Anda di halaman 1dari 32

SEGMENTATION-TARGETING-POSITIONING

“NIKE”

Dosen : DR. Vanessa Gaffar SE Ak MBA

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas


mata kuliah Manajemen Pemasaran Global

oleh:
ANI SOLIHAT 0907933
ALI MOHAMAD REZZA 0907891

PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN BISNIS


UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2010
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Perkembangan dunia bisnis pada saat ini semakin pesat. Diikuti dengan tingkat
persaingan antar perusahaan yang semakin tinggi. Keadaan tersebut menyebabkan
perusahaan pada umumnya berusaha untuk mempertahankan kelangsungan hidup,
mengembangkan perusahaan, memperoleh laba optimal serta dapat memperkuat posisi
dalam menghadapi perusahaan pesaing dimana untuk mencapai tujuan.
Banyak stategi yang digunakan dalam mempertahankan dan mengembangkan
perusahaan agar selalu menjadi pilihan pelanggan dalam memilih produknya. Salah satu
cara melalui ketepatan dalam pembentukan segmentasi, target, dan posisi produk yang
akan dipasarkan sehingga perusahaan memiliki kejelasan identitas produk di benak
konsumen.
Salah satu produk yang berhasil melakukan strategi STP (Segmentasi-Targeting-
Positioning) adalah sepatu ―Nike‖. Saat ini Nike sebagai market leader untuk sepatu
olahraga artinya Nike sudah memiliki identitas di benak konsumen. Perusahaan Nike
telah melakukan pergerakan positioning, yaitu bergerak kearah disebelahnya, membuat
yang lebih mendetail, dan loncat pada positioning (kategori) baru.
Saat ini Nike menjual alat-alat olahraga dan bahkan mempertimbangkan
penawaran untuk jasa-jasa olahraga, selain itu langkah yang dilakukan Reebok sebagai
pesaing Nike, melakukan resegmentasi pada keseluruhan pasar bukan hanya segmen
olahraga saja, dengan memperkenalkan sepatu bergaya untuk pasar pemakai santai yang
dapat dikenakan setiap hari tanpa melakukan kegiatan olahraga.
Berdasarkan permasalahan tersebut maka dibutuhkan suatu analisa terhadap
keputusan Nike sebagai perusahaan yang memiliki identitas dibenak konsumen sebagai
produsen sepatu olahraga.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana karakteristik pembentukan Segementasi - Targeting - Positioning (STP)
yang dilakukan oleh sepatu olahraga Nike?
2. Bagaimana analisis terhadap perusahaan Nike ketika Reebok sebagai pesaing
melakukan resegmentasi terhadap model sepatu bergaya bukan sepatu olahraga?

1.3 TUJUAN
1. Mengetahui karakteristik pembentukan Segementasi - Targeting - Positioning
(STP) yang dilakukan oleh sepatu olahraga Nike.
2. Analisis terhadap perusahaan Nike ketika Reebok sebagai pesaing melakukan
resegmentasi terhadap model sepatu bergaya bukan sepatu olahraga.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 SEGMENTATION
Menurut Kotler (2009) mendefinisikan segementasi pasar, bahwa:
―Market segmentation is the process of breaking a heterogeneous group of potential
buyer into smaller homogeneous groups of buyer, that is with relatively similar buying
characteristics or needs.”
Berdasarkan definisi diatas bahwa segmentasi pasar merupakan suatu aktivitas
membagi atau mengelompokkan pasar yang heterogen menjadi pasar yang homogen
atau memiliki kesamaan dalam hal minat, daya beli, geografi, perilaku pembelian
maupun gaya hidup.
Segmentasi Pasar Global (Keegan, 2007) adalah Suatu proses membagi pasar
dunia kedalam kelompok pelanggan tertentu yang memiliki perilaku yang sama atau
memiliki kebutuhan yang serupa.
Theodore Levitt (1980) dalam Keegan memperhatikan bahwa konsumen di
negara yang berbeda semakin mencari sesuatu yang variatif dan karenanya timbul
segmen baru yang sama yang ada di pasar dunia, levitt mengatakan bahwa ―pluralisme
konsumsi‖ atau ―kesamaan segmen‖ membuat petugas bagian pemasaran dapat
menetapkan segmen dengan global.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa segmentasi memiliki
peran penting dalam sebuah perusahaan karena beberapa alasan:
1. Segmentasi memungkin perusahaan untuk lebih fokus dalam mengalokasikan
sumber daya. Dengan membagi pasar menjadi segmen-segmen akan
memberikan gambaran bagi perusahaan untuk menetapkan segmen mana yang
akan dilayani. Selain itu segmentasi memungkin perusahaan mendapatkan
gambaran yang lebih jelas mengenai peta kompetisi serta menentukan posisi
pasar perusahaan.
2. Segmentasi merupakan dasar untuk menentukan komponen-komponen strategi.
Segmentasi yang disertai dengan pemilihan target market akan memberikan
acuan dalam penentuan positioning. Ketiga, segmentasi merupakan faktor kunci
untuk mengalahkan pesaing, dengan memandang pasar dari sudut yang unik dan
cara yang berbeda dari yang dilakukan pesaing.

