Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pembajakan di laut lepas baik yang dilakukan oleh kapal-kapal asing,
maupun oleh kapal-kapal domestik di wilayah perairan internasional akhirakhir ini telah menimbulkan keresahan bagi pelayaran internasional.
Penindakan kejahatan pembajakan laut lepas tersebut, didasarkan pada
berlakunya hukum internasional yang berkaitan dengan pembajakan laut lepas.
Sejalan dengan adanya perkembangan jaman dan banyaknya bahaya dilaut
maka diadakan konfrensi perserikatan bangsa-bangsa ke III atas hukum laut.
Pada tanggal 30 april 1982 konfrensi tersebut telah ditandatangani oleh 119
negara, dan menghasilkan konvensi hukum laut yang baru yaitu united nations
convention on the law of the sea 1982 (UNCLOS 1982).
1.2 RUMUSAN MASALAH
a. Bagaimana Kasus pembajakan kapal internasional selama tahun 20112015 ?
b. Apa saja kasus pembajakan kapal yang telah terjadi selama tahun 2014?
c. Bagaimana peta pembajakan kapal internasional yang terjadi selama tahun
2016 ?
d. Sebutkan amandemen terbaru dari marpol ?
1.3 TUJUAN MAKALAH
a. Untuk mengetahui data kasus pembajakan kapal internasional yang terjadi
selama tahun 2011-2015.
b. Untuk mengetahui beberapa contoh kasus pembajakan kapal internasional
yang terjadi selama tahun 2014.
c. Untuk mengetahui peta kasus pembajakan kapal internasional yang terjadi
selama tahun 2016.
d. Untuk mengetahui amandemen terbaru dari marpol.

BAB II
PEMBAHASAN
A. DATA KASUS PEMBAJAKAN KAPAL INTERNASIONAL

Berdasarkan article 101 of UNCLOS, definisi pembajakan (piracy) dapat


diartikan sebagai :
Dalam Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-bangsa
(United Nation Convention on The Law of The Sea) UNCLOS 1982
yang mengatur tentang perompakan terdapat di dalam pasal
100-107. Didalam pasal 100 disebutkan bahwa aksi kejahatan
Piracy (perompakan) merupakan tindakan ilegal yang terjadi di
laut lepas atau disuatu tempat diluar yurisdiksi suatu negara.
Kemudian dalam pasal 101 UNCLOS 1982, yang isinya sebagai
berikut :
A . Setiap tindakan kekerasan atau penahanan yang tidak syah,
atau setiap tindakan memusnahkan, yang dilakukan untuk tujuan
pribadi oleh awak kapal atau penumpang dari suatu kapal atau
pesawat udara swasta dan ditujukan :
i.

Di laut lepas, terhadap suatu kapal atau pesawat udara lain


atau terhadap orang atau barang yang ada diatas kapal
atau pesawat udara demikian;

ii. ii. Terhadap suatu kapal, pesawat udara, orang atau barang
disuatu tempat di luar yurisdiksi Negara manapun;
B.

Setiap

tindakan

pengoperasian

suatu

turut
kapal

serta
atau

secara
pesawat

sukarela
udara

delam
dengan

mengetahui fakta yang membuatnya suatu kapal atau pesawat


udara pembajak.
C. Setiap tindakan mengajak atau dengan sengaja membantu
tindakan yang disebutkan dalam sub ayat (a) atau (b).
Dari isi pasal diatas dapatlah kita ambil kesimpulan bahwa
perompakan di laut dapat disebut sebagai piracy apabila
memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:

1. Merupakan tindak kekerasan yang tidak sesuai hukum;


2. Untuk tujuan pribadi;
3. Yang dilakukan kepada awak atau penumpang dari private ship
atau

private aircraft;

4. Terjadi di laut bebas (high seas) atau di tempat lain di luar


yurisdiksi nasional suatu negara.
Dalam definisi tersebut dikatakan bahwa perompakan yang
diatur dalam Konvensi ini merupakan tindakan kejahatan yang
terjadi di laut bebas. Namun sebaliknya kegiatan pelanggaran
terhadap

kapal-kapal

di

dalam

laut

teritorial

tidak

dapat

dianggap sebagai perompakan menurut hukum internasional.


