Alternatif


Terdapat sejumlah kriteria yang membantu
dalam menentukan pemilihan terhadap
alternatif kebijakan untuk dijadikan sebuah
kebijakan, misalnya: kelayakannya,
penerimaan secara politis, biaya, manfaat, dan
lain sebagainya

Sidney, 2007, 79 (dalam Fischer, Miller and Sidney, 2007)

Dua Faktor Utama dalam Memilih


Alternatif & Peranan Akademisi
dua faktor utama yang menentukan sejauhmana alternatif
kebijakan akan diadopsi menjadi kebijakan, yakni:
(1) penghilangan alternatif kebijakan akan ditentukan oleh sejumlah
parameter susbtansial dasarmisalnya kelangkaan sumberdaya untuk
dapat melaksanakan alternatif kebijakan. Sumberdaya ini dapat
berupa sumberdaya ekonomi maupun dukungan politik yang didapat
dalam proses pembuatan kebijakan. Apabila dalam proses pembuatan
kebijakan suatu alternatif kebijakan banyak mendapat kritikan secara
politik, maka alternatif tersebut layak untuk dihilangkan karena
kurangnya dukungan politik
(2) alokasi kompetensi yang dimiliki oleh berbagai aktor juga
memainkan peranan penting dalam penentuan kebijakan

Peranan penting dari akademisi yang berperan sebagai penasehat


kebijakan atau pemikir (think tanks) Pengetahun dari para
penasehat ini seringkali berpengaruh dalam proses perumusan
kebijakan
Jann dan Wegrich, 2007, 50-51 (dalam Fischer, Miller and Sidney, 2007)

Hal yang Harus Dipertimbangkan


perumus kebijakan perlu mempertimbangkan sejumlah hal yang dapat
meningkatkan peluang berhasilnya proposal kebijakan yang
dirumuskannya. Sejumlah hal tersebut adalah:
(1) apakah proposal memadai secara teknis? Apakah proposal
diarahkan kepada penyebab permasalahan? Sejauhmana proposal
akan menyelesaikan atau mengurangi permasalahan?
(2) apakah anggaran yang dibutuhkan untuk pelaksanaan masuk akal
atau dapat diterima? Hal ini penting untuk diperhatikan khususnya
apabila terkait dengan program kesejahteraan sosial.
(3) apakah secara politik proposal dapat diterima? Dapatkah proposal
mendapatkan dukungan dari anggota parlemen atau pejabat publik
lainnya?
(4) jika proposal telah menjadi peraturan perundang-undangan,
apakah akan disetujui oleh publik?
Anderson, 2006, 104

Anda mungkin juga menyukai