Tingkatan Segmentasi Pasar


Starting point dari segmentasi adalah mass marketing. Didalam mass marketing
program pemasaran dilakukan secara massal seperti distribusi massal, promosi massal
dan lainnya atau dengan kata lain satu produk untuk semua. Akan tetapi mass marketing
tidak selalu sukses dalam melayani pasarnya karena satu program pemasaran tidak bisa
melayani pasar yang heterogen sehingga pelu dilakukan segmentasi, niche marketing
(relung pasar) dan pasar individu (Kotler, 2009).
Segmentasi pasar terdiri dari usaha untuk mengidentifikasi sebuah kelompok
menjadi sebuah kelompok yang memiliki kesamaan. Segmentasi merupakan cara tengah
antara mass marketing dengan individu. Dalam segmentasi pasar orang yang berada
dalam satu segmen diasumsikan benar-benar memiliki persamaan, padahal tidak ada
dua orang yang benar-benar memiliki persamaan dalam suatu hal (Kotler, 2009).
Namun demikian segmentasi pasar memiliki beberapa keuntungan dibandingkan mass
market antara lain perusahaan dapat menciptakan produk dan layanan yang cocok atau
sesuai dengan target market. Perusahaan juga akan lebih mudah dalam menetapkan
canel distribusi dan dalam menetapkan komunikasi pemasaran.
Pada niche marketing lebih fokus terhadap ceruk-ceruk pasar yang belum
dilayani dengan baik. Hal ini dilakukan dengan mengidentifikasi segmen yang sudah
ada menjadi sub segmen yang lebih kecil. Dengan adanya niche market perusahaan
dapat memahami konsumen dengan baik. Ciri yang menarik dari niche market adalah
konsumen pada niche market mempunyai kebutuhan yang kuat, konsumen ini mau
membayar dengan harga yang premium kepada perusahaan yang dapat memuaskan
mereka dengan baik. Nice market memiliki pertumbuhan yang potensial dan profitable
sehingga perusahaan dapat melayani segmen ini.
Sementara itu pada pasar individu merupakan bagian terakhir dalam segmen,
setiap individu memiliki keunikan masing-masing. Pasar individu dikenal juga dengan
custumized marketing atau one to one marketing dimana konsumen dilayani secara
individu. Perusahaan dapat melayani pasar individu secara customize sehingga dapat
memenuhi kebutuhan konsumen seperti yang mereka harapkan.
Pola Segmentasi Pasar
Menurut Kotler (2009) terdapat tiga pola segmentasi pasar. Pola ini digunakan untuk
mengidentifikasai preferensi segmen. Pola tersebut adalah:
• Homogeneus preference (preferensi homogen): pola yang menunjukkan bahwa
konsumen memiliki preferensi yang sama terhadap produk atau jasa yang
ditawarkan.
 Diffused preference (preferensi yang menyebar) : pola yang menunjukkan bahwa
konsumen memiliki preferensi yang beragam terhadap suatu produk atau jasa yang
ditawarkan
 Clustered preference (preferensi yang mengelompok): pola yang menunjukkan
bahwa konsumen memiliki preferensi yang berkelompok-kelompok. Dimana
konsumen yang berada dalam satu kelompok memiliki kesamaan preferensi.
Menurut Kotler (2009) ada dua cara yang dapat dijadikan dasar dalam
segementasi pasar, yaitu pertama consumen characteristic (karakteristik konsumen)
yang merupakan variabel utama dalam segementasi yang terdiri dari segmentasi
geografis, segmentasi demografis, segmentasi psikografis, segmentasi perilaku dan
consumer responses (respon konsumen) yang terdiri dari benefit segmentation.
Menurut Keegan (2007) segementasi pasar global terdiri dari :
1. Segmentasi Geografis : Pembagian pasar dunia ke dalam daerah geografis terdiri
dari Wilayah, ukuran Kota, kepadatan, iklim
Keuntungan: pasar dalam segmen ini lebih dekat satu dengan yang lain dan lebih
mudah untuk dikunjungi dalam perjalanan yang sama serta perbedaan waktu yang
kecil atau mungkin tidak ada
Kelemahan: Walaupun berada di wilayah yangg sama tidak menjamin negara-
negara tersebut memiliki kesamaan. Contoh: Jepang dan Vietnam
2. Segmentasi demografis : Karakteristik populasi yang dapat diukur seperti usia,
gender, pendapatan, pendidikan dan pekerjaan termasuk pendapatan nasional dan
besar populasi. Contoh: Coca-Cola, Benetton, Swatch, Sony, MTV adalah
perusahaan yang target utamanya adalah para remaja
3. Segmentasi psikografis : Melibatkan pengelompokkan orang-orang dalam hal
perilaku, sikap, nilai, dan gaya hidup. Contoh: Porsche Cars North Amerika
diperuntukkan bagi lelaki usia 40th ke atas, sarjana, dan memiliki pendapatan
$200,000 per tahun
4. Segmentasi Perilaku : Fokus kepada apakah seseorang membeli atau menggunakan
suatu produk tertentu, seberapa sering dan seberapa banyak mereka
menggunakannya. Dapat dibagi menjadi usage rates (heavy, medium, light,
nonuser) dan user status (potential users, nonusers, ex-users, regulars, first-timers,
dan users of competitors products) Contoh: Perusahaan Campbell Soup menjadikan
China sebagai target mereka mengingat China adalah pengkonsumsi sup tertinggi di
dunia
5. Segmentasi Manfaat (Beneffit segmentation) : fokus kepada persamaan nilai (value
equation) yaitu B dalam V = B/P. Pendekatan ini akan berhasil jika pemasar
memiliki pemahaman yang superior terhadap masalah yg dapat dipecahkan oleh
suatu produk tertentu atau oleh manfaat yg ditawarkan. Dengan ini konsumen akan
dikelompokkan berdasarkan respon mereka terhadap produk atau jasa, seperti ada
konsumen yang mementingkan kualitas dan ada konsumen yang mementingkan
harga yang murah. Contoh: Nestle menemukan bahwa dimanapun berada, perilaku
pemilik kucing dalam memberi makan kucingnya sama. Oleh karena itu
diciptakanlah Friskies, makanan kucing kering
Selanjutnya Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu (2003) mengelompokkan
pendekatan dalam melakukan segmentasi pasar menjadi tiga, yaitu :
• Static Atribut Segmentation
Static Atribut Segmentation mengelompokkan pasar berdasarkan atribut-atribut statis
yang serupa, yang tidak selalu mencerminkan perilaku pembelian atau penggunaan
dan tidak secara langsung mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli. Jenis
atribut ini mencakup variabel geografi dan demografi.
• Dynamic Atribut Segmentation
Dynamic Atribut Segmentation mengelompokkan pasar berdasarkan atribut dinamis
yang serupa, atau atribut-atribut yang mencerminkan karakteristik konsumen. Atribut
ini mencakup variabel psikografis dan behavioral.
• Individual Segmentation
Individual Segmentation mengelompokkan pasar atas unit terkecil atau individu.
Menentukan Dasar Segmentasi
Dalam menentukan dasar segmentasi yang akan digunakan dapat disesuaikan
dengan kondisi yang paling relevan. Sebagaimana diketahui konsumen berbeda dalam
banyak hal dan masing – masing berpotensi membentuk segmen, namun kenyataan
tidak semua variabel ini akan bermanfaat untuk semua situasi. Dengan demikian perlu
kehati-hatian dalam memilih variabel segmentasi agar sesuai dengan perusahaan.
Selanjutnya Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu (2003) menyatakan bahwa agar
strategi segmentasi tersebut tepat perusahaan harus pertama, memandang pasar dari
sudut yang unik dan dengan cara yang berbeda dari yang dilakukan pesaing. Kedua
metode segmentasi yang digunakan harus sejauh mungkin mencerminkan perilaku
pembelian atau penggunaan serta menentukan alasan pelanggan untuk membeli. Karena
alasan inilah dynamic atribut segmentation lebih unggul dibandingkan static atribut
segmentation, sebab atribut ini lebih mengarah kepada perilaku pembelian, metode ini
dapat memberikan informasi yang berharga bagi perumusan strategi pemasaran yang
cocok untuk mempengaruhi perilaku konsumen tersebut.
Segmentasi geografis dan demografis lebih mudah dilakukan, karena data yang
akurat dan tepat sudah tersedia. Namun metode ini tidak memberikan gambaran yang
yang jelas tentang bagaimana konsumen memilih dan membeli suatu produk. Sehingga
akan sulit untuk membangun strategi yang lengkap yang menyertakan perumusan
positioning, marketing mix, penjualan, pelayanan, proses dan membangun brand dengan
keakuratan yang baik.

Syarat Segmentasi Yang Efektif


Menurut Kotler (2009) syarat segmentasi yang efektif adalah:
1. Measurable (terukur)
Measurable berarti segmen pasar harus dapat membantu perusahaan dalam
mengukur potensi pasar, daya beli konsumen serta ukuran alokasi sumberdaya.
2. Substansial (banyak)
Substansial berarti segmen tersebut harus besar dan profitable untuk dilayani.
3. Accessible (dapat diakses)
Accessible berarti segemen tersebut harus mudah dijangkau untuk dilayani.
4. Differentiable (dapat dibedakan)
Differentiabel berarti segmen tersebut dapat dibedakan dengan jelas.
5. Actionable (dapat dilayani)
Actionable berarti segmen tersebut dapat dijangkau atau dilayani dengan sumber
daya yang dimiliki perusahaan.

