Anda di halaman 1dari 17

PANDUAN

PELAYANAN BIMBINGAN KEROHANIAN

RUMAH SAKIT AMALIA BONTANG


JL. R. SOEPRAPTO NO.22 BONTANG BARU, KEC. BONTANG UTARA
TELP. 0548-25050 FAX : 0548 23275
EMAIL :RSAMALIA22@GMAIL.COM
BONTANG KALIMANTAN TIMUR
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT sehingga Panduan


Pelayanan Bimbingan Kerohanian RS Amalia Bontang dapat tersusun. Panduan ini
diharapkan dapat mendukung Kegiatan Pelayanan Kesehatan RS Amalia Bontang
yang optimal dan profesional.
Saat ini tuntutan peningkatan mutu dan keamanan pelayanan rumah sakit
makin mengemuka sehingga perlu dilakukan upaya-upaya standarisasi
pelayanan. Salah satunya adalah dengan penerapan program khusus akreditasi.

Diharapkan dengan adanya Panduan ini dapat meningkatkan kinerja dan


mempermudah akses bagi seluruh Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Amalia
Bontang.
Terima kasih kami ucapkan kepada tim penyusun dan semua pihak yang
telah berkontribusi dalam penyusunan Panduan ini. Kami mengharapkan
komitmen serta kerja sama seluruh pegawai Rumah Sakit Amalia Bontang untuk
membantu meningkatkan pelayanan kesehatan.
Semoga Panduan Pelayanan Bimbingan Kerohanian ini bermanfaat bagi
semua pihak yang membutuhkan, serta tidak lupa ucapan terima kasih kami
sampaikan kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan
buku panduan ini. Akhir kata, semoga Allah SWT selalu membantu dan
meringankan langkah kita dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi
masyarakat.

Terima Kasih.

Rs. Amalia Bontang|Panduan Identifikasi Nilai-nilai Kepercayaan Pasien

SAMBUTAN DIREKTUR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan


rahmat dan karunia-Nya, sehingga Rumah Sakit Amalia Bontang
telah dapat menempuh perjalanan sejarah dan diharapkan terus
berkembang dan menjadi Rumah Sakit kebanggaan masyarakat
Kota Bontang. Untuk itu telah disusun Panduan Pelayanan
Bimbingan Kerohanian dimana Panduan ini diharapkan dapat
melaksanakan Kegiatan Pelayanan Kesehatan yang optimal dan
profesional.
Keberhasilan dan perkembangan yang telah dicapai hingga saat ini
adalah berkat semangat, dedikasi dan kerja keras seluruh karyawan RS. Amalia
Bontang. Untuk itu diharapkan seluruh karyawan tetap memotivasi diri untuk
selalu bersemangat dan berusaha meningkatkan kemampuan diri sehingga
mempercepat pencapaian visi dan misi RS. Amalia Bontang
Kami akan terus berusaha menjadikan RS. Amalia Bontang menjadi
rumah sakit yang mampu memenuhi harapan masyarakat dan menjadi pilihan
dalam memberikan bantuan medis yang dapat diandalkan, agar kita mampu
mempertahankan mental yang sehat dan aktif, menemukan kembali gairah
hidup, serta menghargai hidup sehat setiap hari.
Ucapan terimakasih disampaikan kepada semua pihak yang telah
berpartisipasi aktif dalam membangun dan memperbaiki kinerja pelayanan
Rumah Sakit Amalia Bontang dalam mewujudkan visi dan misinya.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberikan jalan yang terbaik
untuk kita semua, Aamiin.

Wassalamualaikum Wr. Wb.


Direktur RS. Amalia Bontang

dr. YUNIARTI ARBAIN

PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT AMALIA BONTANG


NOMOR 31/02/DIR-RSAB/IV/2016
TENTANG
PANDUAN PELAYANAN BIMBINGAN KEROHANIAN

Disusun Oleh :
Ketua Tim Penyusun

dr. Dessy Vinoricka Andriyana

Disetujui :

Kepala Bidang Pelayanan

dr. Yunita

Ditetapkan Oleh :
Direktur,

dr. Yuniarti Arbain

PANDUAN IDENTIFIKASI
PELAYANAN BIMBINGAN KEROHANIAN

RUMAH SAKIT AMALIA BONTANG


PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

TIM PENYUSUN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

dr. Dessy Vinoricka Andriyana


Yuliana Azis, Amd. Kep
Muhammad Alif Aulady, S. Kep, Ns
Eunike Hendrik, Amd. Kep
Retno Wulandari, Amd. Kep
Muhammad Firdaus Bahar, Amd. RMIK
Arifah Nur Agustin

DAFTAR ISI
Kata Pengantar.............................................................................................