Karena

pada

kenyataannya

justru

sebagian

besar

insiden

perompakan terjadi di laut teritorial suatu negara. Jadi mengenai


aksi perompakan yang sering terjadi di perairan Somalia jika
mengacu pada konvensi ini maka hal ini kurang relevan dengan
kenyataan yang sebenarnya.
Berikut ini adalah data kasus pembajakan dan percobaan pembajakan
kapal internasional yang terjadi selama tahun 2011 - 2015 dapat dilihat pada
gambar 1.

Gambar 1. Data jumlah pembajakan kapal internasional dan lokasi pembajakan


selama tahun 2011-2015.
(sumber : ICC IMB Piracy and Armed Robbery Against Ships 2015 Annual
Report)

Berdasarkan gambar 1. Dapat dilihat bahwa selama tahun 2011-2015 kasus


pembajakan kapal mengalami penurunan. Lokasi yang sering terjadi kasus
pembajakan dan percobaan pembajakan terdapat diwilayah asia
Sedangkan untuk tahun 2015, kasus pembajakan dan percobaan
pembajakan yang sering terjadi yaitu di Indonesia sebesar 108 kasus

Gambar 2. Data pembajakan dan percobaan pembajakan selama tahun 2015 dari
data record.

Gambar 3. Data pembajakan kapal di pelabuhan dan selama labuh jangkar selama
tahun 2015.
Berdasarkan gambar 3. Dapat dilihat bahwa pembajakan kapal yang terjadi
selama tahun 2015 banyak terjadi di Pulau Nipah, Indonesia

Gambar 4. Data status kapal selama pembajakan di tahun 2015.


Berdasarkan gambar 4. Dapat dilihat bahwa pembajakan kapal selama
tahun 2015 banyak terjadi pada kapal yang melakukan steaming dan banyak
terjadi di Indonesia.

Gambar 5. Tipe kapal yang dibajak selama tahun 2015


Berdasarkan gambar 5. Dapat dilihat bahwa jenis kapal yang sering
dibajak selama tahun 2015 yaitu kapal tanker chemical/product dan bulk carrier.

Gambar 6. Data negara bendera yang menjadi korban pembajakan kapal selama
tahun 2015.
Berdasarkan gambar 6. Dapat dianalisa bahwa kapal yang
menggunakan negara bendera yang menjadi korban pembajakan selama tahun
2015 yaitu marshall island dengan jumlah pembajakan 40 kasus.

B. BEBERAPA

CONTOH

KASUS

PEMBAJAKAN

KAPAL

INTERNASIONAL SELAMA TAHUN 2014


Beberapa contoh kasus pembajakan kapal internasional dan penyebab
utama selama tahun 2014 antara lain :
-

Angola :
Pada 18 January 2014, MT Kerala berlabuh di Luanda, Angola, terjadi
pembajakan kapal Tanker Gas Oil, dimana pembajak mencuri muatan
kapal MT. Kerala. Dalam kasus pembajakan tersebut, 1 anak buah
kapal mengalami cedera.

Ghana :
Pada 5 Juni 2014, terjadi kasus pembajakan di Accra, Ghana. Kapal
dengan bendera Liberia, MT. Fair Artemis, telah dibajak ketika kapal
berlayar sejauh 45 Nautical Miles dari Accra, Ghana. Pembajak
tersebut mencuri muatan vessel oil cargo dari MT. Fair Artemis. Semua

awak kapal dikabarkan selamat.


Indonesia :
Pada 15 Juli 2014, terjadi kasus pembajakan kapal berbendera
Malaysia, MT. Oriental Glory, kapal product tanker. MT. Oriental
Glory berlayar dari Singapore menuju Sandakan, Malaysia. Posisi MT.
Oriental Glory saat terjadi pembajakan terletak di 44 Nautical Miles
dari Pulau Bintan, Indonesia. Pada kasus pembajakan ini, pembajak
merusak alat komunikasi kapal, mencuri beberapa muatan minyal, dan
melarikan diri, selain itu juga membahayakan bagian main engine.