Manfaat Segmentasi
Segmentasi bermanfaat untuk meningkatkan posisi kompetisi perusahaan dan
memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen. Empat manfaat segmentasi,
yaitu:
1. Designing responsive products to meet the needs of the marketplace. Melalui
penelitian preferensi konsumen, perusahaan berjalan ke arah penyelesaian
konsep marketing yaitu kepuasan konsumen yang akan membawa keuntungan.
Perusahaan menempatkan konsumen sebagai yang utama, kemudian mendisain
dan menyeleksi produk untuk kepuasan konsumen.
2. Determining effective and cost efficient promosional strategies. Segmentasi
sebagai alat perencanaan merupakan alat identifikasi dan analisa yang berharga
untuk mengembangkan communication mix, sehingga dapat dipilih alat promosi
yang sesuai untuk menargetkan pada media yang tepat.
3. Evaluating market competition in partikular the companys market position.
Riset segmentasi menyediakan a competitive intelegence mechanism untuk
mengakses dan membandingkan perusahaan agar sesuai dengan standar.
4. Providing insight on present marketing strategies. Segmentasi sangat penting
untuk melakukan evaluasi secara periodik terhadap marketing strategi
perusahaan saat ini dengan cara memanfaatkan peluang baru dan menghindarkan
dari adanya potensi terhadap ancaman

2.2 TARGETING
Targeting merupakan suatu kegiatan dalam mengevaluasi dan membandingkan
kelompok yang sudah teridentifikasi untuk kemudian dipilih satu atau beberapa yang
memiliki potensi tertinggi.
Menetapkan Sasaran Global
Menetapkan sasaran (Keegan, 2007) adalah tindakan mengevaluasi dan
membandingkan kelompok yang diidentifikasi dan kemudian memilih satu atau
beberapa diantaranya sebagai calon dengan potensi paling besar. Bauran pemasaran
kemudian dirancang yang akan memberilkan hasil terbaik terhadap penjualan, selain itu
menciptakan nilai maksimum bagi konsumen
 Kriterian Menentukan Target
Tiga kriteria dasar untuk menilai peluang di pasar terget global serupa dengan
menetapkan sasaran di satu negara: besar segmen pasar yang ada dan potensi
pertumbuhan yang diantisipasi; persaingan dan kecocokan target dengan tujuan
perusahaan secara keseluruhan dan kelayakan untuk mencapai sukses.
 Memilih Strategi Pasar Sasaran Global
Setelah mengevaluasi segmen yang diinginkan, pemasar selanjutnya harus
memutuskan stretegi membidik terget yang tepat. ada tiga kategori dasar dari
strategi sasaran pemasaran :
1. Pemsaranglobal yang tidak membeda-bedakan (Standardized Global
Marketing) adalah serupa dengan pemsaran masal dalam satu negara.
Keterlibatan penciptaan bauran pemasaran (marketing mix) seperti
produk, harga, distribusi, dan komunikasi, untuk pasar masal luas dari
pembeli potensial. Daya tarik dari pemasaran global yang tidak membeda-
bedakan produk dengan biaya lebih rendah. Menciptakan bauran
pemasaran yg sama bagi pasar luas yg tdd dr pembeli potensial 
distibusi ekstensif. Tujuan: volume penjualan yg besar, biaya produksi yg
lebih kecil, keuntungan yang lebih besar  Revlon Internasional
2. Pemasaran Global Terkonsentrasi Concentrated Global Marketing
Menciptakan bauran pemasaran utk meraih satu segmen di pasar global 
pasar lbh fokus (global depth rather than national breadth). Strategi ini
menentapakan sasaran global mencakup menyiapkan bauran pemasaran
untuk membidik segmen tunggal dari pasar dlobal
3. Pemasaran Global yang membeda-bedakan Differentiated Global
Marketing. Dua atau lebih segmen market dengan bauran pemasaran yg
berbeda  Rover dgn Range Rovernya utk high end ($50,000+) dan Land
Rover Discover utk low end ($35,000). Pendekatan ini lebih ambisius.
Strategi ini memberi peluang sebuah organisasi untuk mencapai cakupan
pasar yang lebih luas.

Evaluasi Segmentasi Pasar Berlanjut pada Targeting


Setelah perusahaan mengidentifikasi peluang segmen pasar, selanjutnya adalah
mengevaluasi beragam segmen tersebut untuk memutuskan segmen mana yang menjadi
target market. Dalam mengevaluasi segmen pasar yang berbeda perusahaan harus
melihat dua faktor yaitu daya tarik pasar secara keseluruhan serta tujuan dan resource
perusahaan (Kotler, 2009). Perusahaan harus melihat apakah suatu segmen potensial
memiliki karakteristik yang secara umum menarik seperti ukuran, pertumbuhan,
profitabilitas, skala ekonomi, resiko yang rendah dan lain-lain. Perusahan juga perlu
mempertimbangkan apakah berinvestasi dalam segmen tersebut masuk akal dengan
mempertimbangkan tujuan dan sumber daya perusahaan.
Selanjutnya Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu (2003) menyatakan ada tiga kriteria
yang harus dipenuhi perusahaan pada saat mengevaluasi dan menentukan segmen mana
yang akan dijadikan target. Pertama, perusahaan harus memastikan bahwa segmen pasar
yang dibidik itu cukup besar dan akan cukup menguntungkan bagi perusahaan.
Perusahaan dapat saja memilih segmen yang kecil pada saat sekarang namun segmen itu
mempunyai prospek menguntungkan dimasa datang. Sehubungan dengan hal ini
perusahaan harus menelaah kompetisi yang ada di sektor tersebut dan potensinya untuk
tumbuh karena akan berkaitan juga dengan ukuran dan pertumbuhan target segmen
perusahaan.
Kedua adalah bahwa strategi targeting itu harus didasarkan pada keunggulan
kompetitif perusahaan yang bersangkutan. Keunggulan kompetitif merupakan cara
untuk mengukur apakah perusahaan memiliki kekuatan dan keahlian yang memadai
untuk menguasai segmen pasar yang dipilih sehingga memberikan value bagi
konsumen. Untuk menghasilkan value yang unggul tidak cukup hanya memiliki sumber
daya yang memadai tetapi harus didukung dengan kapabilitas, kompetensi inti, dan
keunggulan kompetitif untuk melaksanakan diferensiasi yang ditujukan untuk
memenangkan kompetisi tersebut. Perusahaan juga harus menganalisis dari dekat
apakah segmen pasar yang dipilih telah sejalan dan mendukung tujuan jangka panjang
perusahaan.
Ketiga adalah bahwa segmen pasar yang dibidik harus didasarkan pada situasi
persaingannya. Perusahaan harus mempertimbangkan situasi persaingan yang secara
langsung atau tidak langsung mempengaruhi daya tarik targeting perusahaan. Beberapa
faktor yang dipertimbangkan disini antara lain intensitas persaingan segmen, potensi
masuknya pemain baru, hambatan masuk industri, keberadaan produk-produk
pengganti, kehadiran produk-produk komplementer serta pertumbuhan kekuatan tawar
menawar pembeli maupun pemasok.
Beberapa kriteria diatas perusahaan dapat menemukan kesesuaian perusahaan
dengan segmen pasar yang tepat.