Sambutan Direktur.......................................................................................

ii

Lembar Persetujuan.....................................................................................

iii

Peraturan Direktur........................................................................................

BAB I Pendahuluan.......................................................................................

BAB II Ruang Lingkup...................................................................................

BAB III Tata Laksana.....................................................................................

BAB IV Dokumentasi.....................................................................................

Lampiran......................................................................................................

PERATURAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT AMALIA BONTANG
NOMOR 31/02/DIR-RSAB/IV/2016
TENTANG
PANDUAN PELAYANAN BIMBINGAN KEROHANIAN

DIREKTUR RUMAH SAKIT AMALIA BONTANG

Menimbang :
a. Bahwa dalam upaya meningkatkan Mutu Pelayanan Rumah Sakit
Amalia Bontang, maka diperlukan penyelenggaraan pelayanan
yang bermutu tinggi.
b. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
huruf a, perlu adanya Panduan Pelayanan Bimbingan Kerohanian
di Rumah Sakit Amalia Bontang
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
huruf a dan b, dipandang perlu untuk menetapkan peraturan
Direktur tentang Panduan Pelayanan Bimbingan Kerohanian di
Rumah Sakit Amalia Bontang

Mengingat

:
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang

Rumah Sakit

Rs. Amalia Bontang|Panduan Pelayanan Bimbingan Kerohanian

MEMUTUSKAN

Menetapkan :
KESATU

:PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT AMALIA BONTANG TENTANG


PANDUAN PELAYANAN BIMBINGAN KEROHANIAN DI RUMAH SAKIT
AMALIA BONTANG

KEDUA

:Panduan Pelayanan Bimbingan Kerohanian sebagaimana tercantum


dalam Lampiran peraturan ini.

KETIGA

: Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di

: Bontang

Pada Tanggal
2016

: 07 April

Direktur,

dr.Yuniarti Arbain
NIK. 1001.2011.08

Rs. Amalia Bontang|Panduan Pelayanan Bimbingan Kerohanian

LAMPIRAN
PERATURAN DIREKTUR
TENTANG
PANDUAN PELAYANAN BIMBINGAN
KEROHANIAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

LATAR BELAKANG

Pelayanan bimbingan kerohanian merupakan bagian integral dari bentuk


pelayanan kesehatan dalam upaya pemenuhan kebutuhan bio-psyco-sociospiritual, yang komprehensif karena pada dasarnya setiap diri manusia terdapat
kebutuhan dasar spiritual.
Pentingnya bimbingan spiritual dalam kesehatan telah menjadi ketetapan
WHO yang menyatakan aspek agama (spiritual) merupakan salah satu unsur dari
pengertian kesehatan seutuhnya (WHO, 1984). Untuk itu Rumah Sakit Amalia
Bontang mengadakan kegiatan pelayanan bimbingan Rohani Pasien di Rumah
Sakit, sebagai langkah konkrit untuk membantu pasien dalam proses
penyembuhannya.
Bimbingan rohani pasien adalah bentuk kegiatan yang didalamnya terjadi
proses bimbingan dan pembinaan rohani kepada pasien di rumah sakit sebagai
bentuk kepedulian kepada mereka yang sedang mendapat ujian dari Tuhan Yang
Maha Esa. Dalam kegiatan tersebut bagaimana seorang rohaniawan dapat
memberikan ketenangan, kedamaian dan kesejukanhati kepada pasien dengan
senantiasa memberikan dorongan dan motivasi untuk tetap bersabar, tawakal
dan tetap menjalankan kewajibannya sebagai hamba Tuhan.

1.2

TUJUAN
1. Tujuan Umum
a. Sebagai bentuk kepedulian yang sehat kepada yang sakit.
b. Memberikan pengertian kepada pasien dan keluarga agar tetap
bersabar dan berdoa
c. Memberikan bimbingan kepada pasien dalam menghadapi musibah
dan ujian
d. Membimbing perasaan pasien agar tetap tenang
e. Mengingatkan pasien agar tetap berbaik sangka kepada Tuhan yang
Maha Esa.
f. Memberikan pelayanan rohani kepada pasien
g. Menguatkan psikologi pasien dengan pemberdayaan mental dengan
rawatan rohani.
h. Memberikan image positif terhadap Rumah Sakit Amalia Bontang.
2. Tujuan Khusus

a. Memberikan ketenangan batin dan keteduhan hati kepada pasien


dalam menghadapi penyakitnya.
b. Memberikan motivasi dan dorongan untuk tetap bersabar dan
bertawakal dalam menghadapi ujian dari Tuhan.
c. Menumbuhkan suasana keakraban kepada pasien untuk saling
berbagi rasa dan cerita.