Selama terjadi pembajakan, 3 anak buah kapal mengalami cedera.


Malacca Straits :
Pada 22 April 2014, terjadi kasus pembajakan kapal oleh 10 orang
pembajak. Membajak product tanker, MT Naniwa Mawu No. 1 selama
berlayar dengan jatrak 3 Nautical Miles dari One fathom Bank,
Malacca. Pembajak tersebut mencuri oil cargo dengan cara
memindahkan muatan ke kapal tanker lain, merusak alat komunikasi,
menculik 3 anak buah kapal, kemudian melarikan diri. kapal tersebut

dan beberapa kru tersisa bersandar sdengan selamat di pelabuhan.


Malaysia :
Pada tanggal 25 Mei 2014, 8 orang pembajak melakukan pembajakan
pada kapal MT. New Glory, kapal dengan muatan aspal. Kapal dibajak

selama 7 jam, pada saat itu pembajak


Nigeria :
Nigeria
(Lagos).
Serangan
dilaporkan

sampai

sekitar

170 nm dari pantai. Dalam banyak kejadian, perompak membajak


kapal selama beberapa hari dan mencuri kapal dan awak properti
-

dan bagian kargo biasanya minyak gas.


Selat Malaka :
Pada 22 April 2014, terjadi kasus pembajakan kapal oleh 10 orang
pembajak. Membajak product tanker, MT Naniwa Mawu No. 1 selama
berlayar dengan jatrak 3 Nautical Miles dari One fathom Bank,

Malacca. Pembajak tersebut mencuri oil cargo dengan cara


memindahkan muatan ke kapal tanker lain, merusak alat komunikasi,
menculik 3 anak buah kapal, kemudian melarikan diri. kapal tersebut
-

dan beberapa kru tersisa bersandar sdengan selamat di pelabuhan.


Laut Merah
Serangan yang berhubungan dengan bajak laut Somalia telah
berkurang.Namun, risiko yang mendekati atau diserang masih ada.
Kapal

disarankan

dan

dianjurkan

untuk

tetap

waspada dan mematuhi semua prosedur BMP4. Ancaman serangan ini


masih

ada

di

perairan

selatan

Laut Merah / Bab el Mandeb, Teluk Aden termasuk Yaman dan pantai
Somalia,Teluk Oman dan dari timur dan selatan pantai Somalia. Dalam
kapal

terakhir

telah

diserang

di

lepas

pantai

Kenya,

Tanzania, Seychelles, Madagaskar, Mozambik serta di Samudera


Hindia

dan

barat

dan

selatan

pantai

India dan barat Maladewa.


Insiden juga telah dilaporkan dekat dengan garis pantai Afrika timur.
Perompak Somalia cenderung modern serta dipersenjatai dengan
senjata otomatis dan RPG dan kadang-kadang menggunakan perahu
ringan yang mungkin dibajak kapal penangkap ikan atau acara, untuk
-

melakukan serangan jauh dari pantai Somalia.


Indonesia
Pada 4 Juli 2014, sekitar 1938 LT, perompak bersenjata menyerang dan
membajak

sebuah

kapal

berbendera

Honduras.

yaitu kapal bernama Tanker MT Moresby 9 , 34nm WNW Kabupaten


Kepulauan Anambas, Indonesia. Para perompak mengambil semua
anggota awak sebagai sandera dan rusak semua peralatan komunikasi.
Mereka

membajak

kapal

tanker

dan

berlayar

itu

untuk lokasi yang tidak diketahui. Pemilik melaporkan kejadian


tersebut ke pihak yang berwenang yang mencari daerah. Di 05 Juli
2014, para pemilik menyarankan bahwa mereka telah menjalin kontak
dengan kapal tanker yang dibajak. Para perompak telah mencuri
bagian dari kargo minyak dan melarikan diri. Badan Penegakan
Maritim Malaysia (MMEA) sedang menyelidiki insiden itu.