Menentukan Target Market


Menurut Kotler, 2009, dalam menetapkan target market perusahaan dapat
mempertimbangkan lima pola product specialization sebagai Berikut :
1. Single Segment Concentration.
Single Segment Concentration maksudnya adalah perusahaan dapat memilih satu
segmen saja. Perusahaan lebih bisa mencapai posisi yang kuat disatu segmen,
dengan pengetahuan yang baik terhadap kebutuhan segmen sehingga bisa diperoleh
keuntungan. Namun, konsentrasi di satu segmen mempunyai potensi resiko yang
cukup besar, sehingga alasan inilah yang mendasari perusahaan untuk memilih lebih
dari satu segmen.
2. Selective Specialization.
Selective Specialization maksudnya adalah perusahaan menyeleksi beberapa
segmen. Segmen yang dipilih mungkin tidak saling berhubungan atau membentuk
sinergi, tetapi masing – masing segmen menjanjikan uang. Strategi ini lebih dipilih
oleh perusahaan untuk menghindari kerugian, walaupun salah satu segmennya tidak
produktif, tetapi perusahaan tetap memperoleh pendapatan dari segmen yang lain.
3. Product Specialization.
Product Specialization maksudnya perusahaan berkonsentrasi membuat produk
khusus atau tertentu. Melalui cara ini, perusahaan membangun reputasi yang kuat di
produk yang spesifik. Namun resikonya tetap ada, yaitu apabila terjadi kekurangan
bahan untuk pembuatan produknya atau keterlambatan melakukan perubahan
teknologi.
4. Market Specialization.
Market Specialization maksudnya adalah perusahaan berkonsentrasi melayani
berbagai kebutuhan dalam kelompok tertentu. Perusahaan memperoleh reputasi
yang kuat dan menjadi channel untuk semua produk baru yang dibutuhkan dan
dipergunakan oleh kelompok tersebut. Resiko akan kerugian akan timbul apabila
kelompok tadi mengurangi pembelian atau kebutuhannya.

5. Full Market Coverage.


Full Market Coverage maksudnya adalah perusahaan berusaha melayani semua
kelompok dengan produk yang dibutuhkan. Namun, hanya perusahaan besar yang
bisa melakukannya. Untuk menciptakan kepuasan konsumen, pemasar dapat
melakukan diferensiasi dan menghasilkan lebih banyak penjualan daripada tidak
melakukan diferensiasi, namun diferensiasi dapat meningkatkan biaya perusahaan.
Secara umum, hal ini tetap akan bermanfaat khususnya apabila dikaitkan dengan
strategy profitability, namun demikian perusahaan sebaiknya berhati – hati agar
tidak terjadi over segmenting. Biaya yang diperkirakan adalah Product modification
cost, manufacturing cost, administrative cost, inventory cost, dan promotion cost.
Selain itu menurut Kotler, 2009 ada pertimbangan tambahan yang perlu
diperhatikan perusahaan dalam mengevaluasi dan memilih segmen yaitu:
• Pilihan etika atas pasar sasaran
Dalam menetapkan target market perusahaan hendaknya tidak menimbulkan
pertentangan, seperti mngambil keuntungan dari kelompok yang rapuh seperti anak-
anak atau mempromosikan produk yang berbahaya. Karena dalam pasar sasaran
masalahnya bukanlah siapa yang dipilih sebagai target tapi bagaimana dan untuk apa.
Pasar yang memiliki tanggungjawab sosial mengharuskan segmentasi dan target
pasar yang melayani tidak hanya untuk kepentingan industri saja tetapi juga
kepentingan mereka yang dijadikan sasaran.
• Interelasi dan segmen super.
Segmen super adalah sekumpulan segmen yang memiliki kesamaan yang dapat
dieksploitasi, sehingga perusahaan akan bijaksana jika memilih segmen super
daripada segmen di dalam segmen super karena perusahaan tidak memiliki
keunggulan kompetitif terhadap industri-industri yang telah berada dalam segmen
super.
• Rencana serangan segmen per segmen.
Pesaing tidak boleh tahu segmen mana yang dituju oleh perusahaan. Jika diketahui
maka perusahaan harus mencari jalan keluar untuk menerobos yakni dengan cara
menyerang pasar tertutup dengan pendekatan mega marketing artinya koordinasi
strategis keahlian ekonomi, psikologis, politik dan hubungan masyarakat untuk
memasuki atau beroperasi dalam pasar tertentu.
• Kerjasama antar segmen.
Cara terbaik untuk mengelola segmen adalah kerjasama antara SDM di dalam
perusahaan untuk membangun bisnis segmen perusahaan.

2.3 POSITIONING
Menurut Keegan (2007) meyatakan bahwa enentukan posisi pasar adalah suatu
proses yang dipakai oleh perusahaan untuk menetapkan suatu citra di benak konsumen
terhadap citra produk yang ditawarkan oleh pesaing.
Selanjutnya Kotler, Kartajaya, Huan dan liu, 2003 menyatakan positioning
sebagai ‖the strategy for leading your cutomers credibly‖ yaitu suatu strategi untuk
membangun kepercayaan, keyakinan dan kompetensi bagi konsumen. Positioning
adalah mengenai bagaimana perusahaan mendapatkan kepercayaan pelanggan untuk
dengan sukarela mengikuti perusahaan sedangkan Posisioning produk global merupakan
penanaman suatu produk di benak konsumen.
Selanjutnya Yoram Wind, dalam Kotler et all 2009 menyatakan positioning
sebagai reason for being yaitu bagaimana mendefinisikan identitas dan kepribadian
perusahaan di benak konsumen. Perusahaan harus mempunyai kredibilitas di benak
konsumen untuk itu konsumen perlu dibimbing. Positioning tidak sekedar membujuk
dan menciptakan citra dalam benak pelanggan, tetapi juga bagaimana merebut
kepercayaan pelanggan. Positioning menyangkut menciptakan being dalam benak
konsumen dan membimbing mereka dengan penuh kredibilitas. Selanjutnya positioning
merupakan sebuah janji yang dibuat perusahaan kepada konsumen. Janji tersebut harus
ditepati dan kemampuan perusahaan untuk menepati janji merupakan bagian yang vital
dan strategi. Karena alasan inilah, positioning yang tepat merupakan hal yang krusial
bagi keberhasilan akhir perusahaan.