BAB II

RUANG LINGKUP

2.1

RUANG LINGKUP OPERASIONAL


1. Rumah sakit dan masyarakat.
2. Rohaniawan
sebagai
orang
yang
diminta
dalam
kegiatan
pembimbingan dan pendampingan mental spiritual pasien dalam
pemenuhan haknya sebagai pasien.
3. Mengingatkan pada semua pelaku upaya kesehatan khususnya di
Rumah Sakit (semua karyawan rumah sakit) bahwa kehadiran kita di
Rumah Sakit juga untuk memberikan kekuatan spiritual kepada pasien.
4. Berlaku untuk seluruh pasien yang menggunakan pelayanan di Rumah
Sakit Amalia Bontang agar pasien merasa lebih kuat, ikhlas dan yakin
akan pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa.

2.2

LANDASAN HUKUM
1. Undang- undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit
2. Undang- undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang kesehatan

2.3

LANDASAN TEORI

TUJUAN DAN FUNGSI BIMBINGAN ROHANI


1. TUJUAN DAN FUNGSI
a. Tujuan bimbingan rohani pasien
i. Untuk mengenal diri dan lingkungan
ii. Untuk dapat menerima diri sendri dan lingkungan secara positif
dan dinamis
iii. Untuk dapat mengambil keputusan sendiri tentang berbagai hal.
b. Fungsi bimbingan Rohani
Ditinjau dari sifatnya, layanan bimbingan dapat berfungsi:
i. Fungsi preventif layanan bimbingan ini sebagai pencegahan
timbulnya masalah.
ii. Fungsi pemahaman bimbingan menghasilkan pemahaman
tentang sesuatu dari pihak pihak tertentu.
iii. Fungsi perbaikan fungsi bimbingan untukterpecahnya
masalah yang dialami individu.
iv. Fungsi pemahaman dan pengembangan layanan dapat
membantu individu dalam memelihara dan mengembangkan
secara keseluruhan probadinya secara mantap, terarah dan
berkelanjutan.
Pada dasarnya bimbingan rohani merupakan aktualisasi teologi yang
dimanifestasikan dalam suatu kegiatan manusia beriman sebagai makluk
sosial yang dilaksanakan secara teratur oleh manusia untuk membina dan
mengarahkan manusia memiliki keyakinan yang kokoh dan bertambah
kepada Tuhan, taat melaksanakan ibadah dan memantapkan kesadaran

beragama sehingga dapat membawa seseorang menjadi lebih tenang


dalam menghadapi permasalahan dan jauh dari rasa cemas.

2.4

METODE BIMBINGAN ROHANI


a) Wawancara
Salah satu cara memperoleh fakta- fakta kejiwaan yang dapat dijadikan
bahan pemetaan tentang bagaimana sebenarnya hidup kejiwaan klien
pada saat tertentu memerlukan bantuan.
b) Metode
group
Guidance
(bimbingan
rohani
secara
berkelompok)
Yakni cara pengungkapan jiwa/ batin klien serta pembinaannya melalui
kegiatan kelompok (misalnya mingguan dsbnya)
c) Metode non direktif (cara yang tidak mengarahkan)
Metode ini mempunyai dua cara yakni
- Client Centered
Yaitu cara mengungkapkan tekanan batin yang dirasakanmenjadi
penghambat pasien dengan sistem pancingan yang berupa satu
atau dua pertanyaan terarah.
- Metode Edukatif
Yaitu cara mengungkapkan tekanan perasaan yang menghambat
perkembangan belajar dengan mengorek sampai tuntas perasaan/
sumber perasaan yang menyebabkan hambatan dan ketegangan.
d) Metode psikoanalisis (penganalisa jiwa)
Metode ini untuk memperoleh data- data tentang jiwa tertekan bagi
penyembuhan jiwa pasien/klien.
e) Metode Direktif (metode yang bersifat mengarahkan )
Metode ini bersifat mengarahkan klien untuk berusaha mengatasi
kesulitan yang dihadapi. Pengarahan yang diberikan kepada klien
adalah dengan memberikan jawaban- jawaban terhadap permasalahan
yang dialami pasien
f) Metode sosiometri
Yaitu suatu cara yang digunakan untuk megetahui kedudukan klien
dalam kelompok.
g) Metode lain dalam bimbingan rohani:
- Metode audiovisual

