Anda di halaman 1dari 8

98

BAB VIII
LUAS PERMUKAAN BUBUK SEMEN
8.1.

TUJUAN PERCOBAAN

1.

Untuk

mengetahui

luas

permukaan

butir

semen

dengan

menggunakan alat Blaine Permeameter.


2.

Untuk mengetahui cara kerja alat Blaine Permeameter pada


pengujian luas permukaan bubuk semen.

8.2.

DASAR TEORI
Sifat fisik suatu padatan apabila ditambahkan dengan suatu liquid sehingga

terdispersi mempunyai sifat fisik yang berbeda sebelum ditambahkan dengan


liquid tersebut hal ini disebabkan karena suatu padatan mempunyai densitas yang
lebih besar daripada liquid sehingga mengakibatkan terjadinya perbedaan sifat
fisik setelah ditambahkan dengan liquid, oleh karena itu penting untuk dilakukan
suatu pengujian luas permukaan butir padatan.
Salah satu sifat fisik padatan adalah ukuran butiran, semakin halus ukuran
butiran maka semakin luas permukaan butiran sehingga pertukaran ionnya
semakin tinggi. Sedangkan apabila suatu butiran mempunyai ukuran butir yang
kasar maka semakin sempit luas permukaan sehingga pertukaran ionnya semakin
rendah.
Sifat kimia mineral clay yang paling penting adalah kemampuan
penyerapan anion dan kation tertentu yang kemudian merubahnya kelain anion
dan kation dengan pereaksi suatu ion didalam air (ionic exchange capacity).
Reaksi pertukarannya terjadi di sekitar sisi luar dari unit struktur silica alumina.
Kemampuan suatu kation menggantikan kation lain dapat diurutkan sebagai
berikut : H+ > Al+3 > Ca+2 > Mg+2 > K+ > NH+ > Na+ > Li+ , berbeda-beda
berdasarkan kekuatan daya ikat antar ion, sedangkan kemampuan tukar ion uruturutannya merupakan kebalikan dari kemampuan tukar kation.
Apabila suatu ion mempunyai daya ikat yang kuat antar ionnya maka ion
tersebut mempunyai daya swelling yang kecil begitu juga kebalikannya.

99

Penentuan luas permukaan butir semen (OSP) dapat menggunakan rumus


dibawah ini :
OSP

= (23.2 x 3 x t) / s x (1-) x

Dimana :

8.3.

OSP

= Luas permukaan butir semen

= Porositas

= Densitas semen

= Waktu pengukuran dengan Blaine Permeameter

= Viskositas

ALAT DAN BAHAN

100

8.3.1. Alat:
1.

Picnometer

2.

Timbangan

3.

Blaine Permeameter

4.

Stopwatch

8.32. Bahan
1.

Semen Portland

2.

Toluene

3.

Air

8.3.3.

Gambar Alat

101

Gambar 8.1. Timbangan Digital


(Laboratorium Analisa Semen Pemboran)

102

8.4.

Gambar 8.2. Blaine Permeameter


PROSEDUR PERCOBAAN
(LAB Semen Pemboran)

103

8.4.1. Penentuan waktu yang diperlukan untuk mengalirkan toluene


1. Mengisi toluene ke dalam blaine permeameter sampai batas yang
ditentukan.
2. Memasukan semen ke dalam picnometer.
3. Menempatkan picnometer pada blaine permeameter.
4. Membuka katup yang menghubungkan kantung udara ke pipa kapiler.
5. Menekan kantung udara sampai toluene berada di bawah garis yang
ditentukan.
6. Menutup katup, kemudian menghitung waktu yang diperlukan untuk
mengalirkan toluene ke garis atau batas atas.
8.4.2. Penentuan Densitas Bubuk Semen.
1.

Berat Picnometer

= W1 gram

2.

Berat Picnometer + fluida (toluene)

= W2 gram

3.

Densitas fluida

4.

Berat picnometer + semen

= W3 gram

5.

Berat semen

= W4 gram

W1 W2
Volume Pignometer

, gr/cc

= (W3 W1) gram


6.

Berat picnometer + semen + fluida

7. Densitas semen

= W5 gram

W4 Densitas Fluida
W2 W4 W5 , gr/cc

8.4.3. Penentuan Luas Permukaan Butir Semen (Osp)


1.

Densitas semen

= x gr / cc

2.

Temperatur ruang

3.

T = 24.5oC 78oF Viskositas udara = 0.0001828 (dari tabel)

= 24.5oC 78oF (misal)

= 0.01352
4.

= 0.01352 = 0.354 (dari tabel)

5.

Waktu pengukuran dengan Blaine Permeameter = 35.7 detik (misal)

6.

t = 35.7 detik t = 5.9749

7.

Osp = (23.2 x 3 x t) / s x (1-) x

104

8.4.4. Penentuan Densitas Bubuk Semen.


1. Menimbang berat Picnometer yang kemudian dinyatakan sebagai W1 gram
2. Menimbang berat Picnometer + fluida (toluene) yang kemudian dinyatakan
sebagai W2 gram.
3. Mengukur Densitas fluida dengan rumus (W2 W1)/volume picnometer,
gr/cc
4. Menimbang berat picnometer + semen yang kemudian dinyatakan sebagai
W3 gram
5. Menimbang berat semen yang kemudian dinyatakan sebagai W4 gr atau
(W3 W1) gram.
6. Menimbang berat picnometer + semen + fluida yang kemudian dinyatakan
sebagai W5 gram.
7. Mengukur densitas semen dengan rumus (W4 x Densitas fluida)/(W2 + W4
+ W5) gr/cc
8.4.5. Penentuan Luas Permukaan Butir Semen (OSP)
1.

Densitas semen

= x gr/cc

2. Temperatur ruang = 24.5oC 78oF (misal)


3.

T = 24.5oC 78oF Viskositas udara = 0.0001828 (dari tabel)


= 0.01352

4.

= 0.01352 = 0.354 (dari tabel)

5.

Waktu pengukuran dengan Blaine Permeameter = 35.7 detik (misal)


= 35.7 detik t

6.

= 5.9749

Osp = (23.2 x 3 x t) / s x (1-) x

105