Cara Menentukan Positioning


Dalam menentukan positionig ada empat tahap yaitu: identifikasi target,
menentukan frame of reference pelanggan (siapa diri), merumuskan point of
differentiation — Mengapa konsumen memilih perusahaan, menetapkan keunggulan
kompetitif produk — bisa dinikmati sebagai sesuatu yang beda (Kotler, 2009)
Menurut Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu, 2003 ada empat kriteria yang dapat
dilakukan perusahaan untuk menentukan positioning. Pertama adalah kajian terhadap
konsumen (cutomer). Disini positioning harus mendeskripsikan value bagi konsumen
karena positioning mendeskripsikan value yang unggul. Selain itu positiong merupakan
penentu penting bagi konsumen pada saat memutuskan untuk membeli.
Kriteria kedua didasarkan atas kajian pada kapabilitas perusahaan (company).
Disini positioning harus mencerminkan kekuatan dan keunggulan kompetitif
perusahaan. Seperti lokasi yang strategis.
Kriteria ketiga didasarkan atas kajian pada pesaing (competitor). Disini
positioning harus bersifat unik, sehingga dengan mudah dapat mendiferensiasikan diri
dari para pesaing.
Kriteria keempat didasarkan atas kajian terhadap perubahan yang terjadi dalam
lingkungan bisnis (change). Dikatakan bahwa positioning harus berkelanjutan dan selalu
relevan dengan berbagai perubahan lingkungan bisnis. Positioning pada hakikatnya
adalah menanamkan sebuah persepsi, identitas dan kepribadian di dalam benak
konsumen. Untuk itu agar positioning kuat maka perusahaan harus selalu konsisten dan
tidak berubah. Karena persepsi, identitas dan kepribadian yang terus menerus berubah
akan menimbulkan kebingungan di benak konsumen dan pemahaman mereka akan
tawaran perusahaan akan kehilangan fokus.
Penetapan positioning perusahaan dapat memperhatikan faktor-faktor di bawah
ini sebagai basis atau landasan penentuan positioning:
• Proposisi nilai dan manfaat yang dapat diberikan perusahaan
 Capaian yang telah dihasilkan perusahaan
 Segmen pasar dan pelanggan yang ditargetkan
 Atribut yang jadi keunggulan produk dan merk perusahaan
 Bisnis baru yang dimasuki
 Originalitas dan posisi sebagai perusahaan atau merk baru di pasar

Dalam mengkomunikasikan positioning sebuah produk perusahaan harus


memperhatikan faktor-faktor di bawah ini:
 Be creative
Be craetif maksudnya adalah bahwa perusahaan harus kreatif untuk mencuri
perhatian konsumen atau target market.
 Simplicity
Simplicity maksudnya adalah komunikasi yang disampaikan harus sesederhana dan
sejelas mungkin
 Consistent yet flexible
Consistent yet flexible maksudnya adalah perusahaan harus konsisten dan melihat
kondisi.
 Own, dominate, protect
Own, dominate, protect maksudnya adalah dalam komunikasi perusahaan harus
memiliki satu atau beberapa kata ampuh di benak pelanggan
 User their language
User their language maksudnya adalah dalam mengkomunikasikan positioning
perusahaan harus menggunakan bahasa pelanggan.

Pendekatan dalam posisioning global:


Menurut Keegan (2007) pendekatan dalam positioning global terdiri dari :
High Tech Positioning
 Produk yang dibeli berdasarkan fitur konkrit suatu produk. Para pembeli biasanya
membutuhkan informasi teknis
 komputer, video, stereo, mobil
Dibagi menjadi tiga kategori yaitu:
o Technical products: pembeli memiliki kebutuhan khusus, membutuhkan
informasi produk, memiliki bahasa yg umum  PC
o Special interest products: less technical more leisure or recreation, berbagi
pengalaman dgn keterlibatan yg tinggi diantara para pengguna, memilki bahasa
dan simbol yg diketahui scr umum  Adidas
Products that demonstrate well: ―speak for themselves‖  Polaroid
High Touch Positioning
 Lebih menitikberatkan kpd citra, sangat terlibat dgn konsumen, memiliki bahasa yg
umum dan seperangkat simbol yg berhubungan dgn kemakmuran, materi, dan
romance.
 Dibagi ke dalam tiga kategori yaitu:
o Products that solve a common problem: menonjolkan manfaat suatu produk 
iklan minuman yg menyegarkan pd saat cuaca sangat panas
o Global village products: produk yg memiliki kesan ―cosmopolitan in nature‖
dan memiliki ―global appeal‖ Levi’s, Marlboro, Harley-Davidson (AS),
Sony (Jepang, Mercedes (Jerman)
o Products that use universal themes: materialism (kemakmuran dan sosial
status), heroism (self sacrifice), play (santai, rekreasi), procreation (citra
keramahan dan percintaan)
BABIII
ANALISIS DAN PEMBAHASAN

3.1 SEJARAH “NIKE”


Nike, awalnya dikenal sebagai Blue Ribbon Sports, didirikan oleh atlet trek
Philip Knight dan pelatihnya, Bill Bowerman dari University of Oregon pada Januari
1964. Awalnya perusahaan beroperasi sebagai distributor untuk pembuat sepatu Jepang
Onitsuka Tiger.
Laba perusahaan tumbuh dengan cepat, dan pada tahun 1966, Blue Ribbon
Sports (BRS) membuka toko ritel pertama, terletak di Pico Boulevard di Santa Monica,
California. Pada 1971, hubungan antara BRS dan Onitsuka Tiger sudah mendekati
akhir, dan BRS siap untuk memulai perusahaan alas kaki sendiri. Sepatu pertama yang
dijual kepada publik adalah sepatu sepak bola bernama "Nike", yang dirilis pada musim
panas 1971.
Pada Februari 1972, BRS memperkenalkan merk pertama sepatu Nike, dengan
nama Nike berasal dari dewi kemenangan Yunani. Pada tahun 1978, BRS, Inc itu
sendiri secara resmi berganti nama menjadi Nike, Inc. Dimulai dengan Ilie Năstase, atlet
profesional pertama untuk kontrak dengan BRS/Nike, sponsor dari atlet menjadi alat
pemasaran utama bagi perusahaan yang berkembang pesat.
Sekarang mereka memiliki sepatu terbaik di saat itu, dan mereka perlu
mempromosikannya, jadi Nike mulai mensponsori atlet. Nike memutuskan untuk
mensponsori John McEnroe, seorang petenis yang menghasilkan banyak perhatian
ketika ia bermain karena dia akan terus-menerus menyumpah di depan wasit.
Pada 1979, Nike adalah sepatu lari paling populer di negara-negara bagian. Dan
sekarang Nike mulai menjual lebih dari sepatu, mereka mulai menjual Nike pakaian dan
peralatan olahraga bagi kebanyakan olahraga.
Ada satu hal yang mengganggu Nike, yaitu Reebok. Reebok akhirnya
melampaui penjualan sepatu Nike, tapi Nike kembali dengan memasukkan sepatu
khusus untuk setiap olahraga dan kegiatan.
Terobosan terbesar Nike adalah Michael Jordan, yang ditandatangani langsung
dari University of North Carolina. Inilah yang membuat Nike menang dari kompetisi
dengan Reebok. Meski Michael Jordan itu terkenal, ia bukan pilihan pertama Phil
Knight. Nike sedang berusaha untuk mendapatkan Larry Bird dan Magic Johnson, 2
dari atlet yang paling populer pada saat itu.
Pada tahun 1980, Nike telah mencapai 50% pangsa pasar di Amerika Serikat
pasar sepatu atletik, dan perusahaan go public pada bulan Desember tahun itu.
Pertumbuhannya adalah karena sebagian besar untuk iklan 'word-of-foot' (mengutip
sebuah iklan cetak Nike dari akhir 1970-an), daripada iklan televisi. Iklan televisi
nasional pertama Nike berlangsung pada bulan Oktober 1982 selama siaran dari New
York Marathon. Iklan diciptakan oleh biro iklan Wieden dan Kennedy, yang telah
terbentuk beberapa bulan sebelumnya pada April 1982.
Bersama-sama, Nike dan Wieden & Kennedy telah menciptakan banyak iklan
cetak dan televisi yangg tak terhapuskan dan terus menjadi agen utama Nike saat ini.
Wieden lah yang menciptakan slogan terkenal "Just Do It" untuk kampanye iklan Nike
tahun 1988, yang dipilih oleh Advertising Age sebagai salah satu top 5 slogan iklan di
abad 20, dan kampanye itu telah diabadikan dalam Smithsonian Institution.