Malaysia :
Pada 16 Juni 2015 apal Tanker Malaysia, MT Orkim Harmony yg
membawa 5 ABK Indonesia dinyatakan hilang dan disembunyikan di
wilayah Indonesia. Kapal tanker itu membawa minyak senilai 21 juta
ringgit dirampok bajak laut di Kepulauan Natuna, Indonesia. Kapal
tanker MT Orkim Harmony sedang berlayar dari Selat Malaka menuju
-

Kuantan membawa 22 ABK. 5 diantaranya adalah WNI.


Filipina
Dua kapal Indonesia dibajak di Filipina, yakni kapal tunda Brahma 12
dan kapal tongkang Anand 12, telah dibajak kelompok teroris yg
mengaku sebagai Abu Sayyaf di Filipina. Kedua kapal itu membawa

7.000 ton batubara dan 10 awak berkewarganegaraan Indonesia


Kedua kapal itu dalam perjalanan dari Sungai putting, Kalimantan
Selatan, menuju Batangas, Filipina Selatan. Pemilik kapal baru
mengetahui peristiwa pembajakan ini pada 26 Maret 2016 .

C. PEMETAAN KASUS PEMBAJAKAN SELAMA TAHUN 2016

Gambar 7. Pemetaan/mapping kasus pembajakan selama tahun 2016 di dunia.


Berdasarkan gambar 7, dapat dianalisa bahwa lokasi pembajakan selama
tahun 2016 tersebar di wilayah asia pasifik, afrika, dan amerika selatan. Tapi
sebagaian besar pembajakan terjadi di wilayah asia pasifik.

D. AMANDEMENT TERBARU MARPOL


Berikut adalah daftar amandemen MARPOL selama 4 tahun terakhir. Data
diambil dari BKI Informasi Teknik no. 24-2015

daftardiambil
amandemen
MARPOL
tahun
terakhir.
selama
Data
dari5
Authority
Maritime
Safety
Goverment

BAB III
KESIMPULAN
1. Berdasarkan gambar 1. Dapat dilihat bahwa selama tahun 2011-2015 kasus
pembajakan kapal mengalami penurunan. Lokasi yang sering terjadi kasus
pembajakan dan percobaan pembajakan terdapat diwilayah asia .
Sedangkan untuk tahun 2015, kasus pembajakan dan percobaan
pembajakan yang sering terjadi yaitu di Indonesia sebesar 108 kasus.
2.

Beberapa contoh kasus pembajakan kapal internasional dan penyebab


utama selama tahun 2014 antara lain :
Angola :
Pada 18 January 2014, MT Kerala berlabuh di Luanda, Angola, terjadi
pembajakan kapal Tanker Gas Oil, dimana pembajak mencuri muatan
kapal MT. Kerala. Dalam kasus pembajakan tersebut, 1 anak buah
kapal mengalami cedera.
Ghana :
Pada 5 Juni 2014, terjadi kasus pembajakan di Accra, Ghana. Kapal
dengan bendera Liberia, MT. Fair Artemis, telah dibajak ketika kapal
berlayar sejauh 45 Nautical Miles dari Accra, Ghana. Pembajak
tersebut mencuri muatan vessel oil cargo dari MT. Fair Artemis. Semua
awak kapal dikabarkan selamat.
Indonesia :

Pada 15 Juli 2014, terjadi kasus pembajakan kapal berbendera


Malaysia, MT. Oriental Glory, kapal product tanker. MT. Oriental
Glory berlayar dari Singapore menuju Sandakan, Malaysia. Posisi MT.
Oriental Glory saat terjadi pembajakan terletak di 44 Nautical Miles
dari Pulau Bintan, Indonesia. Pada kasus pembajakan ini, pembajak
merusak alat komunikasi kapal, mencuri beberapa muatan minyal, dan
melarikan diri, selain itu juga membahayakan bagian main engine.
Selama terjadi pembajakan, 3 anak buah kapal mengalami cedera.

3. Berdasarkan IMB piracy & armed robbery map 2016 dapat dianalisa
bahwa lokasi pembajakan selama tahun 2016 tersebar di wilayah asia
pasifik, afrika, dan amerika selatan. Tapi sebagaian besar pembajakan
terjadi di wilayah asia pasifik.
4.

Berikut adalah daftar amandemen MARPOL selama 4 tahun terakhir. Data


diambil dari BKI Informasi Teknik no. 24-2015