Anda di halaman 1dari 4

Distribusi (bisnis)

Distribusi adalah salah satu aspek dari pemasaran.Distribusi juga dapat


diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan
mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen kepada konsumen,
sehingga penggunaannya sesuai dengan yang diperlukan (jenis, jumlah, harga,
tempat, dan saat dibutuhkan). Seorang atau sebuah perusahaan distributor
adalah perantara yang
menyalurkan
produk
dari pabrikan (manufacturer)
ke pengecer (retailer). Setelah suatu produk dihasilkan oleh pabrik, produk
tersebut dikirimkan (dan biasanya juga sekaligus dijual) ke suatu distributor.
Distributor tersebut kemudian menjual produk tersebut ke pengecer atau
pelanggan.
Tiga aspek lainnya dari bauran pemasaran adalah manajemen produk, harga,
dan promosi.
Tugas Distributor

membeli barang dan jasa dari produsen atau pedagang yang lebih besar

mengklasifikasi barang atau memilahnya sesuai dengan jenis, ukuran, dan


kualitasnya

memperkenalkan barang atau jasa yang diperdagangkan


konsumen, misalnya dengan reklame atau iklan

kepada

Bauran pemasaran
Istilah bauran pemasaran digunakan pertama kali oleh Neil Borden (1964)
[1]
yang terinspirasi dari gagasan James Cullington (1948)[2]. Gagasannya
adalah bahwa seorang eksekutif bisnis berperan sebagai 'mixer of ingredients'.
Borden (1964) menyusun daftar elemen bauran pemasaran yang terdiri atas 12
aspek.[1] Daftar
tersebut
kemudian
disederhanakan
dan
dipopulerkan
oleh Jerome
McCarthy (1968)
ke
dalam
empat
aspek
pokok: Product, Price, Place, dan Promotion, yang kemudian dikenal dengan
istilah 4P.[3]
Kritik
terhadap
4P[4] telah
mendorong
sejumlah
pakar
pemasaran
mengemukakan model bauran pemasaran yang baru, di antaranya model
7P Service Marketing Mix (Booms & Bitner, 1981)[5] dan model bauran
pemasaran holistic marketing (Kotler & Keller, 2006)[6]. Hingga saat ini, model 4P
masih tetap paling populer dan menjadi elemen kunci dalam sebagian besar
literatur pemasaran. Manajer pemasaran akan mengambil pendekatan
tergantung pada industri dan target rencana pemasarannya.

Sejarah
ada 1948, Profesor James Culliton dari Harvard Business School menulis
sebuah artikel yang berjudul "The Management of Marketing Costs". Cullington
menegaskan bahwa seorang eksekutif bisnis adalah:
"decider," an "artist"---a "mixer of ingredients," who sometimes follows a recipe
prepared by others, sometimes prepares his own recipe as he goes along,
sometimes adapts a recipe to the ingredients immediately available, and
sometimes experiments with or incests ingredients no one else has
tried. (Cullington, 1948)[2]
Seorang eksekutif bisnis dikatakan sebagai 'mixer of ingredients,' yang kadang
mengikuti resep orang lain, kadang menyiapkan resepnya sendiri, kadang
menyesuaikan resep dengan bahan-bahan yang tersedia, dan kadang
bereksperimen dengan atau menemukan bahan-bahan yang belum pernah
dicoba. Neil
Borden terpikat
dengan
gagasan
ini
dan
kemudian
mengadaptasikannya pada konteks eksekutif pemasaran sebagai 'mixer of
ingredients' yang harus selalu kreatif dalam mengelola bauran prosedur dan
kebijakan pemasaran dalam rangka menghasilkan laba bagi perusahaan.
Dalam artikelnya yang berjudul "The Concept of the Marketing Mix" yang
dipublikasikan pada tahun 1964, Borden menyusun daftar elemen-elemen
bauran pemasaran yang terdiri atas 12 aspek, yang terdiri atas:
1. Product Planning
2. Pricing
3. Branding

4. Channels of Distribution
5. Personal Selling
6. Advertising
7. Promotions
8. Packaging
9. Display
10.Servicing
11.Physical Handling
12.Fact Finding and Analysis

Bauran Pemasaran 4P
Model 4P dipopulerkan oleh Jerome McCarthy (1968) yang mengemukakan
empat
elemen
bauran
pemasaran: Product, Price, Promotion,
[3]
dan Place (Distribution).
Elemen

Deskripsi

Product

Variasi produk, kualitas, desain, fitur, nama merek, kemasan,


ukuran, layanan, garansi, dan retur.

Price

Harga katalog, diskon, potongan khusus, periode pembayaran, dan


persyaratan kredit.

Promotio
n

Promosi penjualan, periklanan, personal selling, public relations,


dan direct marketing.

Distribut
ion

Saluran distribusi, cakupan distribusi, kelengkapan produk, lokasi,


persediaan, fasilitas penyimpanan, dan transportasi.

Bauran Pemasaran Jasa


Dalam konteks pemasaran jasa, Booms & Bitner (1981) menambahkan tiga
elemen bauran pemasaran[5] selain 4P, sehingga dikenal juga dengan istilah 7P.
1. Participants
2. Physical evidence, dan
3. Process.

Bauran Pemasaran dalam Holistic Marketing


Phillip Kotler & Kevin Lane Keller (2006) memodifikasi elemen bauran pemasaran
4P dan menyebutnya sebagai evolusi dari manajemen pemasaran. [6]
1. People,
2. Processes,
3. Programs (mencakup Product, Price, Place, Promotion), dan
4. Performance.