3.2 ANALISIS KASUS


Menjadi perusahaan yang menguntungkan itu tidak cukup. Perusahaan harus
memperhitungkan untuk tumbuh, karena dalam pertumbuhan dapat mempertahankan
keuntungan dalam jangka panjang.
Perusahaan – perusahaan mencoba berbagai cara untuk selalu tumbuh dengan
mencari identitasnya melalui strategi penetapan segmentasi sebelum produk go publik
karena penentuan segmentasi memungkin perusahaan untuk lebih fokus dalam
mengalokasikan sumber daya. Dengan membagi pasar menjadi segmen-segmen akan
memberikan gambaran bagi perusahaan untuk menetapkan segmen mana yang akan
dilayani. Selain itu segmentasi memungkin perusahaan mendapatkan gambaran yang
lebih jelas mengenai peta kompetisi serta menentukan posisi pasar perusahaan.
Hal diatas juga dilakukan oleh perusahaan ―Nike‖ yang sekarang mendefinisikan
dirinya sebagai bagian dari pasar olahraga. Adapun pergerakan segmen yang dilakukan
oleh perusahaan sepatu ―NIKE‖ diantaranya:
1. Bergerak kearah posisi yang disebelahnya
Kesuksesan Nike yang pertama adalah membuat sepatu lari yang hebat untuk para
pelari yang serius. Kemudian beralih pada sepatu untuk bermain bola basket, tenis,
dan sepakbola, selanjutnya Nike beralih lagi pada pembuatan sepatu aerobik.
2. Buatlah posisi yang lebih mendetail
Nike akhirnya menyadari bahwa perusahaan dapat melakukan segmentasi lebih
lanjut bagi pasar sepatu bola basket, sepatu untuk pemain-pemain yang agresif, bagi
pemain-pemain yang memiliki lompatan tinggi, dan sebagainya
3. Loncat pada posisi (kategori)baru.
Nike beralih pada penjualan pakaian yang digunakan oleh pemain-pemain dari
berbagai jenis olah raga.
Berdasarkan penjelasan diatas bahwa saat ini perusahaan Nike sebagai market
leader dari sepatu olahraga dan memperluas produknya pada penjualan baju olah raga.
Tetapi saat ini Nike mempertimbangkan untuk menjual jasa-jasa olahraga seperti
pengelolaan karier atlet serta langkah yang dilakukan oleh Reebok sebagai pesaing
ketyat Nike, melakukan resegmentasi pada keseluruhan pasar dengan memperkenalkan
sepatu bergaya untuk pasar pemakai santai yang dapat dikenakan setiap hari tanpa
melakukan kegiatan olahraga.

3.3 PEMBAHASAN
3.3.1 Karakteristik pembentukan Segementasi - Targeting - Positioning (STP)
yang dilakukan oleh sepatu olahraga Nike

Segementasi
Segmentasi Pasar Global (Keegan, 2007) adalah Suatu proses membagi pasar
dunia kedalam kelompok pelanggan tertentu yang memiliki perilaku yang sama atau
memiliki kebutuhan yang serupa.
Pasar yang menjadi segmen perusahaan Nike adalah penyuka olahraga
(Segmentasi psikografis), dalam hal ini Nike menetapkan segmen pasar yang dilayani
adalah pasar penyuka olahraga. Bisa diperhatikan pada saat perusahaan ini masih
bernama Blue Ribbons Sports, produk utamanya ialah sepatu olahraga, kemudian
perusahaan ini mengembangkan peralatan olah raga lainnya. Sampai hari ini Nike
sangat terkenal sebagai produsen dan perancang sepatu olahraga. Berdasarkan
penetapan segmen ini maka perusahaan Nike Inc jelas melakukan peta kompetisi serta
menentukan posisi pasar perusahaan, misalnya fokus pada kompetisi sepatu olahraga
antara para competitornya seperti Adidas, Reebok, dan Puma, dengan adanya kejelasan
pada segementasi maka dapat menentukan komponen-komponen strategi yang
dilakukan perusahaan. Segmentasi yang disertai dengan pemilihan target market akan
memberikan acuan dalam penentuan positioning.
Dilihat dari tingkatan segmentasi pasar yang dilakukan Nike Inc lebih pada
niche marketing yaitu lebih fokus terhadap ceruk-ceruk pasar yang belum dilayani
dengan baik. Hal ini dilakukan dengan mengidentifikasi segmen yang sudah ada
menjadi sub segmen yang lebih kecil dalam hal ini Nike Inc fokus pada pasar penyuka
olah raga, disebut niche marketing karena Nike berfokus pada ruang lingkup yang lebih
kecil.

Targeting Global
Dari awalnya Nike memilih pasar yang berhubungan dengan olah raga. Jadi
dapat diperhatikan bahwa pilihan ialah konsumen penyuka sepatu olahraga meskipun
sekarang Nike banyak bekerjasama dengan perusahaan alat-alat olahraga maupun
produk lain yang berhubungan dengan olahraga.
Target yang dilakukan oleh Nike Inc adalah produk sportwear, konsumen yang
menyukai olah raga dengan gaya promosi mensponsori para atlet. Nike memutuskan
untuk mensponsori John McEnroe, seorang petenis yang menghasilkan banyak
perhatian ketika ia bermain karena dia akan terus-menerus menyumpah di depan wasit
kemudian terobosan terbesar Nike sebagai sponsor Michael Jordan sebagai atlet basket,
yang ditandatangani langsung dari University of North Carolina. Inilah yang membuat
Nike menang dari kompetisi dengan Reebok setalah berhasil menspronsori para atlet
maka tahun 1979, Nike adalah sepatu lari paling populer di negara-negara bagian
dengan ketepatan sponsor maka terget pasar Nike berhasil dan sekarang Nike mulai
menjual lebih dari sepatu, mereka mulai menjual Nike pakaian dan peralatan olahraga.
Nike mengakomodir semua orang yang ingin melakukan olahraga, namun seperti yang
kita tahu orang – orang berumur 16 sampai dengan 40 ialah orang – orang yang aktif
dan Nike membidik target di rentang umur ini. Berdasarkan perkembnagan diatas maka
Nike telah mencapai 50% pangsa pasar di Amerika Serikat yaitu pada produk sepatu
atletik.
Menurut Keegan (2007) dalam penetapkan sasaran adalah tindakan
mengevaluasi dan membandingkan kelompok yang diidentifikasi dan kemudian
memilih satu atau beberapa diantaranya sebagai calon dengan potensi paling besar.
Langkah yang dilakukan Nike Inc telah tepat yaitu produk sportwear dengan kampanye
iklan yang luar biasa menjadikan Nike benar-benar sebagai sepatu olah raga yang
berkualitas tinggi sehingga memberikan hasil terbaik terhadap penjualan, selain itu
menciptakan nilai maksimum bagi konsumen.

Menurut Kotler, 2009, dalam menetapkan target market perusahaan dapat


mempertimbangkan lima pola product specialization yaitu Single Segment
Concentration, Selective Specialization, Product Specialization, Market Specialization
dan Full Market Coverage. Namun langkah yang dilakukan Nike adalah Single Segment
Concentration maksudnya adalah perusahaan dapat memilih satu segmen saja.
Perusahaan lebih bisa mencapai posisi yang kuat disatu segmen, dengan pengetahuan
yang baik terhadap kebutuhan segmen sehingga bisa diperoleh keuntungan. Dalam
perumusannya Nike Inc telah konsisten dari awal akan membidik pasar penyuka olah
raga dengan hasil yang maksimal menjadikan Nike sebagai produk sportware di seluruh
dunia.

Positioning
Positioning yang berhasil akan menciptakan image yang baik terhadap produk
Nike dalam pikiran konsumen. Kepercayaan akan kualitas dan nilai-nilai yang dimiliki
maupun harga yang ditawarkan tidak lagi menjadi hal yang dipermasalahkan. Loyalitas
dan persepsi positif akan keunggulan produk merupakan hasil dari strategi positioning
yang berhasil
Fokus pada spesifikasi atau image yang dibentuk dari pertama kali muncul, Nike
memiliki image sebagai invent dari produk sepatu olahraga. Hal ini tetap dilakukan
hingga sekarang, dan ini membentuk positioning produk Nike itu sendiri. Positioning
berguna untuk membedakan tawaran yang diberikan produsen dengan membangun
sejumlah keunggulan bersaing yang menarik perhatian dalam segmen tertentu. Tugas
positioning terdiri dari tiga langkah, yaitu mengidentifikasi sejumlah keunggulan
bersaing yang dapat dijadikan dasar untuk membangun posisi, memilih keunggulan
bersaing yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk membangun posisi, memilih
keunggulan bersaing yang tepat, dan memilih suatu strategi positioning produk secara
menyeluruh. Perusahaan kemudian harus secara efektif mengkomunikasikan serta
menyampaikan posisi yang dipilih kepada pasar.
Menurut Keegan (2007) meyatakan bahwa menentukan posisi pasar adalah suatu
proses yang dipakai oleh perusahaan untuk menetapkan suatu citra di benak konsumen
terhadap citra produk yang ditawarkan oleh pesaing
Misi memberikan inspirasi dan inovasi pada atlit di dunia tetap dipegang oleh
Nike hingga saat ini. Image yang terkandung dalam misi ini membuat Nike selalu
menggunakan model iklan seorang atlit yang terkenal di dunia, seperti Michael Jordan,
Tiger Woods, dan Andrew Agassi.
Berdasarkan penetapan positioning yang tepat menjadikan Nike sebagai market
leader dan melakukan perluasan produk pada pakaian, jam tangan olahraga dan alat-alat
olahraga.

3.3.2 Analisis terhadap perusahaan Nike ketika Reebok sebagai pesaing


melakukan resegmentasi terhadap model sepatu bergaya bukan sepatu
olahraga.
Dari awalnya Nike memilih pasar yang berhubungan dengan olah raga. Jadi
dapat diperhatikan bahwa pilihan segmentasi – target- positioning Nike ialah produsen
dan perancang sepatu olahraga meskipun sekarang Nike banyak bekerjasama dengan
perusahaan alat-alat olahraga maupun produk lain yang berhubungan dengan olahraga,
namun posisi Nike tetap menjadi produk olahraga.
Berdasarkan penjelasan di atas perusahaan Nike telah menetapkan kejelasannya
dalam menentukan identitas perusahaan sebagai produsen sepatu olah raga, hal ini
merupakan strategi segmentasi yang tepat dalam menentukan segmentasi pasar.
Menurut Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu (2003) menyatakan bahwa agar strategi
segmentasi dilakukan dengan tepat maka perusahaan harus melakukan kegiatan sebagai
berikut :
1. Memandang pasar dari sudut yang unik dan dengan cara yang berbeda dari yang
dilakukan pesaing. Strategi ini telah dilakukan Nike saat pertama perusahaan
membuka toko ritel pertama di Pico Boulevard di Santa Monica, California
dengan sepatu pertama yang dijual kepada publik adalah sepatu sepak bola
bernama "Nike", yang dirilis pada musim panas 1971. Berdasarkan awal
penjualan produk tersebut, Nike sudah membentuk segmentasi pasar yang unik
yaitu berdasarkan segmentasi psikografis dengan pengelompokan berdasarkan
orang-orang dalam satu hobby, yaitu olahraga. Hal ini merupakan cara yang
berbeda dari pesaingnya meskipun pesaing ketatnya Reebok pernah merebut
pasarnya Nike, maka langkah yang dilakukan Nike dengan memperkuat STP
dengan memasukkan sepatu khusus untuk setiap olahraga dan kegiatan.
2. Metode segmentasi yang digunakan harus sejauh mungkin mencerminkan
perilaku pembelian atau penggunaan serta menentukan alasan pelanggan untuk
membeli. Nike menetapkan perusahaan sebagai produsen sepatu olahraga yang
digunakan para atle, ini mencerminkan sebuah prilaku konsumen saat membeli
produk, yaitu konsumen yang memiliki hobby olahraga. Metode penentuan
segmentasi perusahaan Nike dilakukan dengan kreatif mengidentifikasi dan
memanfaatkan peluang yang muncul di pasar, sebagai bukti terdapatnya
kejelasan identitas target dengan memperluas desain sepatu, dimulai dari sepatu
casual hingga rame dengan warna.
3. Karena alasan inilah dynamic atribut segmentation lebih unggul dibandingkan
static atribut segmentation, sebab atribut ini lebih mengarah kepada perilaku
pembelian, metode ini dapat memberikan informasi yang berharga bagi
perumusan strategi pemasaran yang cocok untuk mempengaruhi perilaku
konsumen tersebut. Adanya trend yang dilakukan Reebok dengan sepatu
santainya maka Nike melihat peluang seperti ini dengan mendesain produk
olahraga yang mempunyai unsur fashion didalamnya yaitu dengan
mengeluarkan sepatu santai tetapi masih dalam desain sepatu olahraga.
BAB IV
KESIMPULAN

Nike berhasil dalam membentuk strategi Segementasi - Targeting - Positioning


(STP) yaitu dengan pembentukan segmentasi berdasarkan psikografis, dalam hal ini
Nike menetapkan segmen dan target pasar yang dilayani adalah penyuka olahraga,
dengan melakukan sponsor para atlet terkenal menjadikan kejelasan identitas
perusahaan Nike Inc sebagai produk sportwear. Positioning yang terbentuk pun sangat
jelas berdasarkan image sebagai produk sepatu olahraga, dengan positioning yang kuat
menjadikan Nike bekerjasama dengan produsen alat olahraga dan berdampak baik bagi
perusahaan sehingga sampai saat ini Nike tetap berada sebagai market leader untuk
produk sportwear.
Langkah yang dilakukan Nike ketika Reebok sebagai pesaing kuat melakukan
resegmentasi dengan mengeluarkan produk sepatu santai, maka Nike mengeluarkan
produk sepatu sporty tetapi dengan desain lebih santai dan warna lebih banyak
menjadikan identitas perusahaan Nike tetap sebagai produsen penghasil sepatu olahraga
meskipun saat ini Nike melakukan kerjasama dengan ala-alat olah raga, tetapi STP yang
terbentuk tetap pada kegiatan olahraga
DAFTAR PUSTAKA
Keegan, Wareen. 2007, Manajemen Pemasaran Global (Edisi Bahasa Indonesia), Jilid 1,
PT Prenhellindo, Jakarta.
Kottler, Keller. 2009, Manajemen Pemasaran (Edisi bahasa Indonesia), Jilid 1, PT
Prenhellindo, Jakarta
http://priyo.datautama.net.id/marketing/segmentasi-targeting-dan-positioning/
http://priyo.find-pdf.com/cari-hermawan+kartajaya/segmentasi-targeting-dan-
positioning/
http://gregoriusandy.bythost13.com/wp-contetnt/marketingmix.gif.
http://inside.nike.com/blogs/nikerunning_news-en_ID/?tags=products
LAMPIRAN
Nike adalah dewi kekuatan,
kecepatan dan kemenangan baik
dalam peperangan maupun dalam
kompetisi. Nike berteman dekat
dengan Athena (dewi
kebijaksanaan).
Nike sering digambarkan bersayap
dalam lukisan maupun patung.
Sebagian besar dewa-dewi Yunani
kuno dapat melepaskan sayapnya.

Logo Logo NIKE ini bernama Swoosh. Nike "Swoosh"


adalah sebuah desain yang diciptakan pada tahun
1971 oleh Carolyn Davidson, seorang mahasiswi
desain grafis di Portland State University.
desain logo perusahaan terdaftar sebagai merek
dagang pada tahun 1995

Slogan "JUST DO IT"


Sponsor  figur Nike digunakan untuk piala FIFA
pertama yang dikenal sebagai piala Jules
Rimet
 Sejak tahun 1928, figur nike digunakan
untuk medali Olimpiade musim panas,
yang digambarkan sedang memegang daun
palem ditangan kiri dan mahkota
kemenangan ditangan kanan
 mensponsori beberapa olahragawan
terkenal di dunia seperti Tiger Woods,
Ronaldo, Maria Sharapova dan Michael
Jordan.
 memiliki perjanjian dengan berbagai tim
sepak bola dunia seperti Manchester
United, Inter Milan, Barcelona, Atlético de
Madrid, Borussia Dortmund, PSV
Eindhoven, FC Porto dan Paris Saint-
Germain.
Produk

Nike Running
Kerjasama Nike disebut dengan
Nike + (Nike plus)

Nike Plus (Nike+) adalah salah satu produk


kolaborasi dari Nike. Nike Plus awalnya didesain
untuk bekerja sama dengan iPod: Nike+ iPod.
Konsep Nike Plus adalah merekam aktivitas
olahraga dan memproses data tersebut untuk
umpan balik dan rekomendasi kepada pengguna
Cara kerjanya cukup sederhana, sistem ini terdiri
dari beberapa elemen: sepatu, sensor, dan
penerima data sensor (iPod). Sensor menganalisa
gerakan kaki dan memberikan informasi ini
kepada penerima data sensor, yakni iPod
(langsung, atau dengan perangkat penerima
tambahan). Sementara sensor ini diletakkan di
dalam sepatu yang didesain khusus sehingga
memiliki ruang khusus untuk meletakkan sensor
ini.
Data yang diterima oleh iPod akan diproses
menjadi informasi mengenai jarak tempuh, waktu
tempuh, dan informasi performa pelari lainnya.
Karena menggunakan iPod sebagai pemroses,
selain pelari dapat mendengarkan musik saat
berlari, pelari juga dapat mengetahui informasi
seputar performa mereka.

Selain itu, data-data ini dapat diproses lebih lanjut


di komputer dan di situs NikePlus.com untuk
melihat statistik para pelari. Tentunya dengan
statistik ini, NikePlus.com juga dapat memberikan
rekomendasi dan bimbingan latihan olah raga
untuk pelari tersebut. Bahkan, dengan fitur sosial,
para pelari dapat membandingkan statistik dan
performa mereka dengan pengguna Nike Plus
lainnya.
Awalnya, sistem Nike Plus bekerja dengan
keluarga iPod nano dengan tambahan penerima.
Namun seiring waktu, Apple pun
mengintegrasikan perangkat penerima sinyal data
dari sensor ini ke dalam iPod Touch mulai
generasi kedua dan iPhone 3GS.
Sensor ini sendiri dijual dalam dua paket: hanya
sensor (USD 19), dan sensor beserta penerima
(USD 29).

Selain itu, Apple pun mengembangkan konsep ini


dengan bekerja sama dengan produsen perangkat
fitness dan gym untuk memproduksi alat yang
kompatibel dengan sistem Nike + iPod. Sehingga
para pengguna iPod dapat menghubungkan iPod
mereka dengan alat fitness menggunakan
sambungan USB. Tentunya, data dari alat fitness
ini juga dapat diproses oleh NikePlus.com

Dengan Nike+ Sportband (USD 59, sudah


termasuk sensor), pelari yang menggunakan
sensor Nike+ dapat mencatat performa mereka
tanpa perlu iPod. Nike+ Sportband ini bekerja
sebagai pengganti iPod untuk menerima sinyal
dan memproses data dari sensor. Tentunya, Nike+
Sportband ini tidak dapat menggantikan iPod
sebagai pemutar musik.

Memang sistem ini didesain untuk bekerja dengan


sepatu yang "kompatibel", yakni Nike+ shoes,
seperti Nike LunarTrainer+. Namun, sebenarnya
perbedaan sepatu ini dengan sepatu biasa hanyalah
pada ruang tempat peletakan sensor. Nike Air
Zoom Moire+, yang diluncurkan pada 2006
bersamaan dengan Nike + iPod tidak tersedia lagi
di pasaran.Namun, selain gerakan yang ditangkap
oleh accelerometer pada sensor, ternyata tekanan
oleh kaki juga diperhitungkan oleh sensor ini.
Sehingga, menggunakan sensor ini dengan
meletakkannya bukan di bawah telapak kaki pelari
akan mengurangi tingkat akurasinya
Nike Football

Nike Woman Produk untuk kategori ini adalah bra dan pantie
NikeBasketball

NikeSportswear