3 (Tiga) Pilar Pokok Dalam Pelayanan Kerohanian Rumah Sakit Amalia


Bontang :
1. Layanan bimbingan rohani rawat Inap
2. Layanan bimbingan pasien terminal

BAB III

TATA LAKSANA

3.1

Bentuk Layanan Bimbingan Rohani Yang Ada Di Rumah Sakit


Amalia Bontang
Bimbingan pasien rawat inap ini merupakan bimbingan reguler bagi
pasienrawat inap Rumah Sakit Amalia Bontang. Bimbingan Rohani ini
dilakukan oleh rohaniwan ditunjuk oleh Rumah Sakit Amalia Bontang, atas
permintaan keluarga/ pasien. Bimbingan diberikan kepada pasien dan
keluarga yang menunggu.
Langkah langkah :
a) TAHAP PRA PELAYANAN BIMBINGAN
Untuk petugas ruang rawat inap :
o Perhatikan form permintaan bimbingan kerohanian yang telah
diisi oleh pasien/ keluarga.
o Jika terisi ceklist permintaan bimbingan rohaniawan dari pihak
Rumah Sakit, maka petugas rawat inap menghubungi pihak
rohaniwan yang telah ditunjuk oleh pihak Rumah Sakit dan
memberikan kontrak waktu yang tepat kapan akan dilakukan
bimbingan.
o Jika cheklist bimbingan rohaniwan dari pihak keluarga, maka
petugas rawat inap memberikan kontrak waktu yang tepat
kapan akan dilakukan bimbingan.
o Kontrak waktu yang tepat adalah :
Diluar jam visite DPJP
Diluar tindakan medik lain
Diluar jam kunjung pasien.
Untuk Rohaniawan:
o Perhatikan pakaian dan peralatan lain yang dibutuhkan.
Sebelum melakukan bimbingan perlu diperhatikan pakaian
dan peralatan yang dibutuhkan karena penampilan juga
penting.
o Membawa buku bimbingan rohani atau panduandan liflet
yang diperlukan.

o
o
o

Saat menuju ruangan, ucapkan salam kepada pengunjung


dan pasien
Ketuk pintu dengan lembut dan perkenalkan diri secara
singkat.
Jika pasien dalam keadaan siap dan tidak mengganggu maka
pelayanan dapat dimulai.usahakan untuk dapat mengetahui
nama pasien.

b) PROSES PELAYANAN BIMBINGAN ROHANIAWAN


Perkenalkan diri secara khusus kepada pasien
Lakukan wawancara singkat tentang penyakit dan harapan pasien
dengan bersahabat dan penuh empati.
Tidak larut dalam kesedihan pasien.
Berikan sentuhan tangan sebagai rasa empati.
Berikan pengertian untuk tetap bersabar dalam menghadapi
cobaan.
Anjurkan untuk tetap melakukan ibadah sesuai agama
Mohon diri,
Proses pelayanan bimbingan minimal 10-15 menit.
c) Bimbingan rohani pasien rawat jalan / IGD
Bimbingan ini tidak tentu, dapat diberikan oleh perawat dengan
melihat kondisi pasien.
d) Bimbingan rohani pasien pre operasi
Bimbingan ini diberikan kepada pasien yang akan menjalani operasi,
dilakukan di ruang rawat tempat pasien diberikan persiapan pre
operasi(jika diminta oleh pasien dan keluarga).

BAB IV
DOKUMENTASI

Di dokumentasikan di formulir permintaan pelayanan bimbingan kerohanian yang


telah di isi oleh pasien / keluarga pasien, tersimpan di dalam berkas Rekam
Medik.

LAMPIRAN

FORMULIR PERMINTAAN PELAYANAN KEROHANIAN TAHAP


TERMINAL
Yang bertandatangan dibawah ini:
Nama

: ...............................................................................................

Umur

: ...............................................................................................

Alamat

: ...............................................................................................

Hubungan dengan pasien.............................................................................................


:

Dengan ini menyatakan permintaan pendampingan pelayanan kerohaniaan agama /


kepercayaan
.......................................................... kepada Rumah Sakit Amalia Bontang terhadap
pasien :
Nama

: ..............................................................................................

No. RM

: ..............................................................................................

Umur

: ..............................................................................................

Alamat

: ..............................................................................................

Demikian surat permohonan permintaan pelayanan kerohaniaan ini saya buat,


atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Bontang,
.....................................................
Yang menyetujui,

Perawat

____________________________

Pasien/Keluarga

_